cover
Contact Name
Wahyu Wijaya Widiyanto
Contact Email
wahyuwijaya@poltekindonusa.ac.id
Phone
+6285717292915
Journal Mail Official
jhimi@poltekindonusa.ac.id
Editorial Address
Perumahan Griya Bhina Karya A40, Tlogorejo, Bulakan, Sukoharjo Politeknik Indonusa Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Health Information Management Indonesian
ISSN : -     EISSN : 28296435     DOI : 10.46808
Core Subject : Health,
The field of Health Information Management in question consists of the scope of nursing, public health, pharmacy, Medical Laboratory Technology, recorders and health information, midwifery, health analysts, nutrition, psychology, and other health sciences.
Articles 131 Documents
Analisis Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik Menggunakan Metode DOQ-IT di Poliklinik Eksekutif Rumah Sakit Umum Daerah Kota Salatiga Shavitri Chandriani; Aries Widiyoko; Wahyu Wijaya Widiyanto
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 5 No. 1 (2026): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v5i1.212

Abstract

Sistem informasi telah banyak dimanfaatkan di berbagai bidang, salah satunya bidang kesehatan. Implementasi rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan belum merata, meskipun manfaatnya banyak dirasakan oleh penggunanya. RSUD Kota Salatiga sudah menerapkan rekam medis elektronik (RME) sesuai dengan PMK Nomor 24 Tahun 2022 sejak November 2023, namun di Poliklinik Eksekutif masih terdapat kendala petugas belum terbiasa, belum ada SOP, dan integrasi data belum maksimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesiapan implementasi RME menggunakan metode DOQ-IT di Poliklinik Eksekutif RSUD Kota Salatiga. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan jumlah 30 responden teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian pada aspek sumber daya manusia mendapatkan rata-rata 3,1 kategori cukup siap. Budaya kerja organisasi mendapatkan rata-rata 3,2 kategori cukup siap. Tata kelola dan kepemimpinan mendapatkan rata-rata 3,1 kategori cukup siap. Infrastruktur mendapatkan rata-rata 3,3 kategori cukup siap. Skor total kesiapan sebesar 95,48 yang menunjukkan bahwa Poliklinik Eksekutif RSUD Kota Salatiga berada pada Range II yaitu Cukup Siap. Kesimpulan dari penelitian ini adanya staff IT yang kompeten, tetapi perlu adanya pelatihan lanjutan bagi pengguna RME, pandangan positif oleh tenaga kesehatan terhadap RME, peran pimpinan yang dapat mendukung implementasi RME, dan pengadaan dan pemeliharaan RME yang memadai.
Analisis Penggunaan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) Terhadap Efektivitas Pelayanan Di RSUP Surakarta Amelia Ratna Vitriani Ratna
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 1 (2025): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i1.227

Abstract

Pelayanan kesehatan yang efektif menjadi tuntutan utama dalam sistem pelayanan publik, termasuk di rumah sakit. Inovasi digital seperti Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan APM terhadap efektivitas pelayanan di RSUP Surakarta yang diukur melalui lima indikator, yaitu produktivitas, efisiensi, fleksibilitas, keunggulan, dan kepuasan pasien. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif dengan metode survei, menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan penggunaan APM tergolong mudah (70,5%). Analisis regresi menunjukkan bahwa APM berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelayanan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,536 dan nilai signifikansi 0,000. Kelima indikator efektivitas juga menunjukkan hasil signifikan dengan nilai F hitung > F tabel dan p-value < 0,05. Indikator kepuasan mencatat pengaruh tertinggi, sedangkan produktivitas memiliki nilai pengaruh paling rendah. Dapat disimpulkan bahwa APM memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan efektivitas pelayanan di rumah sakit. Rumah sakit diharapkan dapat terus meningkatkan fasilitas, edukasi penggunaan APM, dan memperluas implementasi teknologi digital lainnya guna menciptakan pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan berkualitas.
Pengaruh Length Of Stay (LOS) Dan Kelas Perawatan Terhadap Diskrepansi Tarif Bpjs Di Rsup Surakarta annora
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 1 (2025): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i1.228

Abstract

Abstrak — Pembiayaan dalam sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam mewujudkan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Di Indonesia, sistem pembayaran berbasis Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs) diterapkan sebagai mekanisme pembiayaan dalam Program JKN. Namun demikian, penerapannya kerap memunculkan ketidaksesuaian antara tarif yang ditetapkan dengan biaya nyata yang dikeluarkan rumah sakit, terutama pada layanan rawat inap. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama rawat inap (Length of Stay/LOS) dan kelas perawatan terhadap diskrepansi tarif BPJS di RSUP Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan menganalisis 1401 dokumen klaim rawat inap pasien BPJS pada triwulan IV tahun 2024 yang dipilih secara purposive. Diskrepansi tarif ditetapkan sebagai variabel dependen, sedangkan LOS dan kelas perawatan menjadi variabel independennya. Hasil analisis statistik melalui uji Wald menunjukkan bahwa LOS memiliki pengaruh signifikan terhadap diskrepansi tarif BPJS (thitung = 78,909 > ttabel = 1,9617; p = 0,000 < 0,05). Sementara itu, kelas perawatan tidak memberikan dampak signifikan (p = 0,673 > 0,05). Hasil tersebut mengindikasikan bahwa lamanya pasien menjalani perawatan merupakan faktor signifikan yang berkontribusi terhadap terjadinya selisih tarif, yang berpotensi memengaruhi efisiensi pengelolaan keuangan rumah sakit Kata kunci – Length Of Stay, Kelas Perawatan, diskrepansi tarif, INA-CBGs
Hubungan Kelengkapan Anamnesa IGD dengan Ketepatan Kode External cause di RSUD Sunan Kalijaga Demak Faizatu Fithriah
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.249

Abstract

Perkembangan transportasi telah memberikan dampak positif terhadap mobilitas dan kualitas hidup, namun hal ini juga menyebabkan peningkatan kejadian kecelakaan lalu lintas. Kesalahan pengkodean eksternal pada rekam medis memegang peranan penting dalam menjamin keakuratan data kesehatan dan kualitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kelengkapan anamnesa di instalasi gawat darurat dengan keakuratan pengkodean penyebab eksternal pada kasus kecelakaan lalu lintas di RSUD Sunan Kalijaga Demak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional . Sebanyak 210 dokumen rekam medis menjadi sampel yang diperoleh melalui teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Fisher Exact . Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 5,7% formulir anamnesis yang lengkap dan 7,6% pengodean penyebab eksternal yang sesuai. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kelengkapan riwayat dengan ketepatan pengodean (p= 0,605). Meskipun tidak ditemukan hubungan secara statistik, penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan prosedur standar operasional (SOP) dalam pengodean dan peningkatan kualitas dokumentasi untuk mendukung keakuratan data dan kualitas pelayanan rumah sakit.
PENGARUH MATA KULIAH KODIFIKASI SISTEM REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN PENYAKIT SISTEM REPRODUKSI WANITA PADA MAHASISWA MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN POLITEKNIK INDONUSA SURAKARTA Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.252

Abstract

Mata kuliah Klasifikasi dan Kodefikasi Penyakit serta Masalah Kesehatan Terkait (KKPMT) pada sistem reproduksi merupakan bagian inti dalam kurikulum mahasiswa Manajemen Informasi Kesehatan. Mata kuliah ini membahas berbagai penyakit sistem reproduksi serta prosedur pengkodeannya berdasarkan standar ICD-10 untuk penyakit dan ICD-9CM untuk tindakan medis. Tujuan: Sebagai mahasiswa yang mempelajari KKPMT sistem reproduksi, mahasiswa diharapkan mampu memahami, menjelaskan, dan mengedukasi mengenai berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, khususnya yang berkaitan dengan wanita.. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari 216 mahasiswa aktif, dengan sampel sebanyak 69 orang yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Form. Analisis data melibatkan uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), yang kemudian dilanjutkan dengan regresi linier sederhana. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,013, yang lebih kecil dari 0,05. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa dalam mata kuliah KKPMT sistem reproduksi dengan pemahaman mereka terhadap penyakit sistem reproduksi wanita.
Analisis Penerapan RME di Poliklinik Reguler Rawat Jalan RSUD Kota Salatiga Menggunakan Metode HOT-Fit Aryawan Eka Syahputra; Wahyu Wijaya Widiyanto; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.255

Abstract

The advancement of information systems requires every health facility to implement Electronic Medical Records (EMR) in accordance with Minister of Health Regulation No. 24 of 2022. Salatiga City Hospital has been using the EMR system since 2023, but obstacles such as system disruptions during peak hours and features that are not relevant to the needs of officers were found.The purpose of this study was to analyze the implementation of EMR in the Regular Outpatient Polyclinic of Salatiga City Hospital based on the Human, Organization, Technology, and Net Benefit (HOT-FIT) approach. This study used a quantitative descriptive method with a purposive sampling technique. With 43 respondents consisting of health workers. Data were collected through questionnaires and in-depth interviews, then analyzed using descriptive statistics. The results showed that the Human aspect had a respondent achievement rate (TCR) of 76.2% in the Good category, but the training aspect was still less than optimal and user satisfaction was not optimal due to technical constraints. The Organization aspect was 74,0% in the Good category, but management support was not optimal. Technology aspect 72.5% in the Good category, indicating a fairly good system even though errors often occur during peak hours, features that are less relevant and the ability of the person in charge is less than optimal. Net Benefit aspect 77.5% in the Good category, but there are still input errors due to human error. The conclusion of this study shows that the implementation of RME is running Well, but improvements are needed in user training and strengthening of technology infrastructure to support the success of the system.
Analisis Geospasial Sebaran Kasus Pneumonia Di Kota Bengkulu Berdasarkan Data Informasi Kesehatan Tahun 2024 A'idah Haniyah Sary; Sinta Novratilova
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.265

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang masih menjadi penyebab utama kematian balita di dunia, termasuk di Indonesia. Kota Bengkulu tercatat memiliki angka kejadian pneumonia yang fluktuatif, dengan estimasi kasus sebanyak 795 pada tahun 2024. Namun, belum terdapat pemetaan spasial secara sistematis untuk menganalisis persebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran spasial kasus pneumonia di Kota Bengkulu menggunakan data rekam medis yang dikelola berdasarkan prinsip manajemen informasi kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis. Data dikumpulkan dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu berupa data register pasien pneumonia tahun 2024. Pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak ArcGIS, analisis autokorelasi spasial Moran’s I, serta overlay dengan data kepadatan penduduk dan sebaran fasilitas pelayanan kesehatan. Sampel diambil secara acak sebanyak 266 kasus menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola dan sebaran kasus pneumonia acak dengan nilai indeks morans’ I sebesar -0,113. Wilayah dengan kasus tertinggi berada di kecamatan padat penduduk. Serta sebaran fasyankes sudah tersebar secara merata setiap kecamatan. Dapat disimpulkan bahwa meskipun terjadi konsentrasi kasus pada wilayah tertentu, distribusinya tidak membentuk cluster. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventuf harus dilakukan secara merata di seluruh kecamatan tanpa fokus wilayah tertentu.
Aanalisis Faktor Penghambat Implementasi Rekam Medis Elektronik di Klinik Pratama Harapan Bunda boyolali Salsabilla Isro'atul Awali'ah; Wahyu Ratri Sukmaningsih; Rizka Licia
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.274

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut berbagai instansi, termasuk sektor kesehatan, untuk terus beradaptasi. Sebagai respons terhadap kemajuan ini, fasilitas pelayanan kesehatan mulai beralih ke sistem rekam medis elektronik sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022. Namun, dalam proses penerapannya, masih ditemukan berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Klinik Pratama Harapan Bunda Boyolali. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek petugas rawat jalan di Klinik Pratama Harapan Bunda Boyolali. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, dianalisis dengan reduksi, triangulasi, penyajian, dan verifikasi. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang menghambat implementasi Rekam Medis Elektronik di Klinik Pratama Harapan Bunda Boyolali. Faktor yang diidentifikasi meliputi man, method, machine, material, dan money. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan petugas, ketersediaan SOP, jaringan internet, dan kendala sistem menjadi penghambat utama, meskipun anggaran untuk pengembangan sudah tersedia.
ANALISIS IMPLEMENTASI SIMRS DI INSTALASI REKAM MEDIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DAHA SEJAHTERA KALIMANTAN SELATAN Rachmat Hidayat
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.280

Abstract

Sistem informasi rumah sakit (SIMRS) merupakan suatu sistem yang terintegrasi berbasis komputer yang dirancang untuk untuk mengelola berbagai aspek operasional dan klinis di rumah sakit. ada 2 (dua) versi SIMRS yang digunakan yaitu versi web dan desktop, tampilan SIMRS versi desktop kurang menarik, pengembangan SIMRS versi web terkendala waktu dan beban kerja petugas IT karena di pagi hari jam pelayanan poli petugas IT merangkap jadi petugas pendaftaran rawat jalan, belum ada SOP penggunaan SIMRS yang baru, update obat di Apotik belum sesuai antara versi desktop dan web sehingga menyulitkan dokter dalam meresep obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis data menggunakan analisis SWOT dengan menganalisis asfek 5 M Man, Money, Method, Machine, and Material . Sampel penelitian 16 orang dari unit tenaga medis dan nonmedis, dengan teknik purposive sampling. Implementasi SIMRS didapat berbagai faktor diantaranya: man 68,75, money 62,5%, method 62,5%, mechine 62,5%, material 62,5%, dan hasil 6. hasil matrik SWOT posisi berada Kuadran 1, dengan hasil analisis IFAS (skor 2,24) dan EFAS (skor 2,15).
Analisis Anjungan Pendaftaran Mandiri Pasien di Rumah Sakit UNS dengan Metode EUCS dan TAM Lina Nur FATIMAH; Sri Wulandari; Wahyu Ratri Sukmaningsih
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i2.281

Abstract

Transformasi digital dalam bidang kesehatan mendorong rumah sakit untuk menggunakan teknologi demi meningkatkan efisiensi layanan. Salah satu inovasi utama adalah Platform Registrasi Mandiri (APM), yang memungkinkan pasien untuk mendaftar sendiriTujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana pasien merasa puas dan menerima APM. di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret dengan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) dan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menerapkan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain potong lintang, melibatkan 400 responden yang diambil melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas, serta dianalisis dengan regresi logistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel tampilan, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Di sisi lain, persepsi kegunaan, sikap, dan niat memberikan pengaruh signifikan terhadap penerimaan pasien terhadap APM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan APM dapat meningkatkan efisiensi layanan dan kepuasan pasien apabila faktor-faktor penting diperhitungkan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk rekomendasi dalam pengembangan layanan digital rumah sakit guna meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pasien.