cover
Contact Name
Randhi Saily
Contact Email
sainstek.sttp@gmail.com
Phone
+628117070692
Journal Mail Official
jurnalsainstek@sttp-yds.ac.id
Editorial Address
Jl. Dirgantara No.4, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
SAINSTEK
ISSN : 23376910     EISSN : 24601039     DOI : https://doi.org/10.35583/js
Sainstek e-Journal memiliki bidang keahlian yang terdiri dari : Teknik Sipil seperti teknik Struktur, Manajemen Konstruksi, Geoteknik, Sumber Daya Air, dan Transportasi. Teknik Elektro dan Teknik Mesin seperti Material Teknik Elektro, Pembangkitan Tenaga Listrik, Transmisi dan Distribusi, Elektronika Tenaga, Kualitas Daya, Ekonomi Daya, Energi Terbarukan, Kompatibilitas Elektromagnetik, Teknologi Isolasi Tegangan Tinggi, Perangkat Tegangan Tinggi, Pendeteksi Petir dan Proteksi, Analisis Sistem Tenaga, SCADA, Pengukuran Kelistrikan.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2022)" : 16 Documents clear
Estimasi Perbandingan Pekerjaan Dinding Panel GRC Dan Bata Ringan Untuk Partisi Ruangan Fahmy Hermawan; Wahyu Sejati; Muhammad Zaki; Ardilla Jefri Karista
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.161

Abstract

Bangunan sederhana memiliki kinerja struktur yang optimal jika terjadi gempa apabila berat bangunan yang ringan, dirancang dengan memenuhi kriteria desain seismic yang tepat dan tingkat kinerja bangunan yang optimal. Untuk mengurangi berat bangunan dapat dilakukan dengan memilih material konstruksi ringan namun memiliki usia pakai yang panjang serta mudah perawatan. Berat bangunan terdiri dari berat struktur dan berat material finsihing. Berat struktur diperoleh melalui analisa struktur yang efektif sedangkan berat material finishing diperoleh dengan memilih material yang ringan. Berat material finishing yang terbesar salah satunya berasal dari dinding. Mengganti dinding bata menjadi dinding partisi adalah salah satu solusi untuk mengurangi berat bangunan, manfaat lainnya adalah pengurangan biaya finsihing dan mempercepat waktu pelaksanaan serta meningkatkan kinerja bangunan karena daktilitas lebih tinggi. Estimasi pekerjaan dinding panel GRC (Glass Reinforced Concrete) akan menunjukan biaya yang lebih murah jika dibandingkan dengan estimasi pekerjaan dinding bata ringan pada partisi ruang yang implikasinya akan memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi pemilik rumah di daerah rawan gempa.
Analisa Kebutuhan Air Bersih Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Pekanbaru Tahun 2038 Aswal Fitra Yadi; Imam Suprayogi; Manyuk Fauzi; Bochari Bochari
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.162

Abstract

Air bersih yang tidak mengandung unsur kimia yang membahayakan dan mengganggu fungsi tubuh manusia sangat diperlukan. Seiring dengan bertambahnya penduduk, kebutuhan air bertambah, ini berarti bertambah pula masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Merujuk kepada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Pekanbaru tahun 2038 maka perlu memproyeksikan kebutuhan air bersih untuk penduduk kota Pekanbaru. Kebutuhan air domestik adalah kebutuhan air yang digunakan untuk keperluan rumah tangga yaitu untuk keperluan minum, masak, mandi, mencuci pakaian serta keperluan lainnya. Adapun kebutuhan air domestik meliputi kebutuhan air untuk penduduk, pertanian,peternakan,dan perikanan. Sedangkan kebutuhan air Non domestik adalah kebutuhan air rata-rata untuk sarana dan prasarana. Kebutuhan Total Untuk Air Bersih Kebutuhan air total adalah total kebutuhan air baik domestik, non domestik ditambah kehilangan air. Dari analisis tiga metode proyeksi penduduk didapat proyeksi penduduk pada tahun 2038 dengan rata-rata ketiga metode tersebet sebanyak 1.510.235 Jiwa. Kebutuhan air domestik sebesar 2.293,37 L/dt, Kebutuhan air Non Domestik 3.835,32 L/dt, Kehilangan air 1.225,74 L/dt. Total Kebutuhan Air untuk Kota Pekanbaru pada tahun 2038 adalah 7.354,43 L/dt.
Analisis Daya Dukung Fondasi Sumuran Dengan Variasi Bentuk Dan Kedalaman Pada Tanah Lunak Epi Mili Yanti; Ferry Fatnanta; Muhammad Yusa
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.163

Abstract

Tanah lunak pada umumnya mempunyai kekuatan geser lebih rendah dari tanah berbutir kasar. Apabila tanah lunak digunakan sebagai pendukung fondasi dan bangunan sangat tidak menguntungkan, karena akan banyak kerugian yang ditimbulkan. Meskipun kerusakan yang diakibatkan tidak bersifat mendadak dan langsung namun kerugian secara materi yang diakibatkan akan cukup besar, oleh karena itu perlu di rencanakan fondasi apa yang sesuai dengan kondisi tanah lunak yang ada di Riau. Fondasi sumuran adalah salah satu alternatif yang layak dicoba digunakan pada tanah lunak. Perilaku daya dukung fondasi sumuran dengan variasi bentuk dan kedalaman fondasi memiliki kesamaan perilaku yaitu pada akhir kurva masih menunjukkan bahwa pada akhir penurunan masih terjadi peningkatan beban. Perbedaan daya dukung ini dikarenakan perbedaan bentuk fondasi, sekalipun dengan panjang dan diameter yang sama fondasi memiliki daya dukung yang berbeda. Adanya perbedaan bentuk pada fondasi sumuran tersebut membuat adanya perbedaan daya dukung antara fondasi bentuk lingkaran dan fondasi bujur sangkar. Untuk ukuran fondasi panjang 30 cm perbedaannya 4,55%, untuk ukuran fondasi panjang 45 cm perbedaanya 13,43%, untuk ukuran fondasi panjang 60 cm perbedaanya 34,41%. Fondasi sumuran bentuk lingkaran dengan panjang 60 cm memiliki daya dukung terbesar yaitu 45,7 N, dan yang terkecil fondasi sumuran bentuk bujur sangkar yaitu 33 N. Panjang fondasi menjadi penyebab kemampuan fondasi sumuran menahan beban lebih besar daripada fondasi yang lebih pendek lainnya. Berdasarkan hitungan secara teoritis dengan metode Cooke dan Whitaker (1966) memiliki hasil lebih besar dari pada hasil pengujian di laboratorium menggunakan metode Terzaghi & Peck (1967) . Hal ini dikarenakan data-data parameter tanah seperti kohesi, sudut geser, dan berat volume dilapangan tidak homogen sedangkan dalam perhitungan teoritis data-data tersebut diasumsikan homogen untuk rentang luas dan kedalaman tertentu. Adapun persentase selisih kapasitas daya dukung fondasi antara lain ,untuk ukuran fondasi lingkaran panjang 30 cm perbedaannya 56,52%, untuk ukuran fondasi panjang 45 cm perbedaanya 64,87%, untuk ukuran fondasi panjang 60 cm perbedaanya 67,16%. untuk ukuran fondasi bujur sangkar panjang 30 cm perbedaannya 68,30%, untuk ukuran fondasi panjang 45 cm perbedaanya 76,44%, untuk ukuran fondasi panjang 60 cm perbedaanya 81,15%.
Evaluasi Strategi Pemilihan Prioritas Proyek Konstruksi Dalam Era Pandemic Covid-19 Dengan Metode Topsis Pada Kabupaten Padang Lawas Irvan A; Ari Sandhyavitri; Muhammad Ikhsan
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.165

Abstract

Pada akhir tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Padang Lawas telah menyusun rencana pembangunan khususnya dibidang konstruksi yang akan dilaksanakan pada tahun 2020, tapi pada bulan Februari tahun 2020 Indonesia pada umumnya terkena dampak pandemic Covid-19 dan pemerintah melalui kebijakannya melakukan pemangkasan keuangan sebesar 50%, hal itu berdampak pada Kabupaten Padang Lawas khususnya dibidang Konstruksi. Oleh karena itu diperlukan suatu metode sistem pengambilan keputusan dalam permasalahan ini dengan tujuan pembangunan di daerah tetap berlangsung, salah satu metode yang digunakan ialah TOPSIS. Metode ini digunakan dengan cara merangking kegiatan konstruksi yang akan dilaksanakan. Pada penelitian ini didapat 4 kriteria dengan masing-masing bobot yaitu Faktor Teknis 38%, Faktor Ekonomi 21%, Faktor Lingkungan 9% dan Faktor Budaya 32% selain itu terdapat 17 alternatif pekerjaan konstruksi.
Perbandingan Kalibrasi Model 1D HEC-RAS Kali Kumpa dengan Data Pengukuran Ikhsantoro T Rusmaldi; Dina P.A Hidayat
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.166

Abstract

Kali Kumpa adalah aliran sungai yang melintasi antara daerah Pakansari dengan Kawasan pemerintahan daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, Kecamatan Cibinong. Kali Kumpa merupakan anak sungai dari Ciliwung. Sub DAS Cikumpa. Pada penelitian ini, Kali Kumpa menjadi salah satu penelitian yang dimana pengambilan data dengan metode survey lapangan atau pengukuran langsung dilapangan. Pada saat survey lapangan didapat panjang aliran Kali Kumpa sepanjang 5 km yang akan dibagi menjadi 25 titik per 200 m untuk mendapatkan data penampang yang dibutuhkan guna penelitian lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan antara hasil survey lapangan dengan model HEC-RAS debit kalibrasi. Pada perhitungan debit kalibrasi didapat hasil debit Qkalibrasi sebesar 0,65 m3/s. Hasil survey lapangan didapat rata-rata tinggi muka air sebesar 0,51 m dan rata-rata kecepatan aliran 1,1 m/detik. Adapun hasil dari pemodelan debit kalibrasi menggunakan program HEC-RAS didapat rata-rata tinggi muka air sebesar 0,59 m, dari hasil 2 penelitian tersebut dapat disimpulkan rata-rata tinggi muka air perbedaannya sebesar 0,11 m serta dapat disimpulkan bahwa pemodelan model HEC-RAS debit kalibrasi dengan hasil survey lapangan mendekati persamaan antara kedua penelitian tersebut.
Tingkat Keaktifan Belajar Siswa Menggunakan Metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT) Ilham Chairuddin
SAINSTEK Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i2.168

Abstract

Untuk menentukan tingkat keaktifan belajar siswa sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tingkat keaktifan belajar siswa dipengaruhi oleh mendengarkan, berdiskusi, kesiapan belajar, tanya jawab, keberanian mengemukakan pendapat dan menyelessaikan tugas dengan baik. Metoda yang digunakan untuk menentukan tingkat keaktifan siswa dalam penelitian ini adalah Multi attribute Utility Theory. Hasil yang didapatkan adalah dapat mengcluster siswa dalam melakukan akademik dengan baik. Sehingga metoda ini sangat membantu dalam menentukan tingkat keaktifan belajar.

Page 2 of 2 | Total Record : 16