cover
Contact Name
Rini Setiati
Contact Email
rinisetiati@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
jftke@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi - Universitas Trisakti Kampus A, Gedung D Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia Phone: (62-21) 566 3232
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Eksakta Kebumian
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 2775913X     DOI : https://doi.org/10.25105/jek
Core Subject : Science,
Merupakan wadah untuk mempublikasikan karya tulis Teknik Perminyakan, Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan. Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan diharapkan dapat menjadi referensi perkembangan teknologi kebumian
Articles 185 Documents
KAJIAN TEKNIS PRODUKTIVITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DI PT SAPTAINDRA SEJATI JOB SITE PT ADARO KABUPATEN TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Doddy Setiawan
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.862 KB) | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10724

Abstract

Kegiatan Pengupasan Lapisan Tanah Penutup merupakan suatu proses pemindahan lapisan tanah penutup yang bertujuan mengambil bahan galian yang berada di bawahnya.  Untuk  melaksanakan kegiatan  produksi  pengupasan  lapisan  tanah  penutup  diperlukan alat mekanis seperti alat gali muat dan alat angkut. Untuk mengetahui alat muat dan alat angkut  bekerja   maksimal maka diperlukan perhitungan produktivitas masing-masing alat.Untuk mengetahui produktivitas suatu alat diperlukannya beberapa data diantaranya data waktu siklus, spesifikasi alat yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan metode observasi lapangan dan wawancara dengan objek studi kegiatan pengupasan dan pengangkutan di pit OB2 PT Sapta Indra Sejati job site PT Adaro indonesia. Kalimantan Selatan. Dari hasil pengamatan yang dilakukan didaptakan spesifikasi  tiap alat dimana alat yang diamati ialah Shovel PC 4000 dengan pasangannya Komatsu HD 1500, dengan kapasitas Bucket shovel PC 4000 ialah 24 Lcm sedangkan Vessel Komatsu HD 1500 kapasitas 60 Bcm. Serta data waktu siklus shovel PC 4000 ialah 0.49 menit sedangkan Komatsu HD 1500 ialah 49.01 menit. Produktivitas aktual alat muat shovel adalah 1154.65 Bcm/Jam dengan target 1440 Bcm/Jam tidak tercapai, dan untuk alat angkut Komatsu HD 1500 ialah 55.29 Bcm/Jam  degan target 62 Bcm/Jam tidak tercapai, Sehingga dilakukan perbaikan pada faktor faktor yang membuat produktivitas tidak tercapai diataranya perbaikan pada waktu waktu delay yang terjadi di minimalkan sehingga effesiensi kerja tiap alat meningkat, dimana effesiensi aktual Shovel sebesar 73% setelah perbaikan menjadi 92% sedangkan Komatsu HD 1500 sebesar 88% menjadi 95%, dengan perbaikan didapatkan hasil waktu siklus alat muat shovel PC4000 ialah 0.49 menit tetapi tidak adanya waktu delay sehingga effesiensi kerja pada shovel meningkat, sedangkan pada alat angkut komatsu HD 1500 ialah 46.88 menit.Dari hasil perbaikan produktivitas semula yang tidak tercapai menjadi tercapai dengan hasil produktivitas shovel PC 4000 ialah 1449.11 Bcm/Jam dan HD komatsu 1500 ialah 62.19 Bcm/Jam.
PENENTUAN TITIK KRITIKAL POMPA ARMOR PM-6 PADA MINE DEWATERING DI PT GLOBAL MAKARA TEKNIK Brainnes Izaac Tubalawony
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.032 KB) | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10726

Abstract

Mine Dewatering adalah upaya untuk mengeluarkan air yang telah masuk ke area penambangan. Alat yang digunakan pada kegiatan mine dewatering adalah pompa sentrifugal. Pompa sebagai alat mekanis memiliki kapasitas yang ditentukan berdasarkan daya mesin yang digunakan kemampuan mengatasi hambatan (head) agar dapat mengalirkan air. Untuk dapat mengetahui titik kerja pompa diperlukan perhitungan hambatan (total head) aktual, debit aktual pompa untuk kemudian  dibandingkan dengan kurva kinerja pompa berdasarkan spesifikasi pompa. Dari penelitian ini didapat bahwa head minimum adalah 26.727 m dan kapasitas maksimum pompa adalah 325 m3/jam pada RPM 1800.
ANALISA KUALITAS BATUBARA TERHADAP EFISIENSI PEMBAKARAN PADA BOILER UNIT 1 PLTU SURALAYA, MERAK, BANTEN Marieta Riana
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.024 KB) | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10727

Abstract

PLTU Suralaya merupakan Unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang terletak di desa Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten, Indonesia. Dalam melakukan proses pembakaran pada boiler menggunakan batu bara sebagai bahan bakar untuk menghasilkan uap panas yang akan di konversikan menjadi energi kinetik untuk menghasilkan output berupa energi listrik yang akan dimanfaatkan untuk mendukung segala kebutuhan aktivitas manusia. Pada proses pembakaran batubara diperlukan proses pembakaran yang sempurna agar energi kalor yang ada pada batubara dapat dimanfaatkan secara maksimal, Oleh karena itu, dalam mencapai pembakaran yang sempurna bahan bakar yang digunakan sebagai bahan bakar harus sesuai dengan kebutuhan boiler agar tercapai pembakaran yang sempurna, serta dapat mencapai nilai efisiensi yang optimal. Berdasarkan hasil pengujian kualitas batubara dalam basis As Received (Ar) yang dilakukan pada tanggal 27 Maret – 4 April 2019 menunjukkan bahwa batubara yang digunakan sebagai bahan bakar memiliki kandungan Total Moisture sebesar 29.99% ,Kadar abu sebesar 5.37%, Volatile matter sebesar 33.10%, Fixed Carbon sebesar 31.61%, Calorific value 4615.86Kcal/kg, Total Sulfur 0.39%, Carbon 48.21%, Hydrogen 5.10%, Nitrogen 0.84%, dan Oksigen 10.09%.Dari hasil pengujian tersebut membuktikan bahwa batubara yang digunakan sebagai bahan bakar belum sesuai dengan kebutuhan pembakaran pada boiler karena nilai kalor batubara yang digunakan belum mencapai kebutuhan, nilai kandungan sulfur dan hidrogen nya juga melampaui batas yang dipersyaratkan.
ANALISA KEBUTUHAN PENYANGGA PADA TAMBANG BAWAH TANAH PT ANTAM TBK UBPE PONGKOR Putri Marwandha Hatini
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.007 KB) | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10728

Abstract

Massa batuan di daerah tempat penelitian yaitu Ciurug X-Cut 662 Level 600 berada pada kelas V (poor rock) yang menunkukan bahwa batuan tersebut buruk. Dengan kondisi massa batuan yang buruk tersebut apakah sistem penyanggan yang sudah ada masih sanggup menopangnya dan apakah lubang bukaan tersebut masih tetap dalam keadaan stabil. Analisis penyanggan dengan menggunakan klasifiksi RMR dengan mengitung beban runtuhan yang akan disangga sehingga dapat di lihat apakah penyanggan yang sudah ada maish sanggup atau harus ada rekomendasi penyanggan yang baru setelah di analisis didapatkan hasil dimana bebab rubruhan hanya sebesar 32,65125 sedangkan kekuatan support untuk shotcrete sebesar 53,244 dapat ditarik kesimpulan bahwa penyanggan yang sudah da masih layak dipakai dan tidak permu ada rekomendasi baru. Samun bila kita lihat pada table klasifikasi RMR langsung penyanggan yang cocok untuk batuan kelas V (poor rock) adalah menggunakan rockbolt sepanjang 4-5 meter dengan spasi 1-1,1.5 di atap dan dinding dan ditambah wire mesh. Shotcrete dengan tebal diatap 100-150mm dan 100mm disamping. Menggunakan medium ribs dengan spasi 1.5m
KAJIAN TEKNIS KINERJA MONITOR SEMPROT PADA JALUR PENCUCIAN BIJIH TIMAH, PT TIMAH TBK. Ryan Aldi Prasetiyo
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.624 KB) | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10785

Abstract

Slurry yang mengalir pada jalur pencucian bijih timah di TB 1.42 belum optimal. Sebab, masih banyaknya endapan solid di jalur pencucian bijih timah yang tidak terberai oleh debit air akibat pompa tidak cukup dalam membuat slurry dengan kepekatan yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur. penelitian ini bertujuan untuk menghitung besar nya material solid ,debit air dan efisiensi pompa serta upaya untuk mengatasi pengendapan tersebut.berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan besar perbandingan material solid dengan air sebesar 5,4 dengan tetapan perusahaan sebesar 1. Besar debit air secara aktual sebesar 0,14 m3. Besar daya hidrolik pompa sebesar 33,95 HP. Besar daya nyata yang dikeluarkan pompa sebesar 53,93 HP. Efisiensi pompa sebesar 63%. Kesimpulan dari penelitian ini nilai perbandingan material solid sudah melebihi tetapan yang sudah diberikan perusahaan , dan menyebabkan terjadi nya pengendapan pada jalur pencucian bijih timah. Efisiensi pompa rendah dikarenakan nilai debit air belum mampu untuk mencukupi perbandingan material solid dan air. Kata kunci:  bijih timah,debit air, slurry,solid, pompa.
KAJIAN TEKNIS PENGELOLAAN AAT MENGGUNAKAN KAPUR TOHOR DAN REKOMENDASI AERATOR PADA KPL PIT 1 TIMUR,PTBA,TBK Tesia Maretha
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.786 KB) | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10792

Abstract

Pengelolaan AAT  yang dilakukan di KPL Pit 1 Timur ini yakni Active Treatment dan Passive Treatment. Metode Active Treatment yang digunakan di KPL ini yakni kapur tohor dan pH Adjuster. Debit air masuk ke KPL yang tinggi kurang lebih 0,32 m3/s dan metode pemberian kapur tohor yang dilakukan belum memenuhi kebutuhan kapur tohor  untuk  menaikkan  pH  sesuai  BML  sehingga  pH  air  yang  keluar  dari  outlet  KPL terkadang  masih  dibawah  Baku  Mutu  Lingkungan.  Oleh  karena  itu,  perlu  dilakukan penentuan dosis kapur tohor ulang menggunakan metode uji jartest. Selain itu logam yang terlarut dalam air di KPL ini juga sangat tinggi dan pengelolaan air asam dengan kapur tohor dalam menurunkan logam Fe dan Mn belum bisa menurunkan logam sesuai dengan Baku Mutu Lingkungan, sehingga perlu dilakukan proses oksidasi terhadap logam-logam terlarut dengan cara penambahan aerator untuk proses aerasi. Hasil uji Jartest didapatkan dosis kapur yang diperlukan untuk menaikkan pH 3,35 menjadi pH 7,69  dengan volume air 1 liter yakni 0,461 gr. Dengan debit total yang masuk ke inlet kpl pada bulan januari 2019 sebanyak 31.716,6 m3/hari, maka diperlukan kapur tohor sebanyak 14.621 kg CaO/hari. Hasil dari perhitungan nilai Chemical Oxygen Demand dengan   Theoritical   Oxygen   Demand (ThOD)   didapatkan   kebutuhan   oksigen   untuk menurunkan logam agar sesuai dengan BML yakni sebanyak 18,6 kg O2/hari. Rekomendasi Aerator untuk digunakan yakni Turbo Jet Aerator dengan kapasitas distribusi oksigen yakni 9.5-11.5 kg O2/hari (dari spesifikasi Aerator) sehingga memerlukan 2 aerator untuk KPL Pit 1 Timur.                                                                                                              Kata-kata kunci: Kapur Tohor(CaO), Aerator, Air Asam Tambang, Baku Mutu Lingkungan
ANALISA PENGARUH GETARAN PELEDAKAN TERHADAP PEMUKIMAN WARGA DI PT BUMA JOBSITE ADARO, TANJUNG TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Axel Putra Wibisono
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10793

Abstract

Gelombang seismik yang muncul akibat peledakan dirasakan sebagai getaran tanah. Getaran tanah ini pada tingkat tertentu dapat mengganggu kenyamanan manusia yang berada dekat dengan lokasi peledakan. Berfokus pada area kerja tambang batubara PT BUMA jobsite Adaro yang memiliki pit lokasi penambangan yang sangat dekat dengan pemukiman warga setempat, maka getaran tanah yang dihasilkan harus dikurangi karena dikhawatirkan akan berdampak bagi keamanan pekerja dan juga pemukiman warga setempat. Getaran tanah akibat peledakan di PT BUMA jobsite Adaro ini seringkali mengganggu aktivitas karyawan dan pekerjanya, tak jarang getaran ini mengganggu kenyamanan warga yang bermukim kurang lebih 500 meter dari tambang yang ada di lingkup PT BUMA jobsite Adaro. Selain itu di lokasi penambangan PT BUMA terdapat lokasi penyimpanan oli bekas alat berat yang ditampung dalam sebuah kolam yang sebelumnya dalam pembuatan kolam tersebut belum pernah dilakukan standarisasi nilai PPV maksimal dari dampak getaran peledakan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif yang merupakan metode dalam pengumpulan data berupa angka-angka yang diambil langsung saat penelitian dilapangan dan diambil dari hasil pengukuran dengan alat blastmate III. Kata Kunci : Peledakan, Pemboran, Geometri, Blastmate, Pemukiman, Getaran
PERBANDINGAN PERFORMA GAS LIFT DAN ELECTRIC SUBMERSIBLE PUMP PADA SUMUR DENGAN WATER CUT TINGGI Andika Mutasibillah
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.252 KB) | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10795

Abstract

Sumur AN-1 dan AN-2 sudah tidak lagi mampu untuk berproduksi secara natural flow, sehingga diperlukan bantuan dengan menggunakan artificial lift, artificial lift yang digunakan antara gas lift dan electric submersible pump, sehingga dilakukan perbandingan produksi antara menggunakan gas lift dan electric submersible pump, seiring berjalannya produksi terjadi penurunan tekanan dan kenaikan water cut yang tinggi, sehingga dilakukan perbandingan pada kondisi water cut yang tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada sumur AN-1 didapatkan bahwa produksi terbesar menggunakan electric submersible pump dibandingkan dengan menggunakan gas lift, namun pada kondisi flowing bottom hole pressure 2754 psia dengan tekanan reservoir 2910 psia produksi gas lift lebih baik dari pada electric submersible pump. Pada sumur AN-2 didapatkan bahwa produksi terbesar menggunakan electric submersible pump dibandingkan dengan menggunakan gas lift, namun pada kondisi flowing bottom hole pressure 1941 psia dengan tekanan reservoir 2660 psia produksi gas lift lebih baik dari pada electric submersible pump. Kenaikan water cut atau kondisi water cut tinggi membuat penurunan produksi pada artificial lift gas lift, sementara untuk artificial lift electric submersible pump water cut yang tinggi membuat kenaikan laju produksi.  Kata Kunci : Software Prosper, Gas Lift, Electric Submersible Pump
THE SUCCESFUL USE OF SAND CONSOLIDATION AT TUNU FIELD Adhityas Vena Sasmita; Sisworini Sisworini; Reno Pratiwi
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.297 KB) | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10796

Abstract

Oil and gas productions are demanded more these days. The industries itself have to be creative in many ways to increase the productions. The industries have to take the risk no matter what to fulfill these demands including trying a few methods. Some of the techniques are brand new and there is always a possibility that it decreasing a production instead of increasing.TUNU Field has one of the biggest gas productions in the world and it belongs to Pertamina Hulu Mahakam. It is located in Mahakam River Delta of East Kalimantan, Indonesia. For almost 80 kilometers it is spread from north to south of the Mahakam River Delta and covering about 400 square kilometers. The reservoirs are characterized as multilayered reservoirs with perforated producing zones ranging from (MD) 700 m to 5100 m.Sand production in well is one of the obstacles that oil industries are facing when it comes to oil and gas productions. There is of course limitation to sand production; it can bring benefits to good performance in a suitable amount. It can also be completely harmful to a well or in producing oil and gas. To prevent a sand breakthrough, sand control is put to the test. In this paper, a new technique of sand control will be discussed along with its advantages and disadvantages. This new method is called sand consolidation.Before sand consolidation being treated, some criteria have to match the standard. If it does not meet the criteria, it could mean either the reservoir does not need a sand control or using a mechanical sand control. When a reservoir is ready to be injected with the sand consolidation treatment, there is some procedure to follow. With the different type of sand consolidation chemicals, the temperature of the reservoir is important to this operation. One wrong chemical can lead to failure.In sand consolidation, the velocity gas and the drawdown are being reviewed due to managing risk of the well's integrity and good productivity. To control sand successfully, several important objectives must be reached during consolidation. The primary objective of sand consolidation is to bond together the formation sand adjacent to every perforation. Considering the treatment is designed to function on formation sand a zone several feet in radius around the wellbore can be consolidated.Studies of consolidation failure mechanisms show that plastics for the treatment must be inactive to reservoir fluids, should have very quick curing days and must have a robust wetting property. Including the gas flow rate increases after the treatment. Keyword: Sand Consolidation
PERANCANGAN DESAIN LUMPUR PEMBORAN DIRECTIONAL DRILLING PADA TIPE SUMUR DEVELOMENT Agung Annafi Putra
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 1 No. 2 (2020): Vol 1, No 2 (2020): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.61 KB) | DOI: 10.25105/jek.v1i2.10798

Abstract

Operasi pemboran sumur AN-11 pada formasi cisubuh untuk trayek 17 ½ “ diawali pemboran dengan tipe lumpur yang sesuai dengan perencanaan awal yaitu menggunakan Low PH Desco + 3% KCL Polymer. Pada trayek ini adanya permasalahan seperti tidak stabilnya lubang dan menyebabkan pembelokan trajektory. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan upgrade pada lumpur pemboran menjadi 7-8% KCL Polymer dan permasalahan tersebut berhasil dihindarkan pada sumur AN-11.Sedangkan untuk sumur AN-12 ketika melakukan operasi pemboran pada formasi yang sama dengan AN-11 yaitu formasi cisubuh tipe lumpur 7-8% KCL Polymer tidak dapat menstabilkan lubang bor yang membuat perubahan sudut inklinasi berubah. Dimulainya pada kedalaman 1822’ inklinasi sudut baru yang tebentuk sebesar 54.30 deg dan azimuth sebesar 296.10 deg. Sedangkan untuk trajectory original (sebelumnya) membentuk sudut inklinasi sebesar 55.07 deg dan azimuth sebesar 295.78 deg.Menandakan bahwa lumpur tipe ini belum dapat menstabilkan lubang bor maka dilakukan upgrade lumpur pemboran menggunakan HPWBM yang dapat menstabilkan lubang bor. Sehingga untuk formasi cisubuh dengan kriteria lunak seperti pada sumur AN ini lebih baik menggunakan tipe lumpur HPWBM berdasarkan dari hasil evaluasi operasi pemboran sumur tersebut.  Kata kunci      : Lumpur pemboran, KCL Polymer, HPWBM, LPHD

Page 4 of 19 | Total Record : 185