cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Pemanfaatan Tepung Mocaf Sebagai Bahan Penggatepung Terigu dalam Pembuatan Churros Padra , Ni Putu Yollistya Kayika Purnama; Purnaya , I Gusti Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.625

Abstract

Singkong merupakan umbi akar yang memiliki Panjang 50-80 cm tergantung kutivar. Tepung mocaf adalah tepung yang terbuat dari singkong yang termodifikasi . churros merupakan camilan yang terbuat dari campuran tepung , butter, gula yang diaduk lalu digoreng dan memiliki tekstur renyah dan lembut. Pada umumnya kuliner ini terbuat dari tepung terigu tetapi dalam tugas akhir ini peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan bahan subtitusi antara tepung mocaf karena tepung mocaf memiliki potensi yang sangat menarik jika dikembangkan menjadi olahan camilan . penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bentuk,rasa,aroma,tekstur,warna churros yang berbahan pengganti tepung mocaf , serta menganalisis biaya yang diperlukan dalam pembuatan churros dengan berbahan pengganti tepung mocaf . manfaat penelitian ini untuk mengenalkan jenis inovasi baru terhadap produk camilan berbahan berbahan pengganti yang lebih sehat dan bisa dikonsumsi oleh segala kalangan. Penelitian ini menggunakan data kualitatif karena bersangkutan dengan penelitian dari kualitas churros dengan bahan pengganti tepung mocaf dan kuantitatif karena data yang dihasilkan berupa nilai yang diperoleh dari para panelis . hasil dari penelitian ini menunjukkan kualitas churros dengan bahan pengganti tepung mocaf diujikan kepada 20 panelis dilihat dari segi rasa mendapat skor 80,warna dengan skor 96, tekstur denganskor 97,aroma dengan skor 97 . minat calon konsumen dalam 20 panelis ini menunjukkan 17 panelis tertarik untuk membeli churros . uji daya tahan churris selama 7 hari menunjukkan churros mampu bertahan selama 5 hari dan menunjukkan perubahan pada hari ke 5 dari bagian aroma, rasa dan tekstur . penelitian ini menggunakan biaya produksi sebesar Rp. 55.775,- dari segi harga ditotalkan Rp . 3000,- /bungkus. Cassava is a rootuber that has a leght of 50-80 cm depending on the cultivar. Mocaf flour is flour made from modified cassava. Churros are a snack made from mixture of flour, butter,sugar which is stirred and the fried and has a crunchy and soft texture. In general, this culinary is made from wheat flour , but in this final project the researcher conducted a study using substitute ingrediens between mocaf flour because mocaf flour has very interesting potential if it is developmed into processed snacks. This study aims to determine the differences in the shape, aroma ,texture, color of churros made from subtitutes for mocaf flour , as well as to analyze the costs involved in making churros with subtitutes for mocaf flour . the benefit of this research is to introduce new types of innovation to substitute -based products that are healthier and can be consumed by all groups. This study uses qualitative data because it is related to research on the quality of churros with mocaf flour subtitutes and quantitative because the data produced is in the form of values obtained from the panelists. The results of this study showed that the quality of the mocaf flour substituted 20 panelists in terms of taste scored 80, color scored 96, texture scored 97, aroma scored 97. The interest of potential consumers in these 20 panelists shows that 17 panelists are interested in buying churros . churros durability test for 7 days showed churros last for 5 days and showed changes on day 5 in terms of aroma, taste and texture. This study uses a production cost of Rp. 55.775,- in terms of price a total of Rp. 3000,- /pack.
Pemanfaatan Tepung Sukun Sebagai Pengganti Tepung Terigu dalam Pembuatan Farfalle Yaji , Taka Toshi; Sudiarta , I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.626

Abstract

Farfalle adalah jenis pasta yang umumnya dikenal sebagai pasta kupu-kupu. Nama ini berasal dari kata italia farfalle (kupu-kupu). Di kota italia Modena, farfalle dikenal sebagai berbagai strichetti. Pasta Farfalle ini terbuat dari campuran telur dan tepung terigu. Dan saat ini permintaan tepung untuk kebutuhan sehari-hari semakin meningkat, maka dari itu diupayakan untuk mengganti tepung terigu dengan tepung sukun dengan alasan tepung sukun memiliki kandungan gizi yang tidak kalah baik dengan tepung terigu. Hasil penelitian menunjukkan kualitas farfalle dengan menggunakan tepung sukun 100% yang diujikan kepada 20 orang panelis dilihat dari segi warna, rasa, tekstur, dan aroma. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp. 22,936,- sedangkan biaya perbungkus dengan berat 50 gram sebesar Rp. 5,000,-. Farfalle is a type of pasta commonly known as butterfly paste. The name comes from the Italian word farfalle (butterfly). In the Italian city of Modena, farfalle is known as the strichetti variety. Farfalle pasta is made from a mixture of eggs and wheat flour. And currently the demand for flour for daily needs is increasing, therefore efforts are made to replace wheat flour with breadfruit flour on the grounds that breadfruit flour has a nutritional content that is not inferior to wheat flour. The results showed the quality of farfalle using 100% breadfruit flour which was tested on 20 panelists in terms of color, taste, texture, and aroma. This study uses an experimental method, with qualitative and quantitative data types. The data collection technique used is a questionnaire. The cost required is Rp. 22,936, - while cost per pack weighing 50 grams is Rp. 5,000,-.
Analisis Potensi Daya Tarik Wisata Vihara Dewi Welas Asih sebagai Wisata Religius Piter , Amelia; Widiastiti , A.A Istri Putera; Aprinica , Ni Putu Isha
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.628

Abstract

Atraksi wisata minat khusus adalah daya tarik wisatawan yang mencari sesuatu yang istimewa dan berbeda untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkesan. Biasanya, pariwisata khusus sesuai dengan kondisi alam, budaya, tradisional dan sejarah dan karena itu memiliki fenomena yang valid dan dapat diamati. Tempat wisata khusus menyediakan kegiatan wisata yang biasanya tidak dilakukan oleh wisatawan biasa. Memakai kata lain dapat dikatakan bahwa wisata minat khusus merupakan kegiatan wisata yang memiliki tendensi keahlian khusus atau ketertarikan khusus, di antaranya berburu, mendaki gunung, wisata gua, wisata agro, wisata ekologi, tempat perbelanjaan, tempat ziarah dan tidak terkecuali kegiatan wisata religi. Melihat dari bangunan atau arsitektur heritage yang dimiliki oleh Vihara Dewi Welas Asih serta ornamen-ornamen yang masih asli dari abad 16 maka keunikan tersebut dapat dijadikan potensi daya tarik wisata. Metode penelitian yang digunakan yaitu SWOT analisis guna mengtahui dan dapat mengukur faktor internal maupun eksternal yang dimiliki oleh Vihara Dewi Welas Asih. Social Media Instagram is one of the media that is very widely used to promote a business or business in order to get high sales. One marketing technique that can be done in an effort to increase the number of purchases is by advertising on Instagram social media. The purpose of this study was to determine how much influence the frequency of ad serving on Instagram @explorenusapenida on purchasing tour packages to Nusa Penida in the new normal era.This study uses quantitative research methods. This research was conducted by processing data on purchasing packages resulting from advertising on Instagram social media in 2020-2021 which were obtained directly at the travel agent @explorenusapenida. The data analysis technique in this research is quantitative descriptive analysis.The results showed that the promotion carried out by the owner of the Instagram account @explorenusapenida regarding the tourist area of the island of Nusa Penida showed a positive influence from the regression results which can be said that the level of purchasing decisions has an effect of 30% while the remaining 70% is influenced by other factors outside of this study.
Persepsi Wisatawan Terhadap Pengelolaan Destinasi Wisata Broken Beach Sebagai Daya Tarik Wisata Syahputra , Aldi Reza; Widiastiti , A.A Istri Putera; Muliadiasa , I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.629

Abstract

Produk wisata merupakan salah satu hal yang sering dipertimbangkan wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi sehingga perkembangan produk wisata perlu dilakukan, hal ini agar dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Dalam proses pengembangan langkah-langkah strategi yang diambil perlu banyak pertimbangan dan berdasarkan kebutuhan wisatawan atau persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap destinasi wisata Broken Beach, Nusa Penida. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan sekunder. Data primer didapatkan melalu hasil wawancara langsung dan pengisian berupa kuesioner yang disebarkan kepada 50 orang responden yang merupakan wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Broken Beach, Nusa Penida. Terdapat 2 teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang disebarkan kepada 50 orang responden yang merupakan wisatawan dan teknik pengumpulan data terakhir berupa observasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji validitas dan reabilitas untuk mengetahui data yang didapat dari penelitian valid atau tidak. Selanjutnya hasil penelitian ini dapat menunjukkan bagaimana persepsi persepsi wisatawan terhadap destinasi wisata Broken Beach, Nusa Penida. Tourism products are one of the things that are often considered by tourists to visit a destination so that tourism product development needs to be done, this is so that it can attract tourists to visit. In the process of developing the strategic steps taken, many considerations need to be made and are based on tourist needs or perceptions. This study aims to determine tourist perceptions of the tourist destination Broken Beach, Nusa Penida. In this study, researchers used descriptive research methods using a quantitative approach. The data sources used are primary and secondary data sources. Primary data was obtained through interviews in the form of questionnaires which were distributed to 50 respondents who were tourists who had visited Broken Beach, Nusa Penida. There are 2 data collection techniques used in this study, namely questionnaires distributed to 50 respondents who are tourists and the final data collection technique in the form of observation. Data analysis in this study used validity and reliability tests to determine whether the data obtained from the research was valid or not. Furthermore, the results of this study can show how tourists perceive the tourist destination of Broken Beach, Nusa Penida.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Pramusaji dan Fasilitas Terhadap Kepuasan Pelanggan Restoran Dewi, Sang Ayu Made Sintya; Amir , Firlie Lanovia; Suarmana , I Wayan Restu; Paramitha, Made Widya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.632

Abstract

Adiwana Arya Villa di Ubud memiliki Wayang Restoran. Departemen layanan F&B selalu melakukan briefing sebelum melakukan jobdesk masing-masing untuk menjaga kualitas layanan dan keberadaan restoran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat kepuasan pelanggan di Wayang Restaurant di Adiwana Arya Villa dipengaruhi oleh kualitas pelayanan pramusaji dan fasilitas yang tersedia. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang menggunakan statistik. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dari 99 orang yang makan di Wayang Restoran Adiwana Arya Villa. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kualitas layanan pramusaji sangat memengaruhi kepuasan pelanggan. Nilai t-tabel sebesar 1,985 kurang dari nilai t-hitung sebesar 2,134, menunjukkan hal ini. Karena itu, hipotesis kedua (H2) tidak valid. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa dalam model penelitian ini, kualitas pelayanan pramusaji dan fasilitas secara bersama-sama memiliki efek positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kualitas pelayanan pramusaji (X1) dan fasilitas (X2) dapat bertanggung jawab atas sekitar 56,2% variasi dalam kepuasan pelanggan, menurut koefisien persegi adjustable R (adj. R2) sebesar 0,562. Komponen tambahan yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini menyumbang 43,8% dari total variasi. Ubud's Adiwana Arya Villa features a Wayang Restaurant. To ensure service quality and the restaurant's existence, the F&B service section always performs briefings before carrying out their separate work responsibilities. The goal of this study is to determine if the quality of waiter service and the amenities offered impact the degree of customer satisfaction at Wayang Restaurant in Adiwana Arya Villa. This study was carried out utilizing a quantitative descriptive approach using statistics. Data was gathered by having 99 individuals who ate at Wayang Restaurant Adiwana Arya Villa fill out questionnaires. Multiple linear regression is used to analyze data. According to the study's findings, the waitress's service quality has a significant impact on client satisfaction. This is demonstrated by the t-count value of 2.134, which is bigger than the t-table value of 1.985. As a result, the second hypothesis (H2) is invalid. Overall, it is possible to infer that in this study model, waiter service quality and facility quality have a favorable and substantial influence on customer satisfaction. According to the adjustable square coefficient R (adj. R2) of 0.562, waiter service quality (X1) and amenities (X2) may account for approximately 56.2% of the variance in customer satisfaction. Other variables not included in this study accounted for 43.8% of the overall variance.
Sistem Operasional Housekeeping Departement di Hotel Paradita , Ni Putu Dena; Koerniawaty, Francisca Titing
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.634

Abstract

Sistem Operasional merupakan cara melakukan suatu pekerjaan yang dibuat secara terurut untuk memastikan kegiatan operasional berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang berlaku. Tujuan pembuatan SOP adalah untuk menjelaskan perincian atau standar yang tetap mengenai aktivitas pekerjaan yang berulang-ulang yang diselenggarakan dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem operasional Housekeeping Departement di Grand Serela Yogyakarta dan kendala-kendala yang dihadapi housekeeping dalam menjalankan sistem operasional. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan observasi dan wawancarai kepada beberapa informan yaitu dua staf dan 2 trainee di departemen housekeeping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem operasional di Hotel Grand Serela Yogyakarta dalam meningkatkan pelayanan sudah diterapkan sesuai dengan SOP yang ada dihotel, meskipun masih ada beberapa yang belum sesuai dengan SOP. Kendala-kendala yang dialami dalam sistem operasional ditambah kembali seperti alat-alat cleaning yang digunakan agar bisa lebih efisien dalam pengerjaan kamar dan pengawasan untuk staf/trainee dalam menerapkan SOP hotel. Operational System is a way of doing work that is made in an orderly manner to ensure operational activities run well and in accordance with applicable regulations. The purpose of making SOP is to explain fixed details or standards regarding repetitive work activities organized in an organization. This study aims to find out how the operational system of the Housekeeping Department in Grand Serela Yogyakarta and the obstacles faced by housekeeping in running the operational system. The research used in this study was qualitative by observing and interviewing several informants, namely two staff and 2 trainees in the housekeeping department. The results showed that the operational system at the Grand Serela Hotel Yogyakarta in improving services has been implemented in accordance with the SOP in the hotel, although there are still some that are not in accordance with the SOP. Obstacles experienced in the operational system are added again such as cleaning tools used to be more efficient in room work and supervision for staff / trainees in implementing hotel SOP.
Pemanfaatan Kulit Pisang Kepok Sebagai Bahan Tambahan dalam Pembuatan Brownies Prayoga , Putu Aris; Susanti , Luh Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.638

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aroma, rasa, tekstur dan tampilan brownies yang dibuat dengan kulit pisang kepok. Dari penelitian kualitas brownies yang dibuat dengan kulit pisang dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut indikator rasa memiliki rasa yang enak, indikator aroma memiliki aroma yang harum, indikator tekstur memiliki tekstur yang lembut, dan indikator warna memiliki warna. itu cukup menarik. Kesimpulan lain dapat ditarik dari penelitian tentang kualitas brownies yang dibuat dengan kulit pisang. Uji ketahanan brownies di lemari es pada hari ke-1 sampai ke-4 menunjukkan tidak ada perubahan yang signifikan pada rasa, aroma, tekstur, atau warna; namun pada hari ke 5, 6, dan seterusnya terjadi perubahan rasa, aroma, dan tekstur. Sedangkan pengujian ketahanan brownies pada suhu ruang pada hari ke 1 sampai hari ke 3 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada rasa, aroma, tekstur, maupun warna, namun terjadi perubahan pada hari ke 4, 5, dan seterusnya. dalam hal rasa, bau dan rasa. Akibatnya, umur simpan brownies dibatasi hingga empat hari di lemari es dan tiga hari di suhu ruangan. The purpose of this study was to determine the quality of brownies made from the addition of kepok banana peel in terms of aroma, taste, texture, appearance. Based on the results of research on brownies with a mixture of banana peels, the following conclusions can be drawn, among others, based on the results of research on the quality of brownies mixed with banana peels, conclusions can be drawn from the taste indicator having a good taste, from the aroma indicator having a fragrant aroma, from the soft texture indicator and of the color indicator has a color that is quite interesting. Based on the endurance test of brownies in the refrigerator on days 1 to 4, in terms of taste, aroma, texture and color, there has been no significant change, while on days 5, 6, and so on, there have been changes from terms of taste, aroma and texture. Meanwhile, based on the endurance test of brownies at room temperature on days 1 to 3, in terms of taste, aroma, texture and color, there has been no significant change, while on days 4, 5, and so on, there have been changes. in terms of taste, aroma, and texture. Thus, the durability of the brownies can only last for 4 days in the refrigerator, and last for 3 days at room temperature
Penggunaan Tepung Porang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Gluten Free Cookies Syahputra , Bryan Herly; Supartini , Ni Luh
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.641

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahhui karakteristik dari gluten free cookies dengan menggunakan tepung porang yang terdiri dari warna, rasa, aroma, dan tekstur serta mengetahui respon masyarakat mengenai gluten free cookies menggunakan tepung porang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang berupa eksperimen murni, kuisioner, serta teknik analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif kuantitatif dan uji. Hasil karakteristik gluten free cookies menggunakan tepung porang menunjukan bahwa rasa,aroma,warna dan tekstur dalam cookies kedua tepung memiliki perbedaan yang terlihat jelas. Perbedaan kedua tepung dalam pembuatan cookies ini disebabkan karena kedua tepung memiliki perbedaan kandungan yang signifikan. The purpose of this research is to find out the characteristics of gluten free cookies using porang flour which consists of color, taste, aroma, and texture and to find out the public's response to gluten free cookies using porang flour. This research was conducted with a quantitative approach. Data collection techniques in the form of pure experiments and questionnaires, as well as data analysis techniques used in the form of quantitative descriptive analysis and tests. The results of the characteristics of gluten free cookies using porang flour show that the taste, aroma, color and texture of the two flour cookies have obvious differences. The difference between the two flours in making cookies is due to the fact that the two flours have significant differences in content.
Pembuatan Cookies dengan Penambahan Tepung Hanjeli dan Tepung Daun Kelor Shinta , Ni Luh Gede Clara; Muliadiasa , I Ketut
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.643

Abstract

Substitusi pembuatan cookies dengan penambahan tepung hanjeli dan daun kelor. Hanjeli adalah salah satu tanaman serealia yang belum banyak dimanfaatkan di Indonesia tanaman hanjeli ini merupakan tanaman pangan sumber karbohidrat yang setara dengan padi, gandum,dan sorgum. Dan adapun tanaman kelor yang memiliki sumbernutrisi dan kaya akan vitamin, adapun manfaat dari daun kelor yaitu sebagai penangkal radikal bebas. Dalam penelitian ini peneliti ingin memanfaatkan hanjeli dan daun kelor dan ingin mengkreasikannya untuk penambahan di dalam pembuatan cookies. hasil cookies dari penambahan tepung hanjeli dan daun kelor tidak jauh beda dari cookies pada umumnya hanya saja cookies dengan penambahan tepung hanjeli dan daun kelor ini memiliki ciri khas tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subsitusi cookies serta untuk mengetahui daya tahan cookies dan analysis cost cookies. adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan Teknik pengumpulan data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Making cookies with the addition of hanjeli flour and moringa leaf flour. Hanjeli is one of the cereal crops that has not been widely used in Indonesia. This hanjeli plant is a food plant that is a source of carbohydrates which is equivalent to rice, wheat and sorghum. And as for the moringa plant which has a source of nutrition and is rich in vitamins, as for the benefits of moringa leaves, namely as an antidote to free radicals. In this study, researchers wanted to use hanjeli and moringa leaves and wanted to created them for additions in making cookies. the results of cookies from the addition of hanjeli flour and moringa leaves arenot much different from cookies in general, its just that these cookies with the addition of hanjeli flour and moringa leaves have their own characteristics. This study aims to determine the durability of cookies and cookies cost analysis. As for the research method used is the experimental method with data collection techniques using quantitative and qualitative.
Peranan Housekeeping dalam Menangani Keluhan Tamu pada Saat Penyiapan Kamar di Hotel Pramudia , Gusti Ngurah Bayu; Semara , I Made Trisna
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i12.644

Abstract

Kepuasan terhadap pelayanan atas jasa atau produk dari perusahaan bisa meningkatkan kunjungan atau pembelian terhadap suatu produk, termasuk dalam layanan hospitality. Kepuasan tamu ialah respon terhadap penilaian akan kualitas kerja dan mutu pelayanan yang diberikan oleh hotel tersebut, namun dalam kenyataan sekarang masih banyak tamu yang komplain terhadap kebersihan kamar yang ditempati oleh tamu. keluhan yang semakin meningkat akan menyebabkan dampak yang tidak baik untuk hotel, bisa menyebabkan tingkat hunian kamar yang menurun sehingga pendapatan hotel menjadi berkurang. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mencegah dan mengatasi keluhan dari tamu, selain itu penelitian ini juga menjelaskan apa yang sering menjadi penyebab terjadinya keluhan dari tamu, sehingga industri perhotelan bisa mencegah dan mengetahui cara bagaimana mengatasi keluhan tamu. Penelitian ini dilakukan di Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali selama 3 bulan dari bulan agustus sampai oktober 2022, dengan metode penelitian yang digunakan yaitu tehnik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data dipaparkan dan disajikan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat ditemukan bahwa yang sering menyebabkan terjadinya keluhan dari tamu yaitu penyiapan kamar yang lama, linen yang bermasalah bahkan kamar mandi yang beraroma tidak sedap. Diketahui hal ini bisa terjadi karena kurang kompetennya SDM yang ada dan kurangnya pengawasan dari supervisor pada saat room attendant menyiapkan kamar. Satisfaction with services or products from companies can increase visits or purchases of a product, including in hospitality services. Guest satisfaction is a response to an assessment of the quality of work and service quality provided by the hotel, but in reality there are still many guests who complain about the cleanliness of the rooms occupied by guests. Increasing complaints will have an unfavorable impact on the hotel, which can lead to a decrease in room occupancy rates so that the hotel's income decreases. This research was conducted with the aim of finding out how to prevent and deal with complaints from guests, besides that this research also explains what is often the cause of complaints from guests, so that the hospitality industry can prevent and find out how to deal with guest complaints. This research was conducted at Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali for 3 months from August to October 2022, with the research method used, namely observation, interview and documentation data collection techniques, as well as data presented and presented in a qualitative descriptive manner. Based on the results of observations and interviews, it can be found that what often causes complaints from guests is the old room preparation, problematic linen and even a bathroom that smells bad. It is known that this can happen because of the incompetence of existing human resources and the lack of supervision from supervisors when the room attendant prepares the room.

Page 53 of 151 | Total Record : 1502


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue