cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Kualitas sirup berbahan dasar daun pandan wangi Deva, I Gede Sumalana; Juniarta, Pande Putu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.275

Abstract

Tujuan dari penelitian Kualitas Sirup Berbahan Dasar Daun Pandan Wangi( Pandanus odoratissimus ) adalah untuk membuat sirup lain dari yang sudah ada dan daun pandan mudah dicari di pemukiman masyarakat dan juga banyak manfat dan kasiat dari daun pandan untuk manusia. Dan untuk mengetahui kualitas dari sirup daun pandan wangi berbahan campuran seperti gula, cmc, pewarna, vanili, ekstra pandan, dan air, dan memiliki kualitas rasa, aroma, tekstur dan warna, kemudian untuk mengetahui daya tahan serta menganalisis seberapa besar biaya yang diperlukan dalam pembuatan sirup daun pandan wangi pandanus odoratissimus. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen ini dilakukan dengan membuat sirup daun pandan pandanus odoratissimus, kemudian diuji oleh 20 orang panelis dengan tes organoleptic, observasi dan analisi biaya. Hasil penelitian ini berupa kualitas sirup daunpandan sebagai bahan dasar daun pandan wangi menjadi sirup pandanus odoratissimus adalah enak dari segi rasa, beraroma wangi, testur lembut,serta memiliki kasiat untuk manusi. Dari hasil uji daya tahan sirup daun pandan wangi cepat basi ketika dibuka begitu saja, maka dari itu sirup diletakan ditempat yang dingin. Dari asil analisi biaya dalam pembuatan sirup daun pandan wangi pandanus odoratissimus membutuhkan biaya Rp.45.000 The purpose of the research on the Quality of Syrup Based on Wangi Pandan Leaves (Pandanus odoratissimus) is to make another syrup from the existing one and pandan leaves are easy to find in community settlements and also many benefits and benefits of pandan leaves for humans. And to determine the quality of the fragrant pandan leaf syrup made from a mixture of sugar, cmc, dye, vanilla, extra pandan, and water, and have the quality of taste, aroma, texture and color, then to determine the durability and analyze how much cost is required in making pandanus odoratissimus pandanus leaf syrup. The research approach used is experimental research, this experimental research was conducted by making pandanus odoratissimus pandan leaf syrup, then tested by 20 panelists with organoleptic tests, observation and cost analysis. The results of this study are the quality of pandan leaf syrup as the basic ingredient of fragrant pandan leaves into pandanus odoratissimus syrup, which is delicious in terms of taste, smells good, has a soft texture, and has properties for humans. From the results of the durability test, the fragrant pandan leaf syrup spoils quickly when opened, so the syrup is placed in a cool place. From the results of the cost analysis in the manufacture of fragrant pandan leaf syrup, pandanus odoratissimus costs Rp.45.000
Penerapan standard operational procedure dalam penyiapan kamar vacant oleh room attendant di villa jempana kintamani Daniswara, I Made Ananda; Sanjiwani, I Gusti Agung Mirah
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.277

Abstract

Penerapan Standard Operational Procedure (SOP) yang kurang maksimal dapat menyebabkan terjadinya keluhan tamu. Room attendant sebagai bagian yang bertanggung jawab atas kebersihan kamar tamu memiliki peran penting dalam penerapan SOP, di mana penerapan SOP yang baik akan dapat menciptakan kepuasan tamu yang menginap di villa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan SOP dan faktor yang menjadi kendala dalam penyiapan kamar vacant oleh room attendant di Villa Jempana Kintamani. Data dikumpulkan dengan melakukan dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan pemilik villa dan room attendant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa room attendant sudah bekerja dengan baik, namun ada langkah-langkah SOP yang belum dilakukan seperti room attendant pada saat memulai membersihkan tidak searah jarum jam dengan alasan room attendant memulai membersihkan kamar mulai dari area yang paling kotor terlebih dahulu. Room attendant pada saat selesai membersihkan kamar tidak melakukan double check, dengan alasan meminimalkan waktu agar dapat membersihkan kamar yang lain dengan cepat. Beberapa faktor yang menjadi kendala penerapan SOP oleh room attendant adalah Tingkat hunian kamar yang tinggi, Kurangnya pemahaman terhadap SOP, Kurangnya waktu pengimplementasian SOP, Kurangnya pengawasan, Kurangnya evaluasi SOP secara berkala, Akses untuk melihat SOP yang terbatas. Pemilik Villa Jempana Kintamani sebaiknya memberikan pelatihan tentang SOP tersebut secara berkala baik secara teori maupun praktek dan juga memberikan Training di setiap minggunya. The implementation of Standard Operational Procedure (SOP) that is less than optimal can cause guest complaints. Room attendant as the part responsible for the cleanliness of guest rooms has an important role in the implementation of SOP, where the implementation of a good SOP will be able to create the satisfaction of guests staying in the villa. This research aims to find out the application of SOP and factors that become obstacles in the preparation of vacant rooms by room attendants at Villa Jempana Kintamani. Data is collected by conducting documentation, observations, and interviews with villa owners and room attendants. The results showed that the room attendant was working well, but there are SOP steps that have not been done such as room attendant when starting cleaning not clockwise on the grounds that the room attendant starts cleaning the room starting from the dirtiest area first. Room attendant when finished cleaning the room does not do double check, with the reason of minimizing the time in order to clean the other room quickly. Some of the factors that are obstacles to the application of SOP by room attendants are high room occupancy rates, Lack of understanding of SOP, Lack of SOP implementation time, Lack of supervision, Lack of periodic SOP evaluation, Access to view limited SOP. Villa owner Jempana Kintamani should provide training on the SOP periodically both in theory and practice and also provide training every week.
Perbandingan dua jenis kencur sebagai rekomendasi pembuatan jamu beras kencur Wiratama, Ida Wayan Reynata; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.278

Abstract

Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mencari perbandingan dua jenis kencur yaitu kencur Bali dan Kencur jawa dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna saat di jadikan jamu beras kencur, serta mecari minat beli konsumen pada jamu beras kencur ini saat di jadikan sebuah produk hotel. Sampel pada penelitian ini berjumlah 35 orang, dengan metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu jamu beras kencur Bali (P1) dari segi rasa mendapatkan kriteria manis, segi aroma mendapatkan kriteria sangat sedap, segi tekstur mendapatkan kriteria cair dan segi warna mendapatakan kriteria cukup menarik, kemudian jamu beras kencur Jawa (P2) dari segi rasa mendapatkan kriteria manis, segi aroma mendapatkan kriteria sedap, segi tekstur mendapatkan kriteria cair dan segi warna mendapatkan kriteria cukup menarik. Perbandingan kedua jenis kencur ini saat di jadikan jamu beras kencur ada pada segi aroma yang mana aroma dari kencur Bali (P1) lebih terasa atau menyengat daripada kencur Jawa (P2), pada pembuatan jamu beras kencur di sarankan menggunakan kencur Bali, karena memiliki rasa yang tidak terlalu manis dan aroma yang sangat sedap. The purpose of this study is to find a comparison of two types of aromatic ginger or kencur, namely Balinese kencur and Javanese Kencur in terms of taste, aroma, texture and color when made into kencur rice herbal medicine or jamu beras kencur, as well as to find consumers' buying interest in this jamu beras kencur when it is made into a hotel product. The sample in this study was 35 people, with data collection methods, namely questionnaires, observations, and documentation. The results of this study are Balinese jamu beras kencur (P1) in terms of taste gets the sweet criteria, in terms of aroma gets very good criteria, in terms of texture gets liquid criteria and in terms of color gets quite attractive criteria, then Javanese jamu beras kencur (P2) in terms of taste gets the sweet criterion, in terms of aroma gets the criteria is delicious, in terms of texture gets liquid criteria and in terms of color gets quite interesting criteria. The comparison of these two types of kencur when made into jamu beras kencur is in terms of aroma where the aroma of Balinese kencur (P1) is more pronounced or pungent than Javanese kencur (P2), in making kencur rice herbal medicine or jamu beras kencur it is recommended to use Balinese kencur, because it has a taste that is not too sweet and a very pleasant aroma.
Penerapan prosedur check in oleh resepsionis di jambuluwuk oceano seminyak hotel Dewi, Anak Agung Made Ratna; Nova, Muhamad
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.279

Abstract

Guna bertahan pada persaingan bisnis hotel di Bali, setiap hotel harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap pengunjung tamu, sehingga setiap staff yang bekerja pada hotel khususnya yang langsung berhubungan dengan tamu harus memberikan pelayanan yang maksimal yang sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan, salah satunya seksi resepsionis yang merupakan bagian departemen kantor depan harus memberikan kesan yang baik dari awal menangani tamu yaitu pada saat check-in. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, tujuan penulis melaksanakan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana resepsionis menerapkan prosedur check-in dan mengetahui hambatan dalam melaksanakan tugas resepsionis yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal, penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati resepsionis menerapkan prosedur check-in yang telah ditetapkan hotel lalu membandingkan penerapan yang sesuai dan tidak sesuai dengan SOP dan mewawancarai manajer kantor depan terkait hambatan yang dimiliki selama menerapkan proses check-in. Hasil penelitian ini berupa 4 dari 15 poin SOP yang tidak selalu diterapkan dimana resepsionis tidak memberikan welcome drink kepada tamu, tidak mengecek dengan seksama isi voucher, tidak menagih pembayaran kamar tamu dan tidak memberikan keramahtamahan yang sesuai dan hal ini dikonfirmasi oleh manajer kantor depan beserta dengan alasan tidak dilaksanakannya dengan baik keempat poin SOP. In order to survive in the hotel business competition in Bali, every hotel must provide the best service to every guest, so that every staff who works at the hotel, especially those directly handling the guests, must provide maximum service in accordance with established SOP, receptionist section which is part of the front office department must give a good impression from the beginning such as check-in. The data collection technique that the author uses is observation, interviews and documentation, This research is intended to find out Check-in Implementation based on SOP and knows the obstacles in carrying out the receptionist's duties in accordance with the standards that have been set. The research approach used is a qualitative approach with a single case study design, this research was conducted by observing the receptionist applying the check-in procedures that had been set by the hotel and then comparing the application that was suitable and not in accordance with the SOP and interviewed the front office manager regarding the obstacles they had during implementing check-in process. The results of this study are 4 out of 15 SOP points that are not always applied where the receptionist does not provide welcome drinks to guests, does not check carefully the contents of the voucher, does not collect guest room payments and does not provide appropriate hospitality and this is confirmed by the front office manager along with reasons for not properly implementing the four SOP points.
Upaya peningkatan kinerja karyawan melalui pelatihan soft skill dan hard skill di the westin resort & spa ubud pada masa pandemi covid-19 Dewi, Dewa Ayu Nopita; Nova, Muhamad
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.281

Abstract

Penelitiani ini i dilatarbelakangi i oleh kurang ioptimalnya i kinerja karyawan di The Westin Resort & Spa Ubud di i tengah i pandemi Covid-19 i yang sedang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pelatihan soft skill dan hard skill yang diberikan pada masa sebelum dan selama pandemi serta persepsi stakeholder terhadap pemberian pelatihan-pelatihan tersebut guna meningkatkan kinerja karyawan pada masa pandemi Covid-19. Teknik i i pengumpulan i data i dalam penelitian ini i yaitu observasi ipartisipan, wawancara terstruktur, dan i studi dokumentasi i. Teknik i analisis i data i yang i digunakan i adalah i analisis i deskriptif i kualitatif i. Hasil i penelitian i menunjukkan i bahwa i jenis i pelatihan soft skill yang diberikan pada i masa i sebelum i dan i selama pandemi Covid-19 antara lain Hospitality Training dan Leadership Training. Sementara itu, terdapat 4 (empat) jenis pelatihan hard skill yang diberikan pada masa sebelum dan selama pandemi Covid-19 i antara lain 1). Operations Related Training, 2). Health, Safety, & Security Training, 3). Global Quality Program, dan 4). CTC (Commitment to Clean Training). Pemberian pelatihan-pelatihan tersebut dinilai efektif dan mampu meningkatkan kinerja karyawan serta pelatihan yang paling berperan penting di tengah pandemi Covid-19 yaitu Global Quality Program dan CTC (Commitment to Clean Training). This i research i is i motivated i by i the i less i than i optimal performance of employees at The Westin Resort & Spa Ubud in i the i midst i of ithe i ongoing Covid-19 i pandemic. This i study i aims i to i determine i the i types of i soft i skill i and i hard i skill i training i provided before i and during i the i pandemic i as i well i as stakeholder perceptions of the i provision of these trainings in order to i improve i employee performance during i the i Covid-19 i pandemic i. Data i collection i techniques i in i this i study i were participant observation i, structured interviews i, and documentation studies. The i data i analysis i technique i used i is i descriptive i qualitative i analysis i. The i results i showed i that i the i types i of soft skill training provided before and during the Covid-19 pandemic included Hospitality Training and Leadership Training. Meanwhile, there i are i 4 (four) types of hard skills training provided before and during the Covid-19 pandemic, including 1). Operations Related Training, 2). Health, Safety, & Security Training, 3). Global Quality i Program, and 4). CTC (Commitment to Clean Training). The provision of these trainings is considered effective and able to improve employee i performance i as well as the i training i that plays the i most important role in i the i midst i of i the i Covid-19 i i pandemic i, namely the i Global Quality Program and CTC (Commitment to Clean Training).
Analisis strategi pemasaran hotel prime plaza sanur pada masa pandemi covid-19 Chandraningsih, Putu Diah; Sudarmawan, I Wayan Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.282

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Hotel Prime Plaza Sanur, di Kabupaten Denpasar, Bali. Hotel berbintang empat ini mengalami penurunan occupancy akibat adanya pandemi covid-19, sehingga belum dapat mencapai target occupancy pada beberapa bulan terakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan oleh Prime Plaza Hotel Sanur pada masa pandemi covid-19. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis SWOT sesuai dengan acuan Teori Albert Humphrey (1960) dan Kearns (1968) serta teori Kotler dan Keller (2012) dalam bukunya yang berjudul Manajemen Strategi (2012) dalam penerapan bauran pemasaran. Hotel Prime Plaza Sanur berhasil diciptakan beberapa strategi yaitu: strategi memperluas hubungan kerjasama dengan rekan bisnis, strategi meningkatkan promosi melalui social media, strategi membuat entertainment baru di dalam hotel, strategi menambahkan variasi menu, strategi memperluas target pasar domestik, strategi menciptakan variasi produk baru, strategi meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, dan strategi mempertahankan brand image hotel. Kesimpulan yang didapat adalah hasil dari strategi pemasaran yang dilakukan sesuai dengan apa yang diharapkan, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan selama masa pandemi, dari kunjungan wisatawan bisnis dan masyarakat lokal yang ingin mengadakan private event dan juga berlibur. This research was conducted at Hotel Prime Plaza Sanur, in Denpasar Regency, Bali. This four-star hotel has experienced a decrease in occupancy due to the covid-19 pandemic, so it has not been able to reach the occupancy target in the last few months. The purpose of this study was to determine the marketing strategy carried out by Prime Plaza Hotel Sanur during the covid-19 pandemic. The types of data used are qualitative data and quantitative data. Data was collected by means of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses SWOT analysis in accordance with the reference to the theory of Albert Humphrey (1960) and Kearns (1968) and the theory of Kotler and Keller (2012) in their book entitled Strategic Management (2012) in the application of the marketing mix. Hotel Prime Plaza Sanur has successfully created several strategies, namely: a strategy to expand cooperative relationships with business partners, a strategy to increase promotion through social media, a strategy to create new entertainment in the hotel, a strategy to add menu variations, a strategy to expand the domestic market target, a strategy to create new product variations, strategies to improve product and service quality, and strategies to maintain the hotel's brand image. The conclusion obtained is the result of the marketing strategy carried out as expected, the increasing number of tourist visits during the pandemic, from the visits of business tourists and local people who want to hold private events and also vacations..
Pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di kanvaz patisserie by vincent nigita seminyak Tirta, Samuel Virya; Purnantara, I Made Hadi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.283

Abstract

Implementasi konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis community-based tourism di pantai pandawa Horas, Angelina Royce; Wiyasha, Ida Bagus Made; Sutiarso, Moh Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.285

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian implementasi pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Pantai Pandawa sesuai dengan Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan No.14 Tahun 2016.Peraturan Menteri Pariwisata No.14 Tahun 2016 mengenai Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan terdapat 4 (empat) pilar utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Kriteria dirumuskan oleh Badan Pariwisata Berkelanjutan Dunia (Global Sustainable Tourism Council) yang mencakup pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung (Culture), dan pelestarian lingkungan. Community based Tourism merupakan sebuah alternatif bagi pengembangan pariwisata. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan teknik analisis kebijakan. Teknik analisis kebijakan adalah penggunaan berbagai metode penelitian, argumen untuk menghasilkan dan memindahkan informasi yang relevan dengan kebijakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan masyarakat di Desa Kutuh membangun pariwisata di Pantai Pandawa dari awal sampai sekarang telah menjadi dikenal oleh banyak wisatawan atau pegunjung tidak terlepas dari partisipasi masyarakat lokal yang membantu secara langsung maupun tidak langsung ikut serta dalam kegiatan pariwisata di Pantai Pandawa. Pantai Pandawa memiliki potensi pariwisata yang sangat besar antara lain keindahan laut dan tebing kapur yang dapat menarik wisatawan atau pengunjung. Pantai Pandawa sudah 88,25% menerapkan konsep sustainable tourism berbasis community based tourism yang mana penduduk lokal yang berperan penting dalam mengembangkan daya tarik wisata Pantai Pandawa. The purpose of this study was to determine the suitability of implementing community-based sustainable tourism in Pandawa Beach in accordance with the Guidelines for Sustainable Tourism Destinations No. 14 of 2016.Minister of Tourism Regulation No. 14 of 2016 concerning Guidelines for Sustainable Tourism Destinations, there are 4 (four) main pillars in the development of sustainable tourism. The criteria are formulated by the World Sustainable Tourism Council (Global Sustainable Tourism Council) which include sustainable tourism destination management, economic utilization for local communities, cultural preservation for the community and visitors (Culture), and environmental conservation. Community Based Tourism is an alternative for tourism development. This research is a qualitative research using policy analysis techniques. Policy analysis technique is the use of various research methods, arguments to generate and transfer policy-relevant information.This study shows that the success of the community in Kutuh Village in developing tourism on Pandawa Beach from the beginning until now has become known by many tourists or visitors, cannot be separated from the participation of local communities who help directly or indirectly participate in tourism activities on Pandawa Beach. Pandawa Beach has enormous tourism potential, including the beauty of the sea and limestone cliffs that can attract tourists or visitors. Pandawa Beach has 88.25% implemented the concept of sustainable tourism based on community-based tourism in which local residents play an important role in developing the tourist attraction of Pandawa Beach.
Analisis daya dukung lingkungan berbasis pariwisata berkelanjutan di semara ratih delodsema village, kabupaten gianyar Aswirna, Aurelia; Wiyasha, Ida Bagus Made; Suprapto, I Nyoman Arto
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.286

Abstract

Daya dukung lingkungan adalah jumlah atau daya tampung maksimum yang dapat ditampung oleh lingkungan dalam satu hari, dan perhitungan mengenai daya dukung lingkungan sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan persamaan rumus Cifuentes (1992), yang menganalisis daya dukung fisik (PCC), daya dukung rill (RCC) dan daya dukung efektif (ECC). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Hasil perhitungan daya dukung lingkungan Semara Ratih Delodsema Village didapatkan nilai (PCC) 716 wisatawan/hari, nilai RCC 32 wisatawan/hari dan nilai ECC 28 wisatawan/hari dengan durasi kunjungan 3,7 jam per hari. Jumlah wisatawan saat ini 50 per hari masih berada diatas jumlah kapasitas efektif yang seharusnya diterapkan oleh Semara Ratih Delodsema Village, atau jumlah wisatawan saat ini melebihi kapasitas daya dukung lingkungan Semara Ratih Delodsema Village. Environmental carrying capacity is the maximum amount or capacity that can be accommodated by an environment and follows the concept of sustainable tourism development. This study aims to analyze the environmental carrying capacity of Semara Ratih Delodsema Village and the preference between the current number of visits and the calculation of the adequate carrying capacity that can be accommodated per day. The method used in this study is the calculation of the Cifuentes formula (1992), which analyzes Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), and Effective Carrying Capacity (ECC). Data collection techniques were collected through observation, interviews, questionnaires, and studying documentation. The results of calculations regarding the environmental carrying capacity of Semara Ratih Delodsema Village obtained a value (PCC) of 716 tourists/day, an RCC value of 32 tourists/day, and an ECC value of 28 tourists/day with a visit duration of 3.7 hours per day. Compared to the current number of visits, 50 tourists/day, the ECC value is below the current number of visits, or the current number of visits exceeds the capacity that Semara Ratih Delodsema Village should have to accommodate.
Pengaruh pelatihan dan kepemimpinan terhadap produktivitas kerja karyawan di pesisi restaurant the alantara hotel sanur Murthi, Hadi Ramanda; Ismail, Deden; Muliadiasa, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.287

Abstract

Pesisi restaurant ditemukan kurangnya produktivitas kerja karyawan dalam melayani tamu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pelatihan kerja dan kepemimpinan terhadap produktivitas kerja karyawan di Pesisi Restaurant Hotel The Alantara Sanur. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah staff dari Pesisi Restaurant Hotel The Alantara Sanur yang berjumlah 32 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan dengan penelitian korelasional Sedangkan teknik yang digunakan untuk mendapatkan data adalah kuisioner yang diteruskan ke sejumlah responden tertentu untuk mendapatkan data primer dengan teknik analisa data melalui Uji Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pelatihan secara parsial berpengaruh sangat signifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan 2) Kepemimpinan secara parsial berpengaruh sangat signifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan dan 3) Prlatihan dan Kepemimpinan berpengaruh sangat nyata) terhadap Produktifitas Kerja Karyawan At pesisi restaurant there is a lack of employee productivity in serving guest. This study aims to determine how much influence job training and leadership have on employee productivity at Pesisi Restaurant Hotel The Alantara Sanur. The population in this study were staff from Pesisi Restaurant Hotel The Alantara Sanur, amounting to 32 people. The research method used is a quantitative approach with correlational research. While the technique used to obtain data is a questionnaire which is forwarded to a certain number of respondents to obtain primary data with data analysis techniques through Multiple Linear Regression Test. The results of this study indicate that 1) Training (X1) partially has a very significant effect on Employee Work Productivity (Y) and through regular training of employees will be able to improve the abilities and knowledge of employees so that in work they can increase productivity. 2) Leadership (X2) partially has a very significant effect on Employee Work Productivity (Y) and 3) Training (X1) and Leadership (X2) Simultan has a very significant effect on Employee Work Productivity (Y).

Page 22 of 151 | Total Record : 1502


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue