cover
Contact Name
Cahaya Rosyidan
Contact Email
cahayarosyidan@trisakti.ac.id
Phone
+6281916319569
Journal Mail Official
jurnal_petro@trisakti.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Gedung D, Lt.4, Universitas Trisakti Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 19070438     EISSN : 26147297     DOI : https://doi.org/10.25105/petro.v11i2.14060
The PETRO Journal is all about the upstream oil and downstream oil and gas industry. Upstream studies focus on production technology, drilling technology, petrophysics, reservoir study, and eor study. Downstream technology focuses on the oil process, managing surface equipment, geothermal, and economic forecast.
Articles 301 Documents
ROCK QUALITY GROUPING IN SANDSTONE FORMATION USING A CRITICAL POROSITY APPROACH AT FORMATION PRESSURE CONDITIONS Sigit Rahmawan; Ghanima Yasmaniar; Suryo Prakoso
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 9 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.465 KB) | DOI: 10.25105/petro.v9i4.8203

Abstract

The methods of grouping reservoir rock types based on the physical properties of rocks that have been studied by previous researchers still have a relatively large value of uncertainty. This uncertainty arises in conditions where rock type grouping is carried out in wells that do not have core sample data. Where we know that in the oil and gas field, not all wells in the field are subjected to rock sampling, either routine core analysis or special core analysis. From these problems, the authors feel the need to carry out this study to create a method for classifying reservoir rock types based on the physical properties of rocks that can be used in wells that do not have core sample data. The rock types in the wells that do not have core samples will be grouped based on the critical porosity value of the rock obtained from the vp value in the acoustic log data owned by these wells. By making an approach model through the critical porosity of rocks from wells that have core sample data, wells that only have acoustic log data can be grouped by using the critical porosity approach which is generated from the vp value of the acoustic log.
STUDI SIMULASI UNTUK PREDIKSI PRODUKSI GAS DI LAPANGAN X MELALUI SENSITIVITAS LAJU ALIR DAN TUBING HEAD PRESSURE Ghanima Yasmaniar; Maman Djumantara; Suryo Prakoso
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 9 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.233 KB) | DOI: 10.25105/petro.v9i4.8211

Abstract

ABSTRAK Lapangan X merupakan lapangan baru dan hanya memiliki satu existing well yaitu sumur X-1. Sumur ini belum berproduksi sehingga tidak ada data produksi dari Lapangan X. Walaupun demikian, pada sumur X-1 ini telah dilakukan DST (Drill Stem Test), dimana terdapat indikasi kandungan gas dari hasil tes tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Black Oil Simulator dengan fluida yang terdiri dari gas dan air. Adapun model dari reservoir ini berdimensi 32×280×94 sehingga totalnya ada sebanyak 842.240 grid cell. Berdasarkan perhitungan volumetrik, diketahui bahwa GIIP (Gas Initial in Place) dari Lapangan X adalah sebesar 20,02 BSCF. Sedangkan dari hasil inisialisasi data pada proses simulasi, didapat GIIP sebesar 20,8 BSCF. Perbedaan yang didapat dari kedua hasil perhitungan di atas adalah sebesar 3,896%. Mengingat lapangan ini belum berproduksi, maka proses history matching dilakukan dengan menggunakan data DST dari sumur X-1.Skenario produksi pada penelitian ini dilakukan selama 15 tahun melalui analisis sensitivitas pergantian nilai laju alir gas dan THP (Tubing Head Pressure), sehingga totalnya ada 12 skenario produksi. Berdasarkan hasil simulasi dengan memperhatikan plateau time, maka skenario produksi terbaik didapat pada pengaturan laju alir 2 MMSCF dengan RF (Recovery Factor)  sebesar 54,7% dan plateau rate bertahan sampai akhir simulasi. Apabila hanya memperhatikan sampai sumur mati, maka skenario terbaik didapat pada pengaturan laju alir 8 MMSCF dan THP 100 psia, yaitu diperoleh RF sebesar 79,56%.  Kata Kunci : Simulasi reservoir, laju alir, tubing head pressure, plateau time, recovery factor  ABSTRACT Field X is a new field and it consists of X-1 well as an exsisting well. This well has not been produced, so there is no production data from Field X. However, in this well has been carried out a DST (Drill Stem Test), which indicates the gas content of the test results. This research used Black Oil Simulator which the fluid consist of gas and water. The model of this reservoir has dimensions of 32 × 280 × 94, so there are a total of 842,240 grid cells. Based on volumetric calculations, it has known that the GIIP (Gas Initial in Place) from Field X is 20.02 BSCF. Meanwhile, from the results of initialization data is 20.8 BSCF, therefore the the difference obtained from the calculation is 3,896%. Considering that this field has not been produced, the history matching process was carried out using DST data from X-1 well. The production scenario in this study was carried out for 15 years through a sensitivity analysis of changes in the value of gas flow rate and THP (Tubing Head Pressure), so that there are a total of 12 production scenarios. Based on the simulation results regarding the plateau time, the best production scenario is obtained at a flow rate setting of 2 MMSCF with an RF (Recovery Factor) of 54.7% and the plateau rate lasts until the end of the simulation. If we just consider the production until the well is dead, the best scenario is obtained at the flow rate setting of 8 MMSCF and THP 100 psia, which is an RF of 79.56%. Keywords :Reservoir simulation, flow rate, tubing head pressure, plateau time, recovery factor
KOLABORASI METODE MATERIAL BALANCE DAN SOFTWARE IPM UNTUK MENENTUKAN KEMAMPUAN RESERVOIR Aqlyna Fattahanisa; Lestari Lestari; Hari K Oetomo
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 9 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.335 KB) | DOI: 10.25105/petro.v9i4.8216

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk dapat mengoptimalkan isi awal gas di tempat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar yang semakin tinggi akan gas bumi dengan mempertimbangkan lama umur sumur, mengetahui nilai dari recovery factor, kumulatif produksi, jumlah gas optimum yang akan dialirkan, serta strategi pemanfaatan gas dari Reservoir A. Metode yang digunakan adalah simulasi perangkat lunak IPM dengan penentuan cadangan atau original oil in place menggunakan medode material balance P/Z, serta koreksi faktor kompresibilitas (Z faktor) menggunakan kombinasi metode antara Winchert-Aziz Correction dan Gopal. Hasil dan kesimpulannya adalah, cadangan yang didapat sebesar 8.9 BSCF, dengan sensitifitas laju alir 1-10 MMSCF, maka dengan pertimbangan perbandingan waktu plateau yang panjang, umur sumur yang panjang dan recovery factor-nya yang besar pada tiap laju alir serta persyaratan PJBG, Reservoir A Sumur F1 mempunyai laju alir optimum 2 MMSCFD dengan jumlah kumulatif produksi senilai 8.08 BSCFD, recovery faktor sebesar 91.86%, lama plateau 105 bulan, umur sumur pada abandon tekanan reservoir 150 psig adalah selama 276 bulan. Dengan demikian, dengan jumlah cadangan gas sebesar 8.9 BSCF sehingga Gas dari Reservoir A dapat dijual kepada konsumen dengan menambah 5 sumur produksi, agar mencukupi minimum penyerahan harian sebesar 11 MMSCFD.serta menambahkan CO2 removal untuk menghilangkan CO2 agar memenuhi kriteria perjanjian jual beli gas (PJBG).
ANALISIS SALINITAS DAN KONSENTRASI SURFAKTAN AOS DAN TWEEN 20 TERHADAP RECOVERY FACTOR PADA PROSES IMBIBISI DAN CORE-FLOODING Prayang Sunny Yulia; Sugiatmo Kasmungin; Muhammad Taufiq Fathaddin
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 9 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.763 KB) | DOI: 10.25105/petro.v9i4.8227

Abstract

Kebutuhan akan minyak bumi terus meningkat, namun disamping itu, produksi minyak bumi khusunya di sumur tua semakin menurun. Oleh karena itu, dikembangkanlah metode Enhanced Oil Recovery (EOR). Pada penelitian kali ini, metode EOR yang digunakan adalah injeksi kimia yang berupa injeksi surfaktan. Penggunaan surfaktan ini dimaksudkan untuk menurunkan tegangan antarmuka (interfacial tension) antara minyak dan air sehingga mampu membawa minyak keluar dari pori-pori batuan reservoir. Dalam penelitian ini, akan dibahas tentang percobaan injeksi surfaktan, dilihat dari pengaruh salinitas, jenis surfaktan, dan konsentrasi surfaktan pada batuan karbonat, serta pengaruhnya terhadap recovery factor. Percobaan ini menggunakan surfaktan jenis Alpha Olefin Sulphonate (AOS) dan Tween 20, di mana konsentrasi masing-masing jenis surfaktan adalah 0,1%; 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Salinitas brine water yang akan digunakan adalah sebesar 10.000 ppm, 15.000 ppm, 20.000 ppm, dan 25.000 ppm. Selanjutnya akan dilihat  seberapa besar kemampuan surfaktan dalam mengikat minyak dari pori-pori batuan, sehingga akan didapat hasil recovery factor atau berapa persentase  minyak yang terkandung dalam pori batuan yang dapat diproduksikan. Hasil dari penelitian ini akan diamati dari dua proses, yaitu proses imbibisi yang menggunakan Amott apparatus atau yang lebih dikenal dengan proses imbibisi (spontaneous imbibition) dan coreflooding. Dari percobaan yang telah dilakukan, pengaruh injeksi surfaktan pada batuan karbonat adalah hasil yang lebih optimal terdapat pada proses coreflooding dibandingkan dengan proses imbibisi, karena proses coreflooding menggunakan tenaga dorong dari luar, sehingga pendesakan minyak dengan surfaktan lebih merata dan optimal. Sementara dengan proses imbibisi pendesakan terjadi secara alami dengan mengandalkan gaya gravitasi.
ANALYSIS PRESSURE BUILD-UP TEST PADA SUMUR “ASR-06” DENGAN METODE HORNER DAN PRESSURE DERIVATIVE Arinda Ristawati; Mulia Ginting; Muhammad emil isnan
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 9 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.628 KB) | DOI: 10.25105/petro.v9i4.8250

Abstract

Analisis Pressure Build Up pada sumur “ASR-06” dilakukan untuk mengetahui karakteristik fluida di reservoir. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui tekanan yang berada pada reservoir. Hasil uji tes  kemudian dianalisis menggunakan pressure derivative dan horner plot. Dari hasil analisis ini dapat diketahui bahwa sumur “ASR-06” mengalami penurunan kompresibilitas fluida sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan pada pembacaaan kurva pressure derivative pada early time region. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya fluida gas dan fluida liquid yang mengalir secara bersamaan. kedalam tubing dan mengakibatkan berkurangnya ruangan untuk fluida gas untuk mengalir didalam ruang tertutup. Fenomena changing wellbore storage akan mengakibatkan anomali pembacaan tekanan lubang sumur menjadi lebih tinggi daripada tekanan formasi pada waktu awal. Pada hasil pembacaan pressure build-up dengan metode pressure derivative didapatkan nilai skin dan permebabilitas yaitu 2.15 mD dan 4.75. Pada metode horner juga dilakukan perhitungan untuk mengkalkulasikan nilai permeabilitas dan skin yang dilakukan pada middle time region dengan hasil 2.18 mD untuk permeabilitas dan +3.80 untuk  nilai Skin.
REDUCING THE RISK OF WELL INTEGRITY INCIDENT BY INTEGRATING TOPSIS AND AHP MULTICRITERIA DECISION-MAKING ANALYSIS Ragil Sudira Wardana; Manahan Siallagan; Raka Sudira Wardana
PETRO: Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 1 (2021): MARET
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.554 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i1.8302

Abstract

With current oil price downturn many oil wells become uneconomic. These uneconomic wells are left in an inactive state and become idle wells. Idle well is an environmental liability due to its risk of well integrity problems. Impacted by the downturn, the number of idle wells in the industry has been increasing in the industry. One of the solutions to mitigate these liabilities is by conducting plug & abandonment (P&A) on high-risk idle wellss. This research develops a combined framework of Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) with the Analytic Hierarchy Process (AHP) as a risk assessment framework to prioritize high-risk idle wells for the P&A activity. In the assessment framework, surface condition, subsurface condition, and public exposure factors are taken as evaluation criteria to determine the risk level. The result of this research is 247 idle wells considered as high-risk wells and submitted as P&A candidates. The empirical result from this research can serve as a reference for oil companies in conducting a risk assessment on idle wells to design the proper activities to reduce environmental liabilities.
ANALISIS PENGARUH VISKOSITAS MINYAK BUMI TERHADAP PERFORMA ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP DI LAPANGAN X Djoko Sulistyanto; Hari K Oetomo; Mumin Prijono Tamsil
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 3 (2021): SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.767 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i3.8327

Abstract

Performa centrifugal submersible pump (ESP) terganggu ketika menangani fluida viscous. Efeknya dicirikan oleh kenaikan horsepower, menurunnya head, efisiensi dan penurunan kapasitas. Rumusan masalah adalah pengaruh viskositas terhadap performa ESP yaitu penurunan efisiensi head pompa, perbandingan performa ESP fluida air dengan minyak berat. Analisis dilakukan pada Sumur X-1, Sumur X-2 dan Sumur X-3 yang mempunyai API gravity 15,6o, 17,5o dan 16,9o. Metode analisis adalah menghitung dan membandingkan Total Dynamic Head kedua fluida tersebut pada sensitivitas  laju alir  dan water cut (wc) menggunakan perangkat lunak. Live oil viscosity  dengan korelasi Ng dan Egbogah, gas terlarut didekati korelasi Standing dan aliran multifasa  menggunakan Hagedorn Brown. Dari analisis ketiga sumur, Sumur X-1 memberikan head factor 96,82 % dan 98,38% pada water cut 80% dan 94% dengan produksi 1800 bpd. Sumur X-2 head factor 94,07% (wc=82%) dan 98,07% (wc=97%) produksi 3000 bpd, Sumur X-3  head factor 98,04% (wc=82%) dan 99,22% (wc=97%) produksi 1300 bpd
Cover Vol 9 No 4 2020 Aqlyna Fattahanisa
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 9 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.98 KB) | DOI: 10.25105/petro.v9i4.8333

Abstract

Cover Vol 9 No 4 2020
Tabel of Content Vol 4 No 9 2020 Aqlyna Fattahanisa
PETRO:Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 9 No. 4 (2020): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.848 KB) | DOI: 10.25105/petro.v9i4.8334

Abstract

Tabel of Content Vol 4 No 9 2020
METHOD FOR DETERMINING BTX (BENZENA, TOLUENA, AND XILENE) USING GAS-FID CHROMATOGRAPHY (FLAME IONIZATION DETECTOR) Silvia Yolanda Kristi
PETRO: Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 10 No. 1 (2021): MARET
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.95 KB) | DOI: 10.25105/petro.v10i1.8573

Abstract

At present, the petrochemical industry is growing rapidly. Products from the petrochemical industry are produced from petroleum or natural gas which produces various compounds such as BTX (Benzene, Toluene, and Xylene). BTX is such a poisonous aromatic compound that the International Cancer Research Agency classifies benzene as carcinogenic to humans and other BTX species have a variety of detrimental health effects even at low concentrations. Thus the separation of benzene, toluene and xylene compounds is very important. The analysis technique that is commonly used to determine the BTX compound is gas chromatography, which in this case uses GC-FID. The results shown by this instrument show that all the data obtained meet the acceptance requirements with the test parameters performed.