Holistic Nursing Care Approach
The holistic Nursing Care Approach is intended to be the university journal for publishing articles reporting research and case study results in nursing. Holistic Nursing Care Approach invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
70 Documents
Penurunan tekanan darah dengan senam hipertensi dan relaksasi genggam jari pada pasien hipertensi
Khayatiningsih, Sri;
Setyawati, Dewi;
Olina, Yanuan Ben
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i1.15587
Peningkatan tekanan darah memberikan dampak dan komplikasi terutama pasien hipertensi. Tekanan darah dengan penderita hipertensi perlu dilakukan pengontrolan baik dengan penatalaksanaan farmakologi maupun nonfarmakologi. Hipertensi terjadi akibat pola makan yang tidak baik dan kurangnya latihan fisik. Masyarakat jarang melakukan olahraga sehingga senam hipertensi yang dikombinasikan dengan relaksasi genggam jari dapat diterapkan untuk membantu penurunan tekanan darah. Tujuan dari studi kasus ini adalah menerapkan senam hipertensi dan relaksasi genggam jari untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subyek studi berjumlah 3 orang yang diperoleh melalui purposive sampling, dengan kriteria inklusi mengkonsumsi obat hipertensi, dapat menggerakan seluruh anggota tubuhnya, tidak obesitas, dan tidak merokok. Tekanan darah diukur dengan menggunakan sphygmomanometer yang telah dikalibrasi dan tindakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) selama satu minggu dengan dua kali pertemuan dan lama waktu 30 menit. Hasil studi kasus pada ketiga subjek studi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sebelum dilakukan tindakan berada pada hipertensi derajat 2 kemudian setelah dilakukan tindakan menjadi hipertensi derajat 1, yang mengalami penurunan tekanan darah dengan rata-rata tertinggi sebanyak 17 mmHg. Senam hipertensi dan relaksasi genggam jari menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif dilakukan untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
Penerapan komunikasi terapeutik untuk menurunkan risiko perilaku kekerasan pada klien skizofrenia
Aura, Meia Putri;
Hidayati, Eni;
Nurhidayati, Tri
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i1.15605
Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan emosional, mental, dan sosial yang tercermin dalam hubungan interpersonal yang baik, perilaku efektif, harga diri positif, dan kesehatan emosional. Skizofrenia merupakan penyakit mental paling umum, dimana sebagian besar penderita mengalami gangguan progresif yang muncul pada usia 15-25 tahun. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan komunikasi terapeutik untuk menurunkan perilaku kekerasan pada klien yang menderita skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode wawancara langsung untuk mengumpulkan data tentang kontrol marah pada penderita Skizofrenia. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik efektif dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada penderita Skizofrenia. Sebelum terapi diberikan, penderita memiliki risiko tinggi, namun setelah terapi risiko perilaku kekerasan menurun menjadi sedang. Meskipun terdapat perbedaan dalam respon individu, namun keseluruhan penurunan risiko perilaku kekerasan terlihat signifikan setelah penerapan komunikasi terapeutik. Studi ini menegaskan bahwa terapi komunikasi terapeutik efektif dalam mengendalikan perilaku kekerasan pada penderita Skizofrenia, sehingga disarankan untuk diterapkan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di rumah sakit jiwa.
Penerapan teknik relaksasi otot progresif terhadap intensitas nyeri pada remaja putri dengan dismenore primer
Tyastuti, Dyah Ayu Kun Werdining;
Pawestri, Pawestri;
Machmudah, Machmudah;
Dhamanik, Reina
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i1.15670
Dismenore adalah nyeri diperut, tepatnya di daerah hipogastrik atau daerah genitalia yang menjalar ke panggul atau pelvis. Penanganan dismenore salah satunya menggunakan teknik non farmakologi menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan skala nyeri. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif studi dengan pendekatan proses keperawatan yang menggambarkan pengelolaan kasus dalam mengaplikasikan pemberian terapi relaksasi otot progresif pada pasien dismenore yang berjumlah 3 orang subyek studi yang diperoleh dari pre-test yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dismenore yang dirasakan diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil studi kasus pada ketiga subyek studi dengan dismenore setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif selama 1 hari dan lama waktu yang digunakan 30 menit terjadi penurunan skala nyeri dari sebelum dilakukan terapi hasil yang ditemukan adalah dismenore sedang dengan nilai rata-rata 4,3 dan setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif nyeri dapat menurun menjadi dismenore ringan dengan nilai rata-rata 2,3. Terapi relaksasi otot progresif ini menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif untuk menurunkan dismenore pada remaja.
Peningkatan tingkat kesadaran pasien stroke melalui penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) di Intensive Care Unit (ICU)
Chanif, Chanif;
Nashikha, Athik Dina;
Safitri, Dwi Nur Rahmantika Puji
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i1.16795
Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu yang menyebabkan kerusakan pada jaringan otak dan mengakibatkan perubahan neurologis. Stroke disebabkan oleh penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak yang mengakibatkan pasien stroke mengalami penurunan kesadaran. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan FAST untuk meningkatkan tingkat kesadaran pada pasien stroke di ruang ICU. Intervensi ini dilakukan setiap pagi selama tiga hari berturut-turut. FAST terdiri dari 3 sesi, sesi pertama berdurasi satu menit, dimana keluarga menceritakan awal mula pasien mengalami penurunan kesadaran, termasuk waktu dan tempat pasien mengalami serangan stroke. Sesi kedua berdurasi empat menit, dimana keluarga menceritakan kenangan indah yang pernah dialami bersama pasien. Sesi ketiga berdurasi lima menit, dimana keluarga diminta berbicara mengenai hal-hal yang akan dilakukan ketika pasien sadar, dan mendorong pemulihan pasien dengan kata-kata yang menjanjikan. Pengukuran tingkat kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penerapan FAST selama 3 hari berturut-turut dapat meningkatkan skor GCS sebanyak 3 poin. Terapi FAST dapat dijadikan intervensi non farmakologi untuk meningkatkan tingkat kesadaran pada pasien stroke.
Penerapan fisioterapi dada dan thoracic kinesio taping terhadap fungsi pernapasan pada anak dengan bronkopneumonia
Rahayu, Ela Putri;
Sulistyawati, Erna
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.18963
Bronkopneumonia adalah peradangan paru-paru yang diawali dengan infeksi saluran pernapasan atas yang ditandai dengan demam, batuk berdahak dan peningkatan produksi dahak. Anak yang tidak mampu mengeluarkan dahak saat batuk mengakibatkan menumpuknya dahak di jalan napas yang menimbulkan masalah pembersihan jalan napas. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan fisioterapi dada dan kinesio toraks taping terhadap fungsi pernapasan pada anak yang mengalami masalah bersihan jalan napas. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses perdarahan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan yaitu penerapan fisioterapi dada dan thoracic kinesio taping menghasilkan peningkatan pada ekspansi dada, volume paru dan penurunan skor tingkat kesulitan bernapas pada 2 subyek penelitian. Subyek 1 setelah penerapan peningkatan ekspansi dada 0,4 cm, peningkatan FEV1% sebanyak 12% dan penurunan skor tingkat kesulitan bernapas menjadi 1. Subyek 2 setelah dilakukan penerapan ekspansi dada meningkat 0,4 cm, peningkatan FEV1% sebanyak 10% , dan tidak terjadi penurunan pada skor tingkat kesulitan bernapas dengan skor 2. Subyek 3 setelah penerapan dilakukan terdapat peningkatan dada 0,3 cm, peningkatan FEV1% sebanyak 5% dan skor tingkat bantuan yang dilakukan dari 3 menjadi 1. Hasil dari studi kasus menunjukkan bahwa tindakan fisioterapi dada dan kinesio taping toraks memiliki dampak positif terhadap fungsi paru pada anak dengan brokopneumonia.
Penerapan aromaterapi dengan minyak esensial melissa dalam pengelolaan tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien Sindrom Koroner Akut
Septiana, Mera;
Safitri, Dwi Nur Rahmantika Puji;
Mustofa, Ahmad
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15617
Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyakit kegawatdaruratan dimana terjadi penyempitan pembuluh darah koroner sehingga aliran darah menuju otot jantung mengalami penurunan secara mendadak. Penyakit SKA memicu peningkatan stres dan perubahan parameter hemodinamik pada pasien. Terapi pengelolaan tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA menggunakan terapi nonfarmakologis, yaitu pemberian aromaterapi dengan minyak esensial melissa. Studi kasus bertujuan untuk melakukan penerapan pemberian aromaterapi dengan minyak esensial melissa terhadap tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan. Pemberian aromaterapi dilakukan selama 1 hari dalam 1 kali penerapan selama 90 menit. Tingkat stres diukur dengan kuesioner State Trait Anxiety Inventory Trait (STAI-T). Intervensi dilakukan dengan meneteskan 2 tetes minyak aroma esensial melissa pada patch dan menempelkannya pada masker medis yang diberikan kepada pasien. Tekanan Darah (TD) dan frekuensi detak jantung diukur per 10 menit saat pemberian aromaterapi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat stres dan penurunan TD, serta penurunan frekuensi detak jantung. Subjek 1 setelah dilakukan penerapan tingkat stresnya menurun menjadi skor 40 (stres ringan), TD 120/60 mmHg, dan frekuensi detak jantung 85 x/menit. Subjek 2 setelah dilakukan penerapan skor tingkat stres menurun menjadi skor 35 (stres ringan), TD 104/50 mmHg, dan frekuensi detak jantung 82 x/menit. Subjek 3 setelah dilakukan penerapan skor tingkat stres mengalami penurunan menjadi skor 38 (stres ringan), TD 98/50 mmHg, dan frekuensi detak jantung 67 x/menit. Terapi aromaterapi dengan minyak esensial melissa dapat mengelola tingkat stres dan parameter hemodinamik pada pasien SKA.
Penurunan kecemasan dengan terapi musik instrumental pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa
Puspitaloka, Bella Eka Nadia;
Kurnia, Anna;
Pranata, Satriya
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i2.15960
Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan penyakit yang pada umumnya menyebabkan perubahan dalam kehidupan penderitanya. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu masalah kecemasan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Terapi yang dapat menurunkan tingkat kecemasan salah satunya dengan terapi non farmakologis berupa terapi musik instrumental. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi musik instrumental pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa dengan gangguan kecemasan. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Terapi ini dilakukan pada pasien laki-laki atau perempuan yang terdiagnosa penyakit GGK, pasien berusia 30-65 tahun, pasien dalam keadaan sadar, pasien yang mengalami kecemasan sedang yang dibuktikan dengan hasil skor State Trait Anxiety Inventory (STAI) 32-53, pasien dapat membaca dan menulis, pasien yang bersedia menjadi subyek studi dan pasien yang memiliki riwayat hemodialisa minimal 3 tahun. Terapi musik instrumental dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan selama 3 minggu dengan durasi 20 menit. Kecemasan diukur dengan State Trait Anxiety Inventory (STAI) yang berisikan 20 pertanyaan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa hari pertama sampai hari kesembilan ketiga subyek studi mengalami penurunan tingkat kecemasan dari kecemasan sedang ke kecemasan ringan. Terapi musik instrumental dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa.
Aplikasi back massage terhadap kecemasan pada pasien hipertensi
Azza, Khotijatul;
Khoiriyah, Khoiriyah;
Yanto, Arief
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.15784
Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering terjadi pada lansia karena perubahan fisiologis maupun psikologis. Lansia dengan hipertensi akan mengalami kondisi kecemasan yang dapat mengakibatkan tekanan darah semakin meningkat dan terjadi penyakit lainnya seperti kerusakan pada jantung, pembuluh darah, ginjal, dan organ lainnya. Salah satu terapi untuk mengurangi kecemasan dengan melakukan terapi back massage. Tujuan penelitian adalah melakukan penerapan terapi back massage terhadap kecemasan pada pasien hipertensi. Studi ini menggunakan metode deskriptif melalui studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan melalui aplikasi back massage dalam menurunkan kecemasan pasien. Subyek studi berjumlah 3 orang dengan kriteria inklusi pasien hipertensi, usia 45-54 tahun, memiliki tekanan darah sistolik 140-180 mmHg, tekanan darah diastolik 90-100 mmHg, tidak memiliki gangguan pada kulit atau tulang belakang. Studi kasus dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan HARS yang diukur sebelum dan sesudah diberikan terapi back massage. Skor kecemasan pada subyek studi 1 adalah 25 dan sesudah adalah 14, pada subyek studi 2 sebelum adalah 27 dan sesudah adalah 15, sedangkan pada subyek studi 3 sebelum adalah 23 dan sesudah adalah 14. Penerapan back massage terhadap kecemasan pada pasien hipertensi dapat menurunkan tingkat kecemasan.
Penerapan terapi thought stopping untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi
Mulyati, Novita Sri;
Mubin, Mohammad Fatkhul;
Hidayati, Eni
Holistic Nursing Care Approach Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v6i1.19021
Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh pasien hipertensi. Kondisi ini dapat memicu berbagai gangguan fisik seperti peningkatan tekanan darah, gangguan tidur, hingga menurunnya kualitas hidup. Jika tidak segera ditangani, kecemasan dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Oleh karena itu, penanganan kecemasan pada pasien hipertensi perlu mendapat perhatian khusus, salah satunya melalui pendekatan nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi thought stopping, yaitu teknik kognitif yang bertujuan untuk menghentikan pikiran negatif secara sadar. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian terapi thought stopping terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien dengan hipertensi. Studi kasus ini menerapkan terapi thought stopping dalam proses asuhan keperawatan pada subjek studi kasus yang mengalami kecemasan. Kecemasan yang dialami oleh pasien hipertensi diukur menggunakan skala kecemasan Self-Reporting Questionnaire (SRQ). Setelah dilakukan implementasi terdapat penurunan skala kecemasan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) pada subjek studi kasus 1 dari 10 menjadi 5 serta subjek studi kasus 2 dan 3 dari 8 menjadi 4. Rerata penurunan skor kecemasan pada ketiga subjek studi kasus sebesar 4,3 poin. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi thought stopping mampu menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi.
Aplikasi pemberian minyak zaitun dalam pencegahan dekubitus pada penderita stroke
Hidayanti, Dinta Aulia;
Kurnia, Anna
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/hnca.v5i2.13192
Stroke merupakan penyakit saraf dimana penderitanya mengalami kelumpuhan dan kelemahan pada anggota tubuh. Kondisi ini menyebabkan penderita stroke harus terbaring ditempat tidur dalam jangka waktu yang lama sehingga mengakibatkan terjadinya luka tekan. Salah satu cara mencegah luka tekan adalah menggunakan minyak zaitun. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan pemberian minyak zaitun untuk mencegah terjadinya luka dekubitus pada penderita stroke. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subyek studi berjumlah 2 orang penderita stroke yang mengalami kelemahan anggota gerak. Instrumen yang digunakan untuk evaluasi adalah Skala Braden. Intervensi yang diberikan yaitu memiringkan subyek studi ke kanan dan kiri kemudian mengoleskan minyak zaitun ke bagian tubuh subyek studi yang berisiko mengalami decubitus. Intervensi ini dilakukan sebanyak 2 kali sehari selama 7 hari. Hasil studi kasus menunjukkan adanya peningkatan skor Braden pada kedua subyek studi setelah intervensi selama 7 hari. Kedua subjek studi yang mengalami kelumpuhan pada tungkai, kaki, dan lengan kiri setelah intervensi mampu bergerak dengan skor Braden kurang dari 18. Pemberian minyak zaitun menunjukkan dapat meningkatkan skor Braden pada kedua subyek studi. Pemberian minyak zaitun dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi non farmakologis untuk menurunkan risiko terjadinya luka dekubitus pada penderita stroke.