cover
Contact Name
Nur Evira Anggrainy
Contact Email
nur.bahrain@iain-manado.ac.id
Phone
+6285398951811
Journal Mail Official
jiva.pi@iain-manado.ac.id
Editorial Address
JL. Dr.S.H. Sarundajang Kawasan Ring Road I, Malendeng, Manado 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
ISSN : -     EISSN : 27234363     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/jiva
JIVA: Journal of behavior and mental health adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam. JIVA merupakan kumpulan artikel yang memuat hasil-hasil penelitian maupun buah pikiran yang berdasarkan keilmuan psikologi. Keilmuan psikologi mengkaji tentang perilaku manusia serta hubungan manusia dengan sekitarnya. Oleh karena itu, JIVA hadir sebagai jurnal yang akan meneliti dan mengkaji masalah maupun fenomena yang dihadapi oleh manusia. JIVA menerima tulisan yang mengkaji keilmuan psikologi, dan setiap naskah tulisan yang masuk kepada para editor diminta untuk mengikuti format yang telah ditentukan. Semua naskah yang masuk, telah melalui peer-reviewer sebelum diterbitkan.
Articles 80 Documents
KONSEP DIRI WARIA (FENOMENA WARIA DI AKADEMI PARIWISATA MAKASSAR) Novita Ashari
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i2.1769

Abstract

ABSTRACTThis study aims to describe the self-concept of the transgender and the process of forming the self-concept of the transgender. The data analysis of the research results was carried out qualitatively. The approach used is a phenomenological approach, where the subjects studied are transgender women who study at the Makassar Tourism Academy. The results of the study prove that Subject 1 (NN) and subject 2 (OP) have a negative self-concept because they are unable to position themselves as a whole, being male or female. After all, they can play two genders at once, confusing gender, while 3 (ED) has a positive self-concept because the subject is positive about him.Keywords : self-concept, transgender  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan konsep diri kaum waria dan proses pembentukan konsep diri kaum waria. Analisis data hasil penelitian dilakukan secara kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi, dimana subjek yang diteliti adalah waria yang kuliah di Akademi Pariwisata Makassar. Hasil penelitian membuktikan bahwa Subjek 1 (NN) dan subjek 2 (OP) memiliki konsep diri yang cenderung negatif dikarenakan belum mampu memposisikan diri seutuhnya menjadi laki-laki atau perempuan karena mampu memerankan dua jenis kelamin sekaligus dalam kehidupannya sehingga mengalami kebingungan identitas jenis kelamin, sementara subjek 3 (ED) memiliki konsep diri yang cenderung positif dikarenakan penilaian positif terhadap dirinya.
DAMPAK MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE PADA PENDIDIKAN ISLAM MTs AL MUHAJIRIN MANADO DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ANAK DI ERA COVID-19 Nur’ain Pakaya; Faudzan Azhar Kida; Wirahayu Atas
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v1i2.1393

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the impact of online learning on Islamic education at Madrasah Al Muhajirin Manado in the covid-19 era. This study uses qualitative methods by collecting observation and interview data. The result is the online learning is less effective because several subjects are difficult to understand since every child has psychological and background differences when viewed in terms of student attitudes or behavior. In online learning, the teacher only provides material and assignments, so that the process that occurs is only teaching, while there is no moral education. Besides, several students cannot afford the internet quota to do online learning. So, the conclusion of this research is that method isn't effective.Keywords: Online Learning, Covid-19 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran online pada pendidikan Islam di Madrasah Al Muhajirin Manado pada era covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran online kurang efektif, karena ada beberapa mata pelajaran yang sulit dipahami apalagi melihat setiap anak memiliki latar belakang dan psikologis yang berbeda-beda apabila dilihat dari segi sikap atau perilaku siswa. Dalam pembelajaran online, guru hanya memberikan materi dan tugas, sehingga proses yang terjadi hanya pengajaran saja, sedangkan pendidikan akhlak tidak ada. Selain itu, dari segi ekonomi keluarga, dimana siswa yang tidak mampu membeli kuota internet untuk belajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode ini tidak efektif.Kata Kunci: Pembelajaran Online, Covid-19
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP QUARTER-LIFE CRISIS PADA DEWASA AWAL Alisa Munaya Asrar; Taufani Taufani
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i1.2002

Abstract

ABSTRACTQuarter-life crisis is an emotional crisis that occurs in early adulthood in their 20s marked by worries about the future and pressure to face the realities of life. In this crisis, individuals experience anxiety related to work, career, finances, and interpersonal relationships. Social support from peers is considered quite effective in helping the problems in this crisis. Peer social support can reduce stress, depression, and mental health disorders. This study aims to determine whether there is an influence between peer social support on the quarter-life crisis in early adulthood. This study uses a quantitative approach with regression analysis. The respondents were 143 early adults around 21-35 years old.  The purposive sampling technique was used to determine the sample. The data collection method used a Peer Social Support Scale based on Weiss's theory which was adapted and modified by Inayah in 2015 with 29 valid items (α = 0.888). The Quarter-Life Crisis Scale was prepared by the researcher based on the theory of Robbins & Wilner by modifying the instrument made by Sumartha in 2020 with 47 valid items (α = 0.938). The results of data analysis showed that peer social support had a significant effect on the Quarter-Life Crisis (F=13.744 and p < 0.01) with an effective contribution of 8,9%.Keywords: Peer social support, Quarter-life crisis, Early adulthood ABSTRAKQuarter-life crisis adalah krisis emosional yang terjadi pada dewasa awal yang berusia 20an ditandai dengan kekhawatiran akan masa depan dan tekanan untuk menghadapi realita kehidupan. Pada krisis ini individu akan mengalami cemas berkaitan dengan pekerjaan, karier, finansial, dan hubungan interpersonal. Dukungan sosial dari teman sebaya dianggap cukup efektif untuk membantu permasalahan yang terjadi pada krisis ini. Dukungan sosial teman sebaya dapat mengurangi tingkat stres, depresi, dan gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dukungan sosial teman sebaya berpengaruh terhadap Quarter-Life Crisis pada dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi. Subjek penelitian adalah individu dewasa awal berjumlah 143 orang berusia 21-35 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya berdasarkan teori Weiss yang diadaptasi dan dimodifikasi oleh Inayah tahun 2015 sebanyak 29 item valid (α = 0,888). Skala Quarter-Life Crisis disusun oleh peneliti berdasarkan teori Robbins & Wilner dengan memodifikasi instrumen yang dibuat oleh Sumartha tahun 2020 sebanyak 47 item valid (α = 0,938). Hasil analisis data menunjukkan bahwa dukungan sosial teman sebaya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Quarter-Life Crisis (F= 13,744 dan p < 0,01) dengan sumbangan efektif sebesar 8,9%.Kata kunci: Dukungan sosial teman sebaya, Quarter-life crisis, Dewasa awal
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN KECENDERUNGAN MENJADI OBJEK PERUNDUNGAN PADA SISWA BERASRAMA Zhafira Mardhatillah Maulia; Basti Tetteng; Andi Nasrawaty Hamid
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1523

Abstract

ABSTRACTBullying is one form of delinquency that is often found among adolescents, especially in schools. Bullying is an act that intimidates objects that are considered weaker. Individuals less assertive and not assertive tend to be objects of bully. Assertive behavior is expressing self directly, honestly, positively to fight for personal rights without neglecting the rights of others to meet needs or express feelings without anxiety. This study aims to look at the relationship between assertive behavior and the tendency to be objects of bully to boarding students. The method used in this research is quantitative. The respondents of this study were 205 teenage students, 12-17 years old from boarding schools A and high school B. The analysis technique used in this study was the Spearman rank correlation. The results showed that there was a negative relationship between assertive behavior with a tendency to be the object of bully in boarding students (p = -0.22 r = 0.002). This means that the higher assertive behavior, the lower tendency to be object of bully in boarding students. The results of this study an evaluation for adolescents to develop assertive behavior to avoid bullying and as a basis for schools and adolescent environments for bullying prevention program. Keywords: objects of bullying, assertive behavior, boarding student ABSTRAKPerundungan merupakan salah satu bentuk kenakalan yang kerap ditemukan dikalangan remaja terutama di sekolah. Perundungan merupakan tindakan yang dengan sengaja mengintimidasi objek yang dianggap lebih lemah. Individu yang kurang tegas dan tidak asertif cenderung menjadi objek perundungan. Perilaku asertif merupakan tindakan mengekpresikan diri secara langsung, jujur, positif dan tegas untuk memperjuangkan hak pribadi tanpa mengabaikan hak orang lain untuk memenuhi kebutuhan atau mengungkapkan perasaan tanpa mengalami kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi objek perundungan pada siswa berasrama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Responden penelitian ini adalah 205 siswa usia remaja yakni 12-17 tahun dari sekolah berasrama pesantren A dan SMA B. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi objek perundungan pada siswa berasrama (p= -0,22 r=0,002). Artinya semakin tinggi perilaku asertif maka semakin rendah kecenderungan menjadi objek perundungan pada siswa berasrama. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi remaja agar lebih mengembangkan perilaku asertif untuk menghindari terjadinya perundungan serta sebagai dasar bagi sekolah dan lingkungan remaja untuk membuat program pencegahan terjadinya perundungan. Kata Kunci: objek perundungan, perilaku asertif, siswa berasrama
GAMBARAN KEPEDULIAN ORANG TUA PADA ANAK PENYANDANG RETARDASI MENTAL Lailatul Badriyah; Nia Putri Pebrianti; Wulandari Wulandari
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v1i1.1172

Abstract

ABSTRACTThis study aims to provide a specific and in-depth overview of the conditions or obstacles experienced by individuals with mental retardation as well as forms of caring and the role of parents in the development of children's intelligence. This research was conducted at the end of March to April 2020 using a qualitative approach with the type of case study and the subjects in this study were 2 people. The instrument used to obtain data was the interview method, filling out the Checklist for Problems (DCM), and direct observation. The results of this study explain that subjects who bear mental retardation have the highest problems in the social field and school curriculum adjustments, and the role and care of parents who are devoted to the maximum can help clients to overcome these obstacles and live their daily lives.Keywords: parental role, mental retardation ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara spesifik dan mendalam mengenai kondisi atau hambatan-hambatan yang dialami individu penyandang retardasi mental serta bentuk kepedulian dan peran orang tua pada pengembangan intelegensi anak. Penelitian ini dilaksanakan akhir Maret hingga April 2020 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus (cause study) dan subjek pada penelitian ini berjumlah 2 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah metode wawancara, pengisian Daftar Cek Masalah (DCM), serta pengamatan langsung. Hasil pada penelitian ini menjelaskan bahwa subjek yang menyandang retardasi mental memiliki permasalahan tertinggi pada bidang sosial dan penyesuaian kurikulum sekolah, dan peran serta kepedulian orang tua yang dicurahkan secara maksimal mampu membantu subjek untuk mengatasi hambatan tersebut serta menjalani kehidupan sehari-harinya.Kata kunci: peran orang tua, retardasi mental
RESTRUKTURISASI KOGNITIF UNTUK MENANGANI POLA PIKIR NEGATIF PADA REMAJA Intan Ratnasari; Tatik Meiyuntariningsih
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i1.2032

Abstract

ABSTRACTTeenagers feel they do not get good treatment from their fathers. Teenagers tend to get authoritarian parenting from their fathers. His father's authoritarian behavior makes teenagers feel uncomfortable with the situation at home. Their irrational thinking causes clients to seek comfort outside the home by smoking. This study aims to help clients to get positive problem focused coping strategies. This study uses a single case experiment research method with A-B design which aims to examine in depth the provision of an intervention. The method used in this research is purposive sampling method, therefore based on a single case experimental design, the subject of this study is a 15 year old teenager. The assessments carried out were observation, interviews, graphics, WISC and Forer. The intervention process was carried out for 8 sessions. The intervention technique used cognitive reconstructive techniques. After the intervention process of 8 sessions in 17 days showed that there was an increase, the client still thought that meeting his father would be scolded and beaten so that the client tried to change negative thoughts into positive by doing positive activities. Clients can find coping strategies by cooking, watching tv (life stories and playing football when having negative thoughts towards his father. Clients are quite able to cope and get used to new activities.Keywords: Negative thought patterns, cognitive restructuring, adolescents. ABSTRAKRemaja merasa tidak mendapatkan perlakuan yang baik dari ayahnya. Remaja cenderung mendapatkan pola asuh otoriter dari ayahnya. Perilaku ayahnya yang otoriter membuat remaja merasa tidak nyaman dengan situasi dirumahnya. Pemikiran irasional yang dimiliki menyebabkan remaja mencari kenyamanan diluar rumah dengan cara merokok. Penelitian ini bertujuan untuk membantu remaja untuk mendapatkan problem focused strategi coping yang positif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian single case experiment dengan A-B design yang bertujuan mengkaji secara mendalam pemberian sebuah intervensi. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode purposive sampling oleh sebab itu berdasarkan rancangan eksperiman kasus tunggal subjek dari penelitian ini adalah remaja yang berusia 15 tahun. Asesmen yang dilakukan adalah observasi, wawancara, grafis, WISC dan Forer. Proses intervensi yang dilaksanakan selama 8 sesi. Teknik intervensi menggunakan teknik rekonstrukturing kognitif. Setelah proses intervensi sebanyak 8 sesi dalam 17 hari menunjukan bahwa adanya peningkatan, remaja  masih berpikir bertemu ayah akan dimarahi dan dipukul sehingga remaja mencoba untuk mengubah pemikiran negatif menjadi positif dengan cara melakukan kegiatan yang positif. Remaja dapat menemukan strategi coping dengan cara memasak, menonton tv (kisah kehidupan dan bermain sepak bola ketika memiliki pemikiran negatif terhadap ayahnya. Remaja cukup mampu untuk mengatasi dan mulai terbiasa dengan aktivitas baru. Kata Kunci: Pola pikir negatif, restrukturisasi kognitif, remaja
POLA PENANGANAN PERILAKU BULLYING PADA SEKOLAH DASAR Zulkifli Mansyur
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i2.1770

Abstract

ABSTRACTThis study aims to look at bullying behavior that occurs in elementary schools and how the pattern of handling it by the parties involved in it. This study uses a descriptive quantitative approach. Each variable uses a measuring instrument in the form of a scale made for each variable. The age level and background of the subject will also be the limitations that will be carried out in taking information. This study involved 75 students who were sampled from grades 4 to 6. Bullying behavior that occurred in elementary schools was still dominated by physical bullying (48.56%), followed by verbal bullying (26.28%), ostracism (12.10%), cyberbullying (5.2%), and sexual harassment (7.05%). Bullying behavior is only considered normal delinquent behavior so that no serious action is taken by the school, especially teachers so that there is no specific handling of bullyingKeywords: Bullying, Elementary school  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku bullying yang terjadi di sekolah dasar dan bagaimana pola penanganannya oleh pihak yang terkait didalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Masing-masing variabel menggunakan alat ukur berupa skala yang dibuat untuk masing-masing variabel. Tingkatan umur dan latar belakang subjek juga akan menjadi batasan-batasan yang akan dilakukan dalam pengambilan keterangan. Penelitian ini melibatkan 75 orang siswa yang di ambil sampel dari kelas 4 sampai 6. Perilaku perundungan yang terjadi pada sekolah dasar masih di dominasi oleh perundungan fisik (48,56%), kemudian di ikuti perundungan verbal (26,28%), tindakan pengucilan (12,10%), perundungan di dunia maya (5,2%) dan penindasan seksual (7,05%). Perilaku perundungan hanya di anggap perilaku kenakalan biasa saja sehingga tidak ada tindakan serius yang di ambil oleh pihak sekolah khususnya guru sehingga tidak ada penanganan yang spesifik tentang perundunganKata Kunci : Bullying, Sekolah dasar
DAMPAK PHYSICAL DISTANCING TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL PEMUDA Mirnawati A. Mauludu
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v1i2.1394

Abstract

ABSTRACTThis research aims to study the impact of physical distancing on the youth's social abilities. This research using a qualitative approach by observation, interviews, and documentation to data collects. This study involved those who participated in youth organizations (PMRD) in Sindulang Satu Lingkungan I Village, Tuminting District, Manado City. The results show that the physical distancing on the youth's social abilities is that they do not get obstacles to communicating and educating the public regarding Covid-19 by utilizing social media. In terms of social interaction, there is still a lack of youth interest in participating in youth organizations (PRMD), whether there is physical distancing or not. Regarding youth socialization (PRMD), it has an active role in minimizing the spread of Covid-19 by distributing free masks to the public and collaborating with the Ansor Youth to spray disinfectant liquid in the Darussalam Sindulang I Mosque environment.Keywords: Impact, Physical Distancing, Covid-19, Social Ability, Youth. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak physical distancing terhadap kemampuan sosial pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan pemuda yang ikut serta dalam organisasi kepemudaan (PMRD) di Kelurahan Sindulang Satu Lingkungan I Kecamatan Tuminting Kota Manado. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa physical distancing tidak menghalangi kemampuan sosial pemuda di Kelurahan Sindulang Satu Lingkungan I Kecamatan Tuminting Kota Manado untuk berkomunikasi dan mengedukasi masyarakat terkait Covid-19 dengan memanfaatkan media sosial. Dalam hal interaksi sosial masih kurangnya minat pemuda untuk ikut serta dalam organisasi kepemudaan (PRMD) baik ada atau tidaknya pemberlakuan physical distancing. Terkait dengan sosialisasi pemuda (PRMD) sangat berperan aktif dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat dan bekerjasama dengan Pemuda Ansor untuk penyemprotan cairan desinfektan di lingkungan Masjid Darussalam Sindulang I.Kata Kunci: Dampak, Physical Distancing, Covid-19, Kemampuan Sosial, Pemuda.
EXPRESSIVE WRITING DAN KEMAMPUAN REGULASI EMOSI NARAPIDANA REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK Amatul Firdausya Achmad Nur; Sitti Murdiana; Ahmad Ridfah
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2214

Abstract

ABSTRACTJuvenile inmates who are in prison or coaching institutions do not have a place to express their emotions or feelings, cannot explore, channel their hobbies, and share their feelings while being inmates, so they tend to hide their emotions. Expressive writing is expected to be a place for juvenile prisoners to express their emotions. This study aims to determine the effect of expressive writing in improving emotional abilities in adolescents. This study used the one-group pretest-posttest design experimental research design. The participants in this study were 5 male juvenile inmates aged 19-21 years with maladaptive emotion regulation. The measuring instrument used in this study is the Difficulties of Emotion Regulation Scale 18 (DERS-18) which has been adapted into Indonesian, where the lower the DERS-18 score, the better emotion regulation. The data analysis technique used the Wilcoxon test. The results showed that expressive writing had an effect on improving the emotional regulation ability of adolescents in LPKA Class II Maros (ρ=0.0215) with a mean pretest value of 53.60 and a mean posttest of 38.40.? The implication of this research is that expressive writing can be used as a forum to improve the emotional regulation ability of juvenile prisoners.ABSTRAKNarapidana remaja yang berada di penjara ataupun lembaga pembinaan tidak memiliki wadah untuk meluapkan emosi atau perasaan yang dirasakan, tidak dapat mengeksplor, menyalurkan hobinya, dan menceritakan perasaannya selama menjadi narapidana, sehingga cenderung menyembunyikan emosi yang? dirasakan. Expressive writing diharapkan dapat menjadi wadah bagi narapidana remaja untuk meluapkan emosinya. Penelitian ini bertujuan untuk? mengetahui pengaruh expressive writing dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada narapidana remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen the one-group pretestt-posttest design. Partisipan dalam penelitian ini adalah 5 narapidana remaja laki-laki berusia 19-21 tahun dengan regulasi emosi yang maladaptif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Difficulties of Emotion Regulation Scale 18 (DERS-18) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia, dimana semakin rendah skor DERS-18, maka regulasi emosi semakin baik. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa expressive writing berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi narapidana remaja di LPKA Kelas II Maros (ρ=0,0215) dengan nilai mean pretest 53,60 dan mean posttest 38,40. Implikasi dari penelitian ini adalah expressive writing dapat digunakan sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi narapidana remaja.
HUBUNGAN ANTARA BIG FIVE PERSONALITY DENGAN AGRESIVITAS PADA REMAJA AKHIR PENGGUNA GAME ONLINE MOBILE LEGEND BANG BANG Siti Khafizah; Andi Tenri Faradiba; M. Ramadhana Reksoprodjo
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2171

Abstract

ABSTRACTThis study aims to examine the relationship between Big Five Personality and Aggressiveness in late adolescents who use the online mobile game legend bang bang. This study used a quantitative method with respondents of as many as 186 teenagers using the online mobile game legend bang bang in Jakarta who were selected through purposive sampling. The measurement instrument uses the short of big five inventory-2 (BFI-2-S) to measure the big five personality variables and the aggression questionnaire (AQ) to measure aggressive behavior variables. The analysis technique of this research is Pearson Product Moment Correlation. The results of the analysis of the conscientiousness variable with aggressiveness showed a negative direction obtained from r -0.045 p = 0.000 (p <0.05), then the agreeableness variable with aggressiveness showed a negative direction obtained from r -0.261 p = 0.000 (p <0.05 ). Furthermore, the negative emotion variable with aggressiveness shows a positive direction obtained from r 0.442 p = 0.000 (p <0.05), which means that the personality type of caution, aggression, and negative emotions is significantly related to adolescent aggressiveness when playing the online mobile legend bang game bang. Meanwhile, there is no significant relationship between extraversion and open-mindedness personality types with aggressive behavior.?ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Big Five Personality dengan agresivitas pada remaja akhir pengguna game online mobile legend bang bang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden sebanyak 186 remaja pengguna game online mobile legend bang bang di Jakarta yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen pengukuran menggunakan alat ukur short of big five inventory-2 (BFI-2-S) untuk mengukur variabel big five personality dan alat ukur agresivitas the aggression questionnaire (AQ) untuk mengukur variabel perilaku agresivitas. Teknik analisis penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlation. Hasil analisis variabel conscientiousness dengan agresivitas menunjukan arah negatif yang peroleh dari r -0.045 p = 0.000 (p < 0,05), kemudian variabel agreeableness dengan agresivitas menunjukan arah yang negatif yang diperoleh dari r -0.261 p = 0.000 (p < 0,05). Selanjutnya variabel negatitive emotionality dengan agresivitas menunjukan arah positif yang diperoleh dari r 0.442 p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti tipe kepribadian conscientiouness, agreeableness dan negative emotionality secara signifikan berhubungan kepada agresivitas remaja saat bermain game online mobile legend bang bang. Sedangkan antara tipe kepribadian extraversion dan open-mindedness tidak memiliki hubungan secara signifikan dengan perilaku agresivitas.