cover
Contact Name
Rini Setiati
Contact Email
rinisetiati@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
jftke@trisakti.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi - Universitas Trisakti Kampus A, Gedung D Universitas Trisakti Jalan Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat, Indonesia Phone: (62-21) 566 3232
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Eksakta Kebumian
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 2775913X     DOI : https://doi.org/10.25105/jek
Core Subject : Science,
Merupakan wadah untuk mempublikasikan karya tulis Teknik Perminyakan, Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan. Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan diharapkan dapat menjadi referensi perkembangan teknologi kebumian
Articles 185 Documents
INTENSITAS DAN DENSITAS REKAHAN BATUAN DASAR MENGGUNAKAN METODE WINDOWS SCAN DAN SCANLINE DAERAH SILOKEK, SUMATRA BARAT Alwin Daniel Simanjuntak; Muhammad Burhannudinnur
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas batuan dasar bergantung pada keberadaan rekahan alami yang saling terhubung. Model geologi seperti ini banyak dijumpai pada daerah yang mengalami proses tektonik kompresional yang sangat kuat. Penelitian dilakukan pada singkapan batuan dasar granitik di Silokek yang berada pada Cekungan ombilin. Struktur kompleks yang membentuk Cekungan Ombilin mengakibatkan berkembangknya secara signifikan keragaman distribusi intensitas rekahan alami batuan dasar tersebut. Eksplorasi pada batuan dasar memerlukan pemahaman mengenai karakteristik rekahan seperti orientasi, distribusi intensitas, distribusi densitas. Salah satu metode yang dapat dipakai untuk memahami karakteristik rekahan ialah dengan metode windows scanline. Orientasi umum rekahan gerus dan kekar pada daerah penelitian berarah barat laut- tenggara, timur laut-barat daya, dan utara-selatan. intensitas rekahan alami yang diperoleh dari data pengukuran linear scanline pada batuan dasar granitik ialah 9 – 31,8 /m. Nilai densitas rekahan alami yang diperoleh dari data pengukuran windows scanline pada batuan dasar granitik ialah 0,01 – 0,05 /cm-2. Kata-kata kunci: linear scanline, windows scanline, rekahan, intensitas, Silokek. Abstract Basement quality depends on the existence of interconnected natural fractures. Geological models like this are often found in areas that experience very strong compressional tectonic processes. The study was conducted on granitic basement outcrops in Silokek in the ombilin Basin. , this basin is a narrow basin which is limited directly by basement outcrops and volcanic complexes revealed on the surface. The complex structure that forms the Ombilin Basin results in a significant variation in the intensity distribution of the natural basement fractures. Exploration on basement requires an understanding of fracture characteristics such as orientation, intensity distribution, density distribution. One method that can be used to understand the characteristics of fractures is the linear scanline and windows scanline methods. the intensity of natural fractures obtained from linear scanline measurement data on granitic basement is 9 - 31.8 / m. The natural fracture density values ​​obtained from the windows scanline measurement data on granitic are 0.008 - 0.014 / cm-2. Keywords: linear scanline, windows scanline, fracture, intensity, Silokek.
KESERASIAN ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA TAMBANG BAWAH TANAH KENCANA, PT NUSA HALMAHERA MINERALS Sri H. Y. Mayaut
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Dalam suatu kegiatan penambangan, peralatan mekanis mutlak dibutuhkan dimana untuk menunjang kegiatan penambangan itu sendiri. Untuk dilakukan penggalian dan pemuatan material setelah dilakukan pemberaian pada tambang bawah tanah Kencana PT Nusa Halmahera Minerals menggunakan peralatan mekanis yaitu LHD (Load Haul Dump) 514 Sandvik sebagai alat gali muat, yang memuat ore dari heading point ke stockpile kemudian ore akan dimuat oleh LHD ke ADT (articulated dump truck) untuk diangkut ke area rompad. ADT yang digunakan pada tambang bawah tanah Kencana adalah Hitachi AH400. Kombinasi alat mekanis pada kegiatan penambangan ore di tambang bawah tanah Kencana PT. Nusa Halmahera Minerals, Berdasarkan pengamatan aktual di lapangan, target produksi tidak tercapai. Salah satu factor yang mempengaruhi tidak tercapainya target produksi adalah karena jumlah alat yang digunakan tidak serasi sehingga diperlukan evaluasi terhadap jumlah alat gali muat dan alat angkut. Penelitian dilakukan pada 2 lokasi yang berbeda berdasarkan jarak tempuh ke rompad. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka perlu dilakukan penambahan alat angkut pada ke 2 lokasi tersebut. Kata kunci: Pemuatan, Pengangkutan, Produktivitas, Faktor Keserasian Alat Abstract In a mining activity, mechanical equipment is absolutely necessary where to support the mining activity itself. To do excavation and material loading after submission at the Kencana PT Nusa Halmahera Minerals underground mine using mechanical equipment namely LHD (Load Haul Dump) 514 Sandvik as a digging tool, which contains ore from the heading point to the stockpile then ore will be loaded by LHD to ADT (articulated dump truck) to be transported to the rompad area. The ADT used in the Kencana underground mine is Hitachi AH400. The combination of mechanical equipment in ore mining activities in the Kencana underground mine PT. Nusa Halmahera Minerals, Based on actual observations in the field, the production target is not achieved. One of the factors affecting the achievement of the production target is that the number of equipment used is incompatible, so an evaluation of the number of loading and unloading equipment is required. The study was conducted at 2 different locations based on the distance to the rompad. From the results of the research that has been carried out, it is necessary to add transportation equipment at the two locations. Keywords: Loading, Hauling, Productivity, Match Factor.
ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA PASIR DI SUMUR BR#22 LAPANGAN PES Brahnanda Reza Ramdani
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini penulis meneliti sebuah sumur yang sering terjadi masalah kepasiran. Sumur ini merupakan sumur yang sudah tua dan dari riwayat sumur sering terjadi permasalahan kepasiran. Untuk itu, penulis ingin menganalisis penyebab terjadinya masalah kepasiran ini. Karena ada beberapa parameter-parameter yang menjadikan suatu sumur terjadi permasalahan kepasiran. Dari analisis yang telah dilakukan untuk masalah kepasiran pada sumur BR#22 di lapangan PES terdapat 4 parameter yang menjadikan sumur ini terjadi permasalahan kepasiran. 4 paremeter tersebut adalah nilai sementasi yang kecil, kandungan V. clay yang besar, interval transit time yang besar, dan laju produksi sumur yang besar yang melebihi laju kritis produksi. Sehingga dengan mengetahui sumber permasalahan kedepannya bisa dipilih cara yang terbaik untuk sumur tersebut agar tidak terjadi permasalahan kepasiran kembali. Kata-kata kunci: Kepasiran, sumur tua, laju Kritis. Abstact In this study the author examined a well which often caused sand problems. This well is an old well and from the history of wells there are often sand problems. For this reason, the author wants to analyze the causes of this sand problem. Because there are a number of parameters that make a well a problem arises. From the analysis that has been done for the sand problems in BR # 22 wells in the PES field, there are 4 parameters that make the wells happen to have problems with the sand. The four parameters are small cementation values, large V. clay content, large Transit time intervals, and large well production rates that exceed the critical rate of the formation. So that by knowing the source of the problem in the future, the best method for the well can be chosen so that there are no problems with returning to the sand. Keywords: Sand Problem, old wells, Critical rate
ANALISIS FASIES FORMASI TANJUNG, CEKUNGAN BARITO, KALIMANTAN SELATAN Efrilian Adeghea Rosa; Moeh. Ali Jambak; Firman Herdiansyah
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan pada Formasi Tanjung, yang merupakan bagian dari Cekungan Barito, Kalimantan Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fasies, lingkungan pengendapan dan distribusi vertikal dan lateral dari asosiasi fasies pada daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan tiga data sumur. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis elektrofasies dari tiga log sumur (pola kurva log) menggunakan klasifikasi Kendall (2003), analisis marker sikuen stratigrafi dengan metode T-R sequence menggunakan klasifikasi Embry (1993), analisis marker biostratigrafi berdasarkan kelimpahan foraminifera bentonik menggunakan klasifikasi Van der Vlerk & Umbgrove (1927), analisis fasies menurut klasifikasi Walker (1992), dan analisis lingkungan pengendapan menggunakan klasifikasi Boggs (2006). Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan hasil dua marker sikuen, yaitu SB 2 dan Top Tanjung dengan fasies berupa fluvial channel, fluvial pointbar, fluvial floodplain, shale delta plain, distributary channel, dan mouthbar. Sedangkan lingkungan pengendapan pada daerah penelitian terdiri dari dua lingkungan, yaitu fluvial dan deltaik. Kata-kata kunci: Fasies, lingkungan pengendapan, foraminifera bentonik, T-R sequence Abstract This research is located in Tanjung Formation which is part of Barito Basin, South Kalimantan. The purpose of this research is to determine facies, depositional environment, and the vertikal and lateral distribution of facies association in the research area. This research using three well log datas. The research methodology that used in this research is elektrofacies of three well log datas (log curve pattern) analysis using Kendall (2003) classification, stratigraphy sequence analysis with T-R sequence method using Embry (2003) classification, biostratigraphy marker analysis based on the abundance of benthonic foraminifera using Van der Vlerk & Umbgrove (1927) classification, facies analysis by Walker (1992) classification, depositional environment analysis by Boggs (2006) classification. Based on the analysis, the result show that there are two sequence markers, there are SB 2 and Top Tanjung with the facies such as fluvial channel, fluvial pointbar, fluvial floodplain, shale delta plain, distributary channel, and mouthbar. Whereas the depositional environment in the research area consists two environments, there are fluvial and deltaic. Keywords: Facies, depositional environment, benthonic foraminifera, T-R sequence
ANALISA PRODUKTIVITAS DAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR SOLAR PADA TEREX DUMPTRUCK TR 50 DAN TEREX DUMPTRUCK TR60 DALAM PROSES PENGUPASAN MATERIAL OVERBURDEN DI PT. PIPIT MUTIARA JAYA SITE SEBAKIS, NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA Robin Hoesmana Siregar
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan penambangan dengan menggunakan alat angku ttidak terlepas dari penggunaan bahan bakar solar yang akan berpengaruh terhapadap produktivitas penambangan. Adapun faktor penting yang perlu dipertimbangkan yaitu konsumsi bahan bakar. Penggunaan bahan bakar solar yang tidak sesuai dengan aturannya mengakibatkan produktivitas alat angkut tidak maksimal. Oleh karena itu tujuan pada penelitian ini dilakukan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar solar alat angkut pada pengupasan material overburden. Pada jalan In Pit Disposal (IPD) Pit 3, PT. Pipit Mutiara Jaya pada kondisi aktual, target produktivitas tidak tercapai, dimana produktivitas alat angkut Terex 50 sebesar 425,63 BCM/Jam dan produktivitas alat angkut Terex 60 sebesar 561.01 BCM/Jam. Sedangkan konsumsi bahan bakar fuel ratio secara aktual alat angkut Terex 50 sebesar 0,30 liter/BCM dan fuel ratio secara aktual alat angkut Terex 60 sebesar 0,29 liter/BCM. Dengan menggunakan metode rimpull waktu edar jalan angkut muatan serta waktu jalan kosong setelah diperbaiki. Menghasilkan Produktivitas Terex 50 meningkat sebesar 506,59 BCM/Jam sedangkan fuel ratio Menurun sebesar 0,25 Liter/Bcm dan Produktivitas Terex 60 meningkat sebesar 617,03 BCM/Jam sedangkan fuel ratio Menurun sebesar 0,26 Liter/Bcm Dengan melakukan perbandingan fuel ratio diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dump truck yang beroperasi dengan penggunaan bahan bakar yang optimum dan efisien. Kata-kata kunci: Produktivitas, bahan bakar solar, rimpull, fuel rasio Abstract Mining activities by using the means of transport is inseparable from the use of diesel fuel will affect to mining productivity. Therefore, Important factor to consider is the fuel consumption. The use of diesel fuel that does not comply with the rules resulting in the productivity of conveyance is not optimal. Therefore, the objective in this study conducted to optimize the use of diesel fuel in the transport means stripping the overburden material. On the road In Pit Disposal (IPD) Pit 3, PT. Pipit Mutiara Jaya on actual conditions, productivity targets are not achieved, where productivity of Terex50 425.63 BCM/Hour and productivity of Terex60 561.01 BCM/hour. While fuel consumption actual fuel ratio Terex50 of 0.30 liters/BCM and the actual fuel ratio Terex60 of 0.29 liter/BCM. Using the method rimpull circulation time charge haul roads and streets empty after a fixed time. Productivity produce Terex 50 increased by 506.59 BCM/Hour fuel ratio while Downhill 0.25 Liter/Hour and Productivity produce Terex 60 increased by 617.03 BCM/Hour fuel ratio while Downhill 0.26 Liter/Hour. By doing a comparison of fuel ratioexpectedtoimprove productivity dump truck operating at optimum fuel use and efficient. Keywords: Productivity, diesel fuel, rimpull, fuel ratio
ANALISIS GERAKAN TANAH DI DAERAH BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Alexzander Renwarin
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Propinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang rawan gerakan tanah di Indonesia. Daerah penelitian terletak di daerah Nagrak dan sekitarnya. Permasalahan yang dikaji adalah kondisi geomorfologi, geologi, geologi teknik, pada daerah penelitian. Aspek batas cair dan batas plastis tanah diteliti sebagai salah satu faktor di wilayah penelitian. Daerah geomorfologi penelitian terbagi dari tiga yaitu satuan geomorfologi berbukit bergelombang struktural, dataran denudasional, dan berbukit miring landai vulkanik. Daerah penelitian termasuk dalam formasi Jatiluhur dari yang paling muda ke tua yaitu satuan breksi, satuan batupasir, dan satuan batulempung. Potensi zona kerentanan gerakan tanah daerah penelitian terbagi atas tiga yaitu potensi kerentanan rendah, kerentanan sedang dan potensi kerentanan tinggi. Kata-kata kunci : Formasi Jatiluhur, gerakan tanah, Nagrak, batas plastis, batas cair. Abstract West Java Province is one of the areas prone to land movements in Indonesia. The research area is located in the Nagrak area and its surroundings. The problems studied are geomorphological, geological, engineering geological conditions in the study area. The liquid boundary and soil plastic boundary aspects were examined as one of the factors in the study area. The geomorphology area of ​​the study is divided into three, namely structural geomorphological units with structural wavy hilly, denudational plains, and hilly sloping volcanic slopes. The study area is included in the Jatiluhur formation from the youngest to the oldest, namely breccia unit, sandstone unit, and claystone unit. Potential zones of soil movement susceptibility in the study area are divided into three, namely the potential for low vulnerability, moderate vulnerability and high vulnerability potential. Keywords: Jatiluhur formation, land movements, Nagrak, plastic limit, liquid limit.
ANALISA KEBUTUHAN GRADER UNTUK PERBAIKAN JALAN ANGKUT PADA OPERASIONAL PENAMBANGAN DI PT KALTIM PRIMA COAL, SANGATTA, KALIMANTAN TIMUR Dhion Brahmansyah
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Kaltim Prima Coal adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang terletak di Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sistem penambangan yang digunakan oleh PT Kaltim Prima Coal adalah sistem tambang terbuka (surface mining). Kegiatan operasi penambangan ditunjang dengan adanya Grader untuk memperbaiki jalan angkut. Penelitian pengamatan kebutuhan Grader dilakukan di Departemen Bintang dan Departemen Hatari yang merupakan bagian dari MOD (Mining Operation Division) PT Kaltim Prima Coal. Departemen Bintang memiliki 7 unit Grader 24 dan 2 unit Grader 16. Departemen Hatari memiliki 8 unit Grader 24 dan 4 Unit Grader 16. Produktivitas Grader di Departemen Bintang untuk Grader 24 yaitu 42,754.96 (m²/jam) dan 27,720.00 (m²/jam) untuk Grader 16. Produktivitas Grader di Departemen Hatari untuk Grader 24 yaitu 34,923.06 (m²/jam) dan 24,867.28 (m²/jam) untuk Grader 16. Luas Area jalan angkut yang ada di Departemen Bintang sebesar 647,378.37 (m²) dan yang ada di Departemen Hatari sebesar 537,230.00 (m²). Setelah dilakukan pengamatan, kebutuhan Grader masih kurang dengan adanya luas jalan angkut dibandingkan dengan Produksi Grader yang ada di Departemen Bintang dan Departemen Hatari. Upaya meningkatkan kegiatan operasi penambangan dengan memperbaiki jalan angkut yaitu dengan cara Departemen Bintang untuk diperlukan penambahan 1 unit Grader eq 24 dan 2 unit untuk Departemen Hatari atau dengan cara meningkatkan kinerja operator agar Ketersedian Penggunaan sesuai dengan rencana. Kata-kata kunci: operasi penambangan, perbaikan jalan, grader, produktivitas Abstract PT Kaltim Prima Coal is a private company engaged in coal mining located in Sangatta District, East Kutai Regency, East Kalimantan Province. The mining system used by PT Kaltim Prima Coal is a surface mining system. Mining operations are supported by the presence of a grader to repair the haul road. Observation studies of Grader needs were carried out at the Department of Bintang and Department of Hatari which were part of the MOD (Mining Operation Division) of PT Kaltim Prima Coal. Department Bintang has 7 units of 24 Graders and 2 units of Graders 16. The Department of Hatari has 8 units of 24 Graders and 4 Unit Graders 16.Grader Productivity in Department Bintang for Grader 24 is 42,754.96 (m² / hour) and 27,720.00 (m² / hour) for Graders 16. Grader Productivity in Department Hatari for Grader 24 is 34,923.06 (m² / hour) and 24,867.28 (m² / hour) for Graduates 16. The total area of ​​the haul road in the Department of Bintang is 647,378.37 (m²) and those in the Department of Hatari are 537,230.00 (m²). After the observation, the Grader needs are still lacking with the presence of haul roads compared to the Production of Graders in the Department of Stars and Department of Hatari. Efforts to improve mining operations by improving the haul road, namely by way of the Department of Bintang to require the addition of 1 unit of eq 24 and 2 units of Grader for the Department of Hatari or by increasing the performance of operators so that the availability of use is in accordance with the plan. Keyword: mining operations, road repairs, grader, productivity
ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN LAPISAN RESERVOIR LAPANGAN ‘MDA’, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Josua Gilbert Pentury
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan dunia hidrokarbon belakangan ini mengalami penurunan yang cukup signifikan disebabkan oleh kurangnya eksplorasi migas di Indonesia. Demi membangkitkan kembali dunia hidrokarbon Indonesia, perlu diadakannya peningkatan eksplorasi migas. Salah satunya ialah dengan dilakukannya penelitian untuk mengetahui paleoenviroment suatu daerah. Penelitian ini akan berfokus pada penentuan lingkungan pengendapan dan pembuatan peta persebaran fasies pada lapangan ‘MDA’ terkhusunya pada lapisan reservoir formasi Mundu-Selorejo, Cekungan Jawa Timur Utara. Data yang digunakan berupa data log, core, dan seismik. Metoda yang digunakan untuk menghasil kan output tersebut adalah dengan menganalisa core yang dilihat dari sayatan tipis dan melihat himpunan biotanya, lalu data log kemudian digunakan untuk intrepetasi litofasies daerah penelitian, dan dengan menggunakan data seismic untuk mengetahui persebaran lapisan pada bawah permukaan. Penelitian ini nantinya idharapkan dapat berguna untuk intrepetasi morfologi serta struktur bawah permukaan. Intregrasi dari ke 3 data tersebut menghasilkan analisis yaitu pada daerah penelitian memiliki litofasies yaitu grainstone, packstone dan wackstone. Diendapkan pada lingkungan Neritik Luar sampai Bathyal Atas. Kata-kata kunci: fasies batugamping, lingkungan pengendapan, reservoir Abstract The oil and gas industry is currently experiencing a significant decline due to the lack of oil and gas exploration in Indonesia. In order to bring up again the industry, the hidrocarbon exploration itself should be increased. One of the way to increase or bring up again the oil and gas industry is by determining the depositional environment and making facies distribution maps on the "MDA" field, which will be focused on the reservoir of Mundu-Selorejo Formation, on North East Java Basin. The data used are log, core, and seismic data. The method used to produce the output is to analyze the cores viewed from thin section and see the set of biotas, then log data used for interpretation of sequence stratigraphy in the research area, then using seismic data for subsurface morphology interpretation and its structure. Integration from all data resulted analysis of the research area has lithofacies of grainstone, packstone and wackstone. It is deposited on the outer neritic to upper bathyal environment.
STUDI LABORATORIUM PENGARUH PENAMBAHAN GYPSUM TERHADAP SIFAT FISIK SEMEN PADA BEBERAPA TEMPERATUR PERENDAMAN BERDASAR STANDAR API 10A Muhammad Febramadhani Ibradi
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kegiatan penyemenan atau cementing merupakan salah satu aktifitas yang sangat penting selama operasi pemboran. Daya tahan dan efisiensi dari sumur produksi sangat bergantung pada tingkat kesuksesan tahap ini. Pada operasi pemboran, lubang sumur dilapisi oleh rangkaian pipa spesial yang disebut dengan casing. Pada tahap cementing, annulus antara casing dan formasi diisi dengan semen dengan komposisi tertentu. Buruknya kualitas bubur semen akan menimbulkan masalah baru pada operasi penyemenan. Sedangkan kualitas semen yang baik diharapkan akan dapat mengurangi masalah-masalah yang sering terjadi dalam operasi penyemenan dan sekaligus akan menjamin daya tahan lubang bor agar dapat bertahan lebih lama. Bubur semen pada dasarnya mengandung air, semen dan beberapa variasi aditif. Untuk mendapatkan kualitas bubur semen yang baik, karakteristik bubur semen dan kekuatan semen yang dihasilkan harus sesuai dengan kondisi lubang bor. Oleh sebab itu dibutuhkan beberapa addictive semen yang tepat untuk dicampurkan kedalam bubur semen. Tugas akhir ini mengenai pengaruh penambahan aditif accelarator gypsum, terhadap thickening time dan compressive strength semen kelas G. Studi laboratorium ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efek penambahan jenis aditif yang tadi telah disebutkan sebelumnya, dengan tiga temperatur pengkondisian yang berbeda yaitu 110oF, 140oF, dan 170oF dan 200 oF dengan variasi waktu pengkondisian perendaman selama 24 Jam, 16 jam, 8 jam. Setelah diujikan telah didapatkan nilai thickening time semakin cepat dikarenakan fungsi gypsum sebagai accelerator, dan nilai compressive strength semakin kuat. Akan tetapi dikarenakan suhu yang diuji tidak ideal digunakan untuk adiktif accelerator maka digunakanlah retarder sodium borate untuk menyeimbangkan nilai compressive strength dan thickening time. Kata-kata kunci: Thickening Time, Compressive Strength, Accelarator Abstract In cementing or cementing activities is one of the most important activities during drilling operations. The durability and efficiency of the production well depend very much on the success rate of this stage. In drilling operations, the wellbore is covered by a series of special pipes called casings. In the cementing stage, the annulus between the casing and the formation is filled with cement with a certain composition. Poor quality of cement slurry will cause new problems in cementing operations. Whereas good cement quality is expected to be able to reduce the problems that often occur in cementing operations and at the same time will guarantee the durability of boreholes to last longer. Cement slurry basically contains water, cement and a variety of additives. To get a good quality of cement slurry, the characteristics of the cement slurry and the strength of the cement produced must be in accordance with the conditions of the borehole. Therefore, we need some appropriate addictive cement to be mixed into the cement slurry. This final project deals with the effect of the addition of gypsum accelarator additives, to the thickening time and compressive strength of class G cement. This laboratory study was carried out to determine the effect of adding the additive types mentioned earlier, with three different conditioning temperatures namely 110oF, 140oF, and 170oF and 200 oF with variations of the soaking conditioning time for 24 hours, 16 hours, 8 hours. After testing, the thickening time value has been obtained faster because of the gypsum function as an accelerator, and the compressive strength value is getting stronger. However, because the temperature tested is not ideal for use with addictive accelerators, sodium borate retarders are used to balance the compressive strength and thickening time values.
ANALISA PENGARUH GETARAN PELEDAKAN TERHADAP PEMUKIMAN WARGA DI PT BUMA JOBSITE ADARO, TANJUNG TABALONG, KALIMANTAN SELATAN Axel Putra Wibisono
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gelombang seismik yang muncul akibat peledakan dirasakan sebagai getaran tanah. Getaran tanah ini pada tingkat tertentu dapat mengganggu kenyamanan manusia yang berada dekat dengan lokasi peledakan. Berfokus pada area kerja tambang batubara PT BUMA jobsiteAdaro yang memiliki pit lokasi penambangan yang sangat dekat dengan pemukiman warga setempat, maka getaran tanah yang dihasilkan harus dikurangi karena dikhawatirkan akan berdampak bagi keamanan pekerja dan juga pemukiman warga setempat. Getaran tanah akibat peledakan di PT BUMA jobsiteAdaro ini seringkali mengganggu aktivitas karyawan dan pekerjanya, tak jarang getaran ini mengganggu kenyamanan warga yang bermukim kurang lebih 500 meter dari tambang yang ada di lingkup PT BUMA jobsiteAdaro. Selain itu di lokasi penambangan PT BUMA terdapat lokasi penyimpanan oli bekas alat berat yang ditampung dalam sebuah kolam yang sebelumnya dalam pembuatan kolam tersebut belum pernah dilakukan standarisasi nilai PPV maksimal dari dampak getaran peledakan.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Metode kuantitatif yang merupakan metode dalam pengumpulan data berupa angka-angka yang diambil langsung saat penelitian dilapangan dan diambil dari hasil pengukuran dengan alat blastmate III. Kata Kunci:Peledakan, Pemboran, Geometri, Blastmate, Pemukiman, Getaran Abstract Seismic waves arising from blasting are felt as ground vibrations. This ground vibration at a certain level can disturb the comfort of humans who are near the blasting location. Focusing on Adaro's PT BUMA jobsite coal mining area which has a mining site pit that is very close to local residents' settlements, the resulting ground vibration should be reduced because it is feared that it will have an impact on the safety of workers and also local residents. The ground vibration caused by the explosion at PT BUMA Adaro's jobsite often interferes with the activities of its employees and workers, not infrequently this vibration disturbs the comfort of residents who live approximately 500 meters from the mines within PT BUMA's Adaro jobsite. Besides that, in the mining location of PT BUMA, there is a storage location of used oil of heavy equipment which is accommodated in a pond which previously in the construction of the pond has never been standardized for the maximum PPV value from the impact of blasting vibrations. This research uses a quantitative approach. Quantitative method which is a method of data collection in the form of figures taken directly during research in the field and taken from the measurement results with Blastmate III. Keywords: Blasting, Drilling, Geometry, Blastmate, Settlement, Vibration

Page 6 of 19 | Total Record : 185