cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsurp@unisba.ac.id
Phone
+628996888183
Journal Mail Official
bcsurp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
ISSN : -     EISSN : 28282124     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsurp.v2i2
Bandung Conference Series: Urban and Regional Planning (BCSURP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Perencanaan Wilayah dan Kota dengan ruang lingkup sebagai berikut: Agribisnis, Bencana Alam, Daya Dukung dan Tampung, Ekonomi Lokal, Ekowisata Mangrove, Fasilitas, Gempa Bumi, Evakuasi, Jasa budaya dan spiritual, pariwisata, Jasa Ekosistem, Karangsong Disabilitas, kearifan local, Kelayakan, Kinerja dan Pelayanan Jalan, landmark, pencemaran udara, planologi, Pola Penggunaan Ruang, Rantai pasok, Ruang Terbuka Hijau, Sarana dan prasarana, Shelter, SIKIM, Sistem Penyediaan Air Minum, Taman, Tempat Ibadah, Tingkat Kerentanan Bencana, Wisata. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 221 Documents
Identifikasi Kegiatan Komunitas Cari Sampah dalam Mendukung Keberhasilan Pengelolaan Sampah di Kelurahan Sungai Bangkong Taufik Siraujddin; Lely Syiddatul Akliyah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.921 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3898

Abstract

Abstract. Philosophically, garbage is something that is not used, not used, not liked or something that is thrown away that comes from human activities and does not happen by itself. The definition of waste (Law No. 18 of 2008) is the residue of human daily activities and/or solid natural processes. In Supporting the Success of City Waste Management there are four factors including Community Participation, waste management activities in the 4R concept, Waste Business Potential, and Support & Assistance from Local Government and Related Offices. This needs to be considered by the government in making policy decisions where the City of Pontianak today has not been able to overcome the waste problem. This research is aimed at Community Activities to Find Garbage in Waste Management in Sungai Bangkong Village, and to analyze the development of the Community Searching Garbage in Waste Management in Sungai Bangkong Village. The community is driven by young people in the village. Named the Cari Garbage Community, they managed to create a waste management activity that directly involved the community, apart from that the community was also able to move independently they already had several types of businesses, and were able to provide additional income for their community members which also had an impact on employment. in the Bangkong River Village. Sampah secara filosofisnya adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Pengertian sampah (UU No. 18 Tahun 2008) adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang padat. Dalam Pendukung Keberhasilan Pengelolaan sampah kota terdapat empat faktor diantaranya adalah Peran Serta Masyarakat, kegiatan pengelolaan sampah secara konsep 4R, Potensi Bisnis Sampah, dan Dukungan & Pendampingan dari Pemerintah Daerah dan Dinas Terkait. Hal tersebut perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam pengambilan keputusan kebijakan dimana Kota Pontianak hari ini belum mampu mengatasi permasalahan sampah. Penelitian Ini Bertujuan Mengidentifikasi Kegiatan Komunitas Cari Sampah Dalam Pengelolaan Sampah Di Kelurahan Sungai Bangkong, dan menganalisis faktor pendukung keberhasilan Komunitas Cari Sampah Dalam Pengelolaan Sampah Di Kelurahan Sungai Bangkong. Komunitas tersebut digerakan oleh anak-anak muda yang ada di Kelurahan tersebut. Bernama Komunitas Cari Sampah, mereka berhasil membuat sebuat kegiatan pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung, selain dari pada itu Komunitas tersebut juga mampu bergerak secara mandiri mereka telah memiliki beberapa jenis usaha, dan mampu memberikan pendapatan tambahan untuk anggota komunitasnya yang dimana juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di Kelurahan Sungai Bangkong.
Kajian Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Menghadapi Alih Fungsi Lahan di Kelurahan Ciumbuleuit Muhammad Yusuf Fauzan; Ernady Syaodih; Saraswati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.509 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3967

Abstract

Abstract. The development of urban areas is a phenomenon that occurs due to the rapid development of the population and human mobility. Sustainable Development Goals (SDGs) are a long-term world program to optimize all the potential and resources owned by each country. Land conversion is the change in the function of part or all of the land area from its original function to another function. As happened in Ciumbuleuit Village, there is a lot of agricultural land and even conservation land that has changed its land function to become a residential area. this is the reason behind the author conducting a study on the role of the government and society in dealing with land conversion. This study aims to see the impacts that occur due to land conversion and how much role the government and the community play in suppressing land conversion. The method used is descriptive qualitative with the MACTOR analysis method. Based on the results of the MACTOR analysis, actors who play an important role in handling land function change in Ciumbuleuit Village are the Bandung City Bappelitbang with a value of 39.8, the Bandung City National Land Agency with a value of 32.1 and the Bandung City Copyright, Construction Development, and Spatial Planning Office with a value of 20.4. Meanwhile, the main objectives that have the highest approval value are Increasing Public Awareness with a value of 23.2, Increasing Socialization of Spatial Allocation with a value of 21.2 and Suppressing RTH Land Conversion with a value of 20.7. Abstrak. Perkembangan wilayah kota merupakan satu fenomena yang terjadi karena pesatnya perkembangan penduduk dan mobilitas manusia. Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu program dunia jangka panjang untuk mengoptimalkan semua potensi dan sumber daya yang dimiliki oleh tiap negara. Alih fungsi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula menjadi fungsi lain. Seperti yang terjadi di Kelurahan Ciumbuleuit banyak sekali lahan pertanian bahkan lahan konservasi yang beralih fungsi lahan menjadi Kawasan permukiman. hal inilah yang melatarbelakangi penulis melakukan kajian mengenai peran pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi alih fungsi lahan. Studi ini bertujuan untuk melihat dampak yang terjadi akibat alih fungsi lahan dan seberapa besar peran pemerintah dan masyarakat dalam menekan adanya alih fungsi lahan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisis MACTOR. Berdasarkan hasil analisis MACTOR aktor yang berperan penting dalam menangani alih fungsi lahan di Kelurahan Ciumbuleuit adalah Bappelitbang Kota Bandung dengan nilai 39.8 , Badan Pertanahan Nasional Kota Bandung dengan nilai 32.1 dan Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi, dan Tata Ruang Kota Bandung dengan nilai 20.4. Sedangkan tujuan utama yang memiliki nilai ketersetujuan tertinggi adalah Peningkatan Kesadaran Masyaraka dengan nilai 23.2, Peningkatan Sosialisasi Peruntukkan Ruang dengan nilai 21.2 dan Menekan Alih Fungsi Lahan RTH dengan nilai 20.7.
Penerapan Konsep Green Infrastructure sebagai Upaya Pengendalian Banjir pada Sub DAS Citepus Farhan Rizky Mahardika; Hilwati Hindersah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.236 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3968

Abstract

Abstract. Flood is a condition where there is an increase in the volume of water on a land surface. This is because the capacity of a water body is not able to accommodate the increased water runoff. The Citepus sub-watershed is one of the watersheds located in the Bandung City and empties into Dayeuhkolot District, Bandung Regency. The existing condition of the watershed which has an area of ​​21.92 km² is surrounded by residential which causes a decrease in regional air absorption, resulting in frequent flooding in the Citepus sub-watershed. And then, with the results of the analysis on the WebGIS which shows that Citepus sub-watershed has 48 flood-prone point. Therefore, there is a need for flood control efforts with the concept of spatial planning needed for the development of green infrastructure. Based on the problems above, the purpose of this research is to apply the concept of Green Infrastructure in an effort to control flooding in the Citepus sub-watershed. The methodology of this research is descriptive research with a deductive approach. Meanwhile, the analytical methods used are superimpose analysis, select analysis based on attributes in ArcGIS software, and hydrological analysis. Based on the analysis that has been carried out, it can be seen that there are two types of green infrastructure, namely detention and bioretention ponds, which are suitable to be applied to the Citepus sub-watershed. The application of detention ponds in the Citepus sub-watershed with an area of ​​89,144 ha, can reduce the potential for flooding in the Citepus sub-watershed by as much as 10%. Meanwhile, for the application of bioretention in the Citepus sub-watershed with an area of ​​10,353 ha, it can reduce the potential for flooding in the Citepus sub-watershed by 1.15%. Abstrak. Banjir adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan volume air pada suatu permukaan tanah. Hal tersebut dikarenakan kapasitas dari suatu badan air tidak mampu menampung limpasan air yang meningkat. Sub DAS Citepus merupakan salah satu daerah aliran sungai yang berada di Kota Bandung dan bermuara di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Kondisi eksisting daerah aliran sungai yang memiliki luas 21,92 km² ini dikelilingi oleh permukiman yang menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga berakibat pada terjadinya banjir yang seringkali terjadi pada sub DAS Citepus ini. Hal tersebut diperkuat lagi dengan hasil analisis pada website WebGIS yang menunjukkan bahwa pada sub DAS Citepus memiliki 48 titik rawan banjir. Maka dari itu, perlu adanya upaya pengendalian banjir dengan konsep penataan ruang yang mengedepankan pembangunan infrastruktur hijau. Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan konsep Infrastruktur Hijau dalam upaya pengendalian banjir pada sub DAS Citepus. Adapun untuk metodologi dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan deduktif. Sementara itu, untuk metode analisis yang digunakan adalah analisis superimpose, analisis select by attributes pada software ArcGIS, dan analisis hidrologi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa terdapat dua jenis infrastruktur hijau, yakni kolam detensi dan bioretensi, sesuai untuk diterapkan pada sub DAS Citepus. Penerapan kolam detensi pada sub DAS Citepus dengan luas 89,144 ha, dapat mengurangi potensi terjadinya banjir pada sub DAS Citepus sebanyak 10%. Sementara itu untuk penerapan bioretensi pada sub DAS Citepus dengan luas 10,353 ha, dapat mengurangi potensi terjadinya banjir pada sub DAS Citepus sebanyak 1,15%.
Peran Bank Sampah dalam Pengelolaan Sampah di Desa Karang Raharja Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Rivaly Tafsir Ulya; Nia Kurniasari
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.258 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3969

Abstract

Abstract. The Gatot Kaca BUMDes in Karang Raharja Village is an example of the village government's efforts towards the environmental, social and economic quality of the community. BUMDes formed a waste management unit, namely the Srikandi Garbage Bank and the Gatot Kaca 10 Waste Bank with the aim of improving the community's economy. As well as empowering human resources to care for the surrounding environment. This study aims to identify the factors that influence the role of waste banks in waste management, map the actors who play a role in waste management and identify how the role of waste banks in management in Karang Raharja Village, North Cikarang. In this study using descriptive methods, MICMAC and MACTOR, which function to solve the problem that becomes the formulation of the problem, between actors and factors that influence waste banks in waste management in Karang Raharja Village. Factors that are very influential in waste management in waste banks, and actors who have an important role in waste management are Srikandi Garbage Bank and Gatot Kaca Garbage Bank 10. Abstrak. BUMDes Gatot Kaca di desa Karang raharja merupakan contoh upaya keperdulian pemerintah desa terhadap kualiatsa lingkungan hidup, sosial dan ekonomi masyarakat.. BUMDes membentuk unit pengelolaan sampah yaitu Bank Sampah Srikandi dan Bank Sampah Gatot Kaca 10 bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Serta memberdayakan Sumber daya manusia untuk perduli terhadap lingkungan hidup sekitar .Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor faktor yang berpengaruh terhadap peran bank sampah dalam pengelolaan sampah,memetakan aktor aktor yang berperan dalam pengelolaan sampah dan mengidentifikasi bagaimana peran Bank Sampah dalam pengelolaan sampahdi Desa Karang Raharja Cikarang Utara.Dalam penelitian ini menggunakan metode Deskriptif, MICMAC dan MACTOR, yang berfungsi untuk memecahkan persoalan yang menjadi rumusan masalah, antara Aktor dan Faktor yang berpengaruh terhadap bank sampah dalam pengelolaan sampah di Desa Karang Raharja.hasil analisis dalam penelitian ini Kinerja BUMDes dalam pengelolaan bank sampah mejadi faktor yang sangat berpengaruh dalam pengelolaan sampah pada bank Sampah,dan Aktor yang memilki peran penting dalam pengelolaan sampah yaitu Bank Sampah Srikandi dan Bank Sampah Gatot Kaca 10.
Kajian Kualitas Ruang Publik pada Koridor Jalan Braga di Tinjau dari Konsep Livable Street Amanda Nurfauzia; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.879 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3994

Abstract

Abstract. Public space in the form of roads is one of the important elements in an environment and is the most accessible. Roads should not only focus on being a motorized vehicle movement path but can be a place of activity for the surrounding community and provide an identity for an area. Jalan Braga is one of the roads with a strategic location and strong historical characteristics in the city of Bandung. This road is one of the most frequently visited by tourists or residents. This causes a variety of activities that occur on the pedestrian path as well as the hectic movement of traffic. This study aims to determine the quality of the Jalan Braga corridor as a public space in terms of the physical road and non-physical roads or activities formed by identifying their linkages. The method used in this study is a mixed method, with the analysis results obtained from the physical aspect that Jalan Braga is quite safe and comfortable to pass or carry out activities, but has a health value from poor air quality, and is a road that has a regional identity unique and historic. In the non-physical aspect, it is known that necessary activities only require physical criteria from livable streets, namely security, while optional activities and social activities require criteria for comfort, health, and regional identity. Jalan Braga as a whole is dominated by optional and social activities compared to only a few necessary activities. Abstrak. Ruang publik berupa jalan merupakan salah satu elemen penting dalam suatu lingkungan dan paling mudah diakses. Jalan seharusnya tidak hanya berfokus menjadi jalur pergerakan kendaraan bermotor saja, namun dapat menjadi wadah aktivitas bagi masyarakat sekitar serta memberikan identitas pada suatu kawasan. Jalan Braga merupakan salah satu jalan yang memiliki letak strategis dan memiliki karakteristik sejarah yang kuat di Kota Bandung. Jalan ini menjadi salah satu jalan yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan ataupun dilewati oleh penduduk lokal. Hal ini menyebabkan bermacam-macam aktivitas yang terjadi pada jalur pedestrian serta ramainya pergerakan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas koridor Jalan Braga sebagai ruang publik dari segi fisik jalan dan non fisik jalan atau aktivitas yang terbentuk dengan mengidentifikasi keterkaitannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran, dengan hasil analisis yang didapat adalah dari aspek fisik Jalan Braga sudah cukup aman dan nyaman untuk dilewati ataupun melakukan aktivitas, namun memiliki nilai kesehatan dari kualitas udara yang kurang bagus, serta merupakan jalan yang memiliki identitas kawasan unik dan bersejarah. Pada aspek non fisik diketahui bahwa necessary activity hanya membutuhkan kriteria fisik dari livable street yaitu keamanan, sedangkan untuk optional activity dan social activity membutuhkan kriteria kenyamanan, kesehatan dan identitas kawasan. Jalan Braga secara keseluruhan di dominasi oleh optional serta social activity dibandingkan dengan necessary activity yang ditemukan hanya sedikit.
Kajian Falsafah Aboge dalam Sistem Ruang Hunian di Kota Cirebon Mochamad Ghiffary; Ina Helena Agustina
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.643 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.4003

Abstract

Abstract. Indonesia has many ancient philosophies, one of which is in the city of Cirebon which has other important cultural sources. Cirebon has historical evidence that comes from cultural heritage that is local but intangible or intangible. In Cirebon itself, the concept of the embodiment of residential space emerged, namely in the Aboge Philosophy. The purpose of this study is to describe the Aboge philosophy in the residential space system. The approach and analysis method used in this research is to use the hermeneutic approach. In the Aboge philosophy there is a balance between humans, God, and the environment, which is shown through the elements of time, the layout of a room, the direction of the wind, and holding rituals, all of these elements are an effort to get rid of negative energy in the construction of a dwelling. The aboge philosophy that exists and develops in the city of Cirebon is intengible, but this is still maintained by some people and the Cirebon palace by means of "getok tular". Consideration of the aboge philosophy in the creation of a residential space is the location (where will the house face), time (hour, date, day, month), person (name, date of birth, what day was born, whose son), and the process of making a dwelling begins. from making the foundation to raising the temperature. Abstrak. Di Negara Indonesia memiliki banyak falsafah-falsafah kuno salah satunya berada di Kota Cirebon yang memiliki sumber kebudayaan penting lainnya. Cirebon memiliki bukti sejarah yang berasal dari warisan budaya yang sifatnya lokal namun tidak berwujud atau intangible. Di Cirebon itu sendiri muncul konsep perwujudan ruang hunian yakni di dalam Falsafah Aboge. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Falsafah Aboge dalam sistem ruang hunian. Metode pendekatan dan analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode pendekatan hermeneutik. Dalam Falsafah Aboge terdapat keseimbangan antara manusia, tuhan, dan lingkungan itu ditunjukan melalui unsur waktu, tata letak suatu ruangan, arah mata angin, serta mengadakan ritual, semua unsur-unsur tersebut merupakan upaya untuk membuang energi negatif dalam pambangunan suatu hunian. Falsafah aboge yang berada dan berkembang di Kota Cirebon ini bersifat intengible, namun hal ini masih tetap dipertahankan oleh sebagaian masyarakat dan keraton Cirebon dengan cara “getok tular”. Pertimbangan falsafah aboge dalam penciptaan suatu ruang hunian terdapat lokasi (rumah akan menghdap kemana), waktu (Jam, Tanggal, Hari, Bulan), orang (nama, tanggal lahir, hari apa dilahirkan, bin siapa), dan proses pembuatan suatu hunian tersebut dimulai dari pembuatan pondasi hingga menaikan suhunan.
Nilai Ekonomi Total Pengolahan Sampah Organik dengan Biodigester: Studi Kasus : RW 09 Desa Gudang, Kecamatan Tanjungsari Arum Ayu Pebriyanti; Asep Hariyanto
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.517 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.4008

Abstract

Abstract. The volume of organic waste generation is increasing along with the increase in population, changes in consumption patterns and people's lifestyles. One way to reduce the generation of organic waste is by processing organic waste with a biodigester. Gudang Village has implemented an organic waste processing system with a biodigester where the final product is biogas and organic liquid fertilizer which can be used as alternative energy for household and agricultural needs so that it can generate economic value for the community. The economic value generated from waste processing needs to be quantified. This study aims to identify the total economic value of processing organic waste with a biodigester in RW 09, Gudang Village. The sampling method used in this study used the Slovin method. The analytical methods used in this research are analysis of organic waste generation and analysis of economic valuation using Willingness to Pay and Total Economic Value methods. The results of this study are that from one portable biodigester unit in RW 09, Gudang Village, the economic value of biogas is Rp. 117,517 and the economic value of liquid organic fertilizer is Rp. 150,000. The economic value obtained from the processing of organic biodigester waste consists of a direct benefit value of Rp. 77,044,896 a year, and an indirect benefit value of Rp. 83,198,952 a year. The total economic value obtained from the processing of organic biodigester waste in RW 09 of Gudang Village is Rp. 160,243,848 a year. Abstrak. Volume timbulan sampah organik semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat. Salah satu cara untuk mengurangi timbulan sampah organik yaitu dengan melakukan pengolahan sampah organik dengan biodigester. Desa Gudang telah menerapkan sistem pengolahan sampah organik dengan biodigester dimana produk akhirnya berupa biogas dan pupuk cair organik yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternative untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Nilai ekonomi yang dihasilkan dari pengolahan sampah perlu dikuantifikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai ekonomi total dari pengolahan sampah organik dengan biodigester di RW 09 Desa Gudang. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Slovin. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis timbulan sampah organic dan analisis valuasi ekonomi dengan menggunakan metode Willingness to Pay dan Total Economic Value. Hasil penelitin ini yaitu dari satu unit biodigester portabel di RW 09 Desa Gudang menghasilkan nilai ekonomi biogas sebesar Rp 117.517 dan nilai ekonomi pupuk organik cair sebesar Rp 150.000. Nilai ekonomi yang diperoleh dari pengolahan sampah organik biodigester ini terdiri dari nilai manfaat langsung sebesar Rp 77.044.896 per tahun, serta nilai manfaat tidak langsung sebesar Rp 83.198.952 per tahun. Nilai ekonomi total yang diperoleh dari pengolahan sampah organik biodigester di RW 09 Desa Gudang ini sebesar Rp 160.243.848 per tahun.
Kajian Green Infrastucture dalam Upaya Menambah Ketersediaan Air Tanah di Kota Bandung Atha Retha Hanani; Hilwati Hindersah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.4016

Abstract

Abstract.Water is a natural resource that is a basic need for all living things, especially humans. Groundwater is one of the sources of water used by humans. However, the condition of groundwater in Bandung City is currently experiencing a decrease in the groundwater level caused by the use of unmeasured groundwater, while the catchment area is converted into housing. For this reason, this study aims to identify green infrastructure in increasing the availability of groundwater in the city of Bandung. In this study, there are 2 stages. The first stage is the analysis of the potential location for the application of green infrastructure using intersect analysis on arcgis. The second stage is an analysis of the ability of green infrastructure to increase groundwater availability using the SCS TR-55 method. The results showed that the location that has the potential to apply infiltration basin is 790.278 Ha, the location that has the potential to be applied to infiltration trench is 171,599 Ha and the location that has the potential to apply bioretention is 264.873 Ha. The calculation results show that the infiltration pond can absorb 61% of the peak discharge, the infiltration ditch can absorb 41% of the peak discharge and the bioretention capacity of 46% of the peak discharge. Abstrak. Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh makhluk hidup khususnya manusia. Air tanah adalah salah satu sumber air yang digunakan oleh manusia. Namun kondisi air tanah di Kota Bandung saat ini terjadi penurunan muka air tanah yang disebabkan oleh penggunaan air tanah yang tidak terukur sedangkan daerah resapan dialihfungsikan menjadi perumahan. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengidentifikasi green infrastructure dalam menambah ketersediaan air tanah di Kota Bandung. Dalam penelitian ini terdapat 2 tahapan. Tahap yang pertama yaitu analisis lokasi potensi penerapan green infrastructure menggunakan analisis intersect pada arcgis. Tahap kedua yaitu analisis kemampuan green infrastructure dalam menambah ketersediaan air tanah menggunakan metode SCS TR-55. Hasil penelitian menunjukan bahwa lokasi yang berpotensi diterapkan kolam resapan seluas 790,278 Ha, lokasi yang berpotensi diterapkan parit resapan seluas 171,599 Ha dan lokasi yang berpotensi diterapkan bioretensi seluas 264,873 Ha. Hasil perhitungan menunjukan kolam resapan dapat meresapkan air sebesar meresapkan air sebesar 61% dari debit puncak, parit resapan dapat meresapkan air sebesar 41% dari debit puncak dan kemampuan bioretensi dalam meresapkan air 46% dari debit puncak.
Analisis Variabel yang Mempengaruhi Nilai Indeks Desa Membangun di Desa Cikarang Kecamatan Cisewu Rezzi Firmannurulloh Ridla; Saraswati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.953 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.4067

Abstract

Abstract. Equitable development is a dream for all people not to be centered in one area as well as rural and urban developments which are very unequal even though they support each other for all needs, therefore the central government through the ministry of PDTT makes a development measuring instrument called the Index. Village Development as a measuring tool for equitable development in the village, Cikarang Village is still very low in terms of results after being measured by the Building Village Index with the status of developing village with the lowest village in the Cisewu sub-district. The purpose of this research is to find out the current conditions and analyze what variables affect the IDM value in Cikarang Village. This study uses a quantitative approach method. Data collection uses secondary primary, while the analysis method uses descriptive analysis, linear regression and comparison. Based on the results of the analysis, the Cikarang Village community still feels that developments are not appropriate and directed so that the community has not felt the development planned by the village government, especially the road infrastructure is still very bad. The recommendation generated by this research is that the village government should be able to plan all development appropriately and directed according to the needs of many with efforts to increase the value of the Developing Village Index to the status of an Advanced Village. Abstrak. Pembangunan yang merata merupakan impian bagi seluruh masyarakat untuk tidak terpusat pada suatu daerah begitupun dengan pembangunan-pembangunan perdesaan dan perkotaan sangatlah timpang padahal satu sama lain tersebut saling menyokong atas segala kebutuhan maka dari itu pemerintah pusat melalui kementerian PDTT membuat alat ukur pembanguan yang dinamai dengan Indeks Desa Membangun sebagai alat ukur pemerataan pembangunan di desa. Di Desa Cikarang masih sangatlah rendah akan hasil setelah diukur oleh Indeks Desa Membangun tersebut dengan status desa berkembang dengan desa tertendah sekecamatan Cisewu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi terkini dan menganalisis variabel apa saja yang mempengaruhi nilai IDM di Desa Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan primer sekunder, sedangkan metode analisisnya menggunakan metode analisis deskriptif, regresi linier dan perbandingan. Berdasarakan hasil analisis, masyarakat Desa Cikarang masih merasakan pembangunan-pembangunan yang belum tepat dan terarah sehingga masyarakat belum merasakan pembangunan yang direncanakan pemerintahan desa terutama pada infrastruktur jalan masih terbilang sangat buruk. Rekomendasi yang dihasilkan oleh penelitian ini adalah pemerintahan desa harus bisa merencanakan segala pembangunan dengan tepat dan terarah sesuai dengan kebutuhan banyak dengan upaya peningkatan nilai Indeks Desa Membangun menjadi status Desa.
Redesign Taman Ramah Lanjut Usia di Kota Bogor: Studi Kasus: Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal Teguh nur Ikhsan; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.836 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.4094

Abstract

Abstract. The city of Bogor has a number of city parks such as Sempur Park, Malabar Park, Kencana Park, Heulang Park, Hat Park, Warinan Park and other parks. However, every city park in Bogor City has not specifically implemented the concept of an elderly friendly park, especially for the facilities that are needed by the elderly who will visit the park. The purpose of this research is to redesign the existing park by applying the design concept of Taman Heulang as an Elderly Friendly Park in Bogor City, so that it can be used by all age groups by paying attention to the provision of visitor facilities, especially for the elderly. The study approach method used in this study uses an empirical approach. To achieve this goal, the researcher used data collection methods such as observation, documentation, interviews and literature studies. As well as using development needs analysis, component requirements analysis, requirements analysis and program space, analysis of functional relationships and concepts. In this study resulted in recommendations for the 3D design of Taman Heulang with an elderly friendly concept. Abstrak. Kota Bogor memiliki sejumlah taman kota seperti Taman Sempur, Taman Malabar, Taman Kencana, Taman Heulang, Taman Topi, Taman Peranginan dan taman lainnya. Akan tetapi dari setiap taman kota di Kota Bogor ini secara khusus belum menerapkannya konsep taman ramah lansia khususnya pada fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh para lanjut usia yang akan mengunjungi taman tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu, melakukan redesign taman yang sudah ada dengan menerapkan konsep perancangan Taman Heulang sebagai Taman Ramah Lanjut Usia di Kota Bogor, sehingga dapat digunakan oleh semua golongan usia dengan memperhatikan penyediaan fasilitas pengunjung khususnya bagi kaum lanjut usia. Untuk metode pendekatan studi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan empiris. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode pengumpulan data seperti observasi, dokumentasi, wawancara dan studi literatur. Serta menggunakan analisis kebutuhan pengembangan, analisis kebutuhan komponen, analisis kebutuhan dan program ruang, analisis hubungan fungsional dan konsep. Dalam penelitian ini menghasilkan rekomendasi desain 3D Taman Heulang dengan konsep ramah lansia.

Page 10 of 23 | Total Record : 221