Bandung Conference Series: Public Relations
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles
1 Documents
Search results for
, issue
"351-358"
:
1 Documents
clear
Teknik Komunikasi Interpersonal Dokter dalam Edukasi Literasi Kesehatan Gigi
Muhammad Fathan Ayfa Syauqi;
Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Public Relations 351-358
Publisher : UNISBA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.25365
Abstract. The phenomenon of self-diagnosis emerged alongside the rise of social media and the proliferation of information including health-related content which has led to misconceptions among some individuals. This study aims to explore in depth the interpersonal communication patterns employed by dentists when interacting with patients, particularly those who engage in self-diagnosis. A qualitative research method utilizing a case study approach was adopted. Data collection involved observation, interviews, and documentation, with dentists from the Unisba clinic and the N.P. Suryawati clinic serving as the research subjects. The findings indicate that interpersonal communication characterized by an empathetic, persuasive, and informative approach can alter the erroneous beliefs held by patients who self-diagnose. The study aims to encourage greater public awareness regarding oral health literacy and to foster a more critical attitude toward information of unverified validity. Abstrak. Fenomena self-diagnosis merupakan suatu kejadian dimana mulai muncul pada saat berkembangnya media sosial dan banyaknya informasi tersebar termasuk informasi kesehatan yang mengakibatkan salah persepsi bagi sebagian orang. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali secara mendalam pola komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh dokter gigi dalam berinteraksi dengan pasien, khususnya pasien yang berperilaku self-diagnosis. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian adalah dokter gigi dari klinik Unisba dan klinik N.P. Suryawati. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa komunikasi interpersonal dengan pendekatan secara empatik, persuasif, dan informatif dapat merubah keyakinan yang salah dari pasien self-diagnosis. Dampak yang diharapkan dari penelitian ini adalah masyarakat umum bisa lebih peduli terhadap literasi kesehatan gigi dan tidak mudah termakan oleh informasi yang belum jelas validitasnya.