cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcssel@unisba.ac.id
Phone
+6281224131431
Journal Mail Official
bcssel@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Sharia Economic Law
ISSN : -     EISSN : 28282264     DOI : https://doi.org/10.29313/bcssel.v2i2
Core Subject : Religion, Economy,
Bandung Conference Series Sharia Economic Law (BCSSEL) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada ekonomi syariah dengan ruang lingkup yaitu Perbankan Syariah, Keuangan Syariah, Akuntansi, Muamalah. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 324 Documents
Pengaruh Penyaluran Zakat Produktif pada Program Bandung Makmur terhadap Kesejahteraan Mustahik di Baznas Kota Bandung Muhammad Gandhi Darmawan; Zaini Abdul Malik; Popon Srisusilawati
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.315 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2878

Abstract

Welfare is defined as a system of life and social life both material and spiritual which is filled with a sense of safety, decency, and inner and outer peace, Zakat is one of the most effective Islamic economic systems to improve welfare if managed properly To analyze the effect of productive zakat funds on the level of the welfare of mustahik in BAZNAS Bandung City, the aim is to determine the effect of productive zakat distribution in the prosperous bandung program on the welfare of mustahik in BAZNAS Bandung City. The research method used is a quantitative method. The type of data that will be used in this research is field research. The research begins by collecting quantitative data in the form of numbers and then systematically arranged and processed by the SPSS Statistics program. simple linear regression is used. Based on the results of research and data analysis that has been carried out, it can be seen that in this study explains that there is a positive and significant influence between the variables of productive zakat distribution in the prosperous bandung program on the welfare of mustahik in the Bandung City Baznas. It is known from the responses of respondents who stated that they agreed that information related to the amount of productive zakat assistance received could meet business needs) shows that the results of productive Zakat affect the welfare of mustahik.
Tinjauan Etika Bisnis dalam Islam pada Brand Equity Firyal Syakira Rusda; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.36 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2911

Abstract

Abstract. Islamic business ethics is a moral in running a business in accordance with Islamic values. In running a business, you must apply the principles that exist in Islamic business ethics. Mc_Shop is one of the online shops engaged in women's clothing. However, in Mc_Shop there are things that deviate from Islamic business ethics, namely not carrying out the principles of truth and balance. And Mc_Shop also did not apply brand equity to his business.This study aims to determine the application of Islamic business ethics in Mc_Shop and to find out the brand equity of Mc_Shop in Islamic business ethics. This type of research uses qualitative feld research (field research), the data sources carried out in this study are primary and secondary data sources, and the data collection techniques used are interviews and documentation. The data results are analyzed in three steps, namely data reduction, data presentation and conclusion making.Based on the research conducted, the result was obtained that Mc_Shop did not apply the principles of balance and truth. Mc_Shop does not provide information related to the product photos used, Mc_Shop uses product photos belonging to others without permission, and Mc_Shop does not apply brand equity well in their business because they use photos of other people's products without permission. Therefore, Mc_Shop do not carry out the principles and brand equity in accordance with Islamic business ethics. Abstrak. Etika bisnis Islam merupakan akhlak dalam menjalankan bisnis yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Dalam menjalankan bisnis harus mengaplikasikan prinsip-prinsip yang ada pada etika bisnis Islam. Mc_Shop merupakan salah satu online shop yang bergerak di bidang pakaian wanita. Namun pada Mc_Shop terdapat hal-hal yang menyimpang dari etika bisnis Islam yaitu tidak menjalankan prinsip kebenaran dan keseimbangan. Dan Mc_Shop juga tidak mengaplikasikan brand equity pada bisnisnya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan etika bisnis Islam pada Mc_Shop dan untuk mengetahui brand equity Mc_Shop dalam etika bisnis Islam. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif feld research (penelitian lapangan), sumber data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder, serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil data di analisis dengan tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa Mc_Shop tidak menerapkan prinsip keseimbangan dan kebenaran. Mc_Shop tidak memberikan informasi terkait foto produk yang digunakan, Mc_Shop menggunakan foto produk milik orang lain tanpa izin, Dan Mc_Shop tidak mengaplikasikan brand equity dengan baik dalam bisnisnya karena menggunakan foto produk milik orang lain tanpa izin. Maka dari itu Mc_Shop tidak menjalankan prinsip-prinsip dan brand equity sesuai dengan etika bisnis Islam.
Analisis Etika Bisnis Islam terhadap Penjualan Makanan Coklat Re-Packing secara Online Kholid Anggara; Moh. Andri Ibrahim; Intan Nurrachmi
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.459 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.2953

Abstract

Abstract. Currently buying and selling is growing rapidly along with increasingly advanced technology, now buying and selling can be done online. However, with the progress of buying and selling online, sellers are being used to commit fraud as was done by one of the online shops, namely Lubishop, regarding the quality of their products. The fraud committed occurs because the seller and buyer do not meet directly so that they can manipulate the goods being sold. Even though in Islam it has been explained about the terms and conditions as well as ethics that must be carried out by the seller. The problem in this study is where the seller sells re-packed chocolate food online. This research was conducted to be able to review online sales from the perspective of Islamic business ethics by using a qualitative approach with the type of case study research. Data collection techniques with interviews and literature studies, data sources obtained from qualitative analysis techniques. The results of the study explain that the sale of re-packed chocolate food online is allowed if the seller applies the principles of Islamic business ethics, namely by explaining in detail that the food is the result of re-packing so that consumers know and agree. If this is not done, the seller can be said to have violated Islamic business ethics. However, buying and selling is legal because it is in accordance with existing Islamic law, but in terms of Islamic business ethics it violates. Abstrak. Dalam jaman modern ini jual beli sangatlah berkembang dengan pesat dibarengi teknologi yang semakin maju, kini jual beli dapat dilakukan secara online. Namun dengan kemajuan jual beli secara online ini dimanfaatkan oleh penjual untuk melakukan kecurangan seperti yang dilakukan oleh salah satu onlineshop yaitu Lubishop akan kualitas produk mereka. Kecurangan yang dilakukan terjadi karena tidak bertemu langsungnya penjual dan pembeli sehingga dapat memanipulasi barang yang dijual. Padahal dalam Islam sudah dijealskan mengani rukun syarat juga etika yang harus dilakukan oleh penjual. Permasalah dalam penelitian ini dimana penjual menjual makanan coklat re-packing secara online. Penelitian ini dilakukan untuk bisa meninjau penjualan secara online dari perspektif etika bisnis Islam dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan juga studi literature, sumber data didapat dari teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwasanya penjualan makanan coklat re-packing secara online ini diperbolehkan apabila si penjual menerapkan prinsip dari etika bisnis islam yaitu dengan menjelaskan secara detail bahwasanya makanan tersebut hasil dari re-packing sehingga konsumen mengetahui dan setuju. Apabila hal itu tidak dilakukan maka penjual bisa dikatakan melanggar etika bisnis Islam. Tetapi untuk jual beli tersebut sah dikarenakan sesuai dengan hukum Islam yang ada, namun secara tinjauan etika bisnis Islam melanggar.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap ‎Pelaksanaan Program Wisata Halal di ‎DISPARBUD Kabupaten Bandung Anisa Rizky Khopipah; Amrullah Hayatudin; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.779 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.3232

Abstract

Abstract. Handling non-performing financing at BTN Syariah The ‎trend of halal tourism is currently experiencing rapid ‎development and ‎this has The trend of halal tourism is ‎currently experiencing rapid development ‎and this has ‎also become a concern for the Bandung Regency ‎Government to ‎optimize the potential of the tourism ‎sector in the Bandung Regency area. In this ‎case, the ‎Bandung Regency Disparbud implements the Halal ‎Tourism Tour ‎program and is carried out through the ‎procurement of cooperation with several ‎hotels that ‎already have halal certification in both the Hilal 1 and ‎Hilal 2 ‎categories. How are the characteristic values and ‎provisions of sharia tourism ‎according to Fiqh ‎Muamalah, How is the implementation of the Halal ‎Tourism ‎Program at DISPARBUD Bandung Regency ‎and how is the Fiqh Muamalah ‎review to the ‎implementation of Halal Tourism program at ‎DISPARBUD ‎Kabupaten ‎Bandung.‎ The research method ‎used is descriptive analysis with a qualitative analysis ‎‎approach to review the suitability of the implementation ‎of the Halal Tourism ‎Program at DISPARBUD Bandung ‎Regency with the values of the characteristics ‎and ‎provisions of sharia tourism according to Fiqh ‎Muamalah. The results of the ‎research show that the ‎characteristics of sharia tourism according to the fiqh of ‎‎muamalah are tourism activities whose processes are in ‎line with Islamic sharia ‎values and involve all related ‎elements. in collaboration with sharia-certified ‎tourism ‎and travel companies, and the implementation of halal ‎tour packages at ‎the Bandung Regency DISPARBUD in ‎accordance with the provisions of fiqh ‎muamalah. Abstrak. Tren wisata halal pada saat ini mengalami ‎perkembangan yang pesat dan ‎hal tersebut juga menjadi ‎perhatian Pemerintahan Kabupaten Bandung untuk ‎‎mengoptimalkan potensi sektor pariwisata yang ada di ‎wilayah Kabupaten ‎Bandung. Dalam hal ini, Disparbud ‎Kabupaten Bandung melaksanakan program ‎Tour ‎Wisata halal dan dilakukan melalui pengadaan ‎kerjasama dengan beberapa ‎hotel yang telah memiliki ‎sertifikasi halal baik kategori Hilal 1 dan Hilal 2. ‎‎Berdasarkan hal tersebut, maka fokus penelitian ‎dirumuskan ke dalam bentuk ‎pertanyaan, Bagaimana ‎nilai-nilai karakteristik dan ketentuan pariwisata syariah ‎‎menurut Fikih Muamalah, Bagaimana penyelenggaraan ‎Program Wisata Halal di ‎DISPARBUD Kabupaten ‎Bandung Dan bagaimana tinjauan Fikih Muamalah ‎‎terhadap pelaksanaan program Wisata Halal di ‎DISPARBUD Kabupaten ‎Bandung.‎ Metode penelitian ‎yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan ‎‎pendekatan analisis kualitatif untuk meninjau ‎kesesuaian penyelenggaraan ‎Program Wisata Halal di ‎DISPARBUD Kabupaten Bandung dengan nilai-nilai ‎‎karakteristik dan ketentuan pariwisata syariah menurut ‎Fikih Muamalah. Hasil ‎penelitian menunjukkan bahwa ‎karakteristik wisata syariah menurut fikih ‎muamalah ‎adalah kegiatan pariwisata yang semua prosesnya ‎sejalan dengan nilai-‎nilai syariah Islam dan melibatkan ‎seluruh elemen terkait, Pelaksanaan paket ‎wisata tour ‎halal di DISPARBUD Kabupaten Bandung ‎dikembangkan melalui ‎Program Wisata Halal yang ‎pelaksanaannya dikerjasamakan dengan perusahaan ‎‎tour and travel yang bersertifikasi syariah, dan ‎Pelaksanaan paket wisata tour ‎halal di DISPARBUD ‎Kabupaten Bandung telah sesuai dengan ketentuan fikih ‎‎muamalah.‎
Tinjuan Fikih Muamalah terhadap Sistem bagi Hasil Pekerja Farming Game World of Warcarft Vikrama Waldani; Zaini Abdul Malik; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.764 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.3252

Abstract

Abstract. Muamalah are the rules (laws) of Allah SWT which are intended to regulate human life in worldly affairs or affairs related to worldly and social affairs. The purpose of this research is to find out the profit sharing system according to muamalah fiqh. To find out the practice of profit sharing for workers in the farming game World of Warcarft. To find out the fiqh muamalah review of the labor sharing system for the farming game World of Warcarft. The research method used is a qualitative method whose type of research is field research. Resolution of problems according to muamalah fiqh, Berlian Net is allowed to be late in giving income or salaries because there are no consumers who buy gold but for the welfare of the workers it has been carried out in accordance with the contract agreement and in accordance with sharia principles. Abstrak. Muamalah adalah aturan-aturan (hukum) Allah SWT yang ditujukan untuk mengatur kehidupan manusia dalam urusan keduniaan atau urusan yang berkaitan dengan urusan duniawi dan social kemasyarakatan. Tujuan penelitiannya adalah Untuk mengetahui sistem bagi hasil menurut fikih muamalah. Untuk mengetahui praktik bagi hasil pada pekerja farming game World of Warcarft. Untuk mengetahui tinjauan fikih muamalah terhadap sistem bagi hasil pekerja farming game World of Warcarft. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan. Penyelesaian masalah menuruf fikih muamalah pihak Berlian Net diperbolehkan telat dalam melakukan pemberian pendapatan atau gaji dikarenakan tidak adanya konsumen yang membeli gold akan tetapi untuk kesejahteraan para pekerja sudah dilakukan sesuai dengan perjanjian kontrak dan sesuai dengan prinsip syariah.
Tinjauan Fiqh Muamalah pada Praktik Kerjasama dalam Pengelolaan Penjualan Mobil di RG Motor Showroom Deryalfi Fathudin; Sandy Rizki; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.645 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.3255

Abstract

Abstract. Mudharabah is a business cooperation agreement between two parties where the first party (shahibul mal) provides all the capital, while the other party becomes the manager. One example in business is the practice of cooperation in managing car sales at the RG motor showroom, in this transaction there is a problem that the showroom uses some of the money from investors to buy other cars without the knowledge of investors. The purpose of this study was to determine the practice of cooperation in the management of car sales at the RG motor showroom and to determine the fiqh of muamalah in the practice of cooperation in the management of car sales. This study uses a qualitative method with a descriptive qualitative approach with the type of field research. Data collection techniques used are interviews, observation, and literature study. The results of this study indicate that the showroom uses some of the investor's money without permission and this is contrary to the DSN MUI fatwa no. 115/DSN-MUI/IX/2017, it can be said that this mudharabah contract is a fasid. Abstrak. Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul mal) menyediakan seluruh modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola. Salah satu contoh dalam bisnis ialah praktik kerjasama dalam pengelolaan penjualan mobil di RG motor showroom, pada transaksi tersebut ditemui masalah bahwa pihak showroom menggunakan sebagian uang dari pemodal untuk pembelian mobil lain tanpa sepengetahuan pemodal. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui praktik kerjasama dalam pengelolaan penjualan mobil di RG motor showroom dan mengetahui fiqh muamalah pada praktik kerjasama dalam pengelolaan penjualan mobil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pihak showroom menggunakan sebagian uang pemodal tanpa izin dan ini bertentangan dengan fatwa DSN MUI no. 115/DSN-MUI/IX/2017, maka bisa dikatakan akad mudharabah ini adalah fasid.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Ba’i Taljiah pada Jual Beli Makanan Ringan di Kp. Borolong Desa Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya Salma Almira Nurazizah; Nandang Ihwanudin; Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.922 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.3620

Abstract

Abstract. Buying and selling is an activity carried out by humans to fulfill one of the needs in everyday life. Buying and selling transactions must be based on mutual pleasure between the two parties and not elements of coercion. This occurs in the practice of ba'i taljiah in the sale and purchase of snacks in Kp. Borolong, Cilampunghilir Village, Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya. The purpose of this study was to determine the practice of Ba'i Taljiah in the sale and purchase of snacks and to know the review of fiqh muamalah on the practice of Ba'i Taljiah in the sale and purchase of snacks in Kp. Borolong Village Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya. The method used is descriptive qualitative with descriptive analysis approach. This type of research data uses field data with data sources in the form of primary data and secondary data taken using data collection techniques in the form of observations, interviews, documentation and literature studies. The data were analyzed using data analysis techniques in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this thesis research state that the practice of ba'i taljiah in buying and selling snacks in Kp. Borolong Village Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya contains elements that are suspected to be coercive and coercive in the ongoing transaction, so it can be concluded that the practice of buying and selling is not in accordance with one of the principles of muamalah fiqh. Abstrak. Jual beli merupakan suatu kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi salah satu kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Transaksi jual beli dilakukan harus berdasarkan rasa saling ridha antara kedua belah pihak dan tidak unsur paksa memaksa. Hal ini terjadi pada praktik ba’i taljiah pada jual beli makanan ringan di Kp.Borolong Desa Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui praktik Ba’i Taljiah pada jual beli makanan ringan dan mengetahui tinjauan fikih muamalah terhadap praktik Ba’i Taljiah pada jual beli makanan ringan di Kp. Borolong Desa Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan deskriftif analisis. Jenis data penelitian menggunakan data lapangan dengan sumber data berupa data primer dan data sekunder yang diambil menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian skripsi ini menyebutkan bahwa praktik ba’i taljiah pada jual beli makanan ringan di Kp. Borolong Desa Cilampunghilir Kec. Padakembang Kab. Tasikmalaya ini mengandung unsur yang diduga paksa memaksa dalam transaksi berlangsung, maka dapat disimpulkan bahwa praktik jual beli tersbut tidak sesuai degan salah satu prinsip fikih muamalah.
Analisis Tingkat Kesadaran Hukum Mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung pada pembelian Buku Bajakan di Marketplace Shopee terhadap Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 dan Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2005 Yasmin Roudhotuljannah Yasmine; N, Eva Fauziah Eva; Neng Dewi Himayasari Dewi
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.775 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.3905

Abstract

Abstract. Purchases of pirated books on the Shopee Marketplace carried out by UNISBA Sharia Faculty Students Batch 2018 and 2019 are rampant, based on the results of their survey, they admit that 19 people have bought pirated books. This is indicated by his lack of awareness of UU Number 28 of 2014 and MUI Fatwa No 1 of 2005. Based on this phenomenon, the problems in this study are as follows: What is the level of legal awareness of UNISBA Sharia Faculty Students on the purchase of pirated books against UU No 28 Tahun 2014 and MUI Fatwa No 1 of 2005? The research method used in this study is qualitative with an Empirical Law approach, using data techniques throughquestionnaires and literature study. Technical analysis of the data used is descriptive qualitative data. The population selected in this study were students of the Islamic Faculty of UNISBA 2018 and 2019 which were opened 408. With the sampling technique using the slovin and obtained a total sample of 80 students. % are aware of the existing law but have bought pirated books, then the level of legal awareness of the 2018-2019 UNISBA Sharia Faculty students has a moderate level, on the other hand they understand and are aware of the law, but have never bought pirated books. Abstrak. Pembelian buku bajakan di Marketplace shopee yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Syariah UNISBA Angkatan 2018 dan 2019 marak dilakukan, berdasarkan hasil survey mereka mengakui bahwa pernah membeli buku bajakan sebanyak 19 orang. Hal ini terindikasi kurang sadaranya terhadap UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2005 tentang Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana tingkat kesadaran hukum Mahasiswa Fakultas Syariah UNISBA pada pembelian buku bajakan terhadap UU Nomor 28 Tahun 2014 dan Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2005? Bagaimana analisis UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2005 terhadap pembelian buku bajakan yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Syariah UNISBA? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan Hukum Empiris menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan studi kepustakaan. Teknis Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Syariah UNISBA 2018 dan 2019 yang berjumlah 408. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu memakai rumus slovin dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 80 Mahasiswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 80 orang Mahasiswa Fakultas Syariah angkatan 2018 dan 2019 55.5% sadar akan hukum yang ada tetapi pernah membeli buku bajakan, maka tingkat kesadaran hukum pada Mahasiswa Fakultas Syariah UNISBA angkatan 2018-2019 memiliki tingkat yang sedang, di sisi lain mereka paham dan sadar mengenai hukum tersebut tetapi pernah membeli buku bajakan.
Analisis Perilaku Konsumen Muslim dalam Penggunaan Produk Soju Non Alkohol Reza Naftali Rahmayosa; D. Gandana Madjakusumah; Popon Srisusilawati
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.892 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.4290

Abstract

Abstract. As Muslim consumers, we are encouraged to consume halal and thayyib food. At the same time, there are many food and beverage innovations made by home-based business actors. Including one trend of non-alcoholic soju which is an absorption of Korean soju alcohol. The purpose of this study is to find out how Muslim consumers are interested in using non-alcoholic soju products and how Muslim consumers behave in using non-alcoholic soju products. This research uses qualitative methods with a descriptive analysis approach and uses interview methods for the collection of research data. The results of the study also show that the interest of Muslim consumers towards the use of non-alcoholic soju products is quite high. This is due to the curiosity of the informants who on average know that alcoholic soju products are now available with non-alcoholic versions.The behavior of Muslim consumers in the use of non-alcoholic soju products shows that the informants interviewed by researchers for this study consider this non-alcoholic soju product to be halal because it does not use alcohol at all. Although on the bottle there is no halal logo from LPPOM MUI. Abstrak. Sebagai konsumen muslim, kita dianjurkan mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib. Beriringan dengan itu ragam inovasi makanan dan minuman yang dibuat oleh pelaku usaha rumahan mulai banyak. Termasuk salah satu trend soju non alkohol yang merupakan serapan soju alkohol asal korea. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat konsumen muslim dalam menggunakan produk soju non alkohol dan bagaimana perilaku konsumen muslim dalam penggunaan produk soju non alkohol. Penelitian ini menggunakan petode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dan menggunakan metode wawancara untuk pengumpulan data penelitiannya. Dari hasil penelitian pun menunjukkan bahwa minat konsumen muslim terhadap penggunaan produk soju non alkohol ini cukup tinggi. Hal ini dikarenakan rasa penasaran dari informan yang rata – rata mengetahui produk soju alkohol kini tersedia dengan versi non alkohol. dan perilaku konsumen muslim dalam penggunaan produk soju non alkohol menunjukkan bahwa informan masih memperhatikan etika – etika konsumsi sebagai konsumen muslim mulai dari kehalalan, kehendak bebas, keadilan, ketauhidan, sederhana, dan amanah. Perilaku konsumen muslim dalam penggunaan produk soju non alkohol menunjukkan informan yang diwawancarai peneliti untuk penelitian ini menganggap produk soju non alkohol ini halal karena memang tidak menggunakan alkohol sedikitpun. Meskipun di botol minumannya belum ada logo halal dari LPPOM MUI.
Tinjauan Maqashid Syariah terhadap Halal Life Style Busana Bermotif Kalimat Thayyibah pada Remaja di Kota Bandung Yovanka Graciela; Nandang Ihwanudin; Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.761 KB) | DOI: 10.29313/bcssel.v2i2.4432

Abstract

Abstract. Maqashid Syariah aims to uphold the benefit of humans as social beings, in which he must be responsible for himself later on to Allah, as is the case in modern times there is the use of fashion styles with the thayyibah sentence motif or sellers who sell thayyibah-patterned clothing. As it is known that the thayyibah sentence is a holy sentence and a good sentence. This study aims to determine how consumer behavior and how the sharia maqashid review of the halal life style of clothing patterned with thayyibah sentences in teenagers in the city of Bandung. This research method uses descriptive qualitative with the type of field research data and data taken based on the results of observations, and interviews with consumers or buyers of clothing patterned with thayyibah sentences, clothing sellers with thayyibah sentences, religious leaders who understand the law wearing clothes with thayyibah motifs, and lecturers. Faculty of Sharia, Islamic University of Bandung. Regarding the results of this study, there are 2 opinions that allow and do not allow wearing or selling clothes with the pattern of thayyibah sentences. Abstrak. Maqashid Syariah bertujuan untuk menegakkan kemaslahatan manusia sebagai makhluk sosial, yang mana ia harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri nanti pada Allah, sebagaimana yang terjadi di zaman yang modern ini terdapat pemakaian style busana bermotif kalimat thayyibah ataupun para penjual yang menjual busana bermotif kalimat thayyibah. Seperti yang diketahui bahwa kalimat thayyibah itu kalimat yang suci dan kalimat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen dan bagaimana tinjauan maqashid syariah terhadap halal life style busana bermotif kalimat thayyibah pada remaja dikota bandung. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan jenis data field research dan data yang diambil berdasarkan hasil observasi, dan wawancara dengan pihak kosumen atau pembeli busana bermotif kalimat thayyibah, penjual busana bermotif kalimat thayyibah, tokoh agama yang memahami hukum memakai busana bermotif kalimat thayyibah, dan Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung. Terkait hasil penelitian ini ada ada 2 pendapat yang memperbolehkan dan tidak memperbolehkan memakai atau menjual busana bermotif kalimat thayyibah.

Page 9 of 33 | Total Record : 324