cover
Contact Name
Wiwiek Fatmawati
Contact Email
wiwiek@unissula.ac.id
Phone
+628122857551
Journal Mail Official
jurti@unissula.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Sultan Agung Jl Kaligawe KM 4 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURTI Jurnal Teknik Industri
ISSN : 20897561     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JURTI (Jurnal Teknik Industri UNISSULA) adalah publikasi ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah dibidang teknik industri yang mecakup manufaktur, manajemen industri dan sistem infromasi manajemen industri. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. JURTI menerima artikel ilmiah dari penelitian yang berkualitas baik dari peneliti, dosen, dan mahasiswa berdasarkan hasil review dari mitra bestari. Artikel yang masuk harus bebas plagiat dan harus mengikuti layout yang sesuai dengan template yang jurnal JURTI.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2023)" : 7 Documents clear
Analisis Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Analisis Always Better Control (ABC) Dan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Fitriadi, Ayub Mohammad Khoirul; Syakhroni, Akhmad; Mas'idah, Eli
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.157-165

Abstract

Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu atau persediaan barang-barang yang masih dalam pengerjaan atau proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam proses produksi. PT. Pijar Sukma adalah sebuah industry yang bergerak dalam bidang manufaktur pembuatan berbagai jenis perabotan rumah tangga serta dalam mempersiapakan kebutuhan bahan baku dengan menggunakan perkiraan, belum adanya perencanaan yang tepat, sehingga mengakibatkan biaya yang dikeluarkan dalam membeli bahan baku dan biaya penyimpanan cenderung besar. PT. Pijar Sukma melakukan produksi dengan bahan baku utama adalah kayu bayor dan kayu mahoni. Setelah itu elemen yang mempengaruhi kelancaran proses produksi yaitu diantaranya pekerja, bahan baku utama, bahan baku pendamping, dan mesin – mesin produksi. Seperti halnya pada bulan Desember 2021, terdapat jumlah persediaan bahan baku kayu mahoni sebanyak 71,5 m^3. Akan tetapi, jumlah permintaan sebesar 85,8 m^3. sehingga terdapat kekurangan bahan baku paling rendah sebesar -14,3 m^3.Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa jumlah persediaan dan permintaan seringkali tidak sesuai atau tidak akurat. Dengan demikian, penggunaan EOQ diharapkan mampu mengoptimalkan bahan baku, dan mengurangi resiko yang mengakibatkan pemesanan tidak terpenuhi.
Perawatan Mesin Rice Milling Unit Dengan Metode OEE, FMEA, LTA dan Task Selection Setiadi, Rudi; Al Faritsy, Ari Zaqi
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.166-173

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UD Polos Jaya yang merupakan perusahaan Industri yang bergerak dalam bidang penggilingan padi. Permasalahan yang timbul di UD Polos Jaya adalah mencari berapa nilai efektivitas mesin rice milling unit dan mencari jenis kegagalan signifikan yang mempengaruhi kerusakan mesin serta mencari rekomendasi perawatan untuk mesin rice milling unit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas mesin dan mengetahui jenis kegagalan siginifikan yang mempengaruhi mesin serta memberikan rekomendasi perawatan pada mesin tersebut. Penelitian ini menggunakan metode OEE digunakan untuk mencari nilai efektivitas mesin, FMEA digunakan untuk mencari jenis kegagalan yang paling signifikan, LTA dan Task Selection digunakan untuk mengkategorikan jenis kegagalan serta mencari rekomendasi perawatan untuk mesin. Berdasarkan hasil analisis OEE pada bulan Januari sampai Desember 2022 total waktu kerja mesin 2082 (jam) total downtime 228 (jam) diperoleh nilai rata – rata OEE yaitu sebesar 56,30 % yang artinya mesin berada dibawah standar JIPM yang idealnya bernilai 85%. Jenis kegagalan yang paling signifikan yaitu pada kipas atau tangkai kipas yang patah dengan memperoleh nilai RPN tertinggi yaitu 140, usulan perawatan untuk jenis kegagalan tersebut yaitu melakukan pergantian baut – baut kipas apabila telah terkikis sampai 50% dan melakukan pengecekan secara rutin.
Strategi Penjadwalan Produksi dengan Metode Campbell Dudex Smith dan Heuristic Palmer Bagaskara, Wingga Wahyu; Khoiriyah, Nuzulia; Syakhroni, Akhmad
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.174-182

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UD.Mustika Putra Rimba yang merupakan salah satu indutri manufactur dibidang furniture yang menghasilkan produk seperti kusen, pintu, jendela dan lain lain. Dalam persaingan pasar dibutuhkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa mengancam perusahaan terkait output seperti yang diharapkan dalam waktu yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjadwalkan produksi yang efektif agar tidak terjadi penumpukan job, mengurangi waktu menganggur dan mampu meminimalkan waktu pengerjaan total (makespan). Penelitian ini menggunakan Metode Campbell Dudex Smith dan Heuristic Palmer menggunakan perhitungan manual untuk mengetahui waktu pengerjaan total yang minimum, urutan job dan idle time. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder berupa melihat waktu proses produksi. Hasil penelitian ini memperlihatkan jika menggunakan metode CDS ada 2 jenis perhitungan yaitu CDS konvensional dengan hasil nilai total makespan 305 menit dengan urutan 1-4-3-2. Sedangkan CDS parsial menghasilkan makespan 310 menit dengan urutan 4-1-3-2 dan heuristik palmer menghasilkan nilai makespan sebesar 315 menit dengan urutan 3-1-2-4. Dengan perbandingan kedua metode tersebut nilai makespan CDS konvensional lebih minimum dengan total nilai 305 menit urutan 1-4-3-2 mampu meminimasi lamanya waktu pengerjaan total, mengurangi waktu menganggur dan minumunya makespan dapat menghasilkan produksi tepat waktu sesuai yang diharapkan bagi perusahaan.
Pengukuran Tingkat Efisiensi Saluran Distribusi Pemasaran Produk Dengan Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Nikmah, Nisa Atun; Bernardhi, Brav Deva; Sugiyono, Andre
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.183-190

Abstract

UD.KTM(KATEEM) merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri pengecoran logam dengan produk baling-baling kapal, yang terletak di Kecamatan Juwana, Pati, Jawa Tengah. UD.KTM(KATEEM) menggunakan sistem produksi Make to stock dan juga Make to order, UD.KTM(KATEEM) mengalami kesenjangan antara target kuntungan dengan realisasinya yang disebabkan karena adanya ketidaksesuaian pada biaya distribusi produk baling-baling kapal yang digunakan. Penggunaan biaya distribusi seminimal mungkin merupakan efisensi dari saluran distribusi. Tingkat efisiensi saluran distribusi akan mempengaruhi peningkatan keuntungan, sehingga UD.KTM(KATEEM) perlu melakukan pengukuran efisiensi pada tiap saluran distribusi. Berdasarkan hasil pengukuran efisiensi dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan bantuan software Banxia Frontier Analyst yang tidak hanya dapat mengukur efisiensi namun juga dapat memperbaiki yang tidak efisien, hasil penelitian menunjukan bahwa dari 12 saluran distribusi terdapat 4 DMU yang Efisien, yaitu DMU 1 Pati, DMU 2 Jepara, DMU 4 Kendal dan DMU 6 Indramayu dengan skor 100%, sedangkan 8 saluran distribusi lainnya tidak efisien dengan skor dibawah 100%. Tidak efisiennya saluran distribusi disebabkan oleh faktor-faktor jumlah reseller, jumlah pengiriman dan biaya distribusi. Usulan perbaikan dilakukan bagi saluran distribusi yang tidak efisien hingga menjadi efisien dengan mengurangi mengurangi biaya distribusi pada masing-masing saluran distribusi. 
Perbaikan Kualitas Pelayanan Pada Bagian Pengiriman Barang Dengan Menggunakan Pendekatan Six Sigma Piaggi, Maxsyh; Andalia, Winny; Tamalika, Tolu
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.138-145

Abstract

Pada industri jasa penerapan manajemen kualitas telah menjadi kebutuhan pokok utama. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi tingkat pengajuan klaim yang disampaikan konsumen. PT. Sicepat ekpress merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa yaitu sebagai perusahaan distribusi barang.dalam pengirimannya sering mengalami keterlambatan. Faktor penyebab permasalahan yang sering terjadi di PT. Sicepat Ekpress adalah barang Criss cross dengan frekuensi kejadian yang sering terjadi yaitu mencapai 3580 unit dengan persentase 56,9% dari total defect, untuk permasalahan Bad addres yaitu sebanyak 2273 unit dengan persentase 37,8% dari total defect, untuk permasalahan paket hilang yaitu sebanyak 165 unit dengan persentase 2,7% dari total defect, untuk permasalahan Broken yaitu sebanyak 156 unit dengan persentase 2,6% dari total defect. Dari hasil pengolahan data, menunjukan bahwa bedasarkan table nilai Six Sigma, PT. Sicepat Ekspress  berada pada level 3,96 atau bisa dikatakan pada level 3σ dengan nilai rata-rata DPMO yaitu 6.867,09 setiap satu juta kiriman. Dari hasil nilai DPMO dan nilai Sigma tersebut dapat diketahui adal 4 jenis faktor yang mempengaruhi defect yaitu: Man, Peralatan, Methode dan Environment yang perlu mendapatkan perbaikan
Analisis Tata Letak Ruang Produksi Menggunakan Metode Activity Relationship Chart Jehanus, Maria Oktaviani; Wulandari, Lusi Mei Cahya
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.191-196

Abstract

UMKM Tahu N adalah ukm yang dimana proses produksi tahu sehat yang berasal dari bahan penggumpal nigarin atau sari air laut tanpa menggunakan cuka. Dalam produksinya, UMKM Tahu N masih memiliki permasalahan dalam proses produksinya, seperti tata letak ruangnya sehingga mengakibatkan produksi menjadi lambat dan memakan waktu yang cukup lama. UMKM Tahu N memiliki layout mesin yang membuat para pekerja memakan waktu lama dalam pembuatan tahu, serta layout yang masih tidak teratur. Analisis tata letak ruang produksi adalah suatu kegiatan untuk mengatur dan merencanakan tata letak ruang produksi agar efisien dan efektif. Analisis tersebut dilakukan untuk mempertimbangkan segala aspek seperti aliran bahan, aliran informasi, keamanan dan kenyamanan kerja, serta membantu dalam penghematan biaya produksi. Metode ARC akan membantu dalam memetakan alur produksi, seperti proses pengolahan kedelai, proses pembuatan tahu, proses pengemasan, serta proses pengiriman. Langkah tersebut dapat diukur dengan parameter seperti kualitas, biaya, maupun waktu. Hasil dapat terlihat bahwa tata letak produksi Tahu N menjadi lebih efektif mulai dari pemrosesan pada bagian fasilitas produksi yang jaraknya jauh seperti: penggilingan (B) ke perebusan (C), perebusan (C) ke pengayakan (D). Setelah dilakukan tata letak usulan dalam perubahan jarak lebuh menjadi signifikan, pengurangan jarak 35%, dan pada usulan tata letak yang baru lebih tertata dan sesuai aliran proses yang sesuai.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Metode Q (Continuous Review System) Dan Metode Blanket Order System Febriwanto, Adek Maryoga; Bernardhi, Brav Deva; Khoiriyah, Nuzulia
Jurnal Teknik Industri Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.2.1.146-156

Abstract

PT Khatulistiwa Sinergi Omnidaya (KSO) merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan Tandan buah segar kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit atau Clude Palm Oil (CPO). Persediaan bahan baku TBS di perusahaan tidak menentu, tergantung dari ketersediaan bahan baku yang didapat dari supplier. Perusahaan ini menghadapi permasalahan yaitu tingkat perubahan terhadap ketersediaan tandan buah segar kelapa sawit, yang mana bahan cukup intens perubahannya ketika musim panen sawit tiba dan disaat tidak sedang musim panen (masa trek). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian persediaan bahan baku tandan buah segar kelapa sawit sehingga nantinya dapat menemukan solusi bagaimana menghindari kekurangan persediaan bahan baku tandan buah segar kelapa sawit. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang sudah dilakukan berdasarkan perhitungan dengan metode kebijakan perusahaan sebesar Rp338.391.519.558,9.  Sedangkan jika menggunakan metode Continuous Review System maka didapatkan total biaya persediaan sebesar Rp338.379.074.727,17 dan Blanket Order System sebesar Rp367.905.738.415. Jika dibandingkan dengan kebijakan perusahaan, metode Continuous Review System total biaya metode ini selisih atau menghematan sebesar Rp12.444.831,73 dibanding kebijakan perusahaan, dan juga dapat diketahui bahwa jumlah pemesanan optimal 4.374 ton/pesan, Safety Stock 668 ton/pesan, Reorder Point 729 ton. Sedangkan persediaan metode Blanket Order System memang sedikit meningkat, tetapi dengan menggunakan metode Blanket Order System tersebut untuk kebutuhan bahan baku TBS kelapa sawit akan terjamin dikarenakan perusahaan telah melakukan kontrak jangka panjang dengan mitra petani untuk memenuhi kebutuhan bahan baku TBS kelapa sawit namun perusahaan harus menyiapkan biaya untuk penambahan bahan baku yaitu sebesar Rp29.523.879.000

Page 1 of 1 | Total Record : 7