Articles
102 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 7 No. 1 (2023)"
:
102 Documents
clear
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Konsep Dasar IPS Bermuatan Karakter Lokal di Jurusan PGSD
Sormin, Salman Alparis;
Tembang, Yonarlianto;
Umakaapa, Muktamar;
Priyono, Cipto Duwi
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4320
Bahan ajar menjadi bagian yang amat penting dari kegiatan belajar dan mengajar termasuk salah satunya adalah bahan ajar konsep dasar pendidikan IPS bermuatan kearifan lokal sebagai proses analisis kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah ataupun universitas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk  mengetahui analisis kebutuhan bahan ajar konsep dasar IPS di jurusan PGSD Universitas Musamus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualititatif dengan jenis pendekatan survei yang dilakukan pada bulan November-Desember 2022 di program studi Pendidikan Guru Sekolah dasar Universitas Musamus kota Merauke. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 66 mahasiswa semester dua program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Musamus yang mengikuti mata kuliah konsep dasar IPS. Responden penelitian ini sebesar 43 orang yang dipilih secara acak. Proses pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan angket. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrument lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari 30% mahasiswa belum mampu berpartisipasi belajar karena belum adanya bahan ajar yang dapat digunakan sebagai pegangan oleh mahasiswa PGSD universitas musamus yang bermuatan tentang karakter lokal. Pembelajaran budaya lokal di Merauke masih dilakukan secara terpisah dengan pembelajaran tematik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat kebutuhan bahan ajar ilmu pengetahuan sosial (IPS) yang bermuatan karakter lokal pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Literasi Digital dalam Pembelajaran: Perspektif Alumni PGSD
Prabowo, Suryo;
Andayani, Andayani;
Hanafi, Hanafi
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4322
Memasuki era industri 4.0, perkembangan teknologi di seluruh dunia kini berkembang dengan sangat pesat. Namun, masih banyak orang yang tidak pandai menggunakan teknologi, terutama dalam menyerap informasi. Literasi digital merupakan salah satu kemampuan yang penting di era industri 4.0. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi digital yang dimiliki alumni mahasiswa PGSD Universitas Terbuka dari proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 173 alumni yang tersebar diberbagai lokasi di Indonesia. Data dikumpulkan melalui googleform yang kemudian dianalisis menggunakan triangulasi data. Literasi digital dicari meliputi literasi informasi, literasi media, serta literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa berkat proses pembelajaran yang lebih banyak berbasis digital, sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Oleh sebab itu, kurikulum dan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan literasi digital mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan gambaran bahwa literasi digital dapat dibentuk melalui proses pembelajaran yang berbasis digital.
Analisis Kemampuan Kognitif dan Perilaku Sosial pada Anak ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder)
Fitriyani, Fitriyani;
Oktaviani, Anna Maria;
Supena, Asep
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4331
Salah satu gangguan di dalam masa pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Anak dengan gangguan ADHD menunjukan sikap dan  perilaku sosial yang kurang memadai dan disertai dengan gangguan sosial serta masalah di dalam hubungan timbal balik dengan lingkungan sekitarnya. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengkaji kemampuan kognitif akademik dan perilaku interaksi social anak A yang mengalami gangguan ADHD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku social dan kemampuan kognitif akademik pada anak yang mengalami Attention-deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan akademik yang dialami siswa A baik dan mampu menerima pembelajaran dikelas, (2) interaksi social kurang bisa bersosialisasi dengan lingkungan disekitarnya. Permasalahan yang ada lebih pada ke perilaku yang dialami oleh anak A, yang mengalami kesulitan untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan yang ada di sekolah. Untuk itu diharapkan adanya Kerjasama yang baik orang tua dan guru sebagai pendidik di sekolah, agar mampu membimbing dan juga mengarahkan anak dengan gangguan ADHD mampu untuk meningkatkan kemampuan kognitif nya melalui prestasi akademik dan juga mampu mengontrol perilaku sosialnya.
Internalisasi dalam Pembentukan Karakter Melalui Penerapan Nilai Kearifan Lokal pada Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Widialistuti, Refny;
Jamaris, Jamaris;
Solfema, Solfema
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4332
Internalisasi dalam membentuk kependidikan berkarakter dapat diterapkan melalui nilai kearifan lokal pada pembelajaran Matematika di SD. Hal ini dipentingkan agar tidak terjadinya penurunan nilai kebudayaan dalam pembelajaran Matematika di SD. Penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan proses internalisasi dalam pembentukan karakter melalui penerapan nilai kearifan lokal pada pembelajaran matematika di SD. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan dengan metanalisis darimsepuluh hasil review jurnal nasional yang didasari oleh empat proses internalisasi yang dijadikan sebagai indikator dalam penelitian ini, yaitu internalisasi pada masa anak, masa remaja, masa dewasa, dan masa usai lanjut. Keempat proses internalisasi diintegrasikan untuk penguatan kependidikan yang berkarakter agar terciptanya nilai kearifan lokal dalam pembelajaran matematika di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan proses internalisasi pada masa anak dan masa remaja yang sesuai dalam pembentukan kependidikan karakter karena pada masa ini nilai kearifan lokal dapat diterapkan melalui pembelajaran Matematika di SD. Anak perlu diberikan pembimbingan oleh guru di sekolah agar mempunyai Nilai berbudaya yang berkarakter, bertingkah laku sesuai dengan nilai kebudayaaan dan beragama, bertanggung jawab, kemandirian, berkeratif yang diterapkan oleh guru kepada siswa dalam pembelajaran Matematika.
Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Nora, Yulfia;
Jamaris, Jamaris;
Solfema, Solfema
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4334
Penelitian dilakukan untuk mengkaji teori perngembangan anak dan aspek yang dipengaruhi oleh pengembangan sosial anak dalam sosiologi kependidikan, khususnya permasalahan sosial. Penggunaan metode dalam penelitian ini adalah kajian kepustakaan dengan meta-analisis dari sepuluh hasil review jurnal nasional berdasarkan aspek perkembangan sosial anak, yaitu personaliti anak, yaitu sifat dasar, keadaan prenatal, keberbedaan personal, keadaan dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil meta-analisis review sepuluh jurnal nasional didominasi oleh aspek perkembangan keberbedaan personal (2) aspek perkembangan sosial,khususnya keberbedaan sosial belum berkembang dengan baik karena perlu pendampingan dan arahan dari orang tua dan guru untuk penanganan permasalahan sosial pada anak; (3) aspek perkembangan keberbedaan personal ini juga merupakan faktor internal yang memengaruhi dalam diri anak; (4) Implikasi penelitian ini dapat menjadi acuan bagi orang tua untuk menjaga komunikasi dan berkolaborasi dalam mencegah terjadinya permasalahan sosial pada anak.Penanganan Permasalahan Sosial pada Anak dalam Pengembangan Sosial di Sekolah Dasar
Identifikasi dan Penanganan Emotional-Social Disorder (ESD) Anak di Sekolah Dasar
Abustang, Perawati Bte;
Triana, Hana;
Supena, Asep
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4339
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi anak dengan hambatan emosional sosial disorder serta penanganan anak disekolah dasar. Jenis penelitian pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subyek penelitian ini adalah dua orang anak dari kelas 3 dan kelas 5 yang mengalami hambatan emosinal sosial disorder Lokasi penelitian di SDIT Amalia Pakansari Kec. Cibinong Kab. Bogor dan SD Sekolah Citra Ciganjur Kec. Jagakarsa Kota Jakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, mengumpulkan data dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian 1) guru di sekolah dasar perlu menguasai dan memahami teknik untuk mengindentifikasi anak dengan hambatan emosional sosial disorder serta langkah-langkah dalam mengindentifikasi; 2) Identifikasi sangat penting bagi guru untuk membedakan anak dengan hambatan emosional sosial disorder dengan anak nakal, bermasalah tingkah laku, serta karakteristik anak khususnya pada komunitas di sekolah dasar; 3) Mengetahui keberadaan anak dengan emosional sosial disorder di sekolah dasar sangat penting untuk memberikan pendidikan khusus sesuai karakter mereka; 4) Proses identifikasi merupakan usaha penanganan untuk mengetahui apakah anak mengalami hambatan dalam tumbuh kembangannya dibandingkan dengan anak sebayanya.Â
Problems of Learning Tarakib (Phrases) Arabic for Elementary Education Students
Khairi, Ziaul;
Zulheddi, Zulheddi;
Salminawati, Salminawati
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4343
Learning Tarakib (phrases) in Arabic still leaves various problems, especially for students at the elementary education level. This study aims to explain the driving and inhibiting factors for elementary school students in making Arabic tarakib sentences (phrases). This study used a qualitative approach with an analytical descriptive study method. Obtaining data through interviews, field observations, and document studies, and analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the students had not been able to differentiate between tarkib idhafiy and tarkib na'tiy, as was the case in isnady tarkib which included the number of ismiyyah and number of fi'liyyah, resulting in a lack of motivation, lack of enthusiasm, lack of focus in the learning process, especially learning Arabic, thus causing boredom in students in practicing Arabic both in the dormitory and in the Al-Manar Islamic boarding school complex. The implications of this study indicate that learning Arabic in the form of tarakib does not yet have the right method or strategy to be used at the basic education level. Likewise, findings about these driving and inhibiting factors can become the basis for finding models, methods or strategies for Tarakib learning for the basic education level.
The Use of Snowball Throwing Learning Model to Improve Students’ Civics Learning Outcomes in the Topic of “The Freedom to Join Organizationsâ€
Nasution, Toni;
Simanjuntak, Winda
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4344
Improving learning outcomes is a concrete form of learning evaluation and improving the quality of the learning process, so that learning necessitates this quality improvement. This study aims to describe efforts to improve student learning outcomes by using the snowball throw learning model in civics subjects on freedom of association. To find systematic (scientific) results, the researcher used a classroom action research approach with three stages, namely pre-action, first cycle, and second cycle. The background of this research took place at SD Negeri 108307 Pasar VIII, Buntu Bedimbar Village, with a total of 19 students (grade V). The results of this study concluded that the snowball throw learning model had a positive or significant impact on improving student learning outcomes. Pre-action results showed that 4 students achieved the minimum completeness criteria (KKM) (21.05%) and 15 students had not yet reached the KKM (78.95%). After using the snowball throw learning model, in cycle I there was an increase, where 7 students achieved KKM (36.85%) and 12 students had not reached KKM (63.15%). Furthermore, in cycle II 19 students had reached the KKM (100%). The implications of this study indicate that the snowball throw can help improve student learning outcomes through providing opportunities for cooperative learning or mutual cooperation to understand concepts and solve learning problems.
Nilai-Nilai Pendidikan Tauhid bagi Anak Usia Dasar (SD/MI) dalam QS. Yusuf
Munthe, Khairul Bariah;
Zein, Achyar;
Al Farabi, Mohammad
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4345
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan tauhid bagi anak, urgensitas pendidikan tauhid, dan ‘ibrah yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah Yusuf. Adapun metode ijmÄli digunakan dalam mengungkap data penelitian, melalui upaya penafsiran al-Qur’an secara ringkas dan global. Sebagai instrumen kunci, peneliti menetapkan ayat-ayat yang berkaitan dengan tema penelitian, menghimpun ayat-ayat tersebut, serta mengutip penafsiran para mufassir tentang ayat yang telah dihimpun, hingga menyempurnakan pembahasan sesuai dengan rumusan masalah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pertama, nilai pendidikan tauhid yang terkandung dalam al-Qur’an Surah Yusuf meliputi iman kepada Allah, iman kepada hari kiamat, tidak syirik (mempersekutukan Allah), dan sikap tawakkal kepada Allah swt. Kedua, nilai tersebut menerangkan tentang pentingnya penanaman nilai tauhid sejak dini kepada anak sebagai ejawantah ketakwaan pada Allah swt. Ketiga, adapun ‘ibrah yang dapat diambil dari penelitian ini berupa jaminan kebahagiaan dan derajat tinggi dari Allah kepada hamba-Nya yang beriman, berilmu dan bertakwa.
Pendidikan dalam Teori Proses Sosialisasi di Sekolah Dasar
Jusar, Ira Rahmayuni;
Jamaris, Jamaris;
Solfema, Solfema
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4354
Pengembangan proses sosialisasi anak dibutuhkan dalam beradaptasi sesuai dengan tahapan perkembangan dan umur anak. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pengembangan proses sosialisasi yang diidentifikasi melalui peran guru dalam menjalin hubungan dengan siswa dalam pendidikan karakter di lingkungan bersekolah. Penelitian ini dilakukan untuk membahas proses sosialiasi anak dalam masa bersekolah. Penggunaan metode dilakukan dengan studi kepustakaan yang berasal dari hasil review jurnal yang mempunyai topik yang sama dengan penelitian ini dan menganalisis serta membandingkan hasil review yang telah diperoleh yang dijabarkan dengan bahasa yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan belum semua indikator muncul dalam tahap pengembangan proses sosialiasi anak sebab anak baru mengenali konsep belum sampai pada pemahaman konkrit seperti orang dewasa (tahapan sosialisasi). Anak perlu diberikan arahan dan bimbingan agar dapat berperilaku sesuai dengan tahapan pengembangan mereka sehingga mereka dapat memahami kebermaknaan hidup dalam berperan dan menempatkan diri di lingkungan bersekolah. Berdasarkan enam indikator yang digunakan untuk proses sosialiasi ditemukan tahapan peran diri, sosialisasi dalam kehidupan, perkembangan kognitif. Untuk tahapan yang lainnya perlu diberikan pemahaman oleh guru dalam lingkungan bersekolah maupun keluarga dari lingkungan di luar sekolah.