cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gedung H Kampus 2 - UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
ISSN : 24599727     EISSN : 25808834     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 324 Documents
Pengaruh Pozzolan Buatan dari Abu Eceng Gondok terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Beton Normal Alfarisi, Ibnu Kamal; Nurchasanah, Yenny; Ujianto, Muhammad; Rochman, Abdul
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu eceng gondok merupakan pozzolan buatan yang dapat dipergunakan sebagai tambahan atau sebagai pengganti sebagian campuran beton. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan dan daya serap air beton yang dicampur dengan abu eceng gondok yang biasa disebut dengan pozzolan buatan sebagai penggantian sebagian semen sebanyak 0%,8%,10%,12%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan perkembangan nilai kuat tekan beton yang diuji pada umur 28 hari, serta daya serap air beton. Pengujian kuat tekan sendiri menggunakan silinder beton ukuran 15 cm x 30 cm dan untuk pengujian daya serap air menggunakan silinder ukuran 10 cm x 20 cm. Berdasarkan hasil penelitian dilakukan pengujian beton segar (slump test) didapatkan nilai tertinggi yaitu pada beton normal dengan menggunakan semen PPC 100% dibandingkan dengan semen OPC dengan penggantian sebagian abu eceng gondok. Pada beton normal semen PPC 100% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 14,77 MPa dan kenaikkan terjadi pada variasi abu eceng gondok 12% sebesar 5,43% dengan nilai kuat tekan sebesar 20,20 MPa. Pemakaian variasi abu eceng gondok serapan airnya semakin kecil dibandingkan beton normal semen PPC 100%, dimana beton dengan 12% abu eceng gondok daya serap airnya yang paling rendah dan yang paling kedap air.
Pengaruh Jenis Pembakaran Abu Kayu sebagai Bahan Tambah terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Paving Block Handayani, Nur Khotimah; Wibowo, Tegar Yustisi; Nurchasanah, Yenny; Nugroho, Suhendro Tri
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu kayu hasil pembakaran batu bata belum banyak dimanfaatkan. Pemanfaatan abu kayu dapat digunakan untuk bahan tambah dalam pembuatan paving block. Material abu kayu sangat dipengaruhi oleh proses pembakaran dan selanjutnya penambahan abu kayu ini akan berpengaruh terhadap sifat mekanik paving block. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pembakaran abu kayu terhadap kuat tekan paving. Pembakaran abu kayu dilakukan dengan 2 jenis pembakaran yaitu dengan suhu terkontrol (800°C) dan tidak terkontrol pada pembakaran batu bata. Penelitian ini menggunakan variasi campuran abu 0%, 10%, 15%, dan 20% dengan perbandingan semen:pasir sebesar 1:4. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental melalui uji kuat tekan. Hasil kuat tekan paving block dengan abu kayu hasil dari pembakaran furnance dengan bahan tambah 0%,10%,15%, dan 20% secara berturut-turut adalah 22,04 MPa, 24,35 MPa, 27,04 MPa, dan 27,96 MPa serta hasil daya serap rata-rata 2,85%, 1,36%, 1,09%, dan 0,57%. Sedangkan pada abu hasil pembakaran batu bata didapatkan nilai kuat tekan 22,04 MPa, 26,30 MPa, 25,28 MPa, dan 25,09 MPa serta hasil daya serap rata-rata sebesar 2,85%, 1,07%, 2,89%, dan 3,53%. Pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu kayu hasil pembakaran tidak terkontrol mampu meningkatkan kuat tekan paving pada penambahan abu kayu 10%, namun lebih dari presentase tersebut kuat tekan paving menunjukkan nilai yang semakin menurun.
Tinjauan Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Mutu Normal dengan Metode Pembacaan Data Mesin Universal Testing Machine (UTM) Sistem Digital dan Manual Utami, Puput Retno; Rochman, Abdul; Sudjatmiko, Aliem
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik beton yaitu kuat tekan dan modulus elastisitas pada beton normal dengan metode pembacaan data hasil pengujian UTM sistem digital dan manual. Perencanaan campuran beton berdasarkan American Concrete Institute (ACI) menggunakan bahan penyusun berupa agregat kasar, agregat halus, semen dan air dengan kuat tekan rencana 20 MPa, 22,5 MPa dan 25 Mpa. Benda uji berupa silinder ukuran 150 mm x 300 mm. Sampel yang digunakan untuk pengujian ini yaitu 10 sampel untuk masing – masing mutu rencana. Hasil pengujian nilai kuat tekan beton dengan UTM digital dan UTM manual f’cr 20 Mpa sebesar 20,041 MPa dan 20,903 MPa, f’cr 22,5 MPa sebesar 23,395 MPa dan 23,964 MPa, f’cr 25 MPa sebesar 27,664 MPa dan 27,133 MPa. Secara umum hasil pengujian kuat tekan dengan UTM manual lebih tinggi dari hasil pengujian dengan UTM digital. Nilai modulus elastisitas beton dengan pembacaan grafik hasil pengujian UTM digital dan UTM manual f’cr 20 MPa sebesar 16301,317 MPa dan 15801,541 MPa, f’cr 22,5 sebesar 22661,765 MPa dan 19906,802 MPa, f’cr 25 MPa sebesar 23694,836 MPa dan 21623,260 MPa. Nilai modulus elastisitas dicari dengan rumus SNI 4700. √
Metode Particle Packing dan Reologi Beton Segar Self Compacted Concrete (SCC) Morib, Margeritha Agustina; Jacob, Owner; Halawa, Edi Sokhi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposisi agregat merupakan faktor yang mempengaruhi kemampuan alir dan kekuatan akhir Self Compacted Concrete (SCC). Particle packing adalah metode untuk memaksimalkan kerapatan padatan agregat dengan memanfaatkan keseluruhan rentang gradasi particle penyusun beton. Factor granular (G) dikembangkan oleh Dreux Gorrise tahun 1979 digunakan sebagai dasar perancangan. Target berat SCC 2300 kg/m3 menggunakan superplasticizer (SP) sebanyak 1,8% dan fly ash 10% dari berat semen. Komposisi agregat halus : agregat kasar divariasikan dengan rasio 30:70; 35:65; 40:60; 45:55 dan 50:50. Agregat halus menggunakan pasir Kali Kuning dengan gradasi II sedangkan agregat kasar berasal dari Clereng dengan ukuran maksimum 10 mm. Studi reologi mengenai kemampuan aliran materi dalam kondisi cair saat respon yang ditunjukkan berupa aliran plastis dan bukan deformasi elastis ketika menerima gaya diaplikasikan pada beton segar. Pengujian dilakukan untuk mengukur kemampuan alir, mengisi ruangan dan melewati tulangan tanpa segregasi meliputi slump flow, V-funnel, L-box dan sieve segregation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi rasio memenuhi syarat kemampuan alir, kecepatan alir dan mampu melewati tulangan namun masih terjadi segregasi. Metode particle packing dapat digunakan untuk perancangan SCC namun perlu komposisi filler dan SP yang tepat untuk mencegah terjadinya segregasi pada beton.
Hubungan Beban dan Lendutan Panel Pracetak Beton Busa Tumpu, M.; Mansyur, M; Tjaronge, M. W.
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi bangunan merupakan salah satu sektor yang berkembang dengan pesat seiring dengan terus dibutuhkannya bangunan baru. Salah satu penggunaan material yang paling banyak digunakan dalam pembangunan adalah beton. Beton busa dihasilkan dari penambahan cairan busa (foam agent) ke dalam air pada mix desain beton. Foam agent berfungsi untuk menstabilkan gelembung udara selama proses pengerasan beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan beban dan lendutan panel pracetak beton busa. Penelitian ini berbentuk eksperimental di laboratorium. Volume busa yang digunakan adalah 15,7, 25,12 dan 37,68 liter. Panel pracetak beton busa yang digunakan berukuran 40 × 70 × 8 cm. Pengujian beban dan lendutan dengan menggunakan alat UTM yang terhubung dengan LVDT diterapkan untuk mengevaluasi kekuatan panel pracetak beton busa. Pengujian beban dan lendutan dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat volume yang dihasilkan sebesar 1210,71 kg/m3. Rata-rata beban yang dihasilkan dari benda uji panel pracetak beton busa untuk masing-masing variasi volume busa yaitu sebesar 64,64 kN, 61,04 kN dan 26,79 kN sedangkan lendutan yang dihasilkan adalah sebesar 2,65, 4,16 dan 4,22 mm.
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung menggunakan Analisis Respons Spektrum Gempa Desain SNI 1726:2019 Nugroho, Fajar Adhy; Nurchasanah, Yenny; Fauzi, Muchammad Gemawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur gedung di Indonesia harus mengikuti peraturan yang berlaku. Pembaruan peraturan yang terjadi diakibatkan karena Indonesia merupakan negara yang memiliki intensitas gempa yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa Gedung eksisting berdasarkan peraturan yang terbaru yaitu SNI 1726:2019 dan mengevaluasi bangunan gedung eksisting dengan parameter displacement, nilai drift ratio, dan level kinerja berdasarkan peraturan SNI 1726:2019. Pemodelan struktur pada penelitian ini menggunakan SAP2000 V14, untuk menganalisis perilaku struktur yang terjadi. Proses analisis struktur terhadap gempa dengan metode Respons Spektrum untuk mengetahui perilaku struktur bangunan setelah mendapatkan gaya gempa dengan berdasarkan peraturan SNI 1726:2019. Hasil Analisis ini didapatkan nilai gaya geser dasar metode statik untuk arah-X dan arah-Y sebesar 12247,403 KN dan untuk metode dinamik didapat arah-X = 9558 KN dan arah-Y = 11170 KN. Untuk hasil Analisis simpangan antar lantai untuk arah-X didapat lantai I sebesar 32,152 mm dan lantai 2 sebesar 14,310 mm, untuk arah-Y didapat lantai l sebesar 17,355 mm dan lantai 2 sebesar 3,100 mm. Analisis evaluasi kinerja struktur untuk nilai drift ratio didapatkan arah-X sebesar 0,5666 % dan untuk arah-Y sebesar 0,2495 %, dan untuk hasil level kinerja gedung dengan metode respons spektrum berdasarkan peraturan SNI 1726:2019 struktur dapat dikategorikan dalam kondisi IO (ImmediateOccupancy).
Tinjauan Hubungan Faktor Air Semen (FAS), Kuat Tekan, dan Permeabilitas Beton Pada Faktor Air Semen (FAS) sebesar 0,4; 0,425; 0,45; 0,475 Rifai, Rahmat; Rochman, Abdul; Rohman, Muhammad Kholilur
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan campuran bahan yang berasal dari semen, kerikil, pasir, dan air. Untuk mencapai hasil campuran beton agar sesuai dengan yang diinginkan harus memperhitungan dan meneliti secara tepat. Pada penelitian ini digunakan faktor air semen (fas) sebesar 0,4; 0,425; 0,45; 0,475 untuk mengetahui hubungan kuat tekan dengan fas, hubungan permeabilitas dengan fas, dan hubungan kuat tekan dan permeabilitas. Campuran beton pada penelitian ini dengan metode SNI 03-2834-2000 tanpa ada bahan tambahan, benda uji yang digunakan yaitu silinder beton 15 x 30cm sebanyak 8 sampel setiap fasnya. Dari pengujian yang telah dilakukan diketahui nilai Slump dan Berat jenis beton mengalami penurunan setiap kenaikan fas. Kuat tekan beton 28 hari didapat sebesar 25,352 MPa; 23,371 MPa; 21,617 MPa; dan 20,145 MPa sehingga semakin kecil nilai fas maka kuat tekan yang dihasilkan semakin besar dan pada pengujian Permeabilitas pada umur beton 28 hari didapat sebesar 6,48x10-9 m/det; 9,43x10-9 m/det; 14,31x10-9 m/det; dan 17,19x10-9 m/det sehingga semakin kecil nilai fas maka koefisien permeabilitasnya semakin kecil. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka diketahui hubungan fas dan kuat tekan yaitu berbanding terbalik, hubungan faktor air semen fas dan permeabilitas beton yaitu berbanding lurus, dan hubungan kuat tekan dan permeabilitas beton yaitu berbanding terbalik.
Analisis Ketahanan Beton dengan Memanfaatkan Abu Sekam Padi (Rice Husk Ash) sebagai Pengganti sebagian Semen pada Lingkungan Sulfat Santosa, Rakka Pradyatama; Rochman, Abdul; Sulaiman, Hafizh Maulana
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini beton dikenal sebagai bahan bangunan yang sangat populer dan berbahan dasar agregat, air, semen Portland, atau yang biasa disebut dengan beton konvensional. Permintaan beton sebagai bahan bangunan utama semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kini dengan kemajuan teknologi ditemukan bahan tambah atau alternatif campuran beton. Untuk meningkatkan durabilitas beton juga perlu adanya bahan tambah mineral seperti pozzolan ke dalam campuran beton, abu sekam padi merupakan bahan tambahan berupa pozzolan, termasuk bahan tambahan mineral yang digunakan untuk meningkatkan kinerja beton. Abu sekam padi mengandung Silika (SiO2) dalam jumlah besar yaitu 89,64%, sehingga dapat diklasifikasikan sebagai pozzolan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tahan beton dengan abu sekam padi sebagai substitusi semen di lingkungan normal dan lingkungan sulfat. Presentase substitusi abu sekam padi sebesar 5%, 10%, 15% dari total semen. Perencanaan campuran beton yang digunakan mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan kuat tekan rencana 25 Mpa pada pengujian umur beton 28 hari dan 56 hari dengan menggunakan jumlah benda uji sebanyak 60 sampel. Dari penelitian yang dilakukan, substitusi 5% abu sekam padi dapat meningkatkan kuat tekan beton dan modulus elastisitas sebesar 6,76%-16,18% akan tetapi menurunkan permeabilitas beton.
Tinjauan Karakteristik Beton Mutu Tinggi dengan Ukuran Maksimum Agregat Kasar 20 mm Prastiyo, Rudi; Rochman, Abdul; Taslimanurrohim, Andika
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan beton menjadikan penelitian tentang karakteristik beton dibutuhkan. Salah satunya karakteristik beton mutu tinggi untuk mengetahui nilai kuat tekan, modulus elastisitas, kuat tarik belah, permeabilitas dan pengaruh penggunaan semen pada beton mutu tinggi dengan ukuran maksimum agregat 20 mm. Perencanaan campuran berdasarkan SNI-03-6468-2000 dengan kuat tekan rencana 50 MPa, dengan beton silinder diameter 150 mm dan panjang 300 mm, untuk pengujian kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah terdiri dari lima sampel, sedangkan pengujian permeabilitas menggunakan tiga sampel dengan umur 28 hari. Bahan penyusun terdiri dari, agregat kasar, agregat halus, semen, air, superplasticizer dan fly ash. Nilai kuat tekan yaitu 47,62 MPa, dengan penurunan sebesar 4,77% dari kuat tekan rencana. Nilai modulus elastisitas sebesar 23411 MPa dengan validasi ACI sebesar 29800 MPa. Nilai kuat tarik belah 5,33 MPa dengan selisih 11,19% dari kuat tekan. Permeabilitas beton dengan nilai penetrasi 7,7 mm, untuk nilai koefisien mendapatkan nilai 2,4807.10-6 m/dt. Perbandingan dengan penggunaan ukuran maksimum agregat 12,5 mm menunjukkan kebutuhan semen mengalami peningkatan 0,54% dan selisih kuat tekan 5,12% lebih rendah, menunjukkan ukuran agregat semakin besar maka nilai kuat tekan semakin rendah.
Analisis Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Ngawi (Studi Kasus: Jalan Raya Ngawi-Solo) Zahaja, Putri Zara; Hidayati, Nurul; Idris, Zilhardi; Mulyono, Gotot Slamet
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi kondisi Jalan Raya Ngawi-Solo saat ini, menganalisis karakteristik kecelakaan lalu lintas, dan titik rawan di ruas tersebut. Data primer diperoleh dari pengamatan kondisi geometrik, permukaan serta kemiringan jalan, sedangkan sekunder dari SATLANTAS Polres Ngawi. Karakteristik kecelakaan ditentukan berdasarkan persentase kejadian. Penentuan titik rawan kecelakaan dianalisis menggunakan Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) dan Upper Control Limit (UCL). Tiga lokasi dengan AEK tertinggi kemudian diamati kondisi geometriknya saat ini. Hasil analisis menunjukkan lokasi studi memiliki tipe jalan yang berbeda, perlengkapan jalan tersedia meskipun beberapa segmen tidak lengkap. Kecelakaan banyak terjadi di hari kerja pada siang hari melibatkan laki-laki (79,78%) dan korban luka ringan (84,28%). Sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan sebanyak 67,93%. Hasil lain diketahui 11 lokasi termasuk black spot dan 3 segmen di dalamnya black link. Tiga titik rawan kecelakaan lalu lintas dengan nilai AEK tertinggi yaitu Segmen 29, 23, dan 5. Di Segmen 29 ada perubahan warna dan garis marka, Segmen 23 perbedaan ketinggian bahu dan badan jalan dengan kondisi bergelombang. Segmen 5 juga terdapat perbedaan ketinggian dengan bentuk geometrik lurus-menikung dan kondisinya baik.