cover
Contact Name
Harijono H. Imbran
Contact Email
jurnaljppe@umgo.ac.id
Phone
+6282192044145
Journal Mail Official
jurnaljppe@umgo.ac.id
Editorial Address
Prof. Dr. H. Mansoer Pateda, Desa Pentadio Timur, Kabupaten Gorontalo Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JPPE : Jurnal Perencanaan & Pengembangan Ekonomi
ISSN : -     EISSN : 2622349X     DOI : -
Core Subject : Social,
JPPE (Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Ekonomi), with registered numbers EISSN 2622-349X (Online) is a peer-reviewed journal, available in print and online and published twice a year, in June and December. The scope of JPPE includes: Economic History, Applied Economics, Business and Finance, Regional Development, Public Policy, Industry and Trade, Environmental and Ecological Economics, Islamic Economics, Health Economics, Fiscal Economics Monetary Economics, Political Economics, Culture Economics, Law Economics
Articles 82 Documents
Persepsi Petani terhadap Infrastruktur Pendukung Kawasan Agropolitan di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie Arafah, Yunita; Ulia, Rahmatul; Hanifah, Winda
JPPE : Jurnal Perencanaan & Pengembangan Ekonomi Vol 8, No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jppe.v8i2.5291

Abstract

Pembangunan kawasan agropolitan merupakan strategi pengembangan regional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan peningkatan integrasi antardaerah. Distrik Tangse di Kabupaten Pidie telah ditetapkan sebagai kawasan agropolitan karena potensi produksi pertaniannya yang tinggi; namun, kawasan ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar yang mempengaruhi efektivitas sistem agribisnisnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur pendukung di kawasan agropolitan dan menganalisis persepsi petani terhadap fungsionalitasnya. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui sampling probabilitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner skala Likert, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan perhitungan indeks persepsi. Hasil menunjukkan bahwa Kabupaten Tangse memiliki produksi pertanian yang tinggi, terutama dalam komoditas jagung, padi, cabai, durian, kopi, dan kakao, yang mendukung potensinya sebagai kawasan agropolitan. Namun, persepsi petani terhadap kondisi infrastruktur bervariasi secara signifikan. Sistem irigasi mendapatkan skor tertinggi sebesar 85,8% (sangat baik), menunjukkan jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik. Jalan desa dinilai baik dengan skor 64,4%, meskipun persepsi positif tidak merata di seluruh desa. Jalan antar desa dan jalan desa ke kota dinilai moderat (55,0%) akibat kerusakan jalan yang parah. Infrastruktur pasar dan gudang penyimpanan mendapatkan skor terendah sebesar 37,0% dan 34,4% (buruk), disebabkan oleh ketidakhadiran pasar yang aktif dan penggunaan fasilitas penyimpanan yang minim. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Tangse masih menghadapi tantangan signifikan dalam infrastruktur distribusi dan pemasaran. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas jalan, mendirikan pasar lokal yang dikelola dengan baik, dan merevitalisasi gudang penyimpanan merupakan hal yang esensial untuk memperkuat rantai agribisnis, meningkatkan daya tawar petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
PERAN CAMAT DALAM PENGAWASAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA DI KECAMATAN RANDANGAN KABUPATEN POHUWATO Sune, Umar; Djafar, Rusni
JPPE : Jurnal Perencanaan & Pengembangan Ekonomi Vol 8, No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jppe.v8i2.5420

Abstract

Village infrastructure development is one of the strategic instruments in accelerating regional development and improving community welfare. The success of village infrastructure development is not only determined by the availability of budget funds, but also by the effectiveness of supervision carried out by government officials, particularly the Sub-district Head (Camat) as a regional apparatus who has the authority to provide guidance and supervision over village governance. This study aims to identify and analyze the role of the Camat in supervising village infrastructure development in Randangan Sub-district, Pohuwato Regency. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The research informants consisted of nine individuals, namely the Camat of Randangan, the Sub-district Secretary, four Village Heads, and three community leaders. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The results of the study indicate that the role of the Camat in supervising village infrastructure development in Randangan Sub-district is manifested through direct and indirect supervision, preventive and repressive supervision, as well as internal and external supervision. The Camat actively conducts field visits, coordinates with village governments, and involves the community in the supervision process of development activities. Such supervision contributes positively to the quality of development outcomes, the timeliness of implementation, and increased community participation in village development.