cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsibc@unisba.ac.id
Phone
+6282118320445
Journal Mail Official
bcsibc@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Islamic Broadcast Communication
ISSN : -     EISSN : 28282485     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsibc.v2i2
Core Subject : Religion, Education,
Bandung Conference Series Islamic Broadcast Communication (BCSIBC) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Komunikasi Penyiaran Islam dengan ruang lingkup Akhlak Komunikasi Dakwah, Aqidah Komunikasi Dakwah, Beribadah Dakwah, Bulletin Dakwah, Dakwah Media Sosial, Dasar-dasar Islam, Keagamaan, Nilai Dakwah Islam, Nilai-nilai Tauhid, Pengajian, Perilaku Keagamaan, Pesan Dakwah, Pesantren Mahasiswa, Media dakwah, Program Radio dakwah, Sikap. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 156 Documents
Pesan-Pesan Dakwah dalam Film 99 Nama Cinta Nuraeni Putri; Malki Ahmad Nasir
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.428 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.3980

Abstract

In carrying out da'wah, the media is needed for da'wah messages to be conveyed, one of the media that is very easy to influence the community, namely film media, because many people like to watch the movies, besides that the film always provides us the current various entertains so that the messages contain in the movies are very relevant to everyday life. Therefore, the researcher will analyze the da'wah that messages contain in the film 99 Names of love using semiotic analysis of Roland Barthes which is on denotative meaning. The purpose of this study is to find out what the messages of aqidah, sharia, muamalah, and akhlaq that are contained in the film 99 Names of Love. The benefits of this research are expected to provide the both in terms of academic and practical thing. The method used in this study is a qualitative descriptive approach, the technique of data collection, the triangulation of data and documentation, where the researcher will transcribe the dialogues in each scene and analyze them, also use other relevant books and other media. In the results of the research, there are ten da'wah messages are found in the film 99 Names Of Love. There are four messages of aqidah including faith in Allah's destiny, the gratitude to Allah, Allah's destiny on death, Allah is the protective of whole creations, two messages on sharia including that are always keeping the wudhu and being shalawat to the Prophet, while one message on muamalah is being friendships, finaly three messages on akhlaq are how to be kind, helping, and apologizing.
Etika Komunikasi Antara Guru dan Murid: (Studi Pemikiran Imam Al-Ghazali dalam Karya Bidayatul Hidayah) Ega Nurhasanah; Rodliyah Khuza’I; Sausan M. Sholeh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.264 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4062

Abstract

Abstract. Good communication ethics will result in effective learning. In the book Bidayatul Hidayah by Imam Al-Ghazali explained some teacher and student ethics that must be applied in the learning process. The purpose of this study was to determine the ethics of communication between teachers and students according to Imam Al-Ghazali, its relevance to the ethics of Islamic religious communication, and the implications for future generations. This study uses a qualitative type with descriptive-analytical method and uses interpersonal communication theory. The data was obtained through the book Bidayatul Hidayah, secondary data, other relevant books and internet media. The results of the study found that first, there were seventeen teacher ethics and thirteen student ethics in the book Bidayatul Hidayah. Second, the ethics of Islamic religious communication is relevant to the communication ethics of Imam Al-Ghazali. Third, the ethical implications of Imam Al-Ghazali's communication for future generations will certainly be very helpful in the communication process. Communication ethics can produce more effective communication when applied. Abstrak. Etika komunikasi yang baik akan menghasilkan pembelajaran yang efektif. Dalam kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali dijelaskan beberapa etika guru dan murid yang harus diterapkan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etika komunikasi antara guru dan murid menurut Imam Al-Ghazali, relevansi dengan etika komunikasi agama Islam, serta implikasi bagi generasi yang akan datang. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan metode deskriptif-analitis serta menggunakan teori komunikasi antarpersonal. Data diperoleh melalui kitab Bidayatul Hidayah, data sekunder, buku lain yang relevan serta media internet. Hasil penelitian menemukan Pertama, terdapat tujuh belas etika guru dan tiga belas etika murid dalam kitab Bidayatul Hidayah. Kedua, etika komunikasi agama Islam relevan dengan etika komunikasi Imam Al-Ghazali. Ketiga, Implikasi etika komunikasi Imam Al-Ghazali bagi generasi yang akan datang tentu akan sangat membantu dalam proses komunikasi. Etika komunikasi dapat menghasilkan komunikasi yang lebih efektif apabila diaplikasikan.
Strategi Komunikasi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung dalam Memberdayakan Ekonomi Umat Islam Yumna Farah Fadhillah; Komarudin Shaleh; Hendi Suhendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.451 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4083

Abstract

Abstract. Da'wah is an important part of social life. The implementation of a more regular and targeted da'wah requires a process, such as approaches, strategies, methods, techniques and tactics. MUI as a non-governmental organization that accommodates scholars who are not only engaged in the fatwa sector, but can also work in the economic field. The economy is very important in the development of the people, therefore the progress of the people depends on the economic progress that is built. The economic empowerment of the people carried out by the MUI of Bandung City through the establishment of a Mosque-Based Syari'ah Cooperative. Da'wah strategy is an important thing that can affect the economic empowerment of the people. This study aims to determine the da'wah strategy carried out on the economic empowerment of Muslims. The research method used is a qualitative method with an emphasis on descriptive analysis. Data collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the da'wah strategy of the MUI in Bandung City in empowering the people's economy is considered successful because it shows an increased welfare when joining the Mosque-Based Syari'ah Cooperative. Abstrak. Dakwah merupakan bagian terpenting pada kehidupan bermasyarakat. Pelaksanaan dakwah yang lebih teratur dan terarah diperlukan sebuah proses, seperti pendekatan, strategi, metode, teknik dan taktik. MUI sebagai lembaga swadaya masyarakat yang mewadahi ulama yang tidak hanya bergerak pada bidang fatwa saja, melainkan dapat bergerak juga pada bidang ekonomi. Ekonomi merupakan hal yang sangat penting dalam pembanagunan umat, maka daripada itu kemajuan umat tergantung pada kemajuan ekonomi yang terbangun. Pemberdayaan ekonomi umat yang dilakukan oleh MUI Kota Bandung melalui pendirian Koperasi Syari’ah Berbasis Masjid. Strategi dakwah merupakan hal penting yang dapat mempengaruhi pemberdayaan ekonomi umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dakwah yang dilakukan terhadap pemberdayaan ekonomi umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penekatan analisis deskriptif. Data yang dikumpulkan melalui, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah MUI Kota Bandung dalam pemberdayaan ekonomi umat dinilai berhasil karena menunjukkan adanya kesejahteraan yang meningkat pada saat bergabung dengan Koperasi Syari’ah Berbasis Masjid.
Komunikasi Antarbudaya dalam Pernikahan Beda Etnis: (Studi Kasus Pada Pasangan Etnis Bugis dan Etnis Jawa Di Kecamatan Poleang, Sulawesi Tenggara) Rizki Amalia; M. Rachmat Effendi; Asep Ahmad Siddiq
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.904 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4149

Abstract

Abstract. Communication and Culture is something that can not be separated. Communication and culture are interrelated things where culture is the behavior of communication, and communication that determines, directs and develops the existing culture. Cultural differences become something that carries quite heavy implications in a marriage. Cultural differences make intercultural marriages a range of conflicts and end in divorce in behavior, tastes, communication, habits to differences in communicating or expressing themselves. Therefore, the purpose of this research are (1) Want to know how the process of Intercultural Communication between Bugis and Javanese Ethnic Couples in overcoming cultural differences, (2) What kind of interactions do these different ethnic couples do in resolving a conflict, (3) And what do they become a supporting and inhibiting factor in the Intercultural Communication of this different ethnic couple. The researcher uses a qualitative method with a descriptive case study approach. With subjects who are a married couple of differents ethnicities in Poleang District. The results of this study indicate that the communication process in the marriage of Bugis and Javanese ethnic couples in Poleang district is able to overcome cultural differences in the procces of Intercultural Communication. Interactions carried out by different ethnic couples can be carried out dynamically so that they can unite two different cultural elements in building and fostering households. The supporting factors of Intercultural Communication are the ability to use language, adaptability mutual trust and tolerance. Abstrak. Komunikasi dan Budaya merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Komunikasi dan Budaya merupakan suatu hal yang saling berkaitan yang dimana Budaya merupakan perilaku Komunikasi dan Komunikasilah yang menentukan, mengarahkan serta mengembangkan budaya yang ada. Perbedaan Budaya menjadi suatu hal yang membawa implikasi yang cukup berat dalam satu pernikahan. Perbedaan budaya menjadikan pernikahan antar budaya menjadi rentang terjadinya suatu konflik dan berujung dengan perceraian dikarenakan perbedaan perilaku, selera, komunikasi, kebiasaan sampai dengan perbedaan berkomunikasi atau mengekspresikan diri. Oleh karenanya tujuan pembuatan penelitian ini yaitu (1) Ingin mengetahui bagaimana proses Komunikasi Antarbudaya pasangan Etnis Bugis dan Etnis Jawa dalam mengatasi perbedaan budaya, (2) Seperti apa interaksi yang dilakukan pasangan beda etnis ini dalam menyelesaikan suatu konflik, (3) Serta apa yang menjadi faktor Penunjang dan Penghambat dalam Komunikasi Antarbudaya pasangan beda etnis ini. Peneliti menggunakan metode Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus Deskriptif. Dengan Subyek yang merupakan pasangan suami istri yang berbeda etnis di Kecamatan Poleang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Proses komunikasi dalam pernikahan pasangan etnis Bugis dan etnis Jawa di Kecamatan Poleang mampu mengatasi perbedaan budaya dalam proses Komunikasi Antarbudaya. Interaksi yang dilakukan pasangan beda etnis ini dapat dilaksanakan secara dinamis sehingga dapat menyatukan dua unsur budaya yang berbeda dalam membangun dan membina rumah tangga. Adapun Faktor Penunjang Komunikasi Antarbudaya ini yaitu kemampuan dalam penggunaan Bahasa, kemampuan beradaptasi, sikap saling percaya dan toleransi.
Pesan Komunikas Spiritual dalam Ritual Adat Kololi Kie di Kesultanan Ternate Nabila Husen Alhaddad; Rachmat Effendi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.683 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4206

Abstract

Abstract. Various cultural traditions in Indonesia related to religious values ​​as well as spiritual values ​​are still the characteristics of each region that are still maintained until now. In North Maluku, precisely in the Ternate Islands, there is a traditional Kololi Kie ritual which is a tradition that has been carried out for a long time by the Sultanate of Ternate. Kololi Kie is a traditional ritual performed by circling Mount Gamalama by boat to visit the sacred tombs of the ancestors who are all over the island. The implementation of the Kololi Kie traditional ritual has important spiritual values ​​and messages for the people of Ternate. Based on this phenomenon, the researcher has several problem formulations, namely: 1) What are the types of spiritual communication messages in the adar kololi kie ritual in the Sultanate of Ternate? 2) What are the forms of traditional Kololi Kie rituals in the Sultanate of Ternate? 3) What is the relationship between the message of spiritual communication and the traditional ritual of Kololi Kie in the Sultanate of Ternate?. The purpose of this study is to find out more about spiritual communication messages in the kololi kie ritual. The research method used by the researcher is explanatory qualitative. With content analysis theory and ethnographic approach. The message of Spiritual Communication in the Kololi Kie traditional ritual is found in the ritual process. The Kololi Kie ritual is a ritual based on Islamic teachings that have been inherited for a long time. Abstrak. Beragam tradisi budaya di Indonesia yang berkaitan dengan nilai keagamaan dan juga nilai spiritual masih menjadi ciri khas masing-masing daerah yang masih dipertahankan hingga sekarang. Di Maluku Utara tepatnya di Kepulauan Ternate, terdapat ritual adat Kololi Kie yang merupakan tradisi yang telah dilaksanakan sejak lama oleh Kesultanan Ternate. Kololi Kie adalah ritual adat yang dilakukan dengan cara mengelilingi Gunung Gamalama menggunakan perahu untuk mengunjungi makam suci para leluhur yang berada di seluruh pulau. Pelaksanaan ritual adat Kololi Kie ini memiliki nilai dan pesan-pesan spiritual yang penting bagi masyarakat ternate. Berdasarkan fenomena tersebut, maka peneliti memiliki beberapa rumusan masalah, yaitu: 1) Apa saja jenis-jenis pesan komunikasi spiritual dalam ritual adar kololi kie di kesultanan ternate? 2) Apa saja bentuk ritual adat kololi kie di kesultanan ternate? 3) Bagaimana hubungan antara pesan komunikasi spiritual dengan ritual adat kololi kie di kesultanan ternate?. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lebih jauh mengenai pesan-pesan komunikasi spiritual dalam ritual kololi kie. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif eksplanatori. Dengan teori analisis isi dan pendekatan etnografi. Pesan Komunikasi Spiritual dalam ritual adat Kololi Kie ini ditemukan dalam proses ritualnya. Ritual Kololi Kie ini merupakan ritual dengan landasan ajaran islam yang telah diwarisi sejak lama.
Komunikasi Dakwah Animasi Riko The Series Season 2 di Akun Youtube Riko The Series : (Alanalisis Semiotika Ferdinand De Saussure) Arul Fajar Miftahudin; Bambang Saiful Ma'arif; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.579 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4211

Abstract

Abstract. This study aims to find out what narrative is brought by Riko The Series' Youtube account based on the perspective of Da'wah Communication. As a result of current technological advances, everyone can access anything with just a smartphone, especially access to entertainment such as social media. Youtube is an audio-visual-based social media that almost all shows can be accessed so that it makes parents who have children worried about it. This research uses descriptive qualitative research with Ferdinand De Saussure's Semiotics analysis which divides the sign which consists of two parts, namely the physical part called the signifier and the conceptual part called the signified. The results of this study indicate that the animation Riko The Series Season 2 has a positive message from several episodes by containing markers in the form of akidah, morals, and sharia values, including: The value of akidah which discusses beliefs including the existence of jinn which are creatures created by Allah SWT; Moral values ​​are the attitude of always being enthusiastic in facing challenges and never giving up; And the value of sharia is to carry out the obligation of circumcision for Muslim men. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui narasi apa yang dibawakan oleh akun Youtube Riko The Series berdasarkan perspektif Komunikasi Dakwah. Akibat kemajuan teknologi saat ini memungkinkan setiap orang dapat mengaksas apapun hanya dengan smartphone terutama akses hiburan seperti sosial media. Youtube merupakan sosial media berbasis audio visual yang hampir semua tayangan dapat di akses sehingga membuat orang tua yang memiliki anak cemas akan hal itu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis Semiotika Ferdinand De Saussure yang membagi tanda yang terdiri dari dua bagian yakni bagian fisik yang disebut signifier dan bagian konseptual yang disebut signified. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa animasi Riko The Series Season 2 memiliki pesan positif dari beberapa episode dengan memuat penanda-petanda berupa nilai akidah, akhlak, dan syariah, diantaranya: Nilai akidah yakni membahas tentang keyakinan meliputi keberadaan jin yang merupakan mahluk ciptaan Allah SWT; Nilai akhlak yaitu sikap selalu semangat menghadapi tantangan dan pantang menyerah; Dan nilai syariah yakni menjalankan kewajiban sunat bagi laki-laki muslim.
Pola Komunikasi Orang Tua Karir terhadap Anak Remaja Dalam Menumbuhkan Karakter Ina Rismaya; Nia Kurniati
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.548 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4283

Abstract

Abstract, This thesis discusses the communication patterns of parents and careers towards teenagers in developing character in the Sindang Haji village, Mekarmukti village, Garut. This study aims: To determine the communication patterns of parents in growing the character of teenagers in Sindang Haji village, to find out the supporting and inhibiting factors of communication patterns. This type of research is descriptive qualitative, namely a study that aims to explain a social phenomenon or an event. This is in accordance with the definition in the form of written or spoken words of the observed behavior. The location of this research is in Sindang Haji village, Mekarmukti village, Garut. The results of this study indicate: There are four communication patterns used by parents in growing adolescent characters, namely: Primary communication patterns using verbal symbols with parents' ability to communicate to their children about understanding good and bad values. Secondary communication patterns using media The relationship between educators and parents is more focused on cooperative interactions in monitoring, controlling, and other activities. Linear Communication Patterns Parents communicate with teenagers in order to internalize positive character values. Circular Communication Patterns parents communicate reciprocally to their children so that they can directly familiarize children with good actions. The supporting factors for communication patterns are the open nature of parents to children, direct responses when communicating, harmonious relationships within the family environment. and the high level of parental care and responsibility, while the inhibiting factors for parents' communication patterns are time to meet with family, parents who are busy with their work. Abstrak: Skripsi ini membahas tentang Pola Komunikasi komunikasi Orang tua Karir terhadap anak Remaja dalam menumbuhkan karakter dikampung Sindang Haji desa Mekarmukti Garut Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui pola komunikasi orang tua dalam menumbuhkan karakter remaja kampung Sindang Haji, Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pola komunikasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena sosial atau suatu peristiwa. Hal ini sesuai dengan definisi berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang berperilaku yang diamati. Lokasi penelitian ini di kampung Sindang Haji desa Mekarmukti Garut. Hasil dari penelitian ini menunjukan: Pola komunikasi yang digunakan oleh orang tua dalam menumbuhkan karakter remaja ada empat yaitu: Pola komunikasi Primer dengan menggunakan lambang verbal dengan Kemampuan orangtua dalam mengkomunikasikan kepada anaknya mengenai pemahaman nilai baik dan buruk. Pola komunikasi Sekunder dengan menggunakan media Relasi pendidik dan orangtua anak lebih dipusatkan pada interaksi kerjasama pada kegiatan-kegiatan pengawasan, pengontrolan, dan lain-lain. Pola Komunikasi Linear Orang tua berkomunikasi dengan anak remaja agar dapat menginternalisasikan nilai-nilai karakter positif. Pola Komunikasi Sirkular orang tua berkomunkasi dengan timbal balik kepada anak dengan bergitu dapat secara langsung membiasakan anak untuk melakukan tindakan yang baik. Adapun faktor pendukung pola komunikasi yaitu adanya sifat terbuka orang tua terhadap anak, adanya tanggapan langsung pada saat berkomunikasi, hubungan yang harmonis didalam lingkungan keluarga. dan tingginya kepedulian dan tanggung jawab orang tua, sedangkan faktor penghambat pola komunikasi orang tua waktu untuk bertemu dengan keluarga, Orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya.
Etika Komunikasi Islam dalam Film Movie Animasi "The Journey" Reza Nur Rifa'i; Chairiawaty; Sausan M. Sholeh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.647 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4350

Abstract

Abstract. In today's development, there are many technologies so that communicating with others is very easy, especially when we can use da'wah activities so that activities run perfectly. Da'wah activities are also found through technology and works of art in the form of audio, visual, audio visual, social media, Instagram, Youtube, Telegram, Facebook, and others. Therefore we can develop da'wah activities through the media provided. One of the media that researchers want to study is an animated film from Saudi Arabia in collaboration with Japan. This study aims to determine the background of making The Journey animation and what narrative is delivered based on Islamic communication ethics. In this study, the type of qualitative research is used, namely research that does not use statistical data and only describes the results of the study. Based on the research results, the animated film The Journey contains the history of the previous prophets, even written in the Qur'an. Islamic communication ethics is divided into six namely qoulan sadidan, qoulan kariman, qoulan maysuran, qoulan balighan, qoulan ma'rufan, qoulan layyinan. Which of each section is found in the sources of the Qur'an and hadist.The Journey animation has a target audience from all walks of life, both toddlers and seniors and also in this film carries the theme of da'wah with narration that is carried out, namely aqidah, Sharia, morality, and muamalah. Abstrak. Pada perkembangan zaman saat ini sudah banyak teknologi sehingga dalam berkomunikasi kepada sesame lain sangat mudah dilakukan, terlebih ketika kegiatan dakwah dapat kita gunakan agar kegiatan berjalan dengan sempurna. Kegiatan dakwah juga ditemukan melalui teknologi dan karya seni baik berupa audio, visual, audio visual, media sosial, Instagram, Youtube, Telegram, Facebook, dan lain-lain. Oleh karenanya kita bisa mengembangkan kegiatan dakwah melalui media yang disediakan. Salah satu media yang peneliti ingin pelajari adalah sebuah film animasi Arab Saudi yang berkolaborasi dengan Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pembuatan animasi The Journey dan narasi apa yang dibawakan berdasarkan etika komunikasi Islam. Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yaitu penelitian yang tidak menggunakan data-data statistik dan hanya mendeskripsikan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian fim animasi The Journey ini mengandung sejarah dari para Nabi terdahulu bahkan tertulisa dalam surat Al-Qur’an. Etika komunikasi Islam dibagi menjadi enam yakni qoulan sadidan, qoulan kariman, qoulan maysuran, qoulan balighan, qoulan ma’rufan, qoulan layyinan. Yang mana dari masing-masing bagian terdapat pada sumber Al-Qur’an dan hadits. Animasi The Journey memiliki sasaran penonton dari semua kalangan baik balita maupun manula dan juga dalam film ini mengsusung tema dakwah dengan narasi yang dibawa yaitu aqidah, Syariah, akhlak, dan muamalah.
Strategi Dakwah dalam Pembinaan Ketauhidan Narapidana di Lapas Kelas 1 Sukamiskin Ifa Ulyatusyarifa; Komarudin Shaleh; Nandang HMZ
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.96 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4446

Abstract

Abstract. Islamic da'wah is one of the duties of carrying out Islamic da'wah as the responsibility of all Muslims. Islamic da'wah is an obligation among various religious obligations. This study discusses the Da'wah Strategy in Fostering Unity of Convicts in Class 1 Sukamiskin Correctional Institution. With the formulation of the problem: (1) What is the Da'wah Strategy in Fostering Unity of Convicts in Class 1 Sukamiskin Correctional Institution? (2) What are the supporting factors in fostering the Unity of Prisoners in Class 1 Sukamiskin Prison? (3) What are the Obstacles in Fostering the Unity of Prisoners in Class 1 Sukamiskin Prison The research method used by the author is a qualitative research method. data collection techniques were carried out by means of observation to determine the condition of the object directly, this interview was used with the aim of obtaining data clearly and concretely in accordance with the object, the documentation carried out consisted of several pictures of the Correctional Institution and photographs related to the research. The results of the study: A Da'wah Strategy that is used in coaching prisoners in Correctional Institutions, namely, oral da'wah, written da'wah, and action da'wah. Efforts in fostering the Unity of Prisoners. Abstrak. Dakwah Islam merupakan salah satu tugas kewajiban melaksanakan dakwah Islam sebagai tanggung jawab seluruh umat Islam. Dakwah Islam adalah kewajiban di antara berbagai kewajiban yang religius. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, Adapun tujuan dan manfaat penelitian ini adalah mengetahui bagaimana strategi dakwah yang di terapkan Lapas kelas 1 sukamiskin kepada Narapidana serta faktor pendukung dan penghambat. Sumber data dalam penelitian ini adalah Pegawai Rutan, Narapidana dan Pembimbing Narapidana, metode dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini membahas tentang Strategi Dakwah Dalam Pembinaan Ketauhidan Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Sukamiskin. Dengan rumusan masalah: (1) Bagaimana Strategi Dakwah Dalam Pembinaan Ketauhidan Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Sukamiskin ? (2) Apakah faktor pendukung dalam Pembinaan Ketauhidan Narapidana Di Lapas Kelas 1 Sukamiskin ? (3) Apa Hambatan dalam Pembinaan Ketauhidan Narapidan di Lapas kelas 1 Sukamiskin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dalam pembinaan ketauhidan narapidana efektif mencakup dalam bidang aqidah, syari’ah dan akhlak.
Model Komunikasi Interpersonal dalam Memotivasi Hafalan Al-Qur'an: (Studi Komunikasi Antara Ustadz Dan Santri Madrasah Tsanawiyah Di Lembaga Baitul Qur'an Yayasan Upaya Pembinaan Pendidikan Islam (YUPPI) Soreang) Rahmawati Hijriyah Reza; Wildan Yahya
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.102 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4452

Abstract

Abstract. Communicating is essential for humans to make ends meet. Which means that humans cannot live on their own without communicating. This is applied by Ustadz or Murrabi in the motivation of the memorized Al-Qur’an to santri in the Qur’an society. On that basis researchers focused on, how the interpersonal communication model in motivating the memorization of the Al-Qur’an in the Baitul Qur’an YUPPI Soreang.This researcher aimed at knowing the interpersonal communication between Ustadz and Santri in motivating memorization of Qur’an, knowing the process of interpersonal communication between Ustadz and Santri, and find out how the supporting factors and the interpersonal communication barrier between Ustadz and Santri motivated memorization of the Qur’an in the Baitul Qur’an YUPPI Soreang. The researchers employed descriptive qualitative research methods, in the process of data collection obtained through in-depth interviews, field observations, and documentation. The results of this study are (1) interpersonal communication between ustadz and santri both are face to face and lead to reciprocity (2) the interpersonal communication process ustadz and santri refer to Shannon and Weaver’s communication models, a one – way (3) factor that supports interpersonal communication, this is an effective communication and a highly supportive environment, As for these inhibitors there are problems inside the santri and outside factors.Keyword : Interpersonal Communication, Motivating.Abstrak. Komunikasi sangat penting untuk dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Yang artinya, manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa berkomunikasi. Hal ini diterapkan oleh Ustadz atau murrabi dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an kepada Santri di Lembaga Baitul Qur’an. Atas dasar itu peneliti berfokus pada, bagaimana model komunikasi interpersonal dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an di Lembaga Baitul Qur’an YUPPI Soreang. Abstrak. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an di lembaga baitul Qur’an YUPPI Soreang, mengetahui proses komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri, dan mengetahui bagaimana faktor pendukung dan penghambat komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri dalam memotivasi hafalan Al-Qur’an di lembaga baitul Qur’an YUPPI. Peneliti ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dalam proses pengumpulan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah (1) komunikasi interpersonal antara ustadz dan santri diantaranya bersifat tatap muka dan menghasilkan timbal balik. (2) proses komunikasi interpersonal ustadz dan santri merujuk pada model komunikasi Shannon dan Weaver dengan hasil komunikasi satu arah (3) faktor yang menjadi pendukung dalam komunikasi interpersonal ini adalah adanya komunikasi yang efektif dan faktor lingkungan yang sangat mendukung, adapun faktor penghambat ini adanya masalah dari dalam diri santri dan faktor dari luar.

Page 4 of 16 | Total Record : 156