cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@umm.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Malang Kampus II Jalan Bendungan Sutami 188A Kota Malang Postal Code: 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan
ISSN : 20863071     EISSN : 24430900     DOI : 10.22219/jk
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan is a peer-reviewed journal published by School of Nursing at the Faculty of Health Science, University of Muhammadiyah Malang (UMM), which is focusing on several issues in nursing field. The first volume was published on 2010, and it is published twice a year, issued on January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 626 Documents
DEPRESI PADA USIA LANJUT: IMPLEMENTASI TERAPI LINGKUNGAN DI PANTI WERDHA Rochmani Eka Mardiyanti; Yoyok Bekti Praseyto
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.854 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2598

Abstract

DEPRESI PADA USIA LANJUT: IMPLEMENTASI TERAPI LINGKUNGAN DI PANTI WERDHADepression in Elderly: Milleu Therapy in “Panti Werdha”Rochmani Eka Mardiyanti1 & Yoyok Bekti Praseyto2 1Guru SMK jurusan Keperawatan di Probolinggo 2Departemen Keperawatan Komunitas Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah MalangABSTRAKTerapi lingkungan merupakan salah satu bentuk upaya kuratif yang dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan penyakit karena lingkungan berkaitan erat dengan stimulasi psikologis seseorang yang berdampak pada kesembuhan seseorang. Plant therapy merupakan salah satu terapi penting untuk menangani masalah klien dengan gangguan alam perasaan seperti depresi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dampak perubahan tingkat depresi usia lanjut dengan terapi lingkungan. Desain yang digunakan adalah Pre Experiment dengan metode pengambilan data pre dan post test one group, Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terapi lingkungan plant therapy tidak efektif terhadap tingkat depresi pada usia lanjut di Panti Werdha.Kata kunci: Terapi Lingkungan, Depresi, Usia LanjutABSTRACTEnvironmental Therapy is a form of curative efforts that can be done to help the healing process of the disease because the environment is closely related to one’s psychological stimulation that affects a person’s recovery. Plant therapy is one of the important therapy to deal with clients with a feeling of natural disturbance such as depression. Purpose the studi is identify change of deprresion level with Environmental therapy on the elderly. The research which is used is Pre-experiment with pre and post test one group. Conclusions of this study is that environmental therapeutics plant therapy is not effective against depression on the elderly in Werdha Nursing-home.Key word: environmental therapy, elderly
KETERKAITAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION TERHADAP SELF EFFICACY PASIEN DIABETES MELLITUS Rondhianto .
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.185 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2599

Abstract

KETERKAITAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION TERHADAP SELF EFFICACY PASIEN DIABETES MELLITUSThe Connection of Diabetes Self Management Education With Self Efficacy Diabetes Mellitus PatientRondhiantoProgram Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember Telp./Fax (0331) 323450 Email : rondhi_unej@yahoo.co.idABSTRAKDiabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang sehingga memerlukan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi akut dan kronis. Salah satu bentuk pendidikan kesehatan yang dapat diberikan pada pasien DM tipe 2 adalah diabetes self management education (DSME) yang akan memfasilitasi pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan perawatan mandiri (self care) dan self efficacy-nya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh DSME dalam discharge planning terhadap self efficacy pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experiment dengan design non randomized control group pretest posttest design. Pada penelitian ini kelompok perlakuan diberikan suatu perlakuan berupa penerapan DSME di dalam discharge planning sedangkan pada kelompok kontrol tidak dilakukan perlakuan (mendapatkan discharge planning sesuai yang dilakukan di ruangan rawat inap). Hasil penelitian dengan Uji t Test Independent menunjukkan nilai t = 10, 215 (p = 0, 000), yang berarti terdapat perbedaan sel efficacy yang signifikan antara kelompok yang mendapatkan perlakuan penerapan DSME di dalam discharge planning dengan kelompok kontrol (kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan DSME di dalam discharge planning terbukti dapat meningkatkan self efficacy pasien DM tipe 2 lebih signifikan dibandingkan dengan pemberian discharge planning yang biasa dilakukan di ruangan. Sarannya adalah agar dapat disusun suatu discharge planning dengan menggunakan konsep DSME dan diharapkan perawat dapat mengaplikasikany dalam perawatan pasien sehingga akan lebih meningkatkan pengelolaan diabetes pasien secara mandiri.Kata kunci : Diabetes Self Management Education, Discharge Planning, Self Efficacy, DM tipe 2 ABSTRACT Diabetes type 2 is chronic disease that needed long term treatment. Self management will be effective if patient have knowledge, skills and self efficacy to conduct of diabetes management behaviors. If patient just have knowledge without high self efficacy, disease self management will be not effective. Because patients have not internal desire to manage their disease well. Diabetes self management education (DSME) is one of diabetes eduction type that can support knowledge, skills and self care abilities. So patient efficacy may improve and patient can conduct treatment activity to their own disease independently. The objectives of the research are proving influence of DSME in discharge planning to self efficacy. This research is quasi experiment research with non randomized control group pretest posttest design. The treatment group given treatment (applying of DSME in discharge planning), while at the control group did not. The result of the research indicate, applying DSME in discharge planning effected to self efficacy of diabetes type 2 patient, with significant differences between treatment and control group. Result of t test independent, t value is 10.215 (p = 0.000). The conclusion of the research is applying DSME in discharge planning can improve self efficacy more significant than usual discharge planning.Key Words : Diabetes Self Management Education, Discharge Planning, Self Efficacy, Type 2 Diabetes
PARADIGMA BARU MANAJEMEN OCCUPATIONAL HEALTH NURSING DALAM PEMBELAJARAN COMMUNITY OF NURSING Syaifoel Hardy MN
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.243 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2600

Abstract

PARADIGMA BARU MANAJEMEN OCCUPATIONAL HEALTH NURSING DALAM PEMBELAJARAN COMMUNITY OF NURSINGNew Paradigm of Occupational Health Nursing In Community NursingSyaifoel Hardy MNPost Grad.Hospital & Healthcare Management Occupational Health Chief Nurse-Qatar Petroleum, member of American Association of Occupational Health Nurse (AAOHN), Registered Nurse of Qatar. ABSTRAKOccupational Health Nurse (OHN) adalah registered nurse yang secara independen mampu mengobservasi serta melakukan assessment terhadap kesehatan pekerja terkait dengan pekerjaan yang mereka lakukan, bahaya serta risikonya di tempat kerja (OSHA, 2009). Kompetensi yang mencakup pengetahuan, ketrampilan, training serta pengalaman registered nurses ini digolongkan dalam kemampuan mengenal dan mencegah efek yang diakibatkan oleh hazards exposure serta kepiawaian dalam menangani kasus-kasus penyakit atau luka yang disebabkan oleh kecelakaan kerja. Kecelakaan atau penyakit-penyakit sebagai dampak di tempat kerja ini perlu penanganan serius sebagaimana rekomendasi ILO (2010). Di samping itu, meningkatnya jumlah industri, di kota-kota besar, di negara-negara berkembang dan maju, menjadikan peranan Occupational Health Nurses semakin penting dan menantang di sektor industri (AAOHN, 2011). Permasalahan yang dihadapi oleh pendidikan perawat di Indonesia terkait dengan kompetensi ini adalah selama di bangku kuliah, perolehan materi Occupational Health Nursing (OHN) kurang proporsional, up to date, yang mengacu kepada basic pillars. Basic pillar ini meliputi fitness to work, health promotion and protection, management of ill health, serta health surveillance. Mengintegrasikan keempat pilar ini dalam Keperawatan Komunitas dapat dikategorikan sebagai sebuah paradigma baru pembelajaran selama di bangku kuliah. Konsep baru ini bertujuan menjadikan perawat Indonesia lebih professional serta siap dalam menghadapi era globalisasi di berbagai bidang industri di masa depan.Kata kunci : Occupational health nursing, perawatan komunitas, basic pillars, paradigma. ABSTRACTOccupational Health Nurse (OHN) is registered nurse that independently assess towards health condition of employee related to the harm and risk factor in work place (OSHA, 2009). Competence that integrating knowledge, skill, training and also experience for registered nurses, grouped in understanding capability and avoiding impact that caused by hazards exposure and skillfulled in organize case diseases or wound that caused by work accident. Accidents and diseases as a result in workplace must be seriously organized as recommended by ILO (2010). In the other hand, increase manufacture in the big city, in developing countries, make Occupational Health Nurses more important and fourmos in manufacture (AAOHN, 2011). Problems that are faced nursing education in Indonesia correlated with competence in bachelor nursing science, perolehan materi Occupational Health Nursing (OHN) unproportional, up to date, that focused on basic pillars. Basic pillar including the fitness to work, health promotion and protection, management of ill health, also health surveillance. Integration of this four components in community nursing can be catagorized as new learning paradigm in study. This new concept aims to make Indonesian nurse more professional and get ready in facing new globalization era in any other field.Key words: Occupational health nursing, community nurse, basic pillars, paradigm.
POJOK REMAJA : UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN KESEHATAN REPRODUKSI Tantut Susanto; Iis Rahmawati
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.945 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2601

Abstract

POJOK REMAJA : UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN KESEHATAN REPRODUKSIAdolescent Corner for Life Skills Improvement With Sexual and Reproductive Health AdolescentTantut Susanto1, Iis Rahmawati2, Lantin Sulistyorini31, 2, 3Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember Jl. Kalimantan 37 Bumi Kampus Tegalboto Jember 68111 e-mail: 1)susanto_unej@yahoo.comABSTRAKPermasalahan kesehatan reproduksi remaja diakibatkan belum optimalnya komitmen dan dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan yang mengatur tentang pendidikan seksual dan reproduksi bagi remaja pada tatanan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Program Pojok Remaja (P2R) merupakan suatu model asuhan keperawatan sekolah yang dapat diterapkan oleh perawat komunitas dalam mengkaji kebutuhan dan sumber-sumber serta mengidentifikasi nilai-nilai dalam populasi remaja melalui penyusunan suatu program dalam pemenuhan kesehatan reproduksi remaja di sekolah dan kelompok remaja melalui integrasi model pelayanan kesehatan di sekolah dengan program UKS. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengeruh pojok remaja terhadap pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi remaja yang mengikuti P2R ditinjau dari pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan reproduksi remaja. Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan randomized control group design with pretest dan postest. Sampel penelitian 45 responden kelompok perlakuan dan kontrol yang diambil secara cluster sampling. Hasil uji mann whitney dengan alfa 0,05 disimpulkan ada pengaruh pemberian program pojok remaja terhadap pemenuhan kebutuhan kesehatan reproduksi remaja (p 0,022). Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk dilakukan peningkatan pembinaan pelayanan kesehatan remaja di sekolah yang terintegrasi dengan program UKS.Kata kunci: remaja, pojok remaja, kesehatan reproduksiABSTRACTSexual and reproductive health adolescent problems in Indonesia is caused not optimalized the goverment support like policy for prevent in health education sexual and reproductive health at community, family, and school. Adolescent corners program is a model for identify and assessment for values and resources of sexual and adolescent reproductive health, that integrated with school health nursing program. Te aim of this research is to identify the influences adolescent corner for improvement sexual and reproductive health needs in adolescent. Quasi eksperiment with randomized control group design with pretest dan postest design that used in this research who 45 samples with intervention and control group, with cluster sampling method. Mann whitney test results, with alfa 0.05 concluded there was influences of adolescent corner for improvement sexual and reproductive health (p 0.022). based on the results of research can be encouraged to improvement sexual and reproductive health needs for adolescent in school that integrated with school health nursing program.Keywords: adolescent, adolescent corner, sexual and reproductive health
PERAN SOSIAL DAN KONSEP DIRI PADA LANSIA Yayuk Hera Saputri; Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2012): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.889 KB) | DOI: 10.22219/jk.v3i2.2602

Abstract

PERAN SOSIAL DAN KONSEP DIRI PADA LANSIASocial Character and Self Concept In Old Year AgeYayuk Hera Saputri1 & Yoyok Bekti Prasetyo21Perawat RS Yasmin Banyuwangi 2Departemen Keperawatan Komunitas Fakultas Ilmu Kesehatan UMM Jl. Letkol Istiqlah 80-84 Banyuwangi e-mail: 1)she_ra52@ymail.comABSTRAKPerubahan fisik dan psikososial mengakibatkan perubahan sosial pada lansia dimana kaum manula tidak dihormati atau tidak disegani tetapi hanya ditolerin sehingga mengakibatkan perubahan pada konsep dirinya terutama pada peran sosial lansia dimasyarakat. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian korelasional. Sampel pada penelitian ini adalah semua lansia yang berusia 60-75 tahun. Dengan variabel independen adalah peran sosial dan variabel dependen adalah konsep diri. Analisa data yang digunakan adalah dengan uji chi-square dengan taraf signifikansi 0,05. Penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan perhitungan chi square diperoleh hasil X2 hitung (18,14) sedangkan X2 tabel (5,991) dapat disimpulkan bahwa X2 hitung > X2 tabel ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada hubungan antara peran sosial dengan konsep diri pada lansia. Adanya hubungan antara peran sosial dengan konsep diri pada lansia maka lansia selain harus selalu memerhatikan kondisi atau kesehatan mereka juga harus memahami diri sendiri dan orang lain. Dalam kehidupan lansia agar dapat tetap menjaga kondisi fisik yang sehat, maka perlu menyelaraskan kebutuhan-kebutuhan fisik dengan kondisi psikologik maupun sosial, sehingga mau tidak mau harus ada usaha untuk mengurangi kegiatan yang bersifat memforsir fisiknya. Seorang lansia harus mampu mengatur cara hidupnya dengan baik, misalnya makan, tidur, istirahat dan bekerja secara seimbang.Kata kunci: Lansia, Peran Sosial, Konsep DiriABSTRACT Physical change and psychosocial cause social change in advance age where is class of advance age is not respected or not well-thought-of but only have tolerant so that cause change in self concept especially in social character of advance age in society. Design that used in this research is research design of correlation. Sample in this research is all advance age of 60-75 years old. With independent variable is social character and dependent variable of self concept. Data analysis that used is chi-square test with standard significance 0,05. Research that found is show that calculation with chi square get result X2 count (18,14) while X2 table (5,991) inferential that X2 count > X2 tabel2 this table means is Ho is averse and HI accepted its mean there is connection between social character with self concept in advance age. The connection that existence between social character with self concept in advance ages so they must always pay attention to their condition or their health also must realize own self and another person. In advance ages life so that can permanent watch over physical condition that wells, so necessary harmonization physical needs with psychological condition also social, so they must have an effort to decrease activity that force their physical. An advance age must can regulate the life manner well, for example eats, sleep, rest and work according to balance.Key Words: Old year , Social Character, Self Concept
PENGARUH TERAPI SLEEP HYGIENE TERHADAP GANGGUAN TIDUR PADA ANAK USIA SEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI Ahsan .; Rinik Eko Kapti; Shindy Anggreini Putri
Jurnal Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.496 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i1.2846

Abstract

Gangguan tidur merupakan masalah yang sering muncul pada populasi anak usia sekolah yang menjalani hospitalisasi. Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur penting untuk mendapatkan energi demi memulihkan status kesehatan. Terapi sleep hygiene sebagai salah satu terapi non-farmakologis gangguan tidur mempromosikan pembentukan rutinitas tidur, pola tidur yang baik dan tidur berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi sleep hygiene terhadap gangguan tidur pada anak usia sekolah yang menjalani hospitalisasi. Penelitian semu dengan desain non-equivalent control pre test-post test dilakukan pada 16 responden kelompok kontrol dan intervensi dengan memberikan intervensi sleep hygiene pada kelompok intervensi. Analisis uji T dependen menunjukkan hasil signifikan (p=0,002) pada kelompok intervensi dan uji T independen menunjukkan nilai signifikan pada post test (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh terapi sleep hygiene terhadap gangguan tidur pada anak usia sekolah yang menjalani hospitalisasi secara nyata.
PENGARUH PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA II DI RUANG DELIMA RSUD DR.H.ABDUL MOELOEK LAMPUNG Rillyani .; Riska Wandini; Aryanti Wardiyah
Jurnal Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.69 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i1.2847

Abstract

Kejadian partus lama di Ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung rata-rata 8 kasus per bulan. Belum semuanya ibu yang menjalani proses persalinan mendapatkan dukungan yang maksimal dari suami yang akhirnya dapat mempengaruhi lamanya proses persalinan kala II. Tujuan penelitian diketahui pengaruh pendampingan suami terhadap lamanya persalinan kala II di Ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan Case Control. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu bersalin normal di Ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada bulan November 2014 orang dengan sampel sebanyak 31 orang untuk responden kasus dan 31 orang untuk responden kontrol. Jumlah responden keseluruhan adalah 62 responden. Analisa data menggunakan uji t-independent. Hasil penelitian terdapat pengaruh pendampingan suami terhadap lamanya persalinan kala II di ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2014 (P-value = 0,000). Saran bagi institusi Rumah Sakit perlu melibatkan suami selama proses persalinan untuk memberikan dukungan sehingga ibu lebih bersemangat dalam menghadapi persalinan dan persalinan berjalan dengan lancar.
PERBANDINGAN SELF-AWARENESS POLA KONSUMSI MAKANAN DAN OLAHRAGA DENGAN RIWAYAT KELUARGA MEMILIKI DAN TIDAK MEMILIKI DIABETES MELITUS TIPE II PADA MAHASISWA PSIK UMM Henik Tri Rahayu; Atok Miftachul Hudha; Umu Sofiatul Umah
Jurnal Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.713 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i1.2848

Abstract

Diabetes mellitus tipe II merupakan penyakit dengan prevalensi yang semakin meningkat. DM tipe II disebabkan oleh pola hidup yang buruk, seperti pola konsumsi makanan dan kurangnya aktivitas fisik, serta yang lebih berpotensi adalah riwayat keluarga dengan diabetes mellitus tipe II. Cara untuk menghindari diabetes mellitus tipe II adalah meningkatkan self-awareness pada pola konsumsi makanan dan olahraga. Self-awareness dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pikiran, perasaan, motivasi, perilaku, pengetahuan dan lingkungan. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah case control. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dengan jumlah 102 mahasiswa. Analisa data dilakukan dengan uji fisher dan uji chi square. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden hanya memiliki self-awareness rendah pada pola konsumsi makanan dan olahraga. Hasil analisa pada self-awareness pola konsumsi makanan menggunakan uji fisher dengan taraf signifikan 0.05 didapatkan nilai p 0.022 < 0.05 yang berarti ada perbedaan antara self-awareness pola konsumsi makanan pada mahasiswa PSIK dengan riwayat keluarga memiliki dan tidak memiliki diabetes mellitus tipe II. Hasil analisa pada self-awareness olahraga dengan menggunakan uji chi square didapatkan nilai X2=1.945 (< 3.841) yang artinya tidak ada perbedaan antara self-awareness olahraga pada mahasiswa PSIK dengan riwayat keluarga memiliki dan tidak memiliki diabetes mellitus tipe II. Ada perbedaan antara self-awareness pola konsumsi makanan pada mahasiswa PSIK UMM dengan riwayat keluarga memiliki dan tidak memiliki diabetes mellitus tipe II.
APLIKASI TEORI COMFORT KOLCABA DALAM MENGATASI NYERI PADA ANAK PASCA PEMBEDAHAN LAPARATOMI DI RUANG BCH RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA Reni Ilmiasih; Nani Nurhaeni; Fajar Tri Waluyanti
Jurnal Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.03 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i1.2849

Abstract

Pasien yang dilakukan pembedahan hampir seluruhnya mengalami nyeri. Nyeri yang dialami oleh pasien pasca pembedahan dapat mempengaruhi kestabilan hemodinamik dan dapat mssenurunkan imunitas tubuh sehingga mengganggu proses penyembuhan. Tujuan dari karya akhir ilmiah ini adalah untuk memberikan gambaran penerapan teori keperawatan Comfort Kolcaba dan pendekatan Family Centered Care dalam mengatasi nyeri pada anak pasca pembedahan laparatomi. Penerapan teori comfort dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien pasca pembedahan dapat meningkatkan kepuasan keluarga dan efektif menurunkan nyeri pada pasien nyeri yang dipengaruhi faktor kecemasan. Aplikasi teori comfort yang ada belum menggunakan ceklist comfort karena perawatan difokuskan pada masalah nyeri sehingga evaluasi yang dipilih menggunakan skala nyeri FLACC dan VAS. Teori comfort dapat diaplikasikan terutamapada pasien yang mengalami nyeri ringan dan pasien dengan peningkatan skala nyeri yang dipengaruhi kecemasan.
PERBEDAAN PENGGUNAAN POVIDONE IODINE 1% DENGAN NACL 0,9% SEBAGAI DEKONTAMINASI ORAL TERHADAP KOLONISASI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTHESIA DI RUANG MAWAR RSUD DR. ABDOER RAHEM SITUBONDO Rondhianto .; Wantiyah .; Ahdya Islaha Widyaputri
Jurnal Keperawatan Vol. 6 No. 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.627 KB) | DOI: 10.22219/jk.v6i1.2850

Abstract

General anesthesia dapat melemahkan otot pernapasan, sehingga menyebabkan akumulasi sekret di orofaring. Kurangnya kebiasaan oral hygiene pada pasien post operasi merupakan salah satu faktor risiko meningkatkan pertumbuhan flora normal, misalnya Staphylococcus aureus. Salah satu intervensi keperawatan untuk mengurangi pertumbuhan kolonisasi Staphylococcus aureus adalah melakukan dekontaminasi oral. Penelitian ini menganalisis perbedaan penggunaan povidone iodine 1% dan NaCl 0, 9% sebagai dekontaminasi oral terhadap kolonisasi Staphylococcus aureus pada pasien post operasi dengan general anesthesia di Ruang Mawar RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Desain penelitian menggunakan non equivalent control group dengan consecutive sampling. Sampel sebanyak 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, 10 responden dalam dua minggu pertama sebagai kelompok perlakuan dengan menggunakan povidone iodine 1% dan 10 responden dalam dua minggu berikutnya sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan NaCl 0,9%. Analisa data menggunakan uji Mann Whitney U dengan CI 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa povidone iodine 1% lebih efektif daripada NaCl 0, 9% dengan uji Mann Whitney U test (p value = 0,044). Tindakan perawat pada pasien post operasi dengan general anesthesia adalah memberikan motivasi dan edukasi tentang pentingnya dekontaminasi oral dengan menggunakan povidone iodine 1%.

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 1 (2026): January Vol. 16 No. 1 (2025): January Vol. 15 No. 02 (2024): July Vol. 15 No. 01 (2024): January Vol. 14 No. 02 (2023): July Vol. 14 No. 01 (2023): January Vol. 13 No. 2 (2022): July Vol. 13 No. 1 (2022): January Vol. 12 No. 2 (2021): July Vol. 12 No. 1 (2021): January Vol. 11 No. 2 (2020): Juli Vol 11, No 2 (2020): Juli Vol 11, No 1 (2020): Januari Vol. 11 No. 1 (2020): Januari Vol. 10 No. 2 (2019): Juli Vol 10, No 2 (2019): Juli Vol 10, No 1 (2019): JANUARI Vol. 10 No. 1 (2019): JANUARI Vol 9, No 2 (2018): JULI Vol. 9 No. 2 (2018): JULI Vol 9, No 1 (2018): JANUARI Vol. 9 No. 1 (2018): JANUARI Vol 8, No 2 (2017): JULI Vol. 8 No. 2 (2017): JULI Vol. 8 No. 1 (2017): Januari Vol 8, No 1 (2017): Januari Vol 7, No 2 (2016): Juli Vol. 7 No. 2 (2016): Juli Vol. 7 No. 1 (2016): Januari Vol 7, No 1 (2016): Januari Vol 6, No 2 (2015): Juli Vol. 6 No. 2 (2015): Juli Vol 6, No 1 (2015): Januari Vol. 6 No. 1 (2015): Januari Vol. 5 No. 2 (2014): Juli Vol 5, No 2 (2014): Juli Vol 5, No 1 (2014): Januari Vol. 5 No. 1 (2014): Januari Vol 4, No 2 (2013): Juli Vol. 4 No. 2 (2013): Juli Vol. 4 No. 1 (2013): Januari Vol 4, No 1 (2013): Januari Vol. 3 No. 2 (2012): Juli Vol 3, No 2 (2012): Juli Vol. 3 No. 1 (2012): Januari Vol 3, No 1 (2012): Januari Vol. 2 No. 2 (2011): Juli Vol 2, No 2 (2011): Juli Vol 2, No 1 (2011): Januari Vol. 2 No. 1 (2011): Januari Vol 1, No 2 (2010): Juli Vol. 1 No. 2 (2010): Juli Vol. 1 No. 1 (2010): Januari Vol 1, No 1 (2010): Januari More Issue