cover
Contact Name
Alkausar Saragih
Contact Email
jurnalpendidikanips@umnaw.ac.id
Phone
+6281362192627
Journal Mail Official
jurnalpendidikanips@umnaw.ac.id
Editorial Address
https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/JP-IPS/Editorial
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN IPS
ISSN : 23017732     EISSN : 27233006     DOI : -
Jurnal Pendidikan IPS (JP-IPS) adalah jurnal yang menggunakan model blind review yang dapat diakses online. Tujuan dari JP-IPS adalah untuk menerbitkan jurnal yang berisi artikel berkualitas yang akan dapat menyumbangkan pemikiran dari perspektif teoritis dan empiris untuk kemajuan teknologi dan pendidikan. Tulisan-tulisan di JP-IPS akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemikiran kritis dalam bidang ilmiah secara umum, khususnya di bidang Ilmu Pendidikan IPS. Lingkup bidang yang terkandung dalam JP-IPS mencakup bidang-bidang berikut: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pendidikan Sejarah Pendidikan Ekonomi Pendidikan Geografi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Pendidikan Akuntansi Pendidikan Tata Niaga Pendidikan Administrasi Perkantoran Pendidikan Sosiologi Pendidikan Koperasi Pend Kependudukan dan Lingkungan Hidup Pendidikan Ekonomi Koperasi Bidang Pendidikan Ilmu Sosial Lain Yang Belum Tercantum Artikel yang diterbitkan tentang hasil penelitian dan tinjauan pustaka dengan metodologi penelitian yang dapat diterima, studi kualitatif, studi kuantitatif, atau kombinasi keduanya, analisis statistik, studi kasus, penelitian lapangan, dan studi sejarah. JPIPS menerima manuskrip dari berbagai kalangan terkait, seperti peneliti yang relevan, dosen, profesor, mahasiswa, guru, Praktisi, ilmuwan, dan lainnya.
Articles 128 Documents
HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE RESOURCE BASED LEARNING DAN MAKE A MATCH Nurwinda Sari -
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 1 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.772 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v3i1.1062

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk meneliti perbedaan atas dua metode pembelajaran resource based learning dan make a match pada mata pelajaran ekonomi kelas x sma prima yayasan reis cendekia t.a 2021/2022. Adapun teknik pengambilan sampel pada penelitian ini merupakan nonprobability sampling yaitu teknik sampling jenuh yang merupakan teknik penentu sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini dilakukan dengan tes tertulis terhadap siswa kelas X IPS dengan jumlah keseluruhan 33 siswa. Berdasarkan hasil penelitian analisis data hasil ujian rata-rata pada kelas yang menggunakan metode pembelajaran resource based learning yaitu mencapai 77 dengan simpangan baku 2,8826 sedangkan yang menggunakan metode pembelajaran make a match yaitu mencapai 80,90 dengan simpangan baku 5,222. Sedangkan uji hipotesis pada penelitian ini diperoleh hasil = -0,0154 dengan = 1,669 atau -0,0154 1,669. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran resource based learning dan metode pembelajaran make a match. Kata Kunci: Hasil Belajar, Metode Pembelajaran Resource Based Learning, Metode Pembelajaran Make A Match
HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Dame Sihaloho
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 2 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.999 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v2i2.1127

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1). Meningkatkan hasil belajar siswa, (2). Meningkatkan aktivitas belajar siswa. (3). Meningkatkan pemahaman siswa dan pembelajaran yang menggunakan strategi pembelajaran kontekstual. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-3 SMP Negeri 2 Pancur Batu sebanyak 32 orang. Karena jumlah subjek dibawah 100 orang maka seluruh subjek menjadi sampel dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan metode penilaian yaitu: data yang diperoleh dilakukan evaluasi berdasarkan hasil belajar siswa. Evaluasi hasil belajar siswa diberi rentang nilai dari 0 – 100. Kemudian data dihitung dari nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang belum tuntas memenuhi kriteria ketuntasan minimal. (1). Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan strategi pembelajaran kontextual dengan hasil sebagai berikut: (1) Terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 47,58%, pada siklus I meningkatkan menjadi 63,94% kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 73,63%, (2). terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 57,57% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 87,88% pada siklus II, (3). terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I turun menjadi 42,43% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 12,12% dengan kata lain hanya 4 siswa saja yang memperoleh nilai 60 dan selebihnya (29) siswa memperoleh nilai 70 dan diatas 70.
KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA SEKOLAH MELALUI WORKSHOP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH Erawati S. Simbolon
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 2 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.429 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v2i2.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sekolah melalui workshop Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subyek penelitian ini adalah 4 orang kepala sekolah yang menjadi binaan peneliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi dan studi dokumentasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah menggunakan teknik jumlah persentase kepala sekolah yang sudah mampu menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah. Hasil penelitian menunjukkan : (1). Kepala SMP Negeri 27 Medan, yang pada siklus I baru menerapkan 51,85% indikator MBS, namun pada siklus II telah menerapkan 100% indikator MBS ; (2) Kepala SMP Alittihadiyah yang pada siklus I baru menerapkan 48,15% indikator MBS, namun pada siklus II telah menerapkan 100% indikator MBS, (3) Kepala SMPS Eria yang pada siklus I baru menerapkan 51,85% indikator MBS, namun pada siklus II telah menerapkan 100% indikator MBS, (4) Kepala SMP Romalbest Medan yang pada siklus I baru menerapkan 44,44% indikator MBS namun pada siklus II telah menerapkan 100% indikator MBS, (8) Kemampuan manajemen kepala sekolah dalam menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah meningkat setelah dilakukan workshop
HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BIOLOGI MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Golarden Purba
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 2 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.039 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v2i2.1129

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada Pelajaran Biologi di Kelas XII-MIA 4 melalui strategi pembelajaran Berbasis Masalah di SMA Negeri 1 Pancur Batu Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII-MIA 4 SMA Negeri 1 Pancur Batu sebanyak 36 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentse jumlah siswa yang belum tuntas.. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan strategi pembelajaran Berbasis Masalah dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 30,36, pada siklus I meningkatkan menjadi 65,28 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,56 (2) terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 58,33% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 88,89% pada siklus II, (3) terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 41,67% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 11,11% dengan kata lain hanya 4 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (32) siswa memperoleh di atas 70.
POLA ASUH ANAK DALAM PENDIDIKAN AGAMA DAN KEBIASAAN Iskandar Zulkarnaen, Zamalludin Sembiring
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 2 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.559 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v2i2.1136

Abstract

Tujuan kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh anak dalam pendidikan agama dan kebiasan setiap individu termasuk orang tua harus berusaha membebaskan diri dan keluarganya dari siksaan api neraka. Orang tua dalam keluarga terutama ibu harus memberikan asupan makanan terutama makanan halal dan baik serta mendidik yang sesuai dengan usianya dan tentunya mengarah kepada pembentukan akhlak anak. Seorang anak ibarat cerminan dari orang tuanya. Anak yang diasuh dengan pola asuh yang baik maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik. Sebaliknya, anak yang diasuh dengan pola asuh yang buruk akan tumbuh menjadi anak dengan pribadi yang buruk. Seorang anak yang ada dalam didikan orang tua yang broken home cenderung mempengaruhi pribadi anak tersebut. Anak yang dibiasakan disiplin sejak dini akan memiliki sifat disiplin sampai tumbuh dewasa kelak. Pendidikan akan mempengaruhi pola dan tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari. Sikap dan tingkah laku orangtua juga merupakan suatu contoh untuk anak dalam kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEXTUAL MELALUI WORKSHOP Nurbadiyah Br. Munthe
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 2 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.352 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v2i2.1137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan strategi pembelajaran kontextual melalui workshop di SMP S IRA, SMPS Pahlawan, SMPS Azzakiyah Islamic School, SMP Islamiah, SMPS Muhammadiyah 49 . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SMPS IRA, SMPS Pahlawan Nasional, SMPS Azzakiyah Islamic School, SMPS Islamiyah, SMPS Muhammadiyah 49 Kota Medan dengan jumlah 46 guru guru.Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhittungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan strategi pemelajaran kontextual dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan strategi pembelajaran kontextual. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan strategi pembelajaran kontextual dari 46 guru guru, baru 24 (52,17%) guru menerapkan SPK pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 40 (86,96%) guru yang sudah mampu menerapkan strategi pembelajaran kontextual pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan strategi pembelajaran konstekstual, dari 46 guru guru, sebanyak 22(54,85%) guru belum mampu menerapkan strategi pembelajaran kontextual pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan strategi pembelajaran kontextual, menjadi 6 (13,04%) guru yang belum mampu menerapkan strategi pembelajaran kontextual secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan strategi pembelajaran kontekstual dapat meningkat melalui workshop .
KEMAMPUAN SISWA MENGUASAI BENTUK-BENTUK SURAT MENGGUNKAN APLIKASI ZOOM TERHADAP HASIL BELAJAR KORESPONDENSI Rijal Lubis
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 2 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.479 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v2i2.1138

Abstract

Belajar merupakan usaha yang dilakukan oleh setiap individu guna meningkatkan kemampuan dan keterampilanya dalam mencapai tingakat prestasi belajar atau dengan kata lain, belajar merupakan upaya mendewasakan diri, lebih-lebih bagi siswa yang sedang duduk dibangku sekolah maupun dirumah. Prestasi belajar Korespondensi adalah suatu kemampuan siswa dalam menguasai pengetahuan tentang menulis surat, menyusun surat, mengarsip surat, mempelajari surat, memahami dan mampu mengerjakan atau menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan surat yang di berikan oleh guru. Surat merupakan bagian yang tidak terpisahkan manusia pada zaman modern ini. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai perusahaan jasa yang mengelola pengiriman surat dan barang, baik yang dibina oleh pemerintah maupun swasta. Surat memiliki peranan yang sangat penting dalam urusan kedinasan, kehidupan sebuah instansi tidak bisa lepas dari yang namanya surat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa besarnya nilai t(hitung) adalah 4,64 sedangkan besarnya nilai t(tabel) untuk n = 38 dan = 0,05 adalah 1,71. Dengan demikian rumusan hipotesis yang telah ditetapkan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, yang berarti : “"ada hubungan kemampuan siswa menguasai meteri bentuk-bentuk surat menggunakan aplikasi zoom terhadap hasil belajar korespondensi siswa kelas XI SMK Istiqlal Deli Tua T.A 2021/2022", dapat diterima kebenarannya sebab t(hitung) > t(tabel), atau 4,64 > 1,71.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENYUSUN KRITERIA KETUNTASAN KURIKULUM 2013 MELALUI WORKSHOP Lamser Manurung
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 2 No. 2 (2021): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.392 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v2i2.1146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menyusun kriteria ketuntasan minimal melalui workshop di SMP Budi Murni 3 Medan, SMP Tri Sakti 1 Medan, SMP Nasrani 5 Medan, SMP HKBP Sidorame pada tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi.Subyek dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 orang guru yang mengajar di SMP Budi Murni 3 Medan, SMP Tri Sakti 1 Medan, SMP Nasrani 5 Medan, SMP HKBP Sidorame. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, kesioner,wawancara dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pehitungn persen jumlah guru yang sudah mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 dan yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang mampu menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal dari 30 orang guru,baru 20. (66,67%) guru yang mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 26 (86,67%) guru yang sudah mampu menyusun KKM Kurikulum 2013; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menyusun KKM kurikulum 2013, dari 30 orang guru, terdapat 10 (33,33%) guru belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 menjadi 4 (13,33%) guru yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 secara baik; (3) Kompetensi profesional guru dalam menyusun KKM Kurikulum 2013 dapat ditingkatkan melalui workshop.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) MELALUI Jannes Siregar
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 1 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.914 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v3i1.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) melalui workshop di SMP Negeri 43 Medan, SMP Harapan Mekar Medan, SMP Swasta PGRI-3 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah yang mengajar di di SMP Negeri 43 Medan, SMP Harapan Mekar Medan, SMP Swasta PGRI-3 Kota Medan dengan jumlah 30 guru guru. Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning). Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah yang menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) dari 30, baru 20 (66,67%) guru menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 (90,0%) yang sudah mampu menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning), dari 30 guru guru, sebanyak 10 (33,33%) guru belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning), menjadi 3 (10,0%) yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis Masalah (Problem based learning) dapat ditingkatkan melalui workshop.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGIKARYA FOTOGRAFI (BERDASARKAN UNDANG-UNDANG HAK CIPTA NO 28 TAHUN 2014) KEMENTERIAN HUKUMDAN HAK ASASI MANUSIA Muhammad Thariq Zaen Sembiring, Tri Reni Novita, Zamalludin Sembiring
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 3 No. 1 (2022): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.009 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v3i1.1257

Abstract

virus corona yang berdampak serius karena banyak sekali korban jiwa berjatuhan, selain manusia sebagai korbannya banyak usaha-usaha yang turut terdampak. Salah satunya berdampak disegala aspek kehidupan termasuk sektor usaha fotografi, dalam dampak pendemi Covid-19 usaha kreatif yang dibidang seni yang dapat diabangun adalah fotografi, adanya virus corona dunia juga mendapatkan dampak positif yakni mendorong masyarakat untuk lebih kreatif terlebih mendorong masyarakat agar pandai memanfaatkan waktu saat dirumah. Dalam mengumpulkan metode data penelitian, peneliti mengambil data di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara, dimana Kota Medan Merupakan Kota terbesar ke tiga di Indonesia setelah DKI Jakaarta dan Surabaya serta kota terbesar di luar pulau jawa. Karya Fotografi dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi destinasi pariwisata di Indonesia, termasuk Sumatera Utara (Sumut), karena saat pendemi Covid-19 orang tidak bisa melihat langsung produk wisata maupun produk pelaku ekonomi kreatif. Penelitian ini dapat disimpulkan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, menjelaskan bahwa pencipta mempunyai hak eksklusif yaitu hak moral dan hak ekonomi. Pada Pasal 5 mengatur bahwa hak moral melekat kepada pencipta untuk mempertahankan hak pencipta yang berlaku seumur hidup. Pada Pasal 9 mengatur bahwa, pencipta memiliki hak ekonomi yaitu setiap orang wajib mendapatkan izin pencipta untuk melakukan penggunaan komersial perlindungan ini berlaku selama 15 Tahun.

Page 4 of 13 | Total Record : 128