cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2: JUNE 2023" : 10 Documents clear
ANALISIS FAKTOR RISIKO KELUHAN DKAK PADA PEKERJA BAGIAN MAINTENANCE PT PLN (PERSERO) UPDK TELLO Fachriani Baharuddin; M. Furqaan Naiem; Yahya Thamrin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26087

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis Kontak Akibat Kerja (DKAK) merupakan penyakit kulit yang sering dijumpai pada pekerja, khususnya yang berkontak langsung dengan bahan kimia. Penyebab dermatitis kontak pada pekerja bagian maintenance mesin pembangkit listrik adalah kontak dengan bahan kimia berupa minyak pelumas dan cairan pendingin. Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan keluhan DKAK pada pekerja bagian maintenance di PT PLN (Persero) UPDK Tello. Metode: Menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan desain studi case control. Populasi penelitian ini terbagi menjadi dua: populasi kasus dan populasi kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik exhaustive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 48 orang yang terdiri dari 16 orang sampel kasus dan 32 orang sampel kontrol. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan di PT PLN (Persero) UPDK Tello. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji rank spearman. Hasil: Lama kontak (p=0,000), masa kerja (p=0,013), dan riwayat penyakit kulit sebelumnya (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja. Sedangkan personal hygiene (p=0,687) dan penggunaan APD (p=0,490) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja. Kesimpulan: Lama kontak, masa kerja, dan riwayat penyakit kulit sebelumnya memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja sedangkan personal hygiene dan penggunaan APD tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan DKAK pada pekerja. Disarankan kepada pekerja agar selalu menggunakan APD yang lengkap dan sesuai standar, memerhatikan personal hygiene di tempat kerja, melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke dokter bagi pekerja yang mengalami gejala dermatitis.
KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA PEKERJA TEKNIS PROYEK KONSTRUKSI BBKPM MAKASSAR Arfani Amalia; M. Furqaan Naeim; A. Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26322

Abstract

Latar Belakang: ILO menjelaskan bahwa pada tahun 2017 sebanyak 380.000 pekerja (13,7%) meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja. Kecelakaan kerja yang terjadi di tempat kerja 85% disebabkan oleh faktor manusia (tidak menggunakan APD). Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kepatuhan penggunaan APD pada pekerja teknis proyek konstruksi gedung perawatan dan penunjang TBC Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dan pendeketan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pekerja teknis proyek konstruksi gedung perawatan dan penunjang TBC Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar. Jumlah sampel sebanyak 86 yang ditentukan berdasarkan teknik pengumpulan sampel menggunakan exhaustive sampling (total sampling). Data dianalisis menggunakan SPSS dengan dua metode analisis yaitu univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar pekerja teknis tidak patuh penggunaan APD di tempat kerja dengan persentase sebesar 66,3%, (57 pekerja), sedangkan pada pekerja teknis yang patuh menggunakan APD memiliki persentase sebesar 33,7% (29 pekerja). Pengetahuan (p=0,000) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Sikap (p=0,021) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Tingkat pendidikan (p=0,000) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. serta ketersedian APD (p=0,021), dan pengawasan K3 (p=0,001) berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, ketersediaan APD, dan pengawasan K3 dengan kepatuhan penggunaan APD. Pekerja perlu meningkatkan pengetahuan mengenai APD, agar mendukung peningkatan penggunaan APD di tempat kerja.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KOMPLIKASI DM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR Putri Apriyanti Ilman; Wahiduddin Wahiduddin; Andi Selvi Yusnita Sari
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26347

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah kasus yang terus meningkat. Tingginya angka kejadian DM kemungkinan terjadianya komplikasi juga akan besar, kondisi tersebut dapat menyebabkan berkurangnya usia harapan hidup penderita, kelumpuhan, dan meningkatkan beban ekonomi. Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko kejadian komplikasi diabetes melitus tipe 2 di RSUD Kota Makassar tahun 2022. Metode: Analitik observasional dengan desain studi case control. Pupulasi dalam penelitian ini seluruh pasien diabetes dengan komplikasi dan tanpa komplikasi yang terdaftar di RSUD Kota Makassar. Sampel berjumlah 140 responden dengan 70 responden untuk kelompok kasus dan 70 responden untuk kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan aplikasi Stata. Hasil: Jumlah responden yang berhasil diwawancarai pada penelitian ini yaitu 140 dari 152 responden. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan beberapa metode yaitu via telepon (75%), wawancara langsung di RS (24%), dan kunjungan rumah (1%).  Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lama menderita DM berisiko 7,1 kali mengalami komplikasi DM (OR=7,1; 95% CI 3,0-17,5); IMT kategori obesitas berisiko 3,9 kali mengalami komplikasi DM (OR=3,9; 95% CI 1,7-9,1); keteraturan kontrol gula darah berisiko 2,9 kali mengalami komplikasi DM (OR=2,9; 95% CI 1,3-6,5) dan kepatuhan pengobatan berisiko 2,3 kali mengalami komplikasi DM (OR=2,3; 95% CI 1,0-4,8). Kesimpulan: Lama Menderita, IMT Kategori obesitas, keteraturan kontrol gula darah, dan kepatuhan pengobatan merupakan faktor risiko kejadian komplikasi diabetes melitus. Bagi pasien diabetes maupun komplikasi diabetes diharapkan dapat menerapkan perilaku hidup sehat, jaga berat badan, teratur mengontrol gula darah, dan patuh terhadap pengobatan.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN NON FISIK DENGAN STRES KERJA Andi Aan Mugniyah; Andi Muflihah Darwis; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26364

Abstract

Latar Belakang: Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya stres kerja. Data yang dirilis WHO menyatakan bahwa kurang lebih 450 juta penduduk dunia menderita gangguan mental dan perilaku, sehingga diperkirakan kejadian tersebut menjadi masalah utama kesehatan manusia yang termasuk di dalamnya stres akibat kerja. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja fisik dan non fisik dengan stres kerja pada pekerja unit produksi bata ringan PT. Bumi Sarana Beton Makassar kan oleh pekerjaans . Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. Bumi Sarana Beton Makassar selama bulan Januari hingga Februari 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 23 dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil uji chi-square iklim kerja dengan stres kerja (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan iklim kerja dengan stres kerja. Kebisingan (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan kebisingan dengan stres kerja. Pencahayaan (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan pencahayaan dengan stres kerja. Pimpinan (p-value 0,000) menunjukkan ada hubungan pimpinan dengan stres kerja. Sementara itu, rekan kerja (p-value eror) menunjukkan tidak ada hubungan rekan kerja dengan stres kerja. Kesimpulan: Iklim Kerja, kebisingan, pencahayaan dan pimpinan menunjukkan ada hubungan terhadap stres kerja. Saran bagi perusahaan untuk dapat memperhatikan iklim kerja, kebisingan dan pencahayaan sesuai dengan NAB yang telah ditentukan serta menjalin hubungan yang baik antar pimpinan dan bawahan.
ANALISIS SEGMENTASI PASAR PELAYANAN KESEHATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RSIA ANANDA MAKASSAR Andi Astriyuliani Irsyad; Indar Indar; Balqis Balqis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26519

Abstract

Latar Belakang: Instalasi rawat inap RSIA Ananda mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir karena covid-19 dan strategi pemasaran yang belum optimal karena kurangnya sumber daya untuk merancang strategi pemasaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengguna jasa pelayanan kesehatan di instalasi rawat inap RSIA Ananda Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif. Total sampel sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan analisis distribusi frekuensi dan analisis klaster menggunakan program SPSS. Hasil: Hasil penelitian diperoleh pengguna jasa pelayanan kesehatan di RSIA Ananda Makassar berdasarkan karakteristik demografi adalah memiliki kategori umur muda, beragama islam, tingkat pendidikan, pekerjaan merupakan ibu rumah tangga/tidak bekerja, dan pendapatan kurang. Karakteristik geografi adalah tinggal dalam Kota Makassar, jarak tempuh dari lokasi tempat tinggal ke rumah sakit jauh, dan mengakses rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi. Karakteristik psikografi adalah memiliki motivasi tinggi dan persepsi baik. Karakteristik perilaku adalah pola pencarian pengobatan jika sakit ringan dengan membeli obat di warung/apotek, pola pencarian pengobatan jika sakit sedang di puskesmas/dokter keluarga, pola pencarian pengobatan jika sakit berat di rumah sakit, jumlah pemanfaatan RSIA Ananda sebanyak 1 kali, dan frekuensi pemanfaatan rumah sakit tinggi. Kesimpulan: Pengguna jasa pelayanan kesehatan di RSIA Ananda Makassar teridentifikasi tiga segmen: Segmen I; Health Care Minimize (8%), Segmen II; Hospital Aversion (29%), dan Segmen III: Health Care Mazimixer (63%). Strategi pemasaran di RSIA Ananda Makassar dapat diarahkan pada segmen III (Hospital Care Maximizer) merupakan segmen yang loyal sehingga penting untuk rumah sakit pertahankan.
EFEKTIVITAS TEMEPHOS DALAM PENGENDALIAN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS PEKKABATA 2022 Ruri Khallaj Al-Farabi; A. Arsunan Arsin; Indra Dwinata
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.26724

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh vektor nyamuk. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Kabupaten dengan Incidence Rate (IR) DBD tertinggi adalah Kabupaten Polewali Mandar dimana pada tahun 2021 IR DBD Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan kembali dari tahun sebelumnya menjadi 24 per 100.000 penduduk dan diikuti dengan peningkatan Case Fatality Rate (CFR) menjadi 1,77. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan vektor DBD di wilayah kerja Puskesmas Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar melalui abatisasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimental, dengan desain yang digunakan adalah Non-Randomized Control Group Pretest Posttest Design yaitu kelompok eksperimental diberi perlakuan sedangkan kelompok kontrol tidak. Pada kedua kelompok diberikan Pretest dan Posttest. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik didapati, House Index (HI), Container Index (CI), dan Breteau Index (BI) mengalami pergerakan grafik yang flukuatif dan signifikan selama lima pekan. Pekan pertama sampai dengan pekan ketiga kelompok perlakuan dan kelompok kontrol mengalami penurunan grafik yang berarti setiap pekannya semakin berkurang rumah dan kontainer yang positif larva Ae. Aegypti. Tetapi dipekan keempat dan kelima mengalami kenaikan di kedua kelompok tersebut. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai P pada HI, CI, dan BI masing masing 0,74; 0,45; dan 0,52. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa kepadatan nyamuk HI, CI, dan BI menurun setiap pekannya baik pada kelompok perlakuan ataupun kelompok kontrol. Pemerintah diharapkan lebih memperhatikan pelaksanaan pengendalian DBD baik secara fisik, kimia ataupun biologi.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN MDR-TB DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR Auliah Khoirunnisa; A.Arsunan Arsin; Indra Dwinata
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.27362

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan permasalahan kesehatan global yang telah menjadi perhatian dunia selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data WHO 10 juta orang di dunia menderita TBC dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal setiap tahunnya dan salah satu permasalahan yang menjadi hambatan utama dalam pemberantasan TBC adalah MDR-TB. Tujuan: Penelitian ditujukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian MDR-TB di BBKPMM tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain case control. Populasi penelitian adalah pasien TBC dan MDR-TB yang melakukan pengobatan pada BBKPMM. Sampel berjumlah 150 responden perbandingan 1:1, dengan 75 responden masing-masing kelompok. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Odds Ratio menggunakan SPSS. Hasil: efek samping obat berisiko 2,8 kali mengalami MDR-TB (OR=2,8, 95% CI 1,25-6,57), kepatuhan minum obat rendah berisiko 12,3 kali mengalami MDR-TB (OR=12,3, 95% CI, 4,94-30,76) dan kepatuhan sedang berisiko 2,9 kali mengalami MDR-TB (OR=2,9, 95% CI, 1,02-8,78). Sedangkan variabel pengetahuan kurang berisiko 2,8 kali mengalami MDR-TB (OR=5,7, 95% CI, 1,14-28,98) dan pengetahuan cukup merupakan faktor protektif yang tidak bermakna (OR=0,5, 95% CI, 0.08-3,56), riwayat kontak berisiko 2,2 kali mengalami MDR-TB (OR=2,2, 95% CI, 1,06-4,53), perokok aktif berisiko 4,1 kali mengalami MDR-TB (OR=4,1, 95% CI, 11,99-8,47) dan perokok pasif berisiko 2 kali mengalami MDR-TB (OR=2,0 95% CI, 1.02-3,98). Kesimpulan: Efek samping obat, kepatuhan minum obat rendah dan sedang, pengetahuan kurang, riwayat kontak dan perilaku merokok merupakan faktor risiko terjadinya MDR-TB. Diharapkan untuk pihak balai agar terus berperan aktif dalam penjaringan pasien MDR-TB dan TBC, serta meningkatkan pengobatan dan pemberian edukasi kepada pasien.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEJADIAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KUNJUNGAN ANC IBU HAMIL Milka Murua; Apik Indarty Moedjiono; A. Ummu Salmah
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.27712

Abstract

Latar Belakang: Kematian ibu merupakan akibat dari proses komplikasi dari tiga determinan utama yakni determinan dekat (gangguan obstetri), determinan antara (pelayanan kesehatan) dan determinan jauh (faktor sosial-demografi). Akumulasi dari ketiga determinan ini menghasilkan determinan utama yakni yang menjadi akar dari permasalahan kematian ibu adalah pelayanan Antenatal care (ANC). ANC merupakan salah satu pilar utama dalam mencapai tujuan SDGs dalam hal penurunan rasio kematian ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan kejadian tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Kaluku Bodoa. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study yang berlangsung selama bulan Mei – Juni 2023 di Puskesmas Kaluku Bodoa. Populasi pada penelitian ini sebanyak 260 ibu hamil trimester 3 dengan sampel minimal sebanyak 130 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling, adapun uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil: hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC dengan nilai p=0,010 < 0,05. Selanjutnya terdapat hubungan pengetahuan dengan kunjungan ANC signifikan berdasarkan umur (tidak berisiko p=0,020), pendidikan (rendah p=0,014), paritas (multigravida p=0,033), jarak kehamilan (tidak berisiko p=0,008) dan keterpaparan media (kurang p=0,004). Adapun variabel kejadian tanda bahaya kehamilan dengan kunjungan ANC tidak berhubungan secara statistik baik berdasarkan umur, pendidikan, paritas, jarak kehamilan dan keterpaparan media. Kesimpulan: kunjungan ANC ibu hamil berhubungan secara statistik dengan pengetahuan terkait tanda bahaya kehamilan dan tidak berhubungan dengan kejadian tanda bahaya kehamilan.  Ibu hamil sebaiknya menambah wawasan terkait tanda bahaya kehamilan dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.
GAMBARAN MANAJEMEN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR Siti Sarah Dwi Maudika Lestari; Dian Saputra Marzuki; Amran Razak
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.28010

Abstract

Latar Belakang : Manajemen kesehatan adalah suatu subsistem yang menghimpun upaya administrasi kesehatan yang didukung oleh pengelolaan daya dan informasi penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengaturan hukum kesehatan yang terpadu dan saling mendukung yang berguna untuk menjamin tercapainya derajat kesehatan. Berlandaskan pada empat fungsi manajemen agar suatu organisasi dapat mencapai tujuan dengan efektif dan efisien yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dapat dilakukan pengelolaan limbah padat medis. Tujuan : Mengetahui gambaran manajemen pengelolaan limbah padat medis di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Metode: Jenis penilitian ini adalah kualitatif dengan metode observasi dan in-depth interview. Jumlah informan 7 orang dipilih dengan metode purposive sampling yang terdiri dari, 1 Kepala Instalasi K3LH, 2 Staff K3LH, 3 Cleaning Service, dan 1 Perawat RS Ibnu Sina. Hasil: Manajemen di RS Ibnu Sina dalam pengelolaan limbah padat medis memiliki perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan pengawasan yang sesuai dengan peraturan PERMEN LHK No. 56 Tahun 2015, namun belum optimal. Aspek perencanaan yang jelas pada tujuannya, pengorganisasian yang memiliki standar, akan tetapi pelaksanaan yang belum maksimal seperti ditemukannya limbah yang masih tercampur dan juga belum disediakan jalur pengangkutan limbah, dan pengawasan yang maksimal berupa laporan serta evaluasi setiap bulannya. Kesimpulan: Pengelolaan limbah padat medis di RS Ibnu Sina yaitu menjaga lingkungan rumah sakit tetap bersih dan juga mencegah lingkungan rumah sakit serta orang disekitarnya tidak terkena penyakit akibat limbah padat medis.  Perencanaan yang disusun juga sudah sesuai meliputi tentang SOP yang jelas, penyediaan sarana prasarana, kebutuhan SDM yang sesuai hingga dana yang dibutuhkan dalam pengelolaan limbah padat medis di RS Ibnu Sina Kota Makassar.
PERILAKU REMAJA TERKAIT PENCARIAN INFORMASI KESEHATAN SEKSUAL REPRODUKSI DI SMPN 20 MAKASSAR Febriyanti Zefanya Maengkom; Sudirman Nasir; Rizky Chaeraty Syam
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 2: JUNE 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i2.28066

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa dimana hormon seksual remaja sudah mulai bekerja sehingga dapat menyebabkan perubahan perilaku pada remaja dalam hal kesehatan seksual dan reproduksi. Faktor yang membuat remaja banyak melakukan perilaku seksual berisiko adalah faktor predisposisi, faktor penguat dan faktor pendukung. Tujuan: Mengetahui perilaku remaja terkait pencarian informasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi di SMP Negeri 20 Makassar. Metode: Menggunakan metode penelitian mixed methods dengan desain sequential explanatory designs. Jumlah sampel 85 responden dan diantaranya terdapat 20 informan yang ditentukan menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 20 Makassar pada bulan Mei-Juni 2023. Menggunakan analisis univariat dan analisis isi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa termasuk dalam motivasi tinggi (83,5%), pengetahuan yang baik (65,9%), dan sikap yang positif (89,4%). Adapun dari hasil FGD yang dilakukan didapatkan bahwa nilai yang diyakini adalah agama dan ajaran orang tua, tidak adanya norma yang berlaku, informasi yang dicari yaitu organ reproduksi, pacaran, dan kehamilan pada remaja, sumber informasi melalui buku dan media sosial, strategi yang dilakukan dalam mencari informasi yaitu mencari di sumber terpercaya. Perilaku yang ditunjukkan oleh remaja yaitu lebih menjaga kesehatan organ reproduksi, menghindari pergaulan bebas dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kesimpulan: Para remaja menunjukkan perilaku yang baik dan tidak terdapat remaja yang melakukan perilaku seksual berisiko. Hal tersebut dikarenakan para remaja memiliki pengetahuan yang baik terkait kesehatan seksual dan reproduksi juga mampu dalam menyeleksi informasi yang didapatkan ketika melakukan pencarian informasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10