cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
info@paris.ipb-intl.ac.id
Editorial Address
Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur Denpasar - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
ISSN : -     EISSN : 28283325     DOI : https://doi.org/10.22334/paris
Core Subject : Economy, Social,
Paris memuat publikasi ilmiah di bidang pendidikan, pariwisata, bisnis dan kewirausahaan. dengan cakupan bidang sebagai berikut tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pendidikan pariwisata, 2. Pengembangan kepariwisataan, 3. Pariwisata Berkelanjutan, 4. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, 5. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, 6. Pengembangan Ekonomi, Bisnis digital, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 7. Seni, sastra, dan budaya, serta integrasi nasional dan harmoni sosial dalam bidang pariwisata.
Articles 1,502 Documents
Kualitas Cookies Kastengel dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau Nuryanti , Ni Luh Gede; Lestari , Denok
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.599

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui kualitas cookies kastengel dengan substitusi tepung kacang hijau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan menggunakan 3 formulasi tepung kacang hijau yaitu P1 (10%), P2 (25%) dan P3 (50%). Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi pengamatan dan kuisioner uji organoleptik. Penelis yang digunakan sebanyak 20 orang yang terdiri dari panelis ahli, mahasiswa dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi cookies P2 (25% tepung kacang hijau, 75% tepung terigu) mendapatkan skor uji organoleptik tertinggi dengan 361 skor. Dari segi rasa mendapatkan kriteria sangat enak, warna terang, aroma sangat harum dan tekstur sangat renyah. Hasil uji daya tahan menunjukkan bahwa cookies kastengel dengan substitusi tepung kacang hijau dapat bertahan selama 7 hari kedepan di dalam wadah kedap udara pada suhu ruang. Hasil analisis biaya produksi sebesar Rp 54.337-, dengan harga satuan cookies sebesar Rp 2.000-, dengan berat 15 gram/pcs. This research is an experimental study that aims to determine the quality of kastengel cookies with mung bean flour substitution. This study used an experimental research method using 3 formulations of mung bean flour, such as P1 (10%), P2 (25%) and P3 (50%). The data analysis technique used descriptive qualitative and quantitative descriptive analysis. The collection of data techniques are observation and organoleptic test questionnaires. The researchers used were 20 people consisting of expert panelists, students and the community. The results showed that the P2 cookies formulation (25% mung bean flour, 75% wheat flour) got the highest organoleptic test with 361 scores. In terms of taste the criteria very good, bright color, very fragrant smell and very crunchy texture. The power test results showed that kastengel cookies with mung bean flour substitution could last for the next 7 days in an airtight container at room temperature. The results of the analysis of production costs are Rp 54.337-, with a unit price of cookies Rp 2.000-, with a weight 15 grams/pcs.
Kajian Penerapan Prosedur Pelayanan di Restoran Ubud Masih, Ni Luh Nukari; Pratiwi , Komang Trisna
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Standar Prosedur pelayanan di Mr.Wayan Restoran Wapa di Ume Ubud dan untuk mengetahui standart prosedur yang sudah diterapakan di restoran tersebut. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tujuan dari penelitian ini adalah prosedur pelayanan yang berlaku di Mr.Wayan Restoran Wapa di Uma Ubud. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi. Selanjutnya data yang didapatkan diolah dengan menguraikan permasalahan yang ada di lapangan untuk kemudian dibandingkan dengan prosedur pelayanan yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa standar operasional yang tidak diterapkan oleh karyawan. Evaluasi serta pelatihan perlu dilakukan lagi agar dapat membuat penerapan menjadi lebih baik dari sebelumnya. This study aims to determine the standard of service procedures at Mr. Wayan Wapa Restaurant in Ume Ubud and to find out the standard procedures that have been applied in the restaurant. The measuring instrument used to determine the purpose of this research is the service procedure that applies at Mr. Wayan Wapa Restaurant in Uma Ubud. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observations, and documentation. Furthermore, the data obtained is processed by describing the problems that exist in the field and then compared with the applicable service procedures. The results of this study indicate that there are several operational standards that are not applied by employees. Evaluation and practice need to be done again in order to make the implementation better than before.
Penerapan Standar Operasional Prosedur Pelayanan Kamar Occupied oleh Room Attendant Titiksa , Putu Dandin Karya; Wirawan , Putu Eka
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Standar Prosedur pelayanan di Mr.Wayan Restoran Wapa di Ume Ubud dan untuk mengetahui standart prosedur yang sudah diterapakan di restoran tersebut. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tujuan dari penelitian ini adalah prosedur pelayanan yang berlaku di Mr.Wayan Restoran Wapa di Uma Ubud. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi. Selanjutnya data yang didapatkan diolah dengan menguraikan permasalahan yang ada di lapangan untuk kemudian dibandingkan dengan prosedur pelayanan yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa standar operasional yang tidak diterapkan oleh karyawan. Evaluasi serta pelatihan perlu dilakukan lagi agar dapat membuat penerapan menjadi lebih baik dari sebelumnya. This study aims to determine the standard of service procedures at Mr. Wayan Wapa Restaurant in Ume Ubud and to find out the standard procedures that have been applied in the restaurant. The measuring instrument used to determine the purpose of this research is the service procedure that applies at Mr. Wayan Wapa Restaurant in Uma Ubud. The data analysis technique used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were carried out by means of interviews, observations, and documentation. Furthermore, the data obtained is processed by describing the problems that exist in the field and then compared with the applicable service procedures. The results of this study indicate that there are several operational standards that are not applied by employees. Evaluation and practice need to be done again in order to make the implementation better than before.
Dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap Ekonomi Masyarakat Desa Dapang , Irene Velani Nirmala; Widiastiti, Anak Agung Istri Putera; Febianti , Febianti
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.603

Abstract

Penelitian mengenai dampak perkembangan pariwisata terhadap ekonomi masyarakat Desa Todo merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Todo, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Daya tarik wisata di Desa Todo adalah Kampung adat yang bernama Kampung Adat Todo. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Desa Todo dinilai cukup baik dalam proses perkembangan pariwisatanya. Dasar yang peneliti lihat sebagai acuan indikator ekonomi yang digunakan adalah tingkat kunjungan yang meningkat dari tahun ke tahun. Kesiapan masyarakat setempat juga dapat dilihat dari tingkat pengetahuan dan keterlibatannya dalam pengembangan pariwisata Desa Todo yang menunjukkan bahwa masyarakat cukup siap menghadapi berbagai potensi dan dampak yang muncul. Penelitian ini juga menunjukkan temuan bahwa perkembangan pariwisata berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Todo, antara lain: peningkatan pendapatan masyarakat, munculnya lapangan kerja dan peluang usaha, peningkatan kepemilikan dan penguasaan masyarakat lokal, dan peningkatan pendapatan pemerintahan. Sementara itu, belum ditemukan indikasi dampak negatif terhadap perekonomian masyarakat berupa kenaikan harga barang. Research on the impact of tourism development on the economy of the Todo Village community is a type of qualitative descriptive research. This research was conducted in Todo Village, Satar Mese Utara District, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. The tourist attraction in Todo Village is a traditional village called Todo Traditional Village. The results of the study explain that Todo Village is considered quite good in the process of tourism development. The basis that the researcher sees as a reference for the economic indicators used is the level of visits that increases from year to year. The readiness of the local community can also be seen from the level of knowledge and involvement in the tourism development of Todo Village which shows that the community is quite ready to face various potentials and impacts that arise. This study also shows the findings that tourism development has a positive impact on the economic growth of the community in Todo Village, including increasing community income, creating employment and business opportunities, increasing ownership and control of local communities, and increasing government income. Meanwhile, there has been no indication of a negative impact on the community's economy in the form of an increase in the price of goods.
The Effect of CHSE Implementation on Visitor Satisfaction in Tourism Attraction Pratiwi, Ni Nyoman Wiladi; Arianty, Anak Agung Ayu Arun Suwi; Dewi, I Gusti Ayu Melistyari
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i10.605

Abstract

The tourism industry has been substantially affected by COVID-19. The risk posed by the COVID-19 epidemic discourages people from visiting a tourist destination. Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) is a strategy created by the Ministry of Tourism and Creative Economy for the tourism sector in Indonesia with the goal of providing security and comfort and restoring traveler confidence following the COVID-19 outbreak. This research's objective is to determine the effect of CHSE application on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist destination. In order to collect data for this study's quantitative methodology, the researcher created a questionnaire with a number of predetermined criteria. The sample used in this study was 100 respondents. The study's data processing employed IBM SPSS version 26 to produce the study's findings. The researcher employed multiple linear regression analysis, descriptive statistical analysis, and hypothesis testing to analyze the data. The results of this study reveal that CHSE has a moderately substantial affect on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist attraction, which is 67.7%. CHSE also has a strong influence on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist attraction. The remaining 32.3% is affected by variables outside the scope of this study. The CHSE variable with the greatest impact on visitor satisfaction at the Tanah Lot tourist site is Environment Sustainability with value Standardized Coefficient Beta in the amount of 0,440. Industri pariwisata sangat terdampak oleh COVID-19. Risiko yang ditimbulkan oleh epidemi COVID-19 membuat masyarakat enggan mengunjungi suatu destinasi wisata. Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) merupakan strategi yang dibuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk sektor pariwisata di Indonesia dengan tujuan memberikan keamanan dan kenyamanan serta memulihkan kepercayaan wisatawan pasca wabah COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan CHSE terhadap kepuasan pengunjung destinasi wisata Tanah Lot. Guna mengumpulkan data untuk metodologi penelitian kuantitatif ini, peneliti membuat kuesioner dengan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Pengolahan data penelitian ini menggunakan IBM SPSS versi 26 untuk menghasilkan temuan penelitian. Peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda, analisis statistik deskriptif, dan uji hipotesis untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa CHSE mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Tanah Lot yaitu sebesar 67,7%. CHSE juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kepuasan pengunjung di objek wisata Tanah Lot. Sisanya sebesar 32,3% dipengaruhi oleh variabel diluar cakupan penelitian ini. Variabel CHSE yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kepuasan pengunjung di lokasi wisata Tanah Lot adalah Kelestarian Lingkungan dengan nilai Standardized Coefisien Beta sebesar 0,440.
Kualitas Donat Berbahan Dasar Tepung Terigu dengan Tambahan Tepung Wortel Putra , Agus Erik Sanjaya; Sudiarta , I Nyoman
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.606

Abstract

Donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel yang dinilai dari kualitas rasa,aroma,tekstur,dan tampilan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan wortel agar bisa dijadikan inovasi terbaru yang dinilai dari segi rasa,aroma,tekstur,warna,daya tahan,biaya produksi dan hasil minat konsumen pada donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif berbasis organoleptic dimana melakukan proses percobaan atau trial terlebih dahulu agar menghasilkan sebuah produk yang layak dikonsumsi masyarakat, lalu membagikan kuisioner yang dibagikan kepada 30 orang panelis yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa/I IPB Internasional. Hasil penelitian menunjukan donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel memiliki rasa yang cukup enak,aroma cukup sedap,tekstur yang cukup lembut dan memiliki tampilan warna yang cukup menarik. Lalu uji daya tahan dapat disimpulkan bahwa donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel dapat bertahan selama 2 sampai 3 hari di suhu ruangan. Biaya produksi dalam pembuatan donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel menghabiskan biaya sebesar Rp. 87.600,- dan dari hasil kosionerminat konsumen bahwa 25 dari 30 partisipan berminat untuk membeli donat berbahan dasar tepung terigu dengan tambahan tepung wortel jika dijual dipasaran. Donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour assessed from the quality of taste,aroma, texture, and appearance so that people can use carrots so that they can be used as the latest innovations judged in terms of taste, aroma, texture, color, durability, production costs and yield. consumer interest in donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour. This study uses an organoleptic-based descriptive data analysis technique which conducts an experimental or trial process first in order to produce a product that is suitable for public consumption, then distributes questionnaires which are distributed to 30 panelists consisting of the general public, IPB International student. The results showed that donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour had a fairly good taste, quite delicious aroma, a fairly soft texture and a fairly attractive color appearance. Then the endurance test can be concluded that donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour can last for 2 to 3 days at room temperature. The production cost in making donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour costs Rp. 87,600,- and from the results of the consumer interest cosioner, that 25 out of 30 participants are interested in buying donuts made from wheat flour with the addition of carrot flour if sold in the market.
Analisis Kualitas Dodol dengan Bahan Campuran Tepung Kulit Manggis Devi, Ayu Ade Risma; Koeswiryono , Dika Pranadwipa
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.608

Abstract

Dodol merupakan salah satu makanan atau bisa disebut jajanan khas Indonesia, berasal dari daerah Jawa Barat dengan bahan dasar pembuatannya adalah tepung beras ketan, santan dan gula. Tujuan dari penelitian Dodol dengan Bahan Campuran Tepung Kulit Manggis ini adalah untuk mengetahui kualitas Dodol yang berbahan campuran tepung kulit manggis dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna, kemudian untuk mengetahui daya tahan serta menganalisis seberapa besar biaya yang diperlukan dalam pembuatan dodol berbahan campuran tepung kulit manggis. Waktu penelitian Januari 2022-Juli 2022. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen ini dilakukan dengan membuat dodol berbahan campuran tepung kulit manggis, kemudian diuji oleh 15 panelis dengan tes organoleptik, observasi, dan analisis biaya. Jenis penelitian ini menggunakan 3 perlakuan yaitu, perlakuan 0 (P0) Dodol tanpa bahan campuran tepung kulit manggis, perlakuan 1 (P1) Dodol dengan campuran tepung kulit manggis sebanyak 15%, perlakuan 2 (P2) Dodol dengan campuran tepung kulit manggis sebanyak 30%. Hasil akhir yang didapat adalah dodol berbahan campuran tepung kulit manggis memiliki rasa, aroma dan warna yang memuaskan, dan juga memiliki tekstur yang kenyal. Memiliki daya tahan selama 30 hari pada suhu ruangan dan masyarakat menyukai dodol dengan perlakuan (P2) sebanyak 30% campuran tepung kulit manggis. Dodol is one of the typical Indonesian foods, originating from the West Java area with the basic ingredients of making it glutinous rice flour, coconut milk and sugar. The purpose of this research is to determine the quality of Dodol which is made from a mixture of mangosteen rind flour in terms of taste, aroma, texture and color, then to determine the durability and analyze how much cost is required in making dodol made from a mixture of flour. mangosteen skin. The research time is January 2022-July 2022. The research approach used is experimental research, this experimental research was carried out by making dodol made from a mixture of mangosteen rind flour, then tested by 15 panelists with organoleptic tests, observations, and cost analysis. This type of research uses 3 treatments, namely, treatment 0 (P0) Dodol without a mixture of mangosteen rind flour, treatment 1 (P1) Dodol with a mixture of 15% mangosteen rind flour, treatment 2 (P2) Dodol with a mixture of 30% mangosteen rind flour . The final result obtained is that dodol made from a mixture of mangosteen rind flour has a satisfying taste, aroma and color, and also has a chewy texture. It has a shelf life of 30 days at room temperature and people like lunkhead with treatment (P2) as much as 30% of the mangosteen peel flour mixture.
Modifikasi Produk Churros dengan Menggunakan Tepung Almond dan Tepung Gandum Utuh Kurniawan , Dea; Tunjungsari , Komang Ratih
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.609

Abstract

Kuliner secara umum adalah kegiatan yang berhubungan dengan memasak atau aktivitas memasak. Pada umumnya Churros terbuat dari tepung terigu, dan beberapa orang ada yang memiliki alergi terhadap gluten dan adapun yang ingin memulai gaya hidup yang lebih sehat dengan mengurangi gluten. Dalam hal ini penulis ingin mengurangi kertergantungan tepung terigu dengan memberdayakan produk alternatif yang lebih sehat yaitu Tepung Gandum Utuh dan Tepung Almond guna mendukung tren gaya hidup yang lebih sehat yaitu diet gluten. Tujuan yang di capai adalah untuk mengetahui bagaimana kualitas rasa, aroma tekstur, warna, daya tahan dan minat calon konsumen. Eksperimen ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengumpulan data. Hasil yang ditemukan pada penelitian ini adalah Churros dengan berbahan campuran 75% tepung almond dan 25% tepung gandum utuh unggul dalam seluruh aspek penelitian dibandingkan dengan churros berbahan dasar 100% tepung almond dan 50% tepung almond ditambah 50% tepung gandum utuh. Culinary in general is an activity related to cooking or cooking activities. Churros are generally made from wheat flour, and there are some people who have an allergy to gluten and others who want to start a healthier lifestyle by reducing gluten. In this case the author wants to reduce dependence on wheat flour by empowering healthier alternative products, namely Whole Wheat Flour and Almond Flour to support the trend of a healthier lifestyle, namely the gluten diet. The goal is to find out how the quality of taste, aroma, texture, color, durability and interest of potential consumers. This experiment was conducted using research methods and data collection. The results found in this study were Churros made from a mixture of 75% almond flour and 25% whole wheat flour were superior in all aspects of the study compared to churros made from 100% almond flour and 50% almond flour plus 50% whole wheat flour.
Substitusi Tepung Beras pada Pembuatan Cookies Kacang Imanuella , Deatrik Tamaro; Yani , Ni Wayan Mega Sari Apri
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.610

Abstract

Tujuan penggunaan tepung beras dalam pembuatan cookies kacang tanah adalah untuk mengetahui kualitas rasa, warna, aroma dan tekstur cookies kacang tanah menggunakan tepung beras. Pendekatan penelitian ini menggunakan teknik eksperimen. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan cara mengganti tepung beras sebagai bahan dasar cookies kacang dan pengujian oleh 20 panelis menggunakan uji sensoris dan observasi untuk mengetahui umur simpan cookies kacang tanah tersubstitusi tepung beras. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan tepung beras dalam pembuatan cookies kacang tanah menggunakan tiga perlakuan yaitu 50%, 75% dan 100%. Indeks rasa kedua cookies manis dan harum dengan 50% tepung beras dan 50% tepung terigu, dan cookies kacang tanah, 75% tepung beras, 25% tepung, dan 100% tepung beras sama-sama manis, dan aromanya cukup harum. Warna dan tekstur sangat renyah untuk kue 75% dan 100%, tetapi kurang renyah untuk tepung beras 50%. Hasil uji umur simpan menunjukkan bahwa cookies kacang tanah yang disubstitusi dengan tepung beras dapat mempertahankan warna, tekstur, rasa dan aroma yang sama selama 6 hari, namun terjadi perubahan tekstur dan rasa pada hari ke-7. The purpose of using rice flour in making peanut cake is to determine the quality of taste, colour, aroma and texture of peanut cake using rice flour. This research approach uses experimental techniques. This experimental research was conducted by replacing rice flour as the basic ingredient of peanut cake and testing by 20 panellists using sensory and observation tests to determine the shelf life of peanut cake substituted with rice flour. The result of this research is the use of rice flour in making peanut cake using three treatments, namely 50%, 75% and 100%. The taste index of the two Cookies is sweet and fragrant with 50% rice flour and 50% wheat flour, and peanut Cookies, 75% rice flour, 25% flour, and 100% rice flour are both sweet, and the aroma is quite fragrant. The colour and texture are very crispy for 75% and 100% cakes, but less crunchy for 50% rice flour. The shelf-life test results showed that peanut cake substituted with rice flour could maintain the same colour, texture, taste and aroma for 6 days, but there was a change in texture and taste on the 7th day.
Kualitas Wingko dengan Bahan Tepung Mocaf Satmika , Gede; Pambudi , Bondan
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i11.611

Abstract

Wingko adalah makanan yang terbuat dari kelpa, tepung beras ketan, gula, garam, dan air yang memiliki citas rasa manis dan gurih. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui kualitas wingko berbahan tepung mocaf. Tepung mocaf adalah tepung yang terbuat dari singkong utuh yang difermentasi. Penulis membuat wingko dengan 4 spesimen yaitu P0 ( 100% tepung beras ketan ) sebagai kontrol, P1 (75% tepung beras ketan & 25 % tepung mocaf ), P2 (50% tepung beras ketan & 50 % tepung mocaf ), dan (100 % tepung mocaf ) mebuat Lalu akan di uji organoleptik dari segi rasa, warna, aroma dan tekstur metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ini dengan kuesioner yang akan diuji oleh 20 panelis teridiri dari ahli dari bidang tata boga, mahasiswa, dan masyarakat. Dari hasil penilitian wingko P1 (75% tepung beras ketan dan 25% tepung mocaf ) mendapatkan hasil nilai tertinggi dalam indikator rasa dan aroma. Sedangakn wingko P3 (100% tepung mocaf) mendapatkan nilai tertinggi dalam indikator warna dan tekstur. Selanjutnya akan diuji daya tahan, dari uji daya tahan wingko dapat bertahan selama 2 hari di suhu ruanagn dan dapat bertahan 7 hari bila disimpan pada lemari pendingin dengan suhu 2 derajat celcius. Terakhir akan menghitung biaya produksi.Lokasi yang dijadikan tempat penelitian berlokasi di Jl keboiwa selatan Gg mangga kav 5. Untuk lebih lanjutnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui gizi dari wingko berbahan tepung mocaf. Wingko is a food made from coconut, glutinous rice flour, sugar, salt, and water that has a sweet and savory taste. The purpose of this study was to determine the quality of wingko made from mocaf flour. Mocaf flour is flour made from fermented whole cassava. The author made wingko with 4 specimens, that is P0 (100% glutinous rice flour) as control, P1 (75% glutinous rice flour & 25% mocaf flour), P2 (50% glutinous rice flour & 50% mocaf flour), and (100% mocaf flour) then will be tested organoleptically in terms of taste, color, aroma and texture the method used to collect this data with a questionnaire that will be tested by 20 panelists consisting of experts from culinary , students, and the society. From the results of the research, Wingko P1 (75% glutinous rice flour and 25% mocaf flour) obtained the highest value in taste and aroma indicators. Meanwhile, Wingko P3 (100% mocaf flour) got the highest score in color and texture indicators. Furthermore, it will be tested for durability, from the durability test, wingko can endure for 2 days at room temperature and can endure 7 days when stored in a refrigerator with a temperature in 2 degrees Celsius. Finally, we will calculate the cost of production. The research location is located on Jl Keboiwa Selatan Gg Mango Kav 5. For further research, it is necessary to conduct further research to determine the nutrition of wingko made from mocaf flour.

Page 51 of 151 | Total Record : 1502


Filter by Year

2022 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025 Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025 Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2025 Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2025 Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2025 Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2025 Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2025 Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Pariwisata dan Bisnis Internasional Vol. 3 No. 12 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Desember 2024 Vol. 3 No. 11 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis November 2024 Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024 Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis September 2024 Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2024 Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juli 2024 Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2024 Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Mei 2024 Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis April 2024 Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Maret 2024 Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Februari 2024 Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Januari 2024 Vol. 2 No. 12 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 10 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 12 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis More Issue