cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcssel@unisba.ac.id
Phone
+6281224131431
Journal Mail Official
bcssel@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Sharia Economic Law
ISSN : -     EISSN : 28282264     DOI : https://doi.org/10.29313/bcssel.v2i2
Core Subject : Religion, Economy,
Bandung Conference Series Sharia Economic Law (BCSSEL) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada ekonomi syariah dengan ruang lingkup yaitu Perbankan Syariah, Keuangan Syariah, Akuntansi, Muamalah. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 324 Documents
Penerapan Asas – Asas Muamalah dan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terhadap Jual Beli Kosmetik Preloved Widiyanti; Nandang Ihwanudin; Shindu Irwansyah
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.153 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.156

Abstract

Abstract. The cosmetics and skincare marketplace facebook group is a facebook group that trades preloved cosmetics. Where preloved cosmetics are defined as cosmetics that have been liked by previous users or used cosmetics. The purpose of this study is to find out how the practice of buying and selling preloved cosmetics and the application of the principles of muamalah and law number 8 of 1999 to the sale and purchase of preloved cosmetics in the cosmetics and skincare marketplace facebook group. The research method used is descriptive qualitative with a normative sociological approach. This type of research is field research with data collection techniques, namely observation, interviews and documentation. The results of this study are some of the buying and selling practices that are appropriate and that are not in accordance with the concept of buying and selling, the principles of muamalah and law number 8 of 1999 concerning consumer protection. Abstrak. Grup facebook marketplace kosmetik dan skincare merupakan grup facebook yang memperjual belikan kosmetik preloved. Dimana kosmetik preloved diartikan sebagai kosmetik yang pernah disukai oleh pengguna sebelumnya atau kosmetik seken (bekas). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli kosmetik preloved serta penerapan asas – asas muamalah dan undang – undang nomor 8 tahun 1999 terhadap jual beli kosmetik preloved di grup facebook marketplace kosmetik dan skincare. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologis normatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian praktik jual beli ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai dengan konsep jual beli, asas – asas muamalah dan undang – undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
Analisis Hukum terhadap Putusan Perkara Nomor 5530/Pdt.G/2017/Pa.Badg Akibat Wanprestasi Nasabah pada Pembiayaan Akad Musyarakah Alfadilah Rizki Hasanah; Nandang Ihwanudin; Mohamad Andri Ibrahim
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.233 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.163

Abstract

Abstract. This research aims to find out the procedure for handling problematic musyarakah financing in BNI Syari'ah and analyze the legal basis for the verdict of case number 5530 / Pdt.g / 2017 / Pa.Badg due to customer default on the financing of musyarakah agreement. In this study, the author used the Qualitative Research Approach of Case Studies with Normative Legal Study analysis, namely to decipher secondary data in the form of The Bandung City Religious Court Ruling. Referring to PERMA No. 14 of 2016 on the procedure for resolving sharia economic cases there is a provision that all decisions or court determinations in the field of Sharia economy must contain sharia principles. Based on the results of research on the legal basis of judge consideration, the Bandung Religious Court Judges Have referred to the legal basis in accordance with material law and formil law, but in this case the legal basis used by judges still has not optimized sharia economic law, so it is still not optimal in containing sharia principles. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penanganan terhadap pembiayaan musyarakah bermasalah Di BNI Syari’ah sampai terjadinya eksekusi lelang jaminan dan menganalisis dasar hukum terhadap putusan perkara nomor 5530/Pdt.g/2017/Pa.Badg akibat wanprestasi nasabah pada pembiayaan akad musyarakah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Pendekatan Penelitian Kualitatif Studi Kasus dengan analisis Normatif Legal Study yaitu untuk menguraikan data sekunder berupa Putusan Pengadilan Agama Kota Bandung. Merujuk kepada PERMA No. 14 Tahun 2016 tentang tata cara penyelesaian perkara ekonomi syariah harus memuat prinsip-prinsip syariah. Berdasarkan hasil penelitian tentang dasar hukum pertimbangan hakim, Majelis Hakim Pengadilan Agama Kota Bandung sudah merujuk kepada dasar hukum sesuai dengan hukum materiil dan hukum formil, namun pada perkara ini dasar hukum yang digunakan hakim masih belum mengoptimalkan hukum ekonomi syariah, sehingga masih belum optimal dalam memuat prinsip-prinsip syariah.
Tinjauan Fatwa DSN-MUI Nomor 06/DSN-MUI/IV/2000 terhadap Akad Istishna’ di Perumahan Syariah Alfarez Tasikmalaya Munawaroh; Sandy Rizki Febriadi; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.472 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.170

Abstract

Abstract. Alfarez Housing is one of Sharia housings in Tasikmalaya, in the transaction using an istishna contract. The istishna’ contract has been regulated in the Fatwa DSN-MUI Number 06/DSN-MUI/IV/2000. However, in the transaction there are still several points that have not been implemented from the Fatwa DSN-MUI Number 06/DSN-MUI/IV/2000 concerning the istishna’ contract. The purpose of this study is to find out how the Fatwa DSN-MUI Number 06/DSN-MUI/IV/2000 reviews the istishna' contract in Alfarez Syariah Housing. This research uses qualitative research methods with a case study research approach. The types of research data are field data, research data sources are primary data sources and secondary data sources, data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Then analyzed using descriptive analysis method. The results of this study conclude that in practice the istishna' contract that occurs in the Alfarez Tasikmalaya Syariah Housing there are still points that have not been implemented from the Fatwa DSN-MUI Number 06/DSN-MUI/IV/2000 regarding the istishna' contract, namely at the point of time and place of delivery of goods. must be determined by agreement. In practice, the time of delivery of goods is not in accordance with the agreement, there is a delay in the handover of keys/houses with the buyer and at the point the buyer (mustashni') is not allowed to sell goods before receiving them, but at Alfarez Syariah Housing it is allowed to sell the ordered house before the construction process is complete. Abstrak.Perumahan Syariah Alfarez Tasikmalaya adalah salah satu perumahan yang ada di Tasikmalaya, dalam transaksinya menggunakan akad istishna’. Akad istishna’ telah diatur dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 06/DSN-MUI/IV/2000. Tetapi dalam transaksinya masih ada beberapa point yang belum terimplementasikan dari Fatwa DSN-MUI Nomor 06/DSN-MUI/IV/2000 tentang akad istishna’. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana tinjauan Fatwa DSN NOMOR 06/DSN-MUI/IV/2000 terhadap akad istishna’ di Perumahan Syariah Alfarez. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Jenis data penelitiannya yaitu data lapangan, sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam prakteknya akad istishna’ yang terjadi di Perumahan Syariah Alfarez Tasikmalaya masih ada point-point yang belum terimplementasikan dari Fatwa DSN NOMOR 06/DSN-MUI/IV/2000 tentang akad istishna’ yaitu pada point waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Dalam pelaksanaannya waktu penyerahan barang tidak sesuai dengan kesepakatan, terjadinya keterlambatan dalam serah terima kunci/rumah dengan pembeli dan dalam point pembeli (mustashni’) tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya tetapi di Perumahan Syariah Alfarez diperbolehkan menjual rumah yang dipesan sebelum proses pembangunan selesai
Tinjauan Etika Bisnis Islam dan Fikih Muamalah terhadap Jual Beli Sosis Bakar di Pedagang Kaki Lima Dalem Kaum Kota Bandung Milleni Sumalati; Udin Saripudin; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.948 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.177

Abstract

Abstract. In Islam, the implementation of buying and selling must be in accordance with the provisions that have been set, so as not to do various ways to get a profit. Honesty is something that must be done, because between traders and buyers must know each other the same information about the goods being traded, sp that there is no fraud or fraud. One of them is in the practice of buying and selling grilled sausages at street vendors in the Dalem Kaum City of Bandung who put up a price board by writing down an unclear price. The purpose of this study was to find out the practice of buying and selling grilled sausages at street vendors in Dalem Kaum Bandung City, knowing a review of muamalah fiqh regarding the practice of buying and selling grilled sausages at street vendors in Dalem Kaum Bandung City, and knowing a review of Islamic business ethics regarding the practice of buying and selling grilled sausages. at street vendors Dalem Kaum Bandung. The research method used in this study is qualitative with an empirical approach. This type of research uses field data, with primary and secondary data sources obtained using collection techniques through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the trading practices carried out by grilled sausage traders at street vendors in Dalem Kaum Bandung City, traders deliberately hide prices and include unclear prices. Judging from the fiqh muamalah, the practice contains elements of tadlis and is included in tadlis in the price. Judging from Islamic business ethics, this practice is not in accordance with the principle of free will and the principle of truth (benevolence and honesty). Abstrak. Dalam Islam pelaksanaan jual beli harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga tidak melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan. Kejujuran adalah hal yang harus dilakukan, karena antara pedagang dan pembeli harus saling mengetahui informasi yang sama mengenai barang yang dijualbelikan, agar tidak terjadinya kecurangan atau penipuan. Salah satunya dalam praktik jual beli sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung yang memasang papan harga dengan menuliskan harga yang tidak jelas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui praktik jual beli sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung, mengetahui tinjauan fikih muamalah mengenai praktik jual beli sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung, dan mengetahui tinjauan etika bisnis Islam mengenai praktik jual beli sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan empiris. Jenis penelitian menggunakan data lapangan, dengan sumber data primer dan sekunder yang didapat dengan menggunakan teknik pengumpulan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli yang dilakukan oleh pedagang sosis bakar di pedagang kaki lima Dalem Kaum Kota Bandung pedagang sengaja menyembunyikan harga dan menyantumkan harga yang tidak jelas. Ditinjau dari fikih muamalah, praktik tersebut mengandung unsur tadlis dan termasuk kedalam tadlis dalam harga. Ditinjau dari etika bisnis Islam, praktik tersebut tidak sesuai dengan prinsip kehendak bebas dan prinsip kebenaran (kebajikan dan kejujuran).
Analisis Etika Bisnis Islam dan UU Perlindungan Konsumen No. 8/1999 terhadap Jual Beli Account Game Tubagus Farhan Fauzian; Siska Lis Sulistiani; Intan Nurrachmi
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.43 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.183

Abstract

Abstract. Buying and selling game accounts is rife on social media, this is used by game account sellers in the Rising Force Remastered buying and selling forum. The purpose of this study was to analyze Islamic business ethics and the Consumer Protection Law No. 8/1999 on buying and selling game accounts at the Rising Force Remastered buying and selling forum. The research method used is qualitative, with a normative juridical approach, the type of research data is library research, the source of research data comes from secondary data, data collection techniques use interviews and literature studies, data analysis techniques use descriptive qualitative. The results of this study are the practice of buying and selling game accounts is not in accordance with Islamic business ethics because the seller violates the provisions made by the game publisher, then buying and selling game accounts contains gharar related to the existence of the object, if the game service is closed then the game account buyer will lose so can eliminate the principle of willingness (an taradhin). The practice of buying and selling game accounts violates Article 4 letter c and Article 7 letter b in the Consumer Protection Law No. 8/1999. Abstrak. Jual beli Account game marak terjadi di media sosial, hal ini dimanfaatkan oleh penjual Account game di forum jual beli barang Rising Force Remastered. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis etika bisnis Islam dan UU Perlindungan Konsumen No.8/1999 terhadap jual beli Account game pada forum jual beli barang Rising Force Remastered. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan yuridis normatif, jenis data penelitian adalah penelitian kepustakaan (library research), sumber data penelitian berasal dari data sekunder, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi pustaka, teknik analisis data menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah praktik jual beli Account game tidak sesuai dengan etika bisnis Islam karena penjual melanggar ketentuan yang telah dibuat oleh publisher game, kemudian jual beli Account game tersebut mengandung gharar terkait eksistensi objeknya, jika layanan game kelak ditutup maka pembeli Account game akan merugi sehingga dapat menghilangkan prinsip kerelaan (an taradhin). Praktik jual beli Account game tersebut melanggar Pasal 4 huruf c dan Pasal 7 huruf b dalam UU Perlindungan Konsumen No.8/1999.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Jual Beli Kopi Campuran di Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat irwan syah; Muhammad Yunus; Irwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.518 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.187

Abstract

Abstract. Buying and selling is an activity that has long been carried out by humans to fulfill their obligations and fulfill their needs. The sale and purchase of coffee carried out in the District of Kebun Cane uses a mixture of different qualities. This mixing system uses a predetermined dose. Therefore, in every sale and purchase transaction between the seller and the buyer, as well as the buyer and the coffee dealer, there are differences in the quality produced. The purpose of this study is the first to find out the concept of buying and selling according to muamlah fiqh, second to find out the practice of buying and selling mixed coffee carried out in the District of Kebun Tebu, West Lampung, third to find out the fiqh muamalah analysis of the sale and purchase of mixed coffee carried out in the District of Kebun Tebu. The research approach uses case studies, the type of research data is field research, data sources use observation, interviews, and documentation. The results of this study that the sale and purchase carried out in the District of Sugarcane Gardens is not in accordance with the concept of buying and selling fiqh muamalah, because there are buying and selling conditions that are not fulfilled, namely the conditions for the object of the goods being traded must know both the size, scale, dose, and the overall quality of the coffee. to determine the quality of the coffee. Therefore, the sale and purchase is also categorized as fasid buying and selling and contains an element of gharar. Abstrak. Jual beli merupakan suatu kegiatan yang sudah lama dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kewajibanya dan memenuhi kebutuhanya. Jual beli kopi yang dilakukan di Kecamatan Kebun Tebu menggunakan percampuran perbedaan kualitas. System percampuran ini menggunakan takaran yang sudah ditentukan. Oleh karena itu dalam setiap transaksi jual beli antara penjual dan pembeli, maupun pembeli dan bandar kopi terdapat perbedaan kualitas yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini yang pertama untuk mengetahui konsep jual beli menurutut fiqih muamlah, kedua untuk mengetahui praktek jual beli kopi campuran yang dilakukan di Kecamatan Kebun Tebu Lampung Barat, ketiga untuk mengetahui analisis fiqih muamalah terhadap jual beli kopi campuran yang dilakukan di Kecamatan Kebun Tebu.Pendektan penelitian menggunakan studi kasus, jenis data penelitian yaitu penelitian lapangan, sumber data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini jual beli yang dilakukan di Kecamatan Kebun Tebu Tidak sesuai dengan konsep jual beli fiqih muamalah, karena ada syarat jual beli yang tidak terpenuhi yaitu syarat objek barang yang diperjual belikan harus mengetahui baik ukuran, timbangan, takaran, maupun kualitas keseluruhan kopi tersebut agar diketahui kadar kualitras kopi tersebut. Oleh karena itu, jual belinyapun dikatagorikan kepada jual beli fasid dan mengandung unsur gharar.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Jual Kaid Di Toko Mas Tasik Sari 1 Kabupaten Tasikmalaya Novita Siti Mulyasari; Nandang Ihwanudin; Intan Nurrachmi
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.747 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.190

Abstract

Abstract. Jual kaid is the name of a gold pawn in Tasikmalaya Regency which is one of the traditions of the Tawangbanteng Village community. The Mas Tasik Sari 1 store is one of the places that provides this product jual kaid. The jual kaid financing system carried out at Toko Mas Tasik Sari 1, in practice the cost of storage and maintenance (ujrah) depends on the amount of money borrowed. The purpose of this study was to determine the determination of ujrah and the review of fiqh muamalah on the practice of jual kaid carried out at the Mas Tasik Sari Store 1. The research method used in this study was qualitative with a sociological juridical approach. The data collection technique uses descriptive, namely the preparation of the results of the data obtained from the field which includes observation, interviews, documentation and literature study. Then it is processed based on written sources to become an accurate answer. The results of the study indicate that the practice of jual kaid at Toko Mas Tasik Sari 1 is not in accordance with the fatwa of DSN MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 which states that the amount of storage and maintenance costs for marhun should not be based on the size of the loan. Abstrak. Jual kaid merupakan sebutan gadai emas di Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi salah satu tradisi masyarakat Desa Tawangbanteng. Toko Mas Tasik Sari 1 merupakan salah satu tempat yang menyediakan produk jual kaid ini. Sistem pembiayaan jual kaid yang dilakukan di Toko Mas Tasik Sari 1 ini, pada praktiknya biaya penyimpanan dan pemeliharaan (ujrah) tergantung pada besarnya jumlah uang pinjaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penentuan ujrah dan tinjauan fikih muamalah terhadap praktik jual kaid yang dilakukan di Toko Mas Tasik Sari 1. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan datanya menggunakan deskriptif, yaitu penyusunan hasil data-data diperoleh dari lapangan yang mencakup observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Kemudian diolah berdasarkan sumber-sumber tertulis untuk menjadi suatu jawaban yang akurat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik jual kaid di Toko Mas Tasik Sari 1 belum sesuai dengan fatwa DSN MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 yang menyebutkan bahwa besar biaya penyimpanan dan pemeliharaan marhun tidak boleh berdasarkan jumlah besar pinjaman.
Tinjauan Ekonomi Syariah tentang Proyeksi Penerimaan dan Penggunaan Wakaf pada Wakaf Daarut Tauhiid Camila Afiyanti; M. Roji Iskandar; Ifa Hanifia Senjiati
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.475 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.191

Abstract

Abstract. Based on the results of preliminary observations, that the nominal amount of revenue, use and balance in Daarut Tauhiid waqf management activities in 2015-2019 shows a fluctuating development trend. Overall data on the number of receipts showed an increase until 2018, and in 2019 showed a declining trend. The usage graph is relatively stable and shows an increasing development every year. In contrast to receipts and usage charts, charts for balances show unpredicable (unpredictable) developments. The balance in 2015 to 2016 showed a decrease, then rose to the following years and reached the highest curve in 2018. The balance for 2019 showed a very significant decline.The type of research used is descriptive method with a qualitative approach. The data needed from this study are primary data (interviews with waqf managers) and secondary data (recap documents of DT Waqf activity reports in 2015-2019). As for managing data, the author uses a qualitative research type that is descriptive analysis. In accordance with the title of the study, the analysis used is "trend analysis" (Least Square calculation formula).From the analyzed data, it can be concluded: (a) Waqf at Daarut Tauhiid waqf is in line and in accordance with the provisions of the principles of Islamic Economics management, (b) acceptance and use of waqf at Daarut Tauhiid waqf in Bandung for the 2015-2019 period, showing fluctuating conditions. Nominal amount of revenue shows a significant increase, the average annual revenue is Rp. 28,474,115,196, the average usage every year is Rp. 24.007.086.199.11. The nominal amount of the balance from 2015-2019 shows a fluctuating number. (c) projection of waqf revenue and use at Daarut Tauhid waqf until 2025. The average increase in revenue is Rp. 3.862944 every year. The average increase in usage is Rp. 3,806,191 every year. Based on the conclusions above, it is recommended: (a) The actors (waqf managers) should know the problems of sharia economic law, especially the legal basis and principles of its management so that they can be farthest from things that are prohibited by religion, (b) the Nazirs in accepting and using waqf funds honestly in accordance with the stipulated provisions, (c) waqf managers should continue to conduct analyzes of the public's understanding of Productive and Cash Waqf. Abstrak. Berdasarkan hasil pengamatan pendahuluan, bahwa jumlah nominalpenerimaan, penggunaan dan saldo pada aktivitas pengelolaan wakaf Daarut Tauhiid tahun 2015-2019 menunjukan trend perkembangan yang fluktuatif. Secara keseluruhan data jumlah penerimaan menunjukkan peningkatan sampai tahun 2018, dan tahun 2019 menunjukkan trend menurun. Grafik penggunaan relatif stabil dan menunjukkan perkembangan yang meningkat setiap tahunnya. Berbeda dengan grafik penerimaan dan penggunaan, grafik untuk saldo menunjukkan perkembangan yang unpredicable (tidak dapat diprediksikan). Dari saldo pada tahun 2015 ke tahun 2016 menunjukkan penurunan, kemudian naik ke tahun tahun berikutnya dan mencapai kurva tertinggi tahun 2018. Saldo untuk tahun 2019 menunjukkan penuruan yang sangat signifikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperlukan dari penelitian ini adalah data primer (wawancara dengan pengelola wakaf) dan data sekunder (dokumen rekap laporan aktivitas Wakaf DT tahun 2015-2019). Adapun dalam mengelola data penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Sesuai dengan judul penelitian, maka analisis yang digunakan adalah “analisis trend” (Rumus perhitungan Least Square). Dari data yang dianalisis dapat ditarik kesimpulan: (a) Wakaf pada wakaf Daarut Tauhiid sudah sejalan dan sesuai dengan ketentuan pada prinsip prinsip pengelolaan Ekonomi Syariah, (b) penerimaan dan penggunaan wakaf pada wakaf Daarut Tauhiid Bandung periode 2015-2019, menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Jumlah Nominal penerimaan menunjukkan peningkatan yang signifikan, rata rata penerimaan setiap tahunnya sebesar Rp. 28.474.115.196, rata rata penggunaan setiap tahun sebesar Rp. 24.007.086.199,11. Jumlah nominal saldo dari tahun 2015-2019 menunjukkan angka yang fluktuatif. (c) proyeksi penerimaan dan penggunaan wakaf pada wakaf Daarut Tauhiid sampai dengan tahun 2025. Rata rfata kenaikan penerimaan sebesar Rp. 3.862944 setiap tahun. Rata rata kenaikan penggunaan sebesar Rp. 3.806.191 setiap tahun. Berdasarkan kesimpulan di atas, disarankan : (a) Para pelaku (pengelola wakaf) hendaknya mengetahui masalah hukum ekonomi syari’ah terutama dasar dasar hukum dan prinsip prinsip pengelolaannya sehingga bisa terjauh dari hal-hal yang di larang oleh agama, (b) para Nazir dalam melakukan penerimaan dan penggunaan dana wakaf dengan jujur sesuai dengan ketentuan ketentuan yang ditetapkan, (c) para pengelola wakaf hendaknya terus melakukan analisis-analisis tentang pemahaman masyarakat terhadap Wakaf Produktif dan Uang.
Tinjauan Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang terhadap Penggunaan Dinar (Emas) dan Dirham (Perak) sebagai Alat Transaksi Jual Beli di Pasar Mu’amalah Depok Nurul Falah Abani; Titin Suprihatin; Encep Abdul Rojak
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.746 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.199

Abstract

Abstract. Depok mu’amalah market is one of the traditional markets whose buying and selling transaction tools use dinar and dirham coins. The existence of the mu’amalah market is intended to revive the sunnah in the market. But unfortunately the existence of this market is problematic in Indonesia because of the buying and selling transaction tools that use dinar and dirham coins. Whereas according to Law Number 7 of 2011 it has been confirmed that the payment instrument that must be used for every transaction in Indonesia is Rupiah. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: “How is the practice of using the dinar and dirham currencies as buying and selling transaction tools at the Depok Mu’amalah Market in terms of Islamic Law and Law Number 7 of 2011 concerning Currency?” The researcher used a qualitative descriptive method. The samples selected in this study were managers, sellers, and buyers in the Depok mu’amalah market, totaling 21 people. Data collection techniques used in this study were observation and interviews. The data analysis technique used is interactive analysis. The results of this study indicate that the implementation of buying and selling using dinar and dirham coins as a means of payment in terms of Islamic law is permissible as long as it is done in cash and on the spot, but when viewed according to Law Number 7 of 2011 concerning Currency, buying and selling This is prohibited because it violates Article 2 Paragraph 1 which states that Indonesia only has one currency, namely Rupiah and must be used as a means of payment as it should be. Abstrak. Pasar mu’amalah Depok merupakan salah satu pasar tradisional yang transaksi jual belinya menggunakan koin dinar dan dirham. Keberadaan pasar mu’amalah ditujukkan dengan maksud menghidupkan kembali sunnah dalam pasar. Namun sayangnya keberadaan pasar ini menjadi problematika di Indonesia karena alat transaksi jual belinya yang menggunakan koin dinar dan dirham. Padahal menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 telah menegaskan bahwasanya alat bayar yang wajib digunakan setiap transaksi di Indonesia adalah Rupiah. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana praktik penggunaan mata uang dinar dan dirham sebagai alat transaksi jual beli di Pasar Mu’amalah Depok ditinjau menurut Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang?” Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah pengelola, penjual, dan pembeli di pasar mu’amalah Depok yang berjumlah 21 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan jual beli dengan menggunakan koin dinar dan dirham sebagai alat bayar ditinjau menurut Hukum Islam itu diperbolehkan asalkan dilakukan secara tunai dan saat itu juga, tetapi apabila ditinjau menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, jual beli ini dilarang karena melanggar Pasal 2 Ayat 1 yang menyatakan bahwa Indonesia hanya memiliki satu mata uang yaitu Rupiah dan wajib digunakan sebagai alat bayar sebagaimana mestinya.
Analisis Fatwa DSN MUI NO. 10 DSN-MUI/IV/2000 terhadap Implementasi Akad Wakalah dalam Praktik Kurban Online pada E-Commerce Tokopedia Lina Nugrawati Hatlessy; Udin Saripudin; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.711 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i1.217

Abstract

Abstract. Sacrifice (udhiyyah) is a term for livestock, namely in the form of pets that are slaughtered or used as sacrifices on the feast of sacrifice and the days of Tasyriq solely to get closer to Allah SWT. The sacrificial service began to take effect in the second year of hijriyah, just like the two holidays, zakat mal and zakat fitrah. The implementation is determined based on the Qur'an, sunnah, and consensus of scholars. The online sacrificial practice that is carried out at Tokopedia, the implementation mechanism is by ordering through an application, starting from ordering, selecting the desired animal, and finally the payment process. All the processes are carried out online by the person who sacrificed with the institution that organizes the program. The purpose of this study is to find out how the Concept, Practice and Analysis of DSN-MUI Fatwa No. 10/DSN-MUI/VI/2000 on the Implementation of Wakalah Contracts in Online Sacrifice Practices on Tokopedia E-Commerce. This type of qualitative research uses a normative juridical approach, the research data sources are primary and secondary data sources and data collection techniques using observation, literature study, interviews, documentation. The results of this study are that the implementation and practice of online sacrifices carried out on Tokopedia e-commerce are in accordance with what is stated in the DSN-MUI fatwa No. 10/DSN-MUI/VI/2000. Abstrak. Kurban (udhiyyah) adalah sebutan untuk hewan ternak yaitu berupa binatang peliharaan yang disembelih atau dijadikan kurban pada hari raya kurban dan hari-hari Tasyriq semata-mata dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah kurban mulai diberlakukan pada tahun kedua hijriyah, sama seperti dua hari raya, zakat mal, dan zakat fitrah. Adapun pemberlakuannya ditetapkan berdasarkan Al-Qur’an, sunah, dan ijma’ ulama. Praktik kurban online yang dilaukan di tokopedia mekanisme pelaksanaannya dengan cara pemesanan melaui aplikasi mulai dari pemesanan, pemilihan hewan yang diinginkan, dan yang terahir yaitu proses pembayaran. Semua prosesnya dilakukan secara online oleh orang yang berkurban dengan lembaga yang menyelenggarakan program tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Konsep, Praktik dan Analisis Fatwa DSN-MUI No 10/DSN-MUI/VI/2000 Terhadap Implementasi Akad Wakalah Dalam Praktik Kurban Online pada E-Commerce Tokopedia. Jenis penelitaian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, studi pustaka, wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa implementasi dan praktik kurban online yang dilakukan pada e-commerce Tokopedia sudah sesuai dengan apa yang tercantum dalam fatwa DSN-MUI No.10/DSN-MUI/VI/2000.

Page 2 of 33 | Total Record : 324