cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcspr@unisba.ac.id
Phone
+6285723033508
Journal Mail Official
bcspr@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Public Relations
ISSN : -     EISSN : 28282167     DOI : https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i2
Bandung Conference Series: Public Relations (BCSPR) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Public Relations dengan ruang lingkup Strategi Promosi, Brand, Citra, Corporate Social Responbility, Digital Public Relations, Diplomasi Publik, Dramaturgi, Hoax, Humas International, Informasi, Kampanye Public Relations, Transaksi, Krisis, Kinerja, Komunikasi Persuasi, Konseling, Konten, Kredibilitas, Kualitas Pelayanan, Literasi, Media Online, Media Sosial, Membangun Kepercayaan, Minat beli, Motif, Pelayanan, Pemberitaan, Peran Sosial, Perspektif, Pola Komunikasi Perusahaan, Profesionalisme, Publikasi, Rebranding, rebranding, Sikap, Special Event, Strategi media relations, Publikasi, Teknologi Informasi, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "393-400" : 1 Documents clear
Konstruksi Simbolik Logo HUT ke-80 Republik Indonesia di Media Sosial X Nadia Rifda Nur Fadilah; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Public Relations 393-400
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v6i2.25613

Abstract

Abstract. This study is motivated by divergent interpretations of the 80th Anniversary Logo of the Republic of Indonesia released by the government in 2025, amid heightened political tension caused by mass demonstrations. Although officially intended to represent unity, sovereignty, and national progress, part of the public on social media platform X read the logo particularly when rotated 90 degrees as a symbol of silencing. This study aims to identify the denotative, connotative, and mythical meanings embedded in the logo using Roland Barthes's semiotic approach within a constructivist paradigm and a qualitative method. Data were collected through visual document analysis, in-depth interviews with five communication-science students and a visual-communication-design expert, literature review, and documentation, then analyzed through Barthes's three levels of signification combined with Stuart Hall's encoding-decoding framework. Findings show that denotatively the logo displays the number 80, thin and thick white lines, the tagline "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju," and a red-white-black color scheme. Connotatively, two opposing meanings emerge: the government's positive official meaning and the public's negative reading of the thick lines as censorship. At the mythical level, visual ambiguity, tense socio-political context, and platform X accelerated an oppositional reading. The study concludes that visual symbol meaning is unstable and highly context-dependent, open to negotiation, rejection, or reversal by audiences.   Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pemaknaan terhadap Logo HUT ke-80 Republik Indonesia yang dirilis oleh pemerintah pada tahun 2025, di tengah situasi politik yang memanas akibat gelombang demonstrasi masyarakat. Logo yang secara resmi dimaksudkan untuk merepresentasikan persatuan, kedaulatan, dan kemajuan bangsa justru dimaknai oleh sebagian pengguna media sosial X sebagai simbol pembungkaman, khususnya ketika logo diputar 90 derajat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam logo menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen visual, wawancara mendalam dengan lima mahasiswa Ilmu Komunikasi dan seorang pakar desain komunikasi visual, studi kepustakaan, serta dokumentasi. Data kemudian dianalisis melalui tiga tingkat pemaknaan Roland Barthes yang dipadukan dengan kerangka encoding-decoding Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, logo menampilkan angka 80, garis tipis dan tebal berwarna putih, tagline "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju", serta perpaduan warna merah, putih, dan hitam. Secara konotatif, ditemukan dua pemaknaan yang berlawanan, yaitu makna resmi pemerintah yang bersifat positif dan pemaknaan publik yang cenderung negatif dengan membaca garis tebal sebagai simbol sensor atau pembungkaman. Pada tingkat mitos, ambiguitas visual ketika logo diputar, konteks sosial-politik yang tegang, serta peran media sosial X mendorong munculnya pembacaan oposisional (oppositional reading) terhadap logo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna simbol visual bersifat tidak tetap dan sangat bergantung pada konteks, sehingga terbuka untuk dinegosiasikan, ditolak, atau bahkan dibalikkan oleh khalayak.

Page 1 of 1 | Total Record : 1