cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+622476740287
Journal Mail Official
hnca@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu raya no.18 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Holistic Nursing Care Approach
ISSN : -     EISSN : 28082095     DOI : https://doi.org/10.26714/hnca
Core Subject : Health,
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles 54 Documents
Aplikasi Penerapan Lidah Buaya (Aloe Vera) Dalam Penyembuhan Luka Ulkus Diabetes Melitus Arifin Arifin; Anna Kurnia
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.5 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i2.9330

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolic yang ditandai dengan hiperglikemia yang terjadi akibat sekresi insulin yang kurang optimal. Salah satu komplikasi DM yaitu kaki diabtetik yang dapat berkembang menjadi ulkus diabetik. Dampak dari ulkus diabetik yaitu penurunan produktivitas, peningkatan morbiditas dan mortalitas. Penatalaksanaan ulkus diabetik dapat dilakukan dengan perawatan luka yang tepat dan penggunaan dressing yang sesuai. Salah satu dressing yang dapat digunakan yaitu ekstrak lidah buaya. Tujuan studi kasus ini yaitu untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak lidah buaya dalam proses penyembuhan luka ulkus diabetik. Aplikasi dalam studi kasus ini menggunakan metode deskripsi kasus dengan subjuk dua orang responden yang memiliki ulkus diabetik. Metode analisis deskriptif yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perawatan luka menggunakan ekstrak lidah buaya. Instrument pengukuran yang digunakan yaitu lembar observasi Bates Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Hasil studi kasus menunjukkan bahwa perawatan luka dengan ekstrak lidah buaya menunjukkan penurunan ukuran luka dan peningkatan derajat epitelisasi dan granulasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak lidah buaya berpengaruh baik terhadap proses penyembuhan luka ulkus diabetik.
Pengaruh kombinasi perawatan luka dan latihan Range of Motion ekstremitas bawah terhadap penyembuhan ulkus diabetik pada pasien Diabetes Mellitus Maya Lailasari; Arief Yanto; Akhmad Mustofa
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.581 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8477

Abstract

Pasien DM beresiko terjadi kerusakan pada pembuluh darah. Ulkus diabetik merupakan salah satu gangguan pada ekstermitas bawah dari komplikasi makrovaskuler yang dapat berakhir dengan amputasi. Perawatan luka dan latihan range of motion (ROM) ekstermitas bawah mampu menyembuhkan ulkus diabetik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi perawatan luka dan latihan range of motion (ROM) ekstermitas bawah untuk penyembuhan ulkus diabetik pada pasien diabetes mellitus. Studi kasus ini menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subyek studi kasus adalah pasien DM yang terdapat ulkus diabetik. Subjek studi didapatkan melalui tehnik purposive sampling. Hasil studi kasus menunjukan pengaruh tindakan perawatan luka dan ROM terhadap proses granulasi luka ulkus diabetikum. Hasil observasi ulkus diabetikum menunjukkan penurunan skor dari 32 pada hari pertama menjadi 27 pada observasi hari kedua. Pada hari ketiga pengukuran diketahui skor 20 turun menjadi 18 pada observasi hari berikutnya. Berdasarkan hasil studi kasus ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kombinasi tindakan perawatan luka dan latihan range of motion (ROM) ekstermitas bawah terhadap penyembuhan ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus.
Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Dengan Water Tepid Sponge Di Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung Kristiyaningsih Kristiyaningsih; Tri Nurhidayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.591 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10989

Abstract

Demam typhoid merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica khususnya turunan Salmonella typhi. Penderita demam typhoid gejala yang paling menonjol adalah demam lebih dari 7 hari. Dampak yang paling sering terjadi pada pasien anak demam typhoid adalah peningkatan suhu tubuh dan sangat berbahaya bagi anak-anak karena dapat menyebabkan resiko kejang bahkan kematian. Tindakan non farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian kompres hangat atau water tepid sponge. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penurunan suhu tubuh anak yang mengalami demam dengan tindakan water tepid sponge. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pasien anak dengan demam typhoid yang mengalami demam dan sampel diambil sebanyak 2 responden yang kemudian diberkan intervensi kompres hangat dengan water tapid sponge. Pengukuran demam dilakukan dengan mengukur suhu tubuh sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat dengan water tapid sponge pada kedua pasien. Hasil yang diperoleh demam pada kedua kasus mengalami penurunan setelah dilakukan intervensi selama 3 hari. Kasus I dari 39,50C menjadi 37,30C, sementara kasus II dari 39,20C menjadi 37,20C. Kesimpulan yang diperoleh Water tepid sponge terbukti efektif menurunkan suhu tubuh pada anak demam.
Terapi kompres hangat untuk menurunkan nyeri sendi pada lansia Heryanto Adi Nugroho; Sunarsih Sunarsih
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.087 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.9214

Abstract

Salah satu masalah fisiologis yang sering dialami oleh lansia adalah penya  kit sendi. Penyakit sendi merupakan gangguan nyeri pada persendian yang disertai kekakuan,merah,dan pembengkakan yang bukan disebabkan karena benturan/ kecelakaan. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menerapkan  terapi kompres hangat  untuk menurunankan nyeri sendi pada lansia. Metode penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mengambil 2 subyek lansia dengan keluhan nyeri sendi skala sedang yaitu nyeri skala VAS 4 sampai skala VAS 6. Intervensi keperawatan kedua subjek studi kasus dengan memberikan terapi kompres hangat mengunakan buli – buli yang diisi  air hangat dengan suhu 40 – 42 derajat celcius selama 20 – 30 menit .  Setelah dilakukan kompres hangat kemudian dilakukan evaluasi pengukuran skala nyeri dengan pengukuran skala nyeri VAS. Hasil yang didapatkan adalah adanya penurunan nyeri subjek 1 sebanyak 2 skala dan subjek 2 sebanyak 3 skala. Rata - rata penurunan skala nyeri kedua subjek studi adalah 2,5 setelah diberikan terapi kompres hangat. Kesimpulanya adalah pemberian terapi kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan nyeri sendi pada lansia.
Penurunan Gejala Perilaku Kekerasan Dengan Menggunakan Terapi Musik Instrumental Piano Pada Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Junisca Vahurina; Desi Ariyana Rahayu
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.729 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i1.8260

Abstract

Latar Belakang: Perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk perilaku seseorang yang ditunjukan untuk melukai seseorang baik melukai secara fisik maupun psikologis dan dengan cara verbal ataupun nonverbal yang sehingga dapat melukai diri senidri, orang lain ataupun lingkungan. Dampak yang timbul dari seseorang yang mengalami perilaku kekerasan adalah kehilangan kontrol dirinya sendiri, dikarenakan seseorang tersebut mengalami panik dan perilaku dirinya dikuasai oleh amarahnya. Maka dari itu, diperlukan sebuah teknik untuk mengurangi perilaku kekerasan pada pasien dengan resiko perilaku kekerasan yaitu dengan melakukan teknik rerapi musik. Terapi musik merupakan suatu proses yang menggabungkan antara aspek penyembuhan dengan musik itu sendiri dengan kondisi tubuh; fisik, emosional, mental, spiritual, kognitif dan kebutuhan soasial seseorang itu sendiri. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Populasi dalam studi kasus ini yaitu semua pasien RPK di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang dan jumlah responden dalam studi kasus ini berjumlah 2 responden. Dilakukan di ruang UPIP pada bulan Desember 2019. Alat pengumpulan data dengan cara pengkajian dan lembar observasi. Hasil: Hasil post test pada study kasus ini setelah diberikan tindakan terapi musik instrumental selama 3x pertemuan menunjukkan bahwa pada kedua partisipan mengalami penurunan tanda dan gejala, pada partisipan 1 mengalami penurunan tanda dan gejala dari angka7 turun menjadi 4 dan pada partisipan 2 mengalami penurunan tanda dan gejala dari angka 8 menjadi 3. Simpulan: Ada penurunan tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan setelah diberikan intervensi inovasi terapi musik instrumental piano.Latar Belakang: Perilaku kekerasan merupakan suatu bentuk perilaku seseorang yang ditunjukan untuk melukai seseorang baik melukai secara fisik maupun psikologis dan dengan cara verbal ataupun nonverbal yang sehingga dapat melukai diri senidri, orang lain ataupun lingkungan. Dampak yang timbul dari seseorang yang mengalami perilaku kekerasan adalah kehilangan kontrol dirinya sendiri, dikarenakan seseorang tersebut mengalami panik dan perilaku dirinya dikuasai oleh amarahnya. Maka dari itu, diperlukan sebuah teknik untuk mengurangi perilaku kekerasan pada pasien dengan resiko perilaku kekerasan yaitu dengan melakukan teknik rerapi musik. Terapi musik merupakan suatu proses yang menggabungkan antara aspek penyembuhan dengan musik itu sendiri dengan kondisi tubuh; fisik, emosional, mental, spiritual, kognitif dan kebutuhan soasial seseorang itu sendiri. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Populasi dalam studi kasus ini yaitu semua pasien RPK di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang dan jumlah responden dalam studi kasus ini berjumlah 2 responden. Dilakukan di ruang UPIP pada bulan Desember 2019. Alat pengumpulan data dengan cara pengkajian dan lembar observasi. Hasil: Hasil post test pada study kasus ini setelah diberikan tindakan terapi musik instrumental selama 3x pertemuan menunjukkan bahwa pada kedua partisipan mengalami penurunan tanda dan gejala, pada partisipan 1 mengalami penurunan tanda dan gejala dari angka7 turun menjadi 4 dan pada partisipan 2 mengalami penurunan tanda dan gejala dari angka 8 menjadi 3. Simpulan: Ada penurunan tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan setelah diberikan intervensi inovasi terapi musik instrumental piano.
Penerapan Akupresur terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Penderita Hipertensi Di Desa Bermi Kabupaten Demak Muhammad Alfin Ni'am; Khoiriyah Khoiriyah; Amin Samiasih
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.326 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10287

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menimbulkan komplikasi pada penderita sehingga menurunkan kualitas hidup pada penderita. Peningkatan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat di kontrol dengan terapi farmokolgi dan non farmokologi, salah satunya menggunakan terapi akupresure.Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah mengetahui aplikasi akupresure terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi pada daerah Bermi Kabupaten Demak. Metode pengambilan studi kasus dengan metode descriptive study mengambil tiga responden hipertensi yang mempunyai kriteria inklusi menderita hipertensi 30 mmhg diatas nilai normal dengan di beri intervensi penerapan akupresure selama dua hari. Hasil studi kasus penerapan ini bahwa menunjukan penurunan pada tekanan darah dari 159/ 94 MAP 115 mmhg menjadi 145/94 MAP 111 dan 152/93 MAP 112 menjadi 132/80 MAP 97 terdapat penurunan rata rata untuk diastol 14 dan diastol 8,6 untuk nilai MAP 8,3. Saran pemberian terapi akupresure cukup efekti dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi sehingga menggunakan terapi akupresure menjadi salah satu rekomendasi intervensi untuk asuhan keperawatan pada pasien hiperetensi.
Penurunan frekuensi buang air besar dan konsistensi feses dengan menggunakan madu Sylvi Novia Nur’aini; Erna Sulistyawati
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.597 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i1.8627

Abstract

Diare merupakan kondisi dimana konsistensi feses lembek atau cair dan frekuensinya lebih dari 3 kali dalam sehari. Diare dapat menyebabkan dehidrasi dan bahkan kematian jika dehidrasi tidak segera ditangani. Penanganan diare non farmakologi salah satunya dengan menggunakan madu. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan frekuensi BAB dan konsistensi feses setelah diberikan. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Subyek studi kasus berjumlah 3 balita yang menderita diare. Pemberian madu dilakukan 3 kali sehari sebanyak 5 cc setiap pemberian selama 5 hari berturut-turut. Penilaian konsistensi feses dan frekuensi BAB dilakukan setiap hari menggunakan skala feses Bristol. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa frekuensi BAB pada ketiga responden awal sebelum menggunakan terapi madu adalah ≥3x/hari dan setelah pemberian terapi madu menjadi ≤3x/hari. Sedangkan konsistensi feses awal sebelum menggunakkan terapi madu adalah berbentuk cair (tipe 7) dan sesudah menggunakan terapi madu menjadi normal (tipe 3 dan 4). Kesimpulan dari studi kasus ini adalah madu bisa digunakan untuk mengatasi diare karena madu memiliki pH yang rendah dibuktikan dengan keasaman yang menghambat bakteri patogen dalam usus dan lambung. Madu dapat digunakan sebagai salah satu terapi komplementer dalam menangani diare karena madu tidak memiliki efek samping sehingga aman digunakan pada balita.
Penurunan Rasa Haus Pada Kasus Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodalisa Dengan Sipping Ice Cube Therapy Farida Adi Rahayu; Nury Sukraeny
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.865 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10990

Abstract

Penyakit ginjal kronik merupakan gangguan dengan etiologi yang sangat luas dan komplek. Kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa harus mematuhi diet, minum obat, dan pembatasan cairan. Mengulum es batu dinilai efektif untuk mengurangi rasa haus pada kasus penyakit ginjal kronik yang menjalankan hemodialisa. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan skala rasa haus pada kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan tekhnik sipping ice cube therapy. Metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa yang mengalami rasa haus. Kasus diambil sebanyak 2 kasus kelolaan yang diberikan intervensi sipping ice cube therapy. Pengukuran skala haus dengan visual analogue scale for assessmest of thirst (VAS) sebelum dan sesudah dilakukan sipping ice cube therapy pada kedua kasus sebelum menjalani hemodialisa. Ada penurunan rasa haus secara signifikan dari kedua kasus. Pada kedua kasus terjadi penurunan skala haus yaitu dari skala haus berat menjadi  haus ringan. Sipping ice cube therapy terbukti efektif menurunkan rasa haus pada kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Pemenuhan kebutuhan istirahat tidur lansia melalui penerapan tindakan relaksasi otot progresif untuk mengurangi kecemasan Arief Yanto; Lyananda Sindy Febriyanti
Holistic Nursing Care Approach Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.682 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v2i2.10246

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan yang tidak jelas disertai dengan perasaan, ketidakpastina, ketidakberdayaan, ketidaknyamanan dan Ketika diri merasa ketidakamanan. Kecemasan ini adalah masalah Kesehatan mental yang paling umum terjadi pada lansia. Kecemasan pada lansia adalah ditandai dengan gangguan tidur, penarikan diri dan perilaku mengisolasi, dan perilaku kompulsif lainya. Penanganan kecemasan salah satunya bisa diatasi dengan menggunakan Teknik non farmakologi yaitu dengan non farmakologi salah satunya yaitu dengan menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan skala kecemasan. Studi kasus ini menggunakan metode deskritif studi dengan pendekatan proses keperawatan menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien kecemasan yang berjumlah 3 responden yang diperoleh dari pre test yang sesuai dengan kriteria inklusi. Kecemasan yang dirasakan diukur menggunakan HARS-A(Hamilton Rating Scale For Anxiety). Hasil studi kasus pada ketiga responden dengan kecemasan setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 2 minggu dengan 4x pertemuan dan lama waktu yang digunakan 15-20 menit terjadi penurunan skala kecemasan dari sebelum dilakukan terapi hasil yang ditemukan adalah kecemasan sedang dengan nilai rata-rata 26 dan setelah dilakukan relaksasi otot progresif kecemasan dapat menurun menjadi kecemasan ringan dengan nilai rata-rata 15. Terapi relaksasi otot ptogresif menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan kecemasan pada lansia.
Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea dengan Terapi Murotal dan Edukasi Pre Operasi Laili Fatmawati; Pawestri Pawestri
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.235 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i1.8263

Abstract

Tindakan operasi sectio caesareadilakukan untuk mencegah kematian janin dan ibu karena adanya suatu komplikasi yang akan terjadi kemudian bila persalinan dilakukan secara pervaginam, sehingga dapat menyebabkan kecemasan pada pasien yang dapat menghambat proses penyembuhan post operasi. Berbagai macam cara dilakukan untuk mengatasi kecemasan pre operasi, diantaranya adalah terapi Murotal dan edukasi pre operasi.studi kasus ini bertujuan  untuk mengetahui penurunan tingkat kecemasan pada pasien sectio caesareadengan penerapan terapi murotal dan edukasi pre operasi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus ini adalah pasien primigravida tanpa komplikasi penyakit  yang akan dilakukan sectio caesarea. Subjek studi kasus berjumlah 3 orang yang didapatkan secara random. Subjek studi kasus telah menandatangani informed consent sebelum dilakukan pengambilan data. Pengukuran kecemasan dilakukan dengan menggunakanThe Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS)sebelum dan sesudah dilakukan terapi murotal dan edukasi prosedur operasi pada ketiga pasien selama 30 menit. Hasil studi kasus menunjukkan ada penurunan kecemasan secara signifikan dari ketiga kasus dengan nilai rerata 8.33. Terapi murotal dan edukasi pre operasi terbukti efektif menurunkan kecemasan pada pasien preoperasi sectio caesarea