cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
jurnal_dimensi@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25275666     EISSN : 25497782     DOI : https://doi.org/10.25105/dim
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain diterbitkan oleh Fakultas seni Rupa dan Desain. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Februari dan September. Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal bidang seni dan desain yang terbilang aktif sejak pertama kali diterbitkan dari tahun 2003 sampai sekarang. Menjadi salah satu jurnal seni dan desain yang banyak diminati oleh para penulis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia
Articles 376 Documents
MAL AND PLAZA, ADOPTED FROM URBAN SPACE R.Siti Rukayah; Sugiono Sutomo; Joesron Alisyahbana
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.299 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1230

Abstract

AbstractThe interior of retail concept always change from time to time due to increase requirement of human being to consume goods production. Concept mal in retail nowadays adopted from pedestrian mal, plaza and public square in urban design. So the function of mal was developed from shopping, space for gathering people, recreation and as new public space to net the consumen. But how is the mal as new public space if choosing location in public square like Sun pang Lima Semarang? The result of the research base on fenomenoloocal method, mal in public square, become a nice place for people to moving trhough, recreation and short traffict area. So the theory of designer interior that moving traffict is the most important matter in retail to determine its shop sealable or not and Marketing themy that suggest, location need to be correction.AbstrakKonsep ruang ritel selalu berkembang setiap saat sejalan dengan makin meningkatnya kebutuhan manusia dalam mengkonsumsi barang-barang produk. Konsep pada ritel ini diadopsi dari pedestrian ma!, plasa clan ruang publik, sehingga peranan mal dapat dikembangkan tidak saja sebagai tempat untuk berbelanja saja, tapi juga sebagai tempat untuk rekreasi dan untuk menarik pembeli
GAYA SENI, PATRONASE DAN PROSES PELEMBAGAAN SENI KERAJINAN DI JEPARA DAN BALI Ganal Rudiyanto
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.183 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1231

Abstract

AbstractArt product is based on between the line meaning divided into four categories, which are: (1) art which is made as cultural symbol product, (2) have a meaning of faith in God, (3) have a meaning of local cultures, and ( 4) have a meaning of economics. From the four aspect, the writer is trying to compare, symbolic meaning which is implied in public art in Bali with industrial carving in Jepara, and also trying to know the form of the social construction of art.keywords: social structure afar!, comparisonAbstrakProduk seni berdasarkan makna yang tersirat dibagi menjadi empat kategori, yaitu: (1) seni yang dibuat sebagai produk simbol budaya, (2) bermakna kepercayaan, (3) bermakna adat istiadat setempat, dan (4) bermakna ekonomi. Dan i ke empat aspek tersebut penulis mencoba membandingkan, makna simbolis yang terkandung da lam karya seni masyarakat di Bali dengan industri kerajinan ukir di Jepara, serta mencoba mengetahui ben tuk konstruksi sosial seninya. Kata kunci: struktur sosial seni, perbandingan
TEMA, CITRA DAN GAYA "DAY CARE, PRESCHOOL and BOUTIQUE": Fasilitas bagi Kanak-Kanak dan Balita di Lingkungan Apartemen di Jakarta Gratia Tari; Tri Alnoz Kalla; Okki Pratiwi; Yuke Adriati
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1760.605 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1232

Abstract

AbstractThe construction of condominiums which are progressively blooming at this time demons the investor to provide service by providing facilities which are needed Ibr the comfbrt and welfare of' living of the occupants. Among others, one requiredjaci lily is public space. Facilityfbr pre school also requires special attention because this matter is related to the spiritual and physical development or the .younger generation. And of course, as well as for emotional and social activities.keyword: theme, style and image, chikfren playground, preschool, apartmentAbstrakPembangunan rumah susun yang semakin berkembang saat ini menuntut investor untuk meningkatkan pelayanan dengan mengaciakan fasilitas yang diperlukan untuk kenyamanan penghuninya. Fasilitas itu diantaranya ad alah ruang publik.Fasilitas untuk anak-anak pra sekolah perlu mendapat perhatian khusus, karena hal ini berkaitan clengan perkembangan fisik kognitif, emosi maupun sosial.
ARTI RUMAH TINGGAL BAGI ORANG SUNDA Tetty Sekaryati
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1600.418 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1233

Abstract

AbstractMostly house structures for living are based on the concept from the roots of nature (cosmos) which is depicted through myths, religions or beliefs. Reflection of strenght outside the human being are frequcntly realized in so ninny aspects, for example in the shape of buildings, space arrangements and also the implementation of the element of decoration.This article is aniffbrt to express the meaning of house structures for the Sundanese like the one told by Romo Mangunwijaya , a cultural observer, the houses we are building are house for human beings. Therefore it is actually something that always reflects the breath of human life by tendencies and character, by the aspirations and passions. In general traditional architectural device which is based on the concept of the Sundanese people has integrated with nature. Nature is strength or potency which must be wisely accurately in everyday life.keyword: Stmdanese housesAbstrakSebagian besar konsep dasar bangunan rumah tinggal bersumber dari alam (kosmos) yang digambarkan melalui mitos-mitos, kepercayaan atau agama. Refleksi kekuatan di luar manusia tersebut acapkali diwujudkan d a la m berbagai hal, misalnya dalam wujud bangunan, penataan ruang maupun penggunaan elemen dekorasi.Tulisan ini acialah upaya mengungkap arti bangunan rumah tinggal bagi orang Sunda seperti yang dikatakan oleh Romo Mangunwijaya seorang Budayawan, bahwa rurnah yang kita bang-un ialah rumah manusia. Oleh karena itu merupakan sesuatu yang sebenarnya selalu dinapasi oleh kehidupan manusia, oleh watak dan kecenderungan-kecenderungan, oleh nafsu dan cita‑citanya. Secara Umum konsep  dasar rancangan arsitektur tradisional masyarakat Sunda adalah menyatu dengan alam. Alam meripakan sebuah potensi atau kekuatan yang mesti dihormati serta dimanfaatkan secara tepat di dalam kehidupan sehari-hari
ESTETIK DALAM PERANCANGAN PRODUK: ANTARA YANG KONKRIT DAN YANG ABSTRAK Embun Kenyowati
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.212 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1234

Abstract

AbstractAesthetic has been a word with many meanings. The common one means beauty. Actually, a branch of philosophy in the field of axiology, a realm of values. As a discipline it is usually confused with the philosophy of art. The idea that aesthetic always concern with beatify and art, makes the term exhausted. in this paper, in relation with the product design, I proposed to use the original meaning of aesthetic, in Greek, aesthetic, means sensation, perception or feeling. Starting from the clear ground of the term, we can move into the idea of aesthetic of product design. In this case we are now free to use any kind of aesthetic criteria in designing or making a product, as long it accommodates people need and images, such as identity, ideology, culture, class etc. No one can dictate or judge any other person 's aesthetic, in the name of high culture, or whatever, so this is to be a knowledge by the product designer, or first by the design institution, and the students at large. Though the value of classical products can be still high in your wind and in reality, but now it is at the same level with the ethilic, for example both are aesthetic. It is a matter of understanding and reconciling between the concrete and the abstract. Between the thing, the product, and the ideas or values you would like to attribute to it.Keywords: aesthetic, art, sensation, experienceAbstrakEstetika acialah kata dengan banyak arti. Umumnya adalah keindahan. Sebagai suatu disiplin ilmu, estetika sering tertukar dengan filsafat seni. Pendapat bahwa estetika selalu menyangkut keindahan dan seni membuat istilah estetika menjadi samar. Dalam Hubungannya dengan desain produk saya mengajukan untuk menggunakan pengertian estetika sebenarnya, yang dalam bahasa Yunani berarti sensasi, persepsi atayu perasaan. Dimulai dari kaidah yang berlaku, dalam bahasa ini , kaitan estetika dengan desain produk. Dalam kasus ini kita bebas menggunakan kriteria estetika dalam mendesain atau membuat produk, selama hal itu tetap memberi gambaran identitas, ideologi , kebudayaan, golongan dan sebagainya. Tidak ada orang yang bisa menilai estetika orang lain, biarpun atas nama kebudayaan tinggi, jadi ini merupakan ilmu bagi deainer produk/institusi desain, dan mayoritas siswa
TATA RUANG DALAM RUMAH BETAWI : "KETURUNAN" DENGAN KEBUDAYAANNYA Tjandra Kania
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1241.644 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1235

Abstract

AbstractAlthough it is very hard topic] Batavian traditional houses these days, the south part of Tangerang district, near the border of Bogor district, there are still »limy houses with Battroian Traditional Architecture which are occupied by Indonesian-Chinese, or commonly named as "keturunan" community.Those houses are built by the Indonesian-Chinese with some modification in the interior arrangement to accommodate the activity of devotion to their ancient.AbstrakWalaupun ru ma h Betawi saat ini sudah sulit dijumpai, namun di selatan Kabu paten Tangerang, berbatasan dengan Kabupaten Bogor, masih banyak dijumpai rumah dengan gaya Arsitektui­Betawi Tradisional, yang dihuni oleh etnis Betawi "keturunan".Rumah tersebut dibangun oleh etnis Tionghoa "keturunan" de­ngan susunan ruang dalam yang sudah mengalami perubahan, disesuaikan untuk mengakomodasi aktivitas "berbakti kepada leluhur"
ERGONOMI DALAM BIDANG PERENCANAAN ARSITEKTUR DAN INTERIOR Setiadi G S
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.112 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1236

Abstract

Abstract:Usage of mind and mind of being* taking care of continuity of life hear culture as we know now. From here grows various norms institutions, behaviour pattern, image of human being, including in its the process of scheme of interior and architecture. To pass off interaction and communications with the environment of human beings is provided by 3 fundamental abilities namely: structural body/anatomy, physical ability, and physichological ability. Ergonomi as applied sciences which is in altidisiplined can be entangled further as part ofscheme process.Keywords: ergonomic, hit man beings, space and environmentAbstrakPenggunaan akal dan pikiran manusia untuk menjaga kelang­sungan hidupnya melahirkan apa yang kita kenal sebagai ke­budayaan dari sinilah berkernbang berbagai pranata norma, pola tingkah laku, citra manusia, termasuk pula didalamnya proses perancangan arsitektur dan interior. Untuk melangsungkan ko­munikasi dan interaksi dengan lingkungannya manusia dibekali dengan 3 kemampuan pokok yakni: struktur tubuh/anatomi, kemampuan fisik, dan kemampuan psikis. Ergonomi sebagaiterapan yang multidisiplin dapat dilibatkan lebih jauh lagi sebagai bagian dari proses perancangan.
HOW TO GET A PhD: A HANDBOOK FOR STUDENTS AND THEIR SUPERVISORS Taswadi Taswadi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.59 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1237

Abstract

AbstractThl's artl'cle I'S compilatl'on of book w!'l'tten by Estelle M. Phillips concerning guidance for readers interested in continuing to study in doctoral program or S3, moreover this book is simple and can be used for every educational purposes of manktnd hankeringto develop one self.AbstractTulisan mi merupakan saduran dari buku yang ditulis oleh Estelle M. Phillips mengenai panduan bagi pembaca yang berminat melanjutkan studi ke program doktoral atau S3,lebih dari itu buku ini temyata juga dapat dipakai oleh setiap nlsan pendidikan yang berminat mengembangkan diri.
IMPLEMENTASI GAYA DAN TEMA KONTEKSTUAL DALAM PERANCANGAN INTERIOR ERA PASCA MODERN Aghastya Wiyoso
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 4 No. 2 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1877.35 KB) | DOI: 10.25105/dim.v4i2.1239

Abstract

AbstractDesign is still growing relatively as a new discipline. Now Design has already left its old paradigm, as an ornament embellishment of the product or space, to gain a new responsibility to solve advanced and complex needs of humankind behind a designed object. This change, also in the field of inten~or design, acted its design process which must combine both aesthetical and rational ability. Design concept, included a theme in it, is one important step of the design process and play a role as a problem solving anticipation that can direct the whole design process to the right goal or criteria which already stated in early phase. Styles must response physically the theme establls"lzed before. In the age of pluralism with a more complex growlh of space categories and thetr~ requirements, determim'ng themes creatively and recombim"ng and recontextualizing styles are needed to achieve a close relationship between space structures and their meam'ng or content.Ke ywords . design, interior design, design concept, implementation theme and style AbstrakDesain kini terus berkembang sebagai disiplin ilmu yang relatif baru. Hingga saat ini desain telah meninggalkan paradigma lama sebagai suatu penghias dan ruang atau produk untuk memperoleh suatu peran baru, yaitu memecahkan masalah kebutuhan manusia yang kian kompleks yang berada di bank suatu obyek desain. Perubahan ini juga terasa dalam desain interior, pengaruhnya pada proses desain mengkombinasikan kepekaan  estetis dan kemampuan rasional. Konsep desain, termasuk didalamnya tema merupakan salah satu langkah penting dalam proses desain dan memainkan peran sebagai antisipasi pemecahan masalah yang dapat mengarahkan keseluruh
TRANSFORMASI KRIYA TENUN SUTERA GARUT Farid Abdullah
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 4 No. 2 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1757.928 KB) | DOI: 10.25105/dim.v4i2.1240

Abstract

AbstractIndonesia silk craft industry just one of national products that very high in local contain. Transformations of Carat silk craft industry, start from Ins-tory of sericulture, silk cocoom'ng process, weaving, andfinishing. Producing silk craft is a lengthy process and demands constant close attention. Development of Garut silk weaving industry today entering the stage to production coexistency and the third generaton management .AbstrakKriya sutera Indonesia merupakan produk nasional yang memiliki kandungan lokal yang tinggi. Perkembangan kria tenun sutera Garut, terkait dari sejarah kegiatan seri kultur kokon suterapenenunan hingga penyelesaian akhir (finishing) telah terjadisejumlah transformasi, balk transformasi pelaku usaha, alat, bahan, hingga proses yang dilakukannya. Untuk menghasilkan kriya sutera, memerlukan proses yang panjang dan perhatian pelaku secara erat. Perkembangan tenun sutera Garut pada saat ini memasuki tahap mempertahanan eksistensi produksi dan pengelolaan oleh generasi ketiga.