Articles
648 Documents
Identifikasi Green Terminal Tirtonadi
Mustofa, Alfizieis Burhan;
Raidi, Syamsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terminal adalah infrastruktur pendukung moda transportasi Indonesia. Terminal Tirtonadi yang terletak di Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah berfungsi sebagai transit angkutan umum antar provinsi dan antar kota. Perancangan ulang Terminal Tirtonadi dilakukan pada tahun 2010 dengan menggunakan konsep Green Terminal yang dipilih oleh Pemerintah Daerah Surakarta. Kondisi terakhir Terminal Tirtonadi terus mengalami penurunan, dilihat dari kondisi lingkungan terminal yang masih terbalut dengan suasana kumuh dan belum sesuai dengan konsep Green Architecture. Diperlukan adanya evaluai untuk memaksimalkan penerapan konsep Green Terminal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai mana penerapan konsep Green Terminal yang diterapkan di Terminal Tirtonadi. Dilatarbelakangi dengan kondisi lingkungan terminal yang terlihat kumuh akibat aktivitas dan kegiatan didalam dan disekitar terminal. Metode yang digunakan adalah survey, analisis kondisi eksisting dan wawancara dengan pelaku kegiatan di terminal. Hasil survey dan penelitian terdahulu diperoleh 5 (lima) poin dan 9 (sembilan) indikator Green Terminal yang dapat menjadi acuan untuk Identifikasi Green Terminal pada Terminal Tirtonadi.
Evaluasi Intensitas Pencahayaan Buatan Pada El Samara Coworking Space Surakarta
Handini, Rahmi Dwi;
Setyowati, Suryaning
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keperluan energi di bumi terus beratambah setiap harinya. Menurut proyeksi Badan Energi Dunia (International Energy Agency-IEA), sampai tahun 2030 permintaan energi dunia semakin tinggi sebesar 45% atau rata-rata penambahan sebesar 1,6% per tahun. Dalam melakukan aktivitas manusia memerlukan pencahayaan secara alami maupun buatan. Sehingga setiap ruang membutuhkan pencahayaan sesuai dengan kenyamanan visual yang ideal sesuai dengan aktivitas. Tujuan penelitian ini mengetahui kesesuaian intensitas pencahayaan buatan pada El Samara Coworking Spacedengan standar yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang dipakai adalah metode deskriptif kuantitatif, yaitu dengan melakukan pengukuran mengenai tingkat kenyamanan visual dengan interpretasi yang tepat melalui pengamatan lapangan. Kesimpulan dari penelitian ini intensitas penerangan pada ruang shared desk dan resepsionis El Samara Coworking Space menggunakan sumber pencahayaan buatan lampu LED downlight 6 watt dengan jumlah 54 titik lampu. Berdasarkan pengukuran diperoleh bahwa intensitas penerangan tertingginya adalah 86,1 lux, sedangkan intensitas penerangan terendahnya adalah 32,6 lux. Berdasarkan hasil pengukuran tersebut. Nilai rata-rata intensitas pencahayaan pada ruang shared desk dan resepsionis El Samara Coworking space jelas tidak memenuhi standar 03-6197-2000 rata-rata dari standar kenyamanan visual pada ruang kerja adalah 350 lux dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 5 tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, untuk kegiatan perkantoran seperti menulis, membaca, pekerjaan arsip, serta seleksi surat-menyurat memiliki standar intensitas pencahayaan sebesar 300 lux.
Pengkuran Greenship New Building Versi 1.2 pada Gedung Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Boyolali
Ananta, Arfian Setia;
Setiawan, Wisnu
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Global warming (Pemanasan global) yaitu suatu fenomena kenaikan suhu rata-rata permukaan laut dan permukaan bumi yang mengakibatkan suhu bumi semakin panas dan akan mengganggu aktivitas makhluk hidup di bumi. Bangunan hijau menjadi salah satu solusi guna menurunkan pemanasan global. Bangunan hijau di Indonesia dinaungi oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) dan GBCI membuat suatu syarat kelayakan bangunan serta sistem rating penilaian greenship versi 1.2. Tujuan penelitian ini yaitu, mengukur tingkat greenship pada gedung pengujian kendaraan bermotor Kabupaten Boyolali. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisakualitatif dan kuantitatif dengan data-data yang diperlukan diperoleh melalui studi literatur, wawancara dan pengamatan langsung dilapangan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah menggunakan variable yang ada dalam penilaian greenship versi 1.2.Hasil yang diperoleh setelah dilakukan penelitian menunjukkan empat syarat terpenuhi dari tujuh syarat kelayakan bangunan menurut GBCI. Sedangkan hasil pada setiap kategori yaitu, tepat guna lahan (ASD: 6 poin), efisiensi dan konservasi energi (EEC: 3 poin), konservasi air (WAC: 0 poin), sumber dan siklus material (MRC: 7 poin), Kesehatan dan kenyaman dalam ruang (IHC: 3 poin), manajemen lingkungan bangunan (BEM: 0 poin) total semua poin tersebut 19 poin atau 18,81%. Gedung pengujian kendaraan bermotor Kabupaten Boyolali belum bisa dikategorikan sebagai bangunan hijau karena poin yang didapat hanya 18,81% sedangkan poin minimal untuk bangunan dapat dikategorikan sebagai bangunan hijau adalah sebesar 35%.
Pengaruh Sistem Pencahayaan Terhadap Kenyamanan Pasien pada Ruang Perawatan di RSJD Dr Arif Zainudin
Hayati, Fanina Rahma;
Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pencahayaan adalah faktor yang penting dalam sebuah perencanaan sebuah ruang. Pencahayaan dalam ruang rawat inap pasien dapat mempengaruhi kenyamanan pasien jiwa selama menjalani perawatan dan berpengaruh bagi kelancaran paramedis dalam menjalankan aktivitas. Apabila ruang rawat pasien tidak disediakan akses pencahayaan maka fungsi konsep perancangan tidak dapat terpenuhi dengan baik. Dalam hal ini dikarenakan pencahayaan berhubungan dengan kenyamanan dan keselamatan pasien yang dirawat,perawat dan pengunjung yang ada di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan cara melakukan pengukuran menggunakan lux meter, pengamatan langsung dan studi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan tingkat kenyamanan pencahayaan yang disesuaikan dengan KEPMENKES no.1204 Tahun 2004 Tentang Lingkungan Rumah Sakit dengan standar pencahayaan saat tidak tidur 100-200 lux. Penelitian dilakukan pada 8 ruang perawatan yaitu Bangsal Puntadewa, Srikandi, Krisna, Nakula, Sembodro, Sena, Larasati dan Drupadi. Dapat disimpulkan bahwa penelitian intensitas cahaya pada saat di pagi hari terdapat 9 ruang yang sudah memenuhi standar pencahayaan dan 13 ruang yang tidak memenuhi standar pencahayaan, siang hari terdapat 8 ruang yang sudah memenuhi standar pencahayaan dan 14 ruang yang tidak memenuhi standar pencahayaan dan disore hari terdapat 4 ruang yang sudah memenuhi standar pencahayaan dan 18 ruang yang tidak memenuhi standar pencahayaan.
Kajian Kenyamanan Termal dan Sirkulasi Ruang pada Bengawan Sport Center, Surakarta
Prasetya, Tatag Bagas;
Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setelah masa pandemi Covid-19, peningkatan jumlah peminat akan olahraga menjadi semakin bertambah. Fasilitas olahraga publik harus semakin terjaga dan terjamin kualitasnya. Bengawan Sport Center merupakan salah satu gedung olahraga terbesar dan terlengkap di kawasan Solo Raya. Karena itu, Bengawan Sport Center sangat menarik untuk dijadikan sebagai objek penelitan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengkaji aspek kenyamanan termal dan sirkulasi ruang yang terjadi di Bengawan Sport Center. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif yang berfokus kepada pengukuran, observasi, dan dokumentasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar ruangan mempunyai suhu rata-rata dalam ruang yang cukup tinggi antara 28 - 31d°C dengan kelembaban yang variatif dan kecepatan angin hanya di angka 0 m/s untuk ruangan indoor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengukuran objektif kondisi ruang-ruang olahraga pada Bengawan Sport Center memberikan sensasi termal panas dan sebagian hangat dengan nilai PPD mencapai 90% sedangkan PMV mencapai +3. Hasil tersebut menandakan bahwa belum tercapainya kenyamanan termal dikarenakan kurangnya sirkulasi udara dalam ruang yang ditandai dengan minimnya bukaan yang menghubungkan ruang dalam dengan area terbuka. Sistem sirkulasi terencana dengan baik dengan adanya akses pejalan kaki dan pola linier yang digunakan untuk menghubungkan antar ruangnya.
Penghawaan dan Kenyamanan Termal pada Pasar Tradisional Kartasura
Roid, Al Majiid Bagus;
Hidayati, Rini
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bangunan secara Arsitektural harus memperhatikan penghawaan dan kenyamanan termal saat digunakan oleh pengguna untukmewujudkan kepuasan pengguna dalam beraktivitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah di Pasar Kartasura sudah memenuhi intensitas Kenyamanan Termal berupa suhu, kelembapan dan kecepatan udara yang baik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan termal pada Pasar Kartasura belum memenuhi standar kenyamanan termal yang baik. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa sekitar 65% dari responden merasa tidak nyaman selama beraktivitas di Pasar Kartasura.
Strategi dan Penerapan Ekowisata di Desa Bakalan Wonogiri Menuju Desa Ikonik Berdaya Tarik Tinggi Melalui Inovasi Teknologi dan Industri 4.0
Iqrom, Rara Fattah Afif;
Qomarun, Q
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desa Bakalan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri secara geografis Kecamatan Purwantoro berada diujung timur Provinsi Jawa Tengah. Desa Bakalan merupakan salah satu desa yangterletak di Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri secara geografis Kecamatan Purwantoro berada diujung timur Provinsi Jawa TengahMetode pelaksanaan pemberdayaan masyarakat desa dilaksanakan secara penuh di lapangan (offline) dengan saling berkolaborasi melibatkan masyarakat sebagai perencana dan pelaksana program tidak hanya menjadi sebuah objek pembangunan, dalam pelaksanaannya melibatkan seluruh pemuda dan masyarakat Desa Bakalan untuk menciptakan sebuah hasil yang diharapkan.Sosialisasi kepadamasyarakat Desa Selondo mengenai Program Holistik Pembinaandan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang akan dilaksanakan. Diadakan Focus Group Discussion (FGD) antara kelompok sadarwisata, masyarakat sekitar dan stakeholder seperti Dinas PariwisataKota Wonogiri untuk pembahasan konsep dan tata kelola Air TerjunSelondo Desa Bakalan. program php2d diharapkan menjadi titik tumpu perubahan desa bakalan ekonomi, kemandirian, sarana, danprasana.
Identifikasi Bangunan Sepi Pengunjung di Gedung Olahraga Mustika Blora
Sailendra, Akmal;
Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gedung Olahraga atau yang lebih disebut GOR merupakan sarana olahraga yang disediakan intitusi, baik pemerintah maupun swasta, sebagai wadah masyarakat berolahraga dengan aman dan nyaman. Hal tersebut yang melatarbelakangi pembangunan GOR Mustika Blora, namun seiring waktu jumlah masyarakat yang memanfaatkan fasilitas GOR Mustika Blora semakin sedikit. Data yang diperoleh berupa faktor-faktor yang menyebabkan semakin berkurangnya masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas GOR Mustika Blora. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Metode observasi dengan cara pengamatan langsung di lapangan dan metode wawancara dengan cara mewawancarai penyewa toko dan pengunjung GOR Mustika Blora. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa semakin berkurangnya masyarakat yang memanfaatkan fasilitas GOR Mustika Blora karena kurangnya penyegaran tampilan, pengawasan dan sedikitnya fasilitas olahraga baik di dalam maupun di luar gedung. GOR Mustika Blora memerlukan peningkatan fasilitas olahraga, pengawasan dan perawatan, serta peremajaan tampilan untuk meningkatkan ataupun menarik kembali minat masyarakat untuk berolahraga di GOR Mustika Blora.
Analisis Bangunan Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo Penekanan pada Aspek Fasilitas, Sirkulasi dan Tata Ruang
Ma'arif, Anas Bhakti;
Nugrahaini, Fadhilla Tri
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasar Tradisional mempunyai peran penting dalam memajukan perekonomian pada suatu daerah. Pasar Ir. Soekarno adalah salah satu pasar tradisional yang terletak di Kabupaten Sukoharjo provinsi Jawa Tengah, pasar ini sudah mengalami revitalisasi dan diresmikan pada tahun 2017. Pasca dilakukannya revitalisasi, muncul keluhan para pedagang bahwa jumlah konsumen semakin merosot, hal ini menarik untuk diteliti karena keluhan tersebut belum mendapat solusi yang tepat. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab permasalahan tersebut fokus terhadap aspek fasilitas, sirkulasi dan tata ruang bangunan. Metode yang digunakan dalam penilitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan atau observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembalikan minat calon konsumen untuk memanfaatkan pasar Ir. Soekarno sebagai tempat memenuhi kebutuhan dan kegiatan ekonomi lainnya.
Kenyamanan Pengunjung pada Bangunan Konservasi Eks Pabrik Gula Colomadu
Shofie, Athia Maulida Tsania;
Raidi, Samsudin
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2021: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Upaya konservasi bangunan banyak dilakukan untuk pemeliharaan bangunan yang sudah tua tetapi memiliki nilai sejarah. Jenis konservasipun beragam disesuaikan dengan kondisi bangunan yang telah diatur dalam Peraturan UU Nasional tentang Konservasi Bangunan Arsitektur. Selain untuk menjaga keadaan bangunan, konservasi biasanya dilakukan untuk keperluan wisata. Oleh karena itu, pengelola perlu mengkonservasi bangunan dengan memperhatikan kenyamanan pengunjung tanpa melanggar peraturan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan pengunjung bangunan konservasi eks Pabrik Gula Colomadu dengan menggunakan metode penelitian observasi yaitu melihat objek secara langsung, studi literatur dengan mencari sumber tertulis yang terdapat di buku, arsip, majalah, artikel, dan jurnal, atau dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, dan metode kualitatif dengan mencari data dan wawancara kepada pengelola dan pengunjung. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah sebagian besar pengunjung merasa nyaman dalam semua aspek kenyamanan yang ada.