cover
Contact Name
Eliyana Lulianthy
Contact Email
eliyana.lulianthy@polita.ac.id
Phone
+6289692544118
Journal Mail Official
jakiyah@polita.ac.id
Editorial Address
Jalan Ampera, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat 78114
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jakiyah : Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah
ISSN : 25276352     EISSN : 26139049     DOI : https://doi.org/10.35721/jakiyah.v7i1
Core Subject : Health, Science,
The journal contains relevant health studies analyzed from an integrated perspective including individual and population levels, experimental and clinical approaches, epidemiology, public health, disease prevention, and health promotion, diagnosis, treatment, prognosis and palliative care sourced from health disciplines. and other scientific disciplines. The focus and scope of the journal includes: Midwifery Maintenance Radiology Physiotherapy Analyst Health Nutrition Health Management Health-Accounting Health Communication Public Administration In The Health Sector Health Psychology Health Biotechnology Health Architecture Health Information Technology Anesthesiology Other.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2020)" : 8 Documents clear
Pengaruh Peer Education Terhadap Pengetahuan Siswa SMK Tentang HIV/AIDS di Kota Pontianak Oon Fatonah Akbarini; Henny Fitriani
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.286 KB) | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.11

Abstract

Latar Belakang: Kasus HIV/AIDS pada kelompok remaja dari waktu ke waktu cenderung meningkat, saat ini persentasi kumulatif AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun, kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun, 40-49 tahun, 50-59 tahun, dan 15-19 tahun). Usia produktif orang Indonesia melakukan hubungan seks antara 18-50 tahun. Demikian juga halnya mahasiswa, dari struktur usianya rata-rata 20-30 tahun, merupakan masa reproduksi aktif. Tentunya mahasiswa pada usia ini sangat produktif dan mempunyai hasrat untuk melakukan hubungan seks terhadap lawan jenisnya. Tujuan: 1. Untuk mengetahui karakteristik siswa SMK LKIA di Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. 2. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah diberikan peer education. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan One Group Pre-Test, Post Test Design. Sampel sebanyak 50 orang dengan teknik Purposive Sampling. Data diperoleh dari data primer dengan menggunakan kuesioner. Metode analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian: Didapat bahwa untuk karakteristik jenis kelamin Sebagian besar perempuan sebanayak 29 orang (58%). Hampir semua Responden dengan usia 15-17 tahun sebanyak 42 orang (84 %). Responden dengan pendidikan ayah sebagian besar berpendidikan tinggi yaitu 41 orang (82 %), sedangkan responden yang Pendidikan ibu tinggi Sebagian yaitu 26 orang (52 % ). Responden berdasarkan sumber informasi Sebagian besar menggunakan Non-Media Massa yaitu 37 responden (74%).Pada Hasil Pengujian didapat nilai p bernilai < 0.05 yang artinya ada perbedaan signifikan skor pretest dan postest, denagn nilai mean difference -6.32 artinya bahwa peer group memberikan pengaruh terhadap pengetahuan HIV AIDS. Simpulan: Pendidikan Kesehatan melalui peer group secara rata-rata dapat meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS sebanyak 6.32 point. Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa metode peer group merupakan alternatif cara efektif yang dapat diterapkan di sekolah dalam memberikan pendidikan kesehatan agar dapat memaksimalkan pencapaian peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS.
Efektifitas Penggunaan Traksi Cervical Untuk Menurunkan Derajat Nyeri Pada Penderita Nyeri Leher Mahendra Wahyu
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.599 KB) | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.12

Abstract

Latar Belakang: Nyeri leher (neck pain) merupakan rasa tidak nyaman di sekitar leher, Nyeri leher juga dapat didefinisikan sebagairasa sakit yang dirasakan di daerah yang dibatasi oleh prosesus spinosus torakal satu dan daerah lateral leher, sedangkan nyeri leher non spesifik merupakan nyeri mekanik yang dirasakan diantara oksiput dan torakal satu dan otot-otot sekitarnya tanpa penyebab yang pasti. Pemberian traksi cervical mampu mengurangi keluhan nyeri pada nyeri leher. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian traksi cervical terhadap penurunan derajat nyeri pada keluhan nyeri leher di RSUD Bagas Waras Klaten. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan menggunakan pendekatan single case study pre and post test design. Sampel berjumlah 10 orang diberikan perlakuan berupa pemberian traksi cervical. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk, uji pengaruh menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil dari perlakuan yang telah dilakukan peneliti, diperoleh hasil bahwa traksi berpengaruh menurunkan nyeri pada keluhan nyeri leher. Uji statistik untuk uji pengaruh menggunakan Paired Sample T Test didapat p = 0,001 (<0,05). Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Traksi pada penurunan derajat nyeri pada keluhan nyeri leher (Neck Pain).
Telegram sebagai Media Pendidikan Kesehatan Untuk Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Rini Sulistiawati; Dini Fitri Damayanti
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.40

Abstract

Latar Belakang : Stunting atau anak balita pendek merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi fokus perhatian dunia, termasuk Indonesia. Prevalensi balita stunting di Kalimantan Barat berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, yaitu yang mengalami pendek sebesar 21,9% dan sangat pendek sebesar 11,4%. Berdasarkan angka tersebut, prevalensi balita pendek di Kalimantan Barat menjadi masalah kesehatan masyarakat, yaitu menurut WHO prevalensi lebih dari 20%. Stunting dapat berakibat fatal bagi kemampuan belajar di sekolah, dan bagi produktivitas mereka di masa dewasa, serta memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Pencegahan stunting dilakukan dengan pemberian gizi yang baik sejak janin dalam kandungan, pemberian ASI eksklusif sampai usia 6 bulan, dan pemberian MP-ASI yang tepat mulai usia 6 bulan hingga 2 tahun. Upaya peningkatan status gizi masyarakat perlu dibarengi dengan peningkatan pengetahuan khususnya ibu yang memiliki bayi risiko stunting. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu, yaitu pendidikan kesehatan tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Telegram merupakan salah satu media komunikasi yang dapat digunakan dalam pendidikan kesehatan Tujuan: menganalisis peningkatan pengetahuan ibu dengan anak risiko stunting tentang pemberian makan bayi dan anak (PMBA) menggunakan media Telegram di RSUD Dr. Soedarso Pontianak tahun 2019. Metode penelitian: merupakan eksperimen semu (Quasy Experiment) rancangan Non Equivalent Group dengan pre-post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang meimiliki bayi dengan risiko stunting di RSUD Dr. Soedarso Pontianak dengan jumlah sampel kelompok perlakuan (diberikan informasi melalui media aplikasi Telegram) dan kelompok kontrol (diberikan informasi melalui media booklet), masing-masing sebanyak 15 orang. Teknik non probalility sampling secara consecutive sampling. Uji yang digunakan berupa uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Terdapat perbedaan rerata skor pengetahuan yang bermakna tentang PMBA pada ibu dengan anak risiko stunting sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan melalui media Telegram maupun melalui media booklet. Terdapat perbedaan rerata skor pengetahuan yang bermakna tentang PMBA antara ibu dengan anak risiko stunting yang diberikan pendidikan kesehatan melalui media Telegram dengan ibu dengan anak risiko stunting yang diberikan pendidikan kesehatan melalui media booklet
Cakupan Keluarga Sehat Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia Berdasarkan Indikator PIS-PK Maretalinia; Kiki Lusrizanuri; Hadi Susilo Wijaya
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.41

Abstract

Latar Belakang: Indonesia sebagai negara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia menghadapi berbagai masalah kesehatan akibat terbatasnya akses. PIS-PK (Program Indonesia Sehat-Pendekatan Keluarga) merupakan program dengan 12 indikator keluarga sehat yang didata pada setiap keluarga. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui cakupan keluarga sehat di wilayah kerja Puskesmas Data Dian. Metode: Studi ini menggunakan data PIS-PK Puskesmas Data Dian, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (3 desa: Data Dian, Long Metun, dan Sai Anai) dengan melibatkan semua keluarga yang berjumlah 173 KK. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara yang berpedoman pada kuesioner. Hasil: Hasil survei menunjukkan bahwa persentase keluarga sehat 64% dan pra-sehat 36%. Secara rinci dari ke-12 indikator keluarga sehat, terdapat beberapa indikator yang belum mencapai target 100% yaitu cakupan KB, ASI Eksklusif, pengobatan hipertensi, anggota keluarga masih ada yang merokok, penggunaan jamban, dan kepesertaan JKN. Kesimpulan: Perlu ada kerja sama dengan pemangku kepentingan serta komitmen bersama untuk mencapai target keluarga sehat 100%.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Halmahera Utara tentang Penyebab Gangguan Jiwa Olivia Asih Blandina; Kadek Intan Dwi Anggari
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.42

Abstract

Latar Belakang: Masyarakat berasumsi bahwa gangguan jiwa adalah hasil dari kutukan arwah nenek moyang, sedangka gangguan jiwa sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Halmahera Utara tentang penyebab gangguan jiwa. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain descriptive. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat Halmahera Utara yang berjumlah 400 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang dimodifikasi oleh peneliti dan dianalisa secara statistik univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (75%) berada pada kategori tingkat pengetahuan cukup. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan tenaga kesehatan secara rutin memberikan pendidikan kesehatan terkait peningkatan pengetahuan atau informasi tentang penyebab gangguan jiwa dan peran masyarakat, mengingat pentingnya peran masyarakat dalam membangun dukungan lingkungan yang baik untuk mendukung proses penyembuhan oramg dengan gangguan jiwa.
Komunikasi Interpersonal Tenaga Kesehatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Abdul Malik Iskandar; Hairuddin; Harifuddin Halim
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.44

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pelayanan kesehatan yang baik, bermutu, profesional, dan diterima pasien merupakan tujuan utama pelayanan rumah sakit. Namun hal ini tidak mudah dilakukan dewasa ini. Meskipun rumah sakit telah dilengkapi dengan tenaga medis, perawat, dan sarana penunjang lengkap, masih sering terdengar ketidakpuasan pasien akan pelayanan kesehatan yang mereka terima. Kurangnya komunikasi antara staf rumah sakit dengan pasien merupakan salah satu alasan keluhan umum pasien di rumah sakit. Pasien sering tidak puas dengan kualitas dan jumlah informasi yang diterima dari tenaga keperawatan. Tujuan: mengetahui bagaimana hubungan komunikasi interpersonal tenaga keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat Inap di Ruang Nifas Puskesmas Batua Makassar Tahun 2012. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik yang menggunakan data primer, sampel dari pasien yang dirawat inap 40 orang, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling,dan uji statistik adalah Chi Square. Hasil penelitian: dari 29 responden yang mengatakan komunikasi interpersonal tenaga keperawatan baik ada 23 (57,5%) responden yang mengatakan puas, dan 6 (15%) mengatakan kurang puas, sedangkan dari 11 responden yang mengatakan komunikasi interpersonal cukup ada 4 (10%) responden yang mengatakan puas, dan 7 (17,5%) mengatakan kurang puas. Berdasarkan uji statistik regresi logistic diperoleh p = 0,02 < α = 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan (H0 ditolak). Simpulan: komunikasi interpersonal merupakan faktor yang menentukan kepuasan pasien dengan tenaga keperawatan. Bahkan komunikasi yang baik dapat berpengaruh terhadap motivasi kesembuhan pasien. Oleh karena itu diharapkan tenaga keperawatan agar selalu memperhatikan cara berkomunikasinya dengan pasien agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Efektivitas Metode Video Tutorial Dengan Demonstrasi Pembelajaran Mata Kuliah Kegawatdaruratan Maternal Neonatal Dalam Melakukan Pertolongan Persalinan Sungsang Di Masa Pandemic Covid 19 Elsa Noftalina
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.47

Abstract

Latar Belakang: Saat ini Indonesia bahkan dunia sedang mengalami pandemi suatu virus yaitu Coronavirus Diseases 2019 (COVID19), segala kegiatan didalam dan diluar ruangan di semua sektor sementara waktu ditunda demi mengurangi penyebaran corona terutama pada bidang pendidikan. Metode pembelajaran tatap muka diganti dengan virtual atau menggunakan video tutorial. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan efektivitas metode video tutorial dengan demonstrasi pada pembelajaran mata kuliah kegawatdaruratan maternal neonatal dalam melakukan pertolongan persalinan sungsang di masa pandemi Covid 19 di kampus Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak Tahun 2020. Rancangan Penelitian: Penelitian ini menggunakan true eksperimen dengan pendekatan post test. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa tingkat 2 semester IV yaitu sebanyak 60 mahasiswa dengan pembagian 30 mahasiswa yang mendapat perlakuan (metode video tutorial) dan 30 mahasiswa sebagai kontrol (metode demonstrasi). Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakaan total sampling. Analisis data dengan uji T independent kemaknaan P-value (0,05). Hasil analisis : Terdapat perbedaan hasil belajar (nilai/post test) yang signifikan antara metode video tutorial dengan metode demonstrasi pada pembelajaran mata kuliah kegawatdaruratan maternal neonatal dalam melakukan pertolongan persalinan sungsang. Nilai rata-rata post test responden dengan metode demonstrasi sebesar 84,45 dan nilai rata-rata post test responden dengan metode video tutorial sebesar 51,09.Kesimpulan: Terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara metode video tutorial dengan metode demonstrasi pada pembelajaran asuhan kegawatdaruratan maternal neonatal pada pertolongan persalinan sungsang di masa pandemi covid 19.
Pengaruh Anemia Terhadap Inersia Uteri di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Novita Ibrahim; Siti Surya Indah Nurdin; Sugianto
Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum dan Kesehatan Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kebidanan Politeknik Aisyiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35721/jakiyah.v5i2.49

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan kurangnya dari kuantitas maupun kualitas sel darah merah, sehingga dapat menyebabkan turunnya kapasitas darah untuk membawa oksigen. Inersia Uteri merupakan kondisi dimana kontraksi rahim yang lemah dan singkat. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anemia terhadap inersia uteri. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling dan didapatkan 45 responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan p value sebesar 0,000 < α 0,05, dan nilai OR = 5,250 yang bermakna bahwa anemia dapat mempengaruhi terjadinya inersia uteri dengan parameter kekuatan pengaruh nilai RR (Relative Risk) 2,149 yang artinya pasien dengan anemia mempunyai kemungkinan 2 kali mengalami inersia uteri. Simpulan: Ini menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara anemia terhadap inersia uteri.

Page 1 of 1 | Total Record : 8