cover
Contact Name
Yosi Oktarina
Contact Email
oktarinayosi@unja.ac.id
Phone
+628117441717
Journal Mail Official
jini@unja.ac.id
Editorial Address
Jln. Letjend Soeprapto No.33 Telanaipura, Kota Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia
Published by Universitas Jambi
ISSN : 2722922X     EISSN : 27229211     DOI : https://doi.org/10.22437/jini.v3i1.18214
Core Subject : Health,
Jurnal Imiah Ners Indonesia (JINI) is an open access that which is published by Nursing Science Study Program - Medical Faculty and Health Science Jambi University publish each year in May and November with a total of six articles in each publication. Focus and Scope of Jurnal Ilmiah Ners Indonesia are : Medical Surgical Nursing Emergency Nursing Critical and Intensive Care Nursing Community Nursing Pediatric Nursing Geriatric Nursing Mental Health Nursing Nursing Management Palliative Care Nursing
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2021): November 2021" : 6 Documents clear
Hubungan Pengetahuan dan Religiusitas dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Remaja Gustiawan, Riki; Mutmainnah, Muthia; Kamariyah, Kamariyah
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.803 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.9970

Abstract

Reproductive health is a healthy condition related to the system, functions and proes reproduction, especially with regard to adolescents, which in adolescence, the changes - changes that overall, starting in biology, psychology, and social. If these changes are not done properly, it will cause problems of adolescence, particularly in RH behaviors: Sexual which will have a negative impact such as sex before marriage will lead to pregnancy outside marriage, ostracized by their families and communities, interruption of education , depression and many more adverse impacts that will occur. This type of research was quantitative study. The population in this study were male and female students in class X and XI in SMAN 13 Merangin with a sample size of 100 samples, sampling using proportional sampling. Data were analyzed using Spearman rank analysis. The result showed there was no relationship between knowledge and reproductive health behaviour (p-value 0,196) and there waas relationship between religiality with reproductive health behavior (p-value 0,046). Based on the results of the study came the conclusion that the knowledge is not one of the determining factors whether the behavior of adolescent reproductive health deviated or not so that there are other factors that affect, while for religiosity it can be concluded that if the higher level of religiusity of a teenager then the lower the behavior of the distorted reproduction. Abstrak Kesehatan reproduksi adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proes reproduksi, terutama menyangkut pada remaja, dimana pada masa remaja terjadinya perubahan - perubahan yang secara menyeluruh, dimulai secara biologi, psikologi, dan sosial. Jika perubahan-perubahan ini tidak dilakukan secara tepat, maka akan menimbulkan masalah-masalah remaja, terutama dalam perilaku kesehatan reproduksi : seksual yang akan berdampak buruk seperti berhubungan badan sebelum menikah yang akan mengakibatkan hamil diluar nikah, dikucilkan oleh keluarga dan masyarakat, terputusnya jenjang pendidikan, depresi dan masih banyak lagi dampak-dampak buruk yang akan terjadi. Jenis penelitian ini adalah penelitian adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas X dan XI di SMAN 13 Merangin dengan jumlah sampel sebanyak 100 sampel, pengambilan sampel menggunakan propotional random sampling. Analisa data menggunakan analisis spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi (p-value 0,196). Serta terdapat hubungan religiusitas dengan perilaku kesehatan reproduksi (p-value 0,046). Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa pengetahuan bukan salah satu faktor penentu apakah perilaku kesehatan reproduksi remaja menyimpang atau tidak sehingga ada faktor lain yang mempengaruhi, sedangkan untuk religiusitas ini dapat disimpulkan bahwa jika semakin tinggi tingkat religiusitas seorang remaja maka semakin rendah pula perilaku reproduksi yang menyimpang. Kata Kunci: Pengetahuan, Religiusitas, Perilaku, Kesehatan, Reproduksi
Penggunaan Robot Sebagai Teknik Manajemen Nyeri Non-Farmakologi Pada Anak: Tinjauan Literatur Adelia, Hazrina; Nilasari, Putri
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.21 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.15455

Abstract

Pain is an unpleasant experience experienced by children during medical procedures since the beginning of life. The experience of pain that is not managed properly could be a traumatized experience for the children. The use of technology in non-pharmacological pain management strategies is able to demonstrate effectiveness and safety in its use. One of the technological models that can be used is a robot. This research is a literature study, with five online database sources (2017-2021) with the keywords, robot, pain, children, and pain management. The search and analysis obtained 9 journals that show the various uses of robots in pediatric pain management. The robots can be an alternative in non-pharmacological pain management techniques that are quite effective. The use of robots in non-pharmacological pain management in children, could reduce pain and unpleasant experiences by children during medical procedures. Abstrak Nyeri adalah pengalaman tidak menyenangkan yang dialami anak dalam menjalani tindakan medis sejak awal kehidupan. Pengalaman nyeri yang tidak dimanajemen dengan baik dapat membawa trauma pada anak. Penggunaan teknologi dalam strategi manajemen nyeri non-farmakologis dianggap mampu menunjukkan efektivitas dan keamanan dalam penggunaannya, dimana salah satu model teknologi yang dapat digunakan adalah, robot. Penelitian ini adalah studi literatur, dengan lima sumber database online (2017-2021) dengan kata kunci, robot, pain, children, and pain management. penelusuran dan Analisa, didapatkan 9 jurnal yang menunjukkan berbagai penggunaan robot dalam manajemen nyeri anak. Pemanfaatan robot dapat menjadi salah satu alternatif dalam teknik manajemen nyeri non-farmakologis yang cukup efektif. Dengan adanya penggunaan robot dalam manajemen nyeri non-farmakologi anak, dapat membantu anak untuk mengurangi nyeri dan pengalaman tidak menyenangkan selama tindakan medis. Kata Kunci: robot, manajemen nyeri, nyeri, anak
Caring Perawat dengan Stres Hospitalisasi pada Anak Pra Sekolah di Ruang Rawat Inap Anak Listiana, Ridya; Kustriyani, Menik; Sakti Widyaningsih, Tri
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.673 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.15464

Abstract

Child care in hospital results in children having to be separated from their environment, resulting in children experiencing stress, to prevent severe stress involving the role of nurses in caring for children during hospitalization. The purpose of this study was to determine the relationship between nurse caring and hospitalization stress in pre-school children. This type of research is quantitative associative with a cross sectional approach. Sampling with consecutive sampling technique as many as 38 respondents. Researchers conducted an ethical test at RSUD Batang. Respondents were given an explanation and filled out informed consent before the study. The researcher guarantees the confidentiality of the respondents from the beginning to the end of the study. The study was conducted in July 2020 at RSUD Batang . The research instrument uses a questionnaire sheet. Univariate data analysis is presented in the Frequency Distribution table and the research data were analyzed using the Spearman Rank test with p value = 0.000 with r value = -0.639. The results of this study showed that there was a relationship between nurse caring and hospitalization stress in pre-school children in the inpatient room. Abstrak Perawatan anak di rumah sakit mengakibatkan anak harus berpisah dengan lingkungannya sehingga mengakibatkan anak mengalami stres, untuk mencegah stres yang berat melibatkan peran perawat dalam merawat anak selama menjalani hospitalisasi.tujuan penelitian ini mengetahui hubungan caring perawat dengan stres hospitalisasi pada anak pra sekolah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif assosiatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling sebanyak 38 responden. Peneliti melakukan uji etik di RSUD Batang. Responden diberikan penjelasan dan mengisi informed consent sebelum penelitian. Peneliti menjamin kerahasiaan responden mulai dari awal sampai akhir penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2020 di RSUD Batang.Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisa data univariat disajikan dalam tabel Distribusi Frekuensi dan data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman dengan hasil p value = 0,000 dengan nilai r hitung = -0,639. Hasil penelitian ini ada hubungan caring perawat dengan stres hospitalisasi pada anak pra sekolah di ruang rawat inap. Kata Kunci : caring perawat, stres hospitalisasi, anak pre sekolah
Faktor Yang Mempengaruhi Self Care Pada Remaja Yang Mengalami Dismenore di Long Ikis Kalimantan Timur Fatmawati, Atikah; Wahyu Ariyanti, Fitria; Putri Kurniasari, Harni
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.017 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.15548

Abstract

Dysmenorrhea is still one of the most common conditions experienced by adolescents of reproductive age. Self-care when experiencing dysmenorrhea is important to pay attention to maintain reproductive health. The purpose of this study was to identify factors that influence self-care in adolescents with dysmenorrhea. An online survey-based cross-sectional study was conducted to identify factors that influence self-care when experiencing dysmenorrhea. The sampling technique used proportionate stratified random sampling with a sample size of 60 people. The Adolescent Dysmenorrheic Self-Care Scale (ADSCS) used the instrument, consisting of 40 statement items with four answer choices on a Likert scale. The statistical test was used to identify the relationship between variables, namely Pearson Correlation and Spearman Rho. The results showed that the average value of the ADSCS was 108.62 (SD 14.480), with the average of each indicator, namely seeking knowledge 12.6 (SD 2.026), emotional expression 16.6 (SD 3.385), seeking help 10.6 (SD 2.352), control over external factors 19 (SD 3.135), resource utilization 34.7 (SD 6851), and self-control 15 (SD 2.393). There is a relationship between age (p value 0.000; r 0.439), age at menarche (p value 0.000; r 0.439), information exposure (p value 0.011; r 0.324), source of information (p value 0.007; r 0.347), menstrual status (p value 0.000; r 0.463), and complaints during menstruation (p value 0.007; r 0.347) with self-care performed when experiencing dysmenorrhea. Understanding adolescent self-care behaviors and related factors can help identify potentially harmful or ineffective adolescent behaviors, so that appropriate management and education plans can be developed. Active participation of adolescents, health workers, schools, and parents is needed to maintain and maintain positive self-care behaviors when experiencing dysmenorrhea. Abstrak Dismenore masih menjadi salah satu kondisi yang banyak dialami oleh remaja pada usia reproduktif. Perawatan diri saat mengalami dismenore menjadi penting untuk diperhatikan guna menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi factor yang mempengaruhi self-care pada remaja yang mengalami dismenore. Studi cross sectional berbasis survey online dilakukan untuk mengidentifikasi factor yang mempengaruhi self-care saat mengalami dismenore. Teknik sampling menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 60 orang. Instrument yang digunakan adalah Adolescent Dysmenorrheic Self-Care Scale (ADSCS), terdiri dari 40 item pernyataan dengan 4 pilihan jawaban berskala Likert. Uji statistic yang digunakan untuk mengindentifikasi hubungan antar variable yaitu Pearson Correlation dan Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai dari ADSCS adalah 108.62 (SD=14.480), dengan rata-rata masing-masing indicator, yaitu mencari pengetahuan 12.6 (SD=2.026), ekspresi emosi 16.6 (SD=3.385), mencari bantuan 10.6 (SD=2.352), control atas factor eksternal 19 (SD=3.135), pemanfaatan sumber daya 34.7 (SD=6.851), dan pengendalian diri 15 (SD=2.393). Terdapat hubungan antara usia (p value 0.000; r=0.439), usia menarche (p value 0.000; r=0.439), keterpaparan informasi (p value 0.011; r=0.324), sumber informasi (p value 0.007; r=0.347), status menstruasi (p value 0.000; r=0.463), dan keluhan saat menstruasi (p value 0.007; r=0.347) dengan self-care yang dilakukan saat mengalami dismenore. Memahami perilaku perawatan diri remaja dan faktor yang terkait dapat membantu mengidentifikasi perilaku remaja yang berpotensi berbahaya atau tidak efektif, sehingga dapat disusun rencana manajemen dan pendidikan yang tepat. Peran serta aktif remaja, tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua dibutuhkan untuk dapat menjaga dan mempertahankan perilaku positif perawatan diri yang dilakukan saat mengalami dismenore. Kata kunci: dismemore; self-care; remaja
Hubungan Pengetahuan, Kedekatan Ibu dan Pola Asuh Terhadap Kesiapan Remaja Menghadapi Menstruasi Pertama (Menarche) di SMP Negeri 04, 06, dan 17 Kota Jambi Meinarisa, Meinarisa; Anita Sari, Lisa; Mardiantika, Bella
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.416 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.15572

Abstract

Young women who experience menarche often feel confused and sad. Adolescents who are not ready to face menarche will have a desire to refuse, they will feel menstruation as something cruel and threatening, this situation can continue in a more negative direction. SMP did not dare talk to his parents when experienced menarche. This research is a quantitative research with cross sectional design which aims to determine the relationship between knowledge, closeness of mother and child to the readiness of adolescents to face first menstruation ( menarche ) in SMP Negeri 04, 06 and 17 Jambi City. Population of 172 people with a sample size of 119 people, the sampling technique is proportional random sampling technique. The data was obtained by using a questionnaire for SMPN 04 and 0 6 students and google form on the SPN 17 student. Data were analyzed univariate and bivariate using the Chi-Square test. The results show that s ebanyak 45 (37,8 %) respondents have less knowledge, 71 (59,7 %) closeness to the mother well, 52 (43,7 %) mothers parenting is democratic, as many as 62 (52,1 %) said they were ready to face the first menstruation (menarche). The results of the test statisti k showed no significant relationship between knowledge ( p-value 0,001) , the proximity of the mother ( p-value 0,003 ) and the pattern of parenting (p-value 0,007) with the readiness of teenagers face first menstruation (menarche) in SMP Negeri 04, 06, and 17 Jambi City. It is expected that the schools work together with teachers BK to do counseling as scheduled and periodical about menstruation first (menarche) to increase the knowledge of adolescent and do consul about health reproduction in adolescents at school. Abstrak Remaja putri yang mengalami menarche sering merasakan kebingungan dan kesedihan.Remaja yang belum siap menghadapi menarche akan timbul keinginan untuk menolak, mereka akan merasa haid sebagai sesuatu yang kejam dan mengancam, keadaan ini dapat berlanjut ke arah yang lebih negatif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, kedekatan ibu dan anak terhadap kesiapan remaja menghadapi menstruasi pertama (menarche) di SMP Negeri 04, 06 dan 17 Kota Jambi. Populasi sebanyak 172 orang dengan jumlah sampel sebanyak 119 orang, teknik pengambilan sampel dengan teknik proporsional random sampling.. Data diperoleh dengan cara menggunakan kuesioner pada siswi SMPN 04 dan 0 6 dan google form pada siswi SPN 17. Data dianalisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 45 (37,8%) responden mempunyai pengetahuan yang kurang, sebanyak 71 (59,7%) kedekatan dengan ibu baik, sebanyak 52 (43,7%) pola asuh ibu adalah demokratis, sebanyak 62 (52,1%) mengatakaan siap menghadapi menstruasi pertama (menarche). Hasil uji statistic menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p-value 0,001), kedekatan ibu (p-value 0,003) dan pola asuh (p-value 0,007) dengan dengan kesiapan remaja menghadapi menstruasi pertama (menarche) di SMP Negeri 04, 06, dan 17  Kota Jambi. Diharapkan agar pihak sekolah bekerja sama dengan guru BK untuk melakukan penyuluhan secara terjadwal dan berkala tentang menstruasi pertama (menarche) untuk meningkatakan pengetahuan remaja serta melakukan konsul tentang kesehatan reproduksi pada remaja di sekolah. Kata kunci: pengetahuan, kedekatan ibu, pola asuh, dan menarche.
Interaksi Sosial pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga Anita Sari, Lisa
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 2 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.394 KB) | DOI: 10.22437/jini.v2i2.15575

Abstract

In 2025 projected the number of elderly people amount 14.9% and in 2030 reach 16.4%. The thing that become problems in the elderly likes decreasing in physical and psychological beside decline in social interaction function. Social interaction in the elderly is very important. Elderly who often alone so that, they less interaction can cause them to feel isolated, to feel that they are no longer useful. The purpose of this study was to identify how the social interaction in the elderly with their families. This research is an analytical descriptive that will provide an overview of the social interactions in the elderly. The number of samples is 120 elderly who are in the working area of Puskesmas ​​Paal V Kota Jambi by using accidental sampling technique. Data collection was done by using a questionnaire. Data analysis in this study was carried out using univariate analysis. Based on the results of the study, the elderly who were in the working area of ​​the Puskesmas Paal V were obtained as many as 65 respondents (54.2%) had low social interactions, this was influenced by physical conditions that resulted in them rarely leaving the house, while their children were busy working and back home in the afternoon. The elderly at risk of mental problems, so it is hoped that family members and health workers can modify the daily activities of the elderly so that the elderly continue to have activities, so that social interactions continue to run well. Abstrak Ditahun 2025 diproyeksikan bahwa jumlah lansia sebanyak 14.9% dan ditahun 2030 akan mencapai 16.4%. Hal yang seringkali menjadi permasalahan pada lansia disamping penurunan fungsi fisik dan psikologis yaitu menurunnya interaksi sosial pada lansia. Interaksi sosial pada lansia sangatlah penting. Lansia yang lebih sering menyendiri sehingga kurang berinteraksi dapat mengakibatkan mereka memiliki perasaan terisolir, hingga merasa diri mereka tidak lagi lagi berguna. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana interaksi sosial pada lansia bersama keluarga. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik yang akan memberikan gambaran tentang interaksi sosial lansia. Jumlah sampel sebanyak 120 lansia yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi dengan menggunakan tekhnik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan univariate analysis. Berdasarkan hasil penelitian, lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Paal V diperoleh sebanyak 65 responden (54.2%) memiliki interaksi sosial yang kurang baik, hal ini dipengaruhi oleh kondisi fisik yang mengakibatkan mereka jarang keluar rumah, sementara anak mereka sibuk bekerja dan baru pulang pada sore harinya. Lansia beresiko terkena masalah mental, sehingga diharapkan kepada anggota keluarga maupun petugas kesehatan untuk dapat memodifikasi aktifitas lansia sehari-hari agar lansia tetap memiliki kegiatan, sehingga interaksi sosial tetap berjalan dengan baik. Kata kunci : lansia, interaksi sosial, keluarga

Page 1 of 1 | Total Record : 6