cover
Contact Name
Nur Evira Anggrainy
Contact Email
nur.bahrain@iain-manado.ac.id
Phone
+6285398951811
Journal Mail Official
jiva.pi@iain-manado.ac.id
Editorial Address
JL. Dr.S.H. Sarundajang Kawasan Ring Road I, Malendeng, Manado 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
ISSN : -     EISSN : 27234363     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/jiva
JIVA: Journal of behavior and mental health adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam. JIVA merupakan kumpulan artikel yang memuat hasil-hasil penelitian maupun buah pikiran yang berdasarkan keilmuan psikologi. Keilmuan psikologi mengkaji tentang perilaku manusia serta hubungan manusia dengan sekitarnya. Oleh karena itu, JIVA hadir sebagai jurnal yang akan meneliti dan mengkaji masalah maupun fenomena yang dihadapi oleh manusia. JIVA menerima tulisan yang mengkaji keilmuan psikologi, dan setiap naskah tulisan yang masuk kepada para editor diminta untuk mengikuti format yang telah ditentukan. Semua naskah yang masuk, telah melalui peer-reviewer sebelum diterbitkan.
Articles 67 Documents
REGULASI DIRI DAN COPING STRESS PADA SISWA Sisilia Laya; Mastang Ambo Baba; Siti Aisa
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2215

Abstract

ABSTRACTThe COVID-19 pandemic is a time that requires students to adapt to new study habits. Students who usually study offline are required to study online. This habit shift causes students to be able to regulate their learning patterns. Students who study online have more workloads than those who study offline. This model causes students to experience learning stress and overcome this. Students must be able to manage their learning and also be able to cope with the stress experienced during online schooling. This study aims to determine how much self-regulation can predict coping with stress. Self-regulation is a process carried out by individuals in determining their actions, achievements, and targets, evaluate achievements or targets and give rewards for what they have achieved. Coping stress is an effort individuals make to overcome and minimize stressful situations. This study uses quantitative research methods that are associative. The research subject was high school students in class X who were experiencing stress while studying online, totaling 147 students. The data collection technique used a self-regulation scale of 24 items and a questionnaire on a stress-coping scale with 23 items. The data analysis results showed a correlation of 0.638 with F = 255.206 and p = 0.000 (p < 0.05), which means that self-regulation is positively and significantly correlated with stress coping. The regression analysis results also show an R Square score of 0.638, meaning self-regulation can predict coping stress by 63.8%.ABSTRAKMasa pendemik covid-19 merupakan masa yang mengharuskan siswa untuk beradaptasi dengan kebiasaan belajar yang baru. Siswa yang biasanya belajar luring diharuskan untuk belajar daring. Peralihan kebiasaan ini mengakibatkan siswa harus bisa mengatur pola belajarnya. Siswa yang belajar daring memiliki beban kerja lebih dibandingkan belajar luring. Hal ini mengakibatkan siswa mengalami stres belajar dan untuk mengatasi hal tersebut siswa harus bisa mengatur belajarnya dan juga bisa mengatasi stres yang dialami selama sekolah daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar regulasi diri dapat memprediksi coping stress. Regulasi diri adalah suatu proses yang dilakukan individu dalam menentukan aksi mereka sendiri, pencapainnya, targetnya, mengevaluasi pencapaian atau target serta memberikan penghargaan atas apa yang mereka capai. Coping stressadalah suatu upaya yang dilakukan oleh individu dalam mengatasi serta meminimalisir situasi yang penuh akan tekanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif. Subjek penelitian adalah siswa SMA kelas X yang sedang mengalami stres pada saat belajar daring berjumlah 147 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri yang berjumlah 24 aitem dan kuesioner skala coping stress berjumlah 23 aitem. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi sebesar 0,638 dengan F = 255,206 dan p = 0,000 (p < 0,05)? yang artinya regulasi diri berkorelasi positif dan signifikan dengan coping stres. Hasil analisis regresi juga menunjukkan skor R Square sebesar 0,638, artinya regulasi diri dapat memprediksi coping stress sebesar 63,8%.
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN NARSISME NON PATOLOGIS DENGAN KECANDUAN SITUS JEJARING SOSIAL PADA MAHASISWA PENGGUNA TIKTOK Zahra Fitria Tjepsukarsan; Andi Tenri Faradiba; Andri Setia Dharma
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2172

Abstract

ABSTRACTThe presence of technology with various features is an active role to fulfill human needs, especially in adolescents. Adolescents have a superior ability to use technology. They are often found to use the internet excessively to access social networking sites. The uncontrolled use of social networks will make adolescents fall into a social networking sites addiction phenomenon. The development of addictive behavior in adolescents is assumed to have a relationship with personality factors. Therefore, this study aims to examine the relationship between non-pathological narcissistic personality and social networking sites addiction in adolescents. The participants involved in this study were 135 university students using TikTok who were selected using a purposive sampling technique and the data collection technique was carried out by distributing. The results of the correlation analysis showed that there was no significant relationship between narcissistic personality and social networking sites addiction in adolescent TikTok users. ?ABSTRAKKehadiran teknologi dengan berbagai macam fiturnya kini berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan manusia, terutama pada kelompok remaja. Remaja memiliki kemampuan yang lebih unggul dalam menggunakan teknologi. Namun, remaja seringkali didapati menggunakan internet secara berlebihan untuk mengakses situs jejaring sosial. Penggunaan jejaring sosial yang tidak terkontrol tersebut akan membuat remaja terjatuh pada kondisi kecanduan jejaring sosial. Pengembangan perilaku kecanduan pada remaja diasumsikan memiliki hubungan dengan faktor kepribadian. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepribadian narsisme non patologis dengan kecanduan situs jejaring sosial pada mahasiswa di DKI Jakarta. Responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 135 mahasiswa pengguna TikTok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan teknik pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepribadian narsisme dengan kecanduan jejaring sosial pada remaja pengguna TikTok.
STRATEGI COPING PADA PASIEN POSITIF COVID-19 PASCA DINYATAKAN SEMBUH Andi Nursafirah Mutmainnah; Musdalifah Dachrud; Musafar Musafar
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2212

Abstract

ABSTRACTWhen individuals suffer from COVID-19, they have to be isolated in order to contain the disease from spreading widely. Facing days as COVID-19 patients is not an easy thing for them. There are numerous stress sources they experience during isolation time. To face this stress, patients could use a coping strategy that is suitable for the problems they experience. The study aims to find out what are the coping strategies of these patients until they recover. The method of this study is a descriptive qualitative approach to describe the coping strategies of COVID-19 patients during their isolation. The data collection techniques were observation, interview, and documentation. The data analysis technique in this study was data reduction, display, and drawing conclusions. The result of this study indicated that each individual had different coping strategies. However, the most used coping strategy by COVID-19 patients is escape avoidance in which the patients shift their minds to the activities they like.?ABSTRAKSaat individu terpapar COVID-19, mereka harus menjalani isolasi untuk mencegah penyebaran lebih luas. Menghadapi hari-hari sebagai pasien COVID-19 tidaklah mudah bagi mereka. Ada banyak sumber stres yang dirasakan oleh pasien positif COVID-19 saat mereka menjalani isolasi. Untuk menghadapi stres tersebut, pasien dapat menggunakan strategi coping yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dialami tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi coping pasien positif COVID-19 hingga mereka mencapai kesembuhan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan bagaimana strategi coping pasien COVID-19 saat menjalani isolasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Metode pengumpulan data penelitian adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap individu memiliki strategi coping yang berbeda-beda. Namun, strategi coping yang paling banyak dilakukan oleh pasien COVID-19 adalah escape avoidance yaitu dengan mencoba mengalihkan pikiran mereka dengan aktivitas-aktivitas yang mereka gemari.
HUBUNGAN ANTARA PERFEKSIONISME DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA Warsito Leha; Ahmad Razak; Ahmad Ridfah
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i2.2213

Abstract

ABSTRACTStudents generally have a targeted achievement standard. Related to the setting of these standards, some students want high standards of achievement or perfectionism. This can lead to pressure and lead academic stress. This study aims to determine the relationship between perfectionism and academic stress in Makassar State University students. Participants in this study were 150 students at Makassar State University using an accidental sampling technique. The measuring instrument used in this research is the perfectionism scale and the academic stress scale. Analysis of the data used in this research is Spearman rho correlation which is processed using SPSS 24.0 for windows. The results of this study indicate that there is a significant relationship between perfectionism and academic stress in Makassar State University students with p = 0.001 (<0.01). This research implies that it can be an illustration of perfectionism with academic stress on students at Makassar State University.?ABSTRAKMahasiswa pada umumnya memiliki standar pencapaian yang ditargetkan. Terkait dengan penetapan standar tersebut, terdapat mahasiswa yang menginginkan standar pencapaian yang tinggi atau perfeksionisme. Hal inilah yang dapat memunculkan tekanan dan berujung pada stres akademik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengungkap hubungan antara perfeksionisme dan stres akademik mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Sebanyak 150 orang yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling sebagai responden. Skala perfeksionisme dan skala stres akademik adalah alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Spearman rho yang diolah menggunakan SPSS 24.0 for windows. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara perfeksionisme dan stres akademik pada mahasiswa Universitas Negeri Makassar dengan nilai p=0,001 (<0,01). Implikasi dalam penelitian ini adalah dapat menjadi gambaran mengenai perfeksionisme dengan stres akademik pada mahasiswa di Universitas Negeri Makassar.
APAKAH KECEMASAN MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN ORIENTASI MASA DEPAN MAHASISWA? Aris Soleman
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2396

Abstract

ABSTRACTMental health problems can happen to anyone, especially students. They can experience anxiety while studying and planning their future orientation. Especially early-semester students who were affected by the covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the relationship between anxiety and the future orientation of students. This study uses a quantitative approach using Pearson Product Moment Correlation analysis. The subjects of this study were 150 students in Manado and Tomohon City using the Quota Sampling technique. The measurement tools used are the Beck Anxiety Inventory (BAI) and the Future Orientation Scale. The results showed that there was no correlation between anxiety and students' future orientation with a value of r = 0.073 and p = 0.368 > 0.05.Keywords: Anxiety, Future Orientation, Students ABSTRAKPermasalahan kesehatan mental dapat terjadi pada siapa saja khususnya mahasiswa. Mereka dapat mengalami kecemasan selama belajar dan merencanakan orientasi masa depannya. Apalagi mahasiswa semester awal yang terkena dampak pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan orientasi masa depan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis Pearson Product Moment Correlation. Subjek penelitian ini adalah 150 orang mahasiswa di Kota Manado dan Tomohon dengan menggunakan teknik Quota Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Beck Anxiety Inventory (BAI) dan Skala Orientasi Masa Depan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi antara kecemasan dengan orientasi masa depan mahasiswa dengan nilai r = 0,073 dan p = 0,368 > 0,05.Kata Kunci: Kecemasan, Orientasi Masa Depan, Mahasiswa
SEFL-CONTROL NARAPIDANA REMAJA Siti Aisa; Lukna Ahmad
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2398

Abstract

ABSTRACTThe phenomenon of criminal behavior was doing by adolescents is the basis of this research. This study aims to determine how much the level of self-control in juvenile prisoners. This study used a quantitative approach with descriptive statistical analysis. This study was held at the Special Guidance Institution for Children Class II X City. Self-control was measured using a scale. This study involved 42 research subjects aged 15-18 years. The results showed that 38.1% of juvenile prisoners had low self-control, 42.9% had moderate self-control, and 19% had high self-control.Keywords: Adolescent, Self-control ABSTRAKFenomena perilaku kriminal yang dilakukan oleh remaja menjadi dasar dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar tingkat self-control pada narapidana remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota X. Self-control diukur dengan menggunakan skala. Penelitian ini melibatkan 42 subjek penelitian yang berusia 15-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,1% narapidana remaja memiliki self-control rendah, 42,9% memiliki self-control sedang dan 19% memiliki self-control tinggi.Kata Kunci: Remaja, Self-control
PENGARUH REGULASI EMOSI DAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA TERHADAP RESILIENSI AKADEMIK SISWA Ananda Putri; Nefi Darmayanti; Asih Menanti
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2528

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of emotional regulation and family social support on student academic resilience at MAS Raudhatul Akmal. The subjects in this study were 113 students. Methods of data collection using simple random sampling technique. Academic resilience is measured by a scale of aspects of academic resilience according to Cassidy there are 18 valid items and emotional regulation is measured by a scale of aspects of emotional regulation according to Gross, J.J. & Thompson there are 13 valid items, while family social support is measured by a scale of aspects of family social support according to House there are 28 valid items. Data analysis with multiple regression. The results showed that there was an effect of emotional regulation and family social support on academic resilience with an F count of 19,207. Multiple regression test results 0.000<0.05, and R2 = 0.259. There is an effect of family social support on academic resilience of rx2y 0.333 with p<0.05, and multiple regression test 0.027<0.05. There is an effect of emotional regulation on academic resilience with an rx1y value of 0.474 with p<0.05, as well as a multiple regression test with a result of 0.000<0.05.Keywords: Emotion Regulation, Family Social Support, Academic Resilience  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi dan dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi akademik siswa di MAS Raudhatul Akmal Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Subjek dalam penelitian ini 113 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan teknik simple random sampling. Resiliensi akademik diukur dengan skala aspek-aspek resiliensi akademik menurut Cassidy ada 18 item valid dan regulasi emosi diukur dengan skala aspek-aspek regulasi emosi menurut Gross, J.J. & Thompson ada 13 item valid, sedangkan dukungan sosial keluarga diukur dengan skala aspek-aspek dukungan sosial keluarga menurut House ada 28 item valid. Analisa data dengan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh regulasi emosi dan dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi akademik dengan nilai F hitung 19.207. Hasil uji regresi berganda 0,000 < 0,05, dan R2 = 0,259. Ada pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi akademik sebesar rx2y 0.333 dengan p < 0.05, serta uji regresi berganda 0,027 < 0,05. Ada pengaruh regulasi emosi terhadap resiliensi akademik bernilai rx1ysebesar 0.474 dengan p < 0.05, serta uji regresi berganda dengan hasil 0,000 < 0,05.Kata Kunci: Regulasi Emosi, Dukungan Sosial Keluarga, Resiliensi Akademik
KEPUTUSAN DONASI ONLINE DITINJAU DARI PENGARUH TRUST DAN PERSEPSI RISIKO Khairani Zikrinawati; Falikhal Isrounnastiti; Nurul Aiyuda
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2533

Abstract

ABSTRACTDonation fundraising is considered as one of the strategies to support the achievement of the Sustainability Development Goals (SDGs). The number of digital donations in Indonesia is also growing. According to the World Giving Index survey, Indonesia is the most generous country. On the other hand, the issue of misappropriation of funds from a donation management institution that is quite popular in Indonesia has arisen, which can influence people's decisions to donate. This study aims to empirically examine the effect of trust and perceived risk on donation decisions. The data collection tools used are the donation decision scale, trust scale, and risk perception scale. The study used simple and multiple regression analysis techniques to see the effect partially and simultaneously. The results showed that there was an influence of trust on donation decisions (p 0.000 <0.05). Perceived risk also influences the decision to donate (p 0.000 < 0.05). Simultaneously trust and perceived risk influence the decision to donate (p 0.000 <0.05) with R Square 0.361. This shows that trust and perceived risk together can influence the decision to donate by 36.1%. Transparency of reports from donation management institutions is urgently needed to increase trust and reduce public risk perceptions, to increase the number of donations.Keywords: Donation decision, trust, perceived riskABSTRAKPenggalangan dana donasi dianggap sebagai salah satu strategi untuk menunjang pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs). Angka donasi digital di Indonesia juga kian bertumbuh. Bahkan menurut survey World Giving Index, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling dermawan. Di sisi lain, muncul isu penyelewengan dana dari salah satu lembaga pengelola donasi yang cukup populer di Indonesia, sehingga dapat mempengaruhi keputusan masyarakat untuk berdonasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh trust (kepercayaan) dan persepsi risiko terhadap keputusan donasi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala keputusan donasi, skala trust, dan skala persepsi risiko. Penelitian menggunakan teknik analisis regresi sederhana dan berganda, untuk melihat pengaruh secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh trust terhadap keputusan donasi (p 0.000 < 0.05). Persepsi risiko juga berpengaruh terhadap keputusan donasi (p 0.000 < 0.05). Secara simultan trust dan persepsi risiko berpengaruh terhadap keputusan donasi (p 0.000 < 0.05) dengan R Square 0.361 Hal ini menunjukkan bahwa trust dan persepsi risiko secara bersama-sama dapat mempengaruhi keputusan donasi sebesar 36.1%. Transparansi laporan dari lembaga pengelola donasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan dan menurunkan persepsi risiko publik, sehingga angka donasi dapat terus meningkat.Kata Kunci: Keputusan donasi, trust, persepsi risiko
RESILIENSI REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA Edi Gunawan; Rindiani Maramis
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2529

Abstract

ABSTRACTParental divorce has an impact on the development of children's resilience abilities. Resilience skills are important for teenagers to have because it help them to rise up and make important efforts to solve problems whenever they experience adversity. This study aims to determine the impact of parental divorce and how the resilience of adolescent victims. This research use qualitative methods with a case study approach to describe how the resilience of adolescent victims towards parental divorce. The research data collection techniques are by observation, interview and documentation. this research uses Reivech and Shatte's resilience theory, namely: such as emotional regulation, impulse control, optimism, analysis of the causes, empathy, self-efficacy and finding solutions. The results of the study show that each individual has an impact of parental divorce, and has different resilience abilities from each aspect.Keywords: Resilience, Divorce Victims, Adolescent ABSTRAKPerceraian orang tua memberikan dampak terhadap perkembangan kemampuan resiliensi anak. Kemampuan resiliensi penting dimiliki oleh remaja karena saat mereka mengalami keterpurukan dapat bangkit dan melakukan upaya yang penting dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian orang tua dan bagaimana resiliensi remaja korban perceraian orang tua. Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggambarkan bagaimana resiliensi remaja korban perceraian orang tua. Metode pengambilan data penelitian adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. dalam penelitian ini menggunakan teori resiliensi Reivech and Shatte, yaitu: regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri dan menemukan jalan keluar. Hasil penelitian bahwa setiap individu terdapat dampak dari perceraian orang tua, dan memiliki kemampuan resiliensi yang berbeda dari tiap aspeknya.Kata Kunci: Resiliensi, Korban Perceraian, Remaja
PROBLEMATIKA STRES AKADEMIK MAHASISWA TAHUN PERTAMA: BAGAIMANA KETERHUBUNGANNYA DENGAN KONSEP DIRI? Anetha Ferderika Juniasi; Arthur Huwae
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2530

Abstract

ABSTRACTBeing a student is the most dreamed-of thing, especially for first-year students who have just entered the world of lectures. However, when living life in the world of lectures it is not uncommon to find difficulties in the process. These obstacles make students tend to experience stress. The stress experienced by these students is certainly influenced by a variety of different stressors. Therefore, this study aims to determine the correlation between self-concept and academic stress of first-year students at UKSW. In the study, a correlational quantitative method was used. A total of 302 first-year students at UKSW became participants using the incidental sampling technique. Data collection used Self Concept Scale (α = 0.894) and Academic Stress Scale (α = 0.900). The results prove that the hypothesis is rejected, meaning that self-concept is not significantly negatively related to the academic stress of first-year students at UKSW.Keywords: Self-Concept, Academic Stress, First-year Students.  ABSTRAKMenjadi mahasiswa adalah hal yang paling diimpikan khususnya bagi mahasiswa tahun pertama yang baru memasuki dunia perkuliahan. Namun, ketika menjalani kehidupan di dunia perkuliahan tidak jarang ditemukan kesulitan dalam prosesnya. Hambatan tersebut membuat mahasiswa cenderung rentang mengalami stres. Stres yang dialami mahasiswa tersebut tentunya dipengaruhi oleh berbagai macam stressor yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara konsep diri dengan stres akademik mahasiswa tahun pertama di UKSW. Pada penelitian, menggunakan metode kuantitatif korelasional. Sebanyak 302 orang mahasiswa tahun pertama di UKSW yang menjadi pastisipan dengan menggunakan teknik insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Self Concept Scale (α = 0,894) dan Academic Stress  Scale (α = 0,900). Hasil penelitian membuktikan bahwa hipotesis ditolak, artinya konsep diri tidak berhubungan negatif signifikan dengan stres akademik mahasiswa tahun pertama di UKSW.Kata Kunci : Konsep Diri, Stres Akademik, Mahasiswa tahun pertama.