cover
Contact Name
masyhuri rifai
Contact Email
elmaqraiqt@gmail.com
Phone
+6282345133563
Journal Mail Official
elmaqra@iainkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. Mekar. BTN Nur 4 Ranomeeto Konawe Selatan
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
ISSN : 29633982     EISSN : 2829114X     DOI : -
Core Subject : Religion,
Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu hadis, living hadis, pemikiran tokoh tentang hadis dan sebagainya. Bahkan kajian berkaitan dengan theology seperti Perkembangan Teologi dan Keagamaan, sejarah, penelitian keagaamaan islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2021)" : 9 Documents clear
IMPLEMENTASI AYAT AL-QUR’AN DAN HADIS TERHADAP PENGAMALAN AKHLAK PADA KOMUNITAS FORDISMI (FORUM DISKUSI MAHASISWA ISLAM) IAIN KENDARI Adam AlBarki; Muh Ikhsan; Aminuddin Aminuddin; Ni’matu Zuhrah
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.407 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3309

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode Living Qur’an, bertujuan untuk menganalisis bagaimana Implementasi Ayat Al-Qur’an dan Hadis Terhadap Pengamalan  Akhlak  Pada Komunitas FORDISMI (Forum Diskusi Mahasiswa Islam) IAIN Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian gabungan lapangan dan pustaka (combined field and library), sumber data berupa hasil wawancara, daftar kegiatan. Data di analisis berdasarkan kesamaan kategori kemudian disimpulkan. Dari hasil analisis peneliti menemukan 3 poin yaitu: 1) Dalil ayat al-Qur’an dan Hadis yang diterapkan berupa martabat seorang muslim, akhlak yang mulia, hak-hak seorang muslim, mempererat tali silaturrahim, ancaman bagi orang-orang yang mengganggu kaum musllim, mendamaikan perselisihan diantara orang Islam, menolong orang Islam. 2) Implementasi di realisasikan melalui kegiatan ta’lim, musyawarah, amalan infiradi dan laporan amal. 3) Kegiatan yang dimaksudkan komunitas ini berusaha untuk membentuk suatu kegiatan yang terus berulang setiap harinya dan berusaha mengamalkan ayat dan hadis dalam keseharian kehidupan anggota.Kata Kunci: Dalil, Akhlak, Fordismi
TELA’AH PENGAMALAN AYATUL HIRZI (STUDI LIVING QUR'AN DI PONDOK PESANTREN KASYIFUL ULUM KENDARI) Qubaela Alfaeni; Aminuddin Aminuddin; Abdul Gaffar; Muh. Ikhsan
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.838 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3315

Abstract

AbstrakPenelitian ini tentang pengamalan a>yātul h}irzi (Studi Living Qur’ān di Pondok Pesantren Kasyiful Ulum Kendari) Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data yang digunakan yaitu: Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertama, a>yātul h}irzi adalah amalan wajib bagi santri Pondok Pesantren Kasyiful Ulum Kendari yang tersusun dari beberapa ayat-ayat dalam surah al-Qur’ān yang diyakini dapat menjadi proteksi bagi diri santri, anggota keluarga,  dan  seluruh  hal  yang  memiliki  hubungan  erat  oleh  santri. Kedua, Manfaat memberi ketenangan jiwa santri, menjauhkan diri dari maksiat, menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan, menjaga harta, menjauhkan diri dan sifat amarah, menjadi obat dan ruqyah, dan menyambung robitoh (sambung hati) kepada para kiai/guru.Kata Kunci: Āyātul Ḥirzi , Living Qur’ān, Pondok Pesantren
SEDEKAH YANG MENYAKITKAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI TAHLILI Q.S. AL-BAQARAH [2] : 263-264) Erba Putra Diansyah; Abdul Gaffar; Sulaemang Sulaemang; Ni’matuz Zuhrah
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.079 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3311

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat sedekah yang menyakitkan dalam QS. al-Baqarah[2]:263-264, Penelitian ini merupakan kajian pustaka atau library research. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan linguistik dan psikologi. Kemudian teknik analisis yang digunakan adalah teknik[metode tahlili>, adapun dalam menganaisis data-data tersebut peneliti menggunakan teknik interpretasi yang meliputi interpretasi tekstual, kontekstual dan intertekstual.Hasil penelitian ini menemukan bahwa wujud sedekah yang menyakitkan pada masa kini meliputi, bersedekah kemudian menyakiti, bersedekah dengan disertai tindakan menyakiti dan menyakiti kemudian bersedekah. Adapun dampak dari sedekah yang menyakitkan dirasakan oleh tiga pihak, yaitu pemberi sedekah, penerima sedekah dan masyarakat sekitar.Kata kunci: Sedekah, Menyakitkan, Tahlili>.
CADAR DITINJAU DALAM PERSPEKTIF KEKHUSUSAN PARA ISTERI RASULULLAH Zakuan Muktar
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.866 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3316

Abstract

Abstrak Penelitian ini pada dasarnya pembahasan dalam Al-Qur'an yang mengupas tentang kekhususan hukum cadar istri-istri Nabi Muhammad SAW, khususnya Mengkaji tentang cadar dan kekhususan istri-istri nabi dalam Al-Qur’an. Adapun metode yang digunakan dalam mengungkapkan penelitian ini adalah metode Tafsir Maudhu’i (tematik). Dalam hal ini, penelitian didasarkan pada data-data yang ada dalam ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan tema tersebut, di mana ayat-ayat dan hadis–hadis tersebut dikumpulkan dahulu, yaitu hadits-hadits yang mendukung tema tersebut. Hasilnya ditemukan bahwa istri-istri Nabi Saw dalam al-Qur’an mendapat gelar Ummahât al-Mu’minîn ternyata memiliki beberapa kekhususan dan keutamaan dalam al-Qur’an. Merupakan aqidah ahlussunnah wal jamaa'ah menetapkan kekhususan dan keutamaan mereka diantaranya yaitu mereka mendapatkan balasan yang berlipat ganda dan rezeki yang mulia (surga), kedudukan yang tidak sama dengan wanita lain, dan rumahnya adalah tempat turun dan dibacakan wahyu yaitu al-Qur’an dan Sunnah Nabi.Kata Kunci: Cadar, Isteri, Rasulullah 
ETIKA BERHIAS WANITA MUSLIMAH DALAM Q.S AL-AHZAB [33] : 33 (STUDI KASUS DI DESA SINDANG KASIH, KEC. RANOMEETO BARAT, KAB. KONAWE SELATAN) Reski Saputri Utami; Samrin Samrin; Nasri Akib
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.312 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3312

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran, pengamalan dalam etika berhias kaum wanita muslimah di Desa Sindangkasih dengan Qur’an Surah Al-Ahzab / 33 : 33. Penelitian ini merupakan penelitian kulitatif deskriptif, yang berusaha menyajikan data sesuai hasil penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Menurut penafsiran para ulama dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab / 33 : 33 yang paling mendekati kebenaran adalah Allah melarang Istri-istri nabi dan kaum wanita muslimah untuk bertingkah laku seperti wanita jahiliyah. (2) pelaksanaan berhias kaum wanita muslimah di Desa Sindangkasih  yang telah di teliti yaitu mayoritas dari mereka di lakukan ketika hendak keluar dari rumah  kebanyakan berhias. (3) Pengamalan masyarakat dengan  penafsiran Qur’an Surah  Al-Ahzab/33 :33 memiliki persamaan dan perbedaan yaitu tetap berada di dalam  rumah  jika tidak ada keperluan dan kepentingan yang mendesak. Sedangkan perbedaan nya yaitu ketika hendak keluar rumah mayoritas kaum wanita muslimah  selalu BertabarrujKata kunci : Etika,  Berhias, Wanita,
KESETARAAN DALAM JODOH (PENDEKATAN TAFSIR MAQASIDI Q.S. AN-NUR : 26 Riska Riska; Hasdin Has; Abdul Gafar; Ni’matu zuhrah
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.808 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3318

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji kesetaraan dalam jodoh Q.S. al-Nu>r [24] : 26 dengan pendekatan tafsi>r maqa>sidi> Q.S. al-Nu>r[24]:26 dengan tiga sub masalah; 1) Tafsir Q.S. al-Nu>r[24:26. 2) Subtansi tafsi>r maqa>s}idi> Q.S. al-Nu>r [24] : 26. 3) Konsep kesetaraan jodoh dalam al-Qur’an dan Masyarakat. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, menggunakan metode tah}lili yang mengumpulkan muna>sabah, asba>b al-nuzu>l, makna lugawi, i’ra>b dan bala>gah serta penafsiran ulama tentang Q.S. al-Nu>r [24] : 26. Kemudian diinterpretasi dengan interpretasi tekstual, kontekstual dan intertekstual. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Tafsir Q.S. al-Nu>r [24] : 26 adalah tentang pembelaan Allah terhadap A<isyah ra. dan Safwan dalam hadi>s} al-ifkih, 2) Subtansi tafsi>r maqa>s}idi> Q.S. al-Nu>r [24] : 26 adalah bagaimana kesetaraan jodoh akan memberi peluang yang lebih besar untuk membentuk keluarga yang langgeng, saki>nah mawaddah warrahmah.Kata Kunci: kesetaraan, jodoh, tafsi>r maqa>s}idi>.
TAHIYYAH DALAM Q.S AN-NISA’ [4] : 86 M. Syawal Rosyid; Fatirawahidah Fatirawahidah; Aminudin Aminudin; Hasan Basri
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.676 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3313

Abstract

AbstrakPenelitian ini berjudul Tah}iyyah Dalam Q.S Al-Nisa>’[4] : 86 (Suatu Kajian Tahlili). Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan teknik studi kepustakaan. dengan teknik interpretasi yang digunakan yaitu interpretasi tekstual, kontekstual, dan interkontekstual. Teknik analisis data yang digunakan adalah tafsir tahlili. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, tah}iyyah berasal dari kata h}ayya> yang berarti hidup. Jadi, tah}iyyah berarti doa untuk memperpanjang usia. sedangkan tah}iyyah yang di maksud dalam Q.S al-Nisa<’ [4] : 86 yakni pemberian penghormatan dengan yang semisalnya atau yang lebih baik. Kedua, kontekstualisasi makna tahiyyah dalam bentuk perbuatan yakni penghormatan kepada Rasulullah dengan mengikuti sunnahnya, penghormatan kepada orang tua, penghormatan terhadap orang yang berilmu, penghormatan kepada sesama manusia, penghormatan dengan mencium tangan, menundukkan badan sebagai penghormatan, dan berdiri menyambut seseorang.Kata Kunci : Tah}iyyah, Q.S Al-Nisa>’, Kontekstualisasi.
TRADISI PENGGUNAAN BUSANA HAJI DALAM SUKU BUGIS (STUDI LIVING QUR’AN TERHADAP PEREMPUAN DESA PUUREMA SUBUR KABUPATEN KONAWE SELATAN) Nirwanti Nirwanti; Hasdin Has; Muh. Ikhsan
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.389 KB) | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.3314

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan praktik tradisi penggunaan busana haji dalam masyarakat Bugis dan mengaitkan dengan dalil QS. al-Nur [24] : 31. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode living Qur’an dengan pendekatan tafsir yaitu pendekatan kebahasaan, historis, fikih (hukum), dan sosial budaya (kemasyarakatan). Tekhnik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara partisipatif dan mendalam serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemahaman perempuan yang sudah berhaji perihal aurat dan batasannya terbagi menjadi dua jenis. Pertama, sebagian besar perempuan yang sudah berhaji di desa Puurema Subur Kabupaten Konawe Selatan memahami tentang aurat dan batasannya dalam syari’at Islam, akan tetapi status sosial menjadi perhatian yang paling penting bagi mereka daripada perolehan predikat haji mabrur yang sesungguhnya. Kedua, sebagian kecil dari mereka sama sekali tidak memahami perkara aurat dalam Islam.Kata Kunci: Busana, Haji, Bugis, Desa Puurema Subur.
MADUAI PINAH: INTERSEKSI ANTARA ISLAM DAN TRADISI LOKAL PADA MASYARAKAT BAJO KONAWE UTARA SULAWESI TENGGARA
EL-MAQRA' Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v1i1.7110

Abstract

Penelitian ini tentang tradisi maduai pinah: interseksi Islam dengan tradisi lokal pada masyarakat Bajo Konawe Utara. Penelitian ini mengungkap 1) gambaran tentang tradisi maduai pinah. 2) Hubungan Islam dengan Adat Nenek Moyang dalam Ritual Maduai pinah. 3) Dampak Ritual Maduai pinah Dalam Kehidupan Suku Bajo Konawe Utara Pesisir Sulawesi Tenggara? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dari observasi dengan mengamati langsung proses tradisi maduai pinah dan wawancara dengan tokoh adat dan tokoh agama dan masyarakat serta dokumentasi. Data kemudian diolah pengolahan data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Tradisi maduai pinah merupakan salah satu bentuk sedekah kepada penjaga/penguasa laut. 2)Interaksinya terlihat dalam beberapa hal: a.Maduai pinah sebagai kalimat doa dan bacaan dalam tradisi ini, mayoritas menggunakan ayat Alquran seperti QS al-Fatihah dan penyebutan nama-nama nabi yang akrab diamati oleh umat Islam. seperti Adam dan Yesus.b, sebagai sarana untuk menghargai makhluk lain. . 3) Dampak tradisi maduai pinah dalam kehidupan suku Bajo pesisir Konawe Utara Sulawesi Tenggara terdapat pada: a.Adab menghormati makhluk lain. B. Etos kerja.c. Rejeki nomplok yang melimpah

Page 1 of 1 | Total Record : 9