Jurnal Lintas Keperawatan
Jurnal Lintas Keperawatan (JLK) is a Nursing journal cover all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing.
Articles
104 Documents
PENERAPAN MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI MELALUI PENDAMPINGAN ANGGOTA KELUARGA
Widayati, Esti Dwi;
Wiyati, Ruthy;
DS, Dina Indrati;
Prasetyo, Herry;
Amirudin, Zaenal;
Nofianto, Norma
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12875
Latar Belakang : Manajemen diri merupakan dasar untuk dapat mengendalikan hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendampingan anggota keluarga dalam melaksanakan manajemen diri pada penderita hipertensi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan one group pre-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian ini akan mengukur sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan one group intervensi dengan desain time series. Perlakuan yang diberikan adalah pendampingan oleh anggota keluarga kepada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri yang dilakukan selama satu bulan.Metode : Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang telah dimodifikasi yaitu Hypertension self-management Behavior Questionnaire (HSMBQ) dan data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan sebelum pendampingan anggota keluarga dan sesudah pendampingan anggota keluarga pada penderita hipertensi untuk melakukan manajemen diri.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan indeks massa tubuh responden dalam kategori normal, obesitas level I II, responden memiliki riwayat merokok, konsumsi alkohol dan ada yang mengalami komplikasi. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Ranks terdapat 2 responden yang mengalami penurunan skor dari pre test ke post test dengan rata-rata dan terdapat 28 orang yang mengalami peningkatan hasil pre test ke post test dengan rata-rata 25,98. Hasil Asymp Sig (2-tailed) menunjukkan nilai 0,00 atau 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap manajemen diri pada penderita hipertensi.Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendampingan anggota keluarga terhadap self management pada penderita hipertensi. Kata Kunci : manajemen diri, hipertensi, pendampingan, keluarga
KARAKTERISTIK KADER POSYANDU PADA PENCEGAHAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN
Inayah, Maslahatul;
Anonim, Tri;
Supriyo, Supriyo;
Sudirman, Sudirman;
Harnany, Afiyah Sri;
Dwiningsih, Sri Utami;
Sumarni, Sumarni;
Triasari, Lis
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12883
ABSTRAKAnemia merupakan kondisi dimana sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Ibu yang mengalami anemia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami perdarahan pasca persalinan. Kader Posyandu memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, di antaranya sebagai penyuluh kesehatan. Kader Posyandu berperan sebagai penyuluh kesehatan masyarakat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya hidup sehat dan pola hidup sehat.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan karakteristik kader posyandu . Penelitian di lakukan mulai bulan Juli – Agustus 2024 di Kelurahan Bendan Kergon Wilayah Kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan dengan jumlah responden 20 orang. Distribusi frekuensi karakteristik kader di wilayah Kelurahan Bendan Kergon yaitu sebagian besar berumur lebih dari 30 tahun (90%), ibu rumah tangga (60%), menikah (85%), Pendidikan SMA (50%) dan lama menjadi kader kurang dari 10 tahun (60%).Rekomendasi pada Puskesmas untuk meningkatkan pembinaan kader kesehatan melalui pelatihan-pelatihan agar bisa meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan di posyandu.Kata Kunci : Kader Posyandu , Anemia dalam Kehamilan
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN DURASI TIDUR TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN
Hanifah, Afi Wilda;
Syahruramdhani, Syahruramdhani
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12828
Physical activity and sleep duration are increasingly being recognized as crucial health-promoting lifestyle factors. However, it is disorganized among academics, such as students, these days. Less active physical activity in Yogyakarta Province increased from 20% to 25.2 percent between 2013 and 2018. If this behavior continues for an extended period, it may increase the risk of developing high systolic blood pressure. This study aims to investigate the effects of physical activity and sleep duration on systolic blood pressure in nursing students. The study method is quantitative research using a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. Ninety-eight respondents were recruited using simple random sampling, with data collected using the IPAQ, STQ questionnaire, and blood pressure measured with a sphygmomanometer. The Spearman rank correlation is used as a statistical test. The study's findings revealed a p-value of 0.009 for the relationship between physical activity and systolic blood pressure and a p-value of 0.026 for the relationship between sleep duration and systolic blood pressure. Physical activity and sleep duration have a significant effect on systolic blood pressure in nursing students.Keyword: physical activity, sleep duration, systolic blood pressure
KAJIAN STUDI KESELAMATAN PASIEN MELALUI SENTRALISASI OBAT BERBASIS NOMOR STICKER DI RUANG ANYELIR PAVILIUN ABIYASA GERIATRI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTO
Anggraeni, Rosi;
Susanti, Indri Heri
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12834
Keselamatan pasien merupakan suatu tindakan perawatan yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi resiko, kesalahan dan kerugian yang terjadi pada pasien selama pemberian pelayanan kesehatan. Sasaran keselamatan pasien apabila diterapkan dengan benar, dapat membantu meningkatkan keselamatan pasien melalui peningkatkan deteksi kesalahan dan sentralisasi obat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi keselamatan pasien dalam hal sentralisasi obat melalui pre test perawat selama persiapan dan pemberian obat serta pemasangan sticker nomor dan loker obat. Berdasarkan observasi ditemukan bahwa terdapat 38 sampel loker menggunakan label kertas yang mudah untuk terkelupas. Hasil tersebut menujukan bahwa terdapat 0% loker obat tidak menggunakan penomoran yang baik untuk memudahkan dalam menjalankan asuhan keperawatan. Berdasarkan temuan tersebut pemberian nomor dengan menggunakan isolasi kertas sangat memungkinkan terjadinya kesalahan pemberian obat atau obat tertukar. Perawat dapat menghindari kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat sehingga tujuan keselamatan pasien dapat tercapai. Berdasarkan hasil post test yang dilakukan oleh perawat di ruang anyelir sejumlah 7 orang pada tanggal 3 januari 2025 mendapatkan hasil bahwa dalam kategori baik sejumlah 71 % (5 orang) dan kategori cukup sejumlah 29 % (2 orang). Implementasi berupa pemberian setiker obat yang aman, anti air, dan tidak mudah terkelupas bisa menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatakan patient safety dalam hal benar pasien. Dengan meningkatnya hasil post test sentralisasi obat diharpakan dapat meningkatakan kualitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Penelitian ini menyaranakan perlunya peningkatan terhadap efektifitas sistem sentralisasi obat berbasis nomor stiker, dengan mencegah terjadinya kekeliruan dalam persiapan dan pemberian obat. Keyword : Keselamatan Pasien, Sentralisasi Obat, Nomor Stiker
PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK ENDOKRIN RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH
Agustina, Putri;
Darliana, Devi;
Amalia, Riski
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12802
Pengetahuan pasien tentang diabetes melitus dapat meningkatkan kewaspadaan pasien terhadap bahaya yang dihadapi sehingga pasien berupaya untuk hidup sehat. Pengetahuan juga dapat membantu dalam mengubah perilaku sehat dan meningkatkan kepatuhan pasien tentang program pengelolaan penyakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengetahuan pasien tentang diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2. Sampel penelitian berjumlah 336 pasien yang dilakukan dengan teknik purposive sampling. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Kuesioner yang digunakan yaitu Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) yang sudah diuji validitas dan reliabilitas menggunakan Cronbach alpha sebesar 0,723. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan 207 orang (60,8%) pasien memiliki pengetahuan sedang. Hal ini berkaitan dengan tingkat Pendidikan responden pada kategori menengah sehingga pasien memiliki pengetahuan sedang dimana keterpaparan informasi khususnya tentang manajemen diabetes masih terbatas. Direkomendasikan kepada pasien untuk meningkatkan pengetahuan mengenai diabetes melitus tipe 2 dan meningkatkan keterlibatan pihak rumah sakit dalam menyelenggarakan promosi kesehatan tentang diabetes melitus tipe 2 untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN NYERI AKUT DENGAN TEKNIK NON FARMAKOLOGIS KOMPRES HANGAT PADA AN. F DAN AN. S DENGAN TYPHOID DI RUANG FLAMBOYAN RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN
Hartono, Mardi;
Nurjanah, Siti;
Suparjo, Suparjo;
Penyami, Yuniske;
Utomo, Deddy;
Hartati, Hartati;
Angkasa, Moh Projo;
Widowati, Indar
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i1.12882
Latar Belakang :Gejala Salah satu masalah yang dialami pasien penderita tyhpoid disebabkan karena terdapat iritasi pada organ pencernaan sehingga dapat ditarik permasalahan nyeri akut. Penulis menarik permasalahan nyeri akut sebagai masalahkeperawatan karena bila nyeri tidak segera ditangani dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, terutama jika terjadi nyeri pada anak- anak yang belum mampu mengontrolnyeri. Penatalaksanaan nyeriakut pada anak usia 5 –14tahun dengan typhoid adalah manajemen nyeri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen nyeri dengan teknik Non Farmakologis Kompres Hangat pada anak dengan typhoid di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.Metode: Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Pendekatan studi kasus dilakukan dengan menggunakan dua subjek penelitianHasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pertemuan terakhir responden didapatkan hasil skala nyeri menurun.Saran: Perawat dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan asuhan keperawatan nyeri akut pada anak dengan typhoid.Simpulan: Masalah nyeri akut pada pasien typhoid teratasi sebagian setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan manajemen Nyeri dengan Kompres HangatKataKunci: Kompres Hangat, Nyeri Akut, Typhoid
Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa
Hafizah, Hayyu;
Purnomo, S.Eko Ch;
Trisnaningtyas, Wenny;
M.Syamsul Arif SN;
Anonim, Tri;
Dwiningsih, Sri Utami
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i2.13980
Pasien gagal ginjal memiliki kualitas hidup yang berbeda dari orang sehat umumnya, yang membuat kondisi fisik maupun mental semakin menurun akibat penyakit yang diderita. Salah satu faktor yang bisa mengurangi kondisi ini adalah dukungan sosial. Dukungan sosial dapat memperkuat kondisi kualitas hidup individu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 100 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Kriteria inklusi adalah pasien gagal ginjal kronis yang rutin menjalani hemodialisa lebih dari 3 bulan dan rutin 2 – 3 kali seminggu. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MSPSS dan KDQOL-SF36. Analisis data menggunakan korelasi spearman rank Hasil penelitian menunjukkan korelasi sangat signifikan antara dukungan sosial dan kualitas hidup responden gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa (p.value=0,00) dengan nilai r sebesar 0,936 yang menunjukkan tingkat hubungan yang sangat kuat artinya dukungan sosial berhubungan positif dengan kualitas hidup; semakin besar dukungan yang diterima, semakin baik kualitas hidup pasien. Dukungan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan pasien. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memberikan intervensi yang efektif dalam memperkuat dukungan sosial, terutama dari keluarga.
Anemia Postpartum dan Dampaknya terhadap Kualitas Hidup Ibu Nifas: Scoping Review
Rokhimawaty, Afita;
Rachmawati, Anita;
Pramatirta, Akhmad Yogi;
Anwar, Ruswana;
Tarawan, Vita Murniati;
Sahiratmadja, Edhyana
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i2.14000
ABSTRAK Latar belakang : Anemia postpartum masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada pemulihan fisik dan psikologis ibu setelah melahirkan. Penurunan kadar hemoglobin dapat menurunkan kualitas hidup ibu nifas dan menghambat proses adaptasi terhadap peran keibuan. Kajian ini diperlukan untuk memahami sejauh mana kadar hemoglobin berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu pascapersalinan. Metode : Penelitian ini merupakan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar untuk periode 2015–2025. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil : Analisis menghasilkan tiga tema utama, yaitu kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dan adaptasi peran ibu. Kadar hemoglobin rendah berhubungan dengan kelelahan, penyembuhan luka yang lambat, depresi postpartum, serta penurunan kepercayaan diri dan kelekatan ibu–bayi. Kesimpulan : Kadar hemoglobin postpartum memengaruhi kualitas hidup ibu secara multidimensi. Pemantauan hemoglobin dan intervensi gizi serta dukungan psikososial perlu diintegrasikan dalam pelayanan kebidanan pascapersalinan. Kata Kunci: anemia postpartum; hemoglobin; kualitas hidup; ibu nifas
Hubungan Self Efficacy dan Self Care Pasien ACS di RSUD Dr. Moewardi
Khotimah, Husnul
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i2.14006
Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kondisi kegawatdaruratan jantung yang tidak hanya memerlukan penanganan medis, tetapi juga keterlibatan aktif pasien dalam perawatan mandiri. Salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam mendukung self care adalah self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan self care pada pasien ACS di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 37 responden yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner self efficacy manajemen PJK dan kuesioner SC CHDI. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self efficacy dan self care pada pasien ACS (r = 0,463; p = 0,04). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self efficacy pasien dalam mengelola penyakitnya, maka semakin baik pula self care yang dijalankan. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi edukatif yang berfokus pada peningkatan self efficacy agar pasien mampu menjalankan self care secara optimal. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi efektivitas intervensi jangka panjang yang dapat mendukung self efficacy dan self care secara menyeluruh.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Tim Bedah Dalam Kepatuhan Pengisian Surgical Safety Checklist (SSC) di Instalasi Bedah Sentral Rsud Depati Bahrin Tahun 2025
Rachilya, Laya;
Maryana;
Agustin
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v6i2.14008
Kepatuhan pengisian Surgical Safety Checklist (SSC) merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan keselamatan pasien di ruang bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan tim bedah dalam pengisian SSC di Instalasi Bedah Sentral RSUD Depati Bahrin tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 48 orang yang diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner (pengetahuan, motivasi, kepemimpinan) dan melalui observasi rekam medis pengisian SSC. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar respondenmemiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, namun tidak selalu berbanding lurus dengan kepatuhan pengisian SSC. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan factor kepemimpinan dengan kepatuhan pengisian SSC (p < 0,05 ), sedangkan pengetahuan tidak menunjukan hubungan yang signoifikan. Kepemimpinan yang proaktif dalam mengkomunikasikan pentingnya budaya keselamatan pasien dapat turut membentuk budaya kerja yang mendukung kepatuhan dalam pengisian SSC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motivasi dan gaya kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan pengisian SSC, sementara pengetahuan tidak berhubungan secara langsung. Diharapkan pihak Rumah Sakit dapat memperkuat motivasi dan peran kepemimpinan untuk meningkatkan dalam kepatuhan pengisian SSC.