cover
Contact Name
Marssel Michael Sengkey
Contact Email
mmsengkey@unima.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psikopedia@unima.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/psikopedia/editorialboard
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
PSIKOPEDIA : Jurnal Psikologi
ISSN : -     EISSN : 27746836     DOI : https://doi.org/10.36582/pj.v2i4
Jurnal Psikopedia is an open-access journal, dedicated to the wide dissemination of novel and innovative empirical research in various aspects of psychology, with a particular interest – the development of psychology and behavioral sciences in the world. Jurnal Psikologi invites manuscripts in the areas: Clinical Psychology Psychology of Education Social Relation Developmental Psychology Cognitive Psychology Neuro Psychology Jurnal Psikopedia accepts empirical-research articles in any psychology-related subjects and any research methodology (i.e., experimental, observational, ethnographic, survey, interpretive) that meet the standard publication in this journal. The primary target audiences of this journal are academicians, graduate students, practitioners, and other professionals with interest in psychology.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2021): September" : 11 Documents clear
PENGARUH BODY SHAMING TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI REMAJA PUTRI DI KELURAHAN PAPAKELAN KECAMATAN TONDANO TIMUR Yesica C. Kawengian; Deetje J. Solang; Gloridei L. Kapahang
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.365 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3535

Abstract

Banyak perubahan yang terjadi di usia remaja, salah satunya perubahan fisik. Tidak semua individu mengalami perubahan bentuk tubuh atau postur tubuh yang sempurna seperti yang diharapkan oleh banyak orang. Salah satu dampak dari hal tersebut ialah muncul tindakan mengkritik atau mengomentari penampilan fisik diri sendiri maupun orang lain yang merupakan body shaming. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh negatif body shaming terhadap tingkat kepercayaan diri remaja putri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi, menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan datanya. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang remaja putri di Kelurahan Papakelan, Kecamatan Tondano Timur. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik probability sampling, Area (cluster) sampling. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh negatif antara body shaming dengan kepercayaan diri.
GAMBARAN KUALITAS PERSAHABATAN SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 LANGOWAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Talita M. A. Maramis; Jofie H. Mandang; Meike E. Hartati
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.37 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3536

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat tingkat kualitas persahabatan remaja dimasa pandemi covid-19. Kualitas persahabatan adalah suatu derajat hubungan persahabatan yang saling menopang, mendukungan, tolong-menolong satu dengan lainnya, serta memperoleh suatu rasa aman secara emosional. Kualitas persahabatan memiliki aspek yaitu dukungan dan kepedulian, pemecahan masalah, penghianatan, konflik, bantuan dan bimbingan, pertemanan dan rekreasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif survey, dan untuk mengetahui fenomena kualitas persahabatan remaja di Masa Pandemi Covid-19 maka peneliti menggunakan rancangan potong lintang (cross sectional). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 147 orang diambil berdasarkan tabel Isaac dan Michael dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 78 orang siswa atau 53.1 % memiliki tingkat kualitas persahabatan yang sedang, dan 43 orang atau 29.3% memiliki kualitas persahabatan yang tinggi, sedangkan 26 orang siswa atau 17.7% memiliki kualitas persahabatn yang rendah. Sehingga disimpulkan bahwa kualitas persahabatan siswa termasuk dalam kategori sedang cenderung tinggi.
PERBEDAAN STRES SAAT BELAJAR DARING PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 LANGOWAN BERDASARKAN KATEGORI USIA DAN JENIS KELAMIN Pamela J. Assa; Melkian Naharia; Dewo A. N. Narosaputra
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.396 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3537

Abstract

Perubahan metode pembelajaran menjadi daring dan harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh para siswa. Hal tersebut tentunya dapat menjadi sumber stres bagi siswa. Stres belajar diartikan sebagai tekanan-tekanan yang dihadapi anak berkaitan dengan sekolah, dipersepsikan secara negatif, dan berdampak pada kesehatan fisik, psikis, dan performansi belajarnya. Begitu juga dengan stres siswa saat belajar daring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan jenis penelitian komparatif, dimana variabel dalam penelitian terdapat dua jenis variabel yaitu, Variabel Bebas (X): Usia dan Jenis Kelamin dan Variabel Terikat (Y): Komitmen Organisasi dan untuk mengetahui perbandingan stres saat belajar daring pada siswa berdasarkan kategori usia dan jenis kelamin maka peneliti menggunakan uji independent t-test. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 orang. Hasil penelitian diperoleh tingkat stres siswa saat belajar daring termasuk dalam kategori sedang cenderung tinggi, berdasarkan kategori usia menunjukan perbedaan stres saat belajar daring yang signifikan dan berdasarkan Jenis kelamin menunjukkan tidak ada perbedaan stres saat belajar daring.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN FEAR OF MISSING OUT PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI SMA NEGERI 1 MANADO Charmela E. S. Kolinug; Berta E. A. Prasetya
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.313 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan fear of missing out pada remaja pengguna media sosial di SMA Negeri 1 Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Terdapat dua alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yang pertama yaitu Fear of Missing Out Scale (FoMOS) merupakan skala yang disusun oleh Przybylski, Murayama, DeHaan dan Gladwell (2013) dengan cronbach’s alpha= 0,705. Kedua Rosenberg’s Self-Esteem scale (RSES) yang disusun Rosenberg (1965) dengan cronbach’s alpha=0,741. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 237 dari keseluruhan jumlah populasi sebanyak 1800 siswa/siswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknkik non-probability sampling. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dan fear of missing out, dengan hasil uji korelasi (rxy = -0,99 atau p > 0,05) dengan nilai signifikansi sebesar 0,063 (p > 0,05). Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini tidak diterima.
RESILIENSI IBU SINGLE PARENT DI DESA POMOMAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Marssel M. Sengkey; Amaria Mokoginta; Tellma M. Tiwa
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.632 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Resiliensi ibu single parent di Desa Pomoman Kabupaten Bolaang Mongondow. Resiliensi dalam penelitian ini diartikan sebagai kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi ketika dihadapkan dengan masalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek mampu untuk bertahan dan melewati permasalahan dalam yang dialaminya dan juga mampu beradaptasi dengan kehidupannya saat ini, subjek memandang dirinya menjadi lebih kuat dalam mengahadapi masalah saat ini, subjek mampu untuk menerima keadaan dirinya saat ini, mampu mengambil hal positif, dan mampu bangkit dari rasa berduka yang dialaminya. Ada beberapa hal yang subjek perbaiki dalam hidupnya setelah menjadi single parent salah satunya dirinya memiliki kemampuan management waktu yang lebih baik.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK AUTIS DI SEKOLAH LUAR BIASA KHUSUS AUTIS PERMATA HATI MANADO Julindri Tatodi; Jofie H. Mandang; Sinta E. J. Kaunang
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.165 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3541

Abstract

Masalah yang sering di alami oleh anak autis salah satunya adalah mengalami keterlambatan dalam berbicara dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keterlambatan bicara pada anak autis di sekolah luar biasa khusus autis Permata Hati Manado. Keterlambatan bicara merupakan masalah yang sering di temukan pada anak penderita autis. Metode penelitian yang di gunakan yaitu metode kualitatif Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, dan analisis yang digunakan dengan proses Reduksi data. Hasil penelitian yang di lakukan menunjukan faktor penyebab keterlambatan bicara dapat di simpulkan sebagai berikut: (a) lambat dalam penanganan dini pada anak autis (b) kurangnya intensitas bimbingan Pada anak autis. (c) kurang nya disiplin (d) Fungsi keluarga (e) kebiasaan anak bermain sendiri, dan (f) lingkungan sekitar .Penanganan dini sangat di perlukan oleh anak autis dengan keterlambatan dalam berbicara,dengan menyekolahkan mereka di sekolah khusus. Dan juga di bantu dengan menjalani terapi wicara. Kurangnya komonikasi keluarga /orang tua dengan anak autis menjadi faktor yang berpengaruh dalam fenomena keterlambatan bicara pada anak autis. Jenis disiplin di sekolah Maupun dirumah harus di terapkan pada anak autis di ajarkan kepatuhan yang konsisten di berlakukan merupakan kunci utama.
KETAHANAN DIRI PADA SINGLE MOTHER YANG PERNAH MENGALAMI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KECAMATAN LEMBEAN TIMUR Irenchia M. Kiroyan; Deetje J. Solang; Theophany D. Kumaat
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.699 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan subyek dalam mengatasi masalah yang dialami secara tepat dan efektif, kemampuan subyek dalam mengelola stres yang dialami, kemampuan berkomitmen subyek, kemampuan subyek dalam menghadapi tantangan, dan kemampuan subyek dalam mengendalikan/mengontrol diri. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 1 orang, dan subyek merupakan single mother yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga di Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Ketahanan diri merupakan ketahanan mental pada suatu kejadian tertentu. Menurut Nevid ketahanan psikologis (psychological hardiness) yaitu sekumpulan trait individu yang dapat membantu mengelola stres yang dialami, ditandai dengan adanya komitmen, tantangan, dan pengendalian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa subyek dalam penelitian ini menunjukan adanya kemampuan mengatasi masalah dengan tepat dan efektif ditandai dengan kemampuan subyek menyelesaikan masalah dengan rasional. Kemampuan mengelola stres subyek ditandai dengan kegiatan dan pola hidup yang sehat dan terkontrol. Kemampuan berkomitmen subyek ditandai dengan subyek mampu bangkit dari keterpurukan, dan subyek terlibat langsung pada tumbuh kembang anaknya. Kemampuan subyek menghadapi tantangan dapat dilihat dari kemampuan subyek yang mampu menerima yang sudah terjadi dan belajar dari kesalahan. Kemampuan subyek mengendalikan atau mengontrol diri ditandai dengan kemampuan subyek memaafkan kesalahan mantan suami di masa lalu dan mampu menjalani hidup yang lebih baik.
PERBEDAAN RASA AMAN DALAM BEKERJA DI MASA PANDEMI COVID-19 BERDASARKAN JENIS KELAMIN, PENDIDIKAN, DAN USIA KARYAWAN COOL SUPERMARKET Siregar Rewai; Tellma M. Tiwa; Meike E. Hartati
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.976 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3543

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasa aman karyawan Cool Supermarket yang bekerja dimasa pandemik Covid-19 ditinjau berdasarkan aspek jenis kelamin, usia, dan pendidikan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala rasa aman untuk 57 responden. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling. Analisis data rasa aman karyawan menggunakan analisis kategorisasi tingkat rasa aman karyawan. Untuk melihat perbedaan rasa aman pada jenis kelamin, pendidikan, dan usia digunakan teknik analisis independent sample t-test. Berdasarkan hasil analisis kategorisasi, diketahui bahwa rasa aman karyawan Cool Supermarket berada pada tingkatan sedang. Sedangkan dari hasil analisis uji independent sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rasa aman antara karyawan laki-laki dan perempuan hal ini dilihat dari hasil uji beda dengan nilai signifikansi 0,004 atau kurang dari 0.05, untuk perbedaan rasa aman pada usia tidak terdapat perbedaan rasa aman antara karyawan yang berusia ≤30 dan >30 hal ini dilihat dari hasil uji beda dengan nilai signifikansi 0,849 atau lebih besar dari 0,05, dan untuk rasa aman pendidikan terdiri atas 3 uji beda diantaranya yaitu uji beda SMP dan SMA, SMA dan S1, dan SMP dan S1. Untuk SMP dan SMA diperoleh nilai 0,830 atau 0.05, yang artinya tidak ada perbedaan rasa aman pada karyawan pendidikan SMP dan SMA. Untuk SMA dan S1 diperoleh nilai 0,674 atau 0.05, yang artinya tidak ada perbedaan rasa aman pada karyawan pendidikan SMA dan S1. Untuk SMP dan S1 diperoleh nilai 0,804 atau 0.05, yang artinya tidak ada perbedaan rasa aman pada karyawan pendidikan SMP dan S1.
HUBUNGAN SELF MONITORING DENGAN IMPULSIVE BUYING PRODUK FASHION PADA REMAJA AKHIR Yohanes C. Mundung; Tellma M. Tiwa; Gloridei L. Kapahang
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.805 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3544

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self monitoring dengan impulsive buying produk fashion pada remaja akhir. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara self monitoring dengan impulsive buying produk fashion pada remaja akhir. Oleh karena populasi dalam penelitian kurang dari 100, maka teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yakni seluruh populasi dijadikan sampel dengan 71 subjek yang memenuhi syarat dengan rentang usia 20-22 tahun. Pengambilan data menggunakan skala self monitoring dan Skala impulsive buying Produk fashion. Teknik analisis data yang di gunakan adalah korelasi product moment dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi R sebesar 0,701 dengan p = 0,000 (p,<0,005). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self monitoring dengan impulsive buying produk fashion. Diterimanya hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,491 variabel self monitoring menunjukkan kontribusi sebesar 49,1% terhadap pembelian impulsif dan sisanya 50,9% berasal dari faktor karakteristik produk, pemasaran dan marketing produk, serta karakteristik konsumen.
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER ORANG TUA DENGAN PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH PADA SISWA SMA KATOLIK KARITAS TOMOHON Jeremy F. T. E. Lukouw; Deetje J. Solang; Gloridei L. Kapahang
PSIKOPEDIA Vol. 2 No. 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.44 KB) | DOI: 10.36582/pj.v2i3.3545

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah apakah ada hubungan pola asuh otoriter orang tua dengan penyesuaian diri di sekolah pada siswa kelas XI-XII SMA Katolik Karitas Tomohon tahun ajaran 2021/2022? Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasional. Tujuan menggunakan teknik penelitian tersebut adalah peneliti ingin meneliti adakah hubungan antara kedua variabel tersebut. Subyek penelitian adalah siswa kelas kelas XI-XII SMA Katolik Karitas Tomohon dengan menggunakan teknik pengambilan sampel random sampling. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan skala pola asuh otorier orang tua dan skala penyesuaian diri di sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter orang tua dengan penyesuaian diri di sekolah pada siswa kelas XI-XII SMA Katolik Karitas Tomohon, karena r hitung (-0.418) > r tabel (0,286).

Page 1 of 2 | Total Record : 11