cover
Contact Name
Hartati
Contact Email
hartatilana@gmail.com
Phone
+6285292398583
Journal Mail Official
j.lintaskeperawatan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan, Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Kode Pos : 51145
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lintas Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 28079280     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Lintas Keperawatan (JLK) is a Nursing journal cover all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing.
Articles 111 Documents
KAJIAN STUDI KESELAMATAN PASIEN MELALUI SENTRALISASI OBAT BERBASIS NOMOR STICKER DI RUANG ANYELIR PAVILIUN ABIYASA GERIATRI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO Anggraeni, Rosi; Susanti, Indri Heri
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12834

Abstract

Keselamatan pasien merupakan suatu tindakan perawatan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko, kesalahan dan kerugian yang terjadi pada pasien selama pemberian pelayanan kesehatan. Sasaran keselamatan pasien apabila diterapkan dengan benar, dapat membantu meningkatkan keselamatan pasien melalui peningkatkan deteksi kesalahan dan sentralisasi obat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi keselamatan pasien dalam hal sentralisasi obat melalui pre test perawat selama persiapan dan pemberian obat serta pemasangan sticker nomor dan loker obat. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa terdapat 38 sampel loker menggunakan label kertas yang mudah untuk terkelupas. Hasil tersebut menujukan bahwa terdapat 0% loker obat tidak menggunakan penomoran yang baik untuk memudahkan dalam menjalankan asuhan keperawatan. Berdasarkan temuan tersebut pemberian nomor dengan menggunakan isolasi kertas sangat memungkinkan terjadinya kesalahan pemberian obat atau obat tertukar. Perawat dapat menghindari kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat sehingga tujuan keselamatan pasien dapat tercapai. Berdasarkan hasil post test yang dilakukan oleh perawat di ruang anyelir sejumlah 7 orang pada tanggal 3 januari 2025 mendapatkan hasil bahwa dalam kategori baik sejumlah 71 % (5 orang) dan kategori cukup sejumlah 29 % (2 orang). Implementasi berupa pemberian setiker obat yang aman, anti air, dan tidak mudah terkelupas bisa menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatakan patient safety dalam hal benar pasien. Dengan meningkatnya hasil post test sentralisasi obat diharpakan dapat meningkatakan kualitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Penelitian ini menyaranakan perlunya peningkatan terhadap efektifitas sistem sentralisasi obat berbasis nomor stiker, dengan mencegah terjadinya kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat.   Keyword : Keselamatan Pasien, Sentralisasi Obat, Nomor Stiker
PENERAPAN MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI MELALUI PENDAMPINGAN ANGGOTA KELUARGA Widayati, Esti Dwi; Wiyati, Ruthy; DS, Dina Indrati; Prasetyo, Herry; Amirudin, Zaenal; Nofianto, Norma
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12875

Abstract

Latar Belakang : Manajemen diri merupakan dasar untuk dapat mengendalikan hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendampingan anggota keluarga dalam melaksanakan manajemen diri pada penderita hipertensi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan one group pre-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini akan mengukur sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan one group intervensi dengan desain time series. Perlakuan yang diberikan adalah pendampingan oleh anggota keluarga kepada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri yang dilakukan selama satu bulan.Metode : Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang telah dimodifikasi yaitu Hypertension self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan sebelum pendampingan anggota keluarga dan sesudah pendampingan anggota keluarga pada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan indeks massa tubuh responden dalam kategori normal, obesitas level I & II, responden memiliki riwayat merokok, konsumsi alkohol dan ada yang mengalami komplikasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks terdapat 2 responden yang mengalami penurunan skor dari pre test ke post test dengan rata-rata dan terdapat 28 orang yang mengalami peningkatan hasil pre test ke post test dengan rata-rata 25,98. Hasil Asymp Sig (2-tailed) menunjukkan nilai 0,00 atau < 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap manajemen diri pada penderita hipertensi.Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap self management pada penderita hipertensi. Kata Kunci : manajemen diri, hipertensi, pendampingan, keluarga
IMPLEMENTASI MANAJEMEN NYERI AKUT DENGAN TEKNIK NON FARMAKOLOGIS KOMPRES HANGAT PADA AN. F DAN AN. S DENGAN TYPHOID DI RUANG FLAMBOYAN RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Hartono, Mardi; Nurjanah, Siti; Suparjo, Suparjo; Penyami, Yuniske; Utomo, Deddy; Hartati, Hartati; Angkasa, Moh Projo; Widowati, Indar
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12882

Abstract

Latar Belakang :Gejala Salah satu masalah yang dialami pasien penderita tyhpoid disebabkan karena terdapat iritasi pada organ pencernaan sehingga dapat ditarik permasalahan nyeri akut. Penulis menarik permasalahan nyeri akut sebagai masalahkeperawatan karena bila nyeri tidak segera ditangani dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, terutama jika terjadi nyeri pada anak- anak yang belum mampu mengontrolnyeri. Penatalaksanaan nyeriakut pada anak usia 5 –14tahun dengan typhoid adalah manajemen nyeri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen nyeri dengan teknik Non Farmakologis Kompres Hangat pada anak dengan typhoid di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.Metode: Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Pendekatan studi kasus dilakukan dengan menggunakan dua subjek penelitianHasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pertemuan terakhir responden didapatkan hasil skala nyeri menurun.Saran: Perawat dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan asuhan keperawatan nyeri akut pada anak dengan typhoid.Simpulan: Masalah nyeri akut pada pasien typhoid teratasi sebagian setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan manajemen Nyeri dengan Kompres HangatKataKunci: Kompres Hangat,  Nyeri Akut, Typhoid
KARAKTERISTIK KADER POSYANDU PADA PENCEGAHAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Inayah, Maslahatul; Anonim, Tri; Supriyo, Supriyo; Sudirman, Sudirman; Harnany, Afiyah Sri; Dwiningsih, Sri Utami; Sumarni, Sumarni; Triasari, Lis
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12883

Abstract

ABSTRAKAnemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Ibu yang mengalami anemia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami perdarahan pasca persalinan. Kader Posyandu memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, di antaranya sebagai penyuluh kesehatan. Kader Posyandu berperan sebagai penyuluh kesehatan masyarakat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidup sehat dan pola hidup sehat.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik kader posyandu . Penelitian di lakukan mulai bulan Juli – Agustus 2024 di Kelurahan Bendan Kergon Wilayah Kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan dengan jumlah responden 20 orang. Distribusi frekuensi karakteristik kader di wilayah Kelurahan Bendan Kergon yaitu sebagian besar berumur lebih dari 30 tahun (90%), ibu rumah tangga (60%), menikah (85%), Pendidikan SMA (50%) dan lama menjadi kader  kurang dari 10 tahun (60%).Rekomendasi pada Puskesmas untuk meningkatkan pembinaan kader kesehatan melalui pelatihan-pelatihan agar bisa meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan di posyandu.Kata Kunci : Kader Posyandu , Anemia dalam Kehamilan
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Deteksi Dini Kanker Pada Anak Murni Wijayanti; Erna Sulistyawati; Mariyam; Dera Alfiyanti
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v7i1.14018

Abstract

Latar belakang : Kanker anak merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas dengan gejala awal yang sering tidak dikenali. Minimnya pengetahuan orang tua menjadi salah satu faktor keterlambatan diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan orang tua mengenai deteksi dini kanker pada anak. Metode : Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 69 orang tua dari empat TK Aisyiyah Bustanul Athfal di Kecamatan Pedurungan dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa edukasi menggunakan video audiovisual. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan setelah edukasi sebanyak 94,2% memiliki tingkat pengetahuan baik. Uji statistik wiloxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Kesimpulan : Bahwa edukasi menggunakan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang deteksi dini kanker pada anak.   Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Deteksi Dini Kanker, Media Audiovisual
Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Demonstrasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Personal Hygiene pada Anak Usia Sekolah Ayesie Natasa Zulka; Agil Sapta Nugraha; Novalda Dwi Gita Fitria; Celvin Bintang Saputra; Muchamad Agung Dwilaksono; Nadia Nurvia Putri
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v7i1.14728

Abstract

Latar Belakang: Personal hygiene merupakan upaya penting dalam menjaga kesehatan anak usia sekolah karena berperan dalam mencegah berbagai penyakit infeksi. Namun, praktik kebersihan diri pada anak sering kali belum optimal akibat kurangnya pengetahuan dan kebiasaan yang belum terbentuk. Observasi awal di MI Miftahul Huda Desa Curahmalang menunjukkan masih terdapat siswa yang belum menerapkan personal hygiene dengan baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi kesehatan berbasis demonstrasi terhadap pengetahuan personal hygiene pada anak usia sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 38 siswa kelas 4 dan 5 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media video yang dilanjutkan dengan demonstrasi praktik personal hygiene. Pengukuran dilakukan melalui kuesioner yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebelum dan setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pada seluruh aspek setelah intervensi. Nilai rata-rata aspek kognitif meningkat dari 7,34 menjadi 9,86, aspek afektif dari 47,57 menjadi 55,50, dan aspek psikomotor dari 40,92 menjadi 54,34. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 pada seluruh aspek, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi kesehatan berbasis demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan personal hygiene siswa. Kesimpulan: edukasi kesehatan yang dipadukan dengan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik personal hygiene pada anak usia sekolah. Intervensi ini dapat dijadikan strategi promotif dan preventif dalam upaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah
Analisis Peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Terhadap Kinerja Dan Mutu Pelayanan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Aulia Jakarta Rachmah Trijayanti; Dicky Yulius Pangkey; Susiana Nugraha
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v7i1.14792

Abstract

Latar belakang: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan sebuah sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dirancang untuk mengelola serta mengintegrasikan seluruh proses pelayanan di rumah sakit. RS Aulia telah mengembangkan Hospital Management System (HMS) sebagai SIMRS secara mandiri sejak tahun 2020 dan telah diterapkan di instalasi farmasi RS Aulia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) terhadap kinerja dan mutu pelayanan di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Aulia. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari 11 orang yang meliputi petugas farmasi, kepala instalasi farmasi, direksi, serta kepala IT. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara triangulasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Implementasi SIMRS di RS Aulia berjalan efektif dengan sistem yang stabil, informasi lengkap, layanan IT responsif, tingkat penggunaan tinggi, dan kepuasan pengguna baik, meskipun masih ada kendala sinkronisasi stok obat dan etiket manual. Sistem ini meningkatkan kinerja petugas farmasi melalui peningkatan ketelitian, akurasi, kemampuan penggunaan SIMRS, serta efektivitas dan kuantitas kerja. Selain itu, SIMRS memperbaiki mutu pelayanan farmasi dengan menjamin keamanan pasien, mempercepat proses, memudahkan koordinasi antarunit, dan meningkatkan efisiensi kerja melalui pengurangan penggunaan kertas dan pencatatan stok yang lebih cepat. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekurangan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah masih terdapat kendala terkait sinkronisasi stok obat, resistensi dari beberapa dokter senior menggunakan resep elektronik, belum adanya pembeda poli dan pencetakan etiket yang masih manual. Saran penelitian ini mencakup sosialisasi kembali terkait SIMRS untuk mengoptimalkan penggunaan SIMRS, pengembangan fitur tambahan SIMRS seperti print etiket dan e-resep, sistem peringatan stok minimum, pelaporan otomatis serta penambahan fitur informasi pasien, untuk meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan farmasi.
Gambaran Keseimbangan Fisik Berdasarkan Karakteristik Pada Lansia Di Iryouhoujin Izumi Ga Oka Hospital Osaka Japan Tahun 2025 Elen Rizqianah; Mariah Ulfah; Madyo Maryoto
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v7i1.14794

Abstract

Latar belakang: Jepang yang memiliki proporsi penduduk lansia tertinggi di dunia. Lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis dan kognitif yang dapat memengaruhi keseimbangan tubuh serta meningkatkan risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keseimbangan fisik berdasarkan karakteristik usia dan fungsi kognitif pada lansia di Iryouhoujin Izumi Ga Oka Hospital Osaka, Jepang. Metode: Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik non-probability sampling jenis purposive sampling. Sampel berjumlah 23 lansia berusia 60–100 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Mini Mental State Examination (MMSE) untuk menilai fungsi kognitif dan Berg Balance Scale (BBS) untuk menilai keseimbangan fisik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia 75-90 tahun sebanyak 17 (73,9%) responden, dan responden dengan fungsi kognitif berat sebanyak 13 (56,5%) responden. Gambaran keseimbangan yang dimiliki responden usia 75-90 tahun mengalami risiko jatuh rendah sebanyak 8 (34,8%) responden dan responden dengan fungsi kognitif ringan yang mengalami risiko jatuh rendah sebanyak 7 (30,4%) responden. Hasil tabulasi silang menunjukkan lansia usia Very Old (>90 tahun) memiliki proporsi risiko jatuh tinggi terbesar, sedangkan pada lansia dengan gangguan kognitif berat memiliki risiko jatuh yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan gangguan kognitif ringan.
Mental Health and Mental Health Literacy Among Nursing Students in Purwokerto, Indonesia Ema Wahyu Ningrum; Ita Apriliyani
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v7i1.14797

Abstract

Latar Belakang : Gangguan kesehatan mental merupakan isu global yang semakin meningkat dengan prevalensi yang tinggi baik secara internasional maupun di Indonesia. Mahasiswa keperawatan dianggap sebagai kelompok yang rentan karena berada pada tahap transisi menuju kedewasaan, menghadapi tekanan akademik, serta memiliki kesadaran dan literasi yang masih terbatas mengenai kesehatan mental. Metode : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status kesehatan mental dan tingkat literasi kesehatan mental pada mahasiswa keperawatan serta mengeksplorasi karakteristik yang dapat memengaruhi kondisi tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 215 mahasiswa keperawatan yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk mengukur kesehatan mental dan Mental Health Literacy Scale (MHLS) untuk menilai literasi kesehatan mental. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20 tahun (31,63%), berjenis kelamin perempuan (81,4%), bersuku Jawa (94,4%), lulusan sekolah menengah kejuruan (43,3%), tinggal terpisah dari orang tua (61,9%), mengakses informasi kesehatan mental (89,77%) terutama melalui TikTok (35,81%), belum pernah mengikuti kegiatan terkait kesehatan mental (26,51%), memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir SMA (36,28%), serta memiliki pendapatan orang tua antara Rp2.000.000–Rp5.000.000 (51,16%). Kesimpulan : Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan institusi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental mahasiswa serta menciptakan lingkungan akademik yang mendukung kesehatan psikologis.   Kata kunci: Kesehatan Mental, Literasi, Mahasiswa Keperawatan, Universitas.
Efektifitas Peer Education, Aktifitas Fisik Dan Penurunan IMT Pada Diabetes Mellitus Di Puskesmas Pekalongan Selatan Kota Pekalongan Hartati; Tri Anonim; Mardi Hartono; Moh. Projo Angkasa
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v7i1.14851

Abstract

Latar belakang : Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi, membutuhkan penanganan medis jangka Panjang. Tahun 2022 di Kota Pekalongan klien DM sebanyak 6.690, jumlah ini meningkat dibanding tahun 2020 yang tercatat ada 6.533 klien dan menjadi urutan kedua penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas peer education, aktifitas fisik dan IMT pada klien DM antara di Puskesmas Pekalongan Selatan. Metode : Desain penelitian ini menggunakan Explanatory survey dengan pendekatan Cross-sectional. Jumlah populasi 614 dan sampel 33 klien. Hasil : Hasil penelitian Berdasarkan Uji Rank Sperarman hasil koefisien korelasi adalah 1.000, menunjukan ada hubungan antara Pendidikan teman sebaya (Peer Education) tentang pola makan dengan IMT, demikian juga hasil koefisien korelasi 1.000, hasil analisis hubungan antara aktivitas fisik dengan IMT klien DM di Puskesmas Pekalongan Selatan. Kesimpulan : Diabetes mellitus dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari genetik, kelebihan konsumsi gula, dan didukung oleh pola aktivitas dan pola makan yang kurang baik. Faktor dukungan sosial dari teman sebaya akan mempengaruhi gaya hidup dan perilaku seseorang, seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat dan aktivitas fisik.   Kata kunci: DM, Peer Education, Aktifitas Fisik

Page 11 of 12 | Total Record : 111