cover
Contact Name
Hartati
Contact Email
hartatilana@gmail.com
Phone
+6285292398583
Journal Mail Official
j.lintaskeperawatan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan, Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Kode Pos : 51145
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lintas Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28079280     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Lintas Keperawatan (JLK) is a Nursing journal cover all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing.
Articles 104 Documents
PERAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PENINGKATAN LITERASI INFORMASI MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PEKALONGAN POLTEKKES KEMENKES SEMARANG DI MASA PANDEMI COVID-19 Sri Setyowati; Wijanarko Edi; Darwoto Darwoto; Nivea Paula Dewi
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.355 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v2i1.6850

Abstract

Background and Research Objectives - In Indonesia, information literacy coincides with the phenomenon of illiteracy and low reading interest. The library as an educational institution plays an important role in increasing information literacy in the world of education. Likewise, libraries in Higher Education are very important in supporting the Tri Dharma of Higher Education. This study aims to determine the role of the Pekalongan Nursing Study Program Library in increasing information literacy, as well as to determine the benefits of information literacy for students during the Covid-19 pandemic.Methodology - This research  is descriptive quantitative  in nature. A total of 70  respondentswere recruited by means of accidental sampling to measure the role of the library. The questionnaire was made referring to library standards and was developed based on the Likert scale. After the data is collected, it is processed and presented in tables and graphs. Furthermore, the data are descriptively categorized into interval scales, namely: 1) very good (3.28-4.03), 2) good (2.52-3.27), 3)less good (1.76-2, 51), 4) not good (1.00-1.75).Research Results - The results of the research that have been achieved with respondents, namely students of the Poltekkes of the Ministry of Health in Semarang, level 2 and level 3 of the Pekalongan Nursing Study Program, which have been carried out since June 2020, show that the role of libraries in student information literacy during the Covid-19 pandemic in Pekalongan Nursing Study Program, Poltekkes Ministry of Health Semarang with "enough" results as many as 61 respondents (87.1%).Conclusions and Suggestions - The characteristics of respondents in the research on the role oflibraries on student information literacy were dominated by female sex with a total of 61 respondents (87.1%). The role of libraries in student information literacy during the Covid-19 pandemic resulted in 61 respondents (87.1%) in the "adequate" category. It is necessary to develop further research on the role of libraries in information literacy by increasing the number of respondents in addition to students as well as teaching staff and educational staff. Besides that, also by deepening the research questionnaire that was distributed to respondents. Keywords: Information Literacy, Role and Utilization of Libraries
JENIS PEKERJAAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV/AIDS Yuyun Haryadi; Sumarni Sumarni; Moh Projo Angkasa
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 1, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.616 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v1i1.6446

Abstract

Latar belakang: HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan yang mengkhawatirkan yang menyebabkan kematian sebanyak 32 juta jiwa di dunia. Kepatuhan minum obat ARV sangat penting untuk mencegah resistensi dan memperpanjang harapan hidup pasien. Kepatuhan minum ARV dapat dipengaruhi oleh jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan..Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV) di klinik Voluntary Conseling and Testing (VCT) RSUD Batang.Metode penelitian : Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien HIV/AIDS di klinik VCT RSUD Batang sejumlah 55 responden.Hasil  penelitian  :  Berdasarkan  hasil  analisa  dengan  menggunakan  uji  Fisher’e  ExactTest didapatkan data bahwa tingkat pendidikan p value 0,041 α = 0,05, jenis pekerjaan p value 0,014 α = 0,05, berdasarkan data tersebut bermakna ada hubungan antara jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan  dengan kepatuhan minum obat ARV di klinik VCT RSUD Batang.Kesimpulan : pendidikan terbanyak SMP (43,6%), pekerjaan terbanyak swasta (56,4%), responden terbanyak patuh minum ARV (60%), yang artinya hubungan antara jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV) di klinik Voluntary Conseling and Testing (VCT) RSUD Batang.Saran : Rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan minum ARV pada pasien HIV/AIDS dengan mengetahui jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan pasien .  
PENGARUH BACK MASSAGE TERHADAP TINGKAT KELELAHAN DAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN YANG MENJALANI TINDAKAN HEMODIALISA DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN Moh. Projo Angkasa; Isrofah .; Rini Hidayah
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 3, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.28 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v3i2.9266

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian gagal ginjal kronik di dunia mencapai 10% dari populasi. Persentasi penderita penyakit gagal ginjal kronik yang mengalami kelelahan sebesar 71,0% sampai 92,2%. Gangguan tidur dialami oleh 50-80% yang menjalani terapi hemodialisa.Tujuan : Tindakan non-farmakologi untuk mengatasi rasa lelah dan gangguan tidur salah satunya yaitu dengan massage. Back massage merupakan salah satu teknik dari massage pada punggung.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimen dengan metode one group pretest-posttest rancangan satu kelompok pra perlakuan dan pasca perlakuan. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan intervensi back massage satu kelompok untuk dilakukan penilaian tingkat kelelahan dan kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Instrumen Kelelahan menggunakan Fatique Assesment Scale dan instrumen kualitas tidur menggunakan Pittsburg Sleep Quality Index. Sampel penelitian ini berjumlah 36 responden.Hasil : Setelah dilakukan pengolahan data di ketahui bahwa terdapat pengaruh back massage terhadap tingkat kelelahan dan kualitas tidur pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Bendan Kota Pekalongan dengan hasil signifikan uji Wilcoxon 0,001 p value 0,05.Kata Kunci : Gagal ginjal kronik, back massage, hemodialisa
PENGELOLAAN KEPERAWATAN JIWA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DAN LATIHAN BERKENALAN DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO Anwar Yasin; Indar Widowati, S.Kep, Ns, M.Kes; Petrus Nugroho Djoko Santoso, S.Kp, MMR; Suryo Pratikwo, SPd, SKM, M.Kes
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 2, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.959 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v2i2.7873

Abstract

Latar Belakang : Isolasi sosial merupakan kegagalan individu dalam berinteraksi dengan orang lain sebagai akibat dari peristiwa buruk yang dialami. Perilaku yang sering diperlihatkan pasien isolasi sosial seperti menarik diri, tidak komunikatif, menyendiri, asik dengan pikiran dan dirinya sendiri, serta menghindar dari orang lain. Banyak hal yang menjadi penceAtus munculnya isolasi sosial, termasuk broken home dan bullying. Pasien yang mengalami gangguan isolasi sosial perlu memperoleh perawatan yang disegerakan karena bila tidak ditangani bisa berdampak pada sistem klien secara keseluruhan. Dalam proses keperawatan klien isolasi sosial, melatih cara berkenalan sangat perlu dilakukan, karena memberikan keuntungan untuk meningkatkan interaksi dan aktivitas sosial.Tujuan : Karya ilmiah ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan keperawatan jiwa pada pasien dengan Isolasi Sosial: Menarik Diri dan Latihan Berkenalan.Metode : Metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam proses keperawatan. Sebanyak 2 responden direkrut secara purposive sampling yang memenuhi kriteia.Hasil : Hasil membuktikan kedua responden mengalami peningkatan kemampuan berkenalan.Kata Kunci : Isolasi sosial, latihan berkenalan, broken home, bullying.
PELATIHAN SADARI MENINGKATKAN PENGETAHUAN WANITA MENOPAUSE TENTANG SADARI SEBAGAI CARA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Sumarni Sumarni; Hartati Hartati; Afiyah Sri Harnany
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.346 KB) | DOI: 10.31983/jlk.v2i1.6846

Abstract

Menopause is a normal change that occurs in a woman's life when her menstrual period stops. Menopause causes women to be susceptible to cancer, one of which is breast cancer. One way that can be done to detect early incidence of breast cancer is by doing Breast Self-Examination (BSE) routinely, and this requires a woman's knowledge of how to detect breast cancer with the breast self-examination method (BSE). This study used a quasi-experimental study with a pre test - post test design with a control group. The population in this study were all menopausa women (45 - 55 years) in Wates Village, Wonotunggal Subdistrict, Batang Regency. The sampling technique was simple random (simple ramdom). In this study, the sample used was 60 respondents, with a sample size of 30 for the intervention group and 30 samples for the control group. The data analysis used the Wilcoxon test to determine the effect of BSE training, while to determine the difference in knowledge between the intervention group and the control group, the Friedman test was used to test the normality of the data using the Kolmogorov-Smirnov non-parametric statistical test. The results showed that there was an effect of providing BSE training in the intervention group on knowledge with a value of p 0.05.Suggestions are given to increase public awareness, especially menopausal women about breast self-examination (BSE), through health training activities. Keywords: BSE training, menopausal age women, knowledge
GAMBARAN KETERAMPILAN PSIKOSOSIAL REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK Yuniske Penyami; Moh.Projo Angkasa; Norma Nofianto
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9801

Abstract

Latar belakang: Jumlah remaja yang berhadapan dengan hukum meningkat setiap tahunnya dankasus yang terjadi berkaitan erat dengan perkembangan psikososial. Kurangnya keterampilanpsikososial merupakan faktor risiko terjadinya masalah psikososial remaja. Salah satu upayapromotif dan preventif masalah psikososial remaja adalah pendidikan kesehatan. Secara umum,keterampilan psikososial yang baik akan berdampak pada kompetensi sosial yang baik dalamsubskala perilaku, emosional dan motivasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaranpengetahuan, efikasi diri dan keterampilan psikososial remaja yang mengalami masalah sosial danberhadapan dengan hukum.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan survei. Rentangusia remaja dalam penelitian ini adalah 14-19 tahun yang 33 anak. Instrumen penelitian berbentukkuesioner pengetahuan, kuesioner efikasi diri dan lembar observasi yang dinilai oleh diri sendiri,teman sebaya serta petugas LPKA.Hasil: Rerata skor keterampilan psikososial baik dinilai oleh diri sendiri, petugas dan teman dekatadalah 31, 27. Remaja paling banyak tidak melakukan keterampilan mengontrol emosi dan berpikirkreatif. Remaja dapat melakukan keterampilan psikososial dengan bantuan orang lain palingbanyak yaitu keterampilan pengendalian emosi, pemecahan masalah, dan kesadaran diri. Remajapaling banyak dapat melakukan secara mandiri dalam keterampilan empati dan komunikasi efektif.Kesimpulan: Keterampilan psikososial remaja di LPKA memiliki tantangan dalam mengontrolemosi dan masalah berpikir kreatif dan paling bisa melakukan keterampilan sosial dengan baik.Kata kunci: keterampilan psikososial, remaja berhadapan dengan hukum, masalah sosial remaja
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA RISIKO PERILAKU KEKERASAN DAN LATIHAN MENGONTROL MARAH DENGAN CARA FISIK KE-2 (MEMUKUL BANTAL ATAU KASUR) PADA Sdr. I DAN Sdr. S DI RUANG GATOTKACA RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH Indar Widowati; Suryo Pratikwo; Rosmiati Saleh
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9803

Abstract

Latar belakang: Risiko perilaku kekerasan adalah suatu bentuk tindakan yang berisikomembahayakan secara fiisk, emosi dan/atau seksual pada diri sendiri atau orang lain. Tujuan:Artikel ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan risiko perilakukekerasan dan mengontrol marah dengan cara memukul bantal atau kasurpengkajian, perumusanmasalah, diagnosa keperawatan, perencanaan, tindakan, evaluasi dan pendokumentasian asuhankeperawatan.Metode: Dalam artikel ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan menjadikan 2 subjekpenelitian yang memenuhi syarat inklusi dan ekslkusi. Teknik pengambilan sampel yangdilakukan penulis yaitu dengan cara Convience Sampling yaitu cara pengambilan dan penetapansampel dengan mencari subjek atas dasar keinginan penulis yang dianggap mudah danmenyenangkan penulis.Hasil: Setelah dilakukan latihan mengontrol marah dengan cara memukul bantal atau kasurdidapatkan respon yang sama di antara dua pasien. Strategi pelaksanaan hanya dapat dilakukansampai strategi pelaksanaan ke-3 pasien, hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu penulisdalam pengelolaan kasus.Simpulan: Untuk dapat mencapai bina hubungan saling percaya pelaksanaan asuhan keperawatanjiwa pada pasien dibutuhkan kondisi pasien yang kooperatif.Kata kunci: Risiko perilaku kekerasan, latihan mengontrol marah.
STUDI KASUS : EFEKTIVITAS LATIHAN BATUK EFEKTIF TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ASMA BRONKIAL DI IGD RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATON PEKALONGAN Petrus Nugroho DS; Supriyo .; Sumarni .; Zaenal Amirudin
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9804

Abstract

Latar Belakang : Asma merupakan penyakit saluran pernapasan yang tidak menular. Meskipun demikian asma perlu tetap perlu mendapat perhatian lebih. Salah satu hal yang dapat memperburuk kondisi asma adalah adanya penumpukan sekret. Penumpukan sekret dapat diencerkan dan dikeluarkan dengan terapi nebulizer ataupun pemberian obat pengencer dahak. Selain menggunakan obat pengeluaran sekret juga dapat dilakukan dengan menggunakan terapi non farmakologi yaitu dengan melakukan latihan batuk efektif.Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penerapan latihan batuk efektif diberikan pada 15 orang responden. Setelah itu evaluasi akan dilakukan menggunakan lembar monitoring berbasis Standar Luaran Keperawatan Indonesia.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan kondisi responden. sebelum dilatih melakukan batuk efektif kondisi responden dalam rentang cukup dan baik. Setelah diajarkan latihan batuk efektif kondisi responden membaik dalam rentang baik dan sangat baik.Simpulan : Intervensi batuk efektif pada pasien dengan gangguan bersihan jalan napas dapat membantu pengeluaran sekret. Petugas kesehatan dapat mengajarkan latihan batuk efektif pada pasien. Petugas kesehatan juga diharapkan membuat media untuk mengajarkan batuk efektif pada pasien. Kata Kunci : batuk efektif, asma bronkhiale, gangguan bersihan jalan napas
PENGELOLAAN KEPERAWATAN ANSIETAS PADA PASIEN ANAK DENGAN DIARE DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Dina Ruslina; Tri Anonim; Mardi Hartono
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9805

Abstract

Latar belakang : diare merupakan kondisi buang air besar lebih dari tiga kali dalam seharidengan konsistensi tinja lebih cair dibandingkan dengan biasanya. Anak yang terkena diareakan mengalami hospitalisasi yang dapat menyebabkan perasaan Ansietas. Ansietas adalahkekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dantidak berdaya dengan keadaan emosi yang tidak memiliki objek. Salah satu penanganan untukmengatasi masalah ansietas pada anak yang menjalani hospitalisasi adalah dengan terapibermain.Tujuan : karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk membahas pengelolaan keperawatan Ansietaspada pasien anak dengan Diare di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode : karya tulis ilmiah ini berbentuk studi kasus yang menggunakan metode penelitiandeskriptif. Penelitian ini menggunakan dua subjek yang telah sesuai dengan kriteria inklusi.Hasil : setelah dilakukan terapi bermain puzzle pada An.P dan An.H masalah Ansietasberkurang atau hilang. Pada An.P Ansietas sudah berkurang dari skor FAS 3 yang artinyapasien mengalami kecemasan menjadi 1 yang artinya pasien masih mengalami lebih sedikitkecemasan, sedangkan pada An. H masalah Ansietas sudah teratasi dari skor FAS 2 yangartinya pasien mengalami sedikit kecemasan menjadi 0 yang berarti pasien sudah tidakmengalami kecemasan. Hal ini membuktikan bahwa terapi bermain puzzle sangat bermaknadalam mengurangi kecemasan pada anak karena membutuhkan kesabaran dan ketekunan anakdalam merangkainya.Simpulan : berdasarkan hasil dan pembahasan pada pengelolaan keperawatan Ansietasditemukan perbedaan antara pasien 1 dan pasien 2 yaitu skor FAS yang berbeda sertaditemukan kesenjangan antara data pasien yang ditemukan dilapangan dengan konsep teori.Kata kunci : Diare, Ansietas, Terapi bermain puzzle
STUDI KASUS : EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI MOTHER DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEHAMILAN RISIKO TINGGI DAN KEGAWATAN JANIN Hartati ,; Maslahatul Inayah; Afiyah Sri Harnany
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9800

Abstract

Latar Belakang : Kehamilan merupakan fase yang sangat vital bagi wanita. Kehamilan perludimonitor agar ibu dan janin tetap dalam kondisi sehat. Salah satu hambatan ketika masa pandemicovid19 adalah pembatasan interaksi. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu diterapkan inovasidalam hal monitoring dan edukasi ibu hamil. Salah satu yang dapat diterapkan adalahmemanfaatkan aplikasi android. Smartphone berbasis android banyak digunakan di Indonesiasehingga dapat menjadi media efektif untuk melakukan monitoring dan edukasi. Sebuah aplikasiberbasis android yaitu “Mother” dapat dimanfaatkan untuk melakukan monitoring dan edukasi ibuhamil. Aplikasi ini menyediakan fitur berupa monitoring mandiri kondisi kehamilan dan edukasidengan berbagai materi salah satunya tentang tanda bahaya kehamilan dan menjaga kehamilan.Aplikasi ini dapat diunduh melalui penyedia aplikasi android yaitu Play Store.Metode : Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode studi kasus. Penelitimenerapkan edukasi kesehatan menggunakan aplikasi “Mother” yang diinstall pada smartphoneresponden. Responden pada penelitian ini berjumlah 30 orang. Responden diberikan pre-test danpost-test. hasil pre dan post test akan dibandingkan serta dilihat perbedaan skor tingkatpengetahuanya.Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan rerata tingkat pengetahuan respondensebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang tanda bahaya kehamilan untuk mencegahterjadinya kehamilan risiko tinggi dan kegawatan janin.Simpulan : Aplikasi “Mother” efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan responden.Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengelola ibu hamil secara mandiri sehingga memudahkantenaga kesehatan dalam melaksanaan pekerjaanya.Kata Kunci : aplikasi android, mother, kegawatan ibu hamil, kegawatan janin

Page 3 of 11 | Total Record : 104