cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Karsinoma kistik adenoid sinonasal: Studi kasus Tiara Raisha Madani; Ardhian Noor Wicaksono
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.22010

Abstract

Karsinoma kistik adenoid adalah tumor ganas langka yang secara klinis dan secara histologis berasal dari kelenjar saliva, namun dapat menyerang kelenjar lakrimal, kelenjar serumen, dan terkadang pada kelenjar ekskretoris dari saluran genital wanita. Karsinoma kistik adenoid memiliki ciri pola histologis yang khas, yaitu terdapat gambaran "sarang" yang abnormal atau sel epitel yang mengelilingi dan/atau menyusup ke saluran atau struktur kelenjar organ yang terkena. Kepastian diagnosis melalui pemeriksaan histopatologis dengan biopsi insisi. Hasilnya dapat memprediksi prognosis penyakit ini. Studi kasus ini melaporkan kasus seorang laki-laki berusia 57 tahun yang datang dengan keluhan hidung tersumbat sejak 6 bulan. Pemeriksaan rhinoskopi anterior tampak massa berukuran 2x2cm yang menutupi cavum nasi dextra et sinistra. Inspeksi orofaring didapatkan palatum durum tampak massa berbenjol berukuran 2x2cm, berwarna kemerahan dan tidak nyeri. Hasil CT scan memperlihatkan lesi isodens pada sinus maxillaris dextra et sinistra, sinus etmoid dextra et sinistra, cavum nasi dextra et sinistra, serta sinus sfenoid dextra et sinistra dimana dengan diberikan kontras tampak penyangatan, osteomeatal kompleks tampak obliterasi, serta tampak destruksi tulang di sekitar lesi. Pemeriksaan patologi anatomi biopsi jaringan cavum nasi dextra menyimpulkan adenoid cystic carcinoma, grade 1. Pasien diresepkan asam mefenamat 500mg dan levofloxacin 500mg setelah ditegakkan diagnosis, lalu dirujuk ke RS tipe A untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Pasien juga diberikan edukasi mengenai penyakit pasien, rencana terapi, prognosis, alur pengobatan, dan higienitas rongga hidung dan mulut.  Deteksi dini sangat diperlukan sehingga dapat dilakukan penanganan yang cepat sebelum massa tumor menginvasi jaringan yang lebih luas lagi atau bahkan bermetastasis dan menyebabkan banyak organ terdampak.
Pengaruh status gizi terhadap kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Adjra Safira Hidayat; Olivia Charissa
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.22382

Abstract

Status gizi seseorang dipengaruhi oleh beberapa aspek keturunan, pola hidup, serta lingkungan sekitar. Kualitas tidur merupakan salah satu faktor yang disebabkan oleh pola hidup seseorang. Berdasarkan penelitian di Yogyakarta menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk sebanyak 54%. Hal tersebut terjadi pada fase remaja berusia 12 hingga 24 tahun. Obesitas merupakan salah satu masalah status gizi yang berdampak pada kualitas tidur seseorang yaitu sleep apnea. Berdasarkan permasalah tersebut perlu adanya penelitian mengenai hubungan status gizi dengan kualitas tidur sesorang. Dalam penelitian ini diusulkan bagaimana sebaran distribusi status gizi dan kualitas tidur serta bagaimana hubungan antara status gizi dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara. Penelitian ini disusun dengan metode analitik observasional dengan desain studi cross sectional tersistematis. Data yang digunakan yaitu status gizi, tinggi badan, berat badan, usia, jenis kelamin, serta kualitas tidur. Hasil studi didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi kurang dengan kualitas tidur dengan p-value 0,403 dan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi lebih dengan kualitas tidur dengan p-value 0,316. Kesimpulan studi ini adalah tidak terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan kualitas tidur mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara.
Survei pola penggunaan obat pada pasien geriatri di Panti Werdha Salam Sejahtera Bogor Villycia Lovely Titah; Johan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.22555

Abstract

Badan Pusat Statistik menyatakan populasi lansia di Indonesia terus meningkat dan diperkirakan mencapai 40 juta jiwa di tahun 2035. Geriatri cenderung menderita beberapa penyakit kronis sehingga harus mengonsumsi banyak obat yang meningkatkan risiko terjadinya polifarmasi yaitu penggunaan bersama beberapa obat pada satu pasien yang membuat semakin besar pula risiko terjadinya drug therapy problems (DTP) yang terjadi akibat potentially inappropriate medication (PIM). Kategori obat yang termasuk PIM dapat mengurangi efektifitas obat yang berinteraksi, menimbulkan toksisitas, dan adverse drug reaction (ADR). Studi ini bertujuan untuk melihat polifarmasi dan ketepatan penggunaan obat sesuai Beers Criteria 2019 pada pasien geriatri di panti werdha. Studi ini merupakan studi observasional yang dilakukan secara retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 77 subjek masuk ke dalam studi ini dengan jenis kelamin perempuan sebesar 61% dan laki-laki 39% dengan rata-rata usia 77,5 tahun. Polifarmasi ditemukan sebesar 85,7% dengan rata-rata 3 obat yang merupakan minor polypharmacy. Pada studi ditemukan 10 jenis obat (3,9%) dari seluruh obat yang tergolong potentially inappropriate medication (PIM) dari total 252 obat yang diresepkan. Interaksi obat ditemukan pada 3,8% pasien dengan penggunaan kombinasi ≥3 obat aktif yang bekerja di sistem saraf pusat. Angka kejadian polifarmasi dan potensi pemberian obat yang tidak tepat masih ditemukan pada pasien geriatri yang di rawat di panti werdha.
Uji fitokimia, kapasitas total antioksidan dan toksisitas ekstrak etanol ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam.) Audina Leonita; Frans Ferdinal; David Limanan; Eny Yulianti
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.22558

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang cukup stabil untuk mendonasikan elektronnya ke radikal bebas dan menetralisirkannya, dengan demikian mengurangi kerusakan yang disebabkannya. Salah satu sumber makanan yang mengandung antioksidan adalah ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia, kapasitas total antioksidan dan toksisitas terhadap larva udang Artemia Salina dari ekstrak ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam) Penelitian dilakukan berdasarkan studi eksperimental laboratorium dengan bioassay. Sampel penelitian yang digunakan adalah ubi jalar, yang akan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Hasil ekstraksi dilakukan uji fitokimia, uji kapasitas total antioksidan dengan DPPH, dan uji sitotoksisitas dengan BSLT. Hasil uji fitokimia, didapatkan hasil positif untuk alkaloid, betasianin, cardio glikosida, kumarin, flavonoid, fenolik, kuinon, saponin, steroid, terpenoid, dan tannin. Uji kapasitas total antioksidan ekstrak ubi jalar didapatkan IC50 sebesar 585,46 µg/mL dan tergolong antioksidan lemah. Hasil uji toksisitas terhadap larva udang Artemia Salina didapatkan LC50 sebesar 368,69 µg/mL.
Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil mengenai kurang energi kronis Novendy; Enny Irawaty; Hapsari Mustika Cahyani; Cindy Paramitha Sunardi; Randy William
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.22784

Abstract

Kasus kurang energi kronis pada ibu hamil di Puskesmas Kronjo tahun 2021 terdapat sebanyak 2,8%, meningkat menjadi 4,5% kasus pada bulan Agustus 2022. Hasil mini survei yang telah dilakukan di Puskesmas menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kurang energi kronis masih kurang. Selain itu studi terkait pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai kurang energi kronis pada ibu hamil di Puskesmas Kronjo belum dilakukan sehingga studi ini sangat perlu dilakukan sebagai data awal gambaran masyarakat mengenai penyakit ini. Studi ini menggunakan desain potong lintang. Teknik sampling untuk mengambil 157 responden yang digunakan ialah purposive non-random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang berisi seputar pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil mengenai penyakit kurang energi kronis. Data kemudian disajikan dalam bentuk data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah yaitu sebesar 47,8% pengetahuan responden masih kurang mengenai penyakit kurang energi. Namun, sebesar 85,4% responden memiliki sikap yang baik serta 78,3% reponden memiliki perilaku yang baik mengenai penyakit kurang energi kronis. Edukasi kepada ibu hamil mengenai penyakit kurang energi kronis tetap harus dilakukan sebagai upaya mencegah timbulnya kurang energi kronis pada ibu hamil dan ibu dapat melahirkan bayi yang sehat.
Pengaruh sarapan terhadap tingkat konsentrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Ines Melania Benga Ola; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.23431

Abstract

Sarapan dengan komposisi meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral penting sebelum beraktivitas. Di Indonesia menunjukkan bahwa 16,9%-59% anak dan remaja, serta 31,2% dewasa tidak sarapan. Tingkat konsentrasi yang baik berarti dapat memberikan perhatian penuh dalam suatu informasi yang diperoleh dan salah satunya dipengaruhi oleh asupan nutrisi di pagi hari. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan sarapan dengan tingkat konsentrasi mahasiswa kedokteran. Studi ini bersifat analitik dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan 141 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner melalui google forms. Pengumpulan data menggunakan kuesioner hubungan sarapan dengan tingkat konsentrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data tingkat konsentrasi menggunakan concentration grid test. Studi ini didapatkan responden yang melakukan sarapan sebanyak  99 (70,2%) dan  tidak sarapan sebanyak  42 (29,8%). Sebanyak 79 (56%) responden memiliki tingkat konsentrasi baik dan 62 (44%) responden memilki tingkat konsentrasi kurang. Hasil analisis bivariat didapatkan responden yang melakukan sarapan dan memiliki tingkat konsentrasi baik sebanyak 53 (53,5%) responden dan tingkat konsentrasi kurang sebanyak 46 (46,5%) responden dengan nilai p-value 0,360. Hasil ini menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara sarapan dengan tingkat konsentrasi.
Pemetaan awal kadar 25(OH)D dan faktor risiko defisiensi vitamin D pada dewasa muda di Jakarta Barat Alexander Halim Santoso; Dorna Yanti Lola Silaban; Olivia Charissa
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.23706

Abstract

Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang memiliki peran penting dalam regulasi metabolisme, absorpsi kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang, serta berbagai fungsi lainnya. Defisiensi vitamin D merupakan masalah kesehatan dunia. Kadar serum yang bervariasi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, gaya hidup, lama terpapar sinar matahari, dan juga asupan makanan. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk melihat gambaran faktor risiko penyebab defisiensi vitamin D pada dewasa muda di Jakarta Barat. Studi ini bersifat deskriptif dengan jumlah subjek 33 orang. Pemilihan subjek dilakukan secara consecutive sampling dan menggunakan kuesioner semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ) untuk mendapatkan data asupan vitamin D, pengambilan darah vena untuk  mengukur kadar vitamin D dalam darah dan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk data antropometri. Hasil studi didapatkan rerata usia sujek pada penelitian ini adalah 31,75 tahun, 54,5% berpendidikan SMA, 51,5% memiliki pendapatan di atas UMR, rerata lama bekerja di bawah sinar matahari sebesar 119,09 menit, dan rerata asupan vitamin D sebesar 5,4 mg/hari. Sebanyak 60,6% kadar 25(OH)D3 subjek tergolong defisiensi dan 33,3% tergolong insufisiensi. Sebesar 93,9% kadar 25(OH)D3 subjek pada studi pemetaan ini mengalami insufisiensi hingga defisiensi dan asupan vitamin D merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya defisiensi.
Pengaruh pengetahuan tentang dismenorea terhadap penanganannya pada mahasiswi kedokteran Universitas Tarumanagara Yesan Suci Paramitha; Fadil Hidayat
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24376

Abstract

Pada masa pubertas, menstruasi menjadi tanda kematangan organ seksual. Namun, saat menstruasi biasanya muncul keluhan nyeri yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari (dismenorea). Kejadian dismenorea di Indonesia diperkirakan mencapai 55% di kalangan wanita usia produktif. Pengetahuan mengenai dismenorea pada mahasiswi adalah hal sangat penting sehingga mereka dapat mengetahui dan memiliki perilaku penanganan dismenorea yang baik. Tujuan studi ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap dismenorea dengan perilaku penanganananya. Studi ini bersifat analitik observasional dengan metode cross-sectional. Pengambilan 194 mahasiswi Kedokteran Universitas Tarumangara angkatan 2020-2022 sebagai subjek studi menggunakan teknik consecutive non-random sampling. Pengambilan data pengetahuan dan penanganan dismenorea menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Data yang didapatkan mayoritas subjek memiliki pengetahuan baik (71,6%) dan perilaku positif terhadap penanganan dismenorea (61,9%). Analisis secara statistik didapatkan hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penanganan dismenorea (p-value = 0,022 dan 0,046). Mahasiswi yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik pada umumnya juga memiliki perilaku penanganan yang positif (nilai PRR = 1,43 dan 1,88).
Hubungan durasi duduk dan hamstring tightness pada mahasiswa kedokteran Wengkie Tanjaya; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24377

Abstract

Fleksibilitas otot penting untuk seseorang merasa bugar sehingga dapat memaksimalkan aktivitas fisik sehari-hari. Namun, disfungsi fleksibilitas sering dialami orang umum hingga olahragawan. Salah satu contoh otot yang dapat mengalami hal ini adalah otot hamstring (hamstring tightness). Otot ini penting untuk berjalan bahkan berlari hingga melompat. Penurunan fleksibilitas otot ini menimbulkan penurunan perfoma dari kegiatan yang menggunakan otot tersebut dan dapat menimbulkan cedera pada otot hamstring. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan hamstring tightness ialah duduk dalam waktu yang lama tanpa melakukan peregangan otot dan biasanya dilakukan oleh kebanyakan pekerja kantoran dan pelajar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hamstring tightness dengan durasi duduk per harinya pada mahasiswa kedokteran. Studi analitik cross sectional ini dilakukan terhadap 293 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020-2021. Pengambilan subjek studi menggunakan metode consecutive non-random sampling. Biodata subjek dan durasi duduk diambil mengunakan kuesioner sedangkan data variabel hamstring tightness menggunakan Assessment V-Sit and Reach (VSR) test. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Sebanyak 178 (71,2%) subjek dari 250 subjek yang duduk >6 jam mengalami hamstring tightness dan sebanyak 32 (74,4%) subjek dari 43 subjek yang duduk ≤6 jam tidak mengalami hamstring tightness. Hasil studi didapatkan hubungan yang bermakna antara durasi duduk dengan hamstring tightness dengan p-value 0,000 dan PRR 2,783.
Pengetahuan, perilaku dan sikap terkait seksual pranikah pada pelajar SMA di Kelurahan Akcaya Chairunnisa Savitri; Triyana Sari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24379

Abstract

Salah satu penyebab tingginya kasus seksual pranikah remaja di Indonesia ialah rendahnya tingkat pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja. Survei Dinas Kesehatan Pontianak tahun 2021 terhadap remaja usia 15 – 24 tahun menunjukkan adanya penurunan jumlah remaja yang mendapatkan penyuluhan reproduksi dibandingkan tahun sebelumnya. Penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja berperan penting dalam memberi pemahaman, terutama perilaku seksual, karena saat remaja mulai timbul keinginan untuk mencoba segala sesuatu, sehingga perlu dituntun agar tidak terjebak perilaku seksual yang buruk seperti seks pranikah. Tujuan studi ini untuk mengetahui pengetahuan, perilaku dan sikap terkait seksual pranikah pada remaja di salah satu SMA kelurahan Akcaya, Pontianak Selatan. Studi ini dilaksanakan dengan metode deskriptif cross-sectional. Pengambilan subjek secara consecutive non-random sampling dengan jumlah subjek sebanyak 94 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesinoer dari studi sebelumnya dan sudah divalidasi. Hasil studi menunjukkan 49 (52,1%) subjek memiliki perilaku seksual aman, 59 (62,8%) subjek memiliki pengetahuan seksual kurang dan 55 (58,5%) subjek memiliki sikap seksual baik. Perilaku seksual dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap, sehingga peran orang tua dan guru sangat dibutuhkan dalam memberikan arahan dan bimbingan terkait kesehatan reproduksi yang baik agar perilaku seksual yang menyimpang dapat dicegah.