cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 350 Documents
COGNITIVE-BEHAVIORAL MARITAL THERAPY: A COGNITIVE-BEHAVIORAL APPROACH FOR MARITAL DISTRESS Sutarimah Ampuni
Buletin Psikologi Vol 12, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.638 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7465

Abstract

Marriage therapy was initially developed in the United States in the 1930s. It was originally born by psychoanalysis, with the first report on psychoanalysis of married couples was presented in 1931 (Nichols & Schwartz, 1998). In recent years, there have been many other approaches being applied for marital problems, including classicapproaches such as experiential, insight-oriented, and behavioral approaches, and more contemporary approaches such as solution-building and cognitive-behavioral approaches.
TEORI BELAJAR OBSERVASI MENUJU BELAJAR MEMPERTAJAM RASA Dr Suroso
Buletin Psikologi Vol 12, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.493 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7466

Abstract

Berbicara tentang SDM dan persaingan global, mahasiswa adalah subjek yang sangat menentukan dalam keberhasilan negara menghadapi persaingan tersebut. Mahasiswa yang sekarang ini masih dalam proses pendidikan pada masa puncakpersaingan global (yang menurut kesepakatan WTO adalah tahun 2020) akan berusia kurang lebih 40 an tahun, usia yang diprediksi sebagai usia paling produktif dari kehidupan manusia. Oleh karena itu mahasiswa mau tidak mau akan menjadi penentu,selain menjadi calon-calon pemimpin bangsa, mereka sekaligus harus mampu sebagai “panglima perang global”, yang oleh Soedarmadi (2002) disebut sebagai perang dunia III.
KEPERCAYAAN SANTRI PADA KIAI Loubna Zakiah; Faturochman MA
Buletin Psikologi Vol 12, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.717 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7467

Abstract

Pesantren adalah fenomena sosio kultural yang menarik. Pada tataran historis, pesantren merupakan sistem pendidikan tertua khas Indonesia, yang eksistensinya telah teruji oleh sejarah dan berlangsung hingga kini. Banyak hal yang menarik dalampesantren dengan tradisinya yang unik hingga saat ini. Salah satunya adalah anggapan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional. Di sisi lain, pola khas pesantren sebagai lembaga pendidikan juga mencerminkan pengaruh asing, dan mungkin juga punya akar asing. Pesantren menyerupai madrasah India dan Timur Tengah. Sementara hampir sebagian besar kiai pengasuhnya menyelesaikan tahap akhir pendidikannya di pusat-pusat pengajaran Islam prestisius di tanah Arab.
TINJAUAN PENDEKATAN EKOLOGI TENTANG PERILAKU PENGASUHAN ORANGTUA Budi Andayani
Buletin Psikologi Vol 12, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.367 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7468

Abstract

Manusia adalah makhluk yang berkembang sehingga manusia dewasa pun mengalami perubahan walau mungkin tidak merupakan perubahan drastis. Demikian pula dengan perilaku manusia. Teori-teori psikologi yang sudah ada menjelaskan perilaku melalui pendekatan yang berbeda. Teori psikoanalisis Freudian menjelaskanperilaku dari sisi kepribadian yang dipengaruhi oleh ketidak-sadaran; teori humanistik Rogerian menjelaskan perilaku dengan konsep diri; sementara itu kelompok behaviorisme Pavlovian menekankan pada asosiasi stimulus dan respon dan Skinnerian menekankan pada pengukuhan; dan teori kognitif Piagetian dengan perkembangan kognitif.
Nasionalisme Anggraeni Kusumawardani; Faturochman MA
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.588 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7469

Abstract

Permasalahan nasionalisme di Indonesia beberapa tahun terakhir menjadi fokus perhatian para sejarawan yang peduli dengan eksistensi negara Republik Indonesia. Kartodirjo (2001), seorang sejarawan senior dari UGM, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pertikaian antar elit politik di Indonesia. Kartodirjo menilai bahwaetos nasionalisme para elit politik di Indonesia telah menipis, karenanya Kartodirjo menghimbau agar para elit polittik segera mawas diri dengan mempelajari kembali sejarah pergerakan nasional melalui biografi tokoh-tokoh pergerakan nasional.
ISLAMOPHOBIA DAN STRATEGI MENGATASINYA Dr Moordiningsih
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.586 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7470

Abstract

Sejak pasca peristiwa tragedi WTC 11 September 2001 di New York dan seruan peperangan terhadap terorisme, komunitas Islam seolah-olah menjadi bagian isu penting untuk selalu dibicarakan. Komunitas Islam dipandang sebagai penyebab segala permasalahan dan secara stereotip mereka menjadi sasaran tuduhan tersebut.Pasca serangan tersebut Amerika sampai mengeluarkan daftar pendatang yang dicurigai potensial sebagai teroris berlaku mulai tanggal 1 Oktober 2002. Pemerintah Australia juga melakukan tindakan serupa dengan mengeluarkan serangkaian aturanantiterorisme dan melakukan beberapa penggeledahan terhadap beberapa rumah rumah muslim pasca bom Bali. Menurut Dr Kingsbury dari Universitas Deakin, Australia, pemerintahan Australia berpendapat bahwa jaringan terorisme Al Qaidahdianggap memiliki hubungan dekat dengan muslim radikal di Indonesia telah masuk ke Australia melalui mahasiswa dan warga negara Indonesia yang bermukim di Australia (Republika, Oktober 2004). Inggris juga memiliki kecemasan tersendiriterhadap ancaman terorisme pasca 11 September 2001, puluhan orang muslim dari Asia selatan dicurigai dan dikait-kaitkan dengan terorisme.
XPRESSED EMOTION PADA KELUARGA PENDERITA GANGGUAN JIWA Nida Ul Hasanat
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.468 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7471

Abstract

Sebagian besar waktu kehidupan seseorang berada bersama dengan keluarga. Namun tidak dapat dipungkiri, tidak seluruh keluarga dapat memberikan atau menciptakan lingkungan yang mendukung. Dalam banyak kasus, keluarga bahkan berpotensi untuk menjadi sumber timbulnya tekanan psikologis. Sayangnya, penelitiantentang pengaruh keluarga terhadap munculnya gangguan jiwa mempunyai kendala, karena belum ada cara yang paling tepat untuk mengidentifikasi individu-individu yang rentan, yang kemudian memunculkan simtom gangguan jiwa. Akibatnya,penelitian yang dilakukan bersifat retrospektif, dimulai pada saat seseorang mengalami gangguan (untuk yang pertama kali atau pada saat ‘kambuh’), kemudian menelusuri perjalanan gangguan atau bersifat cross-sectional (Leff & Vaughn, 1985).Sebagai salah satu contoh, penelitian Vaughn & Leff (dalam Leff & Vaughn, 1985) yang meneliti pengaruh sikap keluarga terhadap kondisi klinis pasien skizofrenia menemukan, bahwa Expressed Emotion (EE) merupakan prediktor terbaik untukmenentukan apakah pasien akan kambuh atau tidak selama periode 9 bulan follow-up. Expressed Emotion ini ditemukan peneliti pada saat wawancara ketika pasien pertama kali masuk rumah sakit.
MODEL TEORETIK GAYA KELEKATAN, ATRIBUSI, RESPON EMOSI, DAN PERILAKU MARAH Avin Fadilla Helmi
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.559 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7472

Abstract

Teori kelekatan pertama kali digunakan untuk menjelaskan hubungan antara bayi dan pengasuh utama (Bretherthon dalam Buren & Cooley, 2002). Dalam perkembangannya, teori kelekatan dari John Bolbwy yang dibangun pada 1973 digunakansebagai landasan berfikir untuk menjelaskan hubungan gaya kelekatan pada masa dewasa dan berbagai bentuk hubungan interpersonal (Helmi, 1999). Dekade 1980an, penelitian kelekatan diaplikasikan untuk menjelaskan hubungan romantis orangdewasa. Pada tahun 1987 hasil penelitian Hazan dan Shaver dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, yaitu mengenai hubungan romantis yang dikonsepsikan sebagai proses kelekatan dengan menggunakan dasar teorikelekatan dari Bowlby. Publikasi tersebut merupakan tonggak dari perjalanan teori gaya kelekatan, yang selanjutnya peneliti-peneliti lain mengikuti langkahnya dengan memperluas topik penelitian yaitu mengkaitkan gaya kelekatan dengan berbagai macam kehidupan sosial dan interaksi sosial. Beberapa contoh penelitian tersebutadalah gaya kelekatan berkaitan dengan representasi mental dari self (Mikulincer, 1995), trust (Mikulincer, 1998), daya tarik dan interaksi sosial (Tidwell dkk., 1996), gaya penjelasan dan emosi (Collins, 1996), regulasi emosi dan penyesuaian padaremaja (Cooper dkk., 1998), social support (Collins dan Feeney, 2004), dan depresi (Simpson dkk., 2003; Simonelli, 2004). Pada umumnya hasil berbagai penelitian tersebut mendukung konsep tersebut.
SEMIOTIKA UNTUK ANALISIS GENDER PADA IKLAN TELEVISI Naomi Srie Kusumastutie; Faturochman MA
Buletin Psikologi Vol 12, No 2 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.358 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7473

Abstract

Salah satu persoalan gender yang justru mengekalkan ketimpangan gender adalah tayangan iklan di televisi. Iklan sebagai cara untuk memasarkan produk pada satu sisi berusaha ‘tampil beda’ agar menarik tetapi pada sisi lain mengekalkan stereotip danketimpangan gender. Bila usaha tampil menarik dari iklan terbukti dan diakui, iklan yang bias gender pada umumnya tidak disadari dan disangkal. Banyak cara untuk memahami persoalan gender yang terus berkembang akhir akhir ini. Kunci untuk ini adalah berpikir kritis. Semiotika pada dasarnya adalah cara untuk meilhat dengan detil dan kritis terhadap sesuatu yang tersurat. Dengan kesadaran gender, semiotika dapat menjadi salah satu metode untuk mengungkap persoalan ketimpangan gender yang terdapat pada sebagian besar tayangan iklan.
The Human Side of Organizational Restructuring *) Dr. Achmad Sobirin; Al Hasin, MBA; Trias Setiawati, Msi
Buletin Psikologi Vol 13, No 2 (2005)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.308 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7477

Abstract

Under the new law and regulations, private higher education institutions(PTS in Indonesian term) are now given ample opportunities to manage their own institutions without necessary intervention from Directorate General of Higher Education (DGHE). With greater freedom from DGHE control, Universitas Islam Indonesia (best known as UII) inits effort to improve performance, has decided to redesign its organization, arguing that the existing design does not fit with the changing environment.

Page 7 of 35 | Total Record : 350