cover
Contact Name
Nur Evira Anggrainy
Contact Email
nur.bahrain@iain-manado.ac.id
Phone
+6285398951811
Journal Mail Official
jiva.pi@iain-manado.ac.id
Editorial Address
JL. Dr.S.H. Sarundajang Kawasan Ring Road I, Malendeng, Manado 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
ISSN : -     EISSN : 27234363     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/jiva
JIVA: Journal of behavior and mental health adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam. JIVA merupakan kumpulan artikel yang memuat hasil-hasil penelitian maupun buah pikiran yang berdasarkan keilmuan psikologi. Keilmuan psikologi mengkaji tentang perilaku manusia serta hubungan manusia dengan sekitarnya. Oleh karena itu, JIVA hadir sebagai jurnal yang akan meneliti dan mengkaji masalah maupun fenomena yang dihadapi oleh manusia. JIVA menerima tulisan yang mengkaji keilmuan psikologi, dan setiap naskah tulisan yang masuk kepada para editor diminta untuk mengikuti format yang telah ditentukan. Semua naskah yang masuk, telah melalui peer-reviewer sebelum diterbitkan.
Articles 67 Documents
MEMBANGUN DAN MEMELIHARA KOMUNIKASI DALAM KONSELING Ekawati S. Rukmana
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i2.1772

Abstract

ABSTRACTCommunication in daily life is a routine activity carried out by social creatures. Success in building good communication is determined by components effectively, empathy, and good manners between fellow educators, education staff, parents, students, and people. This study aims to find out how to create a communication relationship in counseling between BK teachers and students at Muhammadiyah Senior High School 1 of Yogyakarta. The author uses several methods to collect data, such as interviews and observations. The results of this study explain that the communication process in counseling between BK teachers and students includes several stages, namely: The first start by collecting data about students through a questionnaire tool to several problems and a list of problem notes, the second was the teacher provides opportunities for students to convey the problem they face, the third was empathize with students with verbal and non-verbal language, and the fourth was mentoring continuously to optimize students potential (every student who is naughty or problematic must have a positive side). Establishing and maintaining communication requires the following steps, these are relationship building, problem identification and assessment, facilitating counseling change, and evaluation and termination.Keywords: Communication, Counseling. ABSTRAKKomunikasi dalam kehidupan sehari-hari merupakan aktivitas rutin yang dilakukan oleh setiap makhluk sosial. Keberhasilan dalam membangun komunikasi yang baik sangat ditentukan oleh seluruh komponen secara efektif, empati, dan santun, baik antara sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, siswa dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep membangun hubungan komunikasi dalam konseling antara guru BK dan peserta didik di sekolah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Penulis menggunakan beberapa metode dalam pengumpulan data diantaranya wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa proses komunikasi dalam konseling antara guru BK dan siswa meliputi beberapa tahapan yaitu: 1). Diawali dengan mengumpulkan data-data tentang siswa melalui kuisioner alat ungkap masalah dan daftar catatan masalah, 2). Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan masalah yang dihadapi, 3). Berempati kepada siswa dengan bahasa verbal dan non verbal, 4). Pendampingan secara terus-menerus untuk mengoptimalkan potensi siswa (setiap siswa yang nakal atau bermasalah pasti ada sisi positifnya). Membangun dan memelihara komunikasi diperlukan langkah-langkah sebagai berikut: membangun hubungan, identifikasi dan penilaian masalah, memfasilitasi perubahan konseling, serta evaluasi dan terminasi.Kata Kunci: Komunikasi, Konseling.
TEKANAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU BERISIKO MAHASISWA Nur Evira Anggrainy; Sri Seprianto Maddusa
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1436

Abstract

ABSTRACKThis study aims to determine the effect of peer pressure on risky behavior conducted by students. There are four types of risky behavior, namely thrill-seeking, rebellious, reckless, and anti-social, and this research wants to know the dominant risky behavior carried out by students. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design. The research subjects were 103 undergraduate students from the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, the State Islamic Institute (IAIN) Manado, totaling 103 subjects (N = 103) who had the criteria that they were still active students and were in their late teens, namely the age range 18-21 years. The results of this study prove that there is a significant positive effect on peer pressure of risky behavior conducted by students and also explain that the dominant risky behavior carried out by students is anti-social.Keywords: Peer Pressure, Risky Behavior ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan teman sebaya terhadap perilaku berisiko yang dilakukan oleh mahasiswa. Perilaku berisiko tersebut terdiri dari empat jenis yaitu thrill-seeking, rebellious, reckless, dan anti-social. Selain itu, ingin pula diketahui perilaku berisiko yang dominan dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  dengan desain penelitian cross-sectional study design. Subjek penelitian adalah mahasiswa Strata 1 dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado berjumlah 103 subjek (N = 103) yang memiliki kriteria yaitu masih berstatus mahasiswa aktif dan berada pada usia remaja akhir yaitu rentang usia 18 – 21 tahun. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan pada tekanan teman sebaya terhadap perilaku berisiko mahasiswa. Hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa perilaku berisiko yang dominan dilakukan oleh mahasiswa yaitu anti-social.Kata Kunci: Tekanan Teman Sebaya, Perilaku Berisiko
PERILAKU ASERTIF GENERASI MILENIAL DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM Sarlin Ampuno
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v1i1.1163

Abstract

ABSTRACKThis study aims to further examine the millennial generation's assertive behavior from the perspective of Islamic psychology, using a literature study approach. The data obtained from books and journal articles related to assertive behavior, the millennial generation, and also Islamic psychology. The results of this study explain that in the perspective of Islamic psychology, assertive behavior requires individuals, especially the current millennial generation to express their voices. This includes assertiveness as a defense of personal rights, expressions of thoughts, feelings, and beliefs directly, honestly, and appropriate to respect the rights of others.Keywords: Assertive Behavior, Millennial Generation, Islamic Psychology ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih lanjut terkait tentang perilaku asertif generasi milenial dalam perspektif psikologi Islam, dengan menggunakan pendekatan studi pustaka. Adapun data yang diperoleh bersumber dari buku-buku dan artikel jurnal yang terkait dengan perilaku asertif, generasi milenial  dan juga psikologi Islam. Hasil kajian ini menjelaskan bahwa dalam perspektif psikologi Islam, perilaku asertif menuntut individu, khususnya generasi milenial saat ini agar tegas menyuarakan keinginan. Hal tersebut meliputi ketegasan sebagai pembelaan atas hak-hak pribadi, ekspresi pikiran, perasaan, dan keyakinan secara langsung, jujur, serta pantas untuk menghormati hak-hak orang lain.Kata kunci: Perilaku Asertif, Generasi Milenial, Psikologi Islam
STRATEGI KOMUNIKASI EFEKTIF PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK USIA PRA-SEKOLAH Eka Sufartianinsih Jafar
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i1.2030

Abstract

ABSTRACTCommunication is process of delivering messages that involves two parties aims to build meaning in order to mutually understand what is meant by the recipient and the recipient of the message. Communicating with pre-school age children requires a special strategy that is tailored to the child's developmental stages so that the communication process can run effectively. The mother is the main caregiver figure and is the first educator for children in the family. However, the communication process that took place between mothers and pre-school children was less effective. Based on the initial interview, the mother lacked the knowledge and skills on how to communicate with preschool children so that the mother found it difficult to make the child understand the instructions given. This research was conducted on mothers who have pre-school age children which aim to increase the mother's knowledge of effective communication strategies in early childhood. This study used a quasi-experimental method with a one group pre-test post-test design approach. The results showed an increase in maternal knowledge before and after training on effective communication strategies for pre-school children.Keywords: Communication, effective, early childhood, mother ABSTRAKKomunikasi merupakan proses penyampaian pesan yang melibatkan dua pihak yang bertujuan untuk membangun makna agar dapat saling memahami apa yang dimaksud oleh pemberi dan penerima pesan. Berkomunikasi dengan anak usia pra-sekolah membutuhkan strategi khusus yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak agar proses komunikasi dapat berjalan dengan efektif. Ibu adalah figur pengasuh utama dan merupakan pendidik pertama bagi anak dalam keluarga. Namun, proses komunikasi yang berlangsung antara Ibu dan Anak usia pra-sekolah seringkali berjalan kurang efektif. Berdasarkan hasil wawancara awal, Ibu kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai cara berkomunikasi dengan anak usia pra-sekolah sehingga Ibu merasa kesulitan untuk membuat anak paham akan instruksi yang diberikan. Penelitian ini dilakukan pada Ibu yang memiliki Anak usia pra-sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Ibu mengenai strategi komunikasi efektif pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Hasil Penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan Ibu sebelum dan setelah dilakukan pelatihan strategi komunikasi efektif pada anak usia pra-sekolah.Kata Kunci: Komunikasi, Efektif, Anak Usia Dini, Ibu
INTENSI MENIKAH PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Mustary Emilia; Farwan Farwan; Sukmawati Sukmawati; Era Fasira
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i2.1768

Abstract

                                                 ABSTRACTThis study aims to examine and describe the marriage intention in college students during the COVID-19 pandemic based on the theory of planned behavior from Ajzen (2005) with three determinant factors, namely attitude toward behavior, subjective norm, and perceived behavioral control. This study used a qualitative approach with data collection in the form of interviews with primary data sources. The subjects in this study amounted to 3 female students with the criteria for will getting married and had got engaged. The data analysis technique was carried out using an interactive analysis model by Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation/display, then conclusions or verification. The results showed that the Covid-19 pandemic did not affect the students' marriage intention. Determinants of marriage intentions are formed from attitudes towards the behavior in the form of a positive attitude towards marriage which is obtained from the belief in the positive benefits that are imagined and the description of the risks that will be faced. The next marriage intention is formed by subjective norms in the form of parental influence and the desire to imitate the positive experiences of other students who are married while studying. Furthermore, the intention to marry is formed on the determinants of perceived behavioral control factors in the form of the subject's belief in the ability to control behavior to prevent conflict and find solutions to household problems that will be faced stemming from his status as a student. Another finding in this study is that belief in religion and adherence to religious teachings are sources of information that strengthen the determinant factors so as to form a strong intention to marry.Keywords: intention, marriage, college students, covid-19ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan intensi menikah pada mahasiswa di masa pandemi covid-19 berdasarkan teori perencanaan perilaku dari Ajzen (2005) dengan tiga faktor determinan yaitu attitude toward behavior, subjective norm, dan perceived behavioral control. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data berupa wawancara pada sumber data primer. Subjek pada penelitian ini berjumlah 3 orang mahasiswi dengan kriteria akan melangsungkan pernikahan dan telah menjalani proses lamaran. Teknik analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif oleh Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, presentasi/display data, lalu kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi covoid-19 tidak mempengaruhi intensi menikah pada mahasiswa. Determinan intensi menikah dibentuk dari sikap terhadap perilaku (attitude towards the behavior) berupa sikap positif terhadap pernikahan yang didapatkan dari keyakinan akan manfaat positif yang dibayangkan serta gambaran resiko yang akan dihadapi. Intensi menikah berikutnya dibentuk oleh norma subjektif (subjective norm) berupa pengaruh orangtua serta keinginan untuk meniru pengalaman positif mahasiswa lain yang menikah sambil kuliah. Selanjutnya, intensi menikah dibentuk atas determinan faktor persepsi kontrol perilaku (perceived behavioral control) berupa keyakinan subjek akan kemampuan mengontrol perilaku untuk mencegah konflik maupun menemukan solusi dalam permasalahan rumah tangga yang akan dihadapi yang bersumber dari statusnya sebagai mahasiswa. Temuan lain dalam penelitian ini adalah keyakinan terhadap agama serta kepatuhan terhadap ajaran agama menjadi sumber informasi yang memperkuat faktor determinan sehingga membentuk intensi yang kuat untuk menikah.   Kata Kunci: Intensi, mahasiswa, menikah, covid-19.
METODE PEMBELAJARAN DISCRETE TRIAL TRAINING (DTT) UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERWUDHU BAGI ANAK AUTIS Mauliya Nandra Arif Fani
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v1i2.1392

Abstract

ABSTRACTEducation is the right of every citizen regardless of any physical abnormality to form people who are faithful and devoted to God Almighty, have a noble character, are healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and become democratic and responsible citizens. Thus, children with special needs have the right to get an education, including religious education as a solution in order to achieve these goals. Therefore, this study aims to train the ability of ablution for children with autism so that they can worship like children in general. This study uses the literature study method, namely by making observations on relevant library books and scientific articles and then concluding. The results of this study indicate that the Discrete Trial Training learning method has a positive impact on practicing ablution for children with autism, marked by a good response. In this method, there is a repetition of the behavior. Appropriate behavior is rewarded, while inappropriate behavior does not receive a reward, thus stimulating to show the expected behavior.Keywords: Discrete Trial Training, Wudu, Autism ABSTRAKPendidikan merupakan hak setiap warga negara tanpa memandang kelainan fisik apapun dengan tujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dengan demikian, anak berkebutuhan khusus memiliki hak untuk mendapat pendidikan, termasuk pendidikan agama sebagai solusi dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melatih kemampuan berwudhu bagi anak autis agar dapat beribadah seperti anak pada umumnya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, yaitu dengan melakukan observasi pada buku-buku perpustakaan dan artikel ilmiah yang relevan kemudian disimpulkan. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran Discrete Trial Training memberi dampak positif dalam melatih kemampuan berwudhu bagi anak autis ditandai dengan adanya respon yang baik. Dalam metode ini terdapat pengulangan tingkah laku. Tingkah laku yang sesuai mendapat hadiah sedangkan tingkah laku yang tidak sesuai tidak mendapat hadiah sehingga merangsang untuk menunjukkan tingkah laku yang diharapkan.Kata Kunci: Discrete Trial Training, Berwudhu, Autis
EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM MENGHADAPI TUNTUTAN PERKULIAHAN PADA MAHASISWA Evie Syalviana
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i2.1773

Abstract

ABSTRACTThe challenges of students in dealing with the teaching and learning process are quite diverse, so there are also various ways of handling these students to deal with them. How to handle challenges in the teaching and learning process requires a positive concept of academic self-efficacy. This research is qualitative research with data collection tools using observation and interviews. Observation and interview guides are made according to aspects of the target behavior, namely level, breadth, and strength. Based on the results of the study, it shows that the subject has high self-efficacy in the field of science that is currently being undertaken. This can be seen in the seriousness of the subject towards the lecture materials and the efforts of the subject in dealing with difficulties in lecture assignments. Subjects have a high level of self-confidence in carrying out assignments in lectures. For the subject, although there are many difficulties in doing these tasks, the subject has high confidence to always be able to do the given task. Keywords: Academic self-efficacy, Students ABSTRAKTantangan mahasiswa dalam menghadapi proses belajar mengajar cukup beragam sehingga beragam pula cara penanganan mahasiswa tersebut untuk menghadapinya. Cara penanganan tantangan dalam proses belajar mengajar membutuhkan konsep efikasi diri akademik yang positif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan alat pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Panduan observasi dan wawancara dibuat sesuai dengan aspek dari target perilaku yaitu level, keluasan dan kekuatan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki efikasi diri yang tinggi terhadap bidang ilmu yang dijalani saat ini. Hal tersebut nampak pada keseriusan subjek terhadap materi-materi kuliah dan upaya-upaya subjek dalam menghadapi kesulitan pada tugas-tugas kuliah. Subjek memiliki tingkat keyakinan diri yang tinggi pada pengerjaan tugas di perkuliahan. Bagi subjek walau terdapat banyak kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas tersebut, namun subjek memiliki keyakinan yang tinggi untuk selalu mampu mengerjakan tugas yang diberikan. Kata kunci: Efikasi diri akademik, Mahasiswa
PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY BERBASIS ISLAM BAGI PECANDU ALKOHOL Fahrurrazi Fahrurrazi; Nurjannah Nurjannah
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v2i1.1522

Abstract

ABSTRACTTherapy for alcoholics with the use of cognitive behavior-based Islam shows the results of a progressive. This study aims to obtain a comprehensive overview of the application of cognitive behavior therapy-based Islam in helping individuals overcome alcohol addiction. This study uses a qualitative research method is phenomenological. Participant research is an alcoholic. Data collection was performed by the method of triangulation, namely in-depth interviews (depth interviews) face to face with the observation and scale. Procedure the study was conducted with three step, namely the preparatory stage of the study, the implementation phase of the research, and the last stage of the evaluation of the results of the research. As for the results of the study showed that the application of cognitive behavior therapy-based Islam on individuals who experience addiction to alcohol showed significant changes in cognition, emotions and behavior of participants. Through the technique of cognitive restructuring, cognition participants who distorted changed to be more rational. Participants are able to set a good lifestyle, independent in work, respect people around and back to the right path in accordance with the teachings of Islam. a change in cognition in participants encourage the reduction behavior of consuming alcohol.Keywords: Cognitive behavior therapy-based Islami; alcoholics ABSTRAKTerapi bagi pecandu alkohol dengan menggunakan cognitive behavior therapy berbasis Islam menunjukkan hasil yang progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh dari penerapan cognitive behavior therapy berbasis Islam dalam membantu individu mengatasi kecanduan alkohol. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat fenomenologis. Partisipan penelitian adalah seorang pecandu alkohol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi yakni wawancara mendalam (depth interview) secara face to face dengan observasi dan skala. Prosedur penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu tahap persiapan penelitian, tahap pelaksanaan penelitian, dan terakhir tahap evaluasi hasil penelitian. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan cognitive behavior therapy berbasis Islam pada individu yang mengalami kecanduan alkohol menunjukkan perubahan yang signifikan pada kognisi, emosi dan perilaku partisipan. Melalui teknik cognitive restructuring, kognisi partisipan yang terdistorsi berubah menjadi lebih rasional. Partisipan mampu mengatur pola hidup yang baik, mandiri dalam bekerja, menghormati orang di sekitarnya dan kembali ke jalan yang benar sesuai dengan ajaran Islam. adanya perubahan kognisi pada partisipan mendorong berkurangnya perilaku mengkonsumsi alkohol.Kata kunci: Cognitive behavior therapy berbasis Islami; Pecandu alkohol
PSIKOLOGI KEBAHAGIAAN DENGAN PENDEKATAN NASH Muhammad Tahir
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v1i1.1165

Abstract

ABSTRACTThe psychology of happiness with the nash approach aims to examine two things namely disaster and suffering whose purpose is to live happily. It is against this background that throughout human life only to achieve happiness. This type of research is a literature study with a nash approach. By using library data that is related to the discussion of psychology or discussion about happiness. The main reference in enriching the discussion on the psychology of happiness refers to the Qur'an and the Hadith. Based on the study of the text, it was found that the commands and prohibitions of religion are essentially aimed at making humans happy in the world and the hereafter. Therefore, humans must choose to live happily according to religious orders.Keywords: psychology, happiness, disaster, suffering. ABSTRAKPsikologi kebahagiaan dengan pendekatan nash bertujuan untuk mengkaji dua hal yakni musibah dan penderitaan yang tujuannya untuk hidup berbahagia. Hal tersebut dilatar belakangi bahwa sepanjang hidup manusia hanya untuk mencapai kebahagiaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan nash. Dengan menggunakan data-data pustaka yang ada kaitannya dengan pembahasan psikologi ataupun pembahasan tentang kebahagiaan. Refrensi utama dalam memperkaya pembahasan tentang psikologi kebahagiaan merujuk kepada nash al-Qur’an dan Hadis. Berdasarkan kajian nash, didapati bahwa perintah dan larangan agama pada hakikatnya bertujuan agar manusia senantiasa berbahagia di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, manusia wajib memilih untuk hidup bahagia sebagaimana perintah agama.Kata kunci: psikologi, kebahagiaan, musibah, penderitaan.
CIRCLE SHARING SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEBERSYUKURAN PADA BINAAN UPTD PPA KOTA MAKASSAR Astuti Rana; Bismi Fortuna Ibrahim; Cicih Mandar Iriani; Dewi Cahyani; Evi Syahriani Misda
JIVA : Journal of Behavior and Mental Health Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v3i1.2031

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to find out the gratitude of the fostered in living their life, especially while in the Safe House of UPTD PPA Makassar. From the results of the needs analysis, the authors agreed to make Circle Sharing activities as an effort to increase gratitude and build positive feelings for the fostered at the Safe House of UPTD PPA Makassar. The activity was carried out by giving Gratitude Journal and Circle Sharing methods. This type of research is quantitative with data collection methods using pre-test and post-test questionnaires. Based on the results of data analysis using the T-paired sample T-test with SPSS version 21, it was found that the significance value was 0.000. The significance obtained is 0.000 < 0.005. Because the significance value is less than 0.005, it can be concluded that there is an effect of Circle Sharing that has been carried out in increasing gratitude and building positive feelings in the fostered.Keywords: Gratitude, Circle Sharing, Positive Feelings ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebersyukuran binaan dalam menjalani kehidupannya saat berada di Rumah Aman UPTD PPA kota Makassar. Dari hasil analisis kebutuhan, peneliti sepakat untuk membuat kegiatan Circle Sharing sebagai upaya untuk meningkatkan kebersyukuran dan membangun perasaan positif pada binaan di Rumah Aman UPTD PPA kota Makassar. Kegiatan dilakukan dengan metode pemberian Gratitude Journal dan Circle Sharing. Jenis Penelitian kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan T-paired sample T-test dengan SPSS versi 21 didapatkan bahwa nilai signifikansi yaitu 0.000. Signifikansi yang didapatkan yaitu 0.000 < 0.005. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0.005, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh Circle Sharing yang telah dilakukan dalam meningkatkan kebersyukuran dan membangun perasaan positif pada binaan.Kata kunci: Kebersyukuran, Circle Sharing, Perasaan Positif