cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsurp@unisba.ac.id
Phone
+628996888183
Journal Mail Official
bcsurp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
ISSN : -     EISSN : 28282124     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsurp.v2i2
Bandung Conference Series: Urban and Regional Planning (BCSURP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Perencanaan Wilayah dan Kota dengan ruang lingkup sebagai berikut: Agribisnis, Bencana Alam, Daya Dukung dan Tampung, Ekonomi Lokal, Ekowisata Mangrove, Fasilitas, Gempa Bumi, Evakuasi, Jasa budaya dan spiritual, pariwisata, Jasa Ekosistem, Karangsong Disabilitas, kearifan local, Kelayakan, Kinerja dan Pelayanan Jalan, landmark, pencemaran udara, planologi, Pola Penggunaan Ruang, Rantai pasok, Ruang Terbuka Hijau, Sarana dan prasarana, Shelter, SIKIM, Sistem Penyediaan Air Minum, Taman, Tempat Ibadah, Tingkat Kerentanan Bencana, Wisata. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 221 Documents
Kajian Kualitas Hutan Kota di Kota Bandung Kintan Annisa; Weishaguna
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.5742

Abstract

Abstract. The existence of Green Open Spaces in the City of Bandung is decreasing from year to year, namely in the period 1996-2020. Where the amount of green open space that should have been 30% has not been reached, the data for 2020 is only 12.25% or the equivalent of 2,048.97 Ha. In this study, it is discussed about urban forests which have many functions and superiority compared to urban parks. A space should not only exist physically but also in quality so that the function of the space is achieved. The purpose of this study is to identify the quality of existing urban forests in the city of Bandung. The method used is qualitative comparison of theory with conditions in the field and quantitative includes calculations listed in Permen ATR/KBPN No. 14 of 2022. Where the results of the analysis found that the quality of urban forests in the city of Bandung is not yet or not of high quality. based on the results of an analysis where the area of urban forest is still below the standard, namely in Babakan Siliwangi, Eks TPA Cicabe, Eks Pasir Impun, Punclut Area, Cilaki Park, Tahura Ir. H. Djuanda (Curug Dago), Lalu Lintas Park, Maluku Park, and Pramuka Park. Then analyze the radius of urban forest services where all urban forests in the City of Bandung have fulfilled or have covered the City of Bandung. However, there are several parts of SWK Gedebage and SWK Ujung Berung which are not covered by this service radius. Then an analysis of green cover where the dominance of urban forests does not meet the criteria. Where those who met the criteria were Cilaki Park, which was 151% and Pramuka Park, which was 118%. While other urban forests do not meet the criteria taken in this study in terms of green cover. Abstrak. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung semakin berkurang dari tahun ke tahun yaitu dalam kurun waktu 1996-2020. Dimana RTH yang seharusnya 30% belum tercapai jumlahnya, data tahun 2020 hanya terdapat 12,25% atau setara dengan 2.048,97 Ha. Dalam studi ini dibahas mengenai hutan kota yang memiliki banyak fungsi dan keutamaannya yang lebih dibandingkan dengan taman kota. Sebuah ruang seharusnya tidak hadir secara fisik saja namun juga kualitas agar tercapai fungsi ruang tersebut. Tujuan dari studi ini yaitu mengidentifikasi kualitas hutan kota eksisting di Kota Bandung. Metode yang digunakan yaitu kualitatif perbandingan teori dengan kondisi di lapangan dan kuantitatif meliputi perhitungan yang tercantum dalam Permen ATR/KBPN No. 14 Tahun 2022. Dimana hasil analisis didapatkan bahwa kualitas hutan kota di Kota Bandung belum atau tidak berkualitas. berdasar hasil analisis dimana luasan hutan kota masih kurang dari standar yaitu pada Babakan Siliwangi, Eks TPA Cicabe, Eks TPA Pasir Impun, Kawasan Punclut, Taman Cilaki, Tahura Ir. H. Djuanda (Curug Dago), Taman Lalu Lintas, Taman Maluku, dan Taman Pramuka. Kemudian analisis radius pelayanan hutan kota dimana seluruh hutan kota Kota Bandung telah memenuhi atau telah melingkupi Kota Bandung. Namun ada beberapa bagian di SWK Gedebage dan SWK Ujung Berung yang tidak terlingkupi oleh radius pelayanan tersebut. Kemudian analisis tutupan hijau dimana dominasi hutan kota belum memenuhi kriteria. Dimana yang telah memenuhi kriteria yaitu pada Taman Cilaki yaitu sebesar 151% dan Taman Pramuka yaitu sebesar 118%. Sedangkan hutan kota yang lainnya belum memenuhi kriteria yang diambil dalam studi ini aspek tutupan hijau.
Strategi Penanggulangan Bencana Banjir di Kelurahan Rancabolang Firlya Nuzsa Miyori; Ivan Chofyan
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.5772

Abstract

Abstract. Indonesia is a country with a relatively high disaster risk. Flood disaster is one of the disasters that often hit various regions in Indonesia. In general, flooding can be caused by high rainfall intensity, low soil infiltration capacity, and the like. The city of Bandung is one of the areas that is often hit by floods. One area in the city of Bandung that is prone to flooding is Rancabolang Village, Gedebage District. This study aims to determine the dominant factors that cause flooding and to formulate strategies related to flood disaster management in Rancabolang Village. This study used a combined method with primary and secondary data collection techniques. The analytical method used in processing research data is multiple linear regression analysis to determine the dominant factors causing flooding and SWOT analysis to formulate a flood disaster management strategy in Rancabolang Village. Based on the results of multiple linear regression analysis, it is known that the factors that influence the height of the inundation are the intensity of rainfall, water infiltration, rivers, and flood control buildings with the dominant factor being problems in flood control buildings. The results of the SWOT formulation in formulating an alternative strategy for dealing with floods in Rancabolang Sub-District are improving and optimizing the quality, quantity and maintenance of flood control buildings, increasing monitoring and evaluation related to drainage systems, and carrying out other programs related to water absorption efforts. Abstrak. Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko bencana yang cukup tinggi. Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang seringkali melanda berbagai wilayah di Indonesia. Umumnya banjir dapat disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan, rendahnya kemampuan infiltrasi tanah, dan sejenisnya. Kota Bandung termasuk salah satu wilayah yang seringkali dilanda bencana banjir. Salah satu wilayah di Kota Bandung yang rawan terhadap banjir adalah Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor dominan penyebab banjir dan merumuskan strategi terkait penanggulangan bencana banjir di Kelurahan Rancabolang. Penelitian ini menggunakan metode gabungan dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam mengolah data penelitian adalah analisis regresi linier berganda untuk mengetahui faktor dominan penyebab banjir dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi penanggulangan bencana banjir di Kelurahan Rancabolang. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diketahui bahwa faktor yang berpengaruh terhadap tinggi genangan adalah faktor intensitas curah hujan, peresapan air, sungai, dan bangunan pengendali banjir dengan faktor dominan berupa permasalahan pada bangunan pengendali banjir. Hasil rumusan SWOT dalam merumuskan strategi alternatif penanggulangan bencana banjir di Kelurahan Rancabolang adalah dengan meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas, kuantitas serta pemeliharaan pada bangunan pengendali banjir, meningkatkan monitoring dan evaluasi terkait sistem pengaliran, dan melakukan program-program lain yang terkait dengan upaya peresapan air.
Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Cibangkong Berdasarkan Konsep Livable Settlement Tasya Salsha Safarina; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.5803

Abstract

Abstract. The city is the center of government, activities and services which attracts residents to urbanize. An increase in the number of urban population that is not balanced with the increase in urban land can result in the emergence of slums. According to the Decree of the Mayor of Bandung Number: 648/Kep. 1227-DPKP3/2020 concerning Determination of Slum Housing and Slum Housing Locations in the City of Bandung, one of the sub-districts included in the list of slum housing and settlements is Cibangkong Village (RW 01, RW 06, RW 07, RW 10, and RW 12) slums with slum area of ​​49.9 Ha. In order for the house to provide a sense of security, comfort, peace and tranquility for its residents, it is necessary to apply the concept of livable settlement. The research variables used to identify the condition of slum areas are the physical condition of buildings, availability of open spaces, availability of settlement supporting infrastructure, pedestrian paths, range of public facilities, affordability of living costs, public transportation, and the role of stakeholders. The purpose of this study is to formulate a strategy for dealing with slum settlements in Cibangkong Village based on the concept of livable settlement. The approach method used is a mixed method to identify the conditions of slum settlements. The results of this study are strategies for dealing with slum settlements, namely improving the quality and maintenance of basic infrastructure, providing education regarding finance, providing venture capital, and/or skills to open businesses/services in improving people's welfare, establishing collaboration between government, academics, or experts to formulate proper handling. Abstrak. Kota adalah pusat pemerintahan, kegiatan, dan pelayanan yang menjadi daya tarik bagi penduduk untuk melakukan urbanisasi. Pertambahan jumlah penduduk perkotaan yang tidak seimbang dengan bertambahnya lahan perkotaan dapat mengakibatkan munculnya permukiman kumuh. Menurut SK Walikota Bandung Nomor: 648/Kep. 1227-DPKP3/2020 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kota Bandung, salah satu kelurahan yang masuk kedalam daftar perumahan dan permukiman kumuh adalah Kelurahan Cibangkong (RW 01, RW 06, RW 07, RW 10, dan RW 12) kumuh dengan luas kumuh 49,9 Ha. Agar rumah dapat memberikan rasa aman, nyaman, damai, dan tentram bagi penghuninya maka diperlukan penerapan konsep livable settlement. Variabel penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi kawasan kumuh yaitu kondisi fisik bangunan, ketersediaan ruang terbuka, ketersediaan prasarana penunjang permukiman, jalur pedestrian, jangkauan pelayanan fasilitas umum, keterjangkauan biaya hidup, transportasi umum, dan peran stakeholder. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merumuskan strategi penaganan permukiman kumuh yang tepat di Kelurahan Cibangkong berdasarkan konsep livable settlement. Metode pendekatan yang digunakan adalah mixed method untuk mengidentifikasi kondisi permukiman kumuh. Hasil dari penelitian ini yaitu strategi penanganan permukiman kumuh diantaranya Peningkatan kualitas dan pemeriharaan infrastruktur dasar, memberikan edukasi mengenai finansial, pemberian modal usaha, dan atau keterampilan untuk membuka usaha/jasa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjalin kolaborasi antara pemerintah, akademisi, atau ahli untuk menyusun penaganan yang tepat.
Identifikasi Kesesuaian Nilai Ganti Rugi Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum (Studi Kasus : Normalisasi Sungai Cilember Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung): Identifikasi Kesesuaian Nilai Ganti Rugi Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum (Studi Kasus : Normalisasi Sungai Cilember Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung) Towus Firdaus
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.5809

Abstract

Abstract.Procurement of Cilember River Land is one of the indicators of the river normalization program in accordance with governor regulation No. 37 of 2021 concerning action plans to control pollution and damage to the Citarum River Basin. In land acquisition activities, the value of compensation is one of the most important aspects as well as a concern for affected residents about the compensation value they will receive later. Therefore, it is necessary to match the value of compensation based on the regulations governing the wishes of the affected residents. In the land acquisition mechanism in the ATR/BPN Ministerial Regulation No. 19 of 2021 concerning procedures for implementing land acquisition that everything that is above and below the ground needs to be calculated for its replacement value including buildings, land and growing plants. The approach taken in calculating the value of compensation refers to the Land Value Zone (ZNT), the market price of buildings in the affected area, the Cilember River land acquisition planning document (UPTD PSDA WS Citarum), SPI 306 Indonesian Appraisal Professional Society and the MOU or Letter of Agreement between Bandung Regency Government and West Java Provincial Government. From the results of the analysis of the value of compensation, the West Java provincial government must provide a budget of at least Rp. 62.716.894.801 and the maximum value is Rp. 74.913.958.683 as a fair replacement value to replace physical and non-physical losses from residents affected by land acquisition for the normalization of the Cilember River in an effort to minimize flood disasters. Abstrak. Pengadaan Tanah Sungai Cilember merupakan salah satu indikator program normalisasi sungai sesuai dengan peratura gubernur No 37. Tahun 2021 tentang rencana aksi pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum. Dalam kegiatan pengadaan tanah nilai ganti rugi menjadi salah satu aspek yang paling penting sekaligus menjadi kekhawatiran warga terdampak terhadap nilai penggantian yang nantinya mereka terima. Maka dari itu perlu adanya kesesuaian nilai ganti rugi berdasarkan peraturan yang mengatur dengan keinginan warga terdampak. Dalam mekanisme pengadaan tanah pada peraturan Menteri ATR/BPN No. 19 Tahun 2021 tentang tata cara pelaksanaan pengadaan tanah bahwa segala sesuatu yang berada diatas dan dibawah tanah perlu dihitung nilai penggantiannya meliputi bangunan, tanah dan tanam tumbuh. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam menghitung nilai ganti rugi tersebut mengacu pada Zona Nilai Tanah (ZNT), Harga pasar banguanan wilayah terdampak, dokumen perencanaan pengadaan tanah Sungai Cilember (UPTD PSDA WS Citarum) , SPI 306 Masyarakat Profesi Penilai Indonesia dan MOU atau Surat Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dari hasil analisis nilai ganti rugi pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menyediakan anggaran sebesar minimal Rp. 62.716.894.801 dan nilai maksimum yaitu Rp. 74.913.958.683 sebagai nilai penggantian wajar untuk mengganti kerugian fisik dan non fisik dari warga terdampak pengadaan tanah untuk normalisasi ungai Cilember dalam upaya meminimalisir bencana banjir.
Perubahan Tutupan Lahan Terbangun di Kota Pekanbaru Tahun 2000-2022 Muhammad Ilyas Nizar; Irland Fardani
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6035

Abstract

Abstrak.Pekanbaru City is the Capital City of Riau Province, where many economic activities occur in Pekanbaru City. As a result of these activities it will cause population growth which causes an increase in built-up land due to the attraction in the form of jobs to come to Pekanbaru City. It is feared that population growth will lead to a less regular pattern of development of the built-up land cover and can cause inconvenience to living in the area. Based on the background that has been described, the formulation of the problem in this study is as follows: "How to change the built-up land cover of Pekanbaru City in 2000-2022". Furthermore, the objective of this research is to "Know the land cover change in Pekanbaru City in 2000-2022. The method used in this research is a method for predicting land cover change. In this analysis using a software tool, namely ArcGis. The method used to obtain information remotely is multispectral classification. Based on the results of the classification carried out, there were several land cover changes that occurred in Pekanbaru City in 2000-2022 in the form of an increase in built-up land cover which in 2000 amounted to 4,694.17 Ha and in in 2022 it will be 13,680.48 Ha and the decrease in Vegetation land cover which in 2000 was 38,755.12 Ha and in experiencing a decrease in area which in 2022 will be 30,066.05 Ha, which indicates that there is a large demand for built-up land for the needs of human activities Abstract. Kota Pekanbaru merupakan Ibu Kota Provinsi Riau, dimana banyak kegiatan perekonomian terjadi di Kota Pekanbaru. Akibat adanya kegiatan tersebut maka akan menyebabkan pertumbuhan penduduk yang menyebabkan peningkatan lahan terbangun karena adanya tarikan berupa lapangan pekerjaan untuk datang ke Kota Pekanbaru. Perkembangan penduduk dikhawatirkan akan menyebabkan pola perkembangan tutupan lahan terbangun yang kurang teratur dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan untuk tinggal di daerah tersebut. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: “Bagaimana perubahan tutupan lahan terbangun Kota Pekanbaru tahun 2000-2022”. Selanjutnya, tujuan dalam penelitian ini berupa “Mengetahui perubahan tutupan lahan Kota Pekanbaru tahun 2000-2022.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode untuk memprediksi perubahan tutupan lahan. Pada analisis ini menggunakan alat bantu perangkat lunak yaitu ArcGis. Metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari jarak jauh adalah klasifikasi multispektral.Berdasarkan hasil klasifikasi yang dilakukan terdapat beberapa perubahan tutupan lahan yang terjadi di Kota Pekanbaru tahun 2000-2022 berupa, naiknya tutupan lahan terbangun yang pada tahun 2000 sebesar 4.694,17 Ha dan pada meningkat pada tahun 2022 sebesar 13.680,48 Ha dan menurunnya tutupan lahan Vegetasi yang pada tahun 2000 sebesar 38.755,12 Ha dan pada mengalami penurunan luasan yang pada tahun 2022 menjadi sebesar 30.066,05 Ha, yang menandakan bahwa banyaknya permintaan lahan terbangun untuk kebutuhan aktivitas manusia.
Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cianjur Titan Kesuma Endasmoro; Lely Syiddatul Akliyah
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6038

Abstract

Abstract.The increase in population from year to year is increasingly irregular so that the need for land for residential areas also increases. As a result, the people of Cianjur District built a residential area on a spatial pattern plan that was not intended for it. Another factor of the discrepancy in the use of the space is the ignorance of the community about the spatial plan. The government of Cianjur Regency has yet to socialize the spatial plan down to the village or kelurahan level. The purpose of this study is to analyze the suitability of space utilization. This research uses quantitative methods. The method used for this research is the method of map overlay and observation of satellite imagery. The results of the overlay with the RTRW spatial pattern plan show that the number of unsuitable polygons for spatial use is 36 polygons with a total area of ​​3.92 Ha. Based on the results of the analysis, so that the Cianjur Regency government can immediately follow up on space utilization that is not in accordance with the pattern plan, besides that the government must carry out socialization regarding the spatial plan, as well as evaluate the Cianjur Regency Spatial Plan for 2011-2031 and the Urban Area RDTR Draft Cianjur. Abstrak.Peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun semakin tidak teratur sehingga kebutuhan akan lahan untuk kawasan permukiman pun ikut meningkat. Akibatnya masyarakat Kecamatan Cianjur membangun suatu kawasan permukiman pada rencana pola ruang yang bukan peruntukkannya. Faktor lainnya dari ketidaksesuaian pemanfaatan ruang tersebut adalah ketidaktahuan masyarakat mengenai rencana tata ruang. Pemerintah Kabupaten Cianjur pun belum melakukan sosialisasi mengenai rencana tata ruang hingga ke level desa atau kelurahan. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian pemanfaatan ruang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode pertampalan peta dan pengamatan citra satelit. Hasil overlay dengan rencana pola ruang RTRW menunjukkan bahwa jumlah poligon ketidaksesuaian pemanfaatan ruang berjumlah sebanyak 36 poligon dengan total luasan 3,92 Ha. Berdasarkan hasil analisis, agar pemerintah Kabupaten Cianjur dapat segera menindaklanjuti pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana pola, selain itu pemerintah harus melakukan sosialisasi terkait rencana tata ruang, serta melakukan evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Cianjur Tahun 2011-2031 dan Draft RDTR Kawasan Perkotaan Cianjur.
Identifikasi Prinsip Ekowisata Pada Pengembangan Desa Wisata Cibeusi, Kabupaten Subang Doni Riswandi; Gina Puspitasari Rochman
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6077

Abstract

Abstract. The variety of potentials owned by Cibeusi Village makes a high selling point for the tourism sector. Cibeusi Village has abundant natural and cultural potential. This potential can be used as a tourist attraction for the development of tourist villages. In addition, the development of tourism in Cibeusi Village, on the other hand, is the conversion of agricultural land into tourism activities such as stalls, recreation areas and lodging or the influence of tourists that damage environmental sustainability. On the other hand, Cibeusi Village has a wealth of biological resources in the form of flora and fauna and natural beauty due to there being tours and there are also resources that must be protected and preserved in their beauty. Thus, it is necessary to study the identification of ecotourism principles, from the description of the problem raises research questions in Cibeusi Village, namely "To what extent are ecotourism principles applied to tourism activities in Cibeusi Tourism Village?" The purpose of this research is to identify ecotourism principles in tourism activities in Cibeusi Village. The approach method used is descriptive qualitative method while the analytical method used is content analysis where the researcher proceeds from documents such as interview transcripts, news media and articles as well as direct observation to Cibeusi Village. In this study, using combined principles that have been adjusted to the conditions in Cibeusi Village itself, the results of the combined principles of the experts produced six principles which will be used as the basis for the ecotourism aspect. The results of the identification of tourism activities in Cibeusi Village with ecotourism principles based on ecotourism principles in Cibeusi Village only fulfill 4 of the 6 principles, the results of this study are expected as recommendations to the management and government of Cibeusi Village. Abstrak. Beragamnya potensi yang dimiliki Desa Cibeusi menjadikan nilai jual yang tinggi bagi sektor pariwisata. Desa Cibeusi mempunyai potensi alam dan budaya yang berlimpah. Potensi tersebut bisa dijadikan daya tarik wisata untuk pengembangan desa wisata. Selain itu, Berkembangnya wisata di Desa Cibeusi disisi lain ada alih fungsi lahan pertanian menjadi kegiatan wisata seperti warung, tempat rekreasi dan penginapan atau pengaruh wisatawan yang merusak kelestarian lingkungan disisi lain juga Desa Cibeusi memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna serta keindahan alamnya dikarenakan ada wisatanya dan ada juga sumber daya yang harus dilindungi dan dilestarikan keasriannya. Dengan demikian, perlu dilakukan kajian identifikasi prinsip-prinsip ekowisata, dari uraian permasalahan memunculkan pertanyaan penelitian yang ada di Desa Cibeusi, yaitu “Sejauh mana prinsip-prinsip ekowisata di aplikasikan pada kegiatan wisata di Desa Wisata Cibeusi?” Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip ekowisata pada kegiatan wisata di Desa Cibeusi. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis isi dimana peneliti berproses dari dokumen seperti transkrip wawancara, media berita dan artikel serta observasi langsung ke Desa Cibeusi. Pada penelitian ini dari menggunakan prinsip gabungan yang telah disesuaikan dengan kondisi di Desa Cibeusi itu sendiri, hasil dari gabungan prinsip para ahli dikeluarkan enam prinsip yang akan dijadikan dasar untuk aspek ekowisata. Didapatkan hasil identifikasi kegiatan wisata di Desa Cibeusi dengan prinsip ekowisata berdasarkan prinsip-prinsip ekowisata Di Desa Cibeusi hanya memenuhi 4 dari 6 prinsip, hasil dari penelitian ini diharapkan sebagai rekomendasi kepada pihak pengelola maupun pemerintah Desa Cibeusi.
Evaluasi Efektivitas Terminal Penumpang Cileunyi Azmi Nofal Farghani; Tonny Judiantono; Dadan Mukhsin
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6139

Abstract

Abstract. The transportation system is affected by dynamic regional developments, one of which is the Cileunyi Terminal as a transportation node in Bandung Regency, which has problems with limited land and poor supporting facilities that affect the operational effectiveness of the passenger terminal. The purpose of this study was to assess the effectiveness of the operation of the Cileunyi Terminal, both as a type B terminal and as a type C terminal. This study used a resource approach based on terminal accessibility, terminal integration, policy synchronization, service facilities, and distance between terminals. The findings of this study indicate that Cileunyi Terminal is only effective in supporting city transportation services when it is implemented as a type C terminal rather than a type B terminal. Abstrak.Sistem transportasi dipengaruhi oleh perkembangan wilayah yang dinamis, salah satunya Terminal Cileunyi sebagai simpul transportasi di Kabupaten Bandung yang memiliki permasalahan keterbatasan lahan dan fasilitas penunjang yang kurang baik sehingga mempengaruhi efektivitas operasional terminal penumpang. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektivitas penyelenggaraan Terminal Cileunyi, baik sebagai terminal tipe B maupun terminal tipe C. Penelitian ini menggunakan pendekatan sumber berdasarkan aksesibilitas terminal, integrasi terminal, sinkronisasi kebijakan, fasilitas pelayanan, dan jarak antar terminal. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Terminal Cileunyi hanya efektif beroperasi untuk mendukung layanan angkutan kota ketika diimplementasikan sebagai terminal tipe C daripada sebagai terminal tipe B.
Strategi Pengentasan Kemiskinan di Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Gigih Pilihanto; Ivan Chofyan
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6210

Abstract

Abstract. Villages are areas whose activities are dominated by agriculture, so they usually have quite a lot of natural resources. However, the magnitude of this potential has not been able to overcome the problem of poverty. It is the same with Kemuning Village which has various advantages, as it is known as a tourist village. In addition, Kemuning Village was also designated as a pilot project for the implementation of the smart village nusantara concept, with the application of the concept Kemuning Village was able to win the 2021 BCA Desa Wisata Award. However, these advantages have not been able to help solve the problem of poverty. So this research was conducted to identify the factors that influence poverty in Kemuning Village, as well as develop appropriate strategies for poverty alleviation. The analytical method used is multiple regression analysis to find out what factors influence income, SWOT analysis to determine the internal and external factors owned by Kemuning Village in poverty alleviation, and QSPM analysis used to determine the priority of the strategy to be implemented. The results obtained from multiple linear regression analysis are known that health does not have a significant effect on income, while accessibility has a positive effect on income, and vulnerability and powerlessness have a negative effect on income. SWOT analysis shows that Kemuning Village is in quadrant 4, which is a strategy that uses strength to face challenges. Meanwhile, based on the results of the QSPM analysis, it is known that the first priority of the strategy that must be carried out is to hold skills training and add reading materials about skills to the PaDi (Digital Library) in the smart village nusantara. Abstrak. Desa merupakan wilayah yang kegiatannya didominasi oleh pertanian, sehingga biasanya memiliki sumber daya alam yang cukup banyak. Akan tetapi potensi tersebut belum bisa mengatasi permasalahan kemiskinan. Sama halnya dengan Desa Kemuning yang mana memiliki berbagai potensi, seperti dikenal sebagai desa wisata. Selain itu Desa Kemuning juga ditetapkan sebagai pilot project penerapan konsep smart village nusantara, yang mana dengan penerapan konsep tersebut Desa Kemuning mampu memenangkan penghargaan BCA Desa Wisata Award 2021. Akan tetapi keunggulan tersebut belum bisa membantu menyelesaikan permasalahan kemiskinan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi factor-faktor apa saja yang memengaruhi kemiskinan di Desa Kemuning, serta menyusun strategi yang tepat untuk pengentasan kemiskinan. Metode analisis yang digunakan yakni analisis regresi berganda untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pendapatan, analisis SWOT untuk mengetahui factor internal dan eksternal yang dimiliki Desa Kemuning dalam pengentasan kemiskinan, dan analisis QSPM yang digunakan untuk menentukan prioritas strategi yang akan dilaksanakan. Hasil penelitian yang didapat dari analisis regresi linier berganda yakni diketahui bahwa kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan aksesibilitas berpengaruh positif terhadap pendapatan, dan kerentanan serta ketidakberdayaan berpengaruh negatif terhadap pendapatan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Desa Kemuning berada pada kuadran 4 yakni strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghadapi tantangan. Sedangkan berdasarkan hasil analisis QSPM diketahui prioritas pertama yang harus dilakukan yakni mengadakan pelatihan keterampilan dan menambahkan bahan bacaan tentang keterampilan pada PaDi (Perpustakaan Digital) di smart village nusantara.
Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Atribut Taman Kota Ciwidey Yang Dipersepsikan Oleh Pengguna Nenna Khoirunnisa; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6218

Abstract

Abstract.There are several problems that exist in Ciwidey City Park, this could potentially lead to uncomfortable conditions for park users, however, judging from the large number of visitors to Ciwidey City Park. It can be assumed that users have high expectations for enjoying public open spaces. This indicates the need for measuring the level of importance (hope/expectation) perceived by users on the performance of Ciwidey City Park attributes. Attributes that are the focus of this research include Comfort, Accessibility, Safety and Meaningful Activity. This research was conducted by identifying existing conditions, identifying the level of importance perceived by users on attribute performance through a mix methods approach, which combines qualitative and quantitative approaches using descriptive analysis and also using Importance Performance Analysis (IPA). Based on the results of the level of importance and performance for the sub-attributes for each attribute in quadrant 1 that needs to be prioritized, because it is considered as a support, but it is not in accordance with user expectations, but if it is related to the results of observations made there are results that are contradictory between the results of IPA with the results of observations with an assessment using regulations. Meanwhile, based on the suitability between the level of importance and performance for all attributes, it is in a condition that is not satisfactory according to user perceptions, so it can be concluded that park users are not satisfied with the performance of the attributes found in Ciwidey City Park. Abstrak.Terdapat beberapa permasalahan yang ada pada Taman Kota Ciwidey yang meliputi permasalahan pengelolaan sampah yang di bakar pada kawasan taman sampai permasalahan aksebilitas pada kawasan taman. Hal ini dapat berpotensi menimbulkan kondisi tidak nyaman bagi pengguna taman, akan tetapi jika dilihat dari banyaknya pengunjung Taman Kota Ciwidey. Dapat diasumsikan bahwa pengguna memiliki harapan yang cukup tinggi untuk menikmati ruang terbuka publik. Hal ini mengindikasikan perlu adanya pengukuran tingkat kepentingan (harapan/ekspektasi) yang dipersepsikan oleh pengguna terhadap kinerja atribut Taman Kota Ciwidey. Atribut yang menjadi fokus pada penelitan ini meliputi Comfort, Accessbility, Safety dan Meaningfull Activity. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi eksisting, mengidentifikasi tingkat kepentingan (harapan/ ekspektasi) yang dipersepsikan oleh pengguna terhadap kinerja atribut melalui pendekatan mix methohs yaitu menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif dan juga menggunakan analisis Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil tingkat kepentingan dan kinerja untuk sub atribut pada setiap atribut yang terdapat pada kuadran 1 yang perlu di prioritaskan, karena dianggap sebagai penunjang akan tetapi tidak sesuai dengan harapan pengguna, tetapi jika dikaitkan dengan hasil observasi yang dilakukan terdapat hasil yang bertolak belakang antara hasil analisis IPA dengan hasil observasi dengan penilaian menggunakan peraturan. Sedangkan berdasarkan kesesuaian antara tingkat kepentingan dan kinerja untuk keseluruhan atribut berada pada kondisi yang belum memuaskan menurut persepsi pengguna sehingga dapat disimpulkan bahwa pengguna taman tidak merasa puas terhadap kinerja atribut yang terdapat pada Taman Kota Ciwidey.