cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 350 Documents
Sekilas Tentang Kesadaran (Consciousness) Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 13, No 2 (2005)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.504 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7478

Abstract

Kesadaran telah menjadi satu topik terpenting kajian psikologi dan ilmu pengetahuan lain dewasa ini. Penelusuran dokumen lewat Proquest dengan mengetik kata consciousness akan menghasilkan 11.435 artikel, sedangkan lewat EBSCO dengan prosedur yangsama menghasilkan 14.094 artikel. Tidak salah jika Zeman (2001) menggambarkan minat terhadap kesadaran sebagai air pasang yang sedang naik dibarengi dengan gelombang publikasi, jurnal baruserta pertemuan ilmiah bertopik kesadaran. Topik kesadaran menurutnya (Zeman, 2001) telah menjadi satu tantangan intelektual lintas disiplin mulai dari neurosains, psikologi sampai filsafat. Senada dengan pendapat ini, seorang ahli lain Pawlik (1998, h. 185)menganalogikan diterimanya kesadaran sebagai konstruk psikologi yang sah seperti peristiwa renaissance. Hal ini disebabkan riset mengenai hakekat, struktur dasar serta proses kesadaran pada saat ini telah menjadi satu topik hangat bagi psikologi teoretis daneksperimen, neuropsikologi klinis dan eksperimen, neurosains, ilmu-ilmu kognitif serta filsafat.
Developing Culturally-Relevant Counseling In Indonesia Sutarimah Ampuni
Buletin Psikologi Vol 13, No 2 (2005)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.62 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7479

Abstract

Psychology as a science emerged in Indonesia in the 1950s. The firstpsychological work in Indonesian history was conducted by the BalaiPsychotechnik (Psychotechnik Board), a board found by the Ministry of Education, Teaching and Culture at that time. The works of the Board included conducting psychological testing for students who were going to further education, as well as performing assessments in organizations to select their prospective employees. The Boardwas later developed into the Faculty of Psychology of The University of Indonesia, the oldest psychological institution in Indonesia. In 1959, the professional organization of psychologists was founded in Jakarta (Universitas Indonesia, 2004). The second oldest educational institution of psychology, which is the Faculty of Psychology of Gadjah Mada University, was developed from the former Facultyof Educational Science in the university in 1965 (Universitas Gadjah Mada, 2004). This history implies that psychology in Indonesia was born in the context of educational science.
Analisis Sosial Psikologis Perkembangan dan Penanganan Penyakit Menular Ima Sri Rahmani
Buletin Psikologi Vol 13, No 2 (2005)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.86 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7483

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk membahas pengaruh globalisasiterhadap penyebaran penyakit, khususnya polio, pengaruhnya terhadapkondisi sosial masyarakat dan penanggulangannya. Dalam makalah inipenulis memfokuskan telaah pada kasus wabah polio di Sukabumi. Berbagai konsep dikemukakan dalam tulisan, di antaranya adalah epidemiologi yang mulai dikembangkan dari kajian psikologi.
Psikologi Nusantara: Kesanakah Kita Menuju? Johana E. Prawitasari
Buletin Psikologi Vol 14, No 1 (2006)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.056 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7484

Abstract

Tulisan ini akan menyoroti perkembangan psikologi baik sebagaiilmu pengetahuan maupun terapan di Indonesia dan di negara maju. Akan dibandingkan apa yang telah terjadi di Indonesia dan negara maju. Khususnya tulisan ini akan mempertanyakan kemanakah psikologi di Indonesia akan menuju. Apakah psikologi Indonesia akan berkembang berdasarkan kearifan lokalyang mungkin dapat disebut psikologi nusantara? Langkah bersama seperti apakah yang perlu dipikirkan dan dilakukan?
Konflik Parlemen Indonesia: Sebuah Nilai Pembelajaran Dr Moordiningsih
Buletin Psikologi Vol 14, No 1 (2006)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.486 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7485

Abstract

Mulai 1 Maret 2005, harga bahan bakar minyak dinaikkan setelah sekian lama mengalami penundaan dikarenakan protes dan berbagaikeberatan yang diungkapkan. Pemerintah dibawah kepemimpinanSusilo Bambang Yudhoyono mengambil keputusan untuk menaikkan BBM. Keputusan yang diambil oleh pemerintah untuk menaikkan harga BBM ini direspon oleh parlemen Indonesia yaitu Dewan Perwakilan Rakyat untuk melakukan rapat konsultasi dengan pemerintah pada hari Senin, 14 Maret 2005. Pemerintah diwakili presiden usai rapat tersebut kembali menyampaikan bahwa tidak akan mencabut harga BBMyang sudah diberlakukan per 1 Maret 2005.
Konsep Dasar dalam Mendesain Organisasi Bagus Riyono
Buletin Psikologi Vol 14, No 1 (2006)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.564 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7486

Abstract

Dalam mendesain organisasi ada empat keputusan dasar yang perludiambil. Keputusan itu mencakup pembagian pekerjaan (division of labor), pendelegasian wewenang (authority delegation), pengelompokan tugas (departmentalization), dan yang terkaitdengan span of control. Setelah pekerjaan dibagi-bagi perludipertimbangkan bagaimana melakukan koordinasi. Mekanisme koordinasi ini dapat dilakukan dengan lima cara yaitu (1) mutual adjustment, (2) direct supervision, (3) work process standardization, (4) standardization of output, (5) standardization of skills (input).
Carl Gustav Jung, Teori Transformasi dan Relevansinya pada Organisasi Birokrasi Ambar Widaningrum
Buletin Psikologi Vol 14, No 2 (2006)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.6 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7487

Abstract

One of primary issues of organization theory debate arises from questions about the basic unit analysis from which the reality of organization is best derived or understood. The functionalist orientation takes as its points from the larger collective level of  reality, that is, the encompassing system is the basic unit of analysis. The interpretivists see individual interaction as the basic unit from which an understanding of the larger context can be obtained. The two perspectives have no link between the individual and the collective, and the interface between them is un‐addressed. The notion of ʺsocialʺ is aborted. A transformational theory, which takes the Jung model (a psychological sociology) as a point of origin has the potential for this integrative perspective. This theory encompasses both the individual and the social and the nature of their interrelatedness.
Networking Among Southeast Asian Psychological Societies to Improve Services * A. Supratiknya
Buletin Psikologi Vol 14, No 2 (2006)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.432 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7488

Abstract

Psychology as a common sense knowledge about people and their behavior might have been familiar to every culture since the beginning of the human history. As a scientific discipline, however, it seems to be a Western invention. Some even contented that is only the product of the transition from traditional or premodern to modern Western society in the 19 th century (Sampson, 1989). This transition involves change of the functional unit of the social order from the community or any other form of social groupings to the individual. Based on a liberal individualist framework as well as a voluntarist notion of personhood, the modern Western world view the person as a self‐contained individual whose values and relations are the products of her or his own choice. Individuals are antecedent to the society in which they live and the possession of a self is given prior to its
Somatisasi Dalam Budaya Kolektivis Ditinjau dari Teori Pemaknaan Nelson: Kritik terhadap Psikoanalisa Klasik Tjipto Susana
Buletin Psikologi Vol 14, No 2 (2006)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.341 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7489

Abstract

Somatisasi adalah gangguan somatoform yang ditandai oleh gejala yang berulang tanpa somatik diketemukan dasar organik yang jelas, yang menyebabkan seseorang sering berkonsultasi ke dokter (American Psychiatric Association, 2000). Menurut teori Psikoanalisa klasik 1 (van der Kolk dkk., 1996) gangguan somatisasi ini merupakan manifestasi dari kecemasan yang bersifat neurotik. Kecemasan ini bersumber dari konflik internal di dalam diri seseorang, yaitu antara id dan superego (norma masyarakat yang sudah diinternalisasikan). Ketika ego seseorang tidak mampu mengatasi konflik tersebut, maka dorongan‐dorongan tersebut akan ditekan ke dalam ketidaksadaran. Kecemasan akan ditransformasikan (dikonversikan) dalam bentuk gejala somatik supaya tidak muncul ke kesadaran. Oleh karena itu gangguan ini disebut juga konversi.
Kajian Psikologis Kebermaknaan Hidup Dr Sumanto
Buletin Psikologi Vol 14, No 2 (2006)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.01 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7490

Abstract

Perubahan dunia sekitar, baik yang bersifat konstruktif maupun destruktif, menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Setiap terjadi perubahan lingkungan, manusia harus mengambil keputusan intrinsik pribadi sebagai konsekuensi interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. Kegagalan manusia dalam menemukan orientasi intrinsik di tengah berbagai kemungkinan yang tak terhitung banyaknya berpotensi menimbulkan kecemasan yang menjadi salah satu ancaman terhadap kebermaknaan hidup manusia. Sebaliknya, keberhasilan mene‐mukan orientasi dan membuat keputusan prbadi dalam mengatasi krisis mendatangkan pengalaman‐pengalaman emosi positif yang merupakan salah satu unsur penting dalam kebermaknaan hidup. Yang menjadi masalah bagi setiap orang adalah bagaimana cara memperoleh kebermaknaan hidup di tengah lajunya percepatan perubahan akibat modernisasi seperti sekarang ini.

Page 8 of 35 | Total Record : 350