cover
Contact Name
Restu Tri Handoyo
Contact Email
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Phone
+6289527548628
Journal Mail Official
buletinpsikologi@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada Unit Research Development and Community Research Faculty of Psychology - Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta - Indonesia Building A 2nd Floor Jl. Sosio Humaniora No. 1, Bulaksumur Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Psikologi
ISSN : 08547106     EISSN : 25285858     DOI : https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi
Buletin Psikologi focuses on contextualizing psychological concepts or phenomena within the socio-cultural setting of Indonesia through the use of non-empirical study, such as, literature review, systematic review, scoping review, and meta-analysis. It accepts articles that are based on the thorough and systematic examination of psychological constructs from the perspective of Indonesian context. The journal is open access, peer-reviewed, and published biannually. We accept and publishes articles in English and Bahasa Indonesia languages to accommodate our diverse audience in Indonesia and internationally.
Articles 350 Documents
KEMANDIRIAN DAN KEKERASAN TERHADAP ISTRI Puji Astuti
Buletin Psikologi Vol 10, No 2 (2002)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.81 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7453

Abstract

Ketika perempuan masuk dalam lembaga perkawinan, yang dipercayai sebagai perwujudan ideal hubungan cinta antara dua individu, maka deretan pekerjaan seperti melahirkan, mengurus anak, suami dan rumah tangga sudah menanti. Menurut Ratih(2002), tanpa disadari baik oleh istri maupun suami, tugas-tugas tersebut akan mengikat badan, hati dan pikiran perempuan ke rumah sejak ia bangun pagi hingga malam hari. Kadang kala karena desakan kebutuhan ekonomi memang istri diperbolehkan untuk bekerja di luar rumah, tapi ini tidak membebaskan perempuandari kewajiban yang utama. Semua berlangsung teratur, dengan asumsi beginilah seharusnya kehidupan berkeluarga yang normal dan alamiah, dimana suami sebagai pencari nafkah utama dan perempuan sebagai ibu dan pengurus rumah tangga.
SISTEM SATUAN KREDIT SEMESTER UNTUK MEMPERSIAPKAN SARJANA PSIKOLOGI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Asmadi Alsa
Buletin Psikologi Vol 10, No 2 (2002)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.725 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7454

Abstract

Kualitas pendidikan dan pengajaran di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara, termasuk dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, juga sering kita baca atau dengar berita-berita di media massa bahwa sarjana lulusan perguruan tinggi di dalam negeri tidak siap masuk pasar kerja dan kalah bersaing dengan sarjana lulusan luar negeri. Indikator lain rendahnya mutu pendidikan tinggi di Indonesia adalah semakin meningkatnya kecenderungan lulusan SLTA untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Di sisi lain, era globalisasi menuntut kualitas lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing tinggi, karena kompetisi akan menjadi semakin ketat dalam memasuki pasar kerja di antara para sarjana, begitu “kran” pasar bebas dibuka.
PERANAN PSIKOLOGI DALAM PEMBANGUNAN: SEBUAH BIDANG GARAPAN PSIKOLOGI YANG TERLUPAKAN Koentjoro Soeparno
Buletin Psikologi Vol 11, No 1 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.772 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7457

Abstract

Sejak psikologi dinyatakan sebagai sebuah cabang ilmu pengetahuan, kiprahnya dalam ikut mensejahterakan kehidupan rakyat makin meluas. Karenanya tidak perlu disangsikan lagi bahwa Psikologi di Indonesia apabila dilibatkan dalam berbagai proses pembangunan dapat berperan serta secara aktif mengatasi persoalan bangsa dan negara. Sayangnya, di masyarakat Indonesia ada stigma peran psikologi yang mengarah bahwa job psikologi hanya itu-itu saja (Koentjoro, 1999), seperti tukang tes, konsultasi, bahkan tukang ramal. Kondisi ini diperparah dengan adanya keputusan bahwa sarjana psikologi yang lulus tahun sekian hingga tahun sekian harus melakukanujian atau pelatihan psikodiagnostika, yang notabene mengarah kepada stigma di atas.
MEMPERTANYAKAN KONSEP SUMBER DAYA MANUSIA DI INDONESIA Hendro Prabowo
Buletin Psikologi Vol 11, No 1 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.244 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7458

Abstract

Jika kita membahas SDM, maka yang ada di benak kita (sejawat psikologi) pastilah konsep dalam cabang psikologi industri dan organisasi. Ketika penulis mencoba mencari konsep SDM dengan menggunakan engine searching melalui internet, yang diperoleh hampir selalu berkaitan dengan SDM kelas menengah pada umumnya atau psikologi industri dan organisasi pada khususnya atau bahkan hanyaorganisasi formal belaka.
RASIONALITAS SEMU DAN ANOMALI DALAM 1 PERILAKU EKONOMI Rahmat Hidayat
Buletin Psikologi Vol 11, No 1 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.572 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7459

Abstract

Homo oeconomicus dalam teori-teori ekonomi neo-klasik adalah makhluk yang rasional (Lea, Tarpy & Webly, 1987), dalam arti bahwa tindakan-tindakan mereka senantiasa dilandasi oleh keinginan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya (maximising utility). Mereka adalah pribadi-pribadi yang selfish, yang mengedepankan kepentingan diri pribadi di atas segala-galanya, bahkan pada tindakan-tindakan yang di mata orang lain terlihat altruistik. Menurut teori ekonomi neo-klasik, di balik tindakan seperti itu selalu tersembunyi niatan untuk mendapatkan manfaat langsungataupun tidak langsung dari orang yang ditolongnya, atau orang-orang yang melihat tindakannya.
UNDERSTANDING PREMARITAL SEXUAL ATTITUDE AND BEHAVIOR: THEORITICAL AND EMPIRICAL CONTEXTS - Faturochman
Buletin Psikologi Vol 11, No 1 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.254 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7460

Abstract

Sexual activity among teenage populations has tended to increase as indicated by a decrease in the age at the first intercourse and the increasing proportion of sexually active teenagers (Forrest and Singh, 1990; Hofferth et al., 1987). Sexually active adolescents are faced by pregnancy and sexually transmitted disease problems because they are usually not protected. They do not know enough about the consequences of their sexual activities nor are they often aware of the range of contraceptive methods available as a means of protection. Alternatively, they may know that there are a lot of contraceptive methods but they do not have access because of societal control. Thelack of accessibility seems to influence the knowledge of the contraception use.
PSIKOLOGI DI AUSTRALIA Sutarimah Ampuni
Buletin Psikologi Vol 11, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.307 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7461

Abstract

Pada tahun-tahun belakangan ini Psikologi di Indonesia tampaknya banyak berbenah diri. Berbagai perubahan dalam peraturan profesi psikologi menandai pembenahan diri tersebut. Dalam hal pendidikan tinggi Psikologi misalnya, Kolokium Psikologi X di Baturaden tanggal 11-12 April 2003 (HIMPSI, 2003b) menyetujui bahwa program pendidikan profesi seperti yang saat ini dijalankan akan segeraberubah bentuk pada dua tahun ke depan. Mulai 2004 Program Magister Psikologi Profesional, yang meliputi empat semester kuliah dan praktek setelah S1, akan menggantikan program profesi. Padahal kalau kita lihat kembali ke belakang, programprofesi sebenarnya masih relatif baru, yaitu merupakan pengejawantahan kurikulum nasional Psikologi tahun 1989 yang pelaksanaannya baru dimulai sekitar tahun 1995.Bahkan ada beberapa universitas yang baru mulai menawarkan program profesi 1-2 tahun belakangan ini (HIMPSI, 2003a).
MENGENAL SEPINTAS PSIKOLOGI EVOLUSIONER Dicky Hastjarjo
Buletin Psikologi Vol 11, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.283 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7462

Abstract

Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi diminta menjawab pertanyaan berikut ini: “Idealnya, berapa banyak pasangan seksual yang ingin anda miliki sampai bulan depan, dalam waktu enam bulan mendatang, selama setahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun, dan selama sepanjang hayat?”. Adaperbedaan jawaban yang diberikan oleh mahasiswa dan mahasiswi menanggapi pertanyaan di atas. Mahasiswa pria ingin memiliki lebih banyak pasangan seksual daripada yang diinginkan mahasiswi. Kecenderungan ini konsisten untuk setiap interval waktu. Misalnya, untuk waktu dua tahun mendatang, pria ingin memilikirerata delapan pasangan seksual, sementara wanita hanya ingin mempunyai satu pasangan seksual saja. Pria ingin memiliki rerata 18 pasangan seksual selama hidupnya, sementara wanita hanya menginginkan rerata 4 atau 5 pasangan seksual (Buss & Schmitt, 1993). Teori apa yang mampu menjelaskan perbedaan antara priadan wanita menyangkut jumlah pasangan seksual yang diinginkan tersebut? Psikologi evolusioner mungkin akan bisa menjawab permasalahan ini.
PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA: MASIHKAH MENCEMASKAN? Haryanto F Rosyid
Buletin Psikologi Vol 11, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.28 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7463

Abstract

Pemutusan Hubungan Kerja merupakan suatu hal yang pada beberapa tahun yang lalu merupakan suatu kegiatan yang sangat ditakuti oleh karyawan yang masih aktif bekerja. Hal ini dikarenakan kondisi kehidupan politik yang goyah, kemudian disusuldengan carut marutnya kondisi perekonomian yang berdampak pada banyak industri yang harus gulung tikar, dan tentu saja berdampak pada pemutusan hubungan kerja yang dilakukan dengan sangat tidak terencana. Kondisi inilah yang menyebabkan orang yang bekerja pada waktu itu selalu dibayangi kekhawatiran dan kecemasan,kapan giliran dirinya diberhentikan dari pekerjaan yang menjadi penopang hidup keluarganya.
PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI TEMPAT KERJA Sri Kurnianingsih
Buletin Psikologi Vol 11, No 2 (2003)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.569 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.7464

Abstract

Posisi perempuan dalam kehidupan sosial ternyata belum sejajar dengan laki-laki meskipun upaya ke arah itu telah lama dan terus dilakukan. Kekuatan faktor sosial, kultural dan institusional yang menempatkan perempuan lebih rendah daripada laki-laki menjadi penyebab pokok kenyataan itu. Analisis gender selalu menemukan bahwa sebagian perempuan mengalami subordinasi, marginalisasi, dominasi, dan bahkan kekerasan. Hasil penelitian di empat propinsi menunjukkan bahwa sekitar 90 persenperempuan pernah mengalami kekerasan di wilayah publik (Wattie, 2002). Lebih lanjut disebutkan bahwa di rumah sendiri pun perempuan tidak bebas dari kekerasan.

Page 6 of 35 | Total Record : 350