Articles
648 Documents
Tingkat Kesesuaian Perda Solo tentang Sungai di Kali Pepe Solo
Wibawa, Ian Presa Uta;
Qomarun, Q
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bencana banjir menjadi masalah di hampir setiap kota, dikarenakan adanya pertambahan penduduk di suatu kota tanpa adanya penataan rumah - rumah warga. Pertambahan penduduk dikarenakan transmigrasi dari suatu kota ke kota tanpa diketahui oleh pihak pemerintah daerah. Masyarakat pendatang yang tidak memiliki tanah mengharuskan tinggal di sekitar bantaran sungai.. Dalam peraturan pemerintah daerah bahwa bantaran sungai tidak boleh dihuni oleh masyarakat karena untuk peresapan air sungai ketika air sungai meluap.. Pemerintah daerah lamban dalam penanganan masalah bangunan di sekitar bantaran sungai yang secara tidak langsung membuat para pendatang menjamur di kawasan bebas bangunan. Tetapi ketika warga bantaran sungai terdampak banjir pasti meminta tolong kepada pemerintah daerah. Ini menjadi suatu kebiasaan bagi masyarakat menengah ke bawah. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi di sekitar bantaran sungai. Untuk metode observasi adalah metode pengumpulan data dengan mengamati secara langsung di lapangan yaitu mendatangi bantaran sungai dan mendapatkan data - data dari hasil foto. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi acuan kepada pihak terkait yaitu masyarakat di sekitar bantaran sungai agar dapat melestarikan lingkungan bantaran sungai dengan tidak membuang sampah di sungai. Untuk pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan solusi kelestarian lingkungan sungai dengan peraturan dan kebijakan yang baik bagi masyarakat dan kebersihan sungai.
Kenyamanan Termal pada Masjid Baitul Makmur Pabelan
Prasetia, Avian Kresna;
Nugrahaini, Fadhilla Tri
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masjid merupakan tempat ibadah bagi orang beragama islam, sehingga penggunaanya dapat memberikan rasa kenyamanan bagi para jamaah di setiap waktu ibadahnya. Bentuk ibadah umat Muslim yang beraneka ragam membuat penggunaan masjid menjadi rutin digunakan untuk pusat kegiatan ibadah. Oleh karena itu, desain bangunan masjid haruslah mengakomodasi kebutuhan kebutuhan fisik tersebut. Ruang dalam masjid (ruang salat) yang bermasalah akan berpengaruh buruk terhadap kenyamanan beribadah para jamaahnya. Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif, yaitu suatu penelitian mengenai permasalahanayang didasarkan pada pengujian suatu teori dan terdiri dari beberapa variabel, diukur dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan dengan alat ukur berupa hydrometer, dan termometer. Standar kenyamanan termal yang baik disesuaikan berdasarkan standar yang ada. Penelitian dilaksanakan selama tiga hari dengan mengambil waktu pagi, siang, sore, dan sampel mengambil 25 titik ukur (TU) masing-masing di lantai satu Masjid Baitul Makmur Pabelan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yakni tingkat kenyamanan termal pada Masjid Baitul Makmur berdasarkan grafik daerah nyaman (Comfort Zone),adaerah nyaman dapat dicapai pada kondisi bersuhu>25-35 oC dan berkelembaban 5-85 % sehingga bangunan masjid tersebut dikatakan tidak nyaman, karena harus ada udara masuk ke dalam bangunan dengan kecepatan 0,1-1,0 m/s.
Inovasi Bahan Penyerap Bunyi dari Limbah Pabrik Poles Beras di Karangpandan Karanganyar
Kurniawan, Aji;
Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini didasarkan bahwa kurangnya kepedulian masyarakat akan bahan-bahan penyerap suara karena masyarakat sudah terbiasa dalam suatu kondisi yang sebenarnya mengganggu, sehingga penelitian ini memberikan inovasi material yang dapat menyerap bunyi guna meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik, dengan memanfaatkan limbah pabrik poles beras yaitu sekam padi dan plastik karung bekas yang sangat berlimpah. Pemilihan sekam padi dan plastik karung bekas dipilih melalui proses dengan mengobservasi bagian-bagian material tersebut, eksperimen dengan bahan perekat tanah liat pada literature-literature terdahulu. Dengan perbandingan antara bahan perekat dan campuran yang pertama sekam 20%; karung bekas 60%; tanah liat 20%, dan sedangkan yang kedua dengan perbandingan sekam 60%; karung bekas 20%; tanah liat 20%, kesimpulan penelitian ini menghasilkan koefisien penurunan dengan koposisi banyak karung bekas sebesar -2,4 dB, sedangkan komposisi banyak sekamnya sebesar -2,5 dB. Walaupun masih tergolong rendah namun pengolahan atau cara dapat divariasikan lagi agar menghasilkan daya serap yang maksimal.
Metode Pengukuran Greenship dan Subjective Evaluation pada Ruang Pamer Museum Keris Nusantara Surakarta
Ramadhani, Nur Anisa;
Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semakin berkembangnya lingkungan sekitar tak terhindar dari permasalahan global. Pentingnya kesadaran akan permasalahan global maka muncul istilah green pada penerapan desain suatu bangunan. Permsalahan desain yang muncul harus dapat mengembalikan suatu permasalahan lingkungannya. Selain bangunan yang diperhatikan juga perlu memperhatikan para pengguna bangunannya. Pengguna bangunan diharapkan dapat nyaman juga tetap menjaga kondisi kesehatannya. Perlu dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui golongan bangunan hijau dan memperhatikan kesehatan dan kenyamanan termal bagi para penggunanya. Untuk mengetahui kriteria sebuah bangunan green building yang memperhatikan kesehatan dan kenyamanan termal dalam ruang maka digunakan parameter Greensip New Building 1.2. Objek bangunan yang akan diidentifikasi adalah Museum Keris Nusantara Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa wawancara bebas dan pengamtan serta metode kuantitatif dengan parameter yang sudah ditentukan oleh GBC Indonesia dan pengukuran dengan alat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian dari bangunan ini sudah memenuhi standar yang telah ditentukan oleh GBC Indonesia seperti aspek pencahayaan dalam ruang. Untuk mencapai hasil maksimal dibeberapa aspek seperti suhu, kelembaban, dan kebisingan dalam ruang perlu dilakukan beberapa perubahan dalam bangunan yang sesuai dengan parameter GBC Indonesia agar bangunan dapat berfungsi lebih baik.
Kinerja Sistem Pencahayaan pada Museum Keris Nusantara Surakarta
Yuliantina, Miranda;
Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Museum Keris Nusantara Surakarta adalah tempat tertutup (indoor) yang digunakan untuk menyimpan koleksi keris dan benda- benda berharga. Kondisi termal dan pencahayaan yang efektif dibutuhkan di Museum Keris Nusantara Surakarta untuk kenyamanan penggunanya. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kenyamanan pencahayaan buatan Museum Keris Nusantara Surakarta. Untuk mencapai kenyamanan visual para pengunjung museum, standar yang direkomendasikan adalah 200-500 lux. Penelitian ini dilakukan siang (11:30 WIB). Hasil yang diperoleh dari pengambilan data dengan alat luxmeter, rata-rata intensitas cahaya pada siang hari di lantai 2, lantai 3, dan lantai 5 adalah 93,44 lux; 65,55 lux; dan 235,46 lux. Rata-rata keseluruhan adalah 131,48 lux. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu dengan melakukan observasi, pengukuran. Data tersebut diolah dengan aplikasi surfer menghasilkan pola penyebaran intensitas cahaya di tiap lantai. Pada siang hari, lantai yang memiliki pola penyebaran cahaya terbaik adalah pada lantai 5. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Intensitas cahaya tiap lantai pada siang hari di Museum Keris Nusantara Surakarta telah memenuhi standar (200-500 lux). Pada bagian akhir, peneliti memberikan rekomendasi berupa jumlah lampu, perletakan layout lampu dan teknik pencahayaan agar memenuhi standar kenyamanan pencahayaan Museum.
Identifikasi Kualitas Pencahayaan Buatan di Tumurun Private Museum Solo
Lestari, Galih Dian;
Suharyani, S
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Museum merupakan wadah untuk melestarikan warisan dan barang yang berkaitan dengan sejarah, serta objek wisata edukatif. Pencahayaan di museum harus memperhatikan nilai estetika, nilai konservatif, dan standar yang telah ditetapkan untuk objek display. Tumurun Private Museum merupakan museum pribadi milik anak dari pendiri perusahaan tekstil terbesar Asia, PT. Sritex. Museum ini berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 2 Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta. Kondisi pencahayaan di Tumurun Private Museum saat ini menggunakan pencahayaan buatan tanpa ada campuran dari pencahayaan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pencahayaan buatan di museum apakah sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku dan pengaruh pencahayaan buatan di museum terhadap objek display apakah memiliki dampak tertentu. Sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam upaya pengembangan pencahayaan museum agar lebih baik lagi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu dengan melakukan observasi, pengukuran dan wawancara yang kemudian dianalisa dan dibandingkan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pencahayaan pada ruang pamer lantai 1 Tumurun Private Museum sudah memenuhi standar yang berlaku berdasarkan CIE (Commission International de I’Eclairage) yaitu diatas 150 lux. Selain itu pencahayaan buatan dapat memberikan dampak negatif bagi objek pamer sehingga pengelola museum melakukan kegiatan konservasi terhadap objek pamer tersebut.
Pola Perilaku Tunawisma saat Bermalam di Ruang Publik Kota Surakarta
Syahputra, Afrizal Sigit;
Saputra, Andika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia merupakan negara berkembang yang juga ikut serta menyumbang konsentrasi tunawisma di dunia. Fenomena tunawisma telah menjadi persoalan tersendiri bagi kota – kota besar di Indonesia. tahun 2019 jumlah gelandangan dan pengemis yang tersebar di kota – kota besar di Indonesia diperkirakan mencapai 77.500 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat tanpa diimbangi dengan upaya pencegahan dapat menimbulkan permasalahan di dalam tatanan masyarakat. Pada tahun 2019 menyatakan kota Surakarta sebagai kota paling nyaman dihuni. Surakarta yang didominasi oleh pusat perbelanjaan pasar tradisional menjadi daerah yang kerap didatangi oleh masyarakat pendatang yang berebut lapangan pekerjaan dan menjadikan masyarakat dengan keahlian terbatas menjadi tersingkir. Akibatnya banyak masyarakat yang menjadi tunawisma dan harus tinggal di fasilitas umum. Pada penelitian ini akan dilakukan penelusuran bagaimana kondisi perilaku dan lingkungan tunawisma pada kota Surakarta saat bermalam di ruang publik. Salah satu adaptasi pola perilaku tunawisma juga terbentuk dari kehidupan bersosial. Tunawisma yang bermalam sendirian lebih rawan terhadap ancaman pengusiran, ancaman dinginnya cuaca dimalam hari dan ancaman bahaya kejahatan. Sehingga tunawisma yang sendirian saat bermalam melakukan adaptasi dengan bersosial dengan membentuk kelompok Adanya zona sosial yang terbentuk dari penempatan kendaraan seperti sepeda, becak dan gerobak. Zona sosial dipakai tunawisma untuk mengobrol, makan bersama, dan memungkinkan adanya tunawisma lain untuk bergabung kedalam kelompok.
Tren Masjid Wisata: Kajian Fisik dan Fungsi
Hananto, Rahmat;
Saputra, Andhika
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu tentang adanya pengaruh bentuk arsitektural, manajemen masjid, dan apa apa saja yang mempengaruhi pengunjung untuk datang kemasjid dengan cara mencari responden dan mewawancarai takmir masjid dengan mengambil objek dari Masjid Al-Aqsha Klaten dan Masjid Agung Jawa Tengah. Hasil yang diperoleh dari tanggapan beberapa responden, serta wawancara pengurus takmir masjid merupakan data yang dapat di Analisa, di olah dan dapat disimpulkan bahwasanya bentuk arsitektur dan manajemen yang baik menjadi faktor pendongkrak utama naiknya kuantitas serta kualitas jama’ah masjid.
Implementasi Arsitektur Islam pada Bangunan Kos di Sekitar Universitas Muhammadiyah Surakarta (Penekanan Aspek Fisik)
Puspitasari, Dara Azka;
Qomarun, Q
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kos biasanya dipilih untuk mengatasi masalah jarak antar tempat tinggal dengan tempat berkegiatannya (kantor atau kampus). Salah satu daerah dengan perkembangan kos yang cukup banyak adalah daerah sekitar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang merupakan perguruan tinggi berbasis Islam. Salah satu pengaruh perguruan tinggi pada lingkungan yaitu perkembangan bangunan dari segi arsitektur yang mendekati arsitektur Islam. Dalam arsitektur Islam terdapat pengertian bahwa lingkungan binaan yang dihadirkan harus menjamin keamanan di dunia dan di akhirat, dan baik dalam keberadaan fisik maupun non fisiknya. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan arsitektur Islam dalam segi fisik bangunan kos di sekitar perguruan tinggi berbasis Islam dan pengaruh UMS terhadap perkembangan arsitektur Islam di sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Objek pada studi kasus penelitian ini adalah 5 bangunan kos yang dipilih secara acak dengan mencari kos yang berada dalam jarak tempuh maksimal 1,5 km dari UMS. Dari analisis implementasi arsitektur Islam pada bangunan kos di sekitar UMS dengan penekanan pada aspek fisik pada 5 objek studi kasus didapatkan hasil persentase 60% (kategori semi islami). Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa keberadaan UMS yang merupakan universitas berbasis Islam berpengaruh terhadap perkembangan arsitektur Islam pada bangunan kos yang akan terus berkembang.
Hubungan Pola Sirkulasi terhadap Tingkat Keramaian Pengunjung pada Groundfloor Solo Paragon Mall
Harmono, Reza Oktiandrea;
Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan ekonomi di Kota Surakarta memunculkan pergeseran tren gaya hidup modern yang lebih konsumtif yang awalnya street linier (pertokoan) berpindah ke Mall. Faktor yang menyebabkan masyarakat mulai berpindah karena memperoleh keamanan dan kenyamanan saat berbelanja dikarenakan fasilitas Shopping Mall sudah di desain mempunyai layout tata ruang yang efektif sehingga menimbulkan pola sirkulasi yang nyaman bagi pengunjung. Sirkulasi dirancang sedemikian rupa sehingga pengunjung bisa melewati semua tenant-tenant atau retail yang ada pada mall. Namun tidak semua tenant di mall mengalami penumpukan keramaian pengunjung, terkadang sirkulasi menuju tenant ada yang sepi dan ada yang mengalami penumpukan keramaian. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana keterkaitan atau hubungan antara pola sirkulasi terhadap tingkat keramaian di Shopping Mall dengan fokus Groundfloor Solo Paragon Mall. Variabel penelitian yang digunakan variabel bebas dan variabel terikat yaitu pola sirkulasi dan tingkat keramaian pengunjung. Langkah-langkah penelitian dimulai dari survey/observasi di Groundfloor, pemetaan ruang di Groundfloor, penetapan populasi dan perhitungan sampel dengan rumus slovin, pemetaan pengunjung dengan cara Person Centered Map, pemetaan dengan cara Human Mapping, mengelompokkan pola sirkulasi hasil pemetaan, pembahasan serta menarik kesimpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola sirkulasi yang ada pada Groundfloor adalah pola linear dan spiral, hubungan antara pola sirkulasi dengan tingkat keramaian pengunjung terletak pada kesamaan pola sirkulasi /perilaku pola gerak antar pengunjung akan mempengaruhi tingkat keramaian di beberapa titik tertentu yang menyebabkan penumpukan pengunjung, begitu pula sebaliknya pola yang tidak sama akan mempengaruhi sirkulasi menjadi sepi pengunjung dikarenakan pengunjung lebih tertarik menuju Magnet Anchor baru ke retail yang lain.