cover
Contact Name
Nur Evira Anggrainy
Contact Email
nur.bahrain@iain-manado.ac.id
Phone
+6285398951811
Journal Mail Official
jiva.pi@iain-manado.ac.id
Editorial Address
JL. Dr.S.H. Sarundajang Kawasan Ring Road I, Malendeng, Manado 95128
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health
ISSN : -     EISSN : 27234363     DOI : http://dx.doi.org/10.30984/jiva
JIVA: Journal of behavior and mental health adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Program Studi Psikologi Islam. JIVA merupakan kumpulan artikel yang memuat hasil-hasil penelitian maupun buah pikiran yang berdasarkan keilmuan psikologi. Keilmuan psikologi mengkaji tentang perilaku manusia serta hubungan manusia dengan sekitarnya. Oleh karena itu, JIVA hadir sebagai jurnal yang akan meneliti dan mengkaji masalah maupun fenomena yang dihadapi oleh manusia. JIVA menerima tulisan yang mengkaji keilmuan psikologi, dan setiap naskah tulisan yang masuk kepada para editor diminta untuk mengikuti format yang telah ditentukan. Semua naskah yang masuk, telah melalui peer-reviewer sebelum diterbitkan.
Articles 80 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CENTRED LEARNING (SCL) DAN TEACHER CENTRED LEARNING (TCL) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA MTs DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Endang Indayani; Nefi Darmayanti; Khairina Siregar
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2531

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research was to determine the effect of student centered learning (SCL) and teacher centered learning (TCL) models on the learning motivation of MTs students in terms of jenis kelamin. The sample is 80 students of superior class. Collection method with Purposive Sampling technique. The researcher designed a self-designed learning motivation variable questionnaire based on the theoretical aspects of Chernis & Goleman (2001) there were 8 behavioral indicators with 44 items. There are 30 valid and valid items. TCL in the form of a conventional learning model. SCL with STAD type learning model. Data analysis using 2-way Anava. The results of the study concluded that there was a significant difference between the learning motivation of students taught by the SCL and TCL learning models, with a coefficient of F=16,766 with a value of p = 0.000 or p <0.05. There is no difference in learning motivation between female and male students with a coefficient of F = 2.007 with p = 0.161 or p > 0.05. There is no effect of the interaction of the learning model with the jenis kelamin of students on learning motivation with a coefficient of F=0.363 with p>0.05.Keywords: Student Centred Learning (SCL), Teacher Centred Learning (TCL), Learning Motivation, Jenis kelamin ABSTRAKTujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran student centred learning (SCL) dan teacher centred learning (TCL) terhadap motivasi belajar siswa MTs ditinjau dari jenis kelamin. Sampel berjumlah 80 siswa kelas unggulan. Metode pengumpulan dengan tekhnik Purpossive Sampling. Kuesioner variabel motivasi belajar peneliti rancang sendiri berdasarkan aspek teori Chernis & Goleman (2001) ada 8 indikator perilaku dengan 44 item. Item yang valid dan sahih ada 30 item. TCL dalam bentuk model pembelajaran konvensional. SCL dengan model pembelajaran tipe STAD. Analisa data menggunakan Anava 2 Jalur. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran SCL dengan TCL, dengan koefisien F=16.766 bernilai p=0.000 atau p<0.05. Tidak terdapat perbedaan motivasi belajar antara siswa yang berjenis kelamin perempuan dengan laki-laki dengan koefisien F=2.007 dengan p = 0.161 atau p > 0.05. Tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran dengan jenis kelamin siswa terhadap motivasi belajar dengan koefisien F = 0.363 dengan p > 0.05.Kata Kunci : Model Pembelajaran Student Centred Learning (SCL), Teacher Centred Learning (TCL), Motivasi Belajar, Jenis Kelamin.
KECERDASAN ADVERSITY DAN KECEMASAN MENJELANG BEBAS PADA ANAK BINAAN Isna Farihatul Husna; Zun Azizul Hakim
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i1.2532

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research is to determine, whether there is a relationship between adversity intelligence and pre-release anxiety among juvenile inmates in class I Blitar juvenile prison or not. Participants in this study are juvenile inmates who will be released within a period of 6 months, with a total of 34 participants. The measuring tool used in this research is the Adversity Response Profile (ARP) scale consisting of 37 items (α = 0.976), the anxiety scale was developed based on the definition or theory expressed by Nolen, consisting of 39 items (α=0.972). The data analysis technique used to prove the hypothesis in this research is the Pearson product-moment correlation technique. The research results indicate that there is a relationship between adversity intelligence and pre-release anxiety in juvenile inmates with a negative correlation (r = 0.724, n = 34, p <0.001). Based on the research findings, it can be interpreted that the higher the level of adversity intelligence, the lower the level of anxiety experienced, and vice versa, if the level of adversity intelligence is low, the level of anxiety will increase.Keywords: adversity intelligence, anxiety, juvenile inmates ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kecerdasan adversity dengan kecemasan menjelang bebas pada anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Blitar. Partisipan pada penelitian ini adalah anak binaan yang menjelang bebas dalam rentang waktu 6 bulan dengan jumlah partisipan 34 anak binaan. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Adversity Response Profile (ARP) yang berjumlah 37 aitem (α= 0,976), skala kecemasan disusun berdasarkan definisi atau teori yang diungkapkan oleh Nolen yang berjumlah 39 aitem (α= 0,972). Teknik analisis data yang digunakan untuk membuktikan hipotesis pada penelitian ini adalah teknik korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan adversity dengan kecemasan menjelang bebas pada anak binaan dengan korelasi negatif (r = -0,724, n = 34, p < 0,001). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan adversity maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami, begitu pula sebaliknya jika keserdasan adversity rendah maka tingkat kecemasan akan semakin tinggi.  Kata Kunci: anak binaan, kecemasan, kecerdasan adversity
PEMODELAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) PADA MEKANISME DISTRESS MAHASISWA NON-SAINS TERHADAP MATA KULIAH STATISTIKA Abdillah, Ervin; Septianawati, Erni
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2848

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah academic help-seeking dapat menjadi faktor mitigasi atau memediasi antara sikap terhadap statisika dan distress, dalam konteks kapasitas belajar (faktor non-kognitif) pada mahasiswa ilmu sosial di perguruan tinggi. Menggunakan teori keseimbangan disonansi dari Cooper & Smith (2001), penelitian ini akan menjelaskan bagaimana academic help-seeking sebagai variabel mediator atau yang dapat memitigasi dinamika hubungan antara sikap terhadap statistika dengan distress. Survey dilakukan yang berisi instrument dan serangkaian analisa psikometri (analisis faktor: validitas dan reliabilitas) untuk mahasiswa psikologi yang mengambil mata kuliah statistika tahun akademik ganjil 2023/2024. Menggunakan structural equaiton modeling (SEM), hubungan antara sikap terhadap statistika dengan distress; dan apakah tingkat academic help-seeking menjadi mediator. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara sikap terhadap statisik dengan distress. Academic help-seeking dinyatakan memediasi antara sikap terhadap statistika dengan distress, artinya hubungan negatif yang signifikan dengan academic help-seeking dan hubungan negatif signifikan antara academic help-seeking dengan distress. Implikasi dari penelitian ini bagi program studi dan dosen, pentingya tingkat academic help-seeking mahasiswa sebagai strategi coping untuk melawan distress ketika mempelajari mata kuliah satatistika atau mata kuliah lainnya. Ini dapat mempersiapkan mahasiswa mencapai kesuksesan akademik.   Kata Kunci: Sikap, Academic help-seeking, distress, mediator, Structural equation Modeling (SEM).
PENGARUH MEMBACA AL-QUR’AN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN AKADEMIK PADA SISWA Mansyur, Zulkifli; Baba, Mastang Ambo; Bandil, Pertiwi Deviria
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3155

Abstract

ABSTRACTAcademic anxiety is a significant issue among adolescents where high levels of anxiety can have a negative impact on mental well-beings. In an effort to deal with this, a holistic approach such as reading al-Qur'an which prioritizes mental well- being must be applied. This research aims to find out the effect of reading al- Qur'an on the level of academic anxiety on students. This research employed a quantitative approach with simple linear regression analysis involving 61 subjects. Data collection for the academic anxiety variable used the Academic Anxiety Scale adapted from Calhoun and Accocela, while the al-Qur'an reading variable was taken from the raw score of the al-Qur'an reading results of MA Assalaam students. The results of this study found that there was a significant negative correlation between the variable reading the al-Qur'an and academic anxiety with a score of -0.434. Furthermore, the results of the regression analysis show that reading al-Qur'an has a significant effect on academic anxiety (F-13.727 and p <0.05). Reading al-Qur'an makes an effective contribution of 18.9% to students' academic anxiety at MA Assalaam Manado.Key Words: Reading al-Qur’an, Academic Anxiety and Adolescents.  ABSTRAKKecemasan akademik merupakan masalah yang signifikan dikalangan remaja dimana tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental. Dalam upaya menghadapi tersebut pendekatan holistik seperti membaca al-Qur’an yang mengutamakan kesejahteraan mental harus diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh membaca al-Qur’an terhadap tingkat kecemasan akademik pada pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana yang melibatkan 61 subjek. Pengumpulan data variabel kecemasan akademik menggunakan Skala Kecemasan Akademik yang diadaptasi dari Calhoun dan Accocela, sedangkan variabel membaca al-Qur’an diambil dari raw score hasil membaca al-Qur’an pelajar MA Assalaam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada korelasi negatif yang signifikan antara variabel membaca al-Qur’an dan kecemasan akademik dengan skor sebesar -0,434. Selanjutnya, hasil analisis regresi menunjukkan membaca al-Qur’an memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecemasan akademik (F=13,727 dan p < 0,05). Membaca al-Qur’an memberikan sumbangan efektif sebesar 18,9% terhadap kecemasan akademik pelajar di MA Assalaam Manado.Kata Kunci: Membaca al-Qur’an, Kecemasan Akademik dan Remaja.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Palintan, Tien Asmara; Ashari, Novita; Rauf, Abdul
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2844

Abstract

ABSTRACTEarly childhood teachers are expected to be able to handle and provide services for children with special needs. In fact, early childhood teachers experience difficulties in educating children with special needs due to limited understanding and experience in directly educating children with special needs. The purpose of this study was to determine whether there are differences in early childhood teachers' skills before and after training in teaching children with special needs. The participants in this study were teachers from Parepare city. The number of participants involved in this study was 35 preschool teachers. This research is a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design. This research instrument uses a test instrument and a teacher response questionnaire. Research data were obtained through the administration of tests given before and after the implementation of treatment. The results of this study showed that early childhood teachers' skills in teaching children with disabilities improved significantly. This shows that the training has a positive impact on improving early childhood teachers' skills. Keywords: Early Childhood  Teachers, Special Needs Children Education ABSTRAKGuru PAUD diharapkan mampu melakukan penanganan dan pemberian layanan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun faktanya, guru PAUD mengalami kesulitan dalam mendidik ABK usia dini dengan alasan pemahaman dan pengalaman yang terbatas dalam mendidik ABK secara langsung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan guru PAUD sebelum dan setelah diberikan pelatihan pembelajaran ABK. Peserta penelitian ini adalah guru yang berasal dari Kota Parepare. Jumlah peserta yang terlibat dalam penelitian ini 35 orang guru PAUD. Penelitian ini merupakan penelitian pra-experimental design dengan jenis one-grup pretest-posttest design. Instrument penelitian ini menggunakan instrument tes dan angket respon guru. Data penelitian didapatkan melalui pemberian tes yang diberikan sebelum dan setelah pelaksanaan treatment. Hasil penelitian ini adalah pengetahuan guru PAUD dalam pembelajaran ABK mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini menunjukkan  bahwa pelatihan pembelajaran ABK berdampak positif untuk meningkatkan pengetahuan guru PAUD.Kata Kunci: Guru PAUD, Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus
FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN BERBICARA PADA ANAK USIA DINI Jafar, Eka Sufartianinsih; Sari, Nur Nita; Borahima, Nur Ilmi
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2849

Abstract

ABSTRAKFenomena ini keterlambatan perkembangan pada anak sudah sering kita temui. Salah satu kasus keterlambatan perkembangan pada anak yang sering kita lihat disekitar ialah kasus keterlambatan berbicara dan berbahasa pada anak usia dini (usia 5 – 6 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja penyebab anak mengalami keterlambatan berbicara dan berbahasa pada usia Metode yang digunakan yaitu wawancara dan observasi secara langsung. Adapun langkah-langlahnya yaitu melakukan observasi terhadap anak di salah satu kelas, kemudian mengidentifikasi anak yang memiliki ciri-ciri keterlambatan bericara, kemudian melakukan wawancara kepada guru, orang tua siswa dan siswa itu sendiri. Hasil yang didapatkan dari hasil wawancara, pengamatan dan post test yaitu dari segi pengetahun warna, abjad dan angka kurang serta penyebutan huruf yang kurang jelas dan salah satu anak pendiam di kelas. Serta yang menjadi penyebab FR mengalami keterlambatan berbicara disebebkan oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal.Kata Kunci: Keterlambatan berbicara, penyebab, anak usia dini
KEPRIBADIAN PENGGUNA FACEBOOK Anggrainy, Nur Evira; Aisa, Siti; Soleman, Aris
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3183

Abstract

ABSTRACTFacebook is one of the social media that is often used to interact in cyberspace for students. The use of Facebook creates activity patterns that are divided into 4 categories, namely, electronic interactions, self-presentation, voyeurism, and gaming. Four categories of activity patterns of Facebook users can be related to the personality of individuals who use Facebook. The personality that is used to be associated with the pattern of facebook user activity is the big five personality. This study also raises the issue of the relationship between the personality of Facebook users for students in Manado City. The study used quantitative methods and the sampling technique used purposive sampling, with 250 participants. The questionnaires used are The Big Five Personality Inventory (BFI) and the Facebook Instrument Activity Pattern. The results showed that the extraversion personality trait had a significant relationship to electronic interactions and self-presentation. The personality trait of openness to experience has a significant relationship with electronic interactions, self-presentation, and voyeurism. The neuroticism personality trait has a significant relationship with voyeurism.Keywords: Personality. Pattern of Facebook Activity, and students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian terhadap pola pengguna Facebook pada mahasiswa di Kota Manado. Penggunaan facebook memunculkan pola aktivitas yang terbagi atas 4 kategori yaitu, elektronic interactions, self-presentation, voyeurisme, dan gaming. Kepribadian yang digunakan untuk dihubungkan dengan pola dari aktivitas pengguna facebook yaitu the big five personality.Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling, dengan 250 partisipan.  Kuisioner yang digunakan yakni The Big Five Personality Inventory (BFI) dan Pattern Activity Facebook Instrument. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trait kepribadian extraversion memiliki hubungan siginifikan terhadap elektronic interactions dan self-presentation. Trait kepribadian opennes to experience memiliki hubungan signifikan terhadap elektronic interactions, self-presentation, dan voyeurisme. Trait kepribadian neuroticism memiliki hubungan  signifikan terhadap voyeurisme.Kata Kunci: Kepribadian, Pola Aktivitas Pengguna Facebook, dan mahasiswa
PENGARUH RELASI TEMAN SEBAYA TERHADAP SCHADENFREUDE PADA REMAJA Baba, Mastang Ambo; Mootalu, Herlina
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2845

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to analyze the influence of peer relations on Schadenfreude. This study used a quantitative approach with regression analysis. The subjects were 134 adolescents aged 15 to 17 years old. The study was conducted in class XI SMK Yadika Manado Vocational School. The sample was taken using cluster random sampling. The instrument was a scale of Schadenfreude whis is modified from Musyaafa based on Smith’s theori and the scale or peer relations based on the theory of Aydogdu. The results of data analysis showed a negative correlation betweern peer relations and Schadenfreude with a score of -0.358 with a significance value (0.000 p . 0.05). it meant that the higher the peer relations, the lower the Schadenfreude. Further, another resluts showed that peer relations can trigger Schadenfreude (F=19.460) and p-value>0.05). A peer relation provides effective contribution of 12,8% towards Schadenfreude.Keywords: Adolescent, Peer relations, Schadenfreude ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh relasi teman sebaya terhadap schadenfreude. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja berusia 15 sampai 17 tahun berjumlah 134 orang. Penelitian dilakukan di kelas XI SMK Yadika Manado Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala schadenfreude yang dimodifikasi dari Musyaafa berdasarkan teori Smith dan skala relasi teman sebaya berdasarkan teori dari Aydogdu. Hasil analisis data menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara variabel relasi teman sebaya dan schadenfreude dengan skor -0,358 dengan nilai signifikansi (0,000 p > 0,05), artinya semakin tinggi relasi teman sebaya maka semakin rendah schadenfreude. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa relasi teman sebaya dapat memprediksi schadenfreude (F=19,460 dan nilai p > 0,05). Relasi teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 12,8% terhadap schadenfreude.Kata Kunci: Remaja, Relasi teman sebaya, Schadenfreude
POLA KOMUNIKASI KELUARGA DAN KESEIMBANGAN KERJA-KELUARGA PADA DOSEN PEREMPUAN Mustary, Emilia; Halim K, Abd; Fitriana, A Dian
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v4i2.2855

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola komunikasi keluarga terhadap keseimbangan kerja-keluarga pada dosen perempuan. Pola komunikasi keluarga diartikan sebagai pola penyampaian pesan yang disengaja dan bermakna di antara individu-individu yang memiliki hubungan biologis, hukum, atau melalui komitmen seperti pernikahan untuk memelihara dan mengendalikan satu sama lain. Keseimbanngan kerja-keluarga adalah kapasitas individu  dalam membagi waktu dan perhatiannya antar tugas-tugas dalam peran sebagai pekerja dan tugas-tugas dalam perannya di keluarga dengan perasaan puas dan dengan sedikit atau tanpa konflik peran. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 dosen perempuan yang didapatkan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Pola Komunikasi Keluarga (18 aitem; α=0.641) dan Skala Keseimbangan Kerja-Keluarga (15 aitem; α=0.654). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dan keseimbangan kerja-keluarga (R = 0.442, p = 0.004 < 0.05). Semakin positif pola komunikasi keluarga maka semakin tinggi keseimbangan kerja-keluarga dan sebaliknya. Pola komunikasi keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 19,5% dalam memengaruhi keseimbangan kerja-keluarga, sedangkan sisanya 80,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap pada penelitian ini.Kata Kunci: Pola Komunikasi Keluarga, Kesemibangan Kerja-Keluarga, Dosen Perempuan
HUBUNGAN ANTARA SHYNESS DENGAN SELF-ESTEEM PADA DEWASA AWAL YANG TIDAK BEKERJA DI KOTA MAKASSAR Rezqyawan, Nandhika; Ridfah, Ahmad; Syam, Rahmawati
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3184

Abstract

ABSTRACTSelf-esteem really supports early adult individuals in getting a job, but most individuals who have entered the early adulthood phase still feel ashamed of themselves and their surroundings, making it difficult to get a job. This research aims to determine the relationship between shyness and self-esteem in young adults who do not work in Makassar City. The sample consisted of 402 respondents. The data collection technique was carried out using the instruments (1) shyness scale and (2) self-esteem scale. The technique used in hypothesis testing is the non-parametric statistic Kruskal-Wallis test. The results of the research show that 1) there is a negative relationship between shyness and self-esteem in young adults who do not work in the city of Makassar, 2) based on the results of hypothesis testing, the correlation coefficient value is -0.204 with a p value of 0.000, which means the shyness variable has a negative relationship with self-esteem. So the lower an individual's shyness, the greater the individual's self-esteem. Based on this, it can be concluded that there is a negative relationship between shyness and self-esteem in young adults who have not worked in Makassar City. The implications of this research provide a positive outlook for individuals who are not working so they can increase self-esteem and reduce shyness so they are more productive.Keywords: Self-esteem, Shyness, Young Adults ABSTRAKSelf-esteem sangat menunjang individu dewasa awal untuk mendapatkan pekerjaan namun kebanyakan individu yang sudah menginjak fase dewasa awal masih merasa malu dengan dirinya sendiri dan lingkungan sekitar sehingga sulit mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang tidak bekerja di Kota Makassar. Sampel berjumlah 402 responden adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen (1) skala shyness dan (2) skala self-esteem. Teknik yang digunakan dalam uji hipotesis adalah statistik non parametrik uji kruskal-wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) ada hubungan negatif antara shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang tidak bekerja di kota Makassar, 2) berdasarkan hasil uji hipotesis nilai koefisien korelasi sebesar -0,204 dengan nilai p sebesar 0,000 yang berarti variabel shyness memiliki hubungan negatif dengan self-esteem. Sehingga semakin rendah shyness individu maka semakin meningkat self-esteem yang dimiliki oleh individu. Berdasarkan hal tersebut maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif shyness dengan self-esteem pada dewasa awal yang belum bekerja di Kota Makassar. Implikasi penelitian ini memberikan pandangan positif bagi individu yang tidak bekerja agar mampu meningkatkan self-esteem dan menurunkan  shyness sehingga lebih produktif.Kata Kunci: Dewasa awal, Self-esteem, Shyness