cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
KAJIAN SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA TRADISI DI INDONESIA (MELALUI STUDI KASUS KEBERADAAN UNSUR RAGAM HIAS PADA KERATON SOLO DAN YOGYA SEJAK AWAL ABAD KE 20) Djoko Sutjipto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.406 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1206

Abstract

AbstractThe goal of this articles wants to know all sort of reason that affect vagueness of people's appraisal to Javanese cultural palaces. These analyses start at explanation about educational system, that had been introduced to local people at the begining of the twentieth century by (Dutch) colonial goverment, to have the disposal of literarure approach and field observation. This system of education had produce a new intelectual generatin which have western oriented in teir way of thingking and life, that caused decrease of loyality to tradisional culture, included ornament in palaces interior AbstrakTujuan penulisan ini ingin mengetahui faktor penyebab proses menurunnya apresiasi masyarakat atas seni rupa tradisi ( ragam hias) yang bersumber pada keraton Jawa. bahan kajian yang digunakan berangkat dari fakta sejarah perkembangan pengajaran sistem 'barat' yang diperkenalkan sejak berkuasanya pemerintah kolonial Belanda. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan analisis deskriptif yang bersumber dari literatur , observasi lapangan dan wawancara. Sebagai hasilnya , sistem pengajaran ini telah melahirkan generasi 'baru' ( kaum terpelajar). Pola pikir, pola sikap , dan pola laku generasi baru ini telah menyebabkan pudarnya kesetiaan dan apresiasi mereka terhadap budaya tradisi umumnya dan seni rupa khususnya.  
ZEN INTERIORS Djoko Sutjipto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1384.878 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i2.1207

Abstract

 AbstractZen Interiors. Modern design which is inspired b the philosophy of Zen Buddhism, was declared by Bauhaus ( 1920). But since 1970 , modern design had been reduced once and was replaced by postmodern which was pioneered by Charles Jencks. yet in the beginning of 2000, the reality of modern design accompanied by simplicity, emerged once again with a new similar terminology, 'minimalism'. This emerging style of this particular design is relevant to the demands of the modern life, as a therapeutic way to solve or deal with the pressure caused and accumulated by work or travel. AbstrakZen Interior. Desain modern sebagai suatu mazhab yang dideklarasikan pada tahun 1920 oleh lembaga pendidikan desain ' Bauhaus' di Wiemar ( Jerman) ,sejatinya lahir dari pesona falsafah Zen Budhism. sejak dekade tahun 1970-an , penganut desain modern sempat surut, tergeser oleh paham baru , yang dikenal dengan gerakan Postmo (pasca modern) yang dipelopori Charles Jencks. Namun memasuki milenium 2000, hakekat mashab desain 'modern' yang disemangati simplicity, seperti bangkit kembali dengan terminologi lain namun dengan makna serupa , yaitu 'minimlais' . Kebangkitan ini, agaknya sangat relevan dengan tuntutan hidup modern sebagai upaya terapitik menghadapi ketegangan jiwa yang terakumulasi di tempat kerja dan perjalanan  
PENGARUH DOMINASI GAYA EROPA PADA MEBEL UKIR JEPARA Bambang K Kurniawan
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.295 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1209

Abstract

AbstractThe style of Jepara crafted furniture developed nowdays was an adaptation from those European style assimilated with the local culture. In the past, the authoity i.e local goverment has played its rules as controler which in turn has made the craftsmen felt free to adopt varioyus style. This policy was due to demand from the markets. Patterns and ornaments of Jepara crafted furniture are dominated by European style. In the advance, the development of these style was always following the culture of Jepara society in building their own values. These values thus adapting the changes and dynamics in civilization. AbstrakGaya mebel ukir Jepara yang kini berkembang merupakan hasil adaptasi pengaruh gaya Eropa dengan unsur lokal. Pada masa lalu peran kekuasaan yang menempatkan diri sebagai pengayom perajin ukir, menyebabkan pelaku industri mebel ukir secara sadar menyerap berbagai gunsur gaya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan menyesuaikan permiantaan pasar. Motif dan ornamen yang diterapkan pada mebel ukir Jepara didominasi oleh pengaruh gaya Eropa. gaya Eropa yang pernah dibuat sudah ada jauh pada masa sebelum diserap dan diterapkan pada mebel ukir Jepara. dalam perkembangannya mebel ukir Jepara selalu berkaitan dengan pola dan perilaku masyarakatnya dalam membentuk nilai-nilai budaya.Dalam setiap gerak dinamika masyarakat Jepara, nilai-nilai budaya mebel ukir Jepara berproses mengikuti perubahan zaman
INTERIOR APARTEMEN DI JAKARTA: FUNGSI, PERANAN , DAN ELEMEN PENDUKUNGNYA Arma Gafar Subiyanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.648 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1212

Abstract

AbstractIn some parts of thr world, the word apartement refes tor a new puspose built self-contained residential unit in a building, whereas the word flat means a converted self-cointained unit in an older building. An industrial, warehouse or commercial space converted to an apartement is commonly called loft. The dwelling is the warm and pleasant refuge in which we feel protected, our place of rest and work, the scenario in which our daily life is enacted, the space in which the essence of each biography is best revealed, a place of encounter and confrontation in which we spend most of our time. AbstrakDi beberapa bagian dunia, kata apartemen merujuk pada suatu pandangan baru mengenai pembangunan unit tempat tinggal di dalam suatu bangunan. termionolgi Flat, diartikan sebagai unit dari suatu bangunan yang telah tua. Sedangkan dalam dunia industri, gudang atau ruang yang disewakan secara komersial dan menyatu pada apartement disebut dengan loaf. Tempat tinggal adalah suatu tempat yang hangat dan menyenangkan di mana kita merasakan terlindung waktu beristirahat ataupun waktu bekerja, hampir seluruh kehidupan kita berlangsung di sana yang menjadi inti dari kehidupan kita dan tempat sebagian besar waktu dihabiskan.
TINJAUAN DAN PESAN PAMERAN KARTUN PEMUDA ASIA 2008 Farid Abdullah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.356 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1213

Abstract

AbstractThis essay is to understand Asian youth cartoons of a such period (2008) , and very important to look the background of that period. The theme of Asian Cartoon Exhibition is " Asian Youth Culture " with 10 leading cartoonist from 10 Asian nations , have produced a total of 75 new works depicting the youth culture in the respective nation for our entertainment as well as for promoting our awareness of aour Asian commonalities and diversity. Looking through some these cartoons, we will find a plethora of nostalgia and ludicrousness AbstrakTulisan ini bertujuan untuk memahami karya-karya kartun pemuda Asia pada periode tertentu ( 2008). Untuk itu, perlu diketahui pula latar belakang keadaan masa tersebut berlangsung . Tema utama dari pameran kartun ini adalah " Kebudayaan Pemuda Asia" yang diikuti oleh 10 kartunis terkemuka dari setiap negara Asia, dan menyajikan 75 karya terbaru dari kartunis tersebut. Karya-karya kartun ini menunjukkan tentang kebudayaan di mata pemuda dan diharpakan dapat meningkatkan kepedulian bangsa Asia atas keberagaman mereka. Melalui pameran kartun ini, kita dapat mengingat masa lalu dan kejenakaan di sekitar masyarakat.
RUMAH SISTEM BONGKAR PASANG KARYA PENGRAJIN DESA WOLUAN UNTUK PEMUKIMAN KUMUH Pamudji Suptandar
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.024 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1214

Abstract

AbstractThe culture of architecture comes from a local accumulation of history. It manifests itself among the built forms and in day living, exerting a voiceless influence on the experience and behaviour of the inhabitants. Architecture id a regional product: buildings seive ad derive their significance from local contents and in a sense, it is the soul of our cities, towns and villages  AbstrakBudaya arsitektur terbentuk dari serangkaian sejarah. Budaya tersebut merupakan gambaran dan lingkungan buatan dan kehidupan sehari-hari yang dipengaruhi oleh pengalaman dan perilaku penghuni.Arsitektur adalah produk setempat yang harus mampu melayani dan memberi kepuasan pada penghuni serta merupakan jiwa dari suatu wilayah, kota dan desa.
MODUL DAN TEKNOLOGI DALAM FLEKSIBILITAS RUANG DI KOTA METROPOLITAN JAKARTA Setiadi G S
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.719 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1215

Abstract

AbstractBuilding as part of city planning in architecture play an important role in shopping architectural apperance so that the image and the outer look of the buildings become an essential part in public buiding such as schools and offices. To gain a good design of the building which meets the architectural standard a well-planned design of the building should be carefully considered -either in governmental buildings or commercial buildings . The design in buiding must involve dimensial standard which is a part of the process of designing buildings must involve dimensial satndard which is a part of the process of designing buildings without neglecting the essensce of the design itself. Good design should be viewed from its function and its aesthetics. Flexibility is the capacity to accept changes towards space without completely changing the main element which form that space. The changes simply exist in supporting element AbstrakBangunan sebagai bagian dari arsitektur kota menjadi sangat penting dalam pembentukan wajah arsitektur , sehingga aspek citra dan penampilan bangunan juga menjadi hal sangat penting untul diperhatikan baik bangunan fasuilitas pendidikan, perkantoran, dan bangunan-bangunan lainnya. Untuk mencapai perancangan bangunan yang memenuhi standar arsitektur yang baik tentunya harus memalui proses perancangan yang matang, baik untuk keperluan penyelengaraan pemerintah maupun banguan komersial. Pernacangan dalam bangunan akan dihadapkan pada maslah-maslah dimensi ukuran yang merupakan bagian dari satandar proses perancangan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai desain yang baik ditinjau dari segi fungsi dan estetika. Fleksibitas adalah kemampuan suatu ruang untuk menerima perubahan-perubahan terhadapr fungsi ruang tersebut, tanpa meribah keseluruhan elemen pembentuk ruang di mana perubahan hanyalah pada elemen-elemen pengisinya saja
ILUSTRASI YANG ILUSTRATIF Suryadi Suryadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.137 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1222

Abstract

AbstractIllustrative pictures exoress stories , manuscripts visually. Good Illustration shcuid depict pictures representing texts, sentences or stories based on creative work. Featuring human anatomy, animal, still life in a right way ( depending on the characteristics of stories) might have good composition and proportion with spesific characteristics of its features. AbstrakGambar ilustrasi adalah gambar yang bertujuan untuk lebih menjelaskan cerita, naskah, atau yang lainnya secara visual. Ilustrasi yang baik adalah gambar harusmewakili teks, kalimat , naskah/cerita yang menjadi gagasan/ide penciptaan karya. Penggambaran anatomi manusia, binatang , dan alam ( still life) secara benar ( tergantung pada jenis dan sifat cerita ), hendaklah memiliki komposisi dan proporsi yang baik serta karakter atau ciri khas gaya gambar tersendiri.
NILAI KEINDAHAN DAN KEUNIKAN HULU KERIS BALI Eveline C S
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.301 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1226

Abstract

AbstractKeris is a weapon with special appearance. Keris is usually made of metal such as iron, nickel, silver, gold or wood.Wood is used us a handle of keris, wich is commonly called ' danganan keris'. In Bali, keris becomes a symbol of human's life so that people can understand life problem in the world. This illustration reflects a part of keris, which is 'danganan' besides its function as a handle, 'danganan' represents value and prestige. The unique Balinese keris compared with other keris in Indonesia , lies on the material and keris comes in more various form AbstrakKeris merupakan senjata tajam dengan wujud yang snagat khas. Umumnya terbuat dari bahan logam seperti besi, nekel, baja, emas, perak, dan kayu. Untuk bahan yang disebutkan belakangan umumnya difungsikan sebagai pegangan atau danganan keris. Pada masyarakat Bali keris merupakan perlambang kehidupan manusia agar bisa mengerti masalah kehidupan di dunia. Tulisan ini mengetengahkan salah satu bagian dari keris yaitu hulu keris yang di Bali disebut danganan. Di samping fungsinya sebagai tempat memegang keris, danganan juga dapat mencerminkan nilai dari sebuah keris, di samping pamor yang terdapat pada bilah keris. Keunikan hulu keris Bali jika dibandingkan dengan hulu keris dari daerah lain di Indonesia terletak pada materi dan bentuknya yang lebih bervariasi.
REKAYASA TEKNOLOGI VISUAL KULTURAL Wajar Bimantoro
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1227

Abstract

AbstractThe ddevelopment of information technology especially TV and cyber recently is growing fast. The use of this technology is becoming very complex. Television becomes the most effective media for agitation while internet is developing as media which is used by all people in the world to have an access to get any information ia a second.Web-sites in the internet serve as window of any kinds of information in web-sites provide any information which anyone can get. Moreever, this information is shown in the monitor with all complete data. since internet was popularly used, pornography in certain websites have easily been obtained . Some interpreuner involving in  in internet business can be very successful because pornography is present in the service AbstrakPerkembangan teknologi informasi terutama Televisi dan cyber, dewasa ini sudah semakin pesat. Penggunaannya pun sudah mencapai suatu taraf yang semakin komplek. televisi merupakan media paling efektif untuk tujuan agitasi dan hegemoni sedangkan internet yang berkembang sebagai media yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat di berbagai belahan dunia menjadikan setiap orang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan dan mengakses informasi apapun dengan cepat. Situs di internet merupakan jendela dri berbagai informasi, dan keragamannya memungkinkan setiap orang dapat memperoleh informasi yang diinginkan tersaji secara lengkap di layar. Bahkan dengan munculnya internet, situs-situs porno pun semakin mudah di dapat. Sebagian dari pengusaha wiraswasta internet yang paling berhasil adalah mereka yang mengoperasikan situs-situs porno di internet

Page 11 of 38 | Total Record : 376