Articles
80 Documents
Search results for
, issue
"Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper"
:
80 Documents
clear
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) dari Kabupaten Kebumen terhadap Bakteri Salmonella typhi
Sinta Wahyu Septiani;
Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah;
Titi Pudji Rahayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (760.306 KB)
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang diakibatkan oleh bakteri Salmonella typhi. Daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) merupakan salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri, namun belum dimanfaatkan dan belum pernah diteliti di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi minimal ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) untuk menghambat bakteri Salmonella typhi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Seri konsentrasi ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) yang digunakan adalah 10, 20, 30, 40, 50 dan 100% dengan kontrol positif berupa amoksisilin 5% serta kontrol negatif berupa akuades steril. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji One Way ANOVA. Ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) memiliki aktivitas antibakteri yang tergolong sangat kuat dengan dibuktikan terbentuknya zona hambat setelah masa inkubasi. Hasil uji statistik ANOVA menunjukkan nilai p=0.001 (p<0,05) yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar seri konsentasi ekstrak. Konsentrasi minimal ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) untuk menghambat bakteri Salmonella typhi adalah konsentrasi 10% dengan zona hambat sebesar 21.16 mm yang dikategorikan sangat kuat.
Gambaran Dukungan Keluarga terhadap Self-Management Penderita Hipertensi
Ardhika Putri Utami;
Dian Hudiyawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.732 KB)
Self-management pada penderita hipertensi merupakan managemen penyakit dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan perawatan dan pengontrolan tekanan darah tinggi sebagai upaya pencegahan komplikasi. Dalam hal ini dukungan keluarga sangat berperan terhadap self-management penderita hipertensi. Keluarga berperan dalam kemampuan mengenali masalah kesehatan, mengambil keputusan, serta merawat anggota keluarganya yang sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap self-management penderita hipertensi di Desa Lengking, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif dengan pendekatan eksploratif. Dari seluruh populasi didapatkan sampel sebanyak 100 responden, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan yaitu dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas penderita hipertensi dengan dukungan keluarga yang rendah mimiliki self-managament yang kurang (16,0%), penderita hipertensi dengan dukungan keluarga sedang mayoritas memiliki self-managament yang sedang pula (20,0%), sedangkan penderita dengan dukungan keluarga tinggi mayoritas memiliki self-managament yang baik (46,0%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan self-management menuju arah yang positif. Oleh karena itu diharapkan keluarga lebih meningkatkan peran dalam pengelolaan self-management penderita hipertensi demi meningkatkan derajat status kesehatan penderita terutama pada dukungan emosional.
Pelaksanaan Peraturan Meteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak No. 2 Tahun 2011 tentang Pedoman Penanganan Anak dalam Kekerasan (Studi Kasus di Kabupaten Wonogiri)
Tomy Aditya Prastyo;
K Kuswardhani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.831 KB)
The objectives of the study are: a) to find out the basic regulations regarding the handling of child victims of violence in Wonogiri Regency; b) to find out the role of the Wonogiri Regency Blood Government in the handling of child victims of violence in Wonogiri Regency. This type of research in this research is descriptive-qualitative. In this study the approach used in solving problems is to use a juridical-empirical approach. The results of the research obtained are the commitment of the state to guarantee efforts to protect children formulated in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (UUD 1945) Article 28B paragraph (2) which explains that every child has the right to survival, growth and development and is entitled to protection from violence and discrimination. To guarantee the implementation of this commitment, Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection has been amended with Law Number 35 of 2014 concerning Amendment to Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection. Forms of violence against children or violations against children in the household environment as regulated in Act Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence article 5 mentions forms of violence. Firstly physical violence, secondly psychological violence, thirdly sexual violence, and fourthly neglect of the household. Wonogiri Regency Regional Regulation Number 13 Year 2016 concerning Establishment and Organizational Structure of the Wonogiri Regency Apparatus.
Evaluasi Kinerja Penerapan SMK 3 berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012 di PT XYZ
Rizki Cahya Nugraha;
Muchlison Anis
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (829.552 KB)
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 5 ayat 1 – 4, perusahaan wajib menerapkan SMK3 jika perusahaan memiliki pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang, atau mempunyai tingkat potensi bahaya yang tinggi. PT XYZ mempekerjakan sebanyak 111 pekerja, oleh sebab itu perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen K3. Tujuan dari penelitian ini salah satunya yaitu untuk mengevaluasi kinerja pelaksanaan SMK3 sebagai tolak ukur perusahaan dalam audit yang akan datang. Metode yang digunakan yaitu in depth interview dan untuk analisis perbaikannya menggunakan fishbone diagram. Hasil kesesuaian pelaksanaan SMK3 dengan PP nomor 50 Tahun 2012 pada tahun 2019 sebesar 78,13% yang berarti belum bisa mencapai nilai memuaskan (85-100%). Usulan perbaikan untuk mengevaluasi ketidaksesuaian beberapa kriteria salah satunya adalah meningkatkan kepedulian dari pemimpin dalam pengawasan untuk bersikap tegas dalam berjalannya program kerja dari unit K3.
Efektivitas Penggunaan Earplugs dan Eye Mask pada Pasien di Ruang Intensive Care Unit (ICU): Literatur Review
Vevi Herliani;
Beti Kristinawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.139 KB)
Latar belakang: Stimulasi lingkungan perawatan dan perkembangan penyakit dapat menurunkan kualitas tidur pasien kritis di intensive care unit. Dibutuhkan intervensi keperawatan yang dapat memperbaiki ritme sirkandian secara normal sehingga berdampak pada perbaikan kualitas tidur pasien. Metode: Data base artikel yang direview diperoleh dari Hindiawi, Cochren, dan National Library of Medicine from the USA (Pubmed). Seleksi dalam pemilihan artikel menggunakan Preferred Reporting Item for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA). Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel berbahasa inggris dan bahasa Indonesia, tahun publikasi 2015 sampai 2020, full text, intervensi earplug dan eye mask untuk meningkatkan kualitas tidur. Kriteria eksklusi adalah hanya abstrak, laporan individu, newsletter, dipublikasikan sebelum 2015 dan artikel yang sama. Hasil: Artikel sejumlah 11 yang telah diseleksi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diperoleh hasil bahwa penggunaan intervensi earplugs dan eye mask dapat meningkatkan kualitas tidur pasien. Diskusi: Stimulasi lingkungan di ruang intensive care unit dapat merangkas sekresi melatonin, selain itu kebisingan yang terjadi di ruang perawatan dapat mempengaruhi irama ritme sirkandian sehingga berdampak pada gangguan tidur pada pasien. Saran: Penggunaan earplugs dan eye mask dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk meningkatan kualitas tidur di ruang intensive care unit.
Pengaruh Penambahan Kitosan dan Sorbitol pada Pembuatan Film Bioplastik dari Biji Alpukat terhadap Karakteristik Bioplastik
Jenny Handayani;
H Haryanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.102 KB)
Penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dihindari, plastik sintetik sendiri menyebabkan pencemaran dan kerusakan bagi lingkungan hidup, untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan mensintesis plastik dari bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan atau biasa disebut bioplastik. Dalam penelitian ini bahan yang akan digunakan adalah tepung pati, kitosan, dan sorbitol. Tepung pati yang digunakan berasal dari limbah biji buah alpukat. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap 2 faktor yakni, 3 variasi massa kitosan yaitu 0,5; 1; 1,5 gram dan 3 variasi volume sorbitol yaitu 1,5; 2; 2,5 mL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kitosan dan sorbitol terhadap karakteristik bioplastik yakni nilai kuat tarik, elongasi, dan degradasi plastik. berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa penambahan kitosan dan sorbitol berpengaruh terhadap karakteristik plastik. Dengan hasil uji kualitas kuat tarik terbaik pada plastik dengan komposisi massa kitosan 1,5 gram dan sorbitol 1,5 mL sebesar 1,55 Mpa. persentase elongasi terbaik pada plastik dengan komposisi kitosan 0,5 gram dan Sorbitol 2,5 mL yakni sebesar 3,38%. Dan kemapuan biodegradasi terbaik pada plastik dengan komposisi kitosan 0,5 gram dan sorbitol 25 mL yakni selama 6 hari.
Studi Literatur: Thermotherapy untuk Mengatasi Nyeri Dada pada Pasien Sindrom Koroner Akut (SKA)
Ervina Setia Ningsih;
Wachidah Yuniartika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.876 KB)
Nyeri dada yang tidak terkontrol yang menyebabkan masalah fisiologis dan psikologis. Kondisi ini meningkatkan beban kerja jantung dan meningkatnya oksigen myocardial, menghasilkan memperburuk iskemia myocardial dan bertambahnya tekanan pada dada. Salah satu terapi non farmakologi yang diterapkan untuk mengurangi nyeri dada pada pasien sindrom koroner akut salah satunya dengan terapi panas (thermotherapy). Tujuannya untuk mengidentifikasikan efektifitas intervensi thermotherapy terhadap nyeri dada dan perubahan status fisiologis. Metode yang digunakan dalam literature review ini adalah mengumpulkan dan melakukan analisa textbook. Sumber literatur review ini diperoleh dari textbook dan artikel elektronik seperti ScienceDirect, World Health Organisation, Google Scholar, PubMed dan Clinical Key dengan kriteria textbook dan artikel yang dipublikai selama periode 2014-2020 dengan kriteria inklusi pada literatur ini yaitu artikel Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia dengan tanggal publikasi 5 tahun terakhir mulai dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, artikel dalam bentuk full teks sedangkan kriteria eksklusi yaitu artikel publikasi tidak dalam bentuk publikasi tidak asli seperti surat ke editor, abstrak saja dan buku.. Hasil setelah pengumpulan artikel didapatkan 960 artikel yang sesuai dengan kata kunci, setelah itu excluded studies lagi berdasarkan kriteria inklusi sehingga jumlah total artikel yang memenuhi syarat untuk review adalah 5 artikel. Thermotherapy menggunakan Hot pack yaitu kantong yang berisi gel silikat yang dihangatkan menggunakan pemanas air hingga 500C. Apabila tidak ada hot pack bisa diberikan dengan cara lain yaitu menggunakan kantong pemanas yang diisi air dengan suhu 500C kemudian dibungkus dengan handuk katun dan diletakkan dibagian depan dada selama 20 menit setiap 12 jam selama 24 jam. Thermotherapy dapat meredakan nyeri dada dengan melebarkan arteri koroner, meningkatkan proses angiogenesis dan meningkatkan perfusi miokad selain itu sebagai mediator inflamasi miokardium yang terluka. Berdasarkan hasil review 5 artikel dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi panas efektif dalam menurunkan nyeri dan memperbaiki status fisiologis pada pasien acute coronary syndrome.
Studi Literatur: Perawatan Luka Bakar Grade II dengan Delima (Pomegranate)
Dinda Ria Supia;
Wachidah Yuniartika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.393 KB)
Kejadian luka bakar menyebabkan mortalitas dan morbiditas lebih dari 90 %. Menurut World Health Organization (WHO) kurang lebih 265.000 kematian pertahun diseluruh dunia, dan 70 % merupakan wanita. American Burn Association (ABA) terdapat 486.000 kasus luka bakar sebanyak 3.240 kematian pertahun akibat kontak dengan listrik, zat kimia, benda panas. RSCM tahun 2011 sampai 2012 total luka bakar 303 pasien, RSU Sanglah Denpasar 154 pasien. Pemberian antibiotik yang tidak sesuai aturan pakai dapat menyebabkan terjadinya resistensi. Pada kejadian infeksi luka bakar dalam hal ini perlu penggunaan terapi alami yang dapat mengurangi resiko terjadinya resistensi dan dapat mempercepat penyembuhan luka bakar grade II. Tujuan penulisan ini untuk mengidentifikasi efektifitas kulit buah delima dalam perawatan luka bakar grade II. Metode yang digunakan dengan pencarian database eletronik sciencedirect, google scholer, elsevier dan batas pencarian 2015 sampai 2020 dengan kata kunci luka bakar, grade II, dan kulit delima. Hasil analisa dari 5 jurnal yang dilakukan pada studi ini. Didapatkan hasil pemberian ekstrak delima dapat mempersingkat waktu penyembuhan luka bakar pada tikus, pemberian ekstrak kulit delima secara topikal pada luka bakar dapat menghambat kolonisasi bakteri resistensi (MRSA) dibandingkan dengan penggunaan mupirocin saja, pemberian formulasi hydrogel topikal mengandung silikinin yang terdapat pada delima dapat mencegah terjadinya antiinflamasi pada luka yang terdapat pada tikus, kulit delima memiliki efek penyembuhan luka dan dapat mempercepat penutupan luka dan epitelisasi, dan pemberian krim ekstrak etanolik 2 delima merah 20% dapat menghambat terjadinya penurunan jumlah kolagen pada dermis kulit mencit yang terpapar ultraviolet. Kesimpulan dari semua studi melaporkan efektivitas kulit delima yang digunakan dengan sediaan krim, hydrogel, maupun ekstrak topikal dapat mempercepat penyembuhan luka bakar, mempercepat terjadinya epitelisasi, mampu mencegah dan menghambat MRSA. Penggunaan delima dalam bentuk sediaan ekstrak topical dapat dilakukan di Indonesia karena mudah dibuat dan bahan pembuatannya mudah didapatkan.
Terapi Okupasi untuk Meningkatkan Kesabaran pada Pasien RSJD
Wisnu Sri Hertinjung;
Desti Arifiani;
Monica Huaida Hanifah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.12 KB)
Menurut data riskesdas, prevalensi pasien skizofrenia di Jawa Tengah meningkat menjadi 9% dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Pasien skizofrenia mengalami kesulitan dalam membedakan mana yang kenyataan dan khayalan, kesulitan berpikir, mengingat dan mengontrol emosi, sehingga mudah tersulut emosi dan kurang sabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesabaran pasien RSJD sebelum dan setelah pemberian terapi okupasi berupa merangkai manik-manik. Metode penelitian ini adalah Kuantitatif dan jenis penelitian Eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian adalah 7 orang pasien perempuan RSJD. Variabel bebasnya adalah terapi okupasi sedangkan variabel terikatnya adalah tingkat kesabaran. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesabaran pasien RSJD setelah pemberian terapi okupasi berupa merangkai manik-manik (p < 0.05). Hal ini berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk rata-rata tingkat kesabaran pasien RSJD terdapat perbedaan yang meningkat secara signifikan dari 74 menjadi 79 sebelum dan setelah pemberian terapi okupasi berupa merangkai manik-manik, dengan demikian hipotesis diterima. Tambahkan kesimpulan hasil uji beda, Misalnya: Terdapat perbedaan yang sangat signifikan tingkat kesabaran pasien RSJD sebelum dan setelah mendapatkan Terapi Okupasi, dengan demikian hipotesis diterima.
Penggunaan Pursed Lip Breathing pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
Rita Dwi Kusumawati;
Wachidah Yuniartika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Mahasiswa Student Paper
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (414.452 KB)
Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah gangguan saluran pernafasan kronis yang tidak reversibel penuh yang disebabkan oleh obstruksi saluran nafas Tujuan: untuk mengidentifikasi efektivitas intervensi pursed lip brething pada pasien PPOK. Metode: Pencarian menggunakan database elektronik: google scholar (3) dan science direct (2). Pencarian terbatas dari tahun 2016 sampai 2020 dalam bentuk full text. Istilah pencarian meliputi kata kunci sebagai berikut: pursed lip breathing, dan PPOK. Kriteria inklusi: responden berusia minimal 18 tahun dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan, menggunakan intervensi pursed lip brething. Hasil: sesuai criteria dan metode dari 5 jurnal didapatkan hasil pursed lip breathing nilai peak expiratory flow mengalami peningkatan dan kombinasi pursed lip breathing dan guided imagery music nilai peak expiratory flow mengalami peningkatan(1). Pada penggunaan tripoid position dan pursed lip brething terdapat perbedaan dimana pursed lip brething lebih efektif terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK dibandingkan dengan tripoid position (2). Evaluasi dalam kelompok intervensi pasien PPOK dengan pursed lip brething dalam saturasi oksigen perifer, laju pernafasan, denyut nadi, dan indeks tekanan darah sistolik mengalami peningkatan(3). Dan pursed lip brething berpengaruh pada evaluasi fisiologis(4). Pernafasan diafragma dan pernafasan diafragmatik ditambah pernafasan pursed lip brething meningkatkan peningkatan volume pasang-surut dinding dada dan kompartemennya serta pengurangan frekuensi pernafasan dibandingkan dengan pernafasan yang tenang(5) Kesimpulan: semua studi melaporkan efektivitas intervensi Pursed lip brething dalam PPOK.