cover
Contact Name
Arif Ridha
Contact Email
rumahjurnalstitahlussunnah@gmail.com
Phone
+6281228123477
Journal Mail Official
rumahjurnalstitahlussunnah@gmail.com
Editorial Address
STIT Ahlussunnah Bukittinggi, Jl. Diponegoro No. 8 Aur Kuning Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
El-Rusyd
ISSN : 24427950     EISSN : 25800256     DOI : 10.58485
This journal contains scientific papers which are the result of research and community service, with the scope of Education, Arabic and Islamic studies
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2022): Juni" : 6 Documents clear
PERANAN GURU FIKIH DALAM PENINGKATAN KARAKTER RELIGIUS DI MAN 3 PADANG PANJANG M. Yemmardotillah
El-Rusyd Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.233 KB) | DOI: 10.58485/elrusyd.v7i1.101

Abstract

The purpose of this dissertation is to describe the fikih guru peran in terms of enhancing siswa religious character. In addition to teaching the fundamentals of fikih, guru fikih also has a special responsibility to provide accurate suri tauladan for the development of strong siswa characters. The current study makes use of a quantitative deskriptif methodology. Data collection techniques include observation, documentation, and documentation with data analysis through redaction, presentation of data and drawing conclusions, and verification. The findings demonstrated the importance of fikih professors in developing the religious character of MAN 3 Padang Panjang students, particularly the teacher's role as a motivation for their academic pursuits. With the intention of helping students grow more in their Islamic culture, give them more praise than punishment, encourage optimism in fikih courses, and celebrate accomplishments. Additionally, the fikih teacher's role as a mentor in fostering the religious character of MAN 3 Padang Panjang students requires that the teacher try to offer a variety of information about religious culture that is required for the fikih teaching and learning process, as well as evaluate the fikih learning outcomes at each stage. He engages in religious and cultural activities.
STUDY KOMPARATIF PENGELOLAAN PROGRAM TAHFIZH PADA RUMAH TAHFIZH DI KECAMATAN AMPEK ANGKEK KAB. AGAM Nelly Izmi
El-Rusyd Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.697 KB) | DOI: 10.58485/elrusyd.v7i1.102

Abstract

Permasalahan pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana pelaksanaan program tahfizh antara satu rumah tahfizh dibandingkan dengan rumah tahfizh yang lain di Kecamatan Ampek Angkek Kab. Agam. Adapun batasan masalahnya adalah: pilihan program Tahfizh, Metode yang digunakan, media yang digunakan, pelaksanaan evaluasi dan problematika yang dihadapi oleh rumah tahfizh. Metode penelitian adalah penelitian lapangan yang bersifat deskriptif, sumberdata penelitian adalah unsur pimpinan, para guru yang mengajar tahfizh dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumen. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Study Komparatif paket program bahwa kedua Rumah Tahfizh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Rumah Tahfizh Mardhiana Ibrahim hanya punya satu program Yaitu Program Tahfizh saja, sedangkan pada Rumah Tahfizh MTQM ada tiga Program yaitu Program Tahfizh, program Tahmidy dan Program Abata. Study Komparatif penggunaan metode pada kedua Rumah Tahfizh dapat diambil kesimpulan bahwa pada Rumah Tahfizh Mardhiana Ibrahim hanya ada satu metode yaitu metode Sima’I, sedang pada MTQM ada tiga yaitu Metode Tikrar, metode Talkin dan metode talakki. Study Komparatif penggunaan media, bahwa kedua Rumah Tahfizh, dapet diambil kesimpulan bahwa media yang digunakan pada Rumah Tahfizh Mardiana Ibrahim adalah Video dan atau Video Call, sedangkan pada MTQM, disamping menggunakan video rekaman dan video call, juga menggunakan buku penghubung anatara guru dengan santri dan antara Guru dengan wali santri. Study Komparatif evaluasi program, bahwa kedua rumah tahfizh sama melaksanakan evaluasi mingguan, semesteran dan tahunan. Problematika yang dihadapi pada Rumah-rumah Tahfizh, bahwa kedua Rumah Tahfizh dapat disimpulkan bahwa problematika yang dihadapi Rumah Tahfizh berasal dari masalah santri yang kurang serius, lemah bacaan, banyak beban tugas di sekolah formal dan kurangnya dukungan dari wali santri.
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DI ERA DIGITAL Elvi Rahmi
El-Rusyd Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.4 KB) | DOI: 10.58485/elrusyd.v7i1.103

Abstract

Guru mempunyai komponen penting dalam proses pembelajaran, fungsi utama guru dalam pembelajaran yaitu merancang, mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan Pendidikan maka dalam proses pembelajaran guru dapat menggunakan media pembelajaran dengan baik. Adanya media pembelajaran yang digunakan akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi dan peserta didik juga lebih mudah memahami pelajaran tersebut. Macam-macam media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi media audio, media visual dan media audio visual. Penggunaan media ini perlu diperhatikan situasi dan kondisi lingkungan sekolah dan karakteristik yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dalam proses pembelajaran diharapkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka (library research) yang dikumpulkan dari beberapa referensi dari buku dan jurnal. Dengan pengembangan inovasi media audio visual, diharapkan peserta didik dapat memahami materi Pendidikan Agama Islam dan memberikan suasana baru dalam proses pembelajaran. Hasil dari penelitian ini dengan adanya perkembangan teknologi, pengaksesan media audivisual dalam pembelajaran yang semakin mudah maka media permbelajaran dapat membentuk efektifitas belajar peserta didik meningkat kearah yang lebih baik.
KERJASAMA DALAM PAHAM KEAGAMAAN Anita Indria; Hendrisab
El-Rusyd Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.248 KB) | DOI: 10.58485/elrusyd.v7i1.104

Abstract

Kerjasama dalam paham keagamaan akan membawa pada rasa peduli dan saling tolong menolong. Bahkan Kerjasama dalam paham keagamaan ini akan membawa pada kebaikan pendidikan yang dilakukan secara kompak, searah, dan sejalan. Apalagi Kerjasama dalam paham keagamaan ini dilakukan dalam berorganisasi seperti berpolitik. Politik saat ini lebih cenderung mengarah pada nilai negatif, tidak bersih, korupsi, dan lain-lain. Tetapi tidak semuanya partai-partai yang berpolitik mengarah pada hal yang negatif seperti salah satu partai Islam yang ada di Indonesia terutama di Kota Bukittinggi. Partai Islam yang memperhatikan pendidikan dan kebersamaan sehingga ukhuwwah Islamiyah tercipta dengan kuat. Pendidikan disini terdapat dilingkungan Sekolah Dasar Islam Terpadu yang mengelola Pendidikan Islam sehingga sekolah ini tergolong bagus dan berkualitas. Berdasarkan hal ini peneliti tertarik untuk menggali paham keagamaan yang terbentuk sehingga tercipta kerjasama dari dalam lingkungan sekolah tersebut. Metode yang digunakan adalah kualititatif dengan fokus pada pengamatan secara mendalam dan mampu dipahami melalui penjelasan-penjelasan yang diuraikan. Data-data yang ditemukan dianalisis sehingga diperoleh sebuah kesimpulan dari pertanyaan-pertanyaan yang dipermasalahkan. Maka dapat disimpulkan bahwa Kerjasama dalam paham keagamaan yang berasal dari partai Islam membawa pada kemajuan Pendidikan dan tolong menolong dengan sesama. Tradisi yang dikembangkan dalam lingkungan partai ini menciptakan hablun minannaas dengan ukhuwwah Islamiyah yang kuat. Inilah tujuan dari Pendidikan Agama Islam yang sebenarnya.
KERJASAMA ORANGTUA DAN PENGELOLA DALAM PENYELENGGARAAN MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH AWALIYAH (MDTA) AISYIYAH TAROK DIPO KOTA BUKITTINGGI Wirman Hanizon
El-Rusyd Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.142 KB) | DOI: 10.58485/elrusyd.v7i1.106

Abstract

Kecendrungan masyarakat melanjutkan pendidikan anak di MDTA atau TPA sebagai langkah awal dalam mendidik anak untuk mengenal dan mengerti tentang kandungan isi al Qur‟an tidak lagi menjadi fokus orang tua dalam membangun karakter dan spiritual. Untuk masalah pendidikan, orang tua mencari pendidikan di MDTA pilihan dan menjadi kegiatan yang menunjang pada pembelajaran di sekolah sebagai prioritas. Sebut saja perhatian lebih tercurah terhadap pendidikan luar sekolah seperti les bahasa Inggris, matematika, dan lainnya. Dari sekian banyak MDTA yang ada dikota Bukittinggi maka penulis meneliti MDTA Aisyiyah Tarok Dipo Kota Bukittinggi.
ANALISIS KEBIJAKAN PERDA KABUPATEN PASAMAN TENTANG BACA TULIS AL-QUR’AN (Studi Implementasi di SLTA se-Kabupaten Pasaman) Arif Ridha
El-Rusyd Vol. 7 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.313 KB) | DOI: 10.58485/elrusyd.v7i1.107

Abstract

Berangkat dari kebijakan desentralisasi pendidikan, maka Kabupaten Pasaman merasa perlu menetapkan sebuah Peraturan Daerah yang mengatur kemampuan baca tulis Al-Qur’an yang tertuang dalam Perda Nomor 21 Tahun 2003. Latar belakang masalah penelitian ini berawal dari ditemukannya siswa-siswa tingkat SLTA di Kabupaten Pasaman yang masih belum bisa baca tulis Al-Qur’an dengan baik dan benar, padahal implementasi Perda ini sudah berjalan selama sembilan tahun, ditambah keadaan masyarakat Kabupaten Pasaman yang mayoritas berpenduduk muslim. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alasan-alasan yang melatarbelakangi Pemda Kab. Pasaman mengeluarkan Perda nomor 21 tahun 2003, menjelaskan kebijakan-kebijakan kepala SLTA se-Kabupaten Pasaman, strategi yang digunakan dalam mengimplementasikan Perda, serta mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung terlaksananya Perda nomor 21 tahun 2003 di SLTA se-Kabupaten Pasaman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sebagai ciri khas kualitatif, penelitian difokuskan untuk memahami kebijakan Pemda Kabupaten Pasaman tentang pandai baca tulis Al-Qur’an serta melihat implementasi Perda di SLTA se-Kabupaten Pasaman dengan menggunakan pendekatan kebijakan publik sebagai alat untuk meng-analisis kebijakan. Sedangkan untuk mengetahui sejauh mana implementasi kebijakan Perda ini di SLTA, penulis menggunakan teori implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi Kab. Pasaman mengeluarkan Perda nomor 21 tahun 2003, pertama untuk membumikan Al-Qur’an di Kab. Pasaman, Kedua untuk memacu prestasi dalam bidang MTQ, dan ketiga untuk menghapuskan buta tulis Al-Qur’an di Kab. Pasaman. (2) Kebijakan-kebijakan yang diambil kepala sekolah terkait dikeluarkannya Perda ini adalah: pertama, melaksanakan tes baca tulis Al-Qur’an sebagai syarat masuk sekolah. Kedua, membuat ayat-ayat Al-Qur’an semarak di dalam dan di luar lingkungan sekolah dan ketiga menjadikan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sebagai syarat kelulusan. Sedangkan strategi yang digunakan SLTA se-Kabupaten Pasaman untuk mengimplementasikan Perda baca tulis Al-Qur’an adalah: Pertama, mengadakan lomba-lomba bertemakan Al-Qur’an. Kedua, membentuk tim safari Ramadhan bagi siswa, Ketiga, melaksanakan kegiatan baca tulis Al-Qur’an setiap pagi. Keempat, membuat sistem setoran ayat dan kelima, mewajibkan membeli buku Iqra’ bagi siswa yang belum bisa baca tulis Al-Qur’an. Di samping itu, terdapat beberapa faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan Perda, yaitu faktor internal dan eksternal. Untuk itu dibutuhkan seluruh kekuatan yang ada, sehingga Perda ini dapat berjalan sesuai dengan target yang diinginkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6