cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+622476740287
Journal Mail Official
hnca@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu raya no.18 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Holistic Nursing Care Approach
ISSN : -     EISSN : 28082095     DOI : https://doi.org/10.26714/hnca
Core Subject : Health,
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 54 Documents
Penerapan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Gayamsari Ariana Salwa; Desi Ariyana Rahayu
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.048 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10365

Abstract

Hipertensi adalah kondisi yang mengharuskan jantung untuk bekerja lebih berat dalam memompa darah keseluruh tubuh disebut dengan penyakit hipertensi. Suatu metode yang diimplementasikan untuk mengobati hipertensi dengan menggabungkan terapi spiritual dan juga do’a agar bisa melakukan penyembuhan secara fisik maupun psikis disebut dengan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Riset yang dilakukan bertujuan melakukan analisis keefisienan metode SEFT terhadap tingkat penyembuhan hipertensi. Teknik yang diimplementasikan dalam riset ini yakni teknik descriptive melalui asuhan keperawatan. Sampel dalam riset menggunakan tiga responden pada pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah penderita hipertensi, dengan kriteria penderita hipertensi yang sedang tidak menjalani komplementer, penderita hipertensi primer, mampu berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi responden dan dilakukan pada dewasa akhir umur 40-60 tahun. Berdasarkan riset yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu adanya perubahan yang signifikansi terhadap penurunan hipertensi dengan mengimplementasikan metode SEFT.
Penerapan pencucian luka menggunakan air rebusan daun jambu biji terhadap tingkat malodor pasien luka kaki diabetik Arief Shofyan Baidhowy; Yunie Armiyati; Jazil Imandarri
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.69 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8758

Abstract

Pasien Diabetes Mellitus memiliki masalah yang serius terkait komplikasi Ulkus kaki diabetik. Dampak dari ulkus kaki diabetik meliputi malodor (bau), gangguan integritas kulit dan jaringan serta nyeri akut. Pencucian luka menggunakan air rebusan daun Jambu biji mampu menurunkan malodor dan membantu memperbaiki integritas jaringan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun Jambu biji terhadap tingkat malodor pasien ulkus kaki diabetik. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi kasus adalah pasien penyakit Diabetes Mellitus yang mengalami komplikasi ulkus kaki diabetik dengan malodor berjumlah 2 orang. Hasil studi kasus menunjukan bahwa pasien mengalami penurunan rata-rata skor malodor sebanyak 3 poin setelah dilakukan tindakan pencucian luka menggunakan air rebusan daun jambu biji 3 hari sekali selama dua pekan. Tindakan pencucian luka menggunakan air rebusan daun jambu biji mampu menurunkan tingkat malodor pasien ulkus kaki diabetik.
Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Menggunakan Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat Mila Febri Astutik; Mariyam Mariyam
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.198 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10991

Abstract

Prevalensi pasien hipertensi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, aneurisma, masalah pada mata,  ginjal dan sindrom metabolik hingga kematian. Penyakit hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia > 18 tahun sebesar 34,1%, tinggi di Kalimantan Selatan (44,1%), sedangkan terendah berada di Papua sebesar (22,2%), hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%).  Terapi rendam kaki dengan air hangat pada penelitian sebelumnya mampu menurunkan tekanan darah. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kasus pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien lansia yang memenuhi kriteria inklusi, menggunakan teknik purposive sampling. Penerapan terapi dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan selama 20 menit, memasukkan kaki pasien dalam baskom yang berisi air hangat sebatas mata kaki. Instrumen studi kasus ini yang digunakan adalah Sphymanometer, stetoskop, baskom, air hangat bersuhu 40oC, handuk kecil, termometer, timer. Rata-rata tekanan darah kedua responden mengalami penurunan, tekanan darah sistolik turun sebesar 7,21 mmHg dan diastolik turun sebesar 1,1 mmHg. Mekanisme kerja terapi rendam kaki dengan air hangat meningkatnya sirkulasi darah dengan cara memperlebar pembuluh darah sehingga oksigen masuk kejaringan dan dapat menurunkan ketegangan, jika rendam kaki air hangat dilakukan secara rutin maka dapat terjadi perubahan tekanan darah karena efek dari rendam kaki menggunakan air hangat menghasilkan energi kalor yang bersifat mendilatasi dan melancarkan peredaran darah juga merangsang saraf yang ada pada kaki untuk mengaktifkan saraf parasimpatik sehingga menyebabkan perubahan tekanan darah.Terapi rendam kaki dengan air hangat dapat digunakan sebagai terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Penerapan Kompres Hangat Jahe Merah Terhadap Manajemen Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis Alvina Lutfiani; Arief Shofyan Baidhowy
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.854 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i2.9855

Abstract

Gout Arthritis merupakan peradangan pada sendi yang diakibatkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, karena terganggunya metabolisme purin (hiperurisemia) dalam tubuh yang ditandai dengan nyeri sendi, sehingga dapat mengganggu aktivitas. Penanganan Gout Arthritis salah satunya bisa menggunakan teknik nonfarmakologi yaitu dengan menggunakan kompres hangat jahe merah yang sering digunakan untuk mengatasi peradangan sendi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat jahe  merah terhadap penurunan skala nyeri pada pasien Gout Arthritis di desa Kodokan. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan proses keperawatan menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pemberian kompres hangat jahe merah pada pasien Gout Arthritis yang berjumlah 3 orang yang diperoleh dari pre-test yang sesuai dengan kriteria inklusi. Nyeri yang dirasakan diukur menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil studi kasus pada ketiga responden dengan Gout Arthritis setelah dilakukan kompres hangat jahe merah selama 7 hari dengan waktu 15-20 menit terjadi penurunan skala nyeri dari sebelum di kompres skala nyeri 6 setelah dilakukam kompres hangat jahe merah nyeri dapat berkurang menjadi skala 2  dan 3 dalam nyeri. Kompres hangat jahe merah menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada pasien Gout Arthritis.
Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an Surat Ar- Rahman Untuk Menurunkan Intensitas Skala Nyeri Kepala Pada Pasien Cedera Kepala Di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang Aufa Laila Nihla; Nury Sukraeny
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i1.11134

Abstract

Cedera kepala merupakan kejadian trauma yang melibatkan structural kepala yakni ekstrakranial, tulang tengkorak dan juga intracranial atau jaringan otak diakibatkan oleh suatu kejadian salah satunya karena kecelakaan lalu lintas. Pasien cedera kepala ringan memiliki gejala yang salah satunya adalah nyeri yang terjadi pada kepala. Terapi murotal Al-Qur’an surat Ar-Rahman mampu menurunkan intensitas skala nyeri yang terjadi pada kepala yang dirasakan oleh pasien cedera kepala sehingga penulis tertarik untuk mencoba melakukan penerapan ini pada pasien cedera kepala. Studi kasus ini memiliki tujuan untuk memberikan implementasi terapi murotal Al-Qur’an dengan pasien cedera kepala ringan dengan keluhan utama nyeri yang terjadi pada kepala. Dalam studi kasus ini penulis menggunakan metode descriptive study yakni melakukan pendekatan pada pasien dengan proses keperawatan.  Subjek dalam studi kasus yaitu pasien cedera kepala dengan glasgow coma scale 13 sampai dengan 15, berusia lebih dari 17 tahun. Responden yang digunakan dalam studi kasus ini berjummah 3 orang yang sebelumnya telah menandatangani lembar inform consent yang sudah di siapkan oleh penulis. Dalam studi kasus ini menunjukkan bahwa setelah diberikan penerapan murotal Al-Qur’an responden mengalami penurunan skala nyeri yang terjadi pada kepala.
Penerapan Pijat Tui Na Untuk Mengatasi Kesulitan Makan Pada Balita Aulia Affanin; Erna Sulistyawati; Mariyam Mariyam
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i1.11142

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh status gizi. Status gizi balita berhubungan dengan pola asuh pemberian makan. Pola pemberian makan yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan menjadi terhambat dan imunitas menurun. Pijat tui na merupakan salah satu cara untuk mengatasi kesulitan makan pada balita. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan pijat tui na sebagai terapi komplementer untuk mangatasi kesulitan makan pada balita. Mengidenifikasi perilaku kesulitan makan anak dengan mengisi kuesioner sebelum dan sesudah dilakukan pijat tui na. Pijat tui na dilakukan selama 6 hari secara berturut turut sebelum makan selama 30 menit dengan 8 rangkaian pijat yang dapat mengatasi kesulitan makan. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pijat tui na yaitu nafsu makan balita meningkat, frekuensi makannya meningkat, suara bising usus menurun, dan kuesioner perilaku kesulitan makannya menurun. Setelah dilakukan pijat tui na diharapkan ibu balita mampu dan rutin menerapkan pijat tui na untuk mengatasi kesulitan makan pada anaknya. 
Efektivitas Terapi Musik Klasik pada Pasien Halusinasi Pendengaran Afif Mutaqin; Desi Ariyana Rahayu; Arief Yanto
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i1.10392

Abstract

Halusinasi merupakan salah satu gejala dari gangguan persepsi sensori yang dapat dialami oleh penderita gangguan jiwa. Perubahan perilaku yang dapat muncul pada penderita halusinasi ialah mencurigai, takutan, perasaan yang tidak aman, gelisah, bingung, perilaku merusak diri sendiri, kurang diperhatikan orang, tidak mampu mengambil keputusan, dan tidak mampu membedakan keadaan nyata dan tidak nyata. Halusinasi pendengaran yang  berasal dari dalam diri individu atau dari luar individu sendiri, suara yang didengar dapat dikenalnya, jenis suara tunggal maupun multiple bisa dianggap dapat memerintah tentang perilaku individu itu sendiri. Gangguan halusinasi dapat diatasi dengan cara nonfarmakologi, terapi nonfarmakologi bisa lebih aman digunakan karena tidak dapat menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, salah satunya terapi nonfarmakologi yang lebih efektif adalah dengan mendengarkan musik klasik, terapi musik klasik ini dilakukan 7 hari secara berturut – turut. Studi kasus ini menggunakan desain deskriptif melalui proses asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran. Pendekatan pengukuran yang dipergunakan adalah pre dan post test design. Studi dilaksanakan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Subjek studi kasus dengan 3 orang yang di dapatkan melalui nonprobability sampling. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien. Pasien mengalami penurunan frekuensi halusinasi pendengaran setelah dilakukan terapi musik klasik yang diterapkan oleh penulis. Penerapan musik klasik terbukti mampu menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pasien.
Efektivitas Musik Keroncong Terhadap Gangguan Tidur Lansia Dengan Hipertensi Hasyim Ashari; Dwi Nur Rahmantika Puji Safitri; Nikmatul Khayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i1.11433

Abstract

Proses menua merupakan proses menghilangnya kemampuan jaringan lunak secara perlahan yang berfungsi untuk memperbaiki diri ataupun mempertahankan struktur fungsi tubuh sebagai mana normalnya sehingga pada proses menua seringkali tidak dapat bertahan terhadap paparan penyakit, infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Semakin bertambahnya usia maka semakin bertambahnya resiko penyakit degenerative seperti jantung, stroke, ginjal dan hipertensi. Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah arteri yang secara terus menerus, hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik diatas 140 mmHG dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHG. Indikasi yang biasa timbul pada penyakit hipetensi semacam sakit kepala, sesak nafas, mudah lelah, telinga berdenging dan penglihatan kabur, jantung berdebar, cemas dan insomnia. Insomnia adalah keadaan dimana tidak tercukupinya kebutuhan tidur selama 8 jam perhari. Terapi non farmakolohi yang dapapt dilakukan untuk menurunkan gangguan pola tidur dapat dilakukan dengan musik keroncong. terapi musik keroncong dengan menggunakan smartphone dengan waktu 15 – 30 menit.Studi kasus ini menggunakan deskriptive study dengan pendekatan proses keperawatan. kriteria studi kasus jeni kelamin perempuan, usia 65-78, memiliki gangguan pola tidur dengan skor wawancara kuisioner insomnia rating skale, kesadaran pasein kompos mentis, mampu berkomunikasi dengan baik dan tidak ada gangguan pendengaran.
Penerapan Balance Exercise untuk Menurunkan Resiko Jatuh pada Lansia Dea Aprilia; Much Nurkharistna Al Jihad; Siti Aisah
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i1.10405

Abstract

Kelemahan otot pada lansia akan menyebabkan lamban dalam bergerak, langkah kaki pendek, kekuatan kaki saat menapak berkurang, dan respon mengantisipasi apabila tersandung lambat, sehingga menyebabkan perubahan keseimbangan tubuh pada lansia. Perubahan keseimbangan ini akan meningkatkan faktor resiko jatuh pada lansia. Balance exercise mampu meningkatkan kekuatan otot terutama pada ekstremitas bagian bawah serta meningkatkan keseimbangan tubuh dan mobilitas. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan balance exercise pada lansia yang mengalami perubahan keseimbangan tubuh dengan resiko jatuh. Desain studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek pada studi kasus ini adalah lansia dengan resiko jatuh yang berjumlah 3 orang. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa hasil skor Berg Balance Scale (BBS) mengalami peningkatan dengan rata-rata 35,5 sebelum dilakukan balance exercise dan 35,8 setelah dilakukan balance exercise. Balance exercise mampu menurunkan resiko jatuh dan meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia apabila dilakukan secara rutin dan konsisten.
Penerapan Terapi Kompres Jahe (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma) dan Acupressure dalam Menurunkan Nyeri Penderita Asam Urat Afifatu Rokhmah; Warsono Warsono; Khoiriyah Khoiriyah
Holistic Nursing Care Approach Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v3i1.10696

Abstract

Faktor kejadian asam urat di Indonesia meningkat setiap tahunnya tetapi belum tertangani dengan, namun jika dibiarkan dapat berkembang menjadi arthritis yang melumpuhkan. Oleh sebab itu, dibutuhkan penanganan untuk mengatasi penyakit asam urat. Penangan terapi komplementer/non farmakologi yang dapat dilakukan untuk mengontrol nyeri asam urat yaitu dengan kompres jahe dan acupressure. Tujuan penelitian ini melakukan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami asam urat dengan kompres jahe dan acupressure dalam mengurangi nyeri. Subjek dalam penulisan studi kasus ini sebanyak 3 pasien penderita asam urat di Puskesmas Bangetayu Semarang. Metode yang digunakan yaitu kompres jahe yang diberikan kepada pasien asam urat sebanyak 100gram yang diparut serta dilarutkan dalam 300 cc air hangat dengan suhu 40℃ dengan durasi 15 menit pada daerah yang nyeri serta acupressure pada titik KI.3 selama 15 menit. Hasil dari penelitian didapatkan data dari ke-3 pasien tersebut saat sebelum dilakukan pemberian terapi kompres jahe dan acupressure ke-3 pasien mengeluh nyeri pada skala nyeri sedang (7-10) dan memiliki kadar asam urat ≥ 6 mg/dL. Setelah diberikan intervensi terapi kompres jahe dan acupressure selama 3 hari berturut-turut pada waktu sore hari, ketiga pasien mengalami perubahan penurunan nyeri dan kadar asam urat.  Rata-rata penurunan skala nyeri  3 dan asam urat 1,3 mg/dL.