cover
Contact Name
Mikha Widiyanto
Contact Email
mikha.agus08@gmail.com
Phone
+628115422254
Journal Mail Official
mikha.agus08@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sentosa Dalam II A. RT. 78 Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen
ISSN : 28290135     EISSN : 2828951X     DOI : 10.55967
Core Subject : Religion, Education,
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen is a scientific and peer-reviewed journal published by Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda. Manthano covers the result of academic and scientific study in Christian Education, empiric or conceptual. This journal is open to authors, lecturers, students, practitioners and researchers in line and relevant to the scope covered. Focus and Scope Manthano: 1. Christian Education Theology 2. Learning Strategy and Curriculum 3. Education Management 4. Educational Leadership 5. Philosophy of Christian Education 6. Educational Measurement, Assessment and Evaluation 7. Learning Thecnology 8. Family Education 9. Christian Character Education
Articles 50 Documents
Implementasi PAK dalam Pemuridan sebagai Upaya Membentuk Life Skills Peserta Didik di SDTK Sabda Harapan Sentani Elok Pakaryaningsih Sudono; Sensius Amon Karlau; Rasinus
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.738 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i2.15

Abstract

Abstract: This study aims to present a relevant, dynamic and conceptual PAK learning concept as a learning effort in shaping students' life skills. It is understood that PAK is an education that pivots on the teachings of Jesus Christ. Meanwhile, discipleship is related to teaching that aims to form a person. On the other hand, life skills reach as the ability to survive naturally and positively against the various challenges faced. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely Grounded Theory. Simultaneous elaboration of several theories combined with observation and interview data at SDTK Sabda Harapan Sentani. The results obtained from this study confirm the validity of PAK, discipleship and life skills as an integral part and are familial, biblical, applicable and conceptual. This leads to efforts to produce outputs that have the fighting power in life that leads to knowing oneself, living harmoniously in society, critical and creative thinking, christocentric learning and vocational understanding.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetengahkan suatu konsep pembelajaran PAK yang relevan, dinamis dan konseptual sebagai upaya pemuridan dalam membentuk life skill peserta didik. Dipahami bahwa PAK menekankan pendidikan yang berporos pada ajaran Yesus Kristus. Sementara itu, pemuridan berkaitan dengan pengajaran yang bertujuan membentuk kepribadian seseorang. Pada sisi yang lain, life skill dipahami sebagai kemampuan survaive seseorang secara alamiah dan positif terhadap berbagai tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu grounded Theory. Elaborasi beberapa teori dipadukan dengan data observasi dan wawancara di SDTK Sabda Harapan Sentani secara simultan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menegaskan kalidansi PAK, pemuridan dan life skill sebagai bagian yang utuh dan bersifat kekeluargaan, alkitabiah, aplikatif dan konseptual. Pemahaman ini mengarah pada upaya menghasilkan output yang memiliki daya juang dalam kehidupan yang mengarah pada kecakapan mengenal diri sendiri, kehidupan yang harmonis dimasyarakat, berpikir kritis dan kreatif, kecakapan akademis dan kecakapan vokasional yang bersifat kristosentris.
Peran Guru dalam Kepemimpinan berdasarkan perspektif 1 Timotius 4:12 sebagai upaya meningkatkan Spiritualitas Nara Didik Daniel Supriyadi; Mardiharto Mardiharto
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.359 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i2.16

Abstract

Abstract: A Christian educator not only equips students to have good cognitive skills but also has good character and ethics and moral values. That is the aim of the research in this article. Because the number of delinquency and problems in students is an important indicator of the teacher's role in leadership so that they can seek to increase the spirituality of students. In this research, the writer applies descriptive qualitative method with a literature study approach and a hermeneutical approach, namely examining texts related to the leadership of Christian educators so that a conclusion can be drawn that a Christian educator in his leadership task must be based on God's word. Able to be a role model for students both through speech, behavior, love, loyalty, chastity. So that students are able to become individuals who have the character of Christ and are able to live the values ​​and norms that apply in the community. So that his life can be a blessing to those around him. Abstrak: Seorang pendidik Kristen bukan hanya memperlengkapi nara didik memiliki kognitif yang baik akan tetapi juga memiliki karakter serta etika dan nilai moral yang baik. Hal itu menjadi tujuan dalam penelitian artikel ini. Sebab banyaknya kenakalan dan persoalan pada nara didik menjadi indikator penting peran guru dalam kepemimpinan supaya dapat mengupayakan peningkatan kerohanian nara didik. Dalam penelitain ini penulis menerapkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dan pendekatan hermeneutik, yaitu meneliti teks-teks yang berkaitan dengan kepemimpinan pendidik Kristen sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulkan bahwa seorang pendidik Kristen dalam tugas kepemimpinannya harus berlandaskan pada firman Tuhan. Mampu menjadi sosok teladan bagi nara didik baik melalui ucapan, tingkah laku, Kasih, Kesetiaan, Kesucian. Sehingga nara didik mampu menjadi pribadi yang mempunyai karakter Kristus serta mampu menghidupi nilai-nilai serta norma yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. Sehingga hidupnya dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekitanya.
Peran Guru PAK dalam Penggunaan Media Google Meet pada Pembelajaran Online di SD Negeri Osiloa Tarus Kabupaten Kupang Petrus Poho Lakang; Daud Saleh Luji; Lanny Koroh
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.118 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i2.17

Abstract

  Abstract: Online learning in the pandemic era is a must and teachers need technological tools so that learning activities can be carried out anywhere and anytime as long as they can access the system. In this kind of learning requires a number of roles from the teacher. The purpose of this study was to find out and analyze the role of PAK teachers in implementing online learning with google meet media in the era of the covid-19 pandemic at SD Negeri Osiloa Tarus, Kupang district. The method used is a qualitative descriptive method, with the research subject being a PAK teacher who carries out online learning at the Osiloa Tarus State Elementary School. The results showed that there were six roles played by PAK teachers at SD Negeri Osiloa, namely: First. Teachers act as facilitators to provide learning tools, provide media and learning facilities, teachers act as partners not superiors. Second, the teacher acts as a guide and motivator. Third, the teacher acts as a provider of the learning environment. Fourth, the teacher as a communicator who connects the school, parents, and students in order to increase the effectiveness of online learning with the google meet media. Fifth, because this is Christian Religious Education, the teacher acts as a role model or role model in learning. Sixth, to determine the success of the process and results, the PAK teacher conducts learning as an evaluator.Abstrak: Pembelajaran online di era pandemi adalah suatu keharusan dan guru memerlukan alat teknologi sehingga kegiatan belajar dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun selama dapat mengakses sistem tersebut. Dalam pembelajaran seperti ini dibutuhkan sejumlah peran dari guru. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui dan menganalisis peran guru PAK dalam menerapkan pembelajaran online dengan media google meet di era pandemi covid-19 pada SD Negeri Osiloa Tarus kabupaten Kupang. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian adalah guru PAK yang melaknasakan pembelajaran online di Sekolah Dasar Negeri Osiloa Tarus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam peran yang dilakukan guru PAK SD Negeri Osiloa yaitu: Pertama. Guru berperan sebagai fasilitator untuk meyediakan perangkat pembelajaran, menyediakan media dan fasilitas belajar, guru bertindak sebagai mitra bukan atasan. Kedua, Guru berperan sebagai pembimbing dan motivator. Ketiga, Guru berperan sebagai penyedia lingkungan belajar. Keempat, Guru sebagai komunikator yang menghubungkan antara pihak sekolah, orang tua dan siswa dalam rangka meningkatkan efektifitas pembelajaran online dengan media google meet. Kelima, Karena ini adalah Pendidikan Agama Kristen maka Guru berperan sebagai model atau panutan dalam pembelajaran. Keenam, untuk mengetahui keberhasilan proses dan hasil maka Guru PAK melakukan perannya sebagai evaluator.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga sebagai Upaya Mereduksi Perilaku Kekerasan terhadap Anak Bulanda Agata; Yonatan Alex Arifianto; Yahya yahya
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.406 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i2.20

Abstract

Abstract: Education for the family is a part that has no boundaries, education in this family is like our worship with the Lord Jesus Christ, which we exalt, glorify and even worship without limits and which are not seen from space, pleace and time. In fact, education in churches and schools has its limits, while Christian education in the family or household is a real education where this education is given to children, with one goal being to act as a motivator for children to turn to God, with the other goal of PAK towards families being as a train the cohesiveness of a family, especially both parents when educating their children, so that children can see the harmony in their family, children can fell that in their family there is warmth when both parents educate children with all sincerity, full of love and love, there the child will be able to see the existence of family harmony in seeking God, and on the other hand both parents will also be able to see the development of the child, and more importantly for both parents must be able to set an example and good example for their children.Abstrak: Pendidikan dalam keluarga adalah bagian yang tidak ada batasanya, pendidikan dalam keluarga ini seperti ibadah kita dengan Tuhan Yesus Kristus yang kita tinggikan, agungkan bahkan yang sering kali disembah yang tanpa batas dan yang tidak dilihat dari ruang, tempat serta waktu. Malahan pendidikan yang ada digereja dan sekolah ada batasannya, sedangkan pendidikan Kristen didalam keluarga atau rumah tangga adalah pendidikan yang real adanya dimana pendidikan ini diberikan kepada anak, dengan satu tujuannya adalah sebagai penggerak untuk anak-anak terhadap Tuhan, dengan tujuan PAK lainnya terhadap keluarga adalah sebagai melatih kompaknya sebuah keluarga terutama kedua orang tua ketika mendidik anak-anaknya, sehingga anak-anak dapat melihat adanya keharmonisan didalam keluarganya, anak-anak dapat merasakan bahwa dalam keluarganya ada kehangatan pada saat kedua orang tua mendidik anak dengan segala ketulusan hati, penuh cinta dan kasih sayang, disitu anak akan dapat melihat adanya keharmonisan keluarga dalam mencari Tuhan, serta disisi lain kedua orang tua juga akan dapat melihat pekembangan anak, dan yang lebih penting bagi kedua orang tua harus bisa memberi contoh dan teladan yang baik, untuk anak-anaknya.
Model Pembelajaran Pendidikan Keluarga berdasarkan Ulangan 6:4-9 dalam Pembinaan Iman Anak di Era Disruptif Alexius Adam; Mapela Sandri
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.187 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i2.21

Abstract

Abstract: Fostering faith in children becomes the task of parents. In particular, in the disruptive era, on the one hand, it is a challenge for parents, but on the other hand as an opportunity in the development of faith and potential of children. Not all parents have faced challenges in the disruptive era in carrying out the duties and responsibilities of fostering children's faith. The development of technology makes children addicted to gadgets so that it has an impact on their faith life. This study aims to obtain an overview of the learning model based on Deuteronomy 6:4-9 by exploring text analysis which can then be used as a reference or implementation for parents in carrying out child faith development in the disruptive era. This research uses a qualitative approach with hermeneutic studies. The results of this study found that the learning model that parents can apply in child development based on Deuteronomy 6:4-9 is through teaching repeatedly, talking about God's Word that is not limited by time and space, binding and writing it down. In the era of technology in carrying out the task of faith coaching, parents in teaching repeatedly by using or utilizing technological media that are not limited by time and space, so that children's faith development will be more effective in describing the child's spiritual life.Abstrak: Pembinaan iman pada anak-anak menjadi tugas orang tua. Secara khusus di era disruptif di satu sisi menjadi tantangan bagi orang tua, namun di sisi lain sebagai peluang dalam pengembangan iman dan potensi anak. Tidak semua orang tua sudah siyap menghadapi tantanga di era disruptif dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab pembinaan iman anak. Perkembangan teknologi membuat sebagaian anak kecanduan gadget sehingga berdampak pada kehidupan imannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang model pembelajaran yang didasarkan pada Ulangan 6:4-9 dengan melakukan eksplorasi analisis teks yang kemudian dapat dijadikan acuan atau implementasi bagi orang tua dalam melakukan pembinaan iman anak di era disruptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian hermenutika. Hasil kajian ini ditemukan bahwa model pembelajaran yang dapat diterapkan orang tua dalam pembinaan anak berdasarkan Ulangan 6:4-9 yaitu melalui mengajar secara berulang-ulang, membicarakan Firman Tuhan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, mengikatkan dan menuliskannya. Dalam era disruosi teknologi dalam melaksanakan tugas pembinaan iman, orang tua dalam mengajar secara berulang-ulang dengan menggunakan atau memanfaatkan media teknologi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga pembinaan iman anak akan menjadi lebih efektif dalam mendewasan kehidupan rohani anak.
Pengaruh Pendidikan Kristen melalui Kelompok Tumbuh Bersama terhadap Pertumbuhan Rohani Noni Yutersi; Andreas Fernando; Analita Analita
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 2 (2022): Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.245 KB) | DOI: 10.55967/manthano.v1i2.22

Abstract

  Abstract: God's will for His people is to grow into conformity with the image of His son. But in the reality of life not all people can continue to grow as ideally. The challenges of life and the demands of economic needs in particular in the era of the Covid-19 pandemic are obstacles in realizing spiritual growth. Through Christian Education in the group growing together is not just taught, but guided and strengthened, edifying each other so that it has an impact on spiritual growth together. The purpose of this study is to test and prove the influence of Christian Education through growing together groups on spiritual growth. This study used a correlational method. The results showed that the implementation of Christian education through groups to grow together had an impact on increasing the spiritual growth of the people. Through the learning process in Christian Education the group grows together which mutually expands life experiences, shares experiences in the application of God's word, reminds, strengthens each other and learns to implement the values of the Christian faith taught, becoming a joint encouragement that has an impact on spiritual growth.Abstrak: Kehendak Allah bagi umatNya adalah bertumbuh menjadi serupa dengan gambar anakNya. Namun dalam realita kehidupan tidak semua umat bisa terus bertumbuh sebagaimana idealnya. Tantangan kehidupan dan tuntutan kebutuhan ekonomi secara khusus di era pandemic covid-19 menjadi hambatan dalam mewujudkan pertumbuhan rohani. Melalui Pendidikan Kristen dalam kelompok tumbuh bersama tidak hanya sekedar diajar, melainkan dibimbing dan saling menguatkan, meneguhkan, sehingga berdampak pada pertumbuhan rohanis ecara bersama-sama. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan membuktikan pengaruh Pendidikan Kristen melalui kelompok tumbuh bersama terhadap pertumbuhan rohani. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksaan Pendidikan Kristen melalui kelompok tumbuh bersama berdampak pada peningkatan pertumbuh rohani umat. Melalui proses pembelajaran dalam Pendidikan Kristen kelompok tumbuh bersama yang saling membagi pengalaman hidup, membagi pengalaman dalam penerapan firman Tuhan, mengingatkan, saling menguatkan dan saling belajar mengimplementasikan nilai-nilai iman Kristen yang diajarkan, menjadi dorongan bersama-sama yang berdampak pada pertumbuhan rohani. 
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Karakter Naradidik Nikolaos Nikolaos; Yonatan Alex Arifianto
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Agama Kristen 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v2i1.26

Abstract

Abstract: Along with the development of the times, especially in the world of technology at this time which is growing rapidly and is very influential for the whole society, almost all humans are affected by it, but this affects human character, therefore what needs to be considered is ethics, character and morals from humans. So it needs attention from all aspects, especially specifically on the role of the teacher in the world of education. Which aims to provide teaching so that students can get to know the attitude of a student well in their environment. Moreover, the teacher also provides an introduction to students about the teachings and moral values of God's truth. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christian religious education teachers also have an important role, where the teacher can solve the biggest problem that students often experience is the problem of character crisis. and right. So it is highly hoped that Christian Religious Education Teachers can be maximal in carrying out noble tasks, and have full responsibility in accordance with the goals of education and learning, namely to form and be able to create generations who have noble character, are responsible and have the character of Christ.Abstrak: Seiringan dengan perkembangan zaman khususnya dalam dunia teknologi pada saat ini yang semakin pesat dan sangat berpengaruh bagi seluruh masyarakat, hampir semua manusia terkena dampak tersebut, namun hal tersebut berpengaruh bagi karakter manusia, oleh karena itu yang perlu diperhatikan ialah etika, karakter serta moral dari manusia.  Maka perlu diperhatian dari segala aspek terutama secara khusus pada peran guru dalam dunia pendidikan. Yang mana bertujuan memberikan pengajaran supaya nara didik bisa mengenal dengan baik sikap seorang anak didik dalam lingkunganya. Terlebih guru juga memberikan pengenalan kepada nara didik tentang ajaran dan nilai moral dari kebenaran Allah.  Menggunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa Guru Pendidikan agama Kristen juga memiliki peranan penting, dimana guru dapat menyelesaikan masalah terbesar yang sering kali nara didik alami ialah masalah krisis karakter, Oleh karena itu peran seorang guru sangat diharapkan dapat membentuk karakter naradidik kearah yang lebih baik dan benar. Maka sangat diharapkan, Guru Pendidikan agama Kristen bisa maksimal dalam melaksanakan tugas yang mulia, serta memiliki tanggung jawab sepenuhnya sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran yakni membentuk serta dapat menciptakan generasi yang memiliki akhlak mulia, bertanggung jawab dan memiliki karakter Kristus
Strategi Ayah dalam Membangun Budaya Santun Anak di Keluarga Kristiani Kosma Manurung; Sudirman
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Agama Kristen 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v2i1.27

Abstract

Abstract: Polite children are highly desired, hoped for, also needed by parents, extended families, communities, and God's church. Good manners are important for children to have, apart from being a superior character associated with their social intelligence, they are also a surefire recipe for building and maintaining social relationships, and are very connected to the brightness of a child's future. This article is intended to examine the strategy of fathers in building cultural support for children in Christian families. The narrative qualitative method and literature review were chosen in working on this article with the hope of being able to get a strong, systematic meaning, and have an academic foundation when discussing biblical narratives about politeness, the importance of politeness for a child, and father's strategies in building a polite culture in children. It was concluded that a father will play an optimal role in building a culture of politeness in children when he makes himself the main channel of children's education, forbids it at the child's level of understanding and uses the child's love language, and makes himself the closest model of politeness that can be seen by children.Abstrak: Anak yang santun sangat diinginkan, diharapkan, juga dibutuhkan baik oleh orang tua, keluarga besar, komunitas masyarakat, maupun gereja Tuhan. Sopan santun penting anak-anak miliki selain karena itu merupakan karaker unggul yang terafiliasi dengan kecerdasan sosialnya juga merupakan resep jitu dalam membangun dan mempertahankan hubungan sosial, serta sangat berkaitan dengan kecerahan masa depan anak. Artikel ini bermaksud mencermati strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak di keluarga Kristiani. Metode kualitatif naratif dan kajian literatur dipilih dalam mengarap artikel ini dengan harapan mampu mendapatkan makna yang kuat, sistimatik, dan memiliki landasan akademik ketika membahas terkait narasi Alkitab tentang kesantunan, arti penting kesantunan bagi seorang anak, dan strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak. Disimpulkan bahwa seorang ayah akan berperan maksimal dalam membangun budaya santun pada anak ketika menjadikan dirinya saluran utama dari pendidikan anak, mengajarkannya pada tingkat pemahaman anak dan menggunakan bahasa cinta anak, serta menjadikan dirinya role model kesantunan yang paling dekat yang bisa di lihat oleh anak.
Pemahaman Konsep Manajemen Statejik dan Implikasinya bagi Pemimpin Kristen di Era Vuca Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Agama Kristen 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v2i1.28

Abstract

Abstract: Understanding the concept of strategic management for a Christian leader is very important and can even be said to be one of the main competencies that a leader must possess regarding leadership knowledge because it will affect his personal life as well as his organizational life. The method in this study was carried out by means of a literature study. The results of this study show how understanding the concept of strategic management correctly can have an impact not only on the leaders themselves but also on the people and organizations where the leaders lead. At least the implications of this research are: First, Willingness to train oneself to think strategically. Second, practicing strategic leadership in leading the organization. Third, sharing understanding of strategic management concepts.Abstrak: Pemahamaman konsep manajemen stratejik bagi seorang pemimpin Kristen sangat penting bahkan dapat dikatakan termasuk diantara kompetensi utama dalam bidang kepemimpinan dan manajemen organisasi termasuk dalam kepemimpinan dan manajemen pelelayanan gereja dan organisasi Kristen, yang harus dimiliki pemimpin terkait pengetahuan kepemimpinan karena akan mempengaruhi kehidupan pribadi juga kehidupan berorganisasinya. Metode dalam penelitian ini dilakukan secara studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana pemahaman konsep manajemen stratejik yang benar dapat membawa dampak bukan saja bagi pemimpin itu sendiri tetapi juga bagi orang dan organisasi di mana pemimpin memimpin. Paling tidak implikasi dari penelitian ini, adalah: Pertama, Kesediaan untuk melatih diri berpikir strategis. Kedua, Mempraktikan kepemimpinan stratejik dalam memimpin organisasi. Ketiga, Membagikan pemahaman konsep manajemen stratejik.
Pembentukan Karakter pada Anak Usia Dini:: Kajian Kitab Ulangan 6:7 Martina Waruwu; Firman Panjaitan
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 1 (2023): Pendidikan Agama Kristen 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v2i1.29

Abstract

Abstract: The formation of children's character starting from an early age is a responsibility that God has entrusted to parents. Parents are the main and first teachers for children in the formation of children's character. This is also taught in the book of Deuteronomy 6:7, which explains that the role of parents in educating and shaping the character of children must be carried out through teaching that is given repeatedly and done every day. By using qualitative methods, especially through literature and exegesis approaches, this study shows that parents must make themselves living role models for their children, especially in developing spiritual values ​​in life. The role of parents as a living role model will result in a child having good habits, then developing into habits and from these habits good character grows in the child. Thus it can be said that education and character building for a child must come from parents and family. Abstrak: Pembentukan karakter anak yang dimulai dari usia dini merupakan sebuah tanggungjawab yang Tuhan sudah titipkan pada orangtua. Orang tua adalah guru utama dan pertama bagi anak dalam pembentukan karakter anak. Hal ini diajarkan juga di dalam kitab Ulangan 6:7, yang menjelaskan bahwa peran orang tua dalam mendidik dan membentuk karakter anak harus dilakukan melalui pengajaran yang diberikan secara berulang dan dilakukan setiap hari. Dengan menggunakan metode kualitatif, khususnya melalui pendekatan studi pustaka dan eksegese, penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua harus menjadikan diri mereka sebagai teladan yang hidup bagi anak-anak, terutama dalam mengembangkan nilai-nilai kehidupan spiritual. Peranan orang tua sebagai teladan yang hidup akan mengakibatkan seorang anak memiliki pembiasaan yang baik, kemudian berkembang menjadi kebiasaan dan dari kebiasaan ini bertumbuhlah karakter yang baik dalam diri anak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan dan pembentukan karakter bagi seorang anak harus berasal dari orang tua dan keluarga.