Articles
241 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 6 No. 3 (2022)"
:
241 Documents
clear
A Teacher’s Experiences on the Use of E-Portfolio as Students’ Portfolio Assessment in Teaching Speaking : A Narrative Inquiry
Lasminiar, Putri
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2765
This article discusses the use of the e-portfolio as students’ portfolio assessment done by an English teacher in teaching speaking at junior high school level. The narrative inquiry was chosen as the research design to reveal the story of the English teacher’s experiences in using e-portfolio. The research data was obtained from the teacher through an interview and then it was analyzed via narrative analysis.The findings of the study indicated that ; 1) the reasons why the teacher used e-portfolio were related to the students’ attention and the shifting of assessment method from traditional method to modern method .Furthermore, it also compiled the students’ speaking assignments along with its assessment neatly. Meanwhile, the problems that the teacher faced in using the e-portfolio were related to unstable internet connection and the difference of students’ ability in running it. The results suggested that the e-portfolio could be used as one of strategies to elevate students’ speaking ability since it made them reflect on their speaking ability to be better through the old video collections placed on it which contain about feedback and their speaking score performance.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Manajemen Sekolah
Siregar, Wahyuni;
Lubis, M. Joharis;
Darwin, Darwin
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2766
Pimpinan tertinggi di dalam struktur organisasi sekolah ialah kepala sekolah tentunya memiliki pengaruh yang signifikan dalam menentukan arah kebijakan peningkatan kompetensi sekolah. Kehadiran kepala sekolah sangat penting karena merupakan motor penggerak bagi sumber daya sekolah terutama guru, karyawan, dan anak didik. Begitu besarnya peranan sekolah dalam proses pencapaian tujuan pendidikan. Dalam menjalankan manajemen pendidikan, SMA Negeri 1 Padang Bolak dalam menjalankan manajemen pendidikan berpedoman/mengacu kepada delapan standar pendidikan nasional. Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dengan keprofesionalan kepala sekolah, diharapkan pengembangan profesionalisme tenaga kependidikan mudah dilakukan karena sesuai dengan fungsinya. Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. instrumen yang peneliti gunakan adalah obeservasi, wawancara, angket dan dokumentasi. teknik yaitu secara Non Probability Sampling (Purposive sampling degan teknik snowball sampling. Dalam menentukan kebenaran penelitian maka perlu dilakukan uji validitas, uji validitas yang digunakan peneliti adalah triangulasi. Kesimpulan dari penelitian ini Menajemen yang di terapkan oleh sekolah telah mengacu pada Standart Pendidikan Nasional (SNP) secara efektif
Literatur Riview: Model Pembelajaran Brain Based Learning di Sekolah Dasar
Nurasiah, Iis;
Rachmawati, Nugraheni;
Supena, Asep;
Yufiarti, Yufiarti
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2768
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis model “brain-based learning†di sekolah dasar. Neuropedagogi, juga dikenal sebagai neuroeducation, adalah pendekatan interdisipliner yang menggabungkan pendidikan saraf, psikologi, dan pendidikan untuk mengembangkan metode dan kurikulum yang inovatif, serta kemampuan dan inisiatif untuk menggunakan temuan dalam pembelajaran, memori, bahasa, dan bidang lainnya. Ilmu saraf kognitif bertujuan untuk memberi pengetahuan pendidik tentang strategi pengajaran dan pembelajaran terbaik. Penelitian ini termasuk dalam bentuk penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode analisis deskriptif untuk topik metode/model pembelajaran brain-based learning, model pembelajaran yang cocok diterapkan di pendidikan dasar. Belajar dan mengajar berdasarkan pada otak mengacu pada pemberdayaan otak potensial. Pembelajaran berbasis otak menggunakan tiga strategi. Pertama, ciptakan lingkungan belajar yang mendorong kemampuan berpikir kritis siswa. Kedua, lingkungan belajar dibuat menyenangkan. Terakhir, Ciptakan situasi yang dinamis dan bermakna. bagi siswa (pembelajaran aktif). Di sekolah dasar, semua aspek perkembangan anak begitu sensitif sehingga tahap ini perlu dikelola secara optimal melalui berbagai upaya stimulasi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan mengetahui perkembangan anak, metode pembelajaran berbasis otak cocok untuk pengajaran di dunia pedagogi sekolah dasar.Â
Pembelajaran IPS Berbasis Blended Learning sebagai Upaya Memenuhi Tantangan Abad 21
Afifah, Silvi Nur;
Komalasari, Kokom;
Disman, Disman;
Malihah, Elly
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2769
Pendidikan Indonesia abad ke-21, dihadapkan dengan sejumlah tantangan yang menuntut berubahnya paradigma pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat juga berdampak signifikan terhadap dunia pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pembelajaran IPS secara blended learning dalam pengembangan pembelajaran dan mengetahui keterampilan yang seharusnya diperoleh peserta didik. Metode yang digunakan adalah metode library research yang membahas pembelajaran IPS yang dilakukan secara blended learning sebagai alternatif pembelajaran unuk menjawab tantangan di abad 21. Kesimpulannya Permasalahan abad 21 adalah perubahan yang sangat cepat yang harus diimbangi dengan kemampuan untuk beradapdasi yang cepat pula. Sehingga peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi leader masa depan harus mampu bersaing diantara cepatnya perkembangan zaman serba digital. Pembelajaran IPS berbasis blended learning merupakan salah satu inovasi dan solusi yang hadir disesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal ini menjawab tujuan pembelajaran IPS yaitu peserta didik dapat memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang terjadi dalam kehidupannya.Â
Pengembangan Modul dalam PBL untuk meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep IPS dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar
Khoirudin, Rifqi;
Sunarto, Sunarto;
Sunarso, Ali
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2770
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui: (1) Kevalidan, (2) Keefektifan, dan (3) Kepraktisan dari modul dalam problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPS dan motivasi belajar siswa kelas IV sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi pendahuluan, studi pengembangan, dan evaluasi, serta menggunakan desain kelas eksperimen dan kontrol. Adapun hasil dari pengembangan modul dalam project based learning menunjukkan hasil bahwa (1) kevalidan dari modul yang dikembangkan berhasil memperoleh skor 4.60 dengan kategori sangat valid, (2) keefektifan modul dalam problem based learning memperoleh skor n-gain sebesar 0.71 dengan kategori sangat tinggi, ketuntasan klasikan kelas eksperimen dengan persentase sebesar 90%, serta hasil rata-rata motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 51.33 dengan kategori sangat baik, dan (3) kepraktisan dari modul dalam problem based learning yang dikembangkan memperoleh skor dari respon siswa sebesar 4.11 dengan kategori sangat tinggi dan respon guru memperoleh skor sebesar 3.37 dengan kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa modul dalam problem based learning telah valid dan praktis digunakan sebagai bahan ajar siswa maupun guru.
Penerapan Model Bengkel Sastra dalam Membentuk Emosi Positif pada Pembelajaran Menulis Puisi Siswa Sekolah Dasar
Murniviyanti, Liza;
Surmilasari, Nora;
Supena, Asep;
Yufiarti, Yufiarti
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2772
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari penerapan model bengkel sastra dalam membentuk emosi positif pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Penanggoan Duren. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yaitu tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model bengkel sastra memiliki dampak pada penumbuhan emosi positif siswa. Dalam tahap perencanaan yang perlu dilakukan guru dalam penerapan model bengkel sastra untuk membentuk emosi positif siswa pada pembelajaran menulis puisi kelas IV di sekolah dasar adalah dengan menyiapkan bahan pelajaran seperti buku paket, media untuk penulisan puisi, RPP, serta alat dan bahan-bahan yang diperlukan dalam latihan dan pemecahan masalah menulis puisi. Penerapan pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan permasalahan kepada siswa yaitu siswa melengkapi puisi yang kurang lengkap, menyelesaikan tugas yang diberikan, menyusun baris-baris puisi. Menulis puisi dapat meningkatkan kerja otak. Otak dapat bekerja sesuai dengan fungsinya salah satunya dapat dilatih dengan kegiatan menulis.
Analisis Perspektif Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar
Ananda, Ema Rizky;
Wandini, Rora Rizki
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2773
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif guru matematika dalam mengatasi kesulitan belajar siswa sekolah dasar bagaimana faktor penyebab kesulitan belajar dan solusi yang diusulkan untuk mengatasi kesulitan yang dialami oleh guru selama proses pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menerapkan pendekatan  kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang diimplementasikan yaitu diskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini merupakan guru kelas IV sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat beberapa perspektif guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa yang meliputi:1. Adanya factor internal dan factor eksternal terhadap penyebab kesulitan belajar siswa ; 2. Terdapat kesulitan yang seringkali didapati oleh guru matematika dalam pembelajaran; 3. Strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi kesulitan-kesulitan dalam proses pembelajaran matematika yaitu dengan melakukan 6M yaitu;1). Menjalin kerjasama kepada orang tua siswa agar dapat mendukung, membimbing, serta mengarahkan siswa dalam belajar. 2). Memastikan kesiapan dan fokus siswa untuk belajar. 3). Memberikan motivasi belajar kepada siswa baik dari guru maupun lingkungan keluarga. 4). Menggunakan strategi serta media yang menarik. 5). Memberikan ruang untuk bereksplorasi. 6). Memberikan soal atau tes pada batas kemampuan siswa.
The Effectiveness of Group Guidance Services Using Self Management Techniques to Reduce Smartphone Addiction
Sembiring, Angelina Br;
Daulay, Nurussakinah
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2777
This study aims to determine whether group counseling services with self-management techniques on students have effectiveness in students with high smartphone addiction levels. This study uses counseling guidance action research or PTBK with the Pre-Test Post-Test One group design model. Participants in this study were taken from class VIII MTs Swasta Kesuma LKMD Namorambe with a population of 35 students, sampling using the Cluster Random Sampling technique as data collection, so that the sample in this study amounted to 8 students. The results of this study showed that 47% (the result of cycle II) experienced a decrease in smartphone addiction from the original 96% (pre-cycle or preliminary) at the level of student smartphone addiction.
Cerita Ihsan: E-book Interaktif sebagai Upaya Pengembangan Materi Ulul Azmi di Sekolah Dasar
Wahiddah, Siti Annisa Nur;
Lathipah, Lulu;
Indaryanti, Desti;
Fadilah, Zulfa Putri;
Aeni, Ani Nur
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2778
Penelitian ini mengeksplorasi terkait penggunaan E-book sebagai salah satu pengembangan media belajar interaktif pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi Ulul Azmi bagi siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Design and Development (D&D), melalui temuan yang didapatkan secara empiris dan sistematis, dengan serangkaian penelitian pada proses desain, pengembangan dan evaluasi. Data didapatkan melalui instrumen berupa dokumentasi lapangan, survey dan angket yang disebarkan kepada guru pendidikan agama islam di sekolah dasar dan siswa kelas tinggi di sekolah dasar. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari pengumpulan dan pengolahan akan dibuat ke dalam beberapa tema. Data menunjukan bahwa E-book Cerita Ihsan cukup memudahkan guru dalam kegiatan pembelajaran, karenakan desainnya yang menarik, interaktif, kebaruan berupa lagu 5 Rasul Ulul Azmi, audio beserta permainan digital di dalammnya, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi lebih variatif dan menarik bagi siswa. Saat membaca E-book interaktif, sebagian besar siswa merasa senang. Penelitian dirumuskan dalam bentuk poin sebagai berikut: (1) Bagaimana antusias peserta didik mengenai e-book Cerita Ihsan?, (2) Bagaimana efektivitas pengguanan e-book Cerita Ihsan?, (3) Bagaimana kebermanfaatan e-book Cerita Ihsan terhadap kegiatan pembelajaran PAI di SD?
Sistem Kompensasi dalam Menjamin Kesejahteraan Guru Honorer di Sekolah Menengah Pertama Negeri
Pitriyani, Agustina;
Sanda, Yustinus;
Remi, Scolastika Nene;
Yesepa, Yesepa;
Mulawarman, Widyatmike Gede
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2779
Guru honorer dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik dan pengajar berhak mendapatkan penghasilan di atas dari standar kebutuhan hidup minimal dan jaminan kesejahteraan sosial. Jaminan kesejahteraan guru honorer dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan atas jasa yang telah dilakukan dalam bentuk sistem kompensasi yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sistem kompensasi seperti gaji, tunjangan, dan reward atau penghargaan dalam menjamin kesejahteraan guru honor pada salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis deskriptif dengan jenis studi kasus. Informan ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling dan informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Honorer, dan Bendahara Gaji. Pengumpulan data menggunakan tiga metode yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengikuti model analisis interaktif. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kompensasi yang diberikan kepada guru honorer belum menjamin kesejahteraan guru honorer, karena sistem kompensasi yang diberikan hanya berupa kompensasi finansial dan insentif, serta tidak terdapat satu pun kompensasi dalam bentuk tunjangan atau jaminan. Kompensasi yang diterima guru honorer secara keseluruhan juga masih di bawah dari standar kebutuhan hidup minimum yang ditetapkan di daerah sekolah tersebut.