cover
Contact Name
Mikha Widiyanto
Contact Email
mikha.agus08@gmail.com
Phone
+628115422254
Journal Mail Official
mikha.agus08@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sentosa Dalam II A. RT. 78 Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen
ISSN : 28290135     EISSN : 2828951X     DOI : 10.55967
Core Subject : Religion, Education,
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen is a scientific and peer-reviewed journal published by Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda. Manthano covers the result of academic and scientific study in Christian Education, empiric or conceptual. This journal is open to authors, lecturers, students, practitioners and researchers in line and relevant to the scope covered. Focus and Scope Manthano: 1. Christian Education Theology 2. Learning Strategy and Curriculum 3. Education Management 4. Educational Leadership 5. Philosophy of Christian Education 6. Educational Measurement, Assessment and Evaluation 7. Learning Thecnology 8. Family Education 9. Christian Character Education
Articles 50 Documents
Mendalami Dampak Perselisihan Orang Tua terhadap Kecerdasan Emosional Anak di Keluarga Kristiani Manurung, Kosma
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i1.56

Abstract

Abstract: Family harmony is the dream of every human being who builds a household ark. Unfortunately, sometimes the reality in the family presents different facts. Instead of harmony, what happens is that the dispute between the two parents is shown in front of their children. Every incident of dispute that is seen by children, must be left in their memory. In addition, this leaves scars on his heart which impact his emotional intelligence as well. This research seeks to explore the impact of parental disputes on the emotional intelligence of children in Christian families. It is hoped that the use of a narrative qualitative method that is strengthened by literature review is expected to be able to provide a strong, careful, and systematic description of the biblical narrative about parental disputes, children's emotional intelligence, and the impact of parental disputes on children's emotional intelligence in Christian families. It was concluded that parental disputes in Christian families had an impact on children's irritable behavior, lack of self-confidence, children's difficulties with empathy, and children experiencing moral degradation.  Abstrak: Keharmonisan keluarga adalah dambaan setiap insan yang membangun bahtera rumah tangga. Sayangnya kadang kenyataan di keluarga memaparkan fakta yang berbeda, bukannya keharmonisan malah yang terjadi justru perselisihan kedua orang tua yang dipertontonkan di hadapan anak-anaknya. Setiap peristiwa perselisihan yang dilihat oleh anak, pasti membekas dalam ingat mereka. Selain itu, hal ini meninggalkan luka pada hatinya yang berdampak juga pada kecerdasan emosionalnya. Penelitian ini berupaya mendalami dampak perselisihan orang tua terhadap kecerdasan emosional anak di keluarga Kristiani. Penggunaan metode kualitatif naratif yang diperkokoh kajian literatur diharapkan mampu memberikan gambaran yang kuat, cermat, serta sistimatik terkait narasi Alkitab tentang perselisihan orang tua, kecerdasan emosional anak, dan dampak perselisihan orang tua terhadap kecerdasan emosional anak di keluarga Kristiani. Disimpulkan bahwa perselisihan orang tua di keluarga Kristiani berdampak pada perilaku anak yang mudah marah, kurangnya kepercayaan diri anak, kesulitan anak berempati, dan anak mengalami degradasi moral.
Peran Pendeta HKBP dalam Membangun Karakter Inklusif-Pluralistik pada Anak-Anak: Analisis Teologis Poda Tohonan Pendeta HKBP yang Keempat Purba, Daniel Rizki; Nainggolan, Maruasas; Harianja, Mikael; Hasibuan, Ricky Pramono
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i1.58

Abstract

  Abstract: This article examines the crucial role of HKBP pastors in fostering inclusive-pluralistic characters among children, by analyzing the Fourth Poda Tohonan of HKBP Pastors. Pastors are expected to educate children to have inclusive-pluralistic attitudes that appreciate diversity. The research method used is quantitative research with data collection through questionnaires. The research population consists of HKBP pastors in District X Medan – Aceh. The analysis results indicate that pastors are aware of the importance of inclusive-pluralistic character education, but further efforts are needed to integrate these concepts into children's learning in the context of diversity in Indonesia. Abstrak: Artikel ini mengkaji peran penting pendeta HKBP dalam membangun karakter inklusif-pluralistik pada anak-anak, dengan menganalisis Poda Tohonan Pendeta HKBP yang Keempat. Pendeta diharapkan mampu mendidik anak-anak agar memiliki sikap inklusif-pluralistik yang menghargai keberagaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket. Populasi penelitian adalah pendeta HKBP Distrik X Medan – Aceh. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendeta memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter inklusif-pluralistik, namun masih diperlukan upaya lebih lanjut dalam mengintegrasikan konsep tersebut dalam pembelajaran anak-anak dalam konteks keberagaman di Indonesia.
Pola Asuh Single Mother terhadap Pembentukan Moral Remaja Usia 14-17 Tahun dalam Masyarakat di Keluarahan Botang Pasolang, Eka; Umboh, Steven Tommy Dalekes; Simon, Simon
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i1.59

Abstract

Abstract: Single Parents will certainly not be easy in carrying out multiple roles, especially in teaching morals to teenagers. Many ways are done to from good morals starting from parenting that is applied in everyday life so that teenagers can understand what is good and what is bad. The purpose of this study is to find out how single mother parenting affects the moral formation of adolescents aged 14-17 years which will later provide benefits for Christian families to pay attention to parenting patterns in shaping adolescent morals. This study uses a qualitative descriptive method and collection uses the method of observation, interviews and literature study. Then present the data, analyze the data by reducing data and conclude the research results. The research location is in Botang, Village, Makale District, South Sulawesi using three single mother informants and three teenage informants. The results of the study indicate that the parenting style applied by single mothers to adolescents in the Botang sub-district is a strict, disciplined parenting pattern which is included in authoritarian parenting and an independent and non-restrictive parenting styleincluded in democtratic parenting. The result of this upbringing on the morals of adolescents in the Botang village is that adolescents show attitudes and behaviors that are in accordance with God’s will, namely being active in service, obedient to their parents, responsible, disciplined and do not violate the norms in society. Abstrak: Orang tua tunggal (single mother) pastinya tidak akan mudah dalam menjalankan peran ganda, apalagi dalam mengajarkan moral terhadap anak remaja. Banyak cara yang dilakukan untuk membentuk moral yang baik diawali dari pola asuh yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari supaya remaja bisa memahami mana yang baik dan yang buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola asuh single mother terhadap pembentukan moral remaja usia 14-17 yang nantinya memberikan manfaat kepada keluarga Kristen untuk memperhatikan pola asuh dalam membentuk moral remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Kemudian menyajikan data, menganalisis data dengan mereduksi data serta menyimpulkan hasil penelitian. Lokasi penelitian bertempat di Kelurahan Botang, Kecamatan Makale, Sulawesi Selatan dengan menggunakan tiga informan single mother dan tiga informan anak remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan single mother terhadap remaja di Kelurahan Botang pola asuh tegas yang mendisiplinkan yang termasuk dalam pengasuhan otoriter dan pola asuh yang memandirikan dan tidak mengekang, yang termasuk kedalam pengasuhan demokratis. Hasil dari pengasuhan ini terhadap moral remaja di Kelurahan Botang adalah remaja menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan kehendak Tuhan yakni aktif dalam pelayanan, patuh terhadap orang tua, bertanggung jawab, disiplin serta tidak melanggar norma dalam masyarakat.
Strategi Peningkatan Kreativitas Guru di Tengah Keterbatasan Media Internet Karo Karo, Desire; Vivi Restiana; Apriana Haelitik; Karo Karo, Sri Ulina
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i1.60

Abstract

Abstract: Learning in the current digital era has changed the way of learning and teaching in education, changing the way of teaching and learning from conventional to more varied by using existing technological developments, such as the internet. The internet is a medium that provides benefits in learning. However, the limitations of internet media can also be an obstacle in the learning process. Teachers are required to remain able to teach amidst existing limitations. Therefore, strategies are needed to increase teacher creativity amidst internet limitations. This research uses a descriptive qualitative research method with an approach through literature analysis or literature study. From the research conducted, there are several strategies for increasing teacher creativity amidst internet limitations. Thus it can be concluded that teachers can still teach creatively by using appropriate teaching strategies even amidst the limitations of internet media. Abstrak: Pembelajaran di era digital saat ini telah mengubah cara belajar dan mengajar dalam pendidikan, perubahan cara belajar-mengajar dari konvensional menjadi lebih bervariasi dengan menggunakan perkembangan teknologi yang ada, seperti internet. Internet sebagai media yang memberikan manfaat dalam pembelajaran. Namun keterbatasan media internet juga dapat menjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Guru dituntut harus tetap mampu mengajar di tengah keterbatasan yang ada. Oleh karenanya diperlukan strategi peningkatan kreativitas guru di tengah keterbatasan internet. Peneliitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan melalui analisis literatur atau studi kepustakaan. Dari penelitian yang dilakukan terdapat beberapa strategi peningkatan kreativitas guru di tengah keterbatasan internet. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa guru tetap dapat mengajar kreatif dengan menggunakan strategi mengajar yang tepat meski di tengah keterbatasan media internet.
Contextual Teaching Learning pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen sebagai Strategi mencapai Pengalam Spiritual Zai, Yafarman; Larosa, Setiaman
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i1.61

Abstract

Abstract: In Christian Religious Education learning, intellectual theory and spiritual experience are two concepts that must be achieved. Both are specifically related to each other and differentiate them from other lessons. Achieving both is not easy if done with the wrong strategy. Many problems were found that students felt that PAK lessons were very boring, seemed theoretical and did not build spiritual experiences for their students. The author examines that CTL is the right strategy to answer this problem. Contextual Teaching Learning (CTL) is a learning strategy that connects what is learned with real life, with an emphasis on cognitive development and students' learning experiences as well as their ability to apply knowledge in everyday life. By using the literature study method by conducting a literature review related to the CTL concept, the results were found that CTL has implementation steps, namely: constructivism, inquiry, questioning, community learning, modeling, reflection, and authentic assessment where experience is a characteristic of each of these steps.. The application of CTL in PAK will train students to have a spiritual experience with God and be able to live in their knowledge of Christ. So, CTL can help Christian Religious Education educators carry out a learning process that is not only fun but also builds students' spirituality based on the spiritual experiences they experience while studying Christian religious lessons.  Abstrak: Dalam pembelajaran Pendidikan agama Kristen, teori intelektual dan pengalaman spiritual adalah dua konsep yang harus dicapai. Keduanya saling berkaitan secara spesifik dan menjadi pembeda dari pelajaran lainnya. Pencapaian keduanya tidaklah mudah jika dilakukan dengan strategi yang keliru. Banyak masalah ditemukan bahwa peserta didik merasa pelajaran PAK sangat membosankan, terkesan teoritis dan tidak membangun pengalaman spiritual bagi peserta didiknya. Penulis meneliti bahwa CTL merupakan strategi yang tepat untuk menjawab persoalan tersebut. Contextual Teaching Learning (CTL) adalah strategi pembelajaran yang menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan nyata, dengan penekanan pada perkembangan kognitif dan pengalaman belajar peserta didik serta kemampuan mereka untuk menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan metode studi literatur dengan melakukan kajian pustaka terkait konsep CTL, maka ditemukan hasil bahwa CTL memiliki langkah penerapan, yaitu: konstruktivisme, inquiry, questioning, community learning, modelling, reflection, dan authentic assessment yang mana pengalaman menjadi suatu ciri khas setiap langkah tersebut. Penerapan CTL dalam PAK akan melatih peserta didik untuk mempunyai pengalaman spiritual dengan Tuhan dan mampu hidup dalam pengenalan mereka kepada Kristus. Jadi, CTL dapat membantu para pendidik Pendidikan Agama Kristen melaksanakan proses pembelajaran yang bukan hanya menyenangkan tetapi juga membangun spiritual peserta didik berdasarkan pengalaman spiritual yang dialaminya saat belajar pelajaran agama Kristen.
Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Anak Sekolah Minggu pada Usia 7-9 Tahun Sirait, Junio Richson; Riwanti, Riwanti; Rosila, Sheila
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.65

Abstract

Abstract: Character education is an important part that is required to be implemented in all subjects in Indonesia. This is because many highly educated people still have bad character. The purpose of this study is to find the important parts of character education in Sunday School children aged 7-9 years. The method used was a literature review. The finding is that exemplary is an important part of shaping character such as in words, behavior, loyalty, and holiness. The benefit of this study is to make God's servants such as teachers, pastors, and other ministries effective in shaping children's character. Abstrak: Pendidikan karakter menjadi bagian penting yang diwajibkan untuk diterapkan dalam semua mata pelajaran di Indonesia. Hal ini dikarenakan bayaknya orang yang berpendidikan tinggi masih memiliki karakter yang tidak baik. Tujuan penelitian ini untuk menemukan bagian-bagian penting dalam pendidikan karakter pada anak Sekolah Minggu usia 7-9 tahun. Metode yang digunakan adalah kajian literatur. Hasil temuan adalah keteladanan merupakan bagian penting dalam membentuk karakter seperti dalam perkataan, tingkah laku, kesetiaan, dan kesucian. Manfaat dalam penelitian ini adalah untuk membuat para hamba Tuhan seperti guru, pendeta, dan pelayanan Tuhan lainnya efektif dalam membentuk karakter anak.
Penerapan Teknologi dan Media Pembelajaran Fisik dalam Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pedalaman Cong, Jhoni; Ritonga, Nova
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.67

Abstract

Abstract: The continuous advancement of education, coupled with the rapid development of information and communication technology, necessitates attaining high-quality education. However, the issue of education quality in remote areas remains a critical challenge. One of the primary causes is the lack of adequate learning facilities, particularly teaching aids. Therefore, this research aims to investigate how to address the subpar education quality in severely underdeveloped remote schools by providing physical learning media to assist teachers in delivering materials and facilitating student comprehension. This research employed a literature review approach, utilizing various available sources, including books and journal articles. The findings highlight the significant role of physical learning media in enhancing education quality in remote areas. The utilization of readily available recycled materials, coupled with their low cost, promotes effective learning and contributes to environmental waste reduction.   Abstrak: Dunia pendidikan yang semakin terus menerus maju dengan diiringi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, menuntut agar pendidikan memiliki mutu yang baik. Namun, permasalahan mutu pendidikan yang ada di pedalaman sampai saat ini masih sangat krusial. Salah satu penyebabnya ialah sarana pembelajaran yang berkaitan dengan media pembelajaran yang tidak tersedia. Oleh sebab itu, pada penelitian ini penulis ingin meneliti bagaimana keadaan mutu pendidikan di sekolah pedalaman yang sangat jauh tertinggal diatasi dengan menyediakan media pembelajaran fisik sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan materi dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi. Penelitian ini dilakukan dengan studi kepustakaan dengan berbagai literatur yang tersedia baik buku-buku, maupun artikel jurnal. Penelitian ini menghasilkan pemahaman bahwa media pembelajaran fisik sangat membantu meningkatkan mutu pendidikan di wilayah pedalaman, karena memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di lingkungan, biaya yang sangat relatif rendah bahkan pemanfaatannya membantu menanggulangi sampah pada lingkungan.
Peran Orang Tua dalam Mendidik Karakter Anak Usia Dini di Kelurahan Karang Siri, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timur Tengah Selatan Boru, Maya Aberthina; Lao, Hendrik A.E.; Syahputra, Andrian Wira
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.68

Abstract

Abstract: The role of parents is very important in shaping children's character because the first educators for children are the parents themselves. The purpose of this research is to find out how the role of parents in shaping children's character, the strategies used by parents to shape children's character and the efforts made in shaping children's character in Karang Siri Village, Soe City District, South East Central Regency. The research used is descriptive qualitative research. The data collection techniques used were observation, interview and documentation. The results showed that, the family is the first place where children get education. Children's character is formed first in the family. Therefore, parents should have a concept or provision in educating their children which includes the formation of religious character, discipline, and children's independence. Parents are examples and role models for their own children, so the role of parents is very important in the development and formation of children's character from an early age. Keywords: parents; education; character Abstrak : Peran orang tua sangatlah penting dalam pembentukan karakter anak sebab pendidik pertama bagi anak adalah orang tua itu sendiri.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam membentuk karakter anak, strategi yang digunakan orang tua untuk membentuk karakter anak dan upaya yang dilakukan dalam pembentukan karakter anak di Kelurahan Karang Siri, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timur Tengah Selatan. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, keluarga merupakan tempat pertama dimana anak memperoleh pendidikan. Karakter anak dibentuk pertama kali di dalam keluarga. Oleh karena itu, orang tua hendaknya memiliki konsep atau ketentuan dalam mendidik anaknya yang meliputi pembentukan karakter religius, disiplin, dan kemandiri anak. Orang tua adalah contoh dan teladan bagi anaknya sendiri, sehingga peran orang tua sangatlah penting dalam perkembangan dan pembentukan karakter anak sejak dini. Kata Kunci: orang tua; pendidikan; karakter
Kontribusi Guru Kristen dalam Membentuk Pemikiran Kritis Siswa di Era Digital Giawa, Safatulus
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.70

Abstract

Abstract: Today, society is inseparable from the digital world, where everyone gathers and is not limited by space, time, or place; as long as they are connected to the internet, they can interact and share information. Due to that culture, society uses the information obtained from social media as a moral foundation and a guide for behavior, in contrast not all information is beneficial for certain communities because it is hindered by different contexts and needs. It is often found that information on the internet must be filtered before it can be used as a guideline for life. This filtering process requires critical thinking to analyze and assess the merits and drawbacks of information, determining whether it aligns with one's needs or not. Therefore, this research is conducted to formulate the contributions of teachers in training the community to think critically through the world of education, where teachers act as educational agents. This research uses a qualitative research method based on a literature review by examining various literatures and then presenting the findings descriptively as the result of the study. This research found that critical thinking in the digital era is essential and is part of the complexity of the tasks faced by Christian education teachers. To foster students' critical thinking, teachers must understand the role of reason as noted in the Bible, then develop philosophy and theology in learning, guide students to think critically, serve as models of critical thinking, and train students to have moral sensitivity as a form of Christian spirituality in the digital age. Abstrak: Masyarakat saat ini tidak terlepas dunia digital dimana setiap individu berkumpul dan tidak dibatasi oleh ruang, waktu, dan tempat tetapi cukup terhubung ke jaringan internet mampu berinteraksi dan berbagi informasi. Oleh karena budaya tersebut, masyarakat menjadikan informasi yang didapatkan di sosial media sebagai landasan bermoral dan berperilaku, sementara tidak semua informasi bermanfaat bagi masyarakat tertentu karena dihalangi oleh konteks dan kebutuhan yang berbeda-beda. Kerap ditemukan bahwa informasi di internet harus difilter terlebih dahulu sebelum dijadikan pedoman hidup. Proses filter tersebut memerlukan pemikiran kritis untuk mengkaji serta menilai baik dan buruknya sebuah informasi, sesuai atau tidak sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merumuskan kontribusi guru dalam melatih masyarakat berpikir kritis melalui dunia pendidikan dimana guru sebagai pelaku pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi literatur dengan mengkaji berbagai literatur kemudian menuangkan secara deskriptif sebagai hasil penelitian. Penelitian ini menemukan hasil bahwa pemikiran kritis di era digital sangat diperlukan dan merupakan bagian dari kompleksitas tugas guru pendidikan agama Kristen. Untuk membentuk pemikiran kritis siswa, guru harus memahami peran akal budi sebagaimana dicatat oleh Alkitab, kemudian mengembangkan filsafat dan teologi dalam pembelajaran, membimbing siswa berpikir kritis, guru menjadi model berpikir kritis serta melatih siswa memiliki sensivitas moral sebagai bentuk spritualitas kristen di era digital.
Diskursus Guru Kristen: Diciptakan untuk Mendidik, Mengajar dan Melayani Nassa, Grace Son; Masinambow, Yornan; Rompa, Masye; Banfatin, Nahor
MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55967/manthano.v3i2.74

Abstract

Abstract: This article describe and analyze the Christian teacher discursively, where the Christian teacher is created to educate also teach, and serve. Christian teachers must first understand the theological concepts of creation to redemption as fundamental in educating students. Christian teachers must rely on Christ as a guide for their teaching and education in addition to themselves with various scientific perspectives. In this article, a qualitative research approach with a literature study method is used to describe and analyze Christian teachers. The results found are that Christian teachers in their progress as educators must have biblical insights that are first attached to the teacher and then implemented in students. In addition, Christian teachers need to be creative and effective like Christ who in His teaching attracted the attention of many people, complicated teaching but simplified as best as possible but with the aim of proclaiming the Kingdom of God. The Christian teacher's biblical knowledge and creativity are based on introducing God based on His word to the learners. Christian teachers must upgrade themselves in teaching and educating, not be rigid and follow Christ who taught with power, creativity and effectiveness, in contrast to the scribes who taught as a formality and stuck to legalism. In this way, the Christian teacher's progress is discursively dynamic, meeting the challenges of the times while at the same time adhering to biblical insights based on the teaching of Jesus Christ, the Great Teacher.    Abstrak: Artikel menjabarkan serta menganalisis tentang guru Kristen secara diskursif, dimana guru Kristen dicipta untuk mendidik sekaligus mengajar dan melayani. Guru Kristen harus terlebih dahulu memahami konsep teologis penciptaan hingga penebusan sebagai hal fundamental dalam mendidik para peserta didik. Guru Kristen harus mengandalkan Kristus sebagai pedoman pengajaran dan pendidikannya selain diri mereka sendiri dengan berbagai perspektif keilmuan yang ada. Dalam artikel ini, pendekatan penelitian kualitatif dengan studi kepustakaan digunakan untuk mendeskripsikan serta menganalisis guru Kristen. Adapun hasil yang ditemukan adalah guru Kristen dalam kemajuannya sebagai pendidik harus memiliki wawasan alkitabiah yang terlebih dahulu melekat dalam diri guru lalu diimplementasikan pada peserta didik. Selain itu, guru Kristen perlu kreatif dan efektif seperti Kristus yang dalam pengajaran-Nya yang menarik perhatian banyak orang, pengajaran yang rumit namun disederhanakan sebaik mungkin namun dengan tujuan pewartaan Kerajaan Allah. Wawasan alkitabiah dan kreatifitas guru Kristen didasarkan pada memerkenalkan Allah berdasarkan firman-Nya kepada para peserta didik. Guru Kristen harus mengupgrade diri dalam mengajar dan mendidik, tidak kaku serta mengikuti Kristus yang mengajar dengan berotoritas, kreativitas, dan efektivitas, kontras dengan para ahli Taurat yang mengajar sebagai formalitas dan terjebak pada legalisme. Dengan begitu, kemajuan guru Kristen secara diskursif adalah bergerak dinamis, memenuhi tantangan zaman namun pada saat yang sama berpatokan pada wawasan alkitabiah berdasarkan pada pengajaran Yesus Kristus, Sang Guru Agung.