cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285263531621
Journal Mail Official
lattice.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Bukittinggi Data Center building, 2rd floor at Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam - West Sumatera - Indonesia Telp. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied
ISSN : 27986470     EISSN : 27984621     DOI : https://www.doi.org/10.30983/lattice
Core Subject : Education,
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied (e-ISSN : 2798-4621 | p-ISSN : 2798-6470) is a journal which is published by Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, West Sumatera Indonesia. The journal is published twice a year in June and December. Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied focused is to publish original research (qualitative research, classroom action research, development/design research are top priorities) and/or library analysis on how students learn mathematics and how mathematics is taught in primary, secondary or undergraduate level. The journal also welcomes articles that address common issues in mathematics.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025" : 8 Documents clear
Pengembangan Aplikasi Game Edukasi: Forest Math Labyrinth pada Materi Operasi Matriks Yurnalis; Angela Monica, Winda
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i2.10122

Abstract

This study aims to develop an educational game application called Forest Math Labyrinth that demonstrates a high level of validity, practicality, and effectiveness in assisting eleventh-grade students in understanding matrix addition and subtraction operations. The application was developed using the ADDIE model, which consists of five stages: needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. Research data were collected through interviews, expert validation questionnaires, user practicality response questionnaires, and student learning outcome tests. The results of expert validation indicated a validity score of 82%, categorized as very valid. Meanwhile, the practicality questionnaire showed a score of 93.8%, classified as very practical. In terms of effectiveness, more than 88% of students achieved scores above the Minimum Mastery Criteria (KKM). These findings indicate that the Forest Math Labyrinth application is effective and appropriate for use as an innovative interactive learning medium for matrix operations in the upper secondary mathematics learning environment overall effectiveness.   Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah aplikasi game edukasi bernama Forest Math Labyrinth yang memiliki tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas yang baik dalam membantu peserta didik kelas XI memahami materi operasi penjumlahan dan pengurangan dua matriks. Pengembangan aplikasi ini menggunakan model ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan produk, penerapan, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, angket validasi oleh para ahli, angket respons kepraktisan pengguna, serta tes hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penilaian para ahli, aplikasi ini memperoleh skor validitas sebesar 82% dengan kategori sangat valid. Sementara itu, hasil angket menunjukkan tingkat kepraktisan mencapai 93,8% yang tergolong sangat praktis. Dari sisi efektivitas, lebih dari 88% peserta didik berhasil memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil tersebut menunjukkan bahwa aplikasi Forest Math Labyrinth efektif dan layak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif yang inovatif untuk materi operasi matriks di lingkungan pembelajaran matematika tingkat menengah atas.
Perbandingan SARIMA dan Dekomposisi pada Peramalan Wisatawan Mancanegara di Sumatera Barat Rosi Ramayanti; Harifa Hananti; Nur Khasanah; Beni Gusman
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i2.10290

Abstract

Tourism is a major driver of global economic growth, contributing over 10% of world GDP and generating employment for millions. West Sumatra, Indonesia, offers outstanding natural scenery and rich culture, but international tourist arrivals remain volatile. In January 2024, arrivals reached 4,689, increased to 7,107 in May 2024, and then dropped to 4,631 in June 2024. This variability makes dependable forecasting essential for tourism planning, including promotional programs, service capacity, and destination management. The projections can also support marketing targets, budget allocation, and infrastructure readiness for better policy decisions. This study forecasts international tourist arrivals to West Sumatra using two time-series approaches: Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) and a decomposition method. The best model is selected using Mean Absolute Percentage Error (MAPE) and Root Mean Squared Error (RMSE). Monthly data are taken from Statistics Indonesia (BPS) for West Sumatra covering January 2010 to December 2024. Results show SARIMA is more accurate, with a MAPE of 1.91%, while decomposition yields 15%. Forecasts for 2025 indicate a peak in September at 10,686 visitors and a trough in March at 5,430 visitors. Pariwisata merupakan motor penting ekonomi global karena menyumbang lebih dari 10% PDB dunia serta menciptakan lapangan kerja bagi jutaan orang. Provinsi Sumatera Barat memiliki daya tarik alam dan budaya yang kuat, namun kunjungan wisatawan mancanegara masih berfluktuasi. Pada Januari 2024 tercatat 4.689 kunjungan, meningkat hingga 7.107 pada Mei 2024, kemudian turun lagi menjadi 4.631 pada Juni 2024. Fluktuasi ini menuntut peramalan yang andal agar pemerintah dan pelaku usaha dapat menyusun program promosi, kapasitas layanan, dan pengelolaan destinasi secara tepat. Temuan ini dapat membantu penentuan target pemasaran, alokasi anggaran, dan kesiapan infrastruktur pariwisata daerah. Penelitian ini memprediksi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat menggunakan dua metode deret waktu, yaitu Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) dan metode dekomposisi, lalu membandingkan kinerja model berdasarkan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Root Mean Squared Error (RMSE). Data berasal dari Badan Pusat Statistik Sumatera Barat periode Januari 2010–Desember 2024. Hasilnya, SARIMA lebih akurat dengan MAPE 1,91% dibanding dekomposisi 15%. Prediksi 2025 menunjukkan puncak pada September 10.686 wisatawan dan terendah pada Maret 5.430 wisatawan.
Optimisasi Model Regresi Linier Menggunakan Pendekatan Teori Rough Set Lovia, Lita; Yusnita, Yessy; Rahmi, Izzati; Rahmalina, Widdya
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i2.10376

Abstract

Linear regression is widely used to model student performance data; however, its effectiveness can decrease when applied to datasets containing inconsistent samples, which affects the clarity and stability of the model. This study explores the use of Rough Set Theory (RST) as a data reduction approach to improve the quality of linear regression modeling. RST is applied in the pre-modeling stage to identify and reduce inconsistent samples through two schemes: majority-keep reduction and strict reduction. Linear regression models are then built using the reduced datasets and compared with the initial model based on the coefficient of determination (R²) and classical regression assumption tests. The results show an increase in R² from 0.624 in the initial model to 0.741 with RST majority-keep and to 0.862 with RST strict reduction, indicating improved model fit after data reduction, and the classical regression assumptions are satisfied. These findings suggest that integrating RST improves the diagnostic quality and stability of linear regression, with majority-keep reduction providing an optimal balance between enhancing model and maintaining a representative sample size.   Regresi linier banyak digunakan untuk memodelkan data student performance. Namun, efektivitasnya dapat menurun ketika diterapkan pada data yang mengandung sampel inkonsisten sehingga memengaruhi kejelasan dan kestabilan model. Penelitian ini mengkaji penggunaan Rough Set Theory (RST) sebagai pendekatan reduksi data untuk meningkatkan kualitas pemodelan regresi linier pada data student performance. RST diterapkan pada tahap pra-pemodelan untuk mengidentifikasi dan mereduksi sampel yang tidak konsisten melalui dua skema reduksi, yaitu majority-keep reduction dan strict reduction. Model regresi linier kemudian dibangun menggunakan dataset hasil reduksi dan dibandingkan dengan model awal berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²) dan hasil pengujian asumsi klasik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai R² meningkat dari 0,624 pada model awal menjadi 0,741 pada model dengan RST majority-keep dan 0,862 pada model dengan RST strict reduction, yang menunjukkan peningkatan kecocokan model pada data yang dianalisis setelah dilakukan reduksi data dan uji asumsi klasik terpenuhi. Analisis ini mengindikasikan bahwa integrasi RST berkontribusi pada peningkatan kualitas diagnostik dan stabilitas model regresi linier melalui reduksi data. Di antara kedua skema reduksi, RST majority-keep memberikan keseimbangan yang lebih baik antara perbaikan model dan mempertahankan ukuran sampel yang representatif.
Konsep Matematika dalam Budidaya dan Pengolahan Kopi Tangsi Wangi Gununghalu : Studi Etnomatematika Rismawati, Rima; Darojat, Ayi; Aripin, Usman
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i2.10467

Abstract

Coffee not only plays a role as an economic commodity, but also represents a social phenomenon closely related to calculation and ratio activities. The connection between farmers and mathematical concepts is known as ethnomathematics, which serves to bridge abstract mathematical concepts with the culture and real lives of students. This study aims to explore ethnomathematics comprehensively in the cultivation and processing stages of Tangsi Wangi coffee in Gununghalu Village and to provide a source of contextual mathematics learning. The research method used is a qualitative method with an ethnographic approach through observation, in-depth interviews, and documentation of the entire production process. The results of the study show that mathematical concepts are found in six stages, namely planting, harvesting, fermentation, drying, roasting, and brewing. Specifically, the concept of plane geometry is seen in the planting of 2×2 meter squares to optimize the land, while solid geometry is seen in the use of cylindrical drums during fermentation. Arithmetic sequences were identified in the routine harvesting schedule every 10 days. The concepts of comparison and ratio were applied to fertilizer measurements, the ratio of water and coffee powder during brewing, and the calculation of coffee bean weight reduction from 1 kg to 0.8 kg after roasting. Social arithmetic was found in the calculation of yield and determination of package weight. These findings show that local cultural practices are a rich source of mathematics learning and can be used as culture-based teaching materials for more contextual learning while supporting cultural preservation.   Kopi tidak hanya berperan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga merepresentasikan fenomena sosial erat dengan aktivitas perhitungan dan rasio. Keterkaitan antara petani dan konsep matematika tersebut dikenal sebagai etnomatematika, yang berfungsi menjembatani konsep matematika abstrak dengan budaya serta kehidupan nyata siswa. penelitian ini bertujuan mengeksplorasi etnomatematika secara menyeluruh pada tahapan bududaya dan pengolahan kopi Tangsi Wangi di Desa Gununghalu serta menyediakan sumber belajar matematika kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi seluruh proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep matematika ditemukan pada enam tahapan, yaitu penanaman, pemanenan, fermentasi, dan penjemuran, roasting serta penyeduhan. Secara konkret, konsep geometri bidang tampak pada penanaman berbentuk persegi dengan jarak  meter untuk mengoptimalkan lahan, sedangkan geometri ruang terlihat pada penggunaan drum silinder saat fermentasi. Barisan aritmetika teridentifikasi pada jadwal pemanenan rutin setiap 10 hari. Konsep perbandingan dan rasio diterapkan pada takaran pupuk, rasio air dan bubuk kopi saat penyeduhan, serta perhitungan penyusutan berat biji kopi dari 1 kg menjadi 0,8 kg setelah roasting. Aritmetika sosial ditemukan pada perhitungan rendemen dan penentuan berat kemasan. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik budaya lokal merupakan sumber belajar matematika yang kaya dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar berbasis budaya untuk pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus mendukung pelestarian budaya.
Kajian Literatur: Faktor Penyebab Kesulitan dalam Pemahaman Konsep Matematis pada Siswa Eka Yatri, Alya; Suradi; Danial
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i2.10469

Abstract

This study aims to analyze and identify various previous research findings related to students' difficulties in understanding mathematical concepts. This study used a literature review method with a qualitative descriptive approach. Data were obtained from 15 previous research journals published between 2020 and 2025. The results of the study indicate that students' difficulties in understanding mathematical concepts are caused by cognitive, affective, metacognitive, and pedagogical factors. Cognitive factors relate to students' inability to connect basic concepts with their application in new contexts, while affective factors include anxiety, low motivation, and lack of self-confidence in learning mathematics. In addition, low metacognitive abilities cause students to have difficulty planning, monitoring, and evaluating their thinking processes. From a pedagogical perspective, the use of learning methods that still focus on procedures and memorization also worsens students' conceptual understanding. This study emphasizes that low mathematical conceptual understanding results from the interaction of psychological factors, pedagogical factors, and the characteristics of mathematical concepts, which are abstract and hierarchical and require symbolic, visual, and verbal representational abilities, particularly in topics such as Systems of Linear Equations in Two Variables, geometry, fractions, and matrices.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi berbagai hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kesulitan siswa dalam memahami konsep matematis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari 15 jurnal penelitian terdahulu yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2020 sampai 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam memahami konsep matematis disebabkan oleh faktor kognitif, afektif, metakognitif, dan pedagogis. Faktor kognitif berkaitan dengan ketidakmampuan siswa mengaitkan konsep-konsep dasar dengan penerapannya dalam konteks baru, sementara faktor afektif meliputi kecemasan, rendahnya motivasi, dan kurangnya rasa percaya diri dalam belajar matematika. Selain itu, kemampuan metakognitif yang rendah menyebabkan siswa kesulitan dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses berpikirnya. Dari sisi pedagogis, penggunaan metode pembelajaran yang masih berfokus pada prosedur dan hafalan turut memperburuk pemahaman konsep siswa. Kajian ini menegaskan bahwa rendahnya pemahaman konsep matematis merupakan hasil interaksi antara faktor psikologis, pedagogis, dan karakteristik konsep matematika yang bersifat abstrak, hierarkis, serta menuntut kemampuan representasi simbolik, visual, dan verbal, khususnya pada materi seperti Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), geometri, pecahan, dan matriks.
On the Total Vertex Irregularity Strength of Series Parallel Graph sp(m,r,3) Marzuki, Corry Corazon; Utami, Muzdhalifah Marinka; Aryani, Fitri; Elviyenti, Mona; Rahma, Ade Novia
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i2.10483

Abstract

This paper addresses the problem of determining the total vertex irregularity strength of the series-parallel graph family  for  and. The total vertex irregularity strength  of a graph  is defined as the smallest integer  such that there exists a total k-labelling  where the vertex weights  are distinct for each vertex. The graph family  is generated through repeated series and parallel compositions, with parameters and a fixed structural parameter 3. To solve this problem, we construct an explicit total labelling that ensures distinct vertex weights, providing an upper bound for . Additionally, we perform a structural analysis of the graph, which yields a matching lower bound. The results demonstrate that the total vertex irregularity strength of  is given by . This work contributes a new insight into the characterization of the total vertex irregularity strength for this specific class of graphs, providing both upper and lower bounds for .   Penelitian ini membahas permasalahan dalam menentukan nilai total ketakteraturan titik pada keluarga graf seri-paralel  untuk  dan . Nilai total ketakteraturan titik  untuk suatu graf  didefinisikan sebagai nilai minimum  sehingga terdapat pelabelan total  dengan bobot titik  yang berbeda untuk setiap titik. Keluarga graf  dibangun melalui komposisi seri dan paralel secara berulang, dengan parameter  dan parameter struktur tetap 3. Untuk menyelesaikan masalah ini, kami mengonstruksi pelabelan total eksplisit yang memastikan bobot titik saling berbeda, sehingga menghasilkan batas atas untuk . Selain itu, kami melakukan analisis struktur graf untuk memperoleh batas bawah yang sesuai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total vertex irregularity strength untuk  diberikan oleh . Penelitian ini memberikan kontribusi berupa wawasan baru dalam karakterisasi nilai total ketakteraturan titik untuk kelas graf ini, dengan menyediakan batas atas dan batas bawah untuk
Pengaruh Model Brain Based Learning Berbantuan Geogebra Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Ditinjau dari Self-Efficacy Nasution, Sofyan Husein; Sampoerno, Pinta Deniyanti; Hidajat, Flavia Aurelia
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i2.10498

Abstract

This research is motivated by the low ability to understand mathematical concepts of vocational high school students, this is indicated by students still not being able to make mistakes in writing orders in matrices, using the operating rules of matrices, and being less careful in identifying information presented in questions. The purpose of this study is to determine the effect of the brain-based learning model with GeoGebra on students' mathematical concept understanding abilities based on the level of students' self-efficacy. This research method is a quasi-experimental research design with a 2x2 factorial design by level. The research samples taken were students of class XI BR and XI RPL of SMK Negeri 12 North Jakarta, as well as students of class XI TKR and XI TKJ of SMK Negeri 54 Central Jakarta with a total sample of 96 students, divided into 48 experimental classes and 48 control classes, which will be further divided according to the level of self-efficacy possessed by each student. The research instruments used were self-efficacy questionnaire sheets and mathematical context understanding skills test sheets. The data analysis applied in this study includes several tests: Normality Test, Homogeneity Test, effect size test, two-way ANOVA Test, and t-Test. The results of this study are: The ability to understand mathematical concepts of students who are given a brain-based learning model with Geogebra is higher than the conventional learning model, there is an interaction between the learning model and the level of self-efficacy of students; the ability to understand mathematical concepts of students who are given a brain-based learning model is higher than those given a conventional model at a high self-efficacy level; and there is no difference in the ability to understand mathematical concepts between the two models in the low self-efficacy group..  Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik SMK, hal ini ditandai peserta didik masih belum dapat kesalahannya dalam menuliskan ordo pada matriks, penggunaan kaidah operasi dari matriks, serta kurang teliti dalam mengidentifikasi informasi yang dipaparkan dalam soal. Adapun tujuan penelitian ini ialah mengetahui pengaruh model brain based learning dengan geogebra terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik berdasarkan tingkat self-efficacy peserta didik. Metode penelitian ini ialah quasi eksperimen dengan desain penelitian desain factorial 2x2 by level. Sampel penelitian yang diambil ialah siswa kelas XI BR dan XI RPL SMK Negeri 12 Jakarta Utara, serta siswa kelas XI TKR dan XI TKJ SMK Negeri 54 Jakarta Pusat dengan banyak keseluruhan sampel sebesar 96 peserta didik, yang terbagi atas 48 kelas eksperimen dan 48 kelas kontrol, yang nantinya dibagi lagi sesuai dengan tingkat self-efficacy yang dimiliki setiap peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan ialah lembar angket self-efficacy dan lembar tes keterampilan pemahaman konteks matematika. Analisis data yang diterapkan penelitian ini ialah meliputi beberapa uji: Uji Normalitas, Uji Homogenitas, uji size effect, Uji ANAVA dua arah, dan Uji-t. Hasil dari penelitian ini ialah: Kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang diberi model brain based learning dengan geogebra lebih tinggi daripada model pembelajaran konvensional, terdapat interaksi dari model pembelajaran dengan tingkat self-efficacy peserta didik; kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik yang diberi model brain based learning lebih tinggi daripada diberi model konvensional pada tingkat self-efficacy tinggi; serta tidak terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis antar kedua model pada kelompok self-efficacy rendah.
Pengaruh E-learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Metakognitif Matematika Primasari, RA Seravika
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v5i2.10530

Abstract

The rapid development of information technology necessitates research to investigate its impact on education, particularly on students' metacognitive and problem-solving abilities. This study examines three main aspects: the indicators used to measure students' problem-solving and metacognitive abilities in mathematics learning, the methods and measurements used in e-learning research, and the influence of e-learning media on enhancing these abilities. The research method employs Systematic Literature Review (PRISMA), sourcing data from Google Scholar, ERIC, and SCOPUS to ensure diversity and accuracy. The findings indicate that the most commonly used indicators include control, monitoring, and evaluation of the learning process, as well as metacognitive knowledge, cognitive regulation, and evaluation. The most common method is quasi-experimental with pre-test and post-test measurements. E-learning has been shown to have a positive impact on improving students' problem-solving and metacognitive abilities. This study makes a significant contribution to the development of more effective and efficient learning strategies through e-learning platforms, focusing on the development of these two crucial aspects in understanding and solving mathematical problems. In conclusion, the integration of e-learning can enhance the quality of mathematics education by strengthening students' metacognitive and problem-solving skills, thereby providing a solid foundation for continuous and adaptive learning. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mendorong perlunya kajian komprehensif mengenai pemanfaatannya dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pembelajaran matematika yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tiga aspek utama, yaitu indikator yang digunakan dalam mengukur kemampuan pemecahan masalah dan metakognitif siswa pada pembelajaran matematika, metode serta teknik pengukuran yang digunakan dalam penelitian berbasis e-learning, dan pengaruh media e-learning terhadap peningkatan kedua kemampuan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Sumber data diperoleh dari Google Scholar, ERIC, dan SCOPUS untuk memastikan kelengkapan, keberagaman, dan ketepatan referensi yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa indikator yang paling banyak digunakan untuk mengukur kemampuan metakognitif dan pemecahan masalah meliputi kontrol, pemantauan, dan evaluasi proses belajar, serta pengetahuan metakognitif dan regulasi kognitif siswa. Metode penelitian yang paling dominan digunakan dalam studi e-learning adalah kuasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Media e-learning secara konsisten dilaporkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan metakognitif siswa dalam pembelajaran matematika. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi e-learning yang didukung oleh indikator pengukuran yang tepat dan desain penelitian yang sesuai berperan penting dalam mengoptimalkan pengembangan kemampuan metakognitif dan pemecahan masalah siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 8